Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-reformed/15

e-Reformed edisi 15 (11-4-2001)

Jika Kristus Tidak Dibangkitkan

	Rasul Paulus, salah seorang pengikut Kristus yang sebelumnya 
bertobat menjadi penantang Tuhan bahkan membunuh orang-orang Kristen,
menulis bahwa jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah
kepercayaan kita 
(I Korintus 15:14,17), karena seluruh iman kristiani
di dasarkan pada kebangkitan tersebut. Josh McDowell, seorang apologet
dari Campus Crusade for Christ, dalam bukunya yang telah menjadi klasik
"Evidence That Demands a Verdict", mengutip H.P.Liddon yang berkata:
"Faith in the resurrection is the very keystone of the arch of
Christian faith, and, when it is removed, all must inevitably crumble
into ruin." Iman kristiani yang didasarkan pada kenyataan dan
kepercayaan bahwa Tuhan Yesus Kristus, yang disalibkan dan bangkit
kembali pada hari yang ketiga kurang-lebih 2000 tahun yang lalu di
Yerusalem, bukan saja merupakan dasar iman kristiani yang kokoh tetapi
juga bila terus-menerus dihayati akan menjadi sumber sukacita dan
harapan yang tidak dapat surut dalam hidup kita sebagai orang-orang
percaya. Tanpa Kebangkitan Kristus tiada Jaminan Pengampunan Dosa.
Kebangkitan Kristus dapat menjadi sumber sukacita karena menjamin
pengampunan bagi umat manusia.


      Sejak manusia jatuh dalam dosa, manusia telah berusaha dengan
berbagai cara untuk kembali kepada Allah. Umat manusia yang berdosa
menganggap bahwa untuk memperoleh pengampunan Allah adalah dengan
melakukan perbuatan baik, amal dan memberikan korban atau sesajian.
Namun sayang semuanya itu tidak berhasil, semuanya itu tidak menjamin
pengampunan dosa umat manusia. Firman Allah menyatakan dengan tegas
bahwa kita sekalian seperti orang najis dan segala kesalehan kita
seperti kain kotor, kita seperti daun yang layu dan akan dilenyapkan
oleh kejahatan kita seperti daun layu yang dilenyapkan oleh angin
(Yesaya 64:6). Itulah sebabnya semua agama di dunia ini mendoakan
kerabat dan keluarganya yang meninggal supaya dosa-dosa mereka diampuni
dan semoga diterima disisi Allah, membuktikan bahwa pengampunan dosa
bagi mereka belum merupakan suatu kepastian, pengampunan dosa belum
terjamin. Sekalipun selama hidupnya mereka dikenal saleh bahkan menjadi
tokoh agama atau rohaniwan sekalipun.


      Namun tidak demikian dengan iman kristiani. Alkitab mengajarkan bahwa 
pengampunan dosa dan kepastian memasuki sorga hanya dapat
tercapai apabila kita mengikuti cara yang ditentukan oleh Allah, yang
empunya sorga. Seperti halnya kita yang datang ke Amerika, kita baru
dapat masuk ke Amerika secara sah apabila kita mendapatkan visa yang
dikeluarkan Pemerintah Amerika, yang punya negara ini. Hanya dengan
visa tersebut barulah kita dapat masuk ke negara ini. Anda boleh
menganggap, berpikir, merencanakan dan melakukan apa saja, tetapi tanpa
visa anda tidak boleh masuk, titik! Siapapun anda, pejabat atau jelata,
konglomerat atau kaum melarat, profesor atau buta huruf persyaratannya
sama, harus punya visa! Kita tidak boleh masuk menurut kehendak dan
cara sendiri, tanpa visa kita adalah ilegal dan dapat dideportasi.
Kalau dideportasi dari Amerika, masih lumayan kita bisa kembali ke
negara kita; Indonesia tercinta. Namun kalau dideportasi dari sorga,
mau ke mana kita, tiada tempat lain hanya neraka jahanam, yang
sebenarnya disediakan bagi iblis dan para begundalnya!


      Kita patut bersyukur, karena begitu besar kasih Allah akan dunia
ini sehingga dikaruniakanNya AnakNya yang tunggal supaya barang siapa
yang percaya padaNya tidak binasa melainkan peroleh hidup yang kekal
(Yohanes 3:16). AnakNya itu telah mati di kayu salib dan dikuburkan,
namun pada hari yang ketiga telah bangkit dari antara orang mati,
seperti yang dinubuatkan-Nya sendiri (Markus 9:30-32). Kebangkitan
tersebut bukan saja menyatakan kebenaran Yesus dengan tergenapi
nubuatan tersebut, tetapi juga menyatakan bahwa pengorbanan-Nya
diterima Allah. Dalam surat Roma 4:25 dikatakan bahwa Yesus, yang telah
diserahkan karena pelanggaran kita dan dibangkitkan karena pembenaran
kita! Itulah permakluman Allah terhadap karya penebusan Kristus!
Kematian Kristus menyatakan kasih serta pengorbannanNya bagi umat
manusia dan kebangkitanNya menyatakan pembenaran Allah terhadap
pengorbanan Kristus, pengorbananNya untuk penebusan umat manusia telah
diterima Allah! KebangkitanNya adalah bukti bahwa Allah mengesahkan
pengorbanan Kristus dan dengan demikian mengesahkan pula pengampunan
dan penebusanNya bagi umat manusia! Itulah berita sukacita teragung dan
yang didambakan seluruh umat manusia. Pengampunan dan penebusan bagi
umat manusia dijamin oleh kebangkitan Kristus. Yesus Kristus adalah
visa ke sorga, Dialah satu-satunya jalan menuju sorga (Yohanes 14:6)!


      Tanpa Kebangkitan Kristus tiada Harapan Hidup Kekal Kebangkitan
Kristus dapat menjadi sumber harapan kekal karena menyatakan bahwa Kristus 
adalah Allah yang tidak terkalahkan oleh maut, sehingga
kematian bagi orang percaya tidak lagi menakutkan. Dalam pergaulan
sehari-hari, di mana dan kapan saja, kita sering mendengar keluhan-
keluhan tanpa harapan dalam hidup seseorang entah ia itu anggota
keluarga, teman sekerja maupun sesama umat beragama. Mengapa banyak
orang tidak punya harapan dalam hidupnya? Memang ada banyak alasan yang
dapat kita berikan, namun dalam pengamatan penulis semua itu terjadi
karena kita tidak mempunyai konsep yang benar terhadap kematian
sehingga kita tidak memiliki perspektif yang tepat dalam hidup ini.


      Salah satu cara untuk mendapatkan konsep yang benar terhadap
kematian dan perspektif yang tepat terhadap hidup ini adalah melalui
penghayatan Kebangkitan Tuhan Yesus Kristus yang kita peringati pada
Paskah tanggal 15 April ini. Sebagai Gembala Sidang, penulis sering
memimpin dan menghadiri Kebaktian-kebaktian Pemakaman, Pengenangan
(Memorial Service) atau Penghiburan yang diadakan bagi saudara/i
seiman yang ditinggalkan oleh ayahanda, ibunda atau anggota keluarga
dekat baik di Los Angeles maupun di Indonesia. Khusus bagi mereka yang
ditinggalkan oleh anggota keluarga yang di Indonesia tentu membawa
kesedihan tersendiri. Sebagai perantau-perantau di negara asing ini,
adalah merupakan kesedihan tersendiri apabila kita tidak sempat
mendampingi orang-tua kita tatkala beliau akan menghembuskan nafas
terahkir ataupun menghadiri pemakaman orang yang melahirkan, mengasuh,
membesarkan serta yang kita kasihi dan hormati. Sebagai manusia biasa;
kita patut bersedih namun sebagai orang- orang percaya bagaimanakah
kita menanggapi dan menyikapi kematian tersebut?


      Melalui kebangkitan Tuhan, maut dan kematian telah dikalahkan.
Kebangkitan Tuhan menyatakan bahwa maut tidak sanggup dan tidak
berkuasa menawan atau mengalahkan Kristus, karena Dia adalah Allah,
Sumber Hidup itu sendiri, bahkan sebaliknya Kristus telah mengalahkan
maut! Sehingga dengan gagah kita dapat berkata seperti Paulus:" Hai
maut di manakah kemenanganmu? Hai maut dimanakah sengatmu?" 
(I Korintus 15:54-55). Karena kebangkitan Kristus, maut dan kematian tidak lagi
menakutkan bagi orang-orang percaya bahkan maut telah menjadi batu
loncatan bagi kita menuju kebahagiaan yang tidak bersudahan di sorga.


      Maut bukanlah akhir dari segala-galanya melainkan awal dari
kekekalan. Kematian bagi orang percaya bukanlah perpisahan yang abadi
melainkan perpisahan sementara yang menuju ke pertemuan kekal, penuh
sukacita sorgawi. Dan kelak pada kedatanganNya yang kedua kali, semua
orang percaya baik yang sudah mati atau yang masih hidup dalam sekejap
mata akan memperoleh tubuh yang mulia, tubuh yang akan hidup selama-
lamanya, tubuh yang tidak dapat binasa, tubuh yang layak sebagai
penghuni sorga karena kebangkitan Kristus adalah buah sulung dan
jaminan bagi kebangkitan semua orang percaya! Maut bukan lagi sesuatu
yang perlu kita takuti atau sesuatu yang menakutkan, itulah konsep yang
benar terhadap kematian. Oleh karena itu perpisahan dengan orang-orang
yang kita kasihi tidak harus melarutkan kita dalam kesedihan terus-
menerus melainkan menghibur kita bahwa mereka telah bersama Tuhan
Yesus, di rumah Bapa di mana masih banyak tempat yang tersedia bagi
kita. Di sana mereka telah bebas dari semua penderitaan duniawi!
Andaikata Kristus tidak dibangkitkan mereka semua akan binasa selama-
lamanya, kita menjadi orang-orang yang tidak berpengharapan.


      Rasul Paulus mengajarkan bahwa tanpa kebangkitan Kristus, kita
adalah orang-orang yang paling malang dari segala manusia 
(I Korintus 15:19b), namun kita bersyukur bahwa kubur yang kosong bukan suatu
khayalan melainkan kenyataan. Kebangkitan Kristus, adalah fakta
sejarah, sehingga iman kristiani tidak didasarkan pada dongeng. Tubuh
kebangkitan Kristus mungkin sesuatu yang misterius namun tubuhNya yang
lenyap dari kubur adalah bukti sejarah yang tidak dapat disangkal.
Kebangkitan Kristus bukan hanya penting sebagai bukti sejarah serta
makna teologis; tetapi sangat penting dalam membentuk perspektif yang
tepat dalam kehidupan umat manusia yaitu hidup dengan penuh harapan
yang tidak pernah mengecewakan di tengah dunia yang mengecewakan ini,
sehingga hidup ini dapat menjadi berkat bagi orang banyak dan lebih
bermakna. Tuhan yang Bangkit Menantikan Undangan Anda. Allah tidak
pernah menghendaki umat manusia mati.


      Di dalam Taman Firdaus tidak ada kematian, tidak ada kesakitan,
tidak ada air-mata dan tidak ada penderitaan. Tetapi karena dosa, maut
telah datang dan menguasai seluruh umat mansuia hingga hari ini.
Alkitab mengajarkan bahwa upah dosa adalah maut (Roma 6:23), seluruh
umat manusia; termasuk anda dan saya tanpa terkecuali adalah orang-
orang berdosa, itulah sebabnya kita menjadi tua dan merosot kesehatan
kita untuk menuju kepada kematian. Semua itu adalah akibat dosa! Namun
Alkitab juga mengajarkan bahwa musuh tersebut, yaitu dosa dan maut
telah dikalahkan oleh kematian Kristus di kayu salib dan kebangkitanNya
dari kubur. Di atas kayu salib Yesus mati menggantikan kita, di situ
Dia menanggung dosa dan hukuman yang harus kita terima. Namun kisah
tersebut tidak berhenti sampai di sana saja, pada hari yang ketiga
setelah kematianNya Dia bangkit, kuburNya telah kosong! Dia hidup dan
akan datang kembali untuk menjemput umatNya.


      Keyakinan dan kepastian pengampunan dosa serta hidup kekal di
dalam Kristus yang bangkit itu terungkap dengan jelas dalam iman Rasul
Paulus:"Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.
Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja
memberi buah. Jadi mana yang harus kupilih, aku tidak tahu.  Aku
didesak dari dua pihak: aku ingin pergi dan diam bersama-sama dengan
Kristus--itu memang jauh lebih baik; tetapi lebih perlu untuk tinggal
di dunia ini karena kamu (Filipi 1:21-24). Orang percaya yang mati di
dalam Tuhan, rohnya tidak akan menjelajah atau singgah ke mana-mana,
tempat yang akan dituju sudah pasti yaitu rumah Bapa di sorga, karena
Tuhan berkata:'... apabila Aku telah pergi ke situ dan telah
menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke
tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada."
(Yohanes 14:3).


      Di mana sekarang Tuhan Yesus yang telah dibangkitkan itu berada?
Ibrani 8:1 menyatakan:"Inti segala yang kita bicarakan itu ialah: kita
mempunyai Imam Besar yang demikian, yang duduk di sebelah kanan takhta
Yang Mahabesar di sorga," Hanya di dalam iman kepada Tuhan Yesus
Kristus ada pengampunan dosa dan kepastian keselamatan kekal. Apakah
Anda telah memiliki keyakian tersebut? Apakah Anda merindukan keyakinan
yang sama dengan keyakinan yang dimiliki Rasul Paulus? Sudahkah Anda
percaya pada-Nya? Maukah Anda percaya pada- Nya? Ucapkanlah dengan iman
dan penuh percaya doa yang singkat dan sederhana ini: "Tuhan Yesus,
saya bersyukur mengetahui dengan pasti bahwa hanya di dalam Dikau yang
telah mati disalibkan dan dibangkitkan ada pengampunan dan keselamatan
kekal. Saya adalah orang berdosa, saya mengakui dan menyesali dosa-dosa
saya saat ini. Ampunilah saya dan masuklah dalam hati serta hidup saya
sebagai Juruselamat dan Tuhan. Dalam nama-Mu yang berkuasa saya berdoa.
Amin." Jika Anda sudah dengan tulus dan sungguh-sungguh hati mengundang
Tuhan Yesus masuk ke dalam hati Anda maka percayalah bahwa sekarang
juga ia sudah berada dalam hati Anda, Sebab Dia berkata:'Lihat, Aku
berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar
suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku
makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku' (Wahyu
3:20) 
Semoga dalam merayakan Paskah kali ini bukan saja Anda lebih
mengenal Tuhan yang bangkit itu, tetapi juga telah mengundang-Nya dalam
hati dan hidup Anda, serta memperoleh Jaminan serta Harapan kekal di
dalam Dia. Semoga Anda hidup dengan penuh sukacita dan harapan kekal.
	
Selamat Hari Paskah. Amin.


Sumber:
Khotbah Pdt. Bob Jokiman, 
(Gembala Sidang Gereja Kristen Indonesia Monrovia di California)

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org