Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-binaanak/435

e-BinaAnak edisi 435 (3-6-2009)

Karakter Guru: Kasih

 
___e-BinaAnak (Milis Publikasi Elektronik untuk Para Pembina Anak)____

  DAFTAR ISI EDISI 435/JUNI/2009

  - SALAM DARI REDAKSI: Memiliki Karakter Seperti Kristus
  - ARTIKEL: Pemuridan - Mengasihi Seperti Yesus
  - MUTIARA GURU
  - TIPS: Mengasihi Anak-Anak Seperti yang Yesus Lakukan
  - BAHAN MENGAJAR: Allah Memelihara Kita
  - WARNET PENA: Bahan Mengasihi Seperti Yesus dalam Situs PEPAK

______________________________________________________________________
   Korespondensi dan kontribusi bahan dapat dikirimkan ke redaksi:
  <binaanak(at)sabda.org> atau <owner-i-kan-binaanak(at)hub.xc.org>
______________________________________________________________________
SALAM DARI REDAKSI

                  MEMILIKI KARAKTER SEPERTI KRISTUS

  Shalom,

  Baru saja kita merayakan turunnya Roh Kudus yang dijanjikan Yesus
  kepada murid-murid-Nya sebelum Ia naik ke surga. Biarlah peringatan
  tersebut mengingatkan kita bahwa pelayanan yang kita lakukan selama
  ini selalu berada di bawah tuntunan dan bimbingan Roh Kudus.

  Pelayan Anak yang hidupnya dituntun oleh Roh Kudus pasti tahu benar
  bahwa Kristus ingin kita menjadi pelayan yang memiliki karakter
  seperti Dia. Karakter yang telah dia teladankan selama pelayanan-Nya
  di dunia, dan seperti yang telah dicatat dalam firman Tuhan. Pelayan
  anak yang dipenuhi Roh Kudus pun, pasti ingin menjadi seperti Dia.
  Oleh karena itu, sepanjang bulan Juni ini, kami mengajak Pelayan
  Anak sekalian menyimak edisi-edisi e-BinaAnak yang bertemakan
  "Memiliki Karakter Seperti Kristus".

  Kasih merupakan karakter Kristus yang kami bahas pada edisi perdana
  bulan ini. Kiranya menjadi berkat dan membuat kita semakin menyadari
  bahwa tanpa memiliki kasih yang besar seperti Kristus, kita tidak
  dapat melayani jiwa-jiwa kecil yang Ia percayakan kepada kita.

  Selamat melayani.

  Pimpinan Redaksi e-BinaAnak,
  Davida Welni Dana
  http://www.sabda.org/publikasi/arsip/e-binaanak/
  http://pepak.sabda.org/

      "Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus?
    Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan
    atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang?" (Roma 8:35)
            < http://sabdaweb.sabda.org/?p=Roma+8:35 >

______________________________________________________________________
ARTIKEL

                  PEMURIDAN - MENGASIHI SEPERTI YESUS

  Mungkin Anda bertanya, "Bisakah seseorang mengasihi seperti Yesus?"
  Jawabannya ya! Tetapi bisakah seseorang itu mengasihi dengan
  sempurna? Tidak! Dapatkah ini dilakukan dengan mudah? Jawabannya
  juga tidak. Masalah utama kita -- murid-murid Kristus, yang
  benar-benar lahir kembali oleh Roh Kristus, bertobat, dan berpaling
  dari dosa untuk kemudian mengikuti dan menaati-Nya -- adalah bahwa
  kita terpengaruh oleh gagasan-gagasan kabur yang dunia miliki
  tentang kasih Kristen. Banyak gereja dan denominasi keliru
  menyimpulkan bahwa mengasihi seperti Yesus berarti tidak menghukum
  dosa, tidak membedakan yang benar dan salah, tidak membuat batasan
  yang jelas antara keadilan dan ketidakadilan, serta tidak menghargai
  kebenaran. Sebaliknya, ungkapan kasih yang tertinggi, bila Anda
  ingin mengasihi seperti Yesus, adalah ketaatan kepada Yesus. Yesus
  berkata, "Jika kamu mengasihi aku, turutilah perintah-Ku." Jadi, apa
  maksud Yesus dalam Yohanes 13:35 ketika Dia memandang
  murid-murid-Nya dan berkata, "Dengan demikian semua orang akan tahu,
  bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling
  mengasihi."? Atau Yohanes 15:12-14, "Inilah perintah-Ku, yaitu
  supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu.
  Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang
  memberikan nyawanya untuk sahabat- sahabatnya. Kamu adalah
  sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu."?

  Saya yakin beberapa anak akan mengartikan ayat ini demikian, "bila
  orang tuaku mengasihi aku, mereka akan membiarkan aku melakukan
  apapun yang aku inginkan ketika aku ingin melakukannya". Beberapa
  pasangan akan mengartikannya demikian, "bila pasanganku mengasihi
  aku, dia akan membiarkan aku melakukan apa pun yang ingin aku
  lakukan, tak peduli apa akibatnya bagi diriku sendiri dan
  pasanganku". Di sinilah kesalahkaprahannya. Bila kamu mengasihi aku,
  lakukan ini. Bila kamu mengasihi aku, lakukan itu. Kita melihat
  pemikiran seperti itu di sekeliling kita, ke mana pun kita pergi.
  Apa fokus masalah ini? Dalam budaya kita, yang ada di sekitar kita
  adalah saya; orang yang ingin dan perlu dikasihi. Kita adalah orang
  yang mementingkan, mengasihi, dan mengunggulkan diri sendiri. Anak-
  anak dibesarkan untuk menyenangkan dirinya sendiri, melakukan apa
  yang menyenangkan dan membuat mereka bahagia serta memberi mereka
  kesenangan. Kita telah menjadi orang yang egois. Namun, apakah yang
  menjadi fokus ajaran Yesus? Andalah yang seharusnya mengasihi.
  Andalah yang seharusnya menunjukkan kasih. Jangan kuatir apakah Anda
  akan menerima balasannya atau tidak. Kebenarannya adalah bahwa
  ketika Anda mengasihi, Anda akan menerima balasannya. Anda mengerti
  maksudnya? Ketika Anda mengasihi, ketika Anda menunjukkan kasih
  kepada orang lain melalui tindakan-tindakan Anda, Anda akan menerima
  kasih. Tuhan memastikan hal itu. Dia tidak berkata bahwa orang yang
  Anda kasihi akan mengasihi Anda. Dia tidak mengatakan bahwa Anda
  akan menuai dari tempat di mana Anda menabur, tetapi dari apa yang
  Anda tabur (Galatia 6:7).

  Ini adalah perbedaan yang sangat penting dan itulah yang disamarkan
  oleh budaya kita saat ini. Konsep yang utuh tentang kasih berubah
  menjadi suatu sentimentalitas. Orang-orang menggunakan kasih sebagai
  pengaruh supaya orang lain melakukan apa yang mereka inginkan untuk
  kepentingan mereka sendiri. Seluruh fokus dari kasih pada generasi
  kita ini adalah pada penerimaan permintaan. Penekanan utuh atas
  kasih adalah kurangnya penghukuman atas dosa dan apa yang salah,
  sedangkan pada kenyataannya Yesus mengatakan kepada kita bahwa tanda
  dari pemuridan adalah bahwa kita mengasihi seperti Dia mengasihi.
  Bukan seperti itu kasih yang dipahami oleh orang-orang pada masa
  kini. Yesus tidak pernah menyukai dosa. Yesus tidak pernah
  mengedipkan mata pada dosa. Yesus mengampuni dosa dan sangat
  mengasihi orang yang berdosa sehingga mau mati bagi mereka, meskipun
  Dia sendiri tidak berdosa. Tetapi, adalah kasih bila kita menghukum
  dosa dan bila kita menyebut dosa sebagai dosa. Mengapa? Karena dosa
  itu berbahaya. Karena dosa melukai keluarga dan menghancurkan orang
  dan komunitas serta merusak dan menyebabkan pergolakan di rumah dan
  lingkungan kita.

  Bila Anda ingin mengasihi seperti Yesus, katakan apa yang benar.
  Jangan biarkan orang lain mengatakan kepada Anda apa artinya kasih
  berdasarkan pengertian atau pengertian ulang mereka; seperti jika
  Anda mengasihi berarti Anda tidak akan menghukum homoseksualitas.
  Katakan apa yang Yesus katakan. Jangan sampai salah. Itu merupakan
  hal yang bertentangan dan pertentangan ini meluap ke komunitas
  Kristen dan beberapa orang Kristen telah menerapkannya. Tetapi
  ketika Yesus berkata, "Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa
  kamu adalah murid-murid-Ku," Dia tidak berbicara tentang
  pertentangan atas kasih pada masa sekarang yang mengabaikan dan
  menutupi dosa. Dia tidak berkata bahwa Anda seharusnya menuntut
  untuk dikasihi orang lain, melainkan setiap kita seharusnya
  mengasihi orang lain dan setiap kita seharusnya memberikan diri kita
  sendiri kepada orang lain sehingga dunia bisa melihat kasih Kristus
  dalam diri kita dan tahu bahwa kita adalah murid-murid-Nya.

  Apakah Anda pernah berpikir tentang kapan ini disampaikan oleh
  Tuhan? Ini benar-benar menentukan. Dia menyampaikan kata-kata itu
  kepada murid-murid-Nya setelah Dia membasuh kaki murid-murid-Nya.
  Ingat, waktu itu berbeda dengan zaman sekarang, yang jalanannya
  biasanya bersih dan orang-orang memakai kaos kaki dan sepatu serta
  bepergian dengan mobil yang bagus. Mereka berjalan dengan kaki
  telanjang dan beberapa dari mereka memakai sandal di jalanan yang
  kotor yang penuh dengan debu dan lumpur. Beberapa orang mungkin
  berkata, "Tuhan, aku bisa mengerti Tuhan membasuh kaki Petrus atau
  Yohanes, mereka adalah murid-murid yang Engkau kasihi, tetapi Engkau
  juga membasuh kaki Yudas. Itu berlebihan Tuhan, Engkau sudah tahu
  bahwa Yudas telah menyia-nyiakan Engkau dengan menjual Engkau. Tapi
  Engkau membasuh kakinya. Engkau tahu bahwa dia akan mengkhianati
  Engkau. Engkau tahu bahwa murid-murid-Mu akan melarikan diri dan
  mengkhianati Engkau, tapi Engkau membasuh kaki mereka juga.
  Jawabannya ada di ayat 1. "Ia mengasihi mereka sampai kepada
  kesudahannya." Itulah mengasihi seperti Yesus. Anda mengasihi sampai
  pada kesudahannya, tidak hanya pada situasi yang baik. Tidak hanya
  ketika Anda bahagia, tetapi pada saat krisis dan tegang. Itulah
  saat-saat di mana kasih Anda diuji. Kasih yang Yesus miliki bukanlah
  kasih manusia, bukan kasih yang untuk diri sendiri, bukan kasih yang
  posesif, bukan kasih yang rumit dan keliru yang diberikan kepada
  kita dari berbagai arah. Ini adalah kasih yang membebaskan. Ini
  adalah kasih yang sesungguhnya. Itulah sebabnya saya katakan di awal
  bahwa kasih ini tidak alami dan mudah. Hanya Tuhan yang bisa memberi
  Anda kasih seperti ini. Kasih filia itu manusiawi, tetapi kasih
  agape tidak.

  Apakah mengasihi seperti Kristus itu mudah? Tidak! Tak seorang pun
  akan mengatakan bahwa mengasihi seperti Kristus itu mudah. Tetapi
  hanya Kristuslah yang bisa membuat Anda bisa mengasihi seperti
  Kristus. Bila Anda adalah murid Yesus Kristus dan mengaku sebagai
  murid Yesus Kristus, Anda harus bertanya kepada diri Anda sendiri,
  "Apakah saya mengasihi seperti Yesus?" Apakah ada tongkat ajaib yang
  akan membantu Anda mengatasi luka-luka emosional Anda? Ya! Adakah
  suatu ramuan yang bisa membuat Anda utuh? Ya! Tetapi pertanyaannya
  adalah, "Bagaimana Anda mengasihi seperti Kristus?" Inilah caranya.

  Setiap kali ada seseorang yang berbuat salah atau berbuat dosa
  kepada Anda, putuskanlah untuk segera mengampuninya, antara Anda dan
  Tuhan. Mungkin orang ini tidak pantas untuk diampuni. Orang ini
  melukai saya terus dan hampir menghancurkan saya. Silakan jawab
  pertanyaan saya. Apakah Yesus telah dan akan selalu mengampuni
  dosa-dosa Anda? Bila Dia mengampuni Anda dan Anda bahagia menerima
  pengampunan-Nya, maka mengapa kuatir untuk tidak mengampuni orang
  lain? Bila Anda adalah murid Yesus, Anda akan mengasihi seperti
  Yesus. Bila Anda memilih untuk tidak mengampuni orang lain, bahkan
  setelah menerima pengampunan dari-Nya, Anda akan kehilangan
  pengampunan dan berkat Tuhan itu, dan semua dosa Anda akan
  dikembalikan kepada Anda. Itulah hukum kerajaan. Markus 11:25-26.

  Berapa kali saya gagal mengampuni? Berkali-kali! Kenyataannya adalah
  kita tidak bisa melakukannya sendiri. Ada saatnya ketika saya
  menghadapi masalah tertentu. Saya terus-menerus gagal. Tetapi,
  setiap kali gagal, saya datang kepada Tuhan dan berkata, "Tuhan,
  maafkan aku, ampuni aku dan tolong aku." Perlahan-lahan, kemenangan
  dan pelepasan pun terjadi, karena saya terus meminta pertolongan
  Tuhan dan meminta Tuhan melakukan dalam diri saya apa yang tidak
  bisa saya kerjakan sendiri, dan Dia dimuliakan melalui tangisan
  saya. Mudahkah? Tidak! Bila saya tidak berjalan bersama Tuhan dalam
  keintiman -- hari demi hari, peristiwa demi peristiwa -- hal itu
  tidaklah mudah. Tetapi ketika saya berjalan dalam keintiman bersama
  Tuhan, itu semua menjadi mudah. Karena Dia mengasihi melalui kita.
  Mengasihi seperti Yesus tidak berarti bahwa Anda menutup mata pada
  dosa atau tidak pernah marah terhadap dosa, tidak berarti pula bahwa
  ketika seseorang berbuat salah atau berdosa terhadap Anda maka Anda
  berpura-pura hal itu tidak terjadi atau tidak melukai Anda. Itu
  adalah buah pikiran yang keliru. Tidak nyata. Tuhan tidak meminta
  Anda tidak jujur terhadap diri Anda sendiri atau mengingkari sesuatu
  yang nyata atau yang benar-benar terjadi kepada Anda, melainkan Dia
  meminta Anda untuk mengampuni. Matius 18:21-22; Matius 6:12.

  Apa artinya mengampuni dan melupakan seperti Yesus? Ini berarti
  bahwa kapan pun ada seseorang yang berbuat salah kepada Anda, maka
  pada saat itu juga Anda segera melihat ke surga dan berkata, "Tuhan
  Yesus, karena kekuatan dan kemampuan-Mu dan karena aku adalah
  murid-Mu, aku mengampuni orang itu dan aku serahkan kepada-Mu."
  Lakukan dengan iman jika Anda kesulitan melakukannya. Katakan,
  "Tuhan, Engkau tahu aku kesulitan melakukan hal ini, tetapi Engkau
  katakan kepadaku bahwa bila aku menginginkan pengampunan dari-Mu,
  aku harus mengampuni orang lain, jadi tolonglah aku untuk bisa
  mengampuni mereka seperti Engkau mengampuni aku." Jujurlah. Inilah
  artinya mengampuni dan melupakan. Anda membereskannya dengan segera
  dan secara pribadi dengan Tuhan. Ini berarti ketika orang yang
  bersalah kepada Anda telah bertobat dan datang kepada Anda dan
  meminta pengampunan dari Anda, karena Anda telah menyerahkannya
  kepada Tuhan, Anda siap untuk merangkul mereka dan memberikan
  pengampunan serta mengasihi mereka seperti Yesus.

  Beberapa orang, ketika ada yang bersalah kepada mereka, segera
  mengatakan kepada orang itu bahwa kesalahannya telah diampuni.
  Jangan lakukan itu. Itu bukanlah seperti yang Yesus katakan kepada
  kita. Dia berkata, bila mereka bertobat, ampuni mereka. Bila orang
  itu tidak datang dan meminta pengampunan, jangan mencoba untuk
  memberikan pengampunan kepada mereka, tetapi bereskanlah dengan Bapa
  di surga. Beberapa orang, ketika ada orang yang datang untuk meminta
  ampun, akan mencoba untuk berpura-pura tidak terjadi apa-apa dan
  berkata, "Oh, tidak apa-apa." Jelas-jelas telah terjadi sesuatu.
  Jangan pernah berkata demikian. Itu tidak jujur. Itulah dosa, dosa
  tidak mengadili atau kasar. Jujur dan dapat dipercaya adalah suatu
  keharusan dan ketika dosa dibawa ke permukaan dan diakui,
  pengampunan harus diberikan, tanpa kepura-puraan atau berpura-pura
  tidak terjadi apa-apa.

  Beberapa orang berkata bahwa mereka akan mengampuni, tetapi tidak
  akan melupakan. Anda tahu mengapa orang-orang mengatakan demikian.
  Karena mereka berpikir bahwa melupakan berarti mereka telah lupa dan
  tidak ingat apa-apa lagi. Ketika Alkitab mengatakan bahwa Tuhan
  mengampuni dan melupakan, itu tidak berarti bahwa Tuhan yang tahu
  segalanya tentang setiap orang, dari sebelum penciptaan dunia ini
  hingga akhir zaman, tiba-tiba lupa dan tidak ingat apa pun tentang
  apa yang Anda lakukan. Tidak! Tidak demikian maksudnya. Melupakan
  berarti bahwa Dia tidak akan mengungkitnya lagi. Melupakan berarti
  bahwa dosa itu tidak ada dalam buku besar, bahwa Dia akan
  menghapusnya pada hari pelunasan dan berkata, "Lihat apa yang kau
  lakukan di sini." Melupakan berarti bahwa Anda menghapus utang dan
  tidak menagihnya lagi, selamanya menghapus utang itu dari kolom
  utang, meskipun sejak saat itu, secara teknis, utang itu tidak
  dilupakan.

  Sering kali, ketika seseorang berbuat salah kepada saya, saya
  menunggu hingga mereka -- bukan perwakilan mereka --  meminta
  pengampunan. Tetapi kadangkala, dalam hati saya, saya menyerahkannya
  kepada Tuhan dan menghapus utang itu. Mengapa? Karena utang itu akan
  menunda hidup saya, perjalanan saya bersama Tuhan dan pelayanan
  saya. Jadi, saya hadapi masalah itu. Harus saya akui bahwa
  kadang-kadang hal itu sulit dilakukan, ketika saya tidak benar-benar
  hadir dalam hadirat-Nya. Kedagingan memberontak dan saya harus
  melawannya, berdoa, meminta anugerah Tuhan, dan minta Tuhan
  memampukan untuk melepaskannya dan melupakannya. Tetapi saya
  menghadapinya, dan itu berarti berjuang melawan kedagingan, karena
  saya tahu bahwa selama saya terus menyimpan sesuatu dalam roh
  terhadap seseorang, secara rohani saya lumpuh. Anda tidak bisa
  dengan efektif menunjukkan kasih Kristus atau menjadi saksi bagi-Nya
  atau berjalan dalam damai dan kemenangan-Nya bersama kemarahan atau
  sikap tidak mengampuni dalam hati Anda. Dan bila hal ini tidak
  dilakukan, ini akan terus membusuk dan berubah menjadi kepahitan
  yang akan merusak seluruh hidup dan roh Anda. Ibrani 12:15. Jadi,
  bereskan hal ini dalam kuasa Yesus Kristus, bereskanlah secara
  pribadi dengan Yesus.

  Pertama, Anda jangan sekali-kali menawarkan atau memberikan
  pengampunan kepada seseorang bila orang itu tidak memintanya. Bila
  Anda mendatangi seseorang itu dan berkata, "Saya mengampuni Anda
  atas apa yang telah Anda lakukan," orang itu mungkin tidak akan
  peduli bahwa mereka telah melakukan kesalahan, khususnya bila mereka
  bukan orang percaya. Alasan mengapa kekristenan kita sangat rapuh
  adalah karena kita berkotbah: "Datanglah kepada Yesus dan jadikan
  Dia sebagai temanmu." Itu memang indah, tetapi Dia tidak bisa
  menjadi teman Anda sampai Anda benar-benar telah dihukum karena Anda
  telah berdosa terhadap Allah yang Kudus dan terhadap perintah-Nya
  dan terhadap hukum-Nya dan bahwa Anda menghadapi bahaya tanpa Yesus
  Kristus yang membayar lunas dosa-dosa Anda. Masalahnya adalah gereja
  telah mengkhotbahkan keselamatan dan anugerah yang murahan sehingga
  tidak seorang pun yang meminta pengampunan lagi. Bila seseorang
  berada di bawah penghukuman karena dia telah berdosa terhadap Allah
  yang kudus, mereka tidak akan pernah dilahirkan lagi. Menambahkan
  Yesus dalam daftar pertemanan Anda tidak akan membantu. Yesus adalah
  teman yang baik, tetapi itu tidak akan membantu Anda. Yesus adalah
  satu-satunya teman bagi orang yang mengakui dosa-dosa mereka dan mau
  berhenti berbuat dosa. Jadi, orang itu harus bertobat secara pribadi
  dan kemudian baru diampuni. Penghukuman harus didahului dengan
  pertobatan, dan ketika pertobatan terjadi, pengampunan pun harus
  diberikan dengan murah hati dan cuma-cuma.

  Kedua, Anda harus segera melakukan pengampunan dari dalam dan tanpa
  menundanya. Jangan mendiamkannya. Pengampunan itu akan berkembang.
  Membawa kemarahan membuat Anda terhindar dari berkat Tuhan dalam
  hidup Anda. Jadi hadapilah di dalam hati dan kemudian tunggu waktu
  Tuhan untuk memberikan pengampunan itu keluar. Setelah kebangkitan,
  Yesus tidak terburu-buru datang kepada Petrus dan berkata, "Sekarang
  Petrus, kamu telah mengkhianatiku tiga kali, tetapi aku
  mengampunimu." Tidak. Sebaliknya, Dia mengulanginya tiga kali,
  "Petrus, apakah kau mengasihiku" dan Petrus pun menjadi yakin. Tuhan
  mengampuni dia. Kapan Yesus mengampuni Petrus? Injil mengatakannya.
  Alkitab mengatakan bahwa setelah Petrus mengkhianati Dia tiga kali;
  Yesus berpaling dan memandang Petrus. Seolah-olah waktu itu Dia
  berkata, "Tidak apa-apa Petrus, Aku sudah mengampunimu di dalam
  hati-Ku."

  Ketika Yesus mengampuni orang banyak yang memakukan Dia di kayu
  salib, Dia tidak -- dalam kesakitan-Nya di kayu salib -- melihat ke
  bawah dan berkata, "Aku mengampuni kalian." Melainkan Dia berdoa
  kepada Bapa, "Bapa, ampunilah mereka." Sangat sedikit orang yang
  benar-benar mendengar-Nya. Perkataan-Nya itu antara Dia dan Bapa.
  Dia melakukannya di tempat itu juga. Mereka tidak tahu apa yang
  mereka perbuat. Apakah Dia mengatakan kepada orang-orang itu, "Aku
  mengampuni Engkau."? Mereka akan tertawa dan mengejek. Ampuni kami
  bagaimana, kami kan justru menyenangkan pemerintah dan Allah, bicara
  apa kamu.

  Tetapi kemudian Alkitab mengatakan bahwa pada hari Pentakosta, tiga
  ribu orang datang kepada Kristus di Yerusalem. Beberapa dari mereka
  adalah orang-orang yang berdiri di bawah salib. Anda katakan kepada
  Bapa tentang mereka yang telah melukai Anda. Kemudian Bapa akan
  memberi Anda kekuatan supernatural untuk dapat mengampuni sehingga
  Anda bisa menjaga hati Anda bersih antara Anda dan Dia. Mengapa Anda
  harus melakukannya segera? Alkitab mengatakan bila saya menghormati
  ketidakadilan dalam hati saya, di mana tak seorang pun bisa
  melihatnya, di mana tak seorang pun tahu kecuali saya dan Tuhan,
  berarti saya menghormati dosa dalam hati saya. Bila saya
  menyembunyikan dosa, menyimpan kemarahan, menghibur dosa, memelihara
  dosa, dan merawat dosa dalam hati saya, maka doa-doa saya tidak akan
  memnembus langit-langit rumah sehingga Tuhan tidak akan
  mendengarkannya (Mazmur 66:18).

  Pernahkah Anda mendoakan sesuatu dalam jangka waktu yang lama dan
  tidak mendapatkan jawabannya? Mungkin saja Anda sedang menghibur
  kemarahan, merawat dosa, atau menjaga kepahitan dan kemarahan dalam
  hati Anda. Atau mungkin saja Anda tidak mengasihi seperti Yesus.
  Bila Anda bukan murid Yesus, tidak datang kepada-Nya, mengakui dosa
  Anda, menerima pengampunan-Nya, dan dilahirkan kembali dalam

  roh-tNya, Anda boleh saja mencoba menyamai Yesus semau Anda, tetapi
  Anda tidak akan pernah bisa melakukannya. Karena itulah kekuatan
  yang Yesus berikan kepada murid-murid-Nya. Bila Anda murid-Nya,
  Dia ingin Anda memilikinya. Bila Anda bukan murid Yesus Kristus,
  bila Anda tidak pernah bertobat dari dosa-dosa Anda, maka Anda tidak
  bisa mulai dengan meminta untuk menjadi seperti Yesus atau untuk
  mengasihi seperti Yesus. Anda harus memulainya dari salib,
  merendahkan diri Anda sendiri dan dengan pertobatan dan iman atas
  apa yang telah Dia kerjakan untuk Anda, menjadi murid Kristus dan
  mengizinkan Dia hadir dalam hidup Anda, mengampuni dosa-dosa Anda,
  dan membersihkan Anda dari dosa-dosa sehingga kemudian Dia bisa
  membawa Anda ke jalan yang dapat membuat Anda mengasihi seperti
  Yesus. (t/Ratri)

  Diterjemahkan dan disesuaikan dari:
  Nama situs: His Sheep
  Judul asli artikel: Discipleship – Loving Like Jesus
  Penulis: Tidak dicantumkan
  Alamat URL: http://www.hissheep.org/messages/discipleship_loving_like_Jesus.html

______________________________________________________________________
MUTIARA GURU

                Kita harus mengasihi seperti Yesus,
          karena kita telah menerima kasih itu dari Dia.

______________________________________________________________________
TIPS

           MENGASIHI ANAK-ANAK SEPERTI YANG YESUS LAKUKAN

  Salah satu ayat favorit saya adalah Markus 10:13-16. Sebagai pelayan
  anak, kita dapat belajar banyak dari ayat tersebut. Bahkan, menurut
  saya, inilah teladan yang ingin Yesus berikan kepada kita sebagai
  pelayan anak.

  Dalam ayat ini, anak-anak dibawa kepada Yesus untuk diberkati.
  Namun, para murid menghalang-halangi mereka dan Yesus pun menegur
  para murid. Dia sangat tidak suka dengan sikap murid-murid-Nya.
  Dengan kata lain, sikap seperti itu sangat menyedihkan hati-Nya.
  Kemudian Dia memberikan dua hal penting! Dia berkata, "Biarkan
  anak-anak itu datang kepada-Ku dan jangan menghalangi mereka." Saya
  pikir para murid mengerti apa keinginan Yesus; apa yang boleh dan
  tidak boleh dilakukan terhadap anak-anak tersebut.

  Yesus melanjutkan dan berkata bahwa anak-anak yang berlarian itu
  adalah teladan iman yang seharusnya dimiliki oleh para murid.
  Sungguh sederhana! Anak-anak kecil tersebut menggambarkan kondisi
  dan karakter yang berkenan di hadirat-Nya -- dan hal itu tidak
  diperlihatkan oleh para murid! Wah!

  Kemudian Yesus menyatakan bagaimana kita dapat melayani anak-anak.
  Pertama, Dia memeluk anak-anak tersebut. Perhatikan, Dia hanya
  diminta untuk memberkati anak-anak yang datang kepada-Nya, namun
  Yesus lantas melakukan hal yang lebih dari itu, Dia memeluk
  anak-anak tersebut. Bayangkanlah perasaan orang tua mereka saat itu.
  Tahukah Anda bahwa orang tua anak-anak layan kita akan merasakan
  perasaan yang sama ketika kita memperlakukan anak-anak mereka
  seperti yang Yesus lakukan.

  Ketika anak-anak tersebut berada dalam pelukan Yesus, Ia memberkati
  mereka. Berkat yang Dia berikan bukan sekadar doa pendek. Kata
  "memberkati" di situ berarti Dia mendoakan anak-anak tersebut dengan
  sangat sungguh-sungguh dan mendalam. Dia mengetahui nilai
  perbuatan-Nya tersebut. Apa yang kita lakukan pun bernilai, dan
  memberikan diri kita sepenuhnya kepada anak-anak layan kita, adalah
  sesuatu yang layak dilakukan!

  Ada lima pelajaran singkat yang dapat kita pelajari dari cara Yesus
  melayani anak-anak.

  1. Kita perlu datang kepada Yesus seperti seorang anak kecil.
     Ini pelajaran untuk para murid-Nya, dan untuk kita juga. Satu hal
     yang saya cintai dari pelayanan anak adalah kita dapat belajar
     banyak hal mengenai iman hanya dengan berkumpul bersama anak-anak
     kecil tersebut. Yesus mengatakannya kepada kita dalam Markus
     10:13-16 tersebut.

  2. Anak-anak membutuhkan Yesus.
     Mengherankan, terkadang kita tidak mengingat hal tersebut dalam
     rencana program sekolah minggu dan manajemen pelayanan. Tetapi
     kita harus ingat bahwa semua program yang direncanakan harus
     dilakukan atas dasar kebutuhan anak-anak terhadap Yesus.

  3. Kita tidak boleh melakukan pendekatan pelayanan seperti yang
     dilakukan para murid.
     Mereka tidak menghargai anak-anak, kasar terhadap orang tua yang
     datang membawa anaknya, dan hanya memikirkan diri sendiri agar
     dapat memiliki waktu dan relasi dengan Yesus. Kita tidak akan
     mencontoh mereka, bukan?

  4. Kita harus melakukan pendekatan seperti yang Yesus lakukan.
     Berikan pelayanan yang ekstra, terlibatlah dalam kehidupan
     anak-anak layan Anda, dan biarkan pelayanan kita mengalir sebagai
     hasil dari hubungan kita yang sangat dalam dengan Bapa.

  5. Pahamilah bahwa kita bisa saja tidak akan mengetahui "akhir
     sebuah cerita".
     Tidak mengapa! Kita tidak tahu menjadi apa anak-anak yang
     diberkati Yesus itu kelak. Yang kita tahu adalah bahwa Yesus
     melibatkan diri-Nya dalam hidup mereka pada saat itu. Saya tidak
     boleh mengkhawatirkan nantinya bagaimana -- semua itu adalah
     "urusan" Tuhan!

  Luangkan waktu untuk memahami Markus 10:13-16 dan biarkan teladan
  Yesus dalam melayani anak-anak tersebut merasuk dalam jiwa Anda.
  Pada akhirnya, Anda akan mencintai anak-anak tersebut, sama seperti
  Yesus. Hal itu adalah hal yang baik! (t/Davida)

  Diterjemahkan dari:
  Nama situs: Kidz matter
  Judul asli artikel: Loving Kids Like Jesus Did
  Penulis: Greg Baird
  Alamat URL: http://www.kidzmatterarticles.com/?p=35

______________________________________________________________________
BAHAN MENGAJAR

                      ALLAH MEMELIHARA KITA

  Persiapan:
  Siapkan seikat bunga, seikat rumput kering, dan seekor burung (boleh
  yang sesungguhnya atau mainan).

  Renungan:
  Suatu sore pada musim semi, Yesus duduk di lereng bukit dan mengajar
  orang banyak yang datang kepada-Nya. Pada waktu itu, Dia mengajarkan
  banyak perkara yang masih berlaku sampai saat ini. Mungkin salah
  satu kebenaran indah yang diajarkan oleh Tuhan Yesus pada waktu itu
  ialah bahwa Allah memelihara anak-anak-Nya.

  Saya dapat membayangkan bahawa pada waktu itu Dia duduk di atas batu
  yang besar dan dikerumuni oleh orang banyak yang datang dari
  desa-desa sekitarnya. Mereka yang datang itu bukan orang-orang yang
  kaya. Mereka itu orang yang miskin, yang setiap hari bekerja keras
  untuk mendapatkan pakaian dan makanan yang secukupnya.

  Waktu itu Tuhan Yesus memandang mereka dan berkata, "Janganlah
  khawatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan. Pandanglah
  burung-burung di langit." (Perlihatkan burung itu.) "Mereka tidak
  menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung,
  namun diberi makan oleh Bapamu yang di surga." Tak ada seekor burung
  pun yang menabur atau menuai. Burung tidak memunyai lumbung atau
  gudang untuk menyimpan makanannya pada musim dingin. Burung yang
  kecil itu hanya percaya kepada Allah atas makanannya tiap hari.
  Tuhan Yesus berkata, "Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung
  itu?"

  Kemudian Tuhan Yesus berbicara tentang hal pakaian. Dia berkata,
  "Perhatikanlah bunga-bunga liar yang tumbuh di padang."
  (Perlihatkan bunga itu.) Saya pikir waktu itu Tuhan Yesus menunjuk
  ke padang yang penuh dengan bunga. "Bunga tidak bekerja dan tidak
  memintal, namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala
  kemegahannya pun tidak pernah berpakaian seindah bunga-bunga itu."

  Tuhan Yesus masih belum selesai berkata-kata. "Benar, Allah
  mendandani rumput dan bunga di padang. Hari ini rumput dan bunga itu
  ada dan besok dibuang ke dalam api." Tuhan Yesus tahu persis bahwa
  orang-orang miskin itu mencari rumput kering dan mengikatnya menjadi
  berkas-berkas untuk digunakannya sebagai bahan bakar, karena tidak
  ada kayu. (Perlihatkanlah seikat rumput kering.) "Jadi, jika
  demikian Allah mendandani rumput dan bunga itu, tidakkah Ia akan
  terlebih lagi mendandani dan memelihara kamu?"

  Kemudian hari, Tuhan Yesus mengatakan kepada mereka, "Burung pipit
  tidak berharga, namun seekor pun daripadanya tidak akan jatuh mati
  tanpa setahu Allah. Bahkan, rambut kepalamu pun terhitung semuanya."
  Allah tahu berapa banyak rambut di kepalamu.

  Oleh sebab itu, janganlah kamu berpikir bahwa Allah tidak mengetahui
  keadaanmu. Dia tahu di mana kamu ada. Dia mengetahui perbuatan dan
  pikiranmu. Dia tahu apa yang kamu butuhkan sebelum kamu memintanya.
  Dia memelihara kalian.

  Diambil dan disunting seperlunya dari:
  Judul buku: Buku Pintar Sekolah Minggu Jilid II
  Penyusun: Badan Pembina DSM Gereja Sidang-Sidang Jemaat Allah
  Penerbit: Gandum Mas, Malang 1996
  Halaman: 149

______________________________________________________________________
o/ WARNET PENA o/

           BAHAN MENGASIHI SEPERTI YESUS DALAM SITUS PEPAK
                     http://pepak.sabda.org/

  Berikut ini tautan ke artikel-artikel terkait dalam situs PEPAK
  mengenai teladan Yesus dalam hal mengasihi. Selamat menyimak.

  1. Mengasihi Murid Seperti Teladan Yesus
     http://pepak.sabda.org/mengasihi_murid_seperti_teladan_yesus

  2. Bawalah Anak Itu Kemari
     http://pepak.sabda.org/bawalah_anak_itu_kemari

  3. Apa yang Yesus Ajarkan Tentang Kasih (1 Korintus 13)
     http://pepak.sabda.org/apa_yang_kristus_ajarkan_tentang_kasih_1Korintus_13

  4. Apakah Kasih itu Sesungguhnya?
     http://pepak.sabda.org/apakah_kasih_itu_sesungguhnya

______________________________________________________________________
Pemimpin Redaksi: Davida Welni Dana
Staf Redaksi: Kristina Dwi Lestari dan Tatik Wahyuningsih
Isi dan bahan adalah tanggung jawab Yayasan Lembaga SABDA
Didistribusikan melalui sistem network I-KAN
Copyright(c) e-BinaAnak 2009 -- YLSA
http://www.ylsa.org/ ~~ http://katalog.sabda.org/
Rekening: BCA Pasar Legi Solo No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati
______________________________________________________________________
Anda terdaftar dengan alamat email: $subst(`Recip.EmailAddr`)
Alamat berlangganan: <subscribe-i-kan-BinaAnak(at)hub.xc.org>
Alamat berhenti: <unsubscribe-i-kan-BinaAnak(at)hub.xc.org>
Arsip e-BinaAnak: http://www.sabda.org/publikasi/e-binaanak/
Pusat Elektronik Pelayanan Anak Kristen: http://pepak.sabda.org/

Bergabunglah dalam Network Anak di Situs In-Christ.Net:
http://www.in-christ.net/komunitas_umum/network_anak

Kunjungi Blog SABDA di http://blog.sabda.org

______________PUBLIKASI ELEKTRONIK UNTUK PEMBINAAN GURU_______________

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org