Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://www.sabda.org/publikasi/e-leadership/46

e-Leadership edisi 46 (13-5-2009)

Menentukan Prioritas (I)

 
==============MILIS PUBLIKASI E-LEADERSHIP EDISI MEI 2009=============

                        MENENTUKAN PRIORITAS (I)

                     e-Leadership 46 -- 13/05/2009

  DAFTAR ISI
  EDITORIAL
  ARTIKEL: Menentukan Prioritas
  KUTIPAN
  INSPIRASI: Jadwalkan Prioritas Anda
  JELAJAH SITUS: Christian Leaders Institute
  STOP PRESS: Situs Wanita Kristen: Wanita dalam Kristus

==================================**==================================
EDITORIAL

  Prioritas, menurut KBBI, berarti yang didahulukan dan diutamakan
  daripada yang lain. Hal ini, dalam kepemimpinan Kristen merupakan
  sesuatu yang diperlukan. Bagaimana pemimpin mendahulukan dan
  mengutamakan apa-apa yang harus dilakukan adalah salah satu kunci
  sukses keberhasilan.

  Masalahnya, banyak orang mengalami kesulitan dalam menentukan
  prioritas. Mereka kesulitan menentukan apa dan mana yang harus
  didahulukan. Kalaupun mereka sudah menentukan apa yang didahulukan,
  ada kemungkinan juga skala prioritas yang telah mereka tentukan itu
  tidak benar.

  Nah, melalui sajian ini, kami menghadirkan satu artikel yang akan
  membantu Anda melihat aspek-aspek apa saja yang harus diperhatikan
  dalam menentukan prioritas serta tulisan singkat mengenai apa yang
  seharusnya menjadi objek prioritas kita.

  Selamat menyimak, sampai jumpa pada edisi selanjutnya dengan tema
  yang sama.

  Pimpinan Redaksi e-Leadership,
  Dian Pradana
  http://www.sabda.org/publikasi/e-leadership/
  http://lead.sabda.org/

  "Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka
  semuanya itu akan ditambahkan kepadamu." (Matius 6:33)
  < http://sabdaweb.sabda.org/?p=Matius+6:33 >

==================================**==================================
ARTIKEL

                         MENENTUKAN PRIORITAS

  Sungguh mengejutkan bahwa banyak orang yang tidak pernah secara
  sadar menyia-nyiakan hidupnya, membiarkan hidup mereka lepas dari
  tangan mereka dalam kepingan-kepingan kecil hanya karena mereka
  tidak memutuskan hal-hal yang penting dalam hidup ini. Akibatnya,
  mereka selalu tidak mengetahui apa yang harus dilakukan selanjutnya.
  Kita sering mendengar seseorang berkata, "Itu bukan salah satu
  prioritas saya. Saya tidak dapat melakukannya sekarang."
  Kadang-kadang pernyataan ini memperlihatkan pendekatan yang seimbang
  terhadap prioritas. Sering kali, arti pernyataan itu tidak lebih
  dari: "Sejauh yang dapat saya katakan sekarang ini, itu bukanlah hal
  yang ingin saya lakukan."

  BAGAIMANA ANDA MENENTUKAN PRIORITAS?

  Hampir setiap eksekutif Kristen -- bila dipaksa, dapat memberitahu
  Anda apa saja langkah-langkah dalam menentukan prioritas.

  1. Putuskanlah apa yang benar-benar ingin Anda lakukan dengan hidup
     Anda. Apakah sasaran-sasaran Anda dapat dikenali? Apakah Anda
     benar-benar mengetahui apa yang Anda inginkan untuk terjadi?

  2. Tentukanlah prioritas-prioritas bagi sasaran-sasaran yang telah
     Anda tentukan.

  3. Buatlah suatu sistem untuk meraih dan mengukur sasaran-sasaran
     tersebut.

  4. Ikutilah suatu prosedur yang akan memakan paling sedikit waktu
     dan sumber daya untuk meraih sasaran-sasaran tersebut.

  Meski prosedur itu tampaknya begitu sederhana, kebanyakan dari kita
  sulit sekali mengikutinya. Mengapa demikian?

  RINTANGAN-RINTANGAN MENUJU PRIORITAS-PRIORITAS YANG BAIK

  Mungkin, kesulitan terbesar yang dihadapi oleh kebanyakan dari kita
  dalam menentukan sasaran dan menetapkan prioritas ialah karena kita
  tidak memunyai pengertian bahwa kita harus menangani diri kita
  seutuhnya. Bila sebagai orang Kristen kita percaya bahwa semua
  tindakan dan kesempatan yang ada sedikit banyak berhubungan dengan
  maksud Allah yang besar, maka seluruh hidup kita harus mencerminkan
  pandangan yang konsisten bahwa sasaran pribadi itu -- apa yang harus
  kita lakukan dan harus seperti apa kita, perlu dipertimbangkan
  secara berdampingan dengan "pekerjaan" yang Allah berikan kepada
  kita. Dalam budaya, sebagai orang Kristen kita sering menyamakan
  "panggilan" Kristen kita dengan profesi kita. Profesi kita,
  pekerjaan kita, hanyalah salah satu segi dalam hidup kita. Allah
  memunyai maksud yang besar bagi kita.

  Aspek kedua dari priorias-prioritas baik yang sering terlewatkan
  ialah perlunya sistem nilai Kristen. Sebagian besar dari kita
  langsung menanggapi pernyataan seperti itu dengan kalimat, "Yah,
  tentu saja saya memunyai sistem nilai Kristen!" Tetapi suatu sistem
  nilai tidak ada gunanya jika tidak diterapkan di dalam budaya dan
  rutinitas kehidupan sehari-hari yang kita jalani. Kita
  masing-masing harus memutuskan apa yang penting hari ini dalam
  situasi ini.

  Pemimpin Kristen harus sangat berhati-hati dalam memilih
  prioritasnya. Bila kita memunyai ambisi yang suci untuk unggul dan
  memuliakan Kristus, maka harus ada pemilihan dan penolakan, kemudian
  ada konsentrasi pada hal-hal yang sangat penting. Kita tidak dapat
  melakukan semuanya. Hal-hal yang tidak begitu penting harus
  ditinggalkan sehingga kita dapat mengerjakan hal-hal yang lebih
  besar.

  SISTEM NILAI KRISTEN

  Sistem nilai Kristen jelas merupakan satu hal yang didasarkan pada
  Alkitab. Bagaimana gaya hidup kita masing-masing tergantung pada
  karunia-karunia pribadi, komitmen, panggilan, dan situasi di mana
  Allah telah menempatkan kita. Tetapi ada beberapa hal pokok, dan ada
  beberapa prioritas dasar yang harus kita pertimbangkan.

  Sebagai orang Kristen, kita tahu bahwa sasaran akhir kita adalah
  untuk memberi kemuliaan kepada Allah dan menikmati Dia untuk
  selamanya. Tetapi dalam banyak kesempatan, di mana kita harus
  memberi kemuliaan kepada Allah, ada tingkat-tingkat prioritas
  tertentu, tingkat-tingkat komitmen tertentu yang kepadanya segala
  sesuatu bergantung.

  Komitmen kita yang pertama adalah kepada Allah melalui Kristus.
  Sebagian besar dari kita yakin bahwa kita telah membuat komitmen
  ini, tetapi ini adalah komitmen yang perlu ditekankan kembali setiap
  hari; untuk itu kita perlu mencari cara-cara baru untuk
  menjalankannya minggu demi minggu.

  Komitmen kita yang kedua adalah kepada tubuh Kristus. Yesus
  memandang bahwa ini begitu penting sehingga Ia menyebutnya sebagai
  perintah baru: "Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu
  supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu
  demikian pula kamu harus saling mengasihi. Dengan demikian semua
  orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau
  kamu saling mengasihi" (Yohanes 13:34-35).

  1 Yohanes 13:23 memberitahu kita bahwa ukuran dari perbuatan Kristen
  kita adalah kasih kita terhadap satu sama lain. Dalam doa-Nya di
  Yohanes 17, Kristus menyatakan bahwa dunia akan percaya bahwa Ia
  telah diutus oleh Bapa dengan melihat murid-murid-Nya menjadi satu,
  sama seperti Ia dan Bapa adalah satu (Yohanes 17:21).

  Komitmen yang ketiga adalah kepada pekerjaan Kristus, tugas yang
  telah Allah berikan kepada kita.

  Sangatlah mengejutkan bahwa sering kali, dari komitmen yang pertama,
  kita langsung beralih kepada komitmen yang ketiga dan melewatkan
  yang kedua. Tetapi surat-surat Perjanjian Baru berbicara jauh lebih
  banyak mengenai hubungan yang penuh kasih di dalam tubuh Kristus
  daripada mengenai pekerjaan Kristus. Perjanjian Baru berpendapat
  bahwa bila kasih ini ada, maka kesaksian dan pekerjaan akan maju
  terus. Pada kenyataannya, pernyataan Kristus kepada murid-murid-Nya
  dalam Kisah Para Rasul 1:8 yang sering dikutip itu tidak berkata
  bahwa "kamu harus menjadi saksi-saksi-Ku" atau "kamu dapat menjadi
  saksi-saksi-Ku". Ayat itu berkata, "Kamu akan menjadi saksi-Ku di
  Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung
  bumi."

  Kita melewatkan hal ini dalam menentukan prioritas-prioritas kita.

  MENENTUKAN PRIORITAS-PRIORITAS KRISTIANI

  Bila ketiga tingkat prioritas dasar itu benar, lantas bagaimana
  tingkat-tingkat tersebut menentukan perencanaan prioritas kita?
  Anggaplah bahwa Anda memunyai seluruh daftar sasaran, hal-hal yang
  ingin Anda lakukan, hal-hal yang Anda inginkan; berdasarkan ketiga
  tingkat prioritas ini, bagaimana Anda menjalankannya?

  Karena cara yang terbaik untuk mempertahankan prioritas Anda adalah
  mengisi daftar acara Anda dengan semua peristiwa yang memperlihatkan
  sasaran-sasaran Anda dalam hidup, maka bila acara Anda
  memperlihatkan prioritas-prioritas yang benar, Anda akan memperoleh
  pertahanan yang besar melawan segala sesuatu yang cenderung
  membelokkan Anda dari apa yang ingin Anda lakukan dan Anda inginkan.
  Jadi, bayangkanlah sejenak sementara Anda duduk, merencanakan acara
  untuk bulan-bulan mendatang, dan Anda akan mengisi acara itu
  berdasarkan prioritas-prioritas yang telah dibahas sebelumnya. Di
  mana Anda akan mulai? Kami yakin susunan daftar acara Anda akan
  seperti ini:

  1. Waktu bersama Allah. Waktu di mana Anda mencari Dia dalam
     penyembahan, doa, firman-Nya; waktu berprioritas utama yang harus
     ada. (Ingatlah bahwa bukan jumlah waktu, tetapi kualitas waktu
     Andalah yang penting!)

  2. Waktu bersama keluarga Anda. Bila prioritas umum kita yang kedua
     adalah prioritas untuk bersama-sama dengan tubuh Kristus, maka
     tentunya bagian yang terpenting dari tubuh itu adalah keluarga
     Anda. Waktu Anda membangun diri Anda ke dalam hidup mereka dan
     membiarkan mereka membangun diri mereka ke dalam hidup Anda. Hal
     ini harus mencerminkan waktu-waktu khusus bersama istri Anda,
     bersama anak-anak Anda, waktu untuk bermain, waktu untuk
     berbicara, waktu yang dianggap sama pentingnya (dan sering kali
     lebih penting!) dengan waktu-waktu yang lain.

  3. Waktu bersama keluarga Allah. Hal ini mencakup penyembahan, doa,
     dan persekutuan. Hal ini dapat dilakukan baik dengan sekelompok
     besar orang percaya maupun dengan kelompok-kelompok kecil.

  4. Waktu bagi diri Anda sendiri. Kapan Anda akan memunyai waktu
     untuk terbebas dari tekanan-tekanan? Apakah Anda memunyai waktu
     untuk bersepeda? Atau berenang? Atau membaca bacaan-bacaan
     santai? Harus ada waktu yang diluangkan dalam acara Anda, yang
     tidak Anda sadari hingga tiba waktunya Anda akan melakukan
     sesuatu dalam waktu itu, sesuatu yang mencerminkan kenyataan
     bahwa ada kebutuhan-kebutuhan mendasar yang Anda miliki sebagai
     seorang pribadi, kebutuhan-kebutuhan yang harus dipenuhi bila
     Anda ingin menjadi seorang pemimpin Kristen yang efektif.

  5. Waktu bagi orang lain. Waktu ini lebih utama daripada komitmen
     Anda kepada pekerjaan rutin Anda. Ini adalah pengakuan bahwa Anda
     berhubungan dengan orang lain dan Anda harus memunyai waktu bagi
     sasaran-sasaran mereka. Hal ini berarti akan ada kotak-kotak
     waktu di dalam acara Anda yang mungkin hanya akan berbunyi
     "orang lain".

  6. Waktu untuk berencana. Ini adalah salah satu hal dalam
     penjadwalan yang paling sering diabaikan. Yang penting bukan
     hanya meninjau kemajuan terhadap sasaran-sasaran, tetapi juga
     membuat rencana-rencana baru bagi kinerja yang akan datang. Hal
     ini mungkin harus ditinjau sedikit lebih lama setiap minggu dan
     malahan lebih lama lagi setiap bulan.

  7. Waktu bagi tugas-tugas yang telah ditentukan Allah bagi Anda. Hal
     ini biasa kita sebut sebagai "pekerjaan". (Istilah yang tidak
     cocok sama sekali!)

  PERTIMBANGAN-PERTIMBANGAN PRIORITAS

  Ada pertanyaan-pertanyaan tertentu yang harus ditanyakan dalam
  menentukan prioritas. Misalnya:

  1. Bagaimana mendesaknya hal ini? Apakah hal ini harus dikerjakan
     sekarang juga? Hari ini? Segera? Suatu hari nanti?

  2. Bagaimana pentingnya hal ini? Sangat? Cukup? Agak? Tidak begitu?

  3. Bagaimana seringnya hal ini harus dikerjakan? Setiap hari? Setiap
     minggu? Kadang-kadang?

  4. Dapatkan orang lain mengerjakannya dengan lebih efektif daripada
     saya? Tidak? Mungkin? Ya? (Bila ya, delegasikanlah.)

  5. Apakah ini bagian dari tugas atau sasaran yang lebih besar dari
     yang sedang saya tekuni?

  6. Apakah ini cara yang terbaik?

  Ingatlah perkataan mendiang Jendral Eisenhower, "Hal-hal yang
  mendesak jarang penting, hal-hal yang penting jarang mendesak!"

  Salah satu cara dalam memakai pertanyaan-pertanyaan ini adalah
  dengan membuat daftar periksa prioritas di mana Anda menuliskan
  sasaran pada sisi sebelah kiri dan kemudian menuliskan
  pertanyaan-pertanyaan di atas tersebut di bagian atas kertas itu.
  Ambillah sehelai kertas folio dan letakkan di sampingnya, kemudian
  cantumkanlah di bagian atas kertas itu: Sasaran, Kepentingan,
  Frekuensi, Delegasi, Sasaran Lebih Besar, Dampak, Cara Terbaik.

  Bagaimana Menetapkan Prioritas

  Anggaplah bahwa Anda telah menyusun sasaran Anda kepada Allah,
  kepada keluarga Allah, dan kepada pekerjaan Allah, bagaimana Anda
  dapat menetapkan prioritas-prioritas? Inilah beberapa cara.

  1. Susunlah semua sasaran Anda. Bawalah keluar di mana Anda dapat
     melihatnya dan mulailah mengevaluasinya.

  2. Pastikanlah bahwa setiap sasaran ini dapat diukur.

  3. Analisalah "mengapa"-nya dari setiap sasaran itu. Hapuslah
     sasaran-sasaran yang tidak memunyai dasar kekristenan atau yang
     tidak sesuai dengan keseluruhan sistem nilai Anda.

  Berdasarkan sistem nilai Anda dan analisis tadi, Anda mungkin ingin
  membagi daftar ini ke dalam A, B, C:

  A - hal-hal yang harus dikerjakan, atau yang sangat penting;
  B - hal-hal yang sebaiknya dikerjakan, atau agak penting; dan
  C - hal-hal yang dapat dikerjakan, tidak begitu penting.

  Kebaikan dari sistem A, B, dan C ini adalah bahwa sistem ini
  menolong Anda untuk mengenali bahwa sering kali tidak ada satu
  prioritas yang mencolok; mungkin ada empat atau lima "A".

  MEMPERTAHANKAN PRIORITAS-PRIORITAS ANDA

  Menentukan sasaran-sasaran dan menentukan kembali prioritas adalah
  suatu proses yang berlangsung terus-menerus. Peninjauan yang
  terus-menerus terhadap perencanaan Anda harus mencakup peninjauan
  yang terus-menerus terhadap sasaran-sasaran Anda, oleh karena itu,
  juga peninjauan yang terus-menerus terhadap prioritas-prioritas
  Anda.

  Segelintir orang yang tampaknya mengerjakan sejumlah hal yang
  menakjubkan, melakukan hal-hal itu satu demi satu. Mereka menentukan
  suatu jadwal prioritas. Hal ini berarti mereka juga dapat
  mengerjakan tugas itu dengan lebih cepat daripada mereka yang
  mencoba mengerjakan banyak hal sekaligus. Dengan kata lain, mereka
  berkonsentrasi, mereka menentukan prioritas dan mereka tetap
  berpegang pada itu semua.

  Bagaimanapun, bukanlah berapa banyak yang kita kerjakan yang
  penting, tetapi berapa banyak yang kita selesaikan.

  Diambil dan disunting seperlunya dari:
  Judul buku: Seni Manajemen bagi Pemimpin Kristen
  Judul asli buku: The Art Management for Christian Leaders
  Penulis: Ted W. Engstrom & Edward R. Dayton
  Penerjemah: Dra. Ny. Yap Wei Fong
  Penerbit: Yayasan Kalam Hidup, Bandung
  Halaman: 186 -- 192

==================================**==================================
KUTIPAN

     Bukanlah berapa banyak yang kita kerjakan yang penting, tetapi
                  berapa banyak yang kita selesaikan.

==================================**==================================
INSPIRASI

                       JADWALKAN PRIORITAS ANDA
                  Ditulis oleh: Sri Libe Suryopusoro

  Ketika saya keluar dari kantor, ada seorang teman yang mengajak saya
  berbicara. Baru saja, kami melihat pengumuman yang menyatakan bahwa
  transaksi hanya boleh dilakukan pada jam-jam tertentu. Alasannya
  sederhana, supaya bagian keuangan bisa mengatur pekerjaannya dengan
  baik. Mereka sering sekali direpotkan karena kami bisa datang kapan
  saja dan mau tidak mau mereka harus melayani transaksi kami. Mungkin
  mereka sudah mengevaluasi pekerjaan mereka sehingga dikeluarkanlah
  aturan baru -- jadwal pelayanan transaksi tersebut.

  Teman saya memberikan ide yang sangat brilian. "Kita harus
  memprioritaskan orang, bukan pekerjaan. Fokus kita adalah siapa yang
  kita layani, bukan berapa banyak pekerjaan yang harus diselesaikan."
  Intinya, dia menyarankan kita untuk lebih peduli pada orang, bukan
  pekerjaan yang sedang kita lakukan. Bukankah memang itu yang
  seharusnya kita lakukan?

  Penulis terkenal, Steven R. Covey, menuliskan, yang penting bukanlah
  membuat prioritas jadwal Anda, melainkan menjadwalkan prioritas
  Anda. Kita bukanlah membuat agenda-agenda yang memang prioritas di
  dalam kehidupan kita. Misalnya kita mendaftarkan "meeting",
  berbelanja, mengerjakan pekerjaan ini dan itu lalu kita membuat
  jadwalnya. Jika kita menyusun hal-hal yang harus kita kerjakan lalu
  menjadwalkannya, itu sama saja kita membuat prioritas jadwal kita.

  Cobalah kita ubah polanya. Kita membuat daftar hal-hal yang memang
  prioritas di dalam kehidupan kita. Misalnya, istri atau keluarga
  kita, barulah pekerjaan. Lalu hobi kita dan lainnya. Barulah kita
  memasukkan daftar prioritas itu ke dalam jadwal kita. Inilah yang
  dimaksud oleh teman saya; prioritas ke orang, bukan ke pekerjaan.
  Kita melihatnya bukan untuk kepentingan pekerjaan, tetapi
  orang-orang di belakang pekerjaan tersebut.

  Jika memang kita sangat sibuk melakukan pekerjaan di kantor,
  sedangkan istri atau keluarga kita sedang membutuhkan kita, lihatlah
  kembali, mana yang harus lebih diprioritaskan? Memang kita juga bisa
  melihat jenis pekerjaan yang sedang kita lakukan -- mana yang lebih
  penting dibandingkan lainnya. Namun, kita tetap harus melihat orang
  di balik pekerjaan tersebut. Kita harus mengingat, kita sedang
  melayani orang, bukan melayani pekerjaan.

  Jadwal memang sangat baik untuk kita buat. Saya pun membuatnya. Pada
  saat jam kerja, saya harus ada di kantor. Di luar jam kerja, tentu
  saja, sudah menjadi milik saya dan keluarga saya. Sering sekali saya
  memanfaatkannya dengan berjalan-jalan dengan istri saya. Atau
  terkadang saya membaca buku atau menonton TV. Sengaja saya tidak
  membawa pulang pekerjaan walaupun terkadang pekerjaan itu sangat
  penting. Saya juga mengizinkan diri saya untuk pulang terlambat jika
  memang ada yang harus saya selesaikan.

  Jadwal jangan sampai membuat diri kita lupa, siapa sebenarnya yang
  sedang kita layani. Ketika kita membuat prioritas, buatlah
  berdasarkan orang yang di belakang pekerjaan tersebut, bukan sekadar
  jenis pekerjaannya.

==================================**==================================
JELAJAH SITUS

                      CHRISTIAN LEADERS INSTITUTE

  Christian Leaders Institute adalah organisasi nirlaba yang -- sesuai
  dengan mottonya, berusaha  melengkapi, menggerakkan, dan menciptakan
  para pemimpin Kristen. Dalam situsnya ini, Anda dapat menyimak
  informasi mengenai kelas-kelas yang ada dan bagaimana Anda dapat
  ikut bergabung untuk belajar bersama dalam organisasi yang berdiri
  sejak tahun 2002 ini.

  Jika Anda tidak yakin dengan kualitasnya, Anda dapat menyimak
  kesaksian orang-orang yang sudah pernah mengikuti pendidikan yang
  disediakan oleh organisasi ini di halaman depan situs. Atau dengan
  terlebih dahulu mengunduh bahan pelajarannya di menu Admission.

  Nah, tunggu apa lagi? Jika Anda berminat, segera kunjungi situs ini
  untuk bergabung dan memberikan kontribusi.

  - http://www.homediscipleship.org/

  Oleh: Redaksi

==================================**==================================
STOP PRESS

  	      SITUS WANITA KRISTEN: WANITA DALAM KRISTUS
                      < http://wanita.sabda.org/ >

  Berbahagialah Anda, para wanita Kristen Indonesia, karena sebuah
  situs baru yang secara khusus ditujukan bagi Anda telah hadir, yakni
  situs Wanita Kristen. Situs yang diluncurkan oleh Yayasan Lembaga
  SABDA < http://www.ylsa.org/ > ini diharapkan dapat menjadi wadah
  untuk para wanita Kristen bertemu dan berbagi berkat, baik dengan
  saling bertukar bahan maupun bertukar pikiran. Mari, segeralah
  berkunjung ke alamat situs di atas karena kami jamin wawasan dan
  pengetahuan Anda pasti akan bertambah luas.

  Apakah ada banyak bahan yang bisa dibagikan? Ya, tentu saja! Situs
  Wanita Kristen menyediakan artikel, renungan, kesaksian, biografi,
  dan tips yang mengupas berbagai topik, yang semuanya sangat berguna
  untuk para wanita Kristen, di antaranya topik tentang keluarga,
  kesehatan, konseling, pernikahan, "single life", karier, kehidupan
  rohani, relasi, dan pengembangan diri. Selain itu, Anda juga diajak
  untuk saling berbagi, yakni dengan mengirimkan tulisan dan komentar,
  sehingga Anda pun dapat menjadi berkat bagi wanita lain.

  Guna menambah kreativitas Anda, silakan nikmati fasilitas sajian
  ayat hari ini, kata bijak, pencarian ayat, dan RSS, yang akan sayang
  sekali untuk dilewatkan. Nah, jangan tunda lagi! Kunjungilah dan
  berpartisipasilah di situs Wanita Kristen -- tempat yang tepat untuk
  para wanita Kristen saling menajamkan pikiran dan memperkuat iman.

  ==> http://wanita.sabda.org/

==================================**==================================
Berlangganan: subscribe-i-kan-leadership(at)hub.xc.org
Berhenti: unsubscribe-i-kan-leadership(at)hub.xc.org
Kontak e-Leadership: leadership(at)sabda.org
Arsip e-Leadership: http://www.sabda.org/publikasi/e-leadership/arsip
Situs Indo Lead: http://lead.sabda.org/
Network Kepemimpinan: http://www.in-christ.net/komunitas_umum/network_kepemimpinan

Kunjungi Blog SABDA di http://blog.sabda.org/
______________________________________________________________________
Redaksi e-Leadership: Dian Pradana dan Sri Setyawati
Kontributor: Sri Libe Suryopusoro
e-Leadership merupakan kerjasama antara Indo Lead, YLSA, dll.
Didistribusikan melalui sistem network I-KAN
Bahan ini dapat dibaca secara on-line di:
http://www.sabda.org/publikasi/e-leadership/
Copyright(c) 2009 oleh YLSA
http://www.ylsa.org/ ~~ http://katalog.sabda.org/
Rekening: BCA Pasar Legi Solo No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati
==================================**==================================

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org