Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-rh/1998/02/18

Rabu, 18 Februari 1998

Bacaan   : Ulangan 8:1-19
Setahun : Ulangan 7-9
Nas       : Ingatlah kepada seluruh perjalanan yang kaulakukan atas kehendak TUHAN, Allahmu, di padang gurun selama empat puluh tahun ini dengan maksud merendahkan hatimu...untuk mengetahui apa yang ada dalam hatimu, yakni, apakah engkau berpegang pada perintah-Nya a (Ulangan 8:2)

RENDAH HATI

Seorang petani Texas berbicara dengan petani dari Oklahoma. "Seberapa besar ladangmu?" tanya orang Texas itu.

"Oh, sangat besar," jawabnya. "Lebih dari sepuluh hektar."

Tak mau kalah, orang Texas itu menjawab, "Biar saya ceritakan luas tanahnya. Saya dapat mengendarai mobil pada saat matahari terbit, menuju ke Barat, dan pada saat matahari terbenam saya masih berada di tanah saya."

Orang Oklahoma berpikir sebentar dan tersenyum. "Anda tahu," ia berkata, "Saya pernah punya mobil seperti itu dulu!"

Kita perlu merendahkan hati. Membanggakan diri dan sikap berkecukupan yang mengacuhkan Allah akan melunturkan iman dalam Firman-Nya dan "menghalangi" berkat-Nya.

Bangsa Israel belajar mengenai hal ini dengan susah payah. Selama 40 tahun Allah telah menjaga mereka dengan mukjizat manna, tiang awan, dan tiang api. Tetapi bagi generasi baru yang tidak tahu apa-apa, hal-hal yang supranatural menjadi hal yang biasa. Oleh karena itu, Musa mengingatkan mereka bahwa Allah membuat orangtua mereka merendahkan hati melalui kelaparan, kemudian memberi makan, sehingga mereka tahu bahwa Dialah yang mencukupi.

Kini ilmu pengetahuan berkembang pesat di berbagai bidang. Hidup kita semakin baik, dan kita membanggakan kemampuan kita memecahkan masalah. Kemudian datanglah gema dari masa lalu: "Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah" (Matius 4:4) [DJD]


Work hard! But give the glory to
The Father up above;
For all good gifts come from His hand
As tokens of His love. -- Gustafson

ALLAH TERLEBIH DAHULU MERENDAHKAN ORANG
YANG AKAN DITINGGIKAN-NYA

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org