Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://www.sabda.org/publikasi/e-leadership/55

e-Leadership edisi 55 (30-9-2009)

Antusiasme (II)

 

==========MILIS PUBLIKASI E-LEADERSHIP EDISI SEPTEMBER 2009===========

                            ANTUSIASME (II)

                     e-Leadership 55 -- 30/09/2009

  DAFTAR ISI
  EDITORIAL
  ARTIKEL: Antusiasme untuk Menang dan Bekerja Keras
  KUTIPAN
  JELAJAH BUKU: Rahasia Keberhasilan Seorang Pemimpin: 7 Hukum 
                Kepemimpinan Rohani
  PERISTIWA

==================================**==================================
EDITORIAL
  
  Shalom,
  
  Seorang atlet lari akan berlari dengan sangat cepat dan kencang 
  tanpa menghiraukan yang lainnya, dengan tujuan menjadi yang pertama 
  dalam mencapai garis akhir. Demikian juga untuk mendapatkan sebuah 
  keberhasilan, semua harus diawali dengan antusiasme, dan dengan 
  antusiasme tersebut kita pun terpacu untuk bekerja lebih keras lagi 
  demi mencapai tujuan. Berapa banyak dari kita yang mau berhasil? 
  Mungkin setiap orang mau berhasil, tapi tidak setiap orang mau 
  bekerja keras dan mau mengikuti setiap proses untuk dapat mencapai 
  keberhasilan, bahkan memiliki antuasiasme pun tidak. Hal ini 
  menyebabkan keberhasilan dan kesuksesan hanya menjadi sebuah impian 
  dan khayalan yang semu, yang tidak pernah akan kita miliki seumur 
  hidup. 

  Dibentuk dan diproses memang sakit, tetapi kalau kita mau bekerja 
  keras dan menjalani setiap langkah proses itu, kita akan mendapatkan 
  hasilnya. Tidak ada kesuksesan tanpa diawali dengan penderitaan 
  terlebih dahulu. Semua pasti diawali dari nol. Namun, tetaplah 
  mengingat bahwa ukuran kesuksesan bukan terletak pada standar 
  properti yang kita miliki -- rumah yang mewah, mobil mewah, uang 
  yang banyak, dsb.. 
  
  Untuk itu, kali ini Redaksi telah menyediakan wacana untuk kita 
  dapat mengevaluasi diri kita. Sejauh manakah kita melakukan 
  pekerjaan dan tanggung jawab yang Tuhan percayakan dengan antusias 
  dan sesuai dengan kapasitas yang kita miliki?
  
  Kontributor e-Leadership,
  Desi Rianto
  http://www.sabda.org/publikasi/e-leadership/arsip/
  http://lead.sabda.org/

==================================**==================================
ARTIKEL

               ANTUSIASME UNTUK MENANG DAN BEKERJA KERAS

  JIKA ANDA MENJALANKAN BISNIS, Anda harus memiliki tekad untuk 
  berhasil. Rasul Paulus membandingkan kehidupan iman dengan suatu 
  perlombaan lari (Ibrani 12:1). Kita sedang berlomba, bukan dengan 
  orang lain, melainkan dengan dosa, daging, dan iblis. Paulus 
  berkata, "Karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, 
  tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, 
  melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh 
  jahat di udara." (Efesus 6:12)

  Banyak orang lebih menyukai ayat ini berakhir setelah kata 
  "perjuangan kita bukanlah" (kita tidak perlu berjuang, Red.). 
  Kadang-kadang saya menceritakan kisah mengenai seorang percaya yang 
  ingin bermain tenis dengan lembut dan kasih sayang. Ia tidak ingin 
  membuat lawannya berlari atau bekerja sekuat tenaga atau lelah, 
  sehingga ia dengan sengaja mengalah dalam setiap permainan, dan 
  terluka hatinya karena kehilangan mitra bermainnya. Mitranya 
  kehilangan rasa hormatnya terhadap dirinya dan tidak mau lagi 
  bermain dengannya.

  Yesus menceritakan perumpamaan mengenai talenta yang berikut ini. 
  
    Kini datanglah juga hamba yang menerima satu talenta itu dan 
    berkata: Tuan, aku tahu bahwa tuan adalah manusia yang kejam yang 
    menuai di tempat di mana tuan tidak menabur dan yang memungut dari 
    tempat di mana tuan tidak menanam. Karena itu aku takut dan pergi 
    menyembunyikan talenta tuan itu di dalam tanah: Ini, terimalah 
    kepunyaan tuan! Maka jawab tuannya itu: Hai kamu, hamba yang jahat 
    dan malas, jadi kamu sudah tahu, bahwa aku menuai di tempat di 
    mana aku tidak menabur dan memungut dari tempat di mana aku tidak 
    menanam? Karena itu sudahlah seharusnya uangku itu kauberikan 
    kepada orang yang menjalankan uang, supaya sekembaliku aku 
    menerimanya serta dengan bunganya. Sebab itu ambillah talenta itu 
    dari padanya dan berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh 
    talenta itu. Karena setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan 
    diberi, sehingga ia berkelimpahan. Tetapi siapa yang tidak 
    mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya. 
    (Matius 25:24-29)

  Jika Anda dipanggil oleh Allah untuk menjalankan bisnis, maka Anda 
  sudah dipanggil untuk bersaing di dunia usaha secara adil, dengan 
  keberanian dan ketekunan. Kita harus menunjukkan iman kita melalui 
  perbuatan baik dan jangan seperti hamba penakut yang menerima satu 
  talenta dan tidak bisa dipercaya itu. Allah menghendaki kita menjadi 
  seperti hamba yang menerima sepuluh talenta, yang memunyainya secara 
  berlimpah. Jika pelanggan atau majikan Anda menghasilkan uang 
  bersama Anda dalam tim, mereka menang dan Anda juga turut menang. 
  Bisnis bagaikan suatu permainan dan sifat alaminya adalah bersaing. 
  Selanjutnya, Tuhan kadang-kadang dapat bertindak seperti seorang 
  tuan yang keras. Ia tahu kapasitas kita dan menuntut kinerja kita 
  yang maksimal. Menjadi saksi di dunia bisnis berarti bekerja keras, 
  percaya kepada Allah dan mengizinkan terang kita bercahaya. 
  Berlakulah jujur, namun berjuanglah dengan cemerlang dan berusaha 
  untuk mencapai kemenangan. Ketika Anda mencapai kemenangan dan 
  menolong beberapa orang lain mencapai kemenangan, ceritakanlah 
  kepada mereka tentang Yesus. Mereka akan mendengarkan Anda karena 
  mereka sudah memiliki rasa hormat kepada Anda.

  Kerja keras dan mengetahui kapan harus beristirahat merupakan suatu 
  bagian penting dari hikmat Allah bagi para profesional Kerajaan 
  Allah. Ada suatu kesukaan khusus yang hanya dapat diperoleh melalui 
  disiplin kerja keras. Beberapa orang percaya mengira bahwa pekerjaan 
  merupakan kutuk akibat kejatuhan Adam dari kasih karunia. Memang 
  benar bahwa mereka yang tidak ditebus dikutuk pada kesia-siaan, 
  tetapi hal ini tidak berlaku bagi masa depan orang-orang yang 
  bekerja bagi Kerajaan Allah. Akhirnya, kita tidak bekerja mengejar 
  harta duniawi, tetapi upah surgawi. Rasul Paulus menulis, "Apapun 
  juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti 
  untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah 
  kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah. 
  Kristus adalah tuan dan kamu hamba-Nya." (Kolose 3:23-24)

  Banyak orang yang tidak mengenal Tuhan bekerja keras secara luar 
  biasa dan masih tetap bekerja setelah jam kerja yang normal. 
  Beberapa orang mendapatkan imbalan yang sangat besar untuk pekerjaan 
  mereka. Kebutuhan hidup dan juga ambisi serta kehausan akan 
  keberhasilan mendorong orang untuk bekerja keras. Kitab Amsal 
  menyatakan, "Rasa lapar bekerja untuk seorang pekerja, karena 
  mulutnya memaksa dia" (Amsal 16:26). Orang-orang Kristen tahu bahwa 
  membangun Kerajaan Allah lebih penting daripada meningkatkan 
  keuntungan perusahaan. Namun, jika seseorang dipanggil Allah untuk 
  masuk ke dalam dunia usaha, kerja keras dan komitmen kepada 
  pekerjaan yang ada berarti menghormati Tuhan. Keunggulan umat Allah 
  di dunia usaha harus melebihi keunggulan pekerja yang belum percaya, 
  dan barulah pesan Kerajaan Allah bisa efektif di tempat kerja. 
  Kadang-kadang, dengan komitmen mereka untuk bekerja keras, 
  orang-orang non-Kristen membuat anak-anak Kerajaan Allah merasa 
  malu. Saya mengenal seorang pemimpin perusahaan Kristen yang sukses 
  yang mengatakan kepada saya mengenai kesulitan yang ia hadapi dalam 
  bekerja dengan orang-orang Kristen di perusahaannya. Ia mengatakan, 
  "Alangkah sulitnya bekerja dengan orang-orang Kristen! Jika saya 
  memerintahkan mereka untuk melakukan sesuatu, mereka mengatakan 
  bahwa saya tidak mengasihi mereka sehingga mereka tidak menaatinya!" 
  Ia bersedia untuk menggaji lebih banyak orang non-Kristen karena 
  mereka mengerti bahwa supaya mereka tetap dapat bekerja, maka mereka 
  harus menghasilkan pendapatan bagi perusahaan.

  Bagi orang-orang Kristen dewasa ini, supaya dapat berhasil di dunia 
  usaha, nilai kerja keras dan keunggulan harus diajarkan di gereja. 
  Ketika ditanya apa yang akan ia lakukan jika mengetahui bahwa Tuhan 
  akan datang kembali besok, pencetus reformasi besar, Martin Luther, 
  berkata bahwa ia akan keluar dan menanam sebatang pohon! Yang ia 
  maksudkan adalah bahwa orang Kristen tidak boleh hanya duduk dan 
  menunggu kedatangan Tuhan. Kita harus memenangkan seluruh dunia bagi 
  kemuliaan Allah!

  Saya kira paling tidak saya mengetahui satu alasan mengapa begitu 
  banyak orang Kristen salah memprediksi mengenai suatu bencana Y2K 
  yang besar. Gereja secara keseluruhan mungkin menganggap rendah 
  jumlah profesional industri komputer yang bekerja keras yang harus 
  menggantikan sistem lama yang ada di seluruh dunia dalam bulan-bulan 
  sebelum tanggal 1 Januari 2000. Perusahaan-perusahaan besar 
  melakukan itu didorong oleh ketakutan akan tuntutan hukum yang besar 
  yang berkaitan dengan masalah-masalah Y2K. Mereka menginvestasikan 
  miliaran dolar untuk memperbaiki, meningkatkan, atau mengganti 
  perangkat lunak mereka dengan risiko. Dewasa ini, kita mengira 
  mereka mengeluarkan uang terlalu banyak. Para pemprogram komputer 
  kadang-kadang bekerja 24 jam (dengan bayaran yang sangat tinggi) 
  selama berminggu-minggu pada proyek-proyek untuk mengurangi 
  masalah-masalah atau paling tidak melakukan perbaikan yang cepat 
  yang dapat mencegah komputer berhenti bekerja. Saya sebagai seorang 
  profesional industri komputer merasa sangat malu memikirkan 
  bagaimana para profesional yang bukan orang Kristen bekerja begitu 
  keras untuk menghindari suatu bencana, sementara beberapa rekan 
  Kristen saya yang dihormati hanya memprediksi saja. Kadang-kadang, 
  tampaknya orang-orang yang beriman tidak peka dengan orang-orang 
  lain yang bekerja keras.

  Alkitab mengajarkan bahwa tanpa iman tidak mungkin orang berkenan 
  kepada Allah (Ibrani 11:6). Namun, Yakobus menjelaskan bahwa iman 
  tanpa perbuatan pada hakikatnya mati, tidaklah berguna (Yakobus 
  2:17-20). Tentu saja, ia menulis ini sehubungan dengan keselamatan, 
  tetapi iman yang sama yang menyelamatkan kita adalah juga iman yang 
  menopang hidup kita. Konsekuensinya, jika kita percaya bahwa Allah 
  memberi kita penghasilan, penghidupan, dan setiap napas kita, maka 
  iman ini harus menunjukkan karakternya yang sejati melalui pekerjaan 
  kita. Jika iman kita sempurna, pekerjaan kita, tidak peduli betapa 
  pun hinanya, akan cemerlang. Selama saya berada dalam dunia bisnis, 
  saya tidak pernah menemukan orang yang mencapai keunggulan tanpa 
  bekerja keras.
                  
  Diambil dan disunting seperlunya dari:
  Judul buku: My Father`s Business
  Judul asli bab: Kemauan untuk Menang dan Bekerja Keras
  Penulis: Peter Tsukahira
  Penerjemah: Yan Iskandar
  Penerbit: Metanoia Publishing, Jakarta 2003
  Halaman: 109 -- 113

==================================**==================================
KUTIPAN

  Antusiasme itu menular. Saat Anda antusias dan memiliki tekad besar
          untuk mencapai tujuan, orang lain akan mengikutinya.

==================================**==================================
JELAJAH BUKU

   RAHASIA KEBERHASILAN SEORANG PEMIMPIN: 7 HUKUM KEPEMIMPINAN ROHANI
  
  Judul asli buku: The Seven Laws of Christian Leadership
  Penulis: David Hocking
  Penerjemah: Martin Muslie, Deddy, Suryadi, dan Xavier Quentin 
              Pranata
  Penerbit: Yayasan ANDI, Yogyakarta 1994
  Ukuran: 14 x 21 cm
  Tebal: 317 halaman
  
  Allah dan manusia terus-menerus mencari pemimpin di berbagai badan 
  Kristen. Di dalam Kitab Suci sering diceritakan bahwa Allah mencari 
  seseorang yang memunyai ciri tertentu. Bukan banyak orang, melainkan 
  1 orang. Bukan satu kelompok, namun satu pribadi, yang dipakai untuk 
  menuntun sekelompok orang (1 Sam. 13:14; Yeh. 22:30). Namun bukan 
  berarti gereja hanya butuh satu pemimpin saja. Agar gereja 
  berkembang, selain diperlukan pelayan-pelayan Kristen yang beriman 
  dan berintegritas, gereja pun membutuhkan pemimpin-pemimpin dan 
  nasihat.
  
  Jika Anda rindu kebutuhan gereja Anda akan adanya seorang pemimpin 
  dan nasihat terpenuhi melalui Anda, baca saja buku "Rahasia 
  Keberhasilan Seorang Pemimpin: 7 Hukum Kepemimpinan Rohani" ini. 
  Buku ini ditulis oleh seorang yang pernah menjadi pemimpin yang 
  berhasil. Penulis, David Hocking, adalah pendeta senior di Calvary 
  Church of Santa Ana sekaligus pengajar di pelayanan radio. Ia juga 
  menulis banyak buku, termasuk "The Moral Catastrophe", "Romantic 
  Lovers", "Who God Is", "The Coming World Leader", "Good Marriage 
  Take Time", dan banyak buku saku dalam berbagai tema yang 
  alkitabiah lainnya
  
  Buku karya David Hocking ini mengusung tujuh tema besar yang dibagi 
  ke dalam 22 bab. Beberapa tema yang dibahas adalah "Orang Lain Perlu 
  Dapat Bergantung pada Kepemimpinan Anda", "Orang Lain Perlu 
  Mengetahui Apa yang Anda Katakan", dan sebagainya. David mencoba 
  menerangkan hal-hal yang berkaitan dengan kepemimpinan dengan bahasa 
  yang sederhana dan sistematis. Di akhir setiap bab, David 
  melampirkan pertanyaan-pertanyaan sebagai daftar uji pemimpin. 
  Sekalipun ini adalah buku terjemahan, bahasa yang digunakan sudah 
  bagus dan mudah dimengerti. Namun sayang, buku ini tidak memiliki 
  daftar pustaka. Sehingga pembaca tidak dapat menambah wawasan dari 
  referensi buku yang digunakan si penulis.
  
  Sesuai isinya, buku ini tepat dibaca oleh para pemimpin gereja 
  untuk memperlengkapi diri sehingga dapat memimpin gereja dengan 
  bijaksana, mampu menasihati jemaat dengan landasan firman Tuhan. 
  Dengan demikian, kebutuhan gereja akan pemimpin dan nasihat dapat 
  dipenuhi.
   
  Ditulis oleh: Sri Setyawati

==================================**==================================
PERISTIWA

  30 September ...
  1. 1744 - Perancis dan Spanyol mengalahkan kerajaan Sardinia.
  2. 1895 - Madagaskar menjadi wilayah protektorat Perancis.
  3. 1965 - Gerakan 30 September (G30S PKI): Letkol Untung memimpin 
     pasukan Cakrabirawa menculik dan membunuh enam jenderal dan 
     perwira menengah TNI-AD serta seorang prajurit Polri, lalu 
     membuangnya ke Lubang Buaya.
  
  Sumber: http://id.wikipedia.org/

==================================**==================================
Berlangganan: subscribe-i-kan-leadership(at)hub.xc.org
Berhenti: unsubscribe-i-kan-leadership(at)hub.xc.org
Kontak e-Leadership: leadership(at)sabda.org
Arsip e-Leadership: http://www.sabda.org/publikasi/e-leadership/arsip/
Situs Indo Lead: http://lead.sabda.org/
Network Kepemimpinan: http://www.in-christ.net/komunitas_umum/network_kepemimpinan/
______________________________________________________________________
Redaksi e-Leadership: Dian Pradana dan Sri Setyawati
Kontributor: Desi Rianto
e-Leadership merupakan kerjasama antara Indo Lead, YLSA, dll.
Didistribusikan melalui sistem network I-KAN
Bahan ini dapat dibaca secara on-line di:
http://www.sabda.org/publikasi/e-leadership/
Copyright(c) 2009 oleh YLSA
http://www.ylsa.org/ ~~ http://katalog.sabda.org/
Rekening: BCA Pasar Legi Solo No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati

Kunjungi Blog SABDA di http://blog.sabda.org/

==================================**==================================

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org