Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://www.sabda.org/publikasi/e-humor/2632

e-Humor edisi 2632 (23-9-2019)

Menghapus Sebuah Lingkaran

e-Humor -- Edisi 2632/September 2019
 
e-Humor Edisi 2632 | September 2019

Shalom Sahabat e-Humor,

Sering kali, saat kita mengalami benturan salah paham dengan sesama, emosi negatif merusak jalinan ikatan hubungan yang sudah ada. Namun, bagi orang dengan kepribadian matang, salah paham berbuah tawa riang penuh kehangatan. Timbul humor yang makin melekatkan kedua insan. Demikianlah sajian kami untuk edisi ini. Selamat membaca!

Markus

Redaksi Tamu e-Humor,
Markus

BAHAN HUMOR Menghapus Sebuah Lingkaran Download Audio

Sebuah pembicaraan antara klien dan desainer terkait desain yang sedang dikerjakan.

Gambar: Tablet

Klien: “Silakan hapus lingkaran yang tidak perlu di akhir kalimat.”

Desainer: “Maksud Anda ... tanda titik?”

Klien: “Saya tidak peduli apa sebutan Anda untuk itu. Saya cuma bilang kalau itu tidak enak dilihat. Hapus saja.”

[Diambil dari: https://www.ketawa.com/2018/10/12165-menghapus-sebuah-lingkaran.html]


“Marilah kita hidup dengan sopan seperti pada waktu siang hari, bukan dalam pesta pora dan kemabukan, bukan dalam percabulan dan hawa nafsu, dan bukan dalam pertengkaran serta iri hati.” Roma 13:13, AYT

Tanyakanlah Download Audio

Seorang wanita Kristen sedang mengadakan perjalanan bisnis menggunakan pesawat terbang. Perjalanan dengan pesawat selalu membuatnya gugup, jadi dia selalu membawa Alkitab untuk dia baca dan menolongnya rileks. Pada penerbangan kali ini, dia duduk di samping seorang pria. Saat si pria melihat wanita ini membaca Alkitab, dia sempat tertawa kecil, lalu kembali melakukan aktivitasnya.

Gambar: Pesawat

Beberapa saat kemudian, dia bertanya kepada wanita itu, “Anda tidak benar-benar percaya dengan semua cerita yang ada di kitab itu, kan?”

Jawab wanita itu, “Tentu saja percaya semuanya. Ini kan Alkitab!”

Kata si pria, “Baiklah, bagaimana tentang cerita pria yang ditelan ikan paus?”

Jawab wanita itu, “Oh, Yunus! Ya, saya percaya itu. Semua cerita tentang dia tertulis dalam Alkitab.”

Si pria bertanya lagi, “Menurut Anda, bagaimana cara Yunus mampu bertahan di dalam perut ikan paus?”

“Wah, saya enggak tahu. Nanti kalau saya sudah di surga akan saya tanyakan padanya,” jawab wanita itu.

“Bagaimana kalau dia enggak ada di surga?” si pria bertanya dengan nada mengejek.

“Oh ... kalau begitu, Anda saja yang menanyakannya!”

[Diambil dari: e-Humor edisi 681]


“Siapa memberi perhatian pada firman akan mendapat kebaikan, dan berbahagialah mereka yang percaya kepada TUHAN.” Amsal 16:20, AYT

KUIS HUMOR

Jawaban Kuis 426:
Benda apakah yang, disebut roti dari surga, menjadi makanan bangsa Israel selama dalam perjalanan di padang gurun?
Manna (lihat Keluaran 16:14-15, 31, 35)

Gambar: Manna

Manna adalah makanan pokok umat Israel selama 40 tahun mengembara di padang gurun (Keluaran 16:35). Tatkala Israel bersungut-sungut karena kekurangan makanan di Padang Gurun Sinai, Allah menurunkan "hujan roti dari langit" untuk mereka (Keluaran 16:4; Mazmur 78:23-24). Pemberian makanan ini tidak berhenti sampai mereka memasuki tanah Kanaan dan makan dari hasil negeri itu (Yosua 5:12), walaupun mereka sering bersungut-sungut (Bilangan 11:6; bandingkan dengan Nehemia 9:20). Tiap tahun, Israel harus memungut satu gomer tiap hari selama 5 hari, dan dua kali lipat pada hari keenam untuk keperluan hari Sabat, karena pada hari itu, manna tidak akan turun. Manna tidak boleh disimpan bermalam, sebab akan berulat dan berbau busuk. Jadi, manna yang dibutuhkan untuk hari Sabat harus dimasak atau dibakar, baru disimpan (Keluaran 16:4-5, 16-30). Tiap pagi, sesudah embun menguap, tersedialah di atas tanah "sesuatu yang halus", seperti sisik, warnanya putih ketumbar dan rasanya seperti kue madu. Manna dapat digiling, lalu dimasak atau dibakar. Umat Israel bertanya, "Apakah (man) itu?", maka mereka menyebutnya manna (man). Demikianlah keterangan dalam Keluaran 16:14-15, 31 dan Bilangan 11:7-9. Atas perintah Allah, Harun menyimpan satu gomer sebagai kesaksian turun-temurun (Keluaran 16:33-34; Ibrani 9:4) Baca selengkapnya »
  • Penjawab yang benar dari pelanggan Publikasi e-Humor:
    • Sarby Sahi
    • Johannes Gondokusumo
    • Heffri Hutapea
    • Loeta Lapoe Moekoe
    • Nike Hiu
    • Feronica Se
  • Penjawab yang benar dari Fan Page e-Humor:
    • Asahel Rachel
    • Rode Pardede
    • Liming Rusli
    • Arius Girsang
    • Elindus J. Gultom
    • Elizabeth Nathania Witanto

Terima kasih kepada para pelanggan yang sudah berpartisipasi menjawab kuis sebelumnya. Sekarang, silakan jawab pertanyaan kuis berikut ini.

Pertanyaan Kuis 427: Siapakah yang memukulkan jubahnya yang telah dia gulung ke atas Sungai Yordan sehingga air itu terbagi menjadi dua?

Kirim jawaban Anda maksimal 5 hari setelah menerima edisi ini. Nama-nama penjawab yang benar akan diumumkan pada edisi kuis e-Humor selanjutnya.

Stop Press! Mari Menyambut Natal dengan Mengikuti Kelas Natal PESTA November/Desember 2019

Natal bukan sekadar perayaan dan sukacita merayakan kelahiran Sang Juru Selamat. Natal adalah perayaan saat Allah yang Mahatinggi dan Mahasuci turun ke bumi untuk melayani dan menebus manusia yang berdosa. Natal adalah penggenapan karya keselamatan dan wujud kasih-Nya yang sangat besar kepada dunia ini. Bagaimana kita dapat memaknai Natal sesuai dengan kebenaran firman Tuhan?

Kelas PESTA -- Natal

Mari bergabung dalam kelas Natal PESTA November/Desember 2019! Kelas diskusi daring ini dibuka untuk umum dan akan berlangsung mulai 17 November 2019 melalui Grup Facebook PESTA.

Jangan tunda lagi, segeralah mendaftarkan diri ke:

Situs PESTA Situs Moodle PESTA
Admin Diskusi WhatsApp YLSA
 
Anda terdaftar dengan alamat: $subst('Recip.EmailAddr').
Anda menerima publikasi ini karena Anda berlangganan publikasi e-Humor.
Redaksi: Tim Humor
Berlangganan | Berhenti | Arsip
BCA Ps. Legi Solo, No. 0790266579, a.n. Yulia Oeniyati
©, 2019 -- Yayasan Lembaga SABDA
 

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org