|
Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
https://sabda.org/https://sabda.org/publikasi/e-penulis/49 |
|
e-Penulis edisi 49 (19-11-2008)
|
|
__________________e-Penulis (Menulis untuk Melayani)__________________
Edisi: 049/November/2008
TEMA: MENGEMBANGKAN IDE
______________________________________________________________________
= DAFTAR ISI =
* Dari Redaksi: Kembangkan Ide Anda!
* Mutiara Penulis
* Artikel: Mengembangkan Ide untuk Menulis (Pratulis)
* Tips: Mencari dan Mengembangkan Ide-Ide Kristiani
* Pojok Bahasa: Menceraikan yang Dipersatukan
* Stop Press!: Baru! Publikasi e-Wanita
____________________________DARI REDAKSI______________________________
KEMBANGKAN IDE ANDA!
Setelah penulis menemukan ide tulisan, langkah selanjutnya yang
harus dilakukan adalah mengembangkannya. Mengembangkan ide ini harus
dilakukan agar apa yang menjadi gagasan Anda dapat ditangkap dan
dipahami oleh pembaca. Meski demikian, mengembangkan ide itu tidak
mudah. Hal itu bisa disebabkan karena ide tersebut terlalu luas,
Anda kurang menguasai seluk-beluk tentang ide tersebut, atau Anda
tidak memakai teknik-teknik untuk mengembangkan ide. Apakah hal-hal
itu yang sedang Sahabat Penulis hadapi saat ini?
Tema "Mengembangkan Ide" sajian edisi November 2008 kali ini kiranya
dapat memperlengkapi wawasan Anda tentang mengembangkan ide dan
menolong Anda dalam menghadapi persoalan seputar tema tersebut.
Pada 3 November 2008 yang lalu, e-Penulis juga genap berusia empat
tahun. Pertambahan usia dalam melayani kiranya semakin memantapkan
langkah dan kiprah e-Penulis di dunia pelayanan literatur.
Marilah terus menulis untuk melayani!
Pimpinan Redaksi e-Penulis,
Puji Arya Yanti
___________________________MUTIARA PENULIS____________________________
PROSES KREATIF ITU TIDAK BISA DIKONTROL
_______________________________ARTIKEL________________________________
MENGEMBANGKAN IDE UNTUK MENULIS (PRATULIS)
Bagaimana penulis mengembangkan ide untuk menulis? Penulis
menggunakan banyak cara, dan saya berani bertaruh bahwa sebagian
besar cara-cara tersebut melibatkan menulis itu sendiri. Bayangkan
seorang komposer yang hendak mengarang sebuah lagu dengan memainkan
not-not keyboard. Bayangkan seorang pemahat membuat ide untuk sebuah
patung dengan membentuk-bentuk ulang sebongkah tanah liat. Bayangkan
seorang penjahit selimut yang hendak membuat pola motif selimut
dengan merancang dan merancang kembali beragam kain. Semua usaha
kreatif melalui beberapa tahap awal di mana pencipta menghasilkan
ide-ide, menghapus beberapa ide, dan bermain-main dengan ide yang
merebut imajinasi atau yang cocok. Setiap pencipta mengembangkan ide
dengan tenggelam dan memikirkan sesuatu dalam media tertentu.
Demikian juga dengan menulis. Dalam dunia kepenulisan, tahapan awal
pengembangan ide itu disebut "pratulis".
Pratulis biasanya berantakan -- banyak ide tersebar di mana-mana --
seperti penjahit selimut dengan potongan kainnya yang berserakan di
lantai rumah. Bagi kebanyakan orang, berantakan dan tidak ambil
peduli dengan logika, pola, atau bentuk akhir adalah suatu
kebebasan. Itulah tujuan dari pratulis; menjadi sebebas mungkin
dalam membangkitkan ide-ide. Jika Anda sangat terganggu dengan
ketidakrapian, maka pratulis bisa disebut sebagai prarencana,
sebagai alat untuk membangkitkan ide-ide dan data yang dapat
membantu Anda menciptakan draf esai. Sebaliknya, pratulis adalah
sebuah tahap pengeraman ide, salah satu cara untuk membangkitkan ide
dan menangkap pemikiran Anda dengan menulis.
Ide-ide penulisan berkembang dengan banyak cara, dan teknik pratulis
mencoba untuk menunjukkan beragam cara di mana ide dapat berkembang.
Berikut beberapa bentuk pratulis yang bertujuan untuk membantu Anda
membawa ide-ide dan minat di bawah kesadaran Anda menjadi sesuatu
yang kita sadari (penolong jika kita hendak mengisi kertas kosong
saat kita diminta untuk "menulis tentang sesuatu yang menarik minat
kita"):
a. tulisan bebas,
b. mencari ide,
c. pengelompokan/pemetaan, dan
d. memelihara jurnal pribadi.
Bentuk-bentuk lain dari pratulis yang ditujukan untuk membantu Anda
membangkitkan dan juga memfokuskan diri mengenai suatu subjek yang
telah Anda pilih, adalah:
a. menanyakan sesuatu tentang suatu subjek, dan
b. membuat daftar.
Bentuk pratulis lain juga ditujukan untuk membantu Anda menghasilkan
ide Anda sendiri dalam menanggapi ide orang lain, yaitu:
a. meresponi sebuah teks,
b. memelihara jurnal harian, dan
c. meresponi sebuah tugas tertentu.
Menulis Bebas
Menulis bebas membantu Anda mengidentifikasi subjek-subjek yang
menjadi minat Anda. Secara tidak sadar, Anda tahu apa yang menjadi
minat Anda, tetapi belum dapat mengidentifikasinya secara sadar, dan
diharapkan Anda dapat menyadari minat Anda itu dengan menuliskannya
secara bebas (sebab menulis sama dengan berpikir). Menulis bebas
seperti menulis dengan aliran kesadaran di mana Anda menulis apa
yang ada di pikiran Anda. Setelah Anda membuat beberapa tulisan
bebas, Anda akan mendapati bahwa Anda cenderung kembali ke satu
subjek berulang kali. Subjek yang berulang kali Anda tulis adalah
subjek yang baik untuk Anda kembangkan melalui penulisan, sebab hal
tersebut jelas merupakan sesuatu yang penting di pikiran Anda.
Untuk menulis bebas, gunakan komputer Anda atau ambillah selembar
kertas dan pensil, apa pun yang menurut Anda nyaman. Ambil pengatur
waktu. Setel waktu lima menit. Tulislah apa yang ada dalam pikiran
Anda dalam lima menit tanpa memusingkan diri dengan kesempurnaan,
kalimat yang baik, dan ejaan atau tanda baca yang benar. Bahkan,
jangan pedulikan masuk akal atau tidaknya juga tulisan Anda.
Berkonsentrasilah hanya untuk merekam semua pikiran Anda dan
memenuhi ruang yang ada dengan sebanyak mungkin tulisan selama lima
menit itu. Jika Anda tidak menulis sesuatu, tulis saja: "tidak tahu
tidak tahu" sampai Anda mendapat ide lain. Jika menurut Anda latihan
ini sangat bodoh, maka tulislah: "ini bodoh ini bodoh" sampai Anda
mendapat ide lain. Ingat, tujuan dari menulis bebas adalah untuk
mengisi halaman kosong dengan sebanyak mungkin kata selama lima
menit menulis. Setelah 5 menit, beristirahatlah selama 1 menit dan
bacalah apa yang telah Anda tulis, lalu lakukan lagi prosedur
penulisan bebas tersebut minimal dua atau lebih kali lagi. Setelah
sampai pada tahap itu, berhentilah dan lakukan yang lain. Lakukan
serangkaian prosedur penulisan bebas dalam waktu lima menit itu
beberapa jam kemudian. Anda mungkin dapat memahami benang merah
(ide-ide yang berulang kali tertulis) setelah Anda menulis bebas
beberapa kali. Ide-ide yang Anda ulang adalah ide-ide yang bagus
untuk esai sebab ide-ide itulah yang menjadi minat Anda.
Mencari Ide/Brainstorming
Mencari ide/brainstorming, seperti halnya menulis bebas, adalah
teknik sebelum menulis yang dirancang untuk membawa ide-ide di bawah
sadar menjadi ide-ide yang kita sadari. Cara ini adalah cara yang
bagus ketika Anda sudah mengetahui subjek umum yang Anda minati,
namun belum mengetahui aspek apa dalam subjek itu yang akan Anda
titikberatkan. Brainstorming adalah teknik yang dilakukan secara
sadar di mana Anda secara cepat merekam semua ide yang berhubungan
dengan subjek utama tersebut. Semua ide sama-sama dapat diterima;
tujuan dari brainstorming adalah untuk mengidentifikasi sebanyak
mungkin ide yang berhubungan dengan subjek itu. Kemungkinan besar
Anda sudah pernah melakukan brainstorming di tempat kerja atau
pernah melihatnya di televisi atau film.
Pengelompokkan/Pemetaan
Pengelompokkan/Pemetaan dapat membantu Anda menyadari ragam cara
untuk memikirkan suatu subjek. Untuk melakukan pengklasifikasian
atau "pemetaan pikiran", tuliskanlah subjek utama Anda di tengah
sebuah kertas kosong. Lalu, tuliskanlah secara cepat ide-ide yang
berhubungan dengan subjek tersebut di seluruh ruang kosong lembaran
kertas Anda. Apabila satu ide mengembangkan ide yang lain, gabungkan
mereka dengan garis penghubung dan lingkaran untuk membentuk
kelompok-kelompok ide. Tujuan utama dari cara ini adalah untuk
menggunakan garis dan lingkaran untuk menunjukkan secara visual
bagaimana ide-ide Anda dapat saling berkaitan dan juga berkaitan
dengan subjek utama.
Sebuah kelompok atau peta menggabungkan dua tahapan brainstorming
(merekam ide-ide dan kemudian mengelompokkan mereka) menjadi satu.
Cara ini juga dapat membuat Anda melihat sekilas aspek-aspek subjek
mana yang dapat Anda tulis lebih banyak, sehingga hal ini dapat
membantu Anda untuk memutuskan bagaimana memfokuskan sebuah subjek
yang luas menjadi tulisan.
Memelihara Jurnal Pribadi
Sebuah jurnal pribadi itu cara bagus yang akan terus-menerus merekam
semua observasi dan pemikiran Anda -- respons pribadi Anda terhadap
dunia -- lalu mengembangkan ide untuk menulis. Sebuah jurnal pribadi
lebih dari sekadar catatan mengenai apa yang terjadi dalam hidup
Anda (lebih dari sekadar "hari Senin, saya pergi ke perpustakaan;
hari Selasa, saya kerja sampai malam"). Jurnal pribadi adalah
rekaman semua observasi, perasaan, dan refleksi diri terhadap semua
pengalaman Anda. Anda mungkin mau menulis tentang sebuah kejadian
yang Anda amati, tentang seseorang, sebuah tempat, pengalaman
penting masa kecil Anda, reaksi yang berbeda atas sebuah situasi,
isu yang sedang hangat, tujuan, masalah etika, atau subjek lainnya
yang menarik perhatian Anda dan memenuhi pikiran Anda. Anggap diri
Anda sebagai seorang penyelidik dan tanyalah pada diri Anda mengapa
sesuatu itu seperti kelihatannya, mengapa seseorang merespons
situasi tertentu dengan beragam cara, apa ciri-ciri khusus yang
dimiliki seseorang, sebuah tempat atau sebuah benda, atau bagaimana
sesuatu terjadi. Dengan kata lain, pikirkanlah tentang apa yang Anda
amati dan tulislah pemikiran-pemikiran tersebut ke dalam jurnal
Anda.
Menanyakan Sesuatu Tentang Suatu Subjek
Bertanya adalah bentuk serbaguna pratulis. Anda dapat bertanya untuk
mengembangkan sebuah perspektif mengenai suatu subjek yang ingin
Anda tulis, untuk mempersempit subjek yang telah Anda pilih, dan
untuk menentukan apakah subjek pilihan Anda dapat ditulis dengan
mudah (khususnya jika Anda menulis karya ilmiah).
Bertanya untuk Mengembangkan Sebuah Perspektif Mengenai Sebuah
Subjek
Bertanyalah mengenai "siapa", "apa", "kapan", "di mana", "mengapa",
dan "bagaimana" suatu subjek untuk menangkap batasan subjek tersebut
dan bagaimana Anda dapat mendekati subjek itu -- sudut mana yang
nampaknya masuk akal untuk Anda ambil saat memikirkan subjek itu.
Bertanya untuk Mempersempit Sebuah Subjek
Bertanyalah mengenai subjek Anda dan gunakan jawabannya untuk
membuka pertanyaan lain sampai Anda mendapati sebuah pertanyaan
bagus untuk berhenti (pertanyaan terfokus yang Anda tahu dapat
diteliti, atau pertanyaan terfokus yang dapat Anda jawab sendiri
dengan memberikan contoh-contoh dan detail-detail).
Membuat Daftar
Membuat daftar berarti mencatat ide-ide yang berhubungan langsung
dengan subjek tertentu. Membuat daftar lebih terarah daripada
mengumpulkan ide (brainstorming) atau menulis bebas; apabila Anda
memutuskan untuk membuat daftar sebagai sebuah bentuk pratulis, maka
Anda telah memiliki fokus khusus Anda mengenai subjek dan beragam
aspek yang berkaitan dengan fokus tersebut. Anda dapat memperluas
atau menghapus beberapa isi daftar seiring Anda mengerjakannya, dan
memang diharapkan seperti itu. Sebuah daftar adalah alat untuk
menangkap apa yang dapat Anda pikirkan mengenai semua aspek yang
berhubungan dengan fokus subjek. Misalnya:
Subjek Terfokus: cara-cara di mana komunikasi dapat mengalir dalam
sebuah organisasi.
1. Atasan-bawahan tradisional -- para manajer memberikan informasi
dan mengeluarkan perintah bagi bawahan.
2. Bawahan-atasan -- lebih langka, di mana manajemen membuka pintu
untuk menerima informasi-informasi dan saran-saran dari karyawan
untuk perusahaan.
3. Lintas departemen -- di mana orang-orang dengan status setara
saling berbagi informasi.
4. Tim kerja -- yang mungkin melibatkan anggota dari berbagai level
organisasi, yang berkumpul bersama untuk suatu proyek tertentu.
5. Selentingan -- yang menembus semua level organisasi dan merupakan
yang tersulit untuk dikendalikan.
Meresponi Sebuah Teks
Banyak penulis mengembangkan ide dari membaca. Misalnya, apa
pendapat Anda mengenai sebuah artikel tentang perusahaan-perusahaan
besar yang keluar dari AS untuk menghemat biaya (membayar para
pekerja per hari daripada per jam)? Bagaimana pendapat Anda
tentang editorial sebuah surat kabar yang mendukung/menentang kuota
untuk memastikan lapangan kerja yang merata? Bagaimana pendapat Anda
mengenai ide yang ditawarkan oleh sebuah buku pelajaran di sebuah
universitas, bahwa Amerika Serikat adalah masyarakat yang didominasi
oleh struktur kelas tradisional? Membaca dapat memunculkan banyak
ide untuk penulisan, dan dipastikan bahwa Anda akan diminta untuk
merespons sebuah teks dengan ide Anda sendiri.
Anda dapat melakukan pratulis untuk sebuah esai dengan menuliskan
ide-ide sambil Anda membaca. Catat pikiran-pikiran Anda. Setuju atau
tidak setuju dengan ide orang lain, dan tuliskan alasan Anda.
Tuliskan pertanyaan-pertanyaan yang muncul ketika Anda membaca. Pada
pokoknya, lakukan dialog Anda sendiri dengan penulis teks tersebut,
seolah-olah Anda sedang berbicara kepadanya, dan tuliskan dialog
tersebut supaya Anda dapat mendapatkan kembali idenya di waktu
mendatang.
Memelihara Jurnal Respons
Jurnal respons memungkinkan Anda untuk merefleksikan dan mencatat
refleksi-refleksi tersebut saat dan setelah Anda membaca. Metode ini
sangat bagus untuk meresponi sebuah teks yang kompleks, dan
merupakan teknik yang bagus untuk membangkitkan ide-ide untuk
menulis. Anda dapat bertanya dan mencoba menjawab
pertanyaan-pertanyaan dalam sebuah jurnal respons:
* Apa inti argumen penulis dan poin penting apa saja yang mendukung
ide tersebut?
* Apakah saya setuju atau tidak setuju dengan inti argumen itu?
Mengapa?
* Apakah informasi tersebut berlaku untuk sesuatu hal yang telah
saya ketahui?
Sebuah jurnal respons juga memberikan kesempatan untuk mencatat
pikiran dan reaksi Anda terhadap teks.
Bekerja dengan Pratulis: Berpindah dari Diri kepada Subjek
Inti dari pratulis adalah mencatat serangkaian pemikiran sehingga
Anda memunyai sebuah kolam untuk menampung ide dari esai Anda. Anda
mungkin telah mencatat secara campur aduk informasi-informasi dan
ide-ide. Saya menganggap pratulisan saya sebagai sesuatu yang
berhamburan. Pratulisan saya cenderung seperti barang-barang yang
ada dalam pikiran sehingga saya harus menumpahkannya ke selembar
kertas (oke, jadi saya memunyai sesuatu yang berantakan berserakkan
di dalam kepala saya). Kemudian, tugas selanjutnya adalah menyortir
barang-barang itu, memilih beberapa dan membuang suatu barang,
sehingga saya berpindah dari kecampuradukan informasi ke sebuah
fokus yang dapat saya kembangkan dan mendukung sebuah esai.
Pada pokoknya, ketika melakukan pratulis, Anda perlu berpindah dari
diri kepada subjek. Sepenting apa pun sebuah pratulis dalam membantu
Anda mengidentifikasi ide-ide untuk menulis, data pratulis sendirian
tidak dapat menyediakan cukup informasi untuk menulis seluruh esai.
Pratulis hanya dihasilkan oleh semua pengalaman, pengamatan, dan
pemikiran Anda. Untuk mengembangkan sebuah esai, Anda mungkin perlu
memasukkan beberapa pengalaman, pengamatan, dan pemikiran tambahan --
informasi-informasi yang tidak hanya merefleksikan
pengalaman-pengalaman tertentu Anda, tetapi juga pengalaman manusia
pada umumnya. Sebuah esai selalu menggunakan pengertian dan
pemikiran Anda sendiri sebagai dasarnya, tetapi juga meluas sehingga
pemikiran tersebut memiliki relevansi bagi orang lain. (Kolom koran
gabungan milik Dave Barry memberikan contoh yang bagus. Saya
memikirkan satu esai khusus yang menceritakan pengalamannya dengan
toilet baru, tipe toilet yang tidak menggunakan banyak air dan
karena itu tidak dapat menyiram dengan baik. Dia menggunakan
pengalamannya sendiri sebagai dasar untuk refleksi yang lebih luas
mengenai masalah-masalah dengan teknologi modern dan masalah
perundang-undangan, hal-hal yang kebanyakan orang dewasa dapat
kaitkan satu sama lain melalui suatu cara.)
Jadi, bagaimana cara Anda berpindah dari diri kepada subjek dalam
melakukan pratulis?
1. Tinjau ulang pratulisan Anda untuk mengidentifikasi berbagai ide
utama yang ada dalam pratulis.
2. Daftarkan ide-ide tersebut.
3. Tulislah ide-ide tersebut dalam kalimat tesis. Yakni, membuat
pernyataan yang menjelaskan pengertian atau ide Anda mengenai
topik, dan menuliskan pertanyaan tersebut dalam bentuk kalimat
lengkap.
Menggarap tesis, yang dapat dikembangkan dari pratulis, adalah kunci
untuk menulis sebuah esai. (t/Hilda)
Diterjemahkan dan disesuaikan dari:
Nama situs: Empire State College
Judul asli artikel: Developing Ideas for Writing (Prewriting)
Penulis: Tidak dicantumkan
Alamat URL: http://www.esc.edu/ESConline/Across_ESC/WritersComplex.nsf/3CC42A422514347A8525671D0049F395/CE2B510E7D9975AE852569C3006ACCCC?OpenDocument#prewriting
________________________________TIPS__________________________________
MENCARI DAN MENGEMBANGKAN IDE-IDE KRISTIANI
Pemberitaan itulah kekuatan Allah (1 Korintus 1:18). Lakukanlah
pekerjaan pemberitaan Injil (2 Timotius 4:5).
A. DALAM PL
Siapakah yang Memberitakan?
- Allah memberitakan kesejahteraan (Kejadian 41:16)
- Para nabi
- Raja
- Hakim-hakim
Tema:
- Memberitakan hikmat (Ayub 28:27)
- Memberitakan bahwa Tuhan itu benar (Mazmur 92:16)
- Memberitakan apa yang lurus (Yesaya 45:19)
- Memberitakan kabar baik (Yesaya 52:7)
- Memberitakan perbuatan masyhur Tuhan (Yesaya 60:6)
- Memberitakan tahun rahmat Tuhan (Yesaya 61:2)
Kepada Siapa dan Tempat di Mana Pemberitaan Itu?
- Memberitakan perbuatan-Nya di antara bangsa-bangsa (Mazmur 9:12)
- Memberitakan keadilan-Nya kepada bangsa-bangsa (Mazmur 22:32)
- Memberitakan kemuliaan-Nya di antara bangsa-bangsa (Yesaya 66:19)
B. DALAM PB
Siapakah yang Memberitakan?
- Yesus berjalan memberitakan Kerajaan (Lukas 8:1)
- Dua belas orang diutus Yesus memberitakan Injil (Markus 3:14)
- Alat pilihan untuk memberitakan nama-Ku ( Markus 9:15)
- Ia telah menugaskan kami memberitakan (Markus 10:42)
- Kami bersaksi dan memberitakan kepadamu (1 Yohanes 1:2); dan yang
kami dengar, kami beritakan (1 Yohanes 13)
- Kristus mengutus Paulus untuk memberitakan Injil (1 Korintus 1:17)
- Para rasul
Tema:
- Memberitakan Kerajaan Allah (Matius 4:23)
- Memberitakan Kerajaan Surga (Matius 9:35)
- Memberitakan kepadamu kesukaan yang besar (Lukas 2:10)
- Memberitakan segala sesuatu (Yohanes 4:25)
- Memberitakan hal-hal yang akan datang (Yohanes 16:13)
- Memberitakan bahwa dalam Yesus ada kebangkitan (Kisah Para Rasul
4:2)
- Memberitakan Yesus adalah Mesias (Kisah Para Rasul 17:3, 17:23;
Kisah Para Rasul 5:42)
- Memberitakan firman Allah dengan berani (Kisah Para Rasul 4:25)
- Memberitakan damai sejahtera oleh Yesus (Kisah Para Rasul 10:36)
- Memberitakan kabar kesukaan (Kisah Para Rasul 13:32; Titus 4:2)
- Memberitakan pengampunan dosa (Kisah Para Rasul 13:38)
- Memberitakan jalan keselamatan (Kisah Para Rasul 16:17)
- Memberitakan seluruh maksud Allah (Kisah Para Rasul 20:27)
- Dikuduskan untuk memberitakan Allah (Roma 1:1)
- Memberitakan Kristus disalibkan (1 Korintus 1:23 ); kematian-Nya
sampai Ia datang (1 Korintus 11:26)
- Memberitakan hikmat yang telah matang (1 Korintus 2:6)
- Memberitakan Injil (Galatia l:8)
- Memberitakan Ia datang dan memberitakan damai sejahtera (Efesus
2:17)
- Memberitakan rahasia Injil (Efesus 6:19)
- Memberitakan Kristus (Filipi 1:15, Kolose 1:28)
- Dengan terus terang memberitakan kebenaran (2 Timotius 2:15; Titus
1:15)
- Memberitakan kebenaran dan kekuasaan Allah (2 Korintus 6:7)
Kepada Siapa dan Tempat di Mana Pemberitaan Itu?
- Ia memberitakan di dalam kota-kota mereka (Matius 11:1)
- Beritakan Injil ke segala makhluk (Markus 16:15) dan segala tempat
(Lukas 16:20, 4:43)
- Kepada orang miskin diberitakan Kabar Baik (Matius 11:5)
- Injil akan diberitakan ke seluruh dunia (Matius 24:14)
- Di mana saja Injil itu diberitakan (Matius 26:13)
- Memberitakan firman kepada manusia (Markus 2:2)
- Memberitakan bahwa orang itu bertobat (Markus 6:12)
- Injil harus diberitakan kepada semua bangsa (Markus 13:10, 14:9, 10:8)
- Memberitakan Kerajaan Allah di mana-mana (Lukas 9:2, 9:60)
- Di rumah-rumah ibadah (Kisah Para Rasul 9:20)
- Ke seluruh negeri (Kisah Para Rasul 8:4)
- Kampung-kampung di Samaria (Kisah Para Rasul 8:25)
- Memberitakan kepada orang Yahudi saja (Kisah Para Rasul 11:19)
- Masuk ke rumah Filipus memberitakan Injil (Kisah Para Rasul 21:8)
- Memberitakan Injil di Troas (2 Korintus 2:12)
- Memberitakan di daerah-daerah yang lebih jauh (2 Korintus 10:16)
- Memberitakan Dia di antara bangsa-bangsa (Galatia 1:16; 1 Timotius
3:16, 4:11)
- Memberitakan kepada orang-orang bukan Yahudi (Efesus 3:8)
- Memberitakan nama-Mu kepada saudara-saudaraku (Ibrani 2:12)
- Injil telah diberitakan kepada orang mati (1 Petrus 4:6)
- Injil yang kekal untuk diberitakan kepada mereka (Wahyu 14:6)
C. AKIBATNYA
- Bertobat setelah mendengar pemberitaan Yunus (Matius 12:41; Lukas
l1:32)
- Iman timbul dari pemberitaan Injil (Filipi 1:27)
D. KEMBANGKAN IDE-IDE KRISTIANI DARI KERANGKA DASAR DI ATAS. BUATLAH
TEMA-TEMA YANG TUJUANNYA TIDAK LEPAS DARI VISI DI ATAS.
Diambil dari:
Judul buku: Teknik Penulisan Literatur
Penulis: Harianto GP
Penerbit: Agiamedia, Bandung 2000
Halaman: 102 -- 105
____________________________POJOK BAHASA______________________________
MENCERAIKAN YANG DIPERSATUKAN
Oleh: indonesiasaram
Ayat Alkitab yang boleh dibilang mencegah kawin-cerai dalam
kehidupan orang Kristen ialah Matius 19:6 (lihat juga Markus 10:9).
Ayat tersebut berbunyi sebagai berikut.
"Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa
yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia."
Ampuhkah ayat tersebut mengambil peran sebagai rem? Saya tidak bisa
memastikan. Apalagi kawin-cerai sudah menjadi gaya hidup bagi
masyarakat dunia. Mungkin saja ayat tersebut sudah tidak lagi
dipakai dalam pemberkatan nikah. Mungkin juga masih dipakai sebagai
bagian dari formalitas.
Menceraikan apa yang dipersatukan Allah boleh dianggap sebagai hal
yang tidak patut. Namun, menceraikan apa yang dipersatukan manusia,
bagi saya adalah hal yang wajar kalau berhubungan dengan bahasa.
Apalagi bila ternyata mereka (bentuk bahasa tersebut) memang tidak
sepantasnya dipersatukan.
Masyarakat bahasa memang sering kali bertindak semena-mena terhadap
bahasanya sendiri. Alhasil, selain menimbulkan kesalahpahaman dengan
sesamanya, mereka juga melabrak semua kaidah dan batasan yang telah
diberikan. Persis seperti orang Israel yang melanggar perintah
Allah, tepat setelah mereka berjanji akan mematuhi segala perintah
Tuhan (Keluaran 19:8) dengan membuat patung lembu emas (Keluaran
32:1).
Beberapa bentuk yang sebenarnya tidak boleh dipersatukan, namun
sering kali harus menjalani "kawin paksa" ialah sebagai berikut.
* sering kali
* acap kali
* kerap kali
* terima kasih
* tanggung jawab
* rumah sakit
* Juru Selamat
Hampir serupa dengan hal ini, penggunaan partikel pun juga memiliki
kondisi di mana penulisannya harus terpisah. Kondisi yang dimaksud
ialah apabila pun bisa digantikan dengan kata juga dan saja.
* apa pun
* itu pun
* siapa pun
* mana pun
Sebaliknya, ada pula sejumlah kosakata yang sering diceraikan oleh
para pengguna bahasa. Padahal seyogianya kosakata tersebut merupakan
satu kesatuan. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut.
* barangkali
* kosakata
* sukacita
* dukacita
* pascaperang
* prasejarah
Daftar di atas masih berupa daftar yang pendek. Pada kenyataannya,
Anda pasti akan menemukan kosakata yang lain yang lebih banyak lagi
dari yang saya kemukakan.
"Kawin paksa" dan "perceraian" kata yang dilakukan masyarakat bahasa
sebenarnya adalah hal yang wajar terjadi. Di satu sisi, perkembangan
bahasa menyebabkan penulisan kata yang dahulu ditulis dua kata, kini
menjadi satu kata. Sejumlah literatur bahasa bertahun-tahun yang
lalu masih menuliskan "kosa kata", bukan "kosakata". Tidak heran
apabila banyak pihak yang menjadi bingung untuk memilih bentuk mana
yang hendak digunakan.
Kondisi ini memang memaksa masyarakat bahasa untuk bergiat
mencermati penggunaan bahasa, khususnya kosakata, melalui berbagai
media. Dan media yang saya kira paling cocok untuk hal ini ialah
surat kabar.
Diambil dan disunting seperlunya dari:
Nama situs: Corat-Coret Bahasa
Penulis: indonesiasaram
Alamat URL: http://indonesiasaram.wordpress.com/2008/03/30/menceraikan-yang-dipersatukan/
_____________________________STOP PRESS!______________________________
BARU! PUBLIKASI e-WANITA
Berita terbaru! Sebuah publikasi yang khusus ditujukan bagi kaum
wanita Kristen akan diluncurkan oleh YLSA pada bulan Desember 2008.
Sesuai dengan misinya, maka nama publikasi ini adalah "e-Wanita".
Jika Anda adalah wanita Kristen Indonesia yang rindu untuk mewarnai
hidup dengan makna surgawi, publikasi ini pasti cocok untuk Anda.
Publikasi "e-Wanita" terbit dua kali dalam sebulan dengan
suguhan-suguhan yang akan memberikan prinsip-prinsip iman Kristen,
inspirasi, dan pengetahuan bagi para wanita Kristen. Segeralah
mendaftarkan diri agar tidak ketinggalan untuk mendapatkan edisi
perdananya yang akan terbit pada bulan Desember 2008.
Cara berlangganannya sangat MUDAH! Anda hanya harus mengisi formulir
pendaftaran yang kami sediakan di bawah ini untuk mendaftarkan diri
sendiri atau rekan Anda. Setelah diisi, kirimkan formulirnya ke:
==> < wanita(at)sabda.org >
Segeralah mendaftarkan diri sekarang!
-----> Potong di sini, kirimkan ke: ==> < wanita(at)sabda.org > <-----
FORM BERLANGGANAN PUBLIKASI e-WANITA
Nama:
Alamat e-mail:
Rekan-rekan yang ingin Anda daftarkan:
1. Nama:
Alamat e-mail:
2. Nama:
Alamat e-mail:
3. Nama:
Alamat e-mail:
(Silakan tambahkan nomor di bawahnya jika masih kurang.)
-----> Potong di sini, kirimkan ke: ==> < wanita(at)sabda.org > <-----
______________________________________________________________________
Pimpinan Redaksi: Puji Arya Yanti
Staf Redaksi: Davida Welni Dana
Berlangganan: Kirim e-mail ke subscribe-i-kan-penulis(at)hub.xc.org
Berhenti: Kirim e-mail ke unsubscribe-i-kan-penulis(at)hub.xc.org
Kirim bahan/tanya: Kirim e-mail ke penulis(at)sabda.org
Arsip e-Penulis: http://www.sabda.org/publikasi/e-penulis/
Situs Pelitaku: http://pelitaku.sabda.org/
Forum Penulis: http://pelitaku.sabda.org/forum
Network Literatur: http://www.in-christ.net/komunitas_umum/network_literatur
______________________________________________________________________
Melayani sejak 3 November 2004
Isi dan bahan adalah tanggung jawab Yayasan Lembaga SABDA.
Didistribusikan melalui sistem network I-KAN.
Copyright(c) e-Penulis 2008
YLSA -- http://www.ylsa.org/
http://katalog.sabda.org/
Rekening: BCA Pasar Legi Solo
No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati
|
|
|
© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org |