Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-rh/2007/01/14

Minggu, 14 Januari 2007

Bacaan   : Matius 22:34-39
Setahun : Kejadian 33-35; Matius 10:1-20
Nas       : Sebab karena anugerah kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah (Efesus 2:8)

HADIAH ANUGERAH

Seorang wanita berkata bahwa saat ia tumbuh dewasa, anak-anak tetangganya tidak diizinkan orangtua mereka untuk bermain bersamanya karena ia tidak ke gereja. Kemudian, saat ia menjadi seorang kristiani dan memberi tahu ibunya, sang ibu berkata, "Kamu tidak akan mulai bertindak bahwa seakan-akan kamu lebih baik daripada kita semua kan?" Sang ibu memperoleh kesan yang salah tentang orang kristiani dari para tetangganya.

Mewaspadai berbagai hal yang memengaruhi kehidupan anak-anak kita adalah baik, tetapi kita pun harus membagikan kasih Allah kepada tetangga kita. Kata-kata Yesus yang ada dalam Matius 5:14-16 mengingatkan kita: "Kamu adalah terang dunia .... Hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di surga."

Kita mungkin merasakan tarikan antara hidup suci yang "terpisah" (2 Korintus 6:17) dan perintah yang terbesar untuk mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri (Matius 22:39). Kedua konsep ini tidak benar-benar berlawanan. Inti dari kehidupan yang taat kepada Allah adalah menunjukkan perhatian dan kasih bagi mereka yang masih tersesat.

Karena kita tidak dapat melakukan apa-apa yang membuat kita layak diselamatkan, maka kita tidak dapat memegahkan diri sendiri. Paulus menulis, "Sebab karena anugerah kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu, supaya tidak ada orang yang memegahkan diri" (Efesus 2:8,9).

Bagikanlah hadiah anugerah ini kepada orang lain! -- CHK

SAKSI TERBAIK BAGI KRISTUS MENUNJUKKAN ANUGERAH ALLAH
DAN MEMBAGIKAN KASIH-NYA

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org