Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://www.sabda.org/publikasi/e-leadership/41

e-Leadership edisi 41 (26-2-2009)

Putus Asa: Sebab dan Obatnya (II)

 



===========MILIS PUBLIKASI E-LEADERSHIP EDISI FEBRUARI 2009===========

                   PUTUS ASA: SEBAB DAN OBATNYA (II)

                     e-Leadership 41 -- 26/02/2009

  DAFTAR ISI
  EDITORIAL
  ARTIKEL: Bagaimana Menghadapi Keputusasaan
  KUTIPAN
  JELAJAH BUKU: Ciri Utama Kepemimpinan Sejati
  PERISTIWA
  STOP PRESS: Baru! Kumpulan Bahan Paskah di Situs "paskah.sabda.org"

==================================**==================================
EDITORIAL

  Pada edisi e-Leadership yang lalu, kita sudah mengenal penyebab 
  timbulnya putus asa dan cara-cara untuk mengatasi rasa putus asa 
  tersebut secara singkat. Nah, pada edisi kali ini, kami mengajak 
  Anda untuk menyimak bahasan lebih mendalam tentang bagaimana kita 
  dapat mengatasi keputusasaan, agar kita dapat menang saat ia 
  menyerang.

  Nehemia, merupakan figur yang sungguh tepat untuk diteladani ketika 
  kita diserang oleh rasa putus asa. Kami harap, uraian Charles R. 
  Swindoll tentang cara-cara Nehemia menghadapi rasa putus asa yang 
  sudah kami terjemahkan dan sajikan pada kolom Artikel di bawah ini, 
  dapat membantu Anda mengatasi rasa putus asa. Selain itu, simak juga 
  resensi buku berjudul "Ciri Utama Kepemimpinan Sejati" dalam kolom 
  Jelajah Buku.

  Selamat menyimak. Tuhan memberkati.

  Pimpinan Redaksi e-Leadership,
  Dian Pradana
  http://www.sabda.org/publikasi/e-leadership/
  http://lead.sabda.org/

==================================**==================================
ARTIKEL

                   BAGAIMANA MENGHADAPI KEPUTUSASAAN

  Membangun tembok Yerusalem bukanlah hal yang mudah. Rasa putus asa
  menjadi-jadi. Pastilah, Iblis juga sedang bekerja. Namun, Nehemia
  tidak mengabaikan rasa putus asa itu. (Anda tidak dapat mengabaikan
  rasa putus asa. Mengabaikannya layaknya mengabaikan ban kempes.
  Berdoalah semau Anda; berkendaralah ke mana pun Anda mau; ban kempes
  itu tidak akan terisi udara. Anda harus membetulkannya. Begitu pula
  rasa putus asa.)

  Nehemia menggulung lengan bajunya seperti seorang pemimpin yang baik
  dan menangani rasa putus asa itu. Saya menemukan lima teknik yang
  berhasil ia terapkan, yang masih relevan untuk diterapkan pada
  masa kini.

  1. Satukan usaha untuk satu tujuan.

  Hal pertama yang Nehemia lakukan adalah mempersatukan orang-orang
  untuk satu tujuan yang sama.

  "... maka aku tempatkan rakyat menurut kaum keluarganya dengan
  pedang, tombak dan panah di bagian-bagian yang paling rendah dari
  tempat itu, di belakang tembok, di tempat-tempat yang terbuka."
  (Nehemia 4:13)

  Hal itu penting. Para pembangun yang ada di seluruh Yerusalem 
  bekerja bersama dengan batu, air, dan semen, namun tidak terpisah 
  dari keluarganya. Nehemia mempersatukan mereka berdasarkan kelompok 
  keluarga dan setiap keluarga diberikan tujuan yang sama --
  melindungi diri. Ia mengalihkan perhatian mereka, dari diri sendiri 
  kepada musuh mereka, dari rasa mengasihani diri kepada tujuan 
  menjaga diri. Ia mempersatukan orang-orang dan hal itu membesarkan 
  hati mereka yang sedang patah semangat.

  Rumah harus menjadi sumber dasar motivasi. Para pekerja Nehemia 
  mengalami patah semangat. Ia berkata, "Ayo, berkumpul menurut 
  keluarga. Kalian di sini; kamu dan keluarga di sana ...." Nehemia 
  membentuk mereka menjadi kesatuan-kesatuan.

  Perhatikan apa yang terjadi dalam proses mempersatukan orang-orang
  itu: Nehemia berhenti bekerja. Terkadang, hal terbaik yang dapat
  Anda lakukan saat Anda putus asa adalah dengan berdiam diri. Ada
  sebuah ungkapan Yunani kuno yang mengatakan, "Anda akan mematahkan
  busur jika Anda terus memakainya." Seberapa kencang lengkungan busur
  Anda? Kapan terakhir kalinya Anda merenggangkan busur itu dan tidak
  memakainya selama beberapa hari?

  Saya rasa kita semua rajin dan tekun dalam bekerja, namun kerja yang 
  berlebihan tidak akan menciptakan pemimpin terbaik. Ambillah waktu 
  untuk berdiam diri sejenak!

  Nehemia berhenti bekerja dan berkata, "Mari berkumpul sebagai
  keluarga." Hal tersebut akan memberi banyak manfaat untuk
  mengatasi rasa putus asa.

  2. Arahkan perhatian Anda kepada Tuhan.

  Kemudian, ia mengalihkan perhatian mereka kepada Tuhan (ayat 14).
  Mereka melihat kepada sampah. Mereka harus melihat kepada Tuhan.

    "Kuamati semuanya, lalu bangun berdiri dan berkata kepada para
    pemuka dan para penguasa dan kepada orang-orang yang lain:
    "Jangan kamu takut terhadap mereka! Ingatlah kepada Tuhan yang
    maha besar dan dahsyat ...."

  Perhatikan, ia mengambil inisiatif. Itu adalah tugas dasar seorang
  pemimpin! Frasa, "Ingatlah kepada Tuhan," memang bagus, namun
  bagaimana Anda melakukannya? Anda dapat mulai melakukannya dengan
  mengingat hal-hal yang pernah Tuhan katakan. Ingat saja beberapa
  pernyataan yang telah Tuhan nyatakan. Misalnya,

    "Yang hatinya teguh Kaujagai dengan damai sejahtera, sebab
    kepada-Mulah ia percaya. Percayalah kepada TUHAN selama-lamanya
    ...." (Yesaya 26:3-4)

  Atau,

    "Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi
    nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa
    dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang
    melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam
    Kristus Yesus." (Filipi 4:6-7)

  Anda mengingat Tuhan dengan mengingat apa yang Tuhan telah katakan.
  Ingatlah sekarang lima atau enam janji yang Tuhan berikan. Saat
  setan menyerang, apakah Anda sudah siap dengan senjata yang Anda
  miliki -- pedang Roh, firman Tuhan? Orang Kristen harus tahu apa
  yang Tuhan telah katakan.

  Anda dapat mengingat Tuhan dengan mengingat siapa Dia. Kapan
  terakhir kalinya Anda merenungkan kehebatan Tuhan? Mungkin saat Anda
  tidur telentang sambil melihat bintang. Apakah Anda pernah pergi ke
  tempat sepi untuk bersaat teduh? Hal itu sering kali membantu
  menyingkirkan kabut dan memampukan pikiran untuk memperbaharui
  pegangannya kepada karakter Tuhan. Yang sama pentingnya adalah
  persekutuan orang-orang Kristen. Persekutuan adalah tempat untuk
  berbagi tentang Tuhan, mengungkapkan kehebatan-Nya.

  Nehemia berkata kepada pengikutnya, "Kalian memandang pada sampah,
  puing-puing dan proyek individu kalian sendiri. Arahkan pandangan
  kalian kepada Tuhan." Orang yang berputus asa memikirkan satu hal --
  dirinya sendiri. Orang-orang yang membangun tembok Yerusalem itu
  juga demikian.

  Jadi, Nehemia menyatukan mereka untuk satu tujuan yang sama. Itu
  artinya ia harus menghentikan proses kerja dan mengurus mereka
  sendiri. Lalu ia mengarahkan perhatian mereka kepada Tuhan.

  3. Jaga Keseimbangan Pikiran dan Perbuatan

  Apa yang selanjutnya Nehemia lakukan dalam usahanya mengatasi rasa
  putus asa? Ia mendorong orang-orang Yehuda untuk menjaga
  keseimbangan. Ia mendorong mereka untuk bergerak. "Sekarang kamu
  harus berperang," perintahnya. "Ada pekerjaan yang harus dilakukan.
  Hunus pedangmu!" Nehemia 4:14 mengatakan:

  "... berperanglah untuk saudara-saudaramu, untuk anak-anak lelaki
  dan anak-anak perempuanmu, untuk isterimu dan rumahmu."

  Lihat ayat 15 dan 16:

  "Ketika didengar musuh kami, bahwa rencana mereka sudah kami ketahui
  dan bahwa Allah telah menggagalkannya, maka dapatlah kami semua
  kembali ke tembok, masing-masing ke pekerjaannya. Sejak hari itu
  sebagian dari pada anak buahku melakukan pekerjaan, dan sebagian
  yang lain memegang tombak, perisai dan panah dan mengenakan baju
  zirah, sedang para pemimpin berdiri di belakang segenap kaum
  Yehuda."

  Ayat 17 menambahkan:

  "... yang membangun di tembok. Orang-orang yang memikul dan
  mengangkut melakukan pekerjaannya dengan satu tangan dan dengan
  tangan yang lain mereka memegang senjata."

  Saudaraku, itu adalah fakta dasar kehidupan orang Kristen. Saya 
  sangat khawatir dengan orang Kristen yang tidak pernah melakukan 
  apapun selain berperang, begitu juga dengan orang Kristen yang 
  mengatakan bahwa tidak pernah ada alasan untuk berjuang. Saya 
  sungguh setuju dengan filosofi keseimbangan hidup yang mendorong 
  adanya pembangunan dan peperangan.

  Sebagian besar penutur bahasa Inggris, termasuk saya, memiliki 
  Alkitab bahasa Inggris karena seseorang yang bernama John Wycliffe. 
  Ia dikenal bukan hanya sebagai pembangun, memproduksi Alkitab dalam 
  bahasa Inggris pertama, namun juga seorang pejuang. Sungguh seorang 
  pemimpin yang luar biasa! Saat ia meninggal, lawannya membakar 
  tulangnya dan menghamburkannya di Sungai Thames, London. "Kita 
  menyingkirkan Wycliffe selamanya!" Mungkin begitulah yang musuhnya 
  pikir. Mereka salah. Hasil usahanya -- Alkitab berbahasa Inggris --
  ada bersama-sama dengan kami sekarang karena ia lebih dari sekadar 
  berjuang. Ia setia melakukan tugasnya.

  Ingat John Bunyan -- pejuang dan pembangun. Mereka menjebloskannya 
  ke penjara tiga kali, berpikir bahwa hal tersebut dapat 
  membungkamnya. Namun, ia malah menulis "The Pilgrim`s Progress", 
  buku yang paling disukai kedua di kalangan orang Kristen. Anda 
  lihat, ia lebih dari sekadar berjuang. Dengan membuat investasi 
  pribadi raksasa, kebenaran "The Pilgrim`s Progress" diuraikan secara 
  terperinci untuk mendapatkan keuntungan jutaan dolar selama beberapa 
  generasi. Sungguh merupakan keseimbangan yang sangat indah!

  Berjagalah melawan pengajaran yang tidak kentara, yang menyatakan 
  bahwa Tuhan melakukan segala sesuatu dan Anda tidak perlu ikut 
  campur. Alkitab terus mendesak kita agar berdiri, bertahan dalam 
  iman, kuat dalam peperangan, dan menjadi prajurit yang baik. Namun, 
  kita harus menyeimbangkan iman dan tindakan.

  4. Menentukan Tempat Peraduan

  Hal keempat yang Nehemia lakukan adalah menyediakan tempat peraduan. 
  Akan saya jelaskan maksudnya. Nehemia menulis di ayat 19:

    "Berkatalah aku kepada para pemuka dan para penguasa dan kepada 
    orang-orang yang lain: "Pekerjaan ini besar dan luas, dan kita 
    terpencar pada tembok, yang satu jauh dari pada yang lain."

  Lalu di ayat 20 kita dapat melihat sebuah tempat pertemuan.

    "Dan kalau kamu mendengar bunyi sangkakala di suatu tempat, 
    berkumpullah ke sana mendapatkan kami. Allah kita akan berperang 
    bagi kita!"

  Apakah tempat perkumpulan itu? Pertama, itu adalah suatu tempat, 
  namun itu juga menyatakan sebuah prinsip. Tempat di mana suara 
  trompet berasal. Nehemia memerintahkan, "Di mana pun kalian 
  mendengar suara trompet, berkumpullah ke tempat di mana peniup 
  trompet itu berdiri." Prinsipnya: Jangan mencoba berjuang sendiri.

  Prinsip itu masih benar sampai sekarang; kita membutuhkan tempat
  peraduan. Kita membutuhkan teman dekat, seseorang yang kepadanya
  kita bersandar saat serangan datang menyerang. Jangan mencoba
  memeranginya sendiri. Kita semua tidak boleh berkata, "Saya tidak
  butuh orang lain." Hal itu menyimpang dari ajaran Kristen. Respons
  seorang anak Tuhan yang sehat adalah, "Mustahil saya melakukannya
  sendiri. Tapi, oh Tuhan, jika Engkau memberikanku kekuatan-Mu
  melalui Roh-Mu dan menghubungkan aku dengan saudara-saudari dalam
  sebuah keluarga yang dapat mendorongku dan kudorong, aku akan berada
  dekat dengan Engkau sampai ujian yang terakhir."

  Apakah ada ayat Alkitab yang mendukung hal ini? Sesungguhnya ada! 
  Saat Elia diburu oleh Izebel, ia berlari di bawah sebuah pohon di 
  hutan belantara dan berkata, "Cukuplah itu! Sekarang, ya TUHAN, 
  ambillah nyawaku, sebab aku ini tidak lebih baik dari pada nenek 
  moyangku." Apa yang Tuhan lakukan? Ia membawa makanan, dan Elia 
  diberi makan dan disokong oleh makanan itu selama 40 hari 40 malam.

  Apa yang terjadi selanjutnya, Tuhan berkata, "Elia, bangunlah. Kamu 
  tidak sendirian, Elia." Dan Ia memberi Elia seorang rekan bernama 
  Elisa. Yang indah dari kisah itu adalah bahwa kejadian ini menandai 
  saat di mana Elia benar-benar mulai melayani. Ia telah menemukan 
  tempat peraduan. Tuhan memberinya seorang teman yang dapat ia 
  percaya (hal ini sangat penting), yang dengannya ia dapat berbagi 
  dan meringankan kesendiriannya.

  Saat Daud dicemburui Saul, Tuhan memberinya seorang teman. Yonatan
  dan Daud saling mengasihi karena ikatan yang luar biasa; jiwa mereka
  melebur menjadi satu. Rasa putus asa jarang membuat Daud menjadi
  lemah karena kehadiran sahabatnya itu.

  Apakah Anda memiliki orang seperti itu? Jika tidak, temukanlah. 
  Carilah dan berdoalah agar Anda memiliki seorang teman seperti itu. 
  Jangan menyerah sampai Anda mampu mengaitkan jiwa Anda dengan 
  seseorang yang memiliki semangat yang sama, yang peduli terhadap 
  jiwa dan kebutuhan Anda. Anda memerlukan seseorang sebagai tempat 
  peraduan Anda. Nehemia mengatakan, "Dan kalau kamu mendengar bunyi 
  sangkakala di suatu tempat, berkumpullah ke sana mendapatkan kami 
  ...." Itulah tempat kekuatan kita.

  5. Mengembangkan sikap saling melayani.

  Hal kelima dan terakhir yang Nehemia lakukan untuk menghilangkan 
  semua tanda putus asa di antara pengikutnya adalah dengan 
  mengembangkan sikap saling melayani. Ayat 21 dan 22 menunjukkannya:

    "Demikianlah kami melakukan pekerjaan itu, sedang sebagian dari
    pada orang-orang memegang tombak dari merekahnya fajar sampai
    terbitnya bintang-bintang. Pada waktu itu juga aku berikan
    perintah kepada rakyat: "Setiap orang dengan anak buahnya harus
    bermalam di Yerusalem, supaya mereka mengadakan penjagaan bagi
    kami pada malam hari, dan melakukan pekerjaannya pada siang hari."

  Intinya, Nehemia mengatakan, "Hei, kami perlu bantuan. Saya
  memintamu untuk saling membantu dan melayani. Kami tidak dapat
  menangani hal ini sendiri." Pada hari-hari berikutnnya yang semakin
  penuh dengan tekanan, menurut ayat 23, mereka bahkan tidak memiliki
  waktu untuk berganti baju! Saat yang lain mandi, yang lainnya
  bertugas. Mereka saling melayani.

  Apakah Anda ingin tahu rasanya menderita? Jadilah seperti almarhum 
  Howard Hughes; hidup hanya untuk diri sendiri. Menyimpan semua kasih 
  untuk diri sendiri. Hanya memikirkan kebutuhan, hasrat, keinginan, 
  dan kesenangan diri sendiri. Tidak mau mengasihi dan dikasihi.

  Sejauh manakah Anda terlibat dalam kehidupan orang lain? Minggu ini,
  seberapa banyak dari hidup Anda akan Anda habiskan untuk melayani
  orang lain? Atau Anda hanya melayani diri sendiri? Setiap kita
  seharusya merenungkan kehidupan kita yang singkat, mencatat
  investasi pribadi kita dalam kehidupan orang lain.

  Apakah Anda ingin tahu bagaimana caranya agar Anda tidak merasa
  tidak berguna setelah Anda pensiun? Tetap perhatikan kebutuhan orang
  lain.

  Ada seorang wanita di kantor kami yang mengabdikan dirinya untuk
  melayani sesama. Ia kehilangan suaminya pada tahun 1946, dan sejak
  itu ia menjadi wanita paling sibuk yang pernah saya lihat.
  Pelayanannya bagi gereja dan komunitas luar biasa besarnya. Bahkan
  pada masa tuanya, ia bekerja sebagai tenaga sukarela bagi komunitas
  penderita kanker, bekerja di lembaga bantuan wanita, melakukan
  kegiatan masyarakat, membantu rumah sakit lokal, dan masih banyak
  lagi. Ia terlibat dalam kehidupan orang lain. Dan ia tidak pernah
  tua. Saya tidak pernah melihatnya patah semangat.

  Masa pensiun di Amerika berarti: "Jangan ganggu aku. Aku tidak punya 
  waktu untuk orang lain." Saya usulkan sebuah alternatif. Pikirkan 
  pelayanan seperti apa yang Tuhan dapat berikan kepada Anda setelah 
  Ia membebaskan (melalui pensiun) Anda dari pekerjaan rutin dunia dan 
  menggunakan Anda sebagai pelayan.

  Nehemia berkata, "Jangan duduk-duduk saja dan mementingkan diri 
  sendiri. Kita semua butuh pertolongan. Mari saling menolong dan 
  melayani."

  Bukankah itu esensi kekristenanan? Akankah saya mengesampingkan 
  kepentingan pribadi saya?

  Keputusasaan sesungguhnya adalah suatu penyakit dalam. Penyakit ini 
  mulai menjangkit dari bakteri keraguan diri. Melalui rasa takut dan 
  pikiran negatif yang berlebihan, bakteri itu mulai tumbuh dan 
  berkembang biak. Segera kita kehilangan arah, kita menjadi lemah, 
  dan kita lari dan sembunyi. Saat hal itu berlanjut, kita menjadi 
  benar-benar menjadi tidak berguna dan benar-benar kalah. Kita 
  menjadi mangsa yang empuk bagi musuh jiwa kita, yang mengambil 
  otoritas atas jiwa kita dan menghapus semua usaha kita. Hal ini 
  dapat terjadi hanya dalam waktu semalam.

  Lihat kembali lima teknik yang Nehemia pakai untuk memerangi
  keputusasaan di kamp Yerusalem kuno. Metodenya tidak akan pernah
  ketinggalan zaman.

  Rasa putus asa mungkin sulit diatasi, namun bukannya tidak mungkin 
  untuk diatasi. Ingat, keputusasaan bukanlah penyakit yang mematikan. 
  (t/Dian)

  Diterjemahkan dan disesuaikan dari:
  Judul buku: Hand Me Another Brick
  Judul asli artikel: How Can We Deal With Discouragement
  Penulis: Charles R. Swindoll
  Penerbit: Thomas Nelson Publishers, New York 1978
  Halaman: 89 -- 97

==================================**==================================
KUTIPAN
                Rasa kecil hati sering kali muncul
              sesaat sebelum kesuksesan besar tercapai.

==================================**==================================
JELAJAH BUKU

                     CIRI UTAMA KEPEMIMPINAN SEJATI

  Penulis: Sudomo, D.Min.
  Penerbit: Penerbit ANDI, Yogyakarta 2005
  Ukuran buku: 12 x 17 cm
  Tebal: 121 halaman

  Pada dasarnya, setiap orang diberikan Allah kemampuan untuk menjadi 
  pemimpin, bukan? Setidaknya menjadi pemimpin bagi diri sendiri. 
  Namun demikian, kita juga bisa menjadi pemimpin yang sejati dan 
  bertanggung jawab bagi orang lain. Sesungguhnya, gereja pun 
  menanti-nantikan seorang pemimpin yang berkarakter hamba, yang mau 
  melayani, dan berkarakter gembala, yang mau mengayomi. Sebab 
  pemimpin yang demikian cenderung tidak mengutamakan diri sendiri, 
  memiliki belas kasih, menjaga hubungan tetap harmonis, teguh hati, 
  dan sebagainya.

  Buku ini disusun untuk menyuarakan krisis kepemimpinan yang terjadi 
  di negara kita. Sudomo, D.Min. adalah seorang aktivis kepemimpinan 
  dari berbagai organisasi dan pelayanan, yaitu sebagai manajer 
  pelayanan radio dan kaset di Manila dan manajer pengembangan jemaat 
  yang bekerja sama dengan gereja-gereja di Korea Selatan.

  Buku ini menyoroti prinsip dan karakter dasar dari kepemimpinan 
  sejati yang bisa memberi inspirasi bagi Anda -- para pemimpin, calon 
  pemimpin, atau siapa pun Anda yang rindu menjadi pemimpin sejati 
  yang berpengaruh bagi komunitas Anda. Buku ini juga memuat 
  teori-teori dasar kepemimpinan yang alkitabiah. Di mana gagasan yang 
  ada diutarakan dengan bahasa yang sederhana dan tak bertele- tele. 
  Hal itu, dilengkapi dengan ilustrasi nyata, menjadikan buku ini 
  pantas untuk dimiliki dan dipelajari. Ukurannya yang tidak tebal 
  memudahkan kita membawa buku ini ke mana pun kita pergi. Selain itu, 
  banyak juga referensi yang digunakan dalam buku ini, sehingga para 
  pembaca yang ingin mendapat informasi lebih luas mengenai suatu hal, 
  bisa mendapatkan sumbernya dengan mudah. "Ciri Utama Kepemimpinan 
  Sejati" adalah buku yang aspiratif bagi kita untuk berlatih menjadi 
  pemimpin yang sejati. Selamat membaca!

  Ditulis oleh: Sri Setyawati

==================================**==================================
PERISTIWA

  26 Februari ...
  1. 1797 - Bank of England menerbitkan uang kertas satu pound
     pertama.
  2. 1991 -- Tim Berners-Lee memperkenalkan WorldWideWeb, browser web
     pertama.
  3. 1998 - Shirley Ardell Mason, wanita dengan 16 kepribadian,
     meninggal.

Sumber: http://id.wikipedia.org/

==================================**==================================
STOP PRESS

        BARU! KUMPULAN BAHAN PASKAH DI SITUS "PASKAH.SABDA.ORG"

  Yayasan Lembaga SABDA (YLSA) kembali meluncurkan sebuah situs baru
  yang kami yakin akan menjadi berkat, khususnya menjelang perayaan
  Paskah di bulan April 2009 yang akan datang. Sesuai dengan isinya,
  yakni berbagai jenis bahan seputar Paskah yang pasti akan berguna
  bagi Anda dalam menyiapkan perayaan Paskah, maka situs ini kami
  sebut "paskah.sabda.org".

  Situs "paskah.sabda.org" adalah satu-satunya situs berbahasa
  Indonesia yang menyediakan bahan Paskah yang sangat lengkap, di
  antaranya: artikel Paskah, drama Paskah, renungan Paskah, bahan
  mengajar Paskah, kesaksian Paskah, khotbah audio Paskah, puisi
  Paskah, resensi buku Paskah, ulasan situs Paskah, tips Paskah, humor
  Paskah, lagu Paskah, gambar Paskah, dan kartu Paskah.

  Situs "paskah.sabda.org" juga dirancang sedemikian rupa agar setiap
  pengunjung bisa ikut berpartisipasi dengan mengirimkan renungan,
  artikel, atau juga blog Paskah untuk bisa saling berbagi berkat
  dengan pengunjung yang lain. Fasilitas forum juga tersedia di situs
  ini sehingga pengunjung bisa ikut berdiskusi seputar topik Paskah.
  Keistimewaan lain dari situs ini adalah disediakannya fasilitas
  mengirimkan ucapan selamat Paskah untuk teman seiman dan pengunjung
  yang lain.

  Jadi, tunggu apa lagi? Segera kunjungi situs "paskah.sabda.org"!
  Mari berbagi berkat pada hari peringatan pengorbanan Yesus di kayu
  salib. Kemenangan-Nya atas maut, patut kita rayakan dan peringati
  karena Dialah Allah yang patut kita sembah.

  ==> http://paskah.sabda.org/

==================================**==================================
Berlangganan: subscribe-i-kan-leadership(at)hub.xc.org
Berhenti: unsubscribe-i-kan-leadership(at)hub.xc.org
Kontak e-Leadership: leadership(at)sabda.org
Arsip e-Leadership: http://www.sabda.org/publikasi/e-leadership/arsip/
Situs Indo Lead: http://lead.sabda.org/
Network Kepemimpinan: http://www.in-christ.net/komunitas_umum/network_kepemimpinan
______________________________________________________________________
Redaksi e-Leadership: Dian Pradana dan Sri Setyawati
e-Leadership merupakan kerjasama antara Indo Lead, YLSA, dll.
Didistribusikan melalui sistem network I-KAN
Bahan ini dapat dibaca secara on-line di:
http://www.sabda.org/publikasi/e-leadership/
Copyright(c) 2009 oleh YLSA
http://www.ylsa.org/ ~~ http://katalog.sabda.org/
Rekening: BCA Pasar Legi Solo No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati
==================================**==================================

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org