Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-konsel/211

e-Konsel edisi 211 (1-7-2010)

Mengenal dan Membimbing Anak Prasekolah

______________________________e-KONSEL________________________________

        Milis Publikasi Elektronik Pelayanan Konseling Kristen
______________________________________________________________________

EDISI 211/1 Juli 2010

Daftar Isi:
  = Pengantar: Menolong Anak Menyongsong Masa Depan
  = Cakrawala : Mengenal Anak Prasekolah (Usia 3 -- 6 Tahun)
  = Tips (1): Memahami Bagaimana Anak-Anak Prasekolah Menghadapi
              Tekanan
  = Tips (2): Menolong Anak Prasekolah yang Berkebutuhan Khusus

PENGANTAR ____________________________________________________________

  Salam kasih,

  Bulan Juli merupakan bulan yang istimewa bagi anak-anak Indonesia.
  Pemerintah telah menetapkan tanggal 23 Juli sebagai Hari Anak
  Indonesia. Setiap tahun pemerintah mengagendakan sejumlah acara
  untuk memperingati acara tersebut. Publikasi e-Konsel pun tidak
  ingin ketinggalan untuk meramaikan Hari Anak Nasional yang tahun ini
  bertema: "Anak Indonesia Belajar untuk Masa Depan". Sepanjang bulan
  Juli, redaksi e-Konsel -- yang baru saja berganti formasi --
  menyajikan tema Konseling Anak, secara khusus akan membahas seputar
  anak prasekolah dan anak usia sekolah dasar.

  Sebagai orang dewasa, kita harus menjadi penolong bagi setiap anak
  untuk menyongsong masa depannya yang cerah. Banyak masalah yang
  mengiringi tahap-tahap pertumbuhan mereka. Campur tangan orang tua,
  guru, maupun orang dewasa yang lain sangat mereka butuhkan untuk
  menolong mengatasi setiap permasalahan tersebut, diawali dengan
  mengenal permasalahan-permasalahan apa yang biasanya dialami
  anak-anak. Oleh karena itu, kami persembahkan kepada seluruh
  Pelanggan e-Konsel edisi perdana bulan Juli 2010 ini artikel-artikel
  yang dapat membantu Anda mengenal perkembangan anak usia prasekolah,
  masalah-masalah yang biasanya mereka alami, serta bagaimana membantu
  mereka mengatasi masalah tersebut. Selamat menyimak.

  Pimpinan Redaksi e-Konsel,
  Davida Welni Dana
  < evie(at)in-christ.net >
  http://c3i.sabda.org
  http://fb.sabda.org/konsel

CAKRAWALA ____________________________________________________________

             MENGENAL ANAK PRASEKOLAH (USIA 3 -- 6 TAHUN)

  Emosi anak-anak prasekolah diungkapkan secara bebas. Dalam usia 3
  tahun, anak-anak mengalami banyak rasa takut -- terhadap binatang,
  monster dan mungkin juga terhadap "serigala besar yang jahat".
  Karena mereka memunyai kesulitan untuk membedakan antara fakta
  dengan khayalan, mereka perlu diyakinkan berulang-ulang oleh orang
  tua mereka. Anak usia prasekolah juga sering merasa khawatir, iri
  hati, ingin tahu, senang, dan sayang.

  Orang tua seharusnya memperkenalkan anak-anak prasekolah dengan
  anak-anak seusianya. Dalam usia 3 tahun, anak-anak jarang
  berinteraksi dengan anak-anak lain yang bermain di ruangan yang
  sama. Namun, permainan paralel semacam itu akan segera berakhir
  ketika anak-anak mulai berinteraksi. Akhirnya, anak-anak prasekolah
  tidak terlalu berpusat pada diri sendiri lagi dan belajar untuk
  merasa empati pada orang lain. Pada tahap ini, sebuah taman
  kanak-kanak dengan staf pengajar yang bagus bisa memberi fasilitas
  untuk perkembangan sosial. Selama 2 atau 3 hari seminggu jauh dari
  ibunya akan berakibat positif bagi anak-anak dan memberi kesempatan
  kepada ibu untuk beristirahat. Collins (1971, 50) menyatakan bahwa
  permainan pada masa anak-anak memberi kesempatan untuk menyalurkan
  energi; memberikan stimulasi yang diperlukan; membantu anak-anak
  mengembangkan keterampilan motorik; dan memampukan anak-anak untuk
  memerankan dan belajar memahami peranan orang dewasa. Antara usia 3
  sampai 6 tahun, anak-anak menambah ribuan kata dalam kosakata mereka
  dan mulai bernalar dengan konkret. Namun, mereka tetap hidup dalam
  dunia yang kecil. Mereka masih berpikir bahwa sebagian besar
  peristiwa pada satu segi berpusat pada mereka, dan bahwa hampir
  semua orang melihat sesuatu seperti cara mereka.

  Selama masa-masa yang penting ini, anak-anak mengambil langkah besar
  untuk bersikap mandiri. Mereka belajar makan sendiri dan
  memotong-motong makanan mereka sendiri di piringnya. Mereka mulai
  berpakaian sendiri, biasanya dengan petunjuk orang tua tentang apa
  yang harus dipakai dan bukan tentang bagaimana memakainya. Mereka
  sudah terlatih menjaga kebersihan, menggunakan kamar mandi jika
  mereka membutuhkan, dan setelah itu membersihkan diri sendiri.
  Mereka tidak lagi terlalu bergantung pada ibu mereka secara sosial
  karena mereka mulai memunyai banyak teman.

  Tahun-tahun prasekolah merupakan masa-masa ketika identitas seksual
  diteguhkan. Anak-anak membutuhkan orang tua yang sejenis untuk
  mengidentifikasikan diri dan menolong sebagai figur teladan. Waktu
  yang dihabiskan dengan anak-anak prasekolah harus kuantitatif dan
  kualitatif. Meskipun orang tua harus menghindari tugas-tugas
  peniruan, meminta anak laki-laki membantu ayah mereka mengerjakan
  tugas yang biasa dikerjakan kaum pria, dan anak perempuan membantu
  ibu mereka akan membantu proses identifikasi seksual.

  Selama tahun-tahun ini, pada umumnya anak-anak melalui tahap
  pemikiran bahwa mereka akhirnya akan menggantikan orang tua dan
  menikah seperti orang tuanya. Orang tua harus memberikan kehangatan
  dan kasih sayang kepada anak laki-laki dan perempuan, tetapi mereka
  harus menghindari stimulasi yang berlebihan terhadap anak-anak
  prasekolah. Anak-anak yang lebih muda bisa saja akan terus mengikuti
  orang tua mereka ketika berpakaian, menggunakan toilet, atau mandi,
  dan bahkan tidur di tempat tidur yang sama. Orang tua harus dengan
  lembut tetapi tegas meminta mereka menghentikan kegiatan itu.
  Anak-anak prasekolah biasanya tidak akan terlalu keberatan, dan akan
  menuntut privasi mereka sendiri.

  Masalah Umum Anak Masa Prasekolah

  Kemarahan

  Banyak anak prasekolah yang mengungkapkan kemarahan secara
  tiba-tiba. Dalam hal ini orang tua jangan memberikan apa yang diminta
  anak sebagai tanggapan terhadap kemarahannya itu, sebab hal itu akan
  dipandang anak sebagai pahala. orang tua harus mengabaikan kemarahan
  pertama anak. Jika usaha ini tidak berhasil untuk meredakan
  kemarahannya, orang tua perlu berbicara dengan tegas. Dalam beberapa
  kasus anak perlu dipukul.

  Cacat

  Sikap orang tua dan perkembangan anak secara umum bisa sangat
  dipengaruhi oleh kondisi cacat (Bentovim, 1972). Anak cacat bisa
  menjadi terlalu bergantung dan menarik diri. orang tua dan anggota
  keluarga lainnya yang merasa kasihan terhadap anak itu mungkin akan
  membiarkan anak itu bersikap begitu, tetapi hal itu akan menimbulkan
  masalah perilaku. Anak yang cacat harus didorong untuk sebisa
  mungkin mandiri, tanpa menyangkal kondisi cacatnya.

  Kegemukan

  Kegemukan menghancurkan citra diri anak dan membuatnya diejek
  teman-temannya, jadi orang tua harus mencegah masalah itu dengan
  risiko apa pun. Memberi anak terlalu banyak makanan, kemudian
  meminta mereka "untuk membersihkan piringnya" bisa menyebabkan
  kegemukan.

  Mengompol

  Masalah ini biasa untuk anak masa prasekolah, tetapi itu akan
  menjadi masalah besar jika masih berlanjut sampai masa sekolah.
  Kurang lebih 16 persen anak-anak kadang-kadang masih mengompol
  setelah berumur 5 tahun (Rae-Grant, Carr, dan Berman, 1983, 181).
  orang tua tidak boleh mengolok-olok anak yang masih mengompol;
  sebaliknya orang tua sebaiknya menyuruh anak itu untuk membersihkan
  tempat tidurnya setiap kali hal itu terjadi.

  Buang Air Besar di Celana -- Enkopresis

  Seperti halnya mengompol, hal ini juga merupakan hal yang normal
  untuk anak masa prasekolah. Jika hal ini terus berlanjut setelah
  umur 4 tahun, orang tua bisa melakukan konsultasi dengan ahli
  psikologi. Kadang-kadang, mengompol atau buang air besar di celana
  merupakan masalah medis yang bisa diobati dengan obat-obatan
  tertentu.

  Menggigit Jari

  Anak yang masih suka menggigit jari pada usia ini merupakan hal yang
  normal. Untuk menghilangkan kebiasaan ini, anak perlu ditawari
  hadiah; namun hukuman untuk hal ini tidak disarankan.

  "Gerenyet"

  Perilaku seperti gerakan tiba-tiba yang tidak pantas, seperti
  mengedipkan mata dan berdehem terus-menerus disebut gerenyet. Anak
  yang memiliki perilaku seperti ini mungkin memerlukan konseling
  karena perilaku ini biasanya disebabkan oleh konflik emosional yang
  mendasarinya. Gerenyet tersebut akan hilang dengan sendirinya jika
  konflik tersebut diselesaikan (Freedman, Kaplan, dan Saddrock, 1975,
  1398-1399). Pengobatan mungkin juga dapat dipakai untuk mengatasi
  masalah itu sementara.

  Gagap

  Gagap pada anak prasekolah dipandang normal dan biasanya akan hilang
  saat anak itu berumur 6 tahun. Gagap biasanya disebabkan oleh
  ketidakmatangan neurologis. orang tua sebaiknya mengabaikan hal ini
  kecuali hal itu berlanjut sampai masa sekolah. Makin banyak diberi
  perhatian, masalah ini justru makin bertambah parah.

  Rasa Takut dan Masalah Tidur

  Rasa takut terhadap binatang sangat biasa selama usia ini dan tidak
  perlu terlalu dikhawatirkan. orang tua harus meyakinkan anak itu
  berulang-ulang. Mimpi buruk dan teror malam mungkin merupakan akibat
  konflik emosional. Dalam beberapa kasus, dibutuhkan pengobatan,
  terutama dengan teror malam di mana anak-anak berteriak dan
  meronta-ronta tetapi tidak bangun. Lampu malam mungkin bisa
  membantu. Anak-anak harus didorong untuk kembali ke kamar mereka
  lagi, dan jangan tidur di kamar orang tua. Mengigau merupakan hal
  yang biasa terjadi pada anak-anak kecil. Jika itu terjadi berulang
  kali, mungkin dibutuhkan pengobatan.

  Depresi

  Depresi merupakan hal yang biasa dialami setelah anak kehilangan
  orang tua atau benda yang dikasihi. Depresi sering kali muncul dalam
  bentuk penarikan diri, kesedihan yang berlarut-larut, dan
  peningkatan atau penurunan tingkat aktivitas yang mencolok. Mungkin
  dibutuhkan konseling; kadang-kadang obat antidepresan dengan dosis
  rendah bisa diberikan.

  Stres

  Sekolah minggu, pindah ke rumah yang baru, kunjungan ke dokter gigi
  atau ke dokter, atau kelahiran adik mungkin menyebabkan stres yang
  cukup berat bagi anak. Orang tua perlu mempersiapkan anak itu dengan
  membicarakan kejadian itu dengan jujur. Orang tua harus memberi tahu
  anak-anak jika akan mempekerjakan pengasuh untuk mengurangi stres
  anak.

  Diambil dan disunting seperlunya dari:
  Judul buku: Pengantar Psikologi dan Konseling Kristen (2)
  Judul buku asli: Introduction to Psychology and Counseling
  Penulis: Paul D. Meier; Frank B. Minirth, M.D.; Frank B. Wichern,
           PH.D; Donald E. Ratcliff, PH.D
  Penerjemah: Johny The
  Penerbit: PBMR ANDI, Yogyakarta 2004
  Halaman: 25 -- 29

TIPS 1 _______________________________________________________________

      MEMAHAMI BAGAIMANA ANAK-ANAK PRASEKOLAH MENGHADAPI TEKANAN

  Anak-anak berumur 3 sampai 5 tahun mengalami rasa kehilangan,
  ketakutan, dan situasi-situasi yang tidak biasa, jauh berbeda dengan
  orang-orang dewasa. Setiap anak prasekolah memiliki fase-fase
  perkembangan tersendiri. Jika Anda memahami bagaimana anak
  prasekolah Anda memikirkan tentang dunianya, Anda dapat menolongnya
  menghadapi masa-masa sulit dengan lebih baik. Berikut ini adalah
  beberapa hal yang perlu Anda perhatikan saat anak Anda tumbuh secara
  sosial dan emosional.

  Anak prasekolah belajar:

  - Menggunakan kata untuk mengungkapkan perasaan-perasaan.
  - Mengendalikan situasi dengan membicarakannya.
  - Mengatasi frustrasi dan menunggu sesuatu terjadi.
  - Berteman dan berhubungan dengan orang lain.
  - Mengerti bahwa beberapa tindakan boleh dilakukan, sedangkan
    tindakan lainnya tidak boleh dilakukan.
  - Mencari perlindungan dari Anda agar dia merasa aman.
  - Bergantung kepada Anda untuk membantunya membentuk rasa percaya
    diri.
  - Bermain untuk menyelesaikan masalah-masalah dan mencoba
    solusi-solusi yang berbeda-beda.
  - Bergantung pada rutinitas agar merasa aman dan percaya diri
    menyelesaikan tugas-tugas dan bangga dengan
    kemampuan-kemampuannya.
  - Mencoba situasi-situasi baru dan mengambil risiko.

  Situasi atau perubahan sehari-hari yang dapat menarik perhatian atau
  membuat anak prasekolah Anda marah:

  - Bayi baru di rumah.
  - Guru prasekolah atau pengasuh bayi baru.
  - Dipisahkan dari orang-orang yang menyayanginya.
  - Penitipan anak, taman kanak-kanak, atau SD.
  - Perubahan-perubahan dari rutinitas-rutinitas sehari-hari.
  - Memberikan atau menghilangkan benda/mainan favoritnya.
  - Pindah ke tempat tidur, kamar, atau rumah baru.

  Anak-anak prasekolah sering menunjukkan perasaan mereka lewat
  tindakan daripada kata-kata. Berikut ini adalah beberapa hal yang
  perlu diperhatikan:

  - Ketergantungan yang tidak biasa.
  - Takut sendirian atau tanpa Anda.
  - Lebih sering memperlihatkan luapan atau cetusan kemarahan.
  - Memukul atau menggigit.
  - Membasahi tempat tidur atau mengisap jempol lagi.
  - Makan lebih banyak atau sedikit dari biasannya.
  - Tidak bisa tidur atau istirahat.
  - Lebih sering menangis.
  - Sedikit tersenyum, sedikit tertawa.
  - Tidak mau mencoba hal-hal baru.
  - Terganggu oleh keributan-keributan yang tiba-tiba dan keras.
  - Sering berjalan-jalan, terjatuh, atau menjatuhkan barang-barang.
  - Kurang terbuka atau bergaul seperti biasanya.

  Ingatlah bahwa sikap-sikap ini terkadang muncul pada semua anak.
  Akan tetapi, jika sikap-sikap itu berlangsung terus-menerus atau
  sering terjadi, sikap-sikap itu bisa menjadi tanda tekanan.

  Waktu Keluarga

  Kedekatan fisik dan emosional saat makan atau bermain permainan
  bersama membantu anak prasekolah Anda merasa lebih aman. Gunakan
  waktu ini untuk menanyakan pertanyaan-pertanyaan seperti, "Apa
  bagian terbaik dan terburuk bagimu hari ini?"

  Tugas Rumah Tangga

  Jika Anda membiarkan anak Anda membantu mengerjakan pekerjaan rumah
  hal ini akan membuat -- baik Anda maupun anak Anda -- bangga akan
  pekerjaannya. Tanggung jawab yang baru seperti memilih baju yang
  akan dipakai dapat membuatnya lebih percaya diri. Pakailah
  kesempatan ini untuk menggunakan kaos kaki sebagai boneka tangan
  untuk bermain drama dan menanyakan pertanyaan seperti, "Apa yang
  membuatmu bahagia atau marah?"

  Berjalan-Jalan

  Entah Anda berjalan-jalan di sekitar rumah Anda, maupun ke luar kota
  atau luar negeri, kegiatan ini membantu anak Anda mengenali
  pencapaian orang-orang dari kebudayaan atau latar belakang yang
  berbeda. Cobalah menggunakan pernyataan-pernyataan sederhana
  seperti, "Setiap orang memunyai perasaan sepertimu."

  Waktu untuk Bercerita

  Saat membaca cerita-cerita bersama, tunjuklah satu karakter yang
  dapat mengatasi sebuah situasi dengan positif. Tanyakan kepada anak
  Anda, "Apa yang akan kamu perbuat?" (t/Uly)

  Diterjemahkan dan disunting seperlunya dari:
  Judul artikel asli: Understanding How Preschoolers Handle Stress
  Nama situs: 123 Sesame Street
  Penulis: Tidak dicantumkan
  Alamat URL: http://www.sesamestreet.org/parents/topics/stress/stress04
  Tanggal akses: 1 Juli 2010

TIPS 2 _______________________________________________________________

          MENOLONG ANAK PRASEKOLAH YANG BERKEBUTUHAN KHUSUS

  ANAK HIPERAKTIF

  Anak hiperaktif secara klinis berbeda dengan anak yang tidak dapat
  duduk diam dalam waktu yang lama. Anak hiperaktif sering memiliki
  perasaan seperti orang yang terkurung dalam kamar dengan televisi,
  radio, dan dua mesin penyedot debu yang semuanya dinyalakan secara
  maksimal dalam waktu bersamaan. Bisakah Anda bayangkan betapa
  berisiknya hal itu? Sebuah kelas sering kali menjadi "terlalu
  berisik" bagi anak hiperaktif.

  Anak hiperaktif tidak dapat memilah dan memusatkan pikiran pada
  satu hal pada satu saat. Mereka cenderung terus menerus bergerak
  baik secara mental maupun fisik. Karena anak hiperaktif tidak dapat
  duduk diam, tidak dapat mendengarkan, atau bahkan tidak dapat
  mengerjakan suatu pekerjaan dalam jangka waktu yang lama, maka
  mereka mengalihkan perhatian dari satu hal ke hal yang lain dan
  sering kali mengganggu anak-anak lain pada saat yang sama.

  1. Anak hiperaktif membutuhkan kasih dan kesabaran khusus dari Anda.
     Anak-anak ini sering kali memerlukan bimbingan dan perhatian
     ekstra dari para orang dewasa di sekitarnya. Jadi, sangatlah
     bijaksana jika ada pembimbing tambahan ketika anak hiperaktif
     menjadi bagian dari kelas Anda. Carilah orang yang baik dan
     penyayang yang akan memerhatikan kebutuhan-kebutuhan khusus anak
     tersebut.

  2. Bantulah anak hiperaktif untuk memilih aktivitas-aktivitas yang
     tenang sehingga dapat menolong mengumpulkan energi mereka pada
     satu tempat. Anak hiperaktif akan berfungsi paling baik jika ia
     melakukan aktivitas yang paling minimum gangguannya dan yang bisa
     memusatkan perhatian mereka.

  3. Jangan lupa untuk memerhatikan juga kebutuhan anak-anak lainnya
     pada saat yang sama. Anda tidak bisa membiarkan seseorang atau
     beberapa anak mengganggu anak-anak lainnya untuk hal-hal yang
     tidak perlu atau membuat kekacauan di kelas.

  4. Berbicara secara pribadi, dengan sikap yang penuh kasih dan
     pengertian, kepada orang tua si anak hiperaktif. Dapatkan
     informasi langsung dari orang-orang terdekat tentang cara-cara
     paling efektif untuk merawat anak mereka. orang tua akan sangat
     menghargai perhatian Anda terhadap keadaan anak tersebut.
     Karena orang tua mengenal anaknya lebih baik dibandingkan dengan
     orang lain, maka mereka pasti dapat memberikan saran bagaimana
     mengadakan pendekatan yang sudah terbukti dapat membantu.

  ANAK PEMALU

  Anak yang pemalu mungkin cenderung merasa tidak aman dan ketakutan.
  Mungkin dia memunyai sifat alamiah yang introvert. Setiap anak perlu
  merasa aman dan dicintai.

  Jangan pernah memanggil seorang anak "pemalu" (anak itu mungkin
  mencoba hidup dengan label yang Anda berikan kepadanya!) Jangan
  memaksakan anak yang pemalu untuk berbicara di kelompok besar.
  Jangan pernah mempermalukan anak ketika dia memberi respons! Anak
  yang pendiam biasanya akan merasa lebih aman berbicara dalam
  kelompok kecil di mana setiap anak berpartisipasi dengan bebas. Anak
  seperti ini lambat laun bisa memberi respons dalam kelompok besar
  setelah memiliki banyak pengalaman dalam kelompok kecil yang
  informal.

  Pastikan anak-anak pendiam menerima perhatian dan dorongan semangat
  pribadi dari Anda. Sangatlah mudah melupakan mereka. Tolonglah
  anak-anak pemalu secara konsisten agar mereka merasa diterima dan
  penting tanpa membuat anak itu pusat perhatian kelompok.

  ANAK AGRESIF

  Anak yang paling memerlukan kasih sayang dan penerimaan biasanya
  adalah anak yang sikapnya membuat orang lain merasa terganggu dan
  kesal. Kecenderungan untuk tidak memberikan kasih sayang kepada anak
  yang bersikap tidak menyenangkan biasanya mengakibatkan tindakan
  agresif dan tidak baik karena anak itu sangat ingin diperhatikan.

  Seperti dengan anak lainnya, peraturan yang baik adalah menerima
  anak yang agresif apa adanya, tidak memaksa anak berubah agar
  mendapatkan perhatian Anda. Akan tetapi, setiap kali ada tindakan
  positif, pastikan ia tahu bahwa Anda menghargai usaha-usahanya.
  Teladan baik Anda, saat menunjukkan kasih sayang kepada anak-anak
  agresif dengan mendorong dan menguatkan mereka, akan membantu
  mengajarkan kepada semua anak cara-cara untuk berhubungan dengan
  teman yang lain.

  Jika anak yang agresif marah atau melukai anak yang lainnya, Anda
  perlu tegas, tetapi tetap bersikap ramah. Pisahkan anak agresif
  dari situasi itu. Terangkan dengan jelas sikap-sikap yang diperlukan
  agar dia bisa kembali ke kelompok itu. (t/Ratri dan Uly)

  Diterjemahkan dan disunting seperlunya dari:
  Judul asli artikel: Helping Children With Special Needs
  Judul buku: Sunday School Smart Pages
  Penyunting: Wes dan Sheryl Haystead
  Penerbit: Gospel Light, USA 1992
  Halaman: 65

_______________________________e-KONSEL ______________________________
Apakah Anda punya masalah/perlu konseling, atau ingin mengirimkan
informasi/artikel/bahan/surat/saran/pertanyaan/sumber konseling?
silakan kirim ke:
< konsel(at)sabda.org > atau < owner-i-kan-konsel(at)hub.xc.org >
Berlangganan: < subscribe-i-kan-konsel(at)hub.xc.org >
Berhenti: < unsubscribe-i-kan-konsel(at)hub.xc.org >
ARSIP: http://www.sabda.org/publikasi/e-konsel
Situs C3I: http://c3i.sabda.org
Facebook Konseling: http://fb.sabda.org/konsel
Twitter Konseling: http://twitter.com/sabdakonsel
______________________________________________________________________

Pimpinan Redaksi: Davida Welni Dana
Staf Redaksi: Tatik Wahyuningsih dan Sri Setyawati
Isi dan bahan adalah tanggung jawab Yayasan Lembaga SABDA
Didistribusikan melalui sistem network I-KAN
Copyright (c) 2010 Konsel / YLSA -- http://www.ylsa.org
Katalog: http://katalog.sabda.org
Rekening: BCA Pasar Legi Solo No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati
______________________________________________________________________

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org