Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-buku/45

e-Buku edisi 45 (25-6-2009)

Masalah dalam Rumah Tangga


==================e-BUKU (Berbagi Berkat Melalui Buku)================

  Edisi 45/Juni/2009
  TEMA: Masalah dalam Rumah Tangga
______________________________________________________________________

  EDITORIAL
  RESENSI:
  1. After the Affair - Menyembuhkan Sakit Hati dan Membangun Kembali
     Kepercayaan Setelah Pasangan Berselingkuh, TransMedia Pustaka
  2. Liku-Liku Problema Rumah Tangga, Yayasan Kalam Hidup
  3. Jika Suami Anda Berselingkuh, BPK Gunung Mulia
  4. How to Save Your Troubled Marriage, St. Martin`s Press
  5. Building a Successful Intermarriage between Religions, Social
     Classes, Ethnic Groups or Races, Abbey Press
  ARTIKEL: Resensi Buku
  REFERENSI
  KUTIPAN
  EDISI BULAN DEPAN: Edisi Juli, Agustus
  PENERBIT EDISI INI
______________________________________________________________________

EDITORIAL

  Salam kasih,

  Ketika dua orang mulai menyatukan hati dan berjanji untuk saling
  setia dalam satu ikatan pernikahan, perjalanan dalam kehidupan yang
  baru pun dimulai. Mereka tidak lagi sendiri, tetapi berdua, sebagai
  satu tubuh dan satu tim. Ya, pasangan suami istri dalam suatu
  pernikahan adalah satu tim yang harus siap menghadapi suka duka
  perjalanan hidup bersama. Masalah tentu akan mereka alami, mulai
  dari masalah sehari-hari yang nampaknya sepele, hingga masalah besar
  yang bisa mengancam keutuhan pernikahan. Misalnya, perselingkuhan.

  Permasalahan yang muncul dalam pernikahan tidaklah selalu berakhir
  buruk, tergantung bagaimana setiap pasangan menghadapi masalah yang
  ada. Bila masalah dapat dihadapi dan diselesaikan bersama, justru
  ikatan cinta kasih akan semakin kuat. Untuk itu, penting bagi para
  pasutri untuk mengetahui masalah-masalah apa saja yang biasa muncul
  dalam pernikahan dan bagaimana mengatasinya. Sebagai referensi, Anda
  dapat membaca buku-buku yang mengupas masalah pernikahan. Beberapa
  di antaranya kami sajikan resensinya dalam edisi bulan ini. Kiranya
  menjadi berkat. Selamat membaca.

  Staf Redaksi e-Buku,
  Christiana Ratri Yuliani
  http://www.sabda.org/publikasi/e-buku/
  http://gubuk.sabda.org/

  "Hendaklah suami memenuhi kewajibannya terhadap isterinya, demikian
  pula isteri terhadap suaminya." (1 Korintus 7:3)
  < http://sabdaweb.sabda.org/?p=1Korintus+7:3 >
______________________________________________________________________
RESENSI 1

  AFTER THE AFFAIR - MENYEMBUHKAN SAKIT HATI DAN MEMBANGUN KEMBALI
  KEPERCAYAAN SETELAH PASANGAN BERSELINGKUH

  Judul asli buku: --
  Penulis: Janis Abrahms Spring & Michael Spring
  Penerjemah: --
  Penerbit: TransMedia Pustaka, Jakarta
  Ukuran buku: --
  Tebal buku: 270 halaman

  Menyembuhkan sakit hati dan membangun kembali kepercayaan setelah
  pasangan berselingkuh itu tidak mudah. Biasanya, kita memasuki
  hubungan intim dengan membabi buta, tanpa daya, menjalar dengan
  nafsu, dan suatu persepsi yang diidealkan oleh pasangan kita.
  Kebanyakan dari kita tidak siap menerima kepalsuan yang muncul pada
  kemudian hari dan tidak memiliki pengetahuan untuk terus bertahan.

  Perselingkuhan mengguncang kita secara nyata. "After the Affair"
  adalah buku yang pertama kali menjelaskan kepada masing-masing
  pasangan tentang bagaimana mereka dapat membantu diri mereka sendiri
  untuk melewati krisis kepercayaan. Berbekal pengalaman sebagai
  psikolog selama 3 dekade, Janis Abrahms Spring, Ph.D. menawarkan
  satu rangkaian strategi untuk memecahkan pertanyaan yang rumit:
  Mengapa terjadi perselingkuhan? Ketika kepercayaan dan cinta telah
  hilang, bisakah aku mengembalikannya? Bisakah (perlukah) aku
  menjalin hubungan kembali meskipun diriku ambivalen? Bagaimana cara
  menghidupkan hubungan seksual lagi? Apakah mungkin melakukan
  pengampunan?

  Di dalam tulisannya yang jelas dan cemerlang, Dr. Spring menjelaskan
  sumber ketidaksetiaan dan ketidakserasian, petunjuk yang realistis
  untuk memperbaiki hubungan. Dr. Spring memiliki kombinasi yang luar
  biasa dalam hal kejernihan, kebijaksanaan, semangat, dan hati. Ini
  adalah buku penolong dan penyembuh yang luar biasa untuk kita semua.

  Diambil dan disunting seperlunya dari:
  Nama situs: bukabuku.com
  Peresensi: Tidak dicantumkan
  Alamat URL: http://www.bukabuku.com/browse/bookdetail/730/after-the-affair.html

RESENSI 2

  LIKU-LIKU PROBLEMA RUMAH TANGGA

  Judul asli buku: Parents at Their Best
  Penulis: Dr. Clyde M. Narramore
  Penerjemah: Gerrit J. Tiendas
  Penerbit: Yayasan Kalam Hidup, Bandung 1985
  Ukuran buku: 12,5 x 18,5 cm
  Tebal buku: 248 halaman

  "Liku-liku Problema Rumah Tangga" ini ditulis oleh Dr. Clyde M.
  Narramore. Beliau adalah seorang ahli jiwa yang memiliki izin
  praktik dan menjabat sebagai Ketua Narramore Christian Foundation,
  lembaga internasional yang bergerak dalam bidang konseling dan
  pendidikan di Rosemead, California. Ia juga adalah pembawa acara
  program radio "Psychology for Living" yang disiarkan secara luas di
  Amerika.

  Kita yang belum menikah biasanya mendambakan saat-saat bertemu
  dengan pasangan impian kita. Namun, setelah kita menikah, ada saja
  masalah yang timbul. Apakah kita akan menyerah? Apakah perceraian
  merupakan solusi yang harus kita tempuh? Tentu tidak! Karena Allah
  tidak menghendaki adanya perceraian bagi umat yang telah
  disatukan-Nya. Allah menghendaki kita untuk tetap mempertahankan
  keluarga, walaupun permasalahan yang kita alami terasa begitu berat.
  Mengapa kita perlu menjaga dan mempertahankan keluarga? Karena
  keluarga merupakan jantung masyarakat. Di dalam keluargalah segala
  sesuatu dimulai: ide, sikap, dan perasaan. Untuk alasan inilah Dr.
  Clyde secara terbuka mengemukakan saran-saran yang jujur tentang
  bagaimana menanggulangi berbagai masalah yang nampaknya tidak
  mungkin dapat diatasi. Buku ini memberi informasi yang berguna
  mengenai apa saja yang harus diteliti sebelum menikah, apa yang
  menyebabkan anak melarikan diri dari rumah dan bagaimana
  mencegahnya, dll..

  Buku ini juga menjelaskan ciri-ciri keluarga yang sehat dan
  unsur-unsur penting yang harus dipenuhi untuk mewujudkannya. Hal
  yang menarik dari buku ini adalah penulis juga menyertakan beberapa
  surat dari para konselinya lengkap dengan solusi untuk mengatasi
  setiap permasalahan para konseli tersebut berdasarkan firman Tuhan.
  Oleh karena itu, buku ini sangat penting untuk dimiliki dan dibaca
  oleh kita semua yang tidak menginginkan keluarga kita hancur oleh
  ego maupun serangan setan. Percayalah senantiasa bahwa Tuhan sudah
  menyediakan jalan untuk setiap masalah rumah tangga kita.

  Peresensi: Lani Mulati

RESENSI 3

  JIKA SUAMI ANDA BERSELINGKUH

  Judul asli buku: Women Who Stay with Men Who Stray
  Penulis: Debbie Then, Ph.D.
  Penerjemah: --
  Penerbit: BPK Gunung Mulia, Jakarta 2002
  Ukuran buku: 14,5 x 21 cm
  Tebal buku: 348 halaman

  Debbie Then, Ph.D. adalah psikolog sosial dan jurnalis yang
  menyandang gelar Doktor Psikologi dan Pendidikan dari Stanford
  University di Amerika Serikat. Ia seorang pakar yang dikenal di
  dunia internasional dalam bidang humas, perempuan, dan kecantikan.
  Di samping itu, ia juga menjadi penulis dan komentator televisi.

  SIAPA TIDAK TAKUT?

  Tidak ada seorang pun yang ingin berselingkuh. Namun belakangan ini
  berkembang fenomena yang menyedihkan tentang kehidupan perkawinan.
  Dalam berbagai media dapat disaksikan bahwa perselingkuhan nyaris
  dilakukan oleh semua orang yang menikah, di mana pun. Selingkuh
  merupakan hal yang ditakuti oleh setiap pasangan, "Ih ...,
  amit-amit! Jangan sampai terjadi!" Kalimat ini mungkin akan muncul
  ketika seseorang membaca judul buku ini. Buku yang berjudul asli
  "Women Who Stay with Men Who Stray" ini mengangkat hal yang takut
  dibicarakan oleh kebanyakan orang. Di sinilah keunikannya. Penulis
  sendiri mengungkapkan bahwa: "Perselingkuhan adalah tema percakapan
  yang dihindari, sehingga buku ini membutuhkan banyak masukan dari
  banyak orang yang ingin nama mereka dirahasiakan" (hlm. IX). Karena
  Debbie Then, sang penulis, merupakan seorang psikolog sosial dan
  jurnalis yang menyandang gelar Doktor Psikolog, tentunya ia tidak
  terlalu kesulitan mengumpulkan data guna mendukung tulisannya.
  Lagipula buku ini memang berisi banyak kesimpulan dari hasil
  penelitian lainnya yang dikutip penulis.

  Buku ini disajikan dalam tiga bagian besar. Bagian pertama berbicara
  tentang berbagai alasan sosial perselingkuhan laki-laki. Mulai dari
  yang masuk akal sampai yang sama sekali tidak dapat diterima oleh
  akal sehat. Dengan gamblang, dipaparkan perbedaan antara laki-laki
  dan perempuan di dalam dan terhadap pernikahan. Berdasarkan
  penelitian dikatakan bahwa biasanya "pernikahan merupakan sebuah
  kesempatan yang lebih menguntungkan laki-laki daripada perempuan"
  (hlm. 5). Dengan melihat berbagai pengalaman yang diungkapkan dalam
  buku ini, para perempuan yang hidup melajang dapat mensyukuri
  pilihannya tersebut.

  Bagian kedua bersifat ajakan untuk tetap jujur pada diri sendiri
  walaupun tinggal dengan pasangan yang tidak jujur. Diungkapkan
  pengalaman para perempuan yang bertahan dengan suaminya yang
  berselingkuh. Juga disodorkan pertanyaan-pertanyaan kritis untuk
  direnungkan sebelum mengambil keputusan bertahan atau pergi.
  "Mungkin Anda tidak bisa selalu menerima yang Anda inginkan, tetapi
  yang jelas Anda punya kesempatan untuk menolak apa yang
  sungguh-sungguh tidak Anda kehendaki" (hlm. 51). Pada bagian ini,
  para perempuan seolah-olah disadarkan kembali bahwa mereka juga
  berhak menikmati pernikahan dan kehidupannya.

  Walaupun buku ini terkesan hanya memberikan informasi tentang
  kehidupan perkawinan di Amerika, karena memang keseluruhan
  penelitian dilakukan di sana sehingga tidak dapat disamakan atau
  diterapkan begitu saja dalam kehidupan di Indonesia. Namun sungguh,
  kenyataan-kenyataan yang diungkapkan dalam buku ini tidak terlalu
  jauh berbeda dengan kondisi di sini saat ini.

  Bagian ketiga, yang terdiri lima bab, memberikan suntikan semangat
  kepada para korban perselingkuhan untuk terus berkembang setelah
  pengkhianatan. Di sini diungkapkan bahwa perselingkuhan bukan akhir
  dari perkawinan atau bahkan akhir kehidupan. Orang yang menganggap
  demikian kemungkinan besar adalah orang yang tergantung secara
  keseluruhan terhadap pasangan secara emosional, sosial, dan ekonomi.
  Mereka kurang percaya bahwa diri mereka sendiri memunyai kemampuan
  untuk mandiri (sekalipun sudah menikah), "semakin banyak pilihan
  yang bisa Anda ambil dalam hidup ini, maka semakin besar rasa
  percaya diri Anda dan semakin puas Anda menjalani hidup ini.
  Jadikanlah diri Anda tuan di atas hidup Anda" (hlm. 342).

  Seperti juga pada bagian-bagian lain, ada juga pernyataan-pernyataan
  mengejutkan pada bagian ini, paling tidak untuk beberapa kelompok
  tertentu. Misalnya, "Bercerai bukanlah gagasan yang sama sekali
  buruk! Bagi banyak perempuan, perceraian justru menjadi pengalaman
  yang membebaskan, dan memberi mereka kesempatan untuk menjalani
  hidup yang lebih bahagia dan sukses" (hlm. 348). Kedengarannya isi
  buku ini begitu menakutkan untuk dibaca oleh mereka yang hendak
  memasuki jenjang pernikahan. Tapi buku ini rasanya tidak bermaksud
  menakut-nakuti mereka yang akan menikah. Buku ini menolong para
  perempuan untuk berhati-hati jika pasangan mereka mulai
  memperlihatkan tanda-tanda perselingkuhan seperti yang sudah
  disebutkan dalam buku ini.

  Buku ini diakhiri dengan sebuah epilog, yang juga mengangkat kasus
  Putri Diana serta penyanyi John Denver, yang pernah menjadi korban
  perselingkuhan. Dikatakan penulis bahwa, "Pada dasarnya,
  perselingkuhan merupakan pengkhianatan terhadap kepercayaan" (hlm.
  351). Artinya, jika kepercayaan itu sudah disia-siakan, maka sulit
  melanjutkan perjalanan bahtera rumah tangga. Pada akhir buku,
  penulis menyerahkan keputusan kepada masing-masing pribadi, tapi
  dengan sedikit memengaruhi, "Apakah Anda akan bertahan dengan suami
  yang tidak setia atau pergi dan membangun hidup yang lebih baik?"
  (hlm. 354). Pertanyaan ini seolah-olah mendorong seseorang untuk
  bercerai saja jika terjadi perselingkuhan dalam pernikahannya.
  Sedangkan dalam buku ini, digambarkan bahwa nyaris dalam semua
  pernikahan terjadi perselingkuhan. Apakah mereka semua harus
  bercerai?

  Diambil dan diringkas dari:
  Nama situs: BPKGM.COM
  Peresensi: Pdt. Magyolin Carolina (Pendeta Jemaat Gereja Kristen
  	         Pasundan-Jatiasih)
  Alamat URL: http://www.bpkgm.com/eResensi1.asp?id=2013012800

RESENSI 4

  HOW TO SAVE YOUR TROUBLED MARRIAGE

  Penulis: Cristy Lane dan Dr. Laura Ann Stevens
  Penerbit: St. Martin`s Press, New York 1987
  Ukuran buku: 10,5 x 17,3 cm
  Tebal buku: 181 halaman

  Pernikahan merupakan penyatuan dua kepribadian, kebudayaan,
  kebiasaan, dan berbagai hal lainnya. Oleh sebab itu, sangatlah wajar
  bila pernikahan memiliki liku-liku tersendiri dalam perjalanannya.
  Demikian pula dengan pernikahan yang dijalani oleh Cristy Lane.
  Ketika pernikahannya mengalami krisis, ia dan suaminya justru tidak
  menyerah. Dengan dibantu oleh Dr. Laura Ann, mereka berjuang
  bersama-sama meluruskan kembali perjalanan pernikahan mereka.
  Pengalaman inilah yang melatarbelakangi penulis dalam menerbitkan
  buku ini.

  Cristy Lane dan Dr. Laura Ann Stevens, melalui buku ini, memberikan
  teknik-teknik yang diharapkan bisa menolong orang lain yang terjebak
  dalam krisis pernikahan. Kemampuan berkomunikasi, menangani konflik,
  dan menjalin relasi merupakan tiga hal inti yang dibahas di buku
  ini. Ada enam hal penting yang disampaikan penulis, yaitu:
  1. Keluar dari rasa takut, marah, dan sombong agar dapat membuat
     perubahan yang nyata.
  2. Belajar untuk bernegosiasi dengan konflik dan ketidakcocokan.
  3. Bagaimana kembali mencintai pasangan Anda bila Anda sudah tidak
     cinta lagi kepadanya.
  4. Apa yang harus dilakukan bila pasangan Anda tidak mau berubah.
  5. Menghidupkan kembali kehidupan seks Anda.
  6. Ke mana Anda harus mencari bantuan bila Anda membutuhkannya?

  Buku ini sangat disarankan bagi mereka yang sedang mengalami masalah
  dalam pernikahan. Diharapkan, setelah membaca buku ini,
  masing-masing pasangan bisa lebih bijaksana lagi dalam menghadapi
  setiap masalah yang muncul dalam pernikahan.

  Peresensi: Christiana Ratri

Resensi 5

  BUILDING A SUCCESSFUL INTERMARRIAGE BETWEEN RELIGIONS, SOCIAL
  CLASSES, ETHNIC GROUPS OR RACES

  Penulis: Man Keung Ho, Ph.D.
  Penerjemah: --
  Penerbit: Abbey Press, Indiana 1984
  Ukuran buku: 13,3 x 20 cm
  Tebal buku: 143 halaman

  Pernikahan campuran biasanya lebih rentan terhadap masalah
  dibandingkan pernikahan yang individu-individunya berasal dari latar
  belakang yang sama. Hal ini disebabkan karena pernikahan campuran
  adalah menyatukan dua individu yang memiliki perbedaan yang lebih
  kompleks, baik perbedaan latar belakang budaya, bahasa, pendidikan,
  status sosial, ekonomi, ras, etnis, bahkan agama. Dengan
  mengatasnamakan cinta, banyak anak-anak Tuhan yang mengambil risiko
  mengatasi perbedaan itu. Ada juga di antara mereka yang menikah
  dengan non-Kristen, dan masing-masing bertahan dengan
  kepercayaannya. Pada awal pernikahan mungkin hal itu tidak menjadi
  masalah, namun lama-kelamaan bisa saja hal itu menjadi masalah.

  Jika Anda sedang mengalami masalah karena perbedaan-perbedaan yang
  ada dalam sebuah pernikahan campuran, buku yang sudah ditulis oleh
  Man Keung Ho, Ph.D. ini dapat menjadi referensi Anda dalam mengatasi
  masalah yang Anda hadapi. Dr. Ho mengamati bahwa ada faktor
  sosiologi dan psikologi yang mendasari terjadinya pernikahan
  campuran. Dia juga menelisik hal-hal yang berpotensi menimbulkan
  masalah dalam pernikahan campuran dan memberikan wawasan tentang
  bagaimana pasangan campuran dapat lebih menyadari kekayaan
  hubungannya. Secara khusus, penulis memberi petunjuk dan ilustrasi
  contoh masalah tentang komunikasi dengan pasangan, mengasuh anak,
  dan hubungan kekerabatan keluarga besar. Selain itu, buku ini juga
  mengungkapkan saran konkret yang menunjukkan bagaimana para orang
  tua, kerabat, teman, konselor, dan pendeta yang dilibatkan oleh
  pasangan bisa memegang peranan penting dalam membantu pasangan
  tersebut untuk membangun pernikahan yang berhasil, baik dalam
  mengatasi masalah yang mereka hadapi dan mempertahankan keutuhan
  rumah tangga.

  Dr. Ho menutup setiap bab di buku ini dengan aplikasi dan saran.
  Sebagai lampiran, Dr. Ho memberikan dua macam tes yang akan membantu
  para konselor dalam menolong konseli mengatasi segala masalah yang
  ada dalam pernikahan mereka.

  Penulis adalah seorang profesor dinas sosial di Universitas Oklahoma
  di Norman yang bergerak dalam bidang konseling pernikahan dan
  bersama istrinya memimpin departemen pernikahan di gerejanya. Buku
  ini adalah wujud praktik profesionalnya sebagai konselor, risetnya
  dalam bidang pernikahan, dan pengalaman pribadinya sendiri berada
  dalam sebuah pernikahan campuran selama belasan tahun.

  Peresensi: Setya <setya_tya83(at)>
______________________________________________________________________
ARTIKEL

  RESENSI BUKU

  Penulis resensi di majalah Kristen masih amat langka. Beberapa
  majalah Kristen di Indonesia yang diterbitkan oleh berbagai lembaga
  keagamaan pada umumnya tidak menyediakan ruangan resensi. Yang
  banyak ialah iklan buku yang baru terbit dan umumnya diterbitkan
  oleh penyelenggara majalah itu juga. Berita buku itu hanya bersifat
  intern dan sekilas. Penulis resensi buku Kristen pun hampir tidak
  ada di dalam rubrik resensi yang hampir tiap hari muncul dalam
  berbagai surat kabar Indonesia. Apakah tidak ada buku yang
  diterbitkan oleh penerbit Kristen Indonesia yang layak untuk
  dibicarakan, baik dari segi kualitas maupun dari segi penampilannya?

  Kalau kita memerhatikan majalah-majalah keagamaan yang terbit di
  Amerika Serikat, maka setiap kali terbit selalu menyediakan ruangan
  resensi mengenai buku yang baru terbit. Paling sedikit dua atau tiga
  buah resensi buku yang layak untuk dibaca dari berbagai disiplin
  ilmu dan pengetahuan.

  Apa Gunanya Resensi Buku?

  Bagi Kaum Intelektual

  Pembuat resensi buku sangat berjasa bagi kaum intelektual. Ia
  menjadi pengantara antara penulis dan pembacanya. Begitu banyak buku
  yang diterbitkan setiap hari, karena itu mustahil bagi seorang
  intelektual menjelajahi toko-toko buku dan memilih-milih buku mana
  yang diperlukannya. Dengan membaca resensi, ia dengan cepat
  mengetahui kekuatan dan kelemahan sebuah buku. Ia dapat memperoleh
  gambaran sementara mengenai isi buku yang baru terbit itu dan dapat
  segera memesannya apabila ia berniat menelitinya secara cermat.

  Kaum intelektual dengan mudah memilih bidang yang dikehendakinya. Ia
  dapat membandingkan resensi yang satu dengan resensi lainnya,
  mengenai buku yang mungkin membicarakan topik yang sama. Ia
  memperoleh informasi tentang perkembangan berbagai bidang ilmu dan
  pengetahuan. Resensi bagaikan penuntun bagi kaum intelektual untuk
  memperoleh informasi dalam waktu yang singkat. Umumnya, resensi
  memberikan gambaran yang bersifat menyeluruh dan mengungkapkan
  kelebihan buku itu, atau informasi yang terdapat di dalamnya.
  Tentunya resensi yang bernilai ini ditulis oleh orang yang kompeten
  di bidangnya.

  Bagi Kaum Awam

  Bagi kaum awam, resensi berguna untuk mengetahui buku yang baik
  untuk dibaca. Mereka memperoleh pengetahuan yang kritis serta
  menimbulkan rasa ingin tahu mengenai isi yang sesungguhnya dikandung
  buku tersebut. Resensi juga meningkatkan wibawa surat kabar atau
  majalah yang memuatnya. Artikel seperti ini menimbulkan hubungan
  baik antara penerbit, kaum intelektual, dan pembaca yang kritis.

  Bagaimana Menulis Resensi yang Baik?

  Pengulas, peninjau, atau pembuat resensi selalu bertolak dari sudut
  pandang tertentu. Ia menilai, menimbang, dan mengevaluasi buku yang
  ada di hadapannya. Ketika ia membaca, ia harus bertanya kepada
  dirinya sendiri:
  1. Untuk siapakah ia membuat resensi buku itu?
  2. Kepada siapakah buku yang diulasnya itu ditujukan?
  3. Apakah buku itu ditulis untuk golongan kecil atau untuk umum?

  Setelah itu, ia harus berusaha menjawab pertanyaan-pertanyaan
  berikut ini, yang menyangkut isi buku itu sendiri.
  1. Apakah yang dibicarakan dalam buku itu?
  2. Apakah maksud penulisnya?
  3. Sejauh manakah ia berhasil mencapai tujuannya itu?
  4. Apakah tulisan itu mudah dipahami?
  5. Apakah bahasanya lancar dan enak dibaca?
  6. Apakah masalah atau ilmu yang dibahasnya berharga bagi kelompok
     umum atau hanya untuk kelompok khusus saja?
  7. Apakah cara penyajiannya menarik?
  8. Apakah penulis memang kompeten di bidang yang ditulisnya?
  9. Apakah tulisannya dibuat dengan riset yang memadai?
  10. Apakah gagasannya baru?

  Sikap Pembuat Resensi

  1. Pembuat resensi harus mampu menunjukkan pendapatnya secara
     objektif.
  2. Menilai apa yang terdapat di dalam buku itu.
  3. Tidak dipengaruhi komentar orang lain.
  4. Memiliki pernyataan yang orisinal.
  5. Mampu membandingkannya dengan buku penulis yang sebelumnya.
  6. Mampu menunjukkan di mana kelemahan dan kekuatan buku itu.
  7. Tidak membahas pribadi penulisnya, melainkan tulisan itu sendiri.
  8. Tidak mengecam tanpa alasan dan tidak memuji tanpa pengetahuan.
  9. Dapat menunjukkan bagaimana cara mengapresiasi buku itu.

  Syarat Minimum

  1. Pembuat resensi harus mampu menyatakan pertimbangan atas buku
     yang dibaca. Ia tidak boleh hanya menyatakan simpati atau
     antipati saja.
  2. Paling sedikit ia mampu menunjukkan bagian mana atau alinea mana
     yang menjelaskan bagaimana ia sampai kepada kesimpulan yang
     dibuatnya.
  3. Pertimbangan yang diberikan harus berdasarkan pikiran yang
     rasional. Harus memunyai landasan yang kuat sehingga tidak
     subjektif. Tidak dipengaruhi rasa suka atau tidak suka.

  Jadi bisa dibuat kesimpulan sebagai berikut.
  1. Resensi yang baik masih belum digalakkan dalam majalah Kristen
     dewasa ini. Demikian pula buku-buku kristiani belum mendapat
     perhatian yang layak dari pembuat resensi di media massa yang
     terbit di Indonesia.
  2. Resensi sangat membantu kaum awam untuk memilih buku yang baik
     dan memudahkan kaum intelektual mencari buku yang kompeten di
     bidangnya.
  3. Resensi menjembatani penulis dengan pembacanya.

  Diambil dan disunting seperlunya dari:
  Judul buku: Bagaimana Menjadi Penulis Artikel Kristiani yang Sukses
  Penulis: Drs. Wilson Nadeak
  Penerbit: Yayasan Kalam Hidup, Bandung 1989
  Halaman: 48 -- 52
______________________________________________________________________
REFERENSI

  Pembaca terkasih bisa membaca kesaksian buku sejenis, antara lain:

  1. Pemulihan Keluarga Masa Kini
     ==> http://gubuk.sabda.org/pemulihan_keluarga_masa_kini

  2. Seni Memahami Pasangan Anda
     ==> http://gubuk.sabda.org/seni_memahami_pasangan_anda
______________________________________________________________________

  RUMAH TANGGA MEMBUTUHKAN SATU RINTANGAN UNTUK MEMBUATNYA BERTAHAN
______________________________________________________________________
EDISI BULAN DEPAN

  EDISI JULI, AGUSTUS 2009
  Untuk edisi dua bulan yang akan datang, Redaksi e-Buku akan
  menyajikan tema:
  # Pekerjaan (edisi Juli)
    Berbagai buku dan artikel perihal masalah pekerjaan.
  # Pelayanan Bangsa (edisi Agustus)
    Menampilkan resensi-resensi buku tentang pelayanan yang dilakukan
    dalam dan untuk suatu bangsa.

  Silakan Pembaca terkasih berpartisipasi dalam edisi-edisi yang akan
  datang dengan mengirimkan resensi, informasi buku baru, artikel,
  tips, maupun kesaksian buku yang pernah dibaca sesuai dengan
  tema-tema di atas kepada Redaksi e-Buku di alamat berikut ini.
  ==> < buku(at)sabda.org >

  Kami sangat mengharapkan keikutsertaan Pembaca terkasih dalam
  pelayanan ini. Terima kasih atas perhatian Pembaca, Tuhan
  memberkati.
______________________________________________________________________
PENERBIT EDISI INI

  TRANSMEDIA PUSTAKA
  Alamat: Jl. Haji Montong 57, Ciganjur - Jagakarsa, Jakarta
          Selatan 12630
  E-mail: redaksi(at)transmediapustaka.com

  YAYASAN KALAM HIDUP
  Alamat: Jl. Naripan 67, Bandung 32767
  Telp.: (022) 4207735, 4214866; Faks.: (022) 4234508
  E-mail: marketing(at)kalam-hidup.or.id

  PT. BPK GUNUNG MULIA
  Alamat: Jl. Kwitang 22-23, Jakarta Pusat 10420
  Telp.: 3901208, Faks.: 3901633
  E-mail: bpkgm(at)centrin.net.id
  Website: www.bpkgm.com

  ST. MARTIN`S PRESS
  Alamat: 175 Fifth Avenue, New York, N. Y. 10010

  ABBEY PRESS
  Alamat: St. Meinrad, IN 47577
______________________________________________________________________
Terbit Perdana 17 November 2005
Isi dan bahan adalah tanggung jawab Yayasan Lembaga SABDA.
Didistribusikan melalui sistem network I-KAN.
Copyright(c) e-Buku 2008
YLSA -- http://www.ylsa.org/
http://katalog.sabda.org/
Rekening: BCA Pasar Legi Solo
No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati

Arsip Publikasi e-Buku bisa dibaca online di:
http://www.sabda.org/publikasi/e-buku/
http://gubuk.sabda.org/

Network Literatur:
http://in-christ.net/komunitas_umum/network_literatur

______________________________________________________________________
Pimpinan Redaksi: Sri Setyawati
Staf Redaksi: Christiana Ratri Yuliani
Berlangganan: subscribe-i-kan-buku(at)hub.xc.org
Berhenti: unsubscribe-i-kan-buku(at)hub.xc.org
Kontak e-Buku: buku(at)sabda.org

Kunjungi Blog SABDA di http://blog.sabda.org
______________________________________________________________________
"Sementara itu, sampai aku datang bertekunlah dalam membaca
Kitab-kitab Suci, dalam membangun dan dalam mengajar."
(1 Timotius 4:13)
http://sabdaweb.sabda.org/?p=1Timotius+4:13

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org