Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-leadership/60

e-Leadership edisi 60 (2-12-2009)

Kepercayaan Diri (I)

===========MILIS PUBLIKASI E-LEADERSHIP EDISI DESEMBER 2009===========

                          KEPERCAYAAN DIRI (I)

                     e-Leadership 60 -- 10/12/2009

  DAFTAR ISI
  EDITORIAL
  ARTIKEL: Percaya Diri dalam Tuhan
  KUTIPAN
  INSPIRASI: Keyakinan Diri yang Keliru
  JELAJAH SITUS: Christian Leadership Center

==================================**==================================
EDITORIAL

  Shalom,

  Seorang pemimpin perlu memiliki kepercayaan diri. Logikanya
  sederhana, tidak mungkin orang lain akan memercayai seorang pimpinan
  jika dia sendiri saja tidak percaya pada diri sendiri. Atas dasar
  itu, e-Leadership bulan ini akan menyajikan bahan-bahan bertemakan
  kepercayaan diri. Semoga dapat menambah wawasan Anda dan membantu
  Anda untuk dapat lebih percaya diri dalam melakukan tugas
  kepemimpinan Anda.

  Untuk edisi pertama bulan ini, kami sudah menyiapkan sebuah artikel
  berjudul "Percaya Diri dalam Tuhan", tulisan singkat berjudul
  "Keyakinan Diri yang Keliru", dan sebuah ulasan situs kepemimpinan.

  Selamat menyimak, Tuhan memberkati.

  Pimpinan Redaksi e-Leadership,
  Dian Pradana
  http://www.sabda.org/publikasi/e-leadership/
  http://lead.sabda.org/
  http://fb.sabda.org/lead

  "Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia
  akan bertindak;"
  (Mazmur 37:5)
  < http://sabdaweb.sabda.org/?p=Mazmur+37:5 >

==================================**==================================
ARTIKEL

                       PERCAYA DIRI DALAM TUHAN

  Kepercayaan diri adalah hal yang sangat indah, yang menguatkan kita
  untuk menghadapi hidup dengan keberanian, keterbukaan, dan
  kejujuran. Orang Kristen dengan kepercayaan diri yakin bahwa mereka
  dicintai, berharga, dan aman dalam rencana Tuhan bagi hidup mereka.
  Saat kita merasa aman, akan lebih mudah melangkah keluar dan mencoba
  hal-hal baru walaupun mungkin kita membuat beberapa kesalahan pada
  sepanjang perjalanan. Kepercayaan diri memampukan kita untuk
  bergerak maju sambil mengharapkan kesuksesan dibanding sambil
  mengkhawatirkan kegagalan. Hal ini sangat penting dalam memenuhi
  rencana Tuhan bagi hidup kita.

  Saya yakin bahwa salah satu dari hal-hal utama yang menghalangi kita
  tidak bisa berjalan dengan kepercayaan diri seperti yang Tuhan
  inginkan adalah karena keraguan terhadap diri sendiri.
  Ketidakmampuan untuk percaya pada diri sendiri mengikat kita dan
  menutup kemungkinan untuk menjadi sukses. Meragukan diri sendiri dan
  percaya diri tidak berjalan bersamaan; mereka saling melawan satu
  sama lain. Karena itu, kita harus mengidentifikasi akar dari
  keraguan terhadap diri sendiri ini dan mengerti bagaimana
  mengembangkan kepercayaan diri kita di dalam Kristus.

  Keraguan Terhadap Diri Sendiri Berakar dari Ketakutan

  Keraguan terhadap diri sendiri adalah jenis ketakutan yang menyiksa,
  yang menyebabkan kita takut untuk membuat kesalahan atau membuat
  keputusan yang salah. Bagi kebanyakan orang, hal ini berakar dari
  fakta bahwa mereka memunyai perasaan yang salah tentang siapa diri
  mereka sebenarnya. Perasaan yang berakar dalam ini sering kali
  menahan kita untuk menerima diri kita sendiri dan kepercayaan diri
  yang kita butuhkan untuk membuat berbagai keputusan. Hasilnya? Kita
  hanya hidup dalam kebingungan dan kebimbangan karena kita begitu
  takut untuk berbuat salah.

  Orang yang ragu terhadap dirinya sendiri sama dengan orang yang
  bimbang dan mendua hati. Dalam Yakobus 1:5-8, dinyatakan bahwa Tuhan
  tidak dapat menjawab doa dari seseorang yang mendua hati karena dia
  tidak stabil dalam segala jalannya. Keraguan terhadap diri sendiri
  dapat menyebabkan kita kembali ke belakang dan bersembunyi daripada
  bergerak maju ke arah yang Tuhan tunjukkan bagi kita. Kembali ke
  belakang merupakan tindakan dan respons terhadap rasa takut. Tuhan
  akan memberikan respons ketika kita bertindak dalam iman, bukan
  dalam ketakutan.

  Sementara musuh menggunakan rasa takut untuk mencobai dan
  menghalangi kemajuan kita serta mencuri tujuan dan fokus kita, Tuhan
  bekerja melalui iman untuk memenuhi panggilan-Nya atas hidup kita.
  Dalam 2 Timotius 1:7 dikatakan, "Sebab Allah memberikan kepada kita
  bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan,
  kasih dan ketertiban." Langkah pertama untuk berjalan dalam
  kepercayaan diri adalah memperbarui pikiran kita dengan tidak
  mengizinkan ketakutan memimpin hidup kita. Ketika kita menetapkan
  langkah untuk berjalan dalam Roh-Nya (kekuatan, kasih, dan
  ketertiban), maka kita akan mulai hidup dalam kepercayaan diri yang
  tak tergoncangkan, yang hanya bisa kita temukan di dalam Dia.

  Kepercayaan Diri Berakar dari Iman

  Saya ingin menegaskan sekali lagi bahwa kepercayaan diri kita harus
  berada di dalam Kristus sendiri, bukan dalam diri kita, bukan dalam
  diri orang lain, dan bukan di dalam dunia atau sistemnya.
  Kepercayaan diri kita harus berakar dalam keyakinan akan cinta-Nya
  yang tanpa syarat kepada kita. Tanpa kepercayaan diri yang datang
  dari pengetahuan kita akan seberapa besar cinta-Nya, kita tidak akan
  pernah dapat menikmati hidup kita ataupun hubungan dengan-Nya.

  Keraguan adalah rasa takut untuk membuat kesalahan dan memunyai
  pikiran-pikiran negatif tentang hal-hal yang terjadi pada kita.
  Sementara kepercayaan diri adalah memunyai iman di dalam cinta-Nya
  untuk kita. Iman mengharapkan terjadinya hal-hal baik serta
  memampukan kita untuk menghadapi kesalahan-kesalahan yang kita
  perbuat dan untuk merasa aman, hidup tanpa kekhawatiran atau
  ketakutan. Keyakinan bahwa kita dapat mencapai sukses dengan
  perkenan-Nya, membantu kita menghadapi dan menangani setiap
  tantangan yang kita jumpai dalam hidup kita.

  Seiring dengan meningkatnya pengertian kita akan kasih dan perkenan
  Tuhan, level kepercayaan diri kita juga akan meningkat. Sebagai
  hasilnya, kita akan menjadi lebih nyaman dengan siapa diri kita yang
  sebenarnya dan mampu menjalani kehidupan dengan keyakinan bahwa kita
  dapat menangani apa pun yang ada di depan kita. 1 Yohanes 4:18
  mengatakan, "Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna
  melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan
  barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih." Saat Anda dan
  saya memilih untuk tetap memandang-Nya, cinta-Nya pada kita akan
  menghilangkan rasa takut dan ragu terhadap diri sendiri, memampukan
  kita untuk menunggu dengan harapan, dengan keyakinan bahwa Dia
  memunyai rencana akan hal-hal yang baik untuk kehidupan kita.

  Menjadi Percaya Diri di dalam Kristus

  Kita hanya bisa percaya diri selama kita percaya dan mengandalkan
  kekuatan Kristus yang hidup dalam kita. Filipi 4:13 menyatakan,
  "Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan
  kepadaku." Kepercayaan diri adalah keyakinan bahwa kita dapat
  melakukan segala sesuatu yang Tuhan minta kita untuk lakukan karena
  kasih karunia-Nya. Melalui kekuatan-Nya, kita dapat mengalahkan
  keraguan terhadap diri sendiri dan pikiran yang negatif.

  Bertahun-tahun yang lalu, saya memunyai masalah yang serius dengan
  kekurangan rasa percaya diri karena saya tumbuh dalam keluarga yang
  hancur. Ayah saya adalah seorang pecandu alkohol dengan temperamen
  yang tinggi. Dia telah menyakiti saya secara mental, fisik,
  emosional, dan seksual. Saat saya berusia 18 tahun, saya telah
  mengalami banyak kesakitan dan kekecewaan. Tidak ada sesuatu yang
  saya inginkan yang terjadi dalam hidup saya sehingga saya bertumbuh
  dengan mengharapkan terjadinya hal-hal buruk. Saya pikir dengan
  mengharapkan hal-hal yang buruk, saya tidak akan merasa kecewa jika
  hal itu terjadi. Saya mengira dengan meninggalkan rumah, masalah
  akan selesai. Ketika berusia 18 tahun, saya pun pergi dari rumah.
  Saya tidak menyadari bahwa sebenarnya masalah itu tetap saya bawa
  dalam pikiran saya. Pikiran, keinginan, dan emosi saya telah rusak
  dan terluka.

  Saya adalah seorang yang patah hati dan penuh keraguan terhadap diri
  sendiri, dengan karakter yang sangat negatif. Meski saya percaya
  kepada Tuhan dan memohon pertolongan-Nya, saya tidak tahu apa-apa
  tentang iman. Saya tidak mengerti bagaimana berdoa dengan iman
  seperti yang tertulis dalam Alkitab. Saya harus belajar banyak untuk
  memercayai Tuhan dan mendapatkan kepercayaan diri di dalam Kristus.
  Saya sangat bersyukur Tuhan telah mengubah saya dalam tahun-tahun
  selanjutnya, memulihkan saya, dan memberikan kehidupan yang layak
  kepada saya. Dia telah membebaskan saya dari ketakutan, sikap
  negatif, dan keraguan terhadap diri sendiri. Dia telah memberikan
  kesempatan kepada saya untuk menolong orang lain yang juga bergumul
  dengan masalah yang sama. Saya telah belajar bahwa saya bisa berkata
  "TIDAK" kepada ketakutan dan keraguan terhadap diri sendiri, begitu
  juga dengan Anda. Pilihan ada di tangan Anda. Ketika ketakutan
  mengetuk pintu, Anda bisa menjawabnya dengan iman. Ketika keraguan
  terhadap diri sendiri mengetuk pintu, Anda bisa menjawabnya dengan
  kepercayaan diri!

  Kekuatan dari Keputusan

  Tuhan menciptakan kita dengan kehendak bebas. Sebagai orang percaya,
  kita dapat mengalahkan semua hal negatif yang iblis rencanakan bagi
  kita dengan melatih kekuatan kita untuk sepakat dengan Tuhan dan
  janji-janji-Nya. Seberapa besar pun keraguan yang kita rasakan, kita
  dapat memutuskan untuk tetap maju dalam iman, percaya diri dalam
  Tuhan dan firman-Nya. Dalam Yosua 24:15, kita melihat Yosua memilih
  untuk melayani Tuhan. Dia tidak mendasarkan keputusannya atas apa
  yang dilakukan orang lain atau perasaannya. Dia mendasarkan
  kepercayaan dirinya kepada janji-janji Tuhan.

  Jika kita percaya bahwa Tuhan di dalam kita, memimpin dan membimbing
  kita karena kita meminta-Nya, seharusnya kita memunyai kepercayaan
  diri bahwa Dia-lah yang mengarahkan hidup kita. Anda dan saya harus
  memilih untuk percaya dalam janji-Nya, bukan pendapat orang lain
  atau bahkan pikiran dan perasaan kita sendiri. Dengan kata lain,
  kita tidak perlu merasa percaya diri karena kita bisa menjadi
  percaya diri. Kita hanya perlu mempelajari firman-Nya sehingga kita
  bisa sepakat dengan apa yang dikatakan-Nya dan melihat diri sendiri
  sebagaimana Dia melihat kita.

  Mungkin Anda memunyai hal-hal negatif yang tersimpan dalam pikiran
  Anda seperti saya dulu. Tuhan bisa mengubah semuanya itu. Dalam
  Yohanes 16:24, kita diperintahkan untuk meminta hal-hal yang telah
  Tuhan janjikan kepada kita. Jika Anda dan saya merasa tidak layak,
  kita tidak mungkin memintanya dengan iman atau dengan percaya diri
  bahwa kita akan menerima apa yang kita minta. Mengapa? Karena
  keraguan terhadap diri sendiri akan selalu menghalangi kita untuk
  menerima yang terbaik dari Tuhan. Namun dengan memilih untuk sepakat
  dengan firman-Nya dan memunyai kepercayaan diri di dalam Kristus,
  kita dapat menerima anugerah Tuhan yang terbaik dalam hidup kita.
  Jika Anda mau menikmati yang terbaik itu, mulailah membuat keputusan
  untuk melawan ketakutan dan memercayai Dia. Dalam Mazmur 56:4, Daud
  mengatakan, "Kepada Allah, yang firman-Nya kupuji, kepada Allah aku
  percaya, aku tidak takut ...." Ketika secara konsisten Anda memilih
  untuk mengandalkan Tuhan, memercayai apa yang firman-Nya katakan
  tentang Anda lebih daripada kata-kata orang lain atau perasaan Anda,
  maka Anda akan menghabiskan semakin sedikit waktu untuk meragukan
  diri sendiri.

  Melihat Apa yang Tuhan Lihat

  Tuhan berkata bahwa Anda dan saya berharga, diciptakan dalam rahim
  ibu kita dengan tangan-Nya sendiri. Kita memiliki tujuan di dunia
  ini. Tuhan berkata bahwa Dia memanggil kita dengan nama kita dan
  kita adalah kepunyaan-Nya. Ambil waktu sejenak dan lihatlah ke dalam
  hati, apa yang Anda lihat di sana? Apakah Anda dipenuhi dengan
  keraguan ataukah kepercayaan diri yang datang dari pengenalan yang
  dalam akan Tuhan dan kasih-Nya yang tak bersyarat bagi Anda? Jika
  jawaban Anda tidak sejalan dengan firman-Nya, saya mau mendorong
  Anda untuk mulai memperbarui pikiran tentang bagaimana Tuhan
  memandang Anda. Jangan biarkan perasaan memimpin kehidupan Anda
  lagi. Ambil langkah iman dan mulailah memercayai Tuhan hari ini.
  Pilihlah untuk sepakat dengan-Nya dan percaya bahwa Anda sangat
  berharga. Dia memunyai rancangan masa depan yang hebat untuk Anda,
  dan itu dimulai dari sekarang!

  Diambil dan disunting seperlunya dari:
  Nama situs: Christian Counseling Center Indonesia
  Penulis: Shelinda
  Alamat URL: http://c3i.sabda.org/percaya_diri_di_dalam_tuhan

==================================**==================================
KUTIPAN

   Jika Anda tidak percaya pada diri Anda sendiri, maka jangan harap
                    orang lain akan memercayai Anda.

==================================**==================================
INSPIRASI

                       KEYAKINAN DIRI YANG KELIRU

  Seorang pengusaha sukses membuat suatu pernyataan, "Hampir semua
  agama berbicara mengenai kedatangan seorang juru selamat. Ketika
  Anda berkaca di pagi hari, Anda sedang melihat juru selamat itu. Tak
  seorang pun bisa menyelamatkan Anda selain diri Anda sendiri."

  Sebagai orang Kristen, kita tak setuju dengan pandangan tersebut
  karena sangat bertentangan dengan Injil. Alkitab mengajarkan hal
  yang sama sekali berbeda dengan keyakinan diri yang egois seperti
  itu. Rasul Petrus berkata demikian mengenai Yesus, "Tidak ada
  keselamatan di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia, sebab di
  bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada
  manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan" (Kis. 4:12).

  Dalam Roma 4, kita mendapat pengajaran yang jelas bahwa hanya karena
  iman, bukan karena perbuatan, kita dapat bersekutu dengan Allah:
  "Tetapi kepada orang yang tidak bekerja, namun percaya kepada Dia
  yang membenarkan orang durhaka, imannya diperhitungkan sebagai
  kebenaran" (ayat 5). Dan, kita membaca dalam Roma 3:28, "Karena kami
  yakin bahwa manusia dibenarkan karena iman, bukan karena melakukan
  hukum Taurat." Tidak ada cara lain -- bukan dengan uang ataupun
  perbuatan baik -- yang dapat membuat Allah menerima diri kita yang
  berdosa.

  Kita tidak dapat menyelamatkan diri sendiri. Kita hanya dapat
  diselamatkan oleh Anak Allah, yaitu Yesus yang menjalani hidup tanpa
  cela, mati sebagai kurban sempurna atas dosa-dosa kita dan bangkit
  dari kubur --VCG

  Diambil dan disunting seperlunya dari:
  Nama publikasi: e-RH
  Penulis: VCG
  Alamat URL: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2007/05/18/?kata=Kepercayaan+Diri

==================================**==================================
JELAJAH SITUS

                     CHRISTIAN LEADERSHIP CENTER

  Christian Leadership Center adalah organisasi multibidang bentukan
  Universitas Andrews di Berrien Springs, Michigan. Situs ini
  memberikan inspirasi, perkembangan kepemimpinan, pelatihan,
  konsultasi, dan penelitian untuk jaringan gereja dan komunitas
  kepemimpinan di seluruh dunia.

  Visi organisasi ini adalah mentransformasi dan memperlengkapi
  individu dengan prinsip-prinsip Kristen yang membentuk sebuah
  jaringan pemimpin Kristen dan memberikan kepemimpinan bagi gereja
  lokal, organisasi pendidikan, komunitas lokal atau organisasi bisnis
  di seluruh dunia.

  Melalui situs ini, Anda dapat melihat program-program kepemimpinan
  yang organisasi ini sediakan. Ingin tahu seperti apa? Silakan saja
  langsung akses alamat URL di bawah ini.

  ==> http://www.andrews.edu/clc/index.html

  Oleh: Redaksi

==================================**==================================
Berlangganan: subscribe-i-kan-leadership(at)hub.xc.org
Berhenti: unsubscribe-i-kan-leadership(at)hub.xc.org
Kontak e-Leadership: leadership(at)sabda.org
Arsip e-Leadership: http://www.sabda.org/publikasi/e-leadership/arsip
Facebook e-Leadership: http://fb.sabda.org/lead
Situs Indo Lead: http://lead.sabda.org/
Network Kepemimpinan: http://www.in-christ.net/komunitas_umum/network_kepemimpinan
______________________________________________________________________
Redaksi e-Leadership: Dian Pradana dan Sri Setyawati
e-Leadership merupakan kerja sama antara Indo Lead, YLSA, dll.
Didistribusikan melalui sistem network I-KAN
Bahan ini dapat dibaca secara on-line di:
http://www.sabda.org/publikasi/e-leadership/
Copyright(c) 2009 oleh YLSA
http://www.ylsa.org/ ~~ http://katalog.sabda.org/
Rekening: BCA Pasar Legi Solo No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati
==================================**==================================

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org