Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://www.sabda.org/publikasi/e-leadership/56

e-Leadership edisi 56 (14-10-2009)

Kebutuhan Akan Pemimpin dan Nasihat (I)

 

==========MILIS PUBLIKASI E-LEADERSHIP EDISI SEPTEMBER 2009===========

                 KEBUTUHAN AKAN PEMIMPIN DAN NASIHAT (I)

                    e-Leadership 56 -- 16/10/2009

  DAFTAR ISI
  EDITORIAL
  ARTIKEL: Kebutuhan akan Seorang Pemimpin
  ARTIKEL KHUSUS: Mengapa Ada Empat Injil?
  KUTIPAN
  INSPIRASI: Jatuh Bangunnya Sesuatu Bergantung Pada Kepemimpinan
  JELAJAH SITUS: Fr Michael Scully
  STOP PRESS: Perayaan 15 Tahun SABDA 12 -- 16 Oktober 2009

==================================**==================================
EDITORIAL

  Selama ini kita banyak membahas mengenai pemimpin yang harus 
  memiliki visi, kesabaran, disiplin, dll.. Dibahas pula tentang 
  bagaimana seorang pemimpin harus memimpin, yaitu dengan penuh kasih, 
  mengambil keputusan yang baik, mengenal orang-orang yang dipimpin, 
  dll.. Namun, pernahkah kita menyadari mengapa seorang pemimpin itu 
  dibutuhkan? Pertanyaan inilah yang akan dijawab oleh artikel yang 
  sudah kami siapkan. Semoga memotivasi Anda untuk menjadi pemimpin 
  yang baik.
  
  Selain itu, jika Anda lihat dalam daftar isi di atas, ada sesuatu 
  yang lain dari biasanya. Ya, kolom Artikel Khusus. Kolom itu kami 
  isi dengan pembahasan empat Injil dalam Alkitab. Hal ini dilakukan 
  dalam rangka memeriahkan perayaan 15 tahun kiprah SABDA di ranah 
  pelayanan "biblical computing". Informasi mengenai perayaan 15 tahun 
  SABDA dapat Anda lihat dengan lengkap di halaman Facebook untuk 
  SABDA <http://fb.sabda.org/>. Kiranya seluruh sajian kami minggu ini 
  menjadi berkat dan menambah wawasan Anda. Selamat menyimak dan Tuhan 
  memberkati.
  
  Pimpinan Redaksi e-Leadership,
  Dian Pradana
  http://www.sabda.org/publikasi/e-leadership/
  http://lead.sabda.org/

  "Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada 
  masa tuanyapun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu."
  (Amsal 22:6)
  < http://sabdaweb.sabda.org/?p=Amsal+22:6 >

==================================**==================================
ARTIKEL

                    KEBUTUHAN AKAN SEORANG PEMIMPIN

  "Semuanya itu kutuliskan kepadamu ... engkau tahu bagaimana orang 
  harus hidup sebagai keluarga Allah, yakni jemaat dari Allah yang 
  hidup, tiang penopang dan dasar kebenaran" (1 Timotius 3:14-15). 
  Paulus menulis itu sebanyak dua kali kepada Timotius, yang telah ia 
  tunjuk sebagai pemimpin jemaat di Efesus, untuk mengajarnya tentang 
  bagaimana menggunakan kekuasaan yang telah ia emban. Timotius sudah 
  belajar bagaimana menjalani hidup yang kudus sebagai individu 
  Kristen; sekarang Paulus ingin mengajarinya bagaimana menggunakan 
  kekuasaannya atas orang Kristen lain dalam suatu cara yang 
  bermanfaat bagi mereka dan berfaedah untuknya. Hidup damai di antara 
  sesama dan tunduk kepada otoritas membutuhkan beberapa kemampuan 
  yang ada dalam diri manusia, memberikan kepemimpinan yang berfaedah 
  pun demikian.
  
  Bernard of Clairvaux menulis, "Pahamilah hal ini: banyak orang cukup 
  tunduk kepada otoritas orang lain, namun jika Anda menyingkirkan 
  otoritas itu, mereka tidak mampu lagi untuk cukup tunduk -- tidak 
  mampu menjaga diri dari segala tindakan yang salah. Terlebih lagi, 
  ada juga orang yang dapat dengan sangat baik hidup harmonis dengan 
  semua orang tanpa sama sekali membutuhkan seorang pemimpin; namun 
  mereka tidak bisa memimpin diri mereka sendiri. Berdasarkan ukuran 
  iman yang telah Tuhan karuniakan (Roma 12:3), mereka sudah puas 
  dengan keadaan baik yang sedang-sedang saja. Mereka tahu bagaimana 
  hidup bersama orang lain dengan damai dan harmonis. Tapi saat mereka 
  dipercaya memimpin sesama mereka, kepemimpinan mereka tidak 
  berfaedah, bodoh, dan berbahaya. Mereka yang tahu bagaimana menjadi 
  pemimpin adalah orang-orang yang lebih baik daripada kedua jenis 
  orang di atas.
  
  Untuk alasan itulah Musa diperintah untuk tidak sembarangan memberi 
  kekuasaan kepada seseorang. Ia harus memilih beberapa orang yang 
  andal dan mampu menjadi hakim (Keluaran 18:21-22). Seseorang yang 
  menerima tanggung jawab untuk membuat orang lain menjadi baik harus 
  sudah terlebih dahulu mempelajari disiplin diri yang diperlukan 
  untuk menjadi baik, sehingga karakter Kristen menjadi suatu 
  kebiasaan melalui praktik yang terus-menerus dilakukan. Yesus mulai 
  melakukan dan mengajar (Kisah Para Rasul 1:1): Tuhan melakukan 
  dahulu apa yang kemudian Ia ajarkan.
  
  Mengapa Memiliki Pemimpin?
  
  Para pemula dalam kehidupan Kristen memerlukan seorang pemimpin 
  sehingga mereka dapat diajar mengenai apa yang tidak mereka tahu: 
  kamu masih perlu lagi diajarkan asas-asas pokok dari penyataan Allah 
  (Ibrani 5:12). Ada banyak yang harus mereka pelajari demi 
  keselamatan dan perkembangan rohani diri mereka sendiri -- apa yang 
  harus dihindari; apa yang boleh dilakukan untuk mendapatkan rasa 
  senang; apa yang harus dilakukan, diharapkan, ditakuti; bagaimana 
  membedakan kejahatan yang kecil dan besar dan yang baik dengan yang 
  lebih baik.
  
  Namun, tidak cukup untuk hanya mengetahui apa yang baik. Seorang 
  Kristen juga harus dilatih untuk mempraktikkan kebajikan itu. 
  Seorang mahasiswa kedokteran diharapkan mempelajari materi pelajaran 
  yang diterimanya dan kemudian mengembangkan kemampuannya dengan 
  menangani orang sakit, karena praktik menancapkan pengetahuan dalam 
  pikiran secara lebih efektif daripada hanya belajar saja. Hal ini 
  berlaku dalam segala bidang kemampuan. Namun sering kali, mereka 
  yang belum menguasai keterampilan mereka enggan bersusah payah untuk 
  meningkatkan kemampuan mereka. Banyak kali mereka memerlukan 
  seseorang yang akan mendorong mereka untuk terus berlatih.
  
  Karena itu, pemimpin komunitas Kristen harus dibiasakan melatih 
  orang-orang itu dalam beragam kebajikan yang harus mereka miliki, 
  seperti kerendahan hati, kasih terhadap sesama, kesabaran, ketaatan, 
  moralitas seksual, pengabdian, ketenangan hati, dll.. Mereka yang 
  ada dalam kehidupan Kristen harus dipimpin untuk mempraktikkan 
  kebajikan-kebajikan itu dan mengatasi sifat-sifat buruk yang menjadi 
  lawannya: didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan (Efesus 
  6:4). Semakin kuat kebajikan kita, semakin lemah sifat buruk kita.
  
  Para pemula dalam kehidupan Kristen juga harus dibimbing, sehingga 
  mereka tidak terseret dalam dosa atau praktik kebajikan yang 
  ceroboh. Faktanya adalah orang-orang yang belum dewasa secara 
  rohani -- mereka yang belum dibersihkan dari pengaruh dosa -- sering 
  kali keluar dari perangkap dosa lebih karena ketakutan mereka pada 
  manusia, bukan pada Allah. Adalah demi kebaikan mereka untuk berada 
  di bawah arahan seorang pemimpin yang dapat menarik mereka dari 
  bahaya, seperti seorang ibu yang melindungi anak-anaknya dari bahaya 
  tenggelam atau dimangsa binatang buas. "Karena hikmat akan masuk ke 
  dalam hatimu dan pengetahuan akan menyenangkan jiwamu; kebijaksanaan 
  akan memelihara engkau, kepandaian akan menjaga engkau supaya engkau 
  terlepas dari jalan yang jahat, dari orang yang mengucapkan tipu 
  muslihat," (Amsal 2:10-12).
  
  Akhirnya, seorang pemimpin harus mengabdikan diri untuk membetulkan 
  para pemula dalam kehidupan rohani karena kuasa dosa masih ada 
  dalam mereka untuk menyeret mereka menuju standar perilaku yang 
  semakin rendah, layaknya demam mendorong orang sakit menuju 
  penyakit yang lebih serius, atau seperti luka yang diabaikan yang 
  mulai menular. Semakin seseorang terlibat dalam sebuah kesalahan, 
  semakin sulit untuk ia menghapus noda itu dengan kekuatannya 
  sendiri. Dia memerlukan bantuan orang yang lebih kuat. 
  
  Itulah mengapa Allah menghendaki agar orang Kristen yang lebih 
  dewasa harus memiliki otoritas atas para pemula. Dengan cara ini, 
  jika para pemula jatuh ke dalam dosa atau kecerobohan, orang yang 
  lebih dewasa dapat mengembalikan mereka kepada kebenaran, melalui 
  peringatan, hukuman, koreksi, dan tuntutan. Orang yang kurang 
  dewasa, jika dibiarkan menilai sendiri, tidak mampu melhat kesalahan 
  dalam perilaku mereka yang salah. Ketidakmampuan mereka melihat 
  kesalahan akan membuat mereka berkubang dalam kesalahan itu lebih 
  lama dan tenggelam lebih dalam. Karena itu, mereka harus dengan 
  penuh kerendahan hati menerima arahan dari pemimpin mereka, karena 
  orang sakit tidak dapat disembuhkan kecuali ia menuruti sang dokter. 
  
  Hasrat untuk berbuat dosa adalah kelemahan keadaan manusia. Kristus 
  telah memberikan otoritas para pemimpin pilihan-Nya untuk bertindak 
  atas nama sesama mereka yang lebih lemah dan mengatasi apa yang 
  menjadi masalah mereka: "Maka Yesus memanggil kedua belas murid-Nya, 
  lalu memberikan tenaga dan kuasa kepada mereka untuk menguasai 
  setan-setan dan untuk menyembuhkan penyakit-penyakit." (Lukas 9:1)
  (t/Dian)                      

  Diterjemahkan dan disesuaikan dari:
  Judul buku: The Character of a Christian Leader
  Judul asli artikel: The Need for Christian Leaders
  Penulis: St. Bonaventure
  Penerjemah: Philip O`Mara
  Penerbit: Servant Books, Michigan 1978
  Halaman: 3 -- 6

  
==================================**==================================
KUTIPAN

  Pemula dalam kehidupan Kristen memerlukan pimpinan untuk hidup dalam
                     kebajikan karakter Kristen.  

==================================**==================================
ARTIKEL KHUSUS

                       MENGAPA ADA EMPAT INJIL?

  Empat Injil, sebagaimana diketengahkan secara berurutan di dalam 
  Perjanjian Baru adalah Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes. 
  Pertanyaan yang sering diajukan adalah: "Mengapa empat? Tidakkah 
  satu saja memadai?" Lukas menjelaskan pada awal dari tulisannya 
  bahwa dia menyadari adanya tulisan-tulisan lain tentang kehidupan 
  Yesus. Tetapi dia juga mengatakan bahwa masing-masing tulisan ini 
  didasarkan pada laporan yang disampaikan oleh para saksi mata 
  "seperti yang telah disampaikan kepada kita" (Luk. 1:1-3).

  Pada sekitar pertengahan abad kedua, jumlah tulisan tentang riwayat 
  kehidupan Yesus yang disebarluaskan menjadi berlipat kali ganda 
  banyaknya, tetapi hanya empat yang memiliki meterai saksi mata dan 
  otoritas dan memenuhi persyaratan untuk diakui sebagai tulisan Injil 
  yang asli dan dapat dipercaya. Origen (sebagaimana dicatat oleh 
  Eusebius, Historia Ecclesiastica, VI, 25, dalam International 
  Standard Bible Encyclopedia, dikutip dari Quick Verse 6.0), 
  mengatakan "keempat Injil itu sajalah yang diterima dengan tanpa 
  diperdebatkan oleh gereja Allah di bawah langit". Dalam 
  kenyataannya, keempat Injil tersebut merupakan inti dari apa yang 
  oleh Justin Martyr sebut sebagai "Memoirs of the Apostles" (Riwayat 
  Hidup yang Dicatat Oleh Para Rasul) yang "dibaca setiap minggu di 
  dalam perkumpulan orang-orang Kristen", dan oleh Irenaeus dianggap 
  sebagai empat "pilar" dari Gereja (Justin Martyr, Irenaeus, ISBE, 
  dikutip dari Quick Verse 6.0).

  Keterangan ringkas sehubungan dengan keempat Injil yang dimaksud 
  adalah sebagai berikut:

  1. Matius

  Menurut tradisi Gereja mula-mula, Injil pertama yang didaftar dalam 
  Perjanjian Baru ditulis oleh Matius, salah satu dari murid Yesus. 
  Pada mulanya diperkirakan ditulis dalam bahasa Aram untuk gereja di 
  Galilea, dan kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Gerika, agar 
  dapat dipergunakan secara lebih luas oleh umat Kristen di seluruh 
  dunia. Di dalam Injil Matius banyak dijumpai istilah-istilah Aram 
  yang sangat dikenal dan adat kebiasaan masyarakat Yahudi pada abad 
  pertama.

  2. Markus

  Tradisi mengklaim dengan kredibilitas yang tinggi bahwa Injil Markus 
  ditulis oleh "Yohanes yang disebut juga Markus" (Kis. 12:25), masih 
  ada hubungan keluarga dengan Barnabas (Kol. 4:10). Berdasarkan 
  tradisi awal, dia bertindak sebagai juru tulis atau sekretaris 
  Petrus. Oleh karena itu, Injil yang ditulisnya tidaklah salah kalau 
  disebut juga sebagai catatan dari pengajaran Petrus tentang Injil.

  3. Lukas

  Sebagaimana kita lihat dari catatan pendahuluan, Injil ini secara 
  spesifik ditujukan kepada seseorang yang bernama Teofilus -- "supaya 
  engkau dapat mengetahui, bahwa segala sesuatu yang diajarkan 
  kepadamu sungguh benar" (Luk. 1:3-4). Injil ini ditulis dalam bahasa 
  Gerika yang sangat bagus, menunjukkan ciri seseorang yang 
  benar-benar ahli (beberapa mengatakan "bahasa sarjana"), dan   
  penulisnya adalah Lukas, "tabib (atau dokter) yang kekasih" (Kol. 
  4:14). Sebagai seorang tabib atau dokter, Lukas barangkali memiliki 
  kesempatan untuk berbicara mengenai hal-hal atau perkara-perkara 
  yang bersifat pribadi dengan ibu Yesus, dan pandangan-pandangan 
  Maria lebih banyak direfleksikan di dalam Injil tulisan Lukas 
  daripada di dalam ketiga narasi yang lain.

  4. Yohanes

  Dari keempat Injil, Injil tulisan Yohanes adalah unik, karena 
  mencatat banyak aspek dari kehidupan Yesus yang tidak dijumpai di 
  dalam ketiga narasi yang lain. Sejak awal, penulis dikenal sebagai 
  Rasul Yohanes, dan biasanya dikenal sebagai "murid yang dikasihi 
  Yesus" (Yoh. 13:23, 19:26, 20:2, 7, 20). Maksud dari Injil yang 
  ditulis oleh Yohanes adalah "supaya kamu percaya, bahwa Yesuslah 
  Mesias, Anak Allah, dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup di 
  dalam nama-Nya" (Yoh. 20:30-31).

  Selanjutnya, sebagai tambahan informasi, di dalam Yehezkiel 1:10, 
  dijumpai deskripsi mengenai "empat makhluk hidup" di sekeliling 
  takhta Allah, yang masing-masing memunyai empat muka. Empat muka itu 
  dijelaskan sebagai berikut: "Keempatnya memunyai muka manusia di 
  depan, muka singa di sebelah kanan, muka lembu di sebelah kiri, dan 
  muka rajawali di belakang." Para penafsir Alkitab mengatakan bahwa 
  ini juga merupakan suatu gambaran yang indah sehubungan dengan sifat 
  dari empat Injil.

  1. Matius

  Muka singa. Injil ini menampilkan Yesus sebagai sebagai pewaris 
  takhta Daud -- "Singa dari Yehuda" (Why. 5:5). Ditujukan terutama 
  untuk orang-orang Yahudi dan menekankan Yesus sebagai Raja.

  2. Markus

  Muka lembu. Injil tulisan Markus ini ditujukan pada orang-orang 
  Roma, dan menampilkan Yesus sebagai hamba dari semua.

  3. Lukas

  Muka manusia. Injil tulisan Lukas ini menampilkan Yesus sebagai 
  Manusia yang sempurna, karena ditulis terutama untuk orang-orang 
  Gerika.

  4. Yohanes

  Muka rajawali. Injil Yohanes berfokus pada keilahian Kristus sebagai 
  Anak Allah yang kekal yang datang ke dunia dalam wujud manusia, dan 
  dimaksudkan untuk dibaca oleh orang-orang Kristen.

  Masing-masing Injil memunyai maksud yang berbeda, yang mempertajam 
  isi dari narasi. Namun demikian, riwayat yang ditulis tetap sama. 
  Semuanya saling melengkapi dan memperkaya pemahaman kita tentang 
  Yesus, Sang Juru Selamat. 
  
  Diambil dan disesuaikan dari:
  Nama situs: Sejarah Alkitab Indonesia
  Penulis: Paulus Trimanto Wibowo, M.Div., MACS, M.Th.
  Alamat URL: http://sejarah.sabda.org/artikel/mengapa_ada_4_injil.htm

==================================**==================================
INSPIRASI

          JATUH BANGUNNYA SESUATU BERGANTUNG PADA KEPEMIMPINAN

  Menurut Anda, apa sajakah faktor-faktor utama yang membuat sebuah 
  organisasi berhasil atau gagal? Tuliskan jawaban Anda pada sebuah 
  kertas. Apakah di dalamnya ada faktor kepemimpinan? Diakui atau 
  tidak, sejarah jatuh bangunnya suatu negara, perusahaan, lembaga 
  sosial keaagamaan hingga sebuah keluarga tidak pernah lepas dari 
  kiprah sang pemimpin. Jika pemimpinnya hebat, organisasi tersebut 
  akan berkembang dengan baik. Sebaliknya, jika pemimpinnya buruk, 
  cepat atau lambat organisasi tersebut akan mati pelan-pelan (MPP). 
  Kita ambil contoh organisasi yang paling kecil, yakni keluarga. Apa 
  yang terjadi jika seorang ayah sebagai kepala keluarga tidak mampu 
  memimpin keluarganya dengan baik? Mungkinkah keluarga tersebut akan 
  tetap harmonis dan berkembang ke arah yang lebih baik dari hari ke 
  hari? Sekarang, coba amati kondisi di tempat Anda bekerja. Apakah 
  telah ada pemimpin yang baik? Bagaimana perkembangan organisasi 
  akhir-akhir ini? Tidak dapat dimungkiri lagi jika faktor 
  kepemimpinan memunyai peran yang amat signifikan dalam menunjang 
  keberhasilan sebuah organisasi. Sudahkah Anda merasakannya?                  

  Diambil dan disunting seperlunya dari:
  Judul buku: The Leadership Wisdom
  Penulis: Paulus Winarto
  Penerbit: PT. Elex Media Komputindo, Jakarta 2006
  Halaman: 3

==================================**==================================
JELAJAH SITUS
  
                          FR MICHAEL SCULLY

  Frater Michael "Mike" Schully dikenal sebagai tokoh Katolik Amerika 
  yang menaruh perhatian besar pada pelayanan pemuda. Lewat buku, 
  pelayanan radio, pelayanan mimbar, maupun pelatihan, rohaniwan dari 
  Ordo Kapusin ini telah menanamkan banyak hal berharga. Terkhusus 
  untuk pemuda Katolik di negeri Paman Sam, sosok yang satu ini memang 
  menjadi jawaban di tengah gersangnya kepedulian gereja pada selera 
  kaum muda.

  Situs ini menyajikan pemikiran Frater Mike dalam bentuk renungan dan 
  meditasi. Berbeda dengan meditasi Katolik lazimnya, Frater Mike 
  menawarkan bentuk meditasi dengan uraian injil kontemporer, 
  lagu-lagu rock dengan nilai-nilai kristiani, film-film Holywood 
  populer, maupun pesan-pesan terkini. Lihat saja contoh meditasinya 
  di menu Gospel in The Top 5, Gospel Meditation, Gospel in a Featured 
  Film, Gospel Meditation Archive dan Messages at The Top. Lihat pula 
  penjadwalan meditasi/renungan dengan lagu dan film pada 
  tanggal-tanggal tertentu (ada di menu Index of Movies dan Index of 
  Songs). Mengapa memakai cara ini? Sebagaimana kita baca di halaman 
  Teachers Using Films dan Teachers Using Songs, sang Romo meyakini 
  bahwa gereja perlu menaruh perhatian pada apa yang disukai pemuda 
  sekarang, dan mau tak mau akan menghadapinya. 

  Situs ini dibuat tanpa CMS dengan tampilan yang sangat sederhana. 
  Konsepnya memang masih monolog, sangat minim interaksi dengan 
  pengguna. Selain menu yang telah disebut, situs ini juga menyediakan 
  halaman berisi profil singkat Frater Mike dan buku-buku terbarunya. 
  Agaknya situs ini memang lebih mengutamakan isi. Tentu saja isi 
  berupa pemikiran kreatif seorang Frater Mike yang terlalu berharga 
  untuk dilewatkan. Sangat menginspirasi semua kalangan Kristen. 
  Semoga ada banyak pemimpin Kristen lain bangkit memberi inspirasi 
  seperti beliau.

  ==> http://www.frmikescully.com/

  Oleh: Risdo Maulitua Simangunsong

==================================**==================================
STOP PRESS

             PERAYAAN 15 TAHUN SABDA 12 -- 16 OKTOBER 2009

  Kami mengucap syukur untuk kesetiaan dan dukungan yang Anda berikan 
  bagi pelayanan Yayasan Lembaga SABDA (YLSA), khususnya dalam rangka 
  memeriahkan 15 Tahun SABDA. Beberapa kegiatan yang direncanakan 
  telah berjalan dengan baik minggu lalu. Di antaranya:
  
  - Peluncuran SABDA Labs <http://labs.sabda.org/>
    Di situs ini, Anda bisa mendapatkan berbagai informasi seputar 
    SABDA, seperti daftar bahan yang bisa didownload, tutorial 
    instalasi, tutorial SABDA Alkitab, informasi situs, 
    pengembangan-pengembangan program/software SABDA, dan berbagai 
    berita SABDA lainnya.
  - Peluncuran Gadget "Search SABDA Alkitab"
    Gadget ini memungkinkan pengunjung situs mencari kata, frasa, 
    ayat Alkitab, nomor Strong, maupun bahan-bahan terkait dengan kata 
    atau frasa tertentu yang tersedia pada SABDA Alkitab. Silakan 
    ambil script gadget ini dan kemudian memasangnya di situs Anda 
    sendiri dari:
    - http://alkitab.sabda.org/download.php
    - http://labs.sabda.org/index.php/Pencarian_Alkitab
  
  Doakan agar rencana-rencana yang lain juga dapat segera terealisasi.
  
  Memasuki minggu kedua bulan Oktober ini, perayaan 15 Tahun SABDA 
  juga masih akan dilanjutkan dengan pengadaan beberapa acara, yakni:

  12 Oktober 2009 = Mini Show SABDA Alkitab di Solo (1)
     Kegiatan ini sudah terlaksana dengan baik. Tim SABDA telah 
     memberi pelatihan pada 20 orang pendeta di Solo pinggiran tentang 
     bagaimana menggunakan situs SABDA Alkitab <http://alkitab.sabda.org>.
     Doakan agar SABDA menjadi berkat.
  13 Oktober 2009 = Peluncuran Facebook Application "Ayat Alkitab", 15 Oktober 2009 = Peluncuran CD Alkitab Audio (TB, BIS) 
  16 Oktober 2009 = Peluncuran Fitur Download SABDA.net

  Besar harapan kami Anda mendukung kegiatan di atas dalam doa. 
  Kiranya pelayanan kita bersama ini diberkati oleh Tuhan. Untuk 
  mendapatkan kemajuan yang lebih mantap, kami ingin mengajak Anda 
  memberikan masukan berupa kritik maupun saran. Kirimkan masukan 
  Anda lewat email < fb(at)sabda.org >. Kami percaya masukan Anda 
  akan membantu kelancaran pelayanan YLSA pada masa yang akan datang.

  Tuhan Yesus memberkati.

==================================**==================================
Berlangganan: subscribe-i-kan-leadership(at)hub.xc.org
Berhenti: unsubscribe-i-kan-leadership(at)hub.xc.org
Kontak e-Leadership: leadership(at)sabda.org
Arsip e-Leadership: http://www.sabda.org/publikasi/e-leadership/arsip
Situs Indo Lead: http://lead.sabda.org/
Network Kepemimpinan: http://www.in-christ.net/komunitas_umum/network_kepemimpinan
______________________________________________________________________
Redaksi e-Leadership: Dian Pradana dan Sri Setyawati
Kontributor: Risdo Maulitua Simangunsong
e-Leadership merupakan kerja sama antara Indo Lead, YLSA, dll.
Didistribusikan melalui sistem network I-KAN
Bahan ini dapat dibaca secara on-line di:
http://www.sabda.org/publikasi/e-leadership/
Copyright(c) 2009 oleh YLSA
http://www.ylsa.org/ ~~ http://katalog.sabda.org/
Rekening: BCA Pasar Legi Solo No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati
==================================**==================================

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org