Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-rh/2001/02/23

Jumat, 23 Februari 2001

Bacaan   : 1Korintus 9:11-23
Setahun : Ulangan 23-25
Nas       : Aku lebih suka mati daripada .! Sungguh, kemegahanku tidak dapat ditiadakan siapa pun juga! (1Korintus 9:15)

LEBIH BURUK DARIPADA KEMATIAN

Rasul Paulus berkatakan bahwa ia lebih baik mati daripada dianggap melayani Tuhan karena uang. Itu sebabnya ia bekerja untuk mecukupi kebutuhannya sendiri tatkala memberitakan Injil di Korintus. Baginya, segala sesuatu yang merusak kesaksiannya bagi Kristus lebih buruk daripada kematian.

Selama berabad-abad, banyak orang yang berkeyakinan sama seperti Rasul Paulus dan membuktikannya dengan bersedia mati sebagai martir daripada menyangkal Tuhan. Kebanyakan dari kita memang tidak menghadapi ultimatum "sangkal Kristus atau mati." Namun gaya hidup kita harus mencerminkan bahwa ada beberapa hal yang kita anggap lebih buruk daripada kematian.

Pada malam Tahun Baru 1951, saya sangat terkesan ketika membaca pernyataan Paulus dalam Filipi 1:20. Ia mengatakan bahwa pengharapannya yang utama adalah ia tidak akan beroleh malu dalam segala hal. Ia tidak berharap dibebaskan dari penjara. Sebaliknya ia berharap agar Kristus dimuliakan di dalam tubuhnya, "baik oleh hidupku, maupun oleh matiku." Saya juga terkesan pada pernyataannya yang penuh keyakinan dalam ayat 21, "Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan." Sejak malam itu, telah berulang kali saya mengatakan kepada Tuhan bahwa saya lebih baik mati daripada melakukan sesuatu yang mencemarkan nama Tuhan, menghancurkan hati istri dan keluarga saya, atau mengecewakan orang-orang yang menghormati saya.

Memang ada beberapa hal yang lebih buruk daripada kematian. Salah satunya adalah mencemarkan nama Kristus -HVL

AGAR KESAKSIAN ANDA TETAP HIDUP
ANDA HARUS MATI TERHADAP DOSA

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org