Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://www.sabda.org/publikasi/e-reformed/71

e-Reformed edisi 71 (6-3-2006)

Kematian Kristus

Dear e-Reformed netters,

Senang sekali bisa berjumpa Anda lagi. Posting saya kali ini ingin
saya pakai untuk mempersiapkan kita semua dalam menyambut perayaan
hari penting umat Kristen, yaitu PASKAH, hari kematian Kristus. Namun
sebelum Anda membacanya, saya ingin minta maaf terlebih dahulu,
khususnya kepada para pembaca e-Reformed yang memiliki keyakinan pada
Doktrin Penebusan Universal, yaitu doktrin yang percaya bahwa Kristus
mati untuk semua orang. Tiga artikel pendek yang diambil dari bukunya
John Owen ini akan menjelaskan tentang beberapa masalah dari Doktrin
Penebusan Universal.

Saya perkirakan, sebagian besar umat Kristen di Indonesia lebih
mempercayai/menyukai Doktrin Penebusan Universal dibandingkan dengan
Doktrin Pilihan. Selain lebih mudah dinalar, Doktrin Penebusan
Universal juga dirasa lebih manusiawi. Namun demikian, kebenaran yang
kita pegang seharusnya berdiri di atas Kebenaran yang sejati, bukan di
atas penalaran dan perasaan manusia. Oleh karena itu, saya ingin
mengajak Anda untuk meninjau kembali kebenaran tentang "untuk siapa
Kristus mati" dengan meneliti kebenaran Alkitab. Artikel-artikel John
Owen yang saya kutipkan dari bukunya "The Death of Death in the Death
of Christ" ini saya pikir dapat menolong kita untuk melihat secara
teliti apa yang sebenarnya Alkitab katakan tentang tujuan kematian
Kristus.

Salah satu ayat yang sering dipakai untuk mendukung Doktrin Penebusan
Universal adalah Yohanes 3:16. Ayat ini banyak ditafsirkan dengan cara
yang tidak sesuai dengan maksud penulisan bahasa aslinya. Artikel
ketiga yang saya sajikan di sini akan membahas secara khusus tentang
penafsiran ayat tersebut. Nah, supaya Anda tidak semakin penasaran,
silakan simak posting saya di bawah ini.

Selamat membaca dan merenungkan.

In Christ,
Yulia
< yulia(at)in-christ.net >

=====================================================================
Daftar Isi:

Artikel 1: JAWABAN TERHADAP EMPAT ALASAN UMUM YANG SERING DIPAKAI
           OLEH DOKTRIN PENEBUSAN UNIVERSAL

Artikel 2: PENJELASAN PENDAHULUAN MENGENAI AYAT-AYAT YANG MENGGUNAKAN
           KATA "DUNIA"

Artikel 3: STUDI TERPERINCI MENGENAI YOHANES 3:16

---------------------------------------------------------------------
Artikel 1

        JAWABAN TERHADAP EMPAT ALASAN UMUM YANG SERING DIPAKAI
                   OLEH DOKTRIN PENEBUSAN UNIVERSAL

Alasan 1. Terdapat ayat-ayat Alkitab yang berbicara mengenai apa yang
dicapai Kristus melalui kematian-Nya dengan istilah-istilah yang
sangat umum dan tidak jelas. Oleh karena itu timbul pendapat bahwa
kematian-Nya bukanlah bagi tujuan tertentu atau terbatas.

Sebagai contoh, Alkitab berbicara mengenai nilai kematian Kristus yang
tak terbatas. Di mana dikatakan mengenai pengucuran "darah Anak-Nya
sendiri" (Kis. 20:28). Kematian Kristus dikatakan sebagai suatu
persembahan "tanpa cacat" yang dipersembahkan oleh "Roh yang kekal"
(Ibr. 9:14). Darah Kristus dikatakan "mahal", lebih mahal dari perak
atau emas (lPtr. 1:18). Jika kematian Anak Allah memiliki nilai yang
begitu nyata dan tak terbatas, mungkinkah itu tidak cukup untuk
menebus semua manusia?

Kita tidak menyangkal bahwa kematian Kristus adalah pembayaran yang
cukup untuk menebus semua manusia. Apa yang kita tekankan ialah
Alkitab menyatakan dengan jelas bahwa kematian Kristus tidak
dimaksudkan untuk menjadi tebusan bagi setiap manusia. Sebagian orang
mungkin keberatan: Jika Kristus tidak mati untuk semua manusia, maka
tidak ada gunanya untuk memberitakan Injil kepada semua orang, seperti
yang diperintahkan kepada kita (Mat. 28:19). Saya menjawab:

a. Terdapat sejumlah orang yang akan diselamatkan dari setiap bangsa.
   Hal ini tidak dapat terlaksana tanpa pengabaran Injil kepada
   seluruh bangsa.
b. Karena sekarang tidak ada lagi perlakuan khusus untuk Bangsa
   Yahudi, maka Injil harus diberitakan kepada semua bangsa tanpa
   pembedaan.
c. Panggilan kepada manusia untuk percaya, pertama-tama bukanlah
   panggilan untuk percaya bahwa Kristus telah mati secara khusus bagi
   mereka, tetapi panggilan untuk percaya bahwa di luar Kristus tidak
   ada yang dapat membawa keselamatan.
d. Para Pendeta tidak pernah dapat mengetahui siapa di antara
   jemaatnya yang adalah orang-orang pilihan Allah. Karena itu, mereka
   harus memanggil semuanya untuk percaya, dan meyakinkan bahwa semua
   yang percaya akan diselamatkan karena kematian Kristus cukup untuk
   menyelamatkan setiap orang yang percaya.

Pembahasan tersebut seharusnya sudah cukup untuk menjelaskan bahwa
Injil harus diberitakan kepada semua orang, meskipun tidak semua orang
diselamatkan.

(Uraian panjang lebar penggunaan istilah-istilah "dunia" dan "semua
manusia" akan di bahas di dua artikel selanjutnya)

Alasan 2. Alkitab terkadang memberikan kesan bahwa sebagian orang yang
untuknya Kristus mati tidak benar-benar diselamatkan. Hal ini berarti
bahwa Kristus pasti telah mati untuk semua orang, tetapi hanya
beberapa orang saja yang berhasil memenuhi syarat-syarat yang
ditentukan.

Kita perlu memahami bahwa Alkitab sering menggambarkan manusia dengan
penampilan luarnya dan bukan keadaan sebenarnya di dalam dirinya.
Contohnya, Yerusalem disebut "kota kudus" (Mat. 27:53). Bukan berarti
kita harus berpikir bahwa Yerusalem sungguh-sungguh kudus.

Demikian juga, Alkitab seringkali menggambarkan orang-orang sebagai
"kudus" atau "orang-orang suci" atau bahkan sebagai "pilihan" karena
mereka secara lahiriah berkaitan dengan komunitas orang percaya.
Paulus berkata mengenai orang-orang percaya di Filipi: "Memang sudah
sepatutnya aku berpikir demikian akan kamu semua" (Fil. 1:7). Dari
perkataan tersebut, tidak dapat disimpulkan bahwa semua penerima surat
Paulus adalah orang percaya. Paulus menilai mereka berdasarkan
pengenalan terbaik yang dimilikinya mengenai mereka. Jadi jika
beberapa orang gagal diselamatkan, kita tidak boleh mengatakan bahwa
Allah berniat untuk menyelamatkan semua tetapi hanya beberapa yang
terjangkau. Barangsiapa gagal, sebenarnya tidak pernah sungguh-sungguh
menjadi orang percaya, meskipun dari luar tampak seperti orang
percaya.

Alasan 3. Alkitab terkadang mengesankan bahwa keselamatan ditawarkan
secara umum kepada semua orang, asal saja mereka mau percaya akan
diselamatkan. Dengan demikian, disimpulkan bahwa Kristus pasti mati
untuk semua orang.

Dalam Alkitab, memang iman dan keselamatan selalu berkaitan. Orang
yang percaya akan diselamatkan. Tetapi ini tidak lebih dari berarti
bahwa semua orang percaya pasti akan diselamatkan. Ini tidak berarti
bahwa Allah bermaksud untuk menyelamatkan semua orang jika mereka mau
percaya. Alasannya:

a. Kenyataan Allah tidak menawarkan hidup kekal pada semua manusia.
   Sebagian besar umat manusia tidak pernah mendengar Injil.
b. Perintah umum Allah tidak memberitahukan kita akan maksud-maksud
   khusus-Nya. Secara umum, Allah memerintahkan manusia untuk taat
   kepada-Nya. Tetapi dalam contoh kasus Firaun, maksud Allah berbeda
   dengan perintah-Nya, karena Ia mengeraskan hati Firaun (Kel. 4:21),
   sementara itu juga memerintahkannya untuk taat.
c. Janji Injil mengajarkan kepada kita hubungan yang tak terpisahkan
   antara iman dan keselamatan. Tetapi ini tidak berarti Allah
   menghendaki semua orang bertobat dan percaya, karena jika demikian
   mengapa ada pemilihan ilahi? Jika Ia bermaksud menyelamatkan semua
   orang, mengapa hanya memilih sebagian? Dan bagaimanapun juga, jika
   Ia bermaksud untuk menyelamatkan semua orang, mengapa Ia gagal
   untuk mencapai maksud-Nya? (Tidak ada gunanya untuk berpendapat
   bahwa Ia gagal karena manusia tidak mau percaya; Ia seharusnya
   sudah mengetahui sebelumnya bahwa mereka tidak akan percaya; lalu
   mengapa Ia merencanakan sesuatu yang Ia sudah tahu tidak akan
   terlaksana?)

Juga fakta bahwa orang percaya dan yang tidak percaya hidup campur
bersama, dan para pendeta tidak dapat memastikan siapa yang dipilih
dan siapa yang tidak dipilih Allah, berarti ia harus berkhotbah secara
umum bagi semua orang. Ini tidak berarti bahwa janji Injil
diperuntukkan bagi semua orang secara umum, melainkan ia hanya
dikabarkan kepada semua orang. Karena Kristus hanya diterima
berdasarkan iman, dan iman merupakan pemberian Allah bagi mereka yang
dikehendaki-Nya, maka jelas bahwa Ia tidak mungkin merencanakan
keselamatan mereka yang tidak diberi-Nya iman.

Alasan 4. Jika Kristus tidak mati untuk semua orang, bukankah seruan
Alkitab kepada semua orang bahwa mereka harus percaya tidak ada
gunanya?

Perlu dipahami bahwa iman yang dibicarakan dalam Alkitab memiliki
berbagai tahap pertumbuhan dan urutan penggunaan yang logis. Kita
tidak boleh berpikir seruan Alkitab untuk percaya secara pasti akan
menjadikan setiap orang percaya Kristus mati untuknya secara khusus.
Ada hal-hal lain yang dipercayai, yang dapat diterima oleh semua
manusia. Tak seorang pun yang diperintahkan untuk mempercayai sesuatu
yang tidak memiliki cukup bukti. Sebagai contoh:

a. Hal pertama yang harus dipercayai oleh manusia adalah bahwa mereka
   tidak dapat menyelamatkan diri mereka sendiri, karena mereka adalah
   orang berdosa. Setiap manusia mempunyai bukti mengenai hal ini di
   dalam dirinya sebagaimana yang ditunjukkan Paulus dalam Roma 1-3.
   Berapa banyak orang yang tidak mau mempercayai hal ini meskipun
   mereka mempunyai banyak bukti untuknya!
b. Injil memanggil orang-orang berdosa untuk percaya bahwa Allah telah
   menyediakan jalan keselamatan melalui Yesus Kristus. Berjuta-juta
   orang telah mendengarnya tetapi menolak untuk menerima hal itu
   meskipun ada banyak bukti untuknya.
c. Injil memanggil orang-orang berdosa untuk percaya bahwa tidak ada
   Juruselamat yang lain selain Yesus Kristus. Hal ini merupakan hal
   yang paling ditolak orang Yahudi. Mereka malah menganggap Kristus
   sebagai musuh Allah!

Panggilan umum ini dilakukan bukan karena Kristus mati untuk semua
orang, tetapi karena kebenaran-kebenaran ini merupakan bukti untuk
semua orang. Dan hanya setelah penjelasan ini diberikan, orang baru
dipanggil untuk percaya bahwa Yesus mati untuknya secara khusus.
Sebagian orang telah memperhatikan bahwa Pengakuan Iman Rasuli
(Ringkasan kuno agama Kristen) menempatkan frasa "pengampunan dosa dan
hidup yang kekal" di bagian akhir. Hal ini mengisyaratkan bahwa
sebelum kita sampai pada pengampunan dosa dan hidup yang kekal, ada
hal-hal lain yang harus dipercayai dulu; dan telah ada banyak bukti
bagi hal itu.

---------------------------------------------------------------------
Artikel 2

              PENJELASAN PENDAHULUAN MENGENAI AYAT-AYAT
                    YANG MENGGUNAKAN KATA "DUNIA"

Sebenarnya saya enggan untuk menyebutkan pasal-pasal Alkitab yang
telah digunakan untuk mendukung pendapat bahwa Kristus mati untuk
semua manusia. Bukan karena ayat-ayat tersebut sulit saya jelaskan,
tetapi karena saya tidak ingin menyinggung ketidakbenaran ini. Saya
menduga bahwa ayat-ayat tersebut telah disampaikan kepada para pembaca
oleh mereka yang meyakini kesalahan tersebut. Jadi sekarang saya harus
memberikan jawaban kepada Anda untuk menjawab mereka.

Jangan terbawa oleh kelogisan kata-kata semata. Ingatlah selalu apa
yang menjadi garis besar pengajaran Alkitab, dan jangan pernah
menafsirkan satu ayat bertentangan dengan garis besar tersebut.
Sebagai contoh, kata "dunia" dalam suatu ayat dapat diartikan
berdasarkan ayat-ayat di sekitarnya; ada 5 penggunaan yang berbeda
dari kata "dunia":

1. Alam semesta atau bumi sebagai tempat tinggal

   [Ayub 34:13
   Matius 13:38
   Kisah Para Rasul 17:24
   Efesus 1:4
   dan banyak ayat lainnya]

2. Penduduk dunia:
   Semua orang tanpa terkecuali

   [Roma 3:6
   Semua tanpa perbedaan
   Yohanes 7:4
   Banyak orang Kebanyakan orang
   Matius 18:7
   Kerajaan Roma
   Roma 1:8
   Orang-orang yang baik
   Lukas 2:1
   Yohanes 6:33
   Orang-orang yang jahat
   Yohanes 14:17
   dan banyak ayat lainnya]

3. Dunia sebagai sistim yang rusak

   [Galatia 6:14]
   dan banyak ayat lainnya

4. Pemerintahan manusia

   [Yohanes 18:36
   dan banyak ayat lainnya]

5. Kerajaan setan

   [Yohanes 14:30
   dan banyak ayat lainnya]

Sebagian orang mungkin mengajukan keberatan bahwa sebuah kata harus
selalu mempunyai makna yang sama di manapun letaknya dalam Alkitab.
Saya menjawab: Hal itu tidak benar, karena ada beberapa bagian di mana
Alkitab menggunakan arti yang berbeda untuk kata yang sama dalam
kalimat yang sama. Dalam Mat. 8:22, kata "mati" yang pertama berarti
kematian rohani dan yang kedua berarti kematian jasmani. Dalam Yoh
1:10,
kata "dunia" yang pertama berarti bumi tempat tinggal, sedangkan
yang kedua berarti planet bumi, dan ketiga berarti sebagian manusia di
atas bumi.

Demikianlah, jika kata "dunia" kadangkala digunakan untuk mengartikan
sebagian manusia, maka kata ini tidak boleh dipaksakan harus selalu
berarti semua manusia. Dan ada beberapa bagian di mana kata tersebut
secara jelas tidak mengacu pada semua manusia.

Lukas 2:1 - "seluruh dunia". Ini jelas mengacu pada Kerajaan Romawi.
Tidak mungkin mengacu pada setiap orang di dunia.

Yohanes 1:10 - "dunia tidak mengenal-Nya". Tetapi sebagian manusia
mengenal-Nya. Oleh karena itu kata "dunia" di sini tidak dapat
diartikan setiap orang.

Yohanes 8:26 - "Kukatakan kepada dunia". Tetapi hanya beberapa orang
Yahudi yang mendengarNya berbicara. Kata "dunia" tidak dapat diartikan
setiap orang.

Yohanes 12:19 - "seluruh dunia datang mengikuti Dia". Ini hanya dapat
diartikan sebagian besar bangsa Yahudi datang mengikuti Dia. Tidak
dapat diartikan setiap orang.

1 Yohanes 5:19 - "seluruh dunia". Tetapi ada banyak orang percaya
dalam dunia ini yang tidak berada dalam kuasa si jahat. Kata "dunia"
tidak dapat diartikan setiap orang.

Jadi secara umum kata "dunia" hanya mengacu pada sebagian orang di
dunia. Saya tidak tahu mengapa kata tersebut diartikan lain pada
bagian-bagian di atas dalam hubungannya dengan keselamatan.

Setelah pengamatan-pengamatan umum ini, marilah kita melihat beberapa
ayat Alkitab yang menggunakan istilah "dunia", antara lain Yoh. 1:29,
3:16, 4:42, 6:51; 2Kor. 5:19 dan 1 Yoh. 2:2. Dengan menggunakan ayat-
ayat tersebut, beberapa orang berpendapat:

a. Dunia meliputi semua dan setiap manusia.
b. Kristus dikatakan mati untuk dunia.
c. Jadi Kristus mati untuk semua dan setiap manusia.

Logika semacam ini salah karena kata "dunia" digunakan dalam dua
pengertian yang berbeda. Dalam pernyataan pertama, "dunia" mengacu
pada bumi sebagai planet. Dalam pernyataan kedua, kata ini mengacu
pada orang-orang di dalam dunia. Tidak ada titik temu di antara kedua
pernyataan tersebut. Jadi kesimpulan yang dihasilkan juga salah
(kecuali Anda ingin mengatakan bahwa Kristus mati untuk planet bumi).

Beberapa orang berusaha untuk merumuskan kembali argumen tersebut
secara demikian:

1. Di dalam beberapa bagian Alkitab, "dunia" mengacu pada semua dan
   setiap manusia.
2. Kristus dikatakan mati untuk dunia.
3. Jadi Kristus mati untuk semua dan setiap manusia.

Argumen ini juga salah, karena Anda tidak dapat menarik suatu
kesimpulan umum jika pernyataan pertama hanya mengacu pada makna
sempit dari sebuah kata atau frasa, seperti kata "beberapa bagian".
Juga saya harus menegaskan bahwa pada banyak bagian, kematian Kristus
hanya dikaitkan pada "domba-domba-Nya" atau "jemaat-Nya".

Jadi argumentasi tersebut harus ditulis ulang, seperti ini:

1. Pada beberapa bagian Alkitab kata "dunia" berarti semua dan setiap
   manusia.
2. Pada beberapa bagian Alkitab, Kristus dikatakan mati untuk seluruh
   dunia.
3. Jadi Kristus mati untuk semua dan setiap manusia.

Jelas bagi siapa pun, argumentasi ini tampak menggelikan! Harus
ditunjukkan bahwa "beberapa bagian" dari pernyataan pertama adalah
sama dengan "beberapa bagian" pada pernyataan kedua. Bila tidak,
argumentasi tersebut tidak membuktikan apa-apa. Dan dalam kasus
apapun, sebuah kesimpulan umum tidak dapat diambil dari pernyataan
pertama yang terbatas, seperti yang telah kita lihat sebelumnya.

Jadi sebagai pembukaan, saya kira saya telah memaparkan kesalahan dari
argumen-argumen yang didasarkan pada penggunaan kata "dunia". Saya
berani mengatakan bahwa argumen-argumen lemah tersebut tidak pernah
dipakai oleh orang-orang yang berpikir baik-baik! Tinggalkanlah
argumen-argumen itu, marilah kita kembali kepada Alkitab itu sendiri.

---------------------------------------------------------------------
Artikel 3
         
                STUDI TERPERINCI MENGENAI YOHANES 3:16

Ayat ini sering dipakai untuk mengajarkan bahwa:

"mengasihi"    = 1. Allah mempunyai kerinduan alamiah bagi kebaikan
                    dari

"dunia"        = 2. seluruh umat manusia dari segala suku bangsa di
                    segala tempat dan waktu, sehingga

"memberikan"   = 3. Ia memberikan Anak-Nya untuk mati, bukan untuk
                    secara aktual menyelamatkan orang-orang tertentu,
                    tetapi

"Barangsiapa"  = 4. supaya setiap orang yang memiliki kemampuan
                    alamiah untuk percaya

"beroleh"      = 5. dengan demikian dapat beroleh hidup yang kekal.


Seharusnya, kita memahami ayat tersebut sebagai berikut:

"mengasihi"    = 1. Allah mempunyai kasih yang begitu khusus dan agung
                    sehingga Ia menghendaki

"dunia"        = 2. Semua umat-Nya yang berasal dari segala suku
                    bangsa pasti akan diselamatkan

"memberikan"   = 3. dengan menetapkan Anak-Nya menjadi Juruselamat
                    yang berdaulat untuk menyelamatkan semua orang
                    pilihan-Nya

"Barangsiapa"  = 4. Ia memastikan bahwa semua orang percaya [umat
                    pilihan-Nya], siapa pun juga, dan hanya mereka

"beroleh"      = 5. yang sungguh-sungguh memiliki semua hal mulia yang
                    disediakan-Nya untuk mereka.

Ada tiga hal yang harus dipelajari dengan hati-hati di sini. Pertama,
kasih Allah; kedua, penerima kasih Allah, yang di sini disebut sebagai
"dunia"; ketiga, maksud dari kasih Allah, yaitu supaya orang-orang
percaya "tidak binasa".

1. Penting untuk dipahami di sini bahwa tidak ada suatu
ketidaksempurnaan apa pun yang dapat dikatakan mengenai Allah.
Pekerjaan-Nya adalah sempurna. Tetapi jika dikatakan bahwa Ia
mempunyai kerinduan alamiah untuk menyelamatkan semua orang, maka
kegagalan bagi semua orang untuk diselamatkan mengesankan bahwa
keinginan-Nya lemah, dan kebahagiaan-Nya tidak lengkap.

Demikian juga, tidak ada bagian Alkitab yang mengajarkan kerinduan
alamiah Allah bagi "kebaikan" (baca: keselamatan - ed.) semua orang.
Sebaliknya, justru dikatakan bahwa Allah secara bebas dan berdaulat
menyatakan belas kasihan kepada siapa Ia ingin menaruh belas kasih-
Nya. Kasih-Nya merupakan tindakan bebas dari kehendak-Nya, bukan
sebuah emosi yang muncul di dalam diri-Nya karena keadaan kita yang
menderita. (Jika penderitaanlah yang menimbulkan keinginan alamiah
Allah untuk menolong maka Ia harus berbelaskasih pada Iblis dan orang-
orang terkutuk!)

Kasih yang digambarkan di sini adalah tindakan khusus dan berdaulat
dari kehendak Allah, dan diarahkan secara khusus kepada orang-orang
percaya. Kata-kata "begitu" dan "supaya" menekankan pada tindakan luar
biasa dari kasih ini, dan tujuan yang jelas bagi penyelamatan orang-
orang percaya dari kebinasaan. Oleh karena itu, kasih ini tidak
mungkin merupakan perasaan kasih-sayang yang umum terhadap semua orang
yang sebagian darinya akan binasa.

Ayat-ayat Alkitab yang lain juga membenarkan bahwa kasih Allah ini
merupakan sebuah tindakan agung, yang ditujukan secara khusus bagi
orang-orang percaya, contohnya Rm. 5:8 atau 1 Yoh. 4:9-10. Orang tidak
akan berbicara mengenai kecenderungan alamiah bagi kebaikan semua
orang dengan ayat-ayat yang begitu tegas seperti ini.

Adalah jelas bahwa Allah menginginkan kebaikan bagi mereka yang Ia
kasihi .... [Kasih yang khusus] inilah yang menyebabkan Ia memberikan
Kristus, dan semua hal lain yang mereka butuhkan. "Ia, yang tidak
menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita
semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu
kepada kita bersama-sama dengan Dia?" (Rm. 8:32). Karena itu, kasih
Allah yang khusus ini hanya mungkin dialami oleh orang-orang yang
kepadanya diberikan anugerah dan kemuliaan.

Sekarang Anda harus menentukan; mungkinkah kasih Allah, yang telah
memberikan Anak-Nya ini dimengerti sebagai sebuah keinginan baik Allah
yang bersifat umum kepada semua orang? Tidakkah ini lebih merupakan
kasih Allah yang khusus untuk orang-orang percaya pilihan-Nya?

2. Selanjutnya, kita akan menyelidiki siapakah penerima kasih Allah,
yang disebut "dunia" itu. Sebagian orang mengatakan: ini pasti berarti
semua dan setiap manusia. Saya tidak mengerti bagaimana bisa berarti
demikian. Di depan, kita telah diperlihatkan pengertian-pengertian
yang berbeda dari kata "dunia" dalam Alkitab. Dan dalam Yoh. 3:16,
kasih disebutkan di bagian awal, dan tujuan kasih itu di bagian
akhir, tidak mungkin sesuai dengan pengertian "semua dan setiap
manusia" yang oleh sebagian orang diselipkan pada kata "dunia" di
tengah-tengah ayat ini!

Bagi kita, kata "dunia" ini dipahami sebagai orang-orang pilihan Allah
yang tersebar di seluruh dunia dari antara segala bangsa. Bukan
sebagai anugerah khusus Allah yang ditujukan hanya bagi orang Yahudi
saja. Pengertiannya adalah, "Allah, begitu mengasihi orang-orang
pilihan-Nya yang ada di seluruh dunia, sehingga Ia memberikan Anak-Nya
dengan tujuan supaya oleh-Nya orang-orang percaya dapat diselamatkan".
Ada beberapa alasan untuk mendukung pandangan ini.

Sifat kasih Allah, sebagaimana yang telah kita bahas di sini, tidak
mungkin dapat dipikirkan sebagai pemberian kepada semua dan setiap
manusia. Kata "dunia", dalam ayat ini harus mengacu pada suatu dunia
yang menerima hidup kekal. Hal ini ditegaskan oleh ayat berikutnya -
Yoh. 3:17 - di mana, untuk ketiga kalinya kata "dunia" disebutkan.
Dikatakan bahwa tujuan Allah dalam mengirimkan Kristus adalah "supaya
dunia diselamatkan". Jika "dunia" di sini diartikan selain orang-orang
percaya yang dipilih, maka Allah telah gagal mencapai tujuannya, kita
tidak dapat membenarkan penjelasan seperti ini.

Dalam kenyataannya, bukan hal yang aneh kalau orang percaya disebut
dengan istilah-istilah semacam "dunia", "seluruh manusia", "seluruh
bangsa" dan "seluruh keluarga di atas bumi". Sebagai contoh, dalam
Yoh. 4:42, Kristus dikatakan sebagai Juruselamat dunia. Juruselamat
orang yang tidak diselamatkan akan merupakan suatu pertentangan
istilah. Jadi, mereka yang disebut di sini sebagai "dunia" harus
merupakan mereka yang diselamatkan.

Ada beberapa alasan mengapa orang-orang percaya disebut "dunia".
Alasannya adalah untuk membedakan mereka dari malaikat-malaikat; untuk
menolak orang-orang Yahudi sombong yang menganggap hanya mereka yang
merupakan umat Allah; untuk mengajarkan perbedaan antara Kovenan Lama
yang dibuat dengan satu bangsa, dengan Kovenan Baru - di mana seluruh
bagian dunia dijadikan taat kepada Kristus; dan untuk memperlihatkan
kondisi orang percaya sebenarnya, sebagai ciptaan yang hidup di atas
bumi, di dalam dunia.

Jika tetap bersikeras bahwa kata "dunia" di sini mempunyai pengertian
seluruh dan setiap manusia sebagai penerima kasih Allah, maka mengapa
Allah tidak menyatakan Yesus kepada setiap orang yang begitu Ia
kasihi? Sungguh aneh, jika dikatakan Allah memberikan Anak-Nya kepada
mereka, namun Ia tidak pernah memberitahu mereka mengenai kasih-Nya -
berjuta-juta orang tidak pernah mendengar berita Injil! Bagaimana
mungkin Ia dikatakan mengasihi setiap manusia [dalam arti khusus],
jika ketetapan-Nya ini tidak diketahui oleh setiap orang?

Akhirnya, kata "dunia" tidak mungkin berarti seluruh dan setiap
manusia kecuali Anda siap untuk menerima bahwa:

  Kasih Allah kepada sebagian orang adalah sia-sia,
     karena mereka binasa.
  Kristus diberikan kepada berjuta-juta orang yang tidak pernah
     mengenal-Nya.
  Kristus diberikan kepada berjuta-juta orang yang tidak
     dapat mempercayai-Nya.
  Allah merubah kasih-Nya, dengan mengabaikan mereka yang binasa (atau
     sebaliknya, Ia tetap mengasihi mereka dalam neraka).
  Allah gagal untuk memberikan segala sesuatu kepada orang-orang yang
     baginya Ia telah memberikan Kristus.
  Allah sebelumnya tidak mengetahui siapa yang akan percaya dan
     diselamatkan.

Kemustahilan-kemustahilan semacam ini tidak dapat kita terima; Kata
"dunia" hanya berarti orang-orang pilihan yang tersebar di seluruh
dunia.

3. Cara supaya orang pilihan Allah menerima hidup yang ada di dalam
Anak-Nya adalah dengan percaya. Dikatakan "Setiap orang yang percaya
tidak akan binasa".[*]

Jika dikatakan bahwa Kristus mati untuk seluruh dan setiap manusia,
dan kita tahu bahwa hanya orang-orang percaya saja yang akan
diselamatkan, lalu apa perbedaan antara orang-orang percaya dengan
orang-orang yang tidak percaya? Mereka tidak mungkin membuat perbedaan
itu sendiri (lihat 1Kor. 4:7). Maka pasti Allah yang membuat perbedaan
antara mereka. Tetapi jika Allah yang membuat mereka berbeda, maka
bagaimana mungkin Ia dapat memberikan Kristus kepada mereka semua?

Ayat tersebut menyatakan maksud Allah bahwa orang-orang percaya akan
diselamatkan. Hal itu berarti bahwa Allah tidak memberikan Anak-Nya
untuk mereka yang tidak percaya. Bagaimana mungkin Ia memberikan Anak-
Nya bagi orang-orang yang kepadanya Ia tidak berikan anugerah untuk
percaya?

Sekarang silakan pembaca menimbang semua ini, pertama-tama dan
khususnya, mengenai kasih Allah, dan dengan serius menanyakan apakah
mungkin itu merupakan kasih kepada semua orang, yang membiarkan
kebinasaan begitu banyak orang yang dikasihi-Nya? Ataukah kasih ini
lebih baik dimengerti sebagai kasih yang unik dan khusus dari Bapa
untuk anak-anak-Nya yang percaya, yang menjamin masa depan mereka?
Maka Anda akan mendapatkan jawaban mengenai apakah Alkitab mengajarkan
bahwa Kristus mati sebagai tebusan umum - tidak berguna bagi sebagian
orang yang seharusnya telah ditebus - atau sebagai penebusan khusus
yang berlaku bagi setiap orang percaya secara berkemenangan. Dan
ingatlah ayat ini, Yoh. 3:16, yang begitu sering digunakan untuk
mendukung pendapat bahwa Kristus mati untuk setiap manusia - meskipun,
seperti yang telah saya jelaskan, sangat tidak sesuai dengan pendapat
demikian!

Ket. [*]:
Tidak ada gunanya mendukung penebusan universal dengan berpendapat
bahwa "barangsiapa" berarti "setiap orang", secara tidak definit.

1. Bentuk kata Yunaninya sebenarnya adalah "setiap orang percaya".
2. Mengusulkan "setiap orang" berarti menyangkal bahwa kasih Allah
   diberikan secara merata kepada setiap orang! Jika hanya sebagian
   yang diperkenan-Nya - "barangsiapa", maka Allah tidak mungkin
   mengasihi semua manusia secara merata. Namun bagaimanapun juga
   tampak jelas bahwa Ia lebih mengasihi sebagian "barangsiapa" dari
   yang lainnya.

======================================================================

Bahan di atas dikutip dari sumber:
Judul buku   : Kematian yang Menghidupkan
Penulis      : John Owen
Penerbit     : Momentum, Surabaya, 2001
Hal          : 95 - 114

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org