Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-rh/1998/03/09

Senin, 9 Maret 1998

Bacaan   : Ulangan 31:1-8
Setahun : Hakim-Hakim 9-12
Nas       : Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, janganlah takut dan jangan gemetar (Ulangan 31:6)

"TERUSLAH MEMUKUL"

Penulis dan pendeta John Maxwell menulis tentang seorang mahasiswa seminari yang merasa kewalahan oleh beban tugasnya. Buku-buku yang harus dibaca, makalah penelitian yang harus ditulis, kata-kata Yunani yang harus dipelajari -- tampaknya mustahil! Keputusasaannya terlihat jelas oleh teman-teman sekelasnya.

Kemudian seorang mahasiswa tingkat atas merangkul bahu pemuda itu dan berkata, "Sobat, tak masalah berapa besar batu karang itu; jika kamu terus memukulnya, batu itu akan hancur." Mahasiswa itu mulai melihat bahwa tugas-tugasnya dapat diatasi jika ia mengerjakannya satu-persatu. Akhirnya "batu karang" itu hancur. Mahasiswa seminari yang kewalahan itu lulus dan kini menjadi seorang pendeta.

Menjalani kehidupan Kristen tak ubahnya seperti mencoba memecahkan batu karang. Kita terus memukul, tetapi tidak terjadi apa-apa. Kita berkecil kecil hati dalam memikul beban yang sama, menghadapi godaan yang sama.

Kitab Ulangan dimulai dan diakhiri dengan berita yang penuh pengharapan. Musa berkata kepada umat Israel, "Janganlah takut dan janganlah patah hati" (1:21). "TUHAN...tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau; janganlah takut dan janganlah patah hati" (31:8). Kata-kata yang memberi semangat ini juga berlaku untuk kita.

Jika "batu karang" Anda tampak terlalu besar, perhatikanlah nasihat mahasiswa tingkat atas tadi: "Teruslah memukul." Jika Anda bergantung kepada Tuhan, akhirnya "batu karang itu akan hancur" [DCE]


When long and steep the path appears
Or heavy is the task,
Our Father says, "Press on, My child;
One step is all I ask." -- DJD

KITA MENAKLUKKAN DENGAN TERUS MAJU

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org