Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-rh/2005/08/03

Rabu, 3 Agustus 2005

Bacaan   : Yeremia 2:5-13
Setahun : Habakuk 1-3
Nas       : Apakah kecurangan yang didapati nenek moyangmu pada-Ku, sehingga mereka menjauh dari pada-Ku, mengikuti dewa kesia-siaan, sampai mereka menjadi sia-sia? (Yeremia 2:5)

KAMI TIDAK BUTUH ENGKAU

Alkisah sekelompok ilmuwan memutuskan bahwa manusia dapat hidup tanpa Allah. Maka salah seorang dari mereka memandang ke atas, kepada Allah, dan berkata, Kami telah memutuskan bahwa kami tidak lagi membutuhkan Engkau. Kami memiliki cukup hikmat untuk mengkloning manusia dan melakukan banyak hal ajaib.

Allah mendengarkan dengan sabar dan kemudian berkata, Baiklah, mari kita mengadakan kontes penciptaan manusia. Kita akan melakukannya persis seperti Aku dulu menciptakan Adam. Para ilmuwan setuju. Kemudian salah satu dari mereka membungkukkan badan dan mengambil sekepal tanah. Allah memandang dia dan berkata, Oh, tidak! Engkau harus membuat tanahmu sendiri!

Pada zaman Yeremia, bangsa Israel hidup seakan-akan tidak lagi membutuhkan Tuhan. Mereka memercayakan diri mereka kepada ilah-ilah lain, sekalipun ilah mereka itu tidak dapat menanggapi kebutuhan-kebutuhan mereka. Yeremia menentang pemberontakan mereka, karena telah meninggalkan Allah yang sejati dan menunjukkan sikap yang tidak hormat terhadap Dia (Yeremia 2:13,19).

Apakah kita berbuat salah karena telah menjalani hidup seakan-akan tidak membutuhkan Allah? Kita mungkin mengenal Dia sebagai Juruselamat, namun memberhalakan hikmat atau kebebasan kita. Mungkinkah Tuhan berkata tentang kita, Mereka menjauh dari pada-Ku? (2:5).

Hidup jauh dari Allah mempermalukan dan tidak menyenangkan Dia, dan tidak akan pernah memenuhi kebutuhan kita yang terdalam. Namun, kita dapat berbalik kepada-Nya hari ini (3:7) AMC

SIKAP MEMBERHALAKAN DIRI SENDIRI
MERUPAKAN PENGGANTI ALLAH YANG MENYEDIHKAN

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org