|
Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
https://sabda.org/https://sabda.org/publikasi/e-binaanak/63 |
|
e-BinaAnak edisi 63 (12-2-2002)
|
|
><> Milis Publikasi Elektronik untuk Para Pembina Anak <><
Daftar Isi: Edisi 063/Februari/2002
-----------
o/ SALAM DARI REDAKSI
o/ BAHAN MENGAJAR (KECIL): Maukah Kamu Meminta Maaf?
o/ BAHAN MENGAJAR (BESAR): Belajar Saling Memaafkan
o/ TIPS MENGAJAR : Bagaimana Membangun Sikap Positif
pada Diri Anak?
o/ SERBA-SERBI : Pertanyaan Anak: Mengapa Kita Berdoa
Agar Kita Tidak Menjadi Orang Jahat?
o/ STOP PRESS : Paket Paskah 2002 (6 Kota)
o/ DARI ANDA UNTUK ANDA : Saran untuk Artikel yang Panjang
**********************************************************************
Korespondensi dan kontribusi bahan dapat dikirimkan ke staf Redaksi:
<submit-BinaAnak@sabda.org> atau <owner-i-kan-BinaAnak@xc.org>
**********************************************************************
o/ SALAM DARI REDAKSI
Selamat berjumpa lagi,
Mengajarkan anak untuk menjadi orang yang baik tidaklah semudah
membalikkan telapak tangan. Sejak kejatuhan Adam dalam dosa, semua
manusia keturunannya telah memiliki kecenderungan yang kuat untuk
berbuat dosa, bahkan sejak mereka lahir. Ada teori pendidikan yang
mengatakan bahwa pada waktu lahir, hati anak itu bersih dan baik
adanya seperti kertas putih. Tapi ketika anak menjadi besar, hati
anak yang seperti kertas putih itu mulai dicoret-coret, baik oleh
keluarganya atau lingkungan di mana ia dibesarkan, sehingga tidak
lagi putih bersih. Benarkah demikian? Tidak! Alkitab berkata bahwa
sejak Adam jatuh dalam dosa, maka pada dasarnya semua manusia
keturunan Adam sudah berdosa (Roma 3:23). Hati manusia tidak pernah
lagi putih bersih, tapi sudah tercemar oleh dosa. Oleh karena itu
perbuatan jahatlah yang akhirnya menjadi kecenderungan manusia.
Lalu apakah berarti manusia tidak lagi bisa berbuat baik? Tentu saja
manusia masih bisa berbuat baik, namun perbuatan baik manusia tidak
akan pernah bisa menghasilkan pembenaran dari Allah untuk
mendapatkan keselamatan. Hanya melalui iman percaya kepada Kristus
saja, kita dibenarkan oleh Allah dan diselamatkan. Tapi, bagi orang
yang telah menerima Kristus, perbuatan baik merupakan buah dari
persekutuan kita dengan Allah. Perbuatan baik menjadi sesuatu yang
kita usahakan karena kita ingin meneladani sifat dan karakter Allah,
Bapa kita. Sifat dan karakter apakah yang dimiliki oleh Bapa kita
yang perlu kita teladani? Mengasihi, memaafkan, bermurah hati, setia
dll. Karakter-karakter Allah ini tidak kita dapatkan secara tiba-
tiba tapi harus kita pelajari dan praktekkan. Demikian juga pada
anak-anak, perbuatan-perbuatan baik dalam hidup anak harus diajarkan
dan didorong karena hal itu tidak dapat datang dengan sendirinya.
Pada bulan Februari ini e-BinaAnak secara khusus akan membahas
tentang bagaimana mengajarkan anak meneladani beberapa karakter-
karakter Allah di atas. Kalau minggu lalu kami sudah membahas
bagaimana mengajarkan anak tentang kasih, maka minggu ini kami akan
melanjutkan dengan membahas tentang bagaimana mengajarkan anak
memaafkan orang lain dan bagaimana mendorong anak untuk berbuat
baik. Namun, harapan kami, guru-guru SM bukan hanya mengajarkan hal
ini pada anak tapi juga mempraktekkannya terlebih dahulu dengan diri
sendiri.
Selamat belajar,
Tim Redaksi
"Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain dan ampunilah
seorang akan yang lain, apabila yang seorang menaruh
dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah
mengampuni kamu perbuatlah demikian." (Kolose 2:13)
< http://www.bit.net.id/SABDA-Web/Kol/T_Kol2.htm 2:13 >
**********************************************************************
o/ BAHAN MENGAJAR (KELAS KECIL)
MAUKAH KAMU MEMINTA MAAF?
=========================
Selamat pagi adik-adik yang dikasihi Tuhan! Hari ini kakak akan
menceritakan suatu cerita yang menarik. Coba kalian simak baik-baik
karena setelah bercerita, kakak akan menanyakan pertanyaan kepada
kalian. Siap? Nah, beginilah ceritanya:
Hari itu adalah hari yang sangat menyenangkan Anna karena
keluarganya yang terdiri dari Ayah, Ibu, Arie dan Anna pergi ke
kebun binatang. Setelah mereka pergi berkeliling melihat binatang-
binatang, Arie dan Anna melihat orang menjual balon. Mereka ingin
sekali memiliki balon itu, maka Ayah membelikan dua balon yang
sangat bagus. Satu untuk Anna dan satu lagi untuk kakak laki-
lakinya, Arie. Namun sekalipun masing-masing sudah mendapat sebuah
balon, Arie ingin memegang kedua-duanya. "Beberapa menit saja",
katanya.
Tentu saja Anna tidak mau melepaskan balonnya walaupun hanya satu
menit. Tetapi Arie terus merengek-rengek agar Anna mengizinkan dia
memegang balonnya.
Maka kesalahan pun benar-benar terjadi. Kedua balon itu terlepas
dari tangan Anna, ketika Arie sedang merebutnya dari tangan Anna.
Sebelum Arie sadar akan apa yang terjadi, balon-balon itu telah
terbang ke angkasa. Anna mulai menangis. Arie berdiri terpaku karena
begitu terkejut sehingga ia tidak dapat mengucapkan sepatah kata
pun. Ayah dan ibu tidak senang dengan perbuatan Arie yang sangat
ceroboh itu. Arie menyadari betul bahwa dialah yang menyebabkan
kedua balon itu terbang .... Anna masih menangis di dekapan Ibu.
Beberapa saat kemudian Ayah memanggil Arie, dan berkata:
"Nah, apakah kamu ingin mengatakan sesuatu kepada Anna?" tanya
ayah kepada Arie.
"Tetapi, Ayah ... apakah yang harus saya katakan?" tanya Arie.
"Saya tidak punya uang untuk membelikan Anna sebuah balon yang
baru."
"Tidak adakah sesuatu yang lain yang ingin kamu katakan kepadanya?"
tanya ayah.
"Saya ... saya menyesal. Maafkah aku Anna." kata Arie kepada Anna.
Anna memandang Arie dengan matanya yang masih basah. Apakah Anna
memaafkan perbuatan Arie?
Nah, adik-adik yang dikasihi Tuhan, setelah mendengar cerita ini
kakak sekarang akan memberi pertanyaan kepada kalian:
Pertanyaan:
-----------
1. Mengapa perbuatan Arie merupakan perbuatan yang ceroboh?
2. Apakah Arie harus meminta maaf kepada Anna?
3. Jika kamu menjadi Arie apakah kamu juga akan minta maaf pada
Anna?
4. Apakah kamu pernah melakukan sesuatu yang ceroboh minggu ini?
5. Apakah kamu telah minta maaf? Kalau belum, mengapa tidak?
Maukah kamu melakukannya sekarang?
6. Bila seseorang minta maaf kepada kita atas perbuatannya, apakah
yang seharusnya kita lakukan? Mengapa?
Bacaan Alkitab:
---------------
Lukas 17:3,4
Kebenaran Alkitab:
------------------
"Jikalau saudaramu berbuat salah, tegurlah dia. Jikalau ia berkata
bahwa ia menyesal, ampunilah dia." (Lukas 17:3b; baca Lukas 17:3,4)
Doa:
---
Tuhan Yesus, saya ingin mengampuni orang lain seperti Engkau telah
mengampuni saya. Dan saya juga ingin agar Engkau mengampuni
kesalahan saya sebagaimana saya mengampuni kesalahan orang lain.
Amin.
Bahan disadur dari sumber:
Judul Buku: Renungan Singkat untuk Anak-anak
Pengarang : V. Gilbert Beers
Penerbit : Yayasan Kalam Hidup, Bandung
Halaman : 36 - 37
**********************************************************************
o/ BAHAN MENGAJAR (KELAS BESAR)
BELAJAR SALING MEMAAFKAN
========================
Memaafkan orang lain merupakan suatu tindakan yang sulit, apalagi
memaafkan orang yang telah mengecewakan dan menyakiti hati kita.
Kita tidak boleh menaruh rasa dendam, apalagi membalas mengecewakan
dan menyakiti hati mereka.
Tuhan Yesus meminta kita untuk mengasihi dan mengampuni saudara-
saudara kita, bahkan Tuhan meminta kita untuk mengasihi musuh kita
seperti kita mengasihi diri kita sendiri. Ia meminta kita mempunyai
hati yang tulus untuk memaafkan orang lain. Jikalau ada yang
menyakiti, mengejek, dan dendam kepada kita, Tuhan ingin kita semua
mengampuni mereka. Bagaimanakah kita dapat belajar untuk saling
mengampuni dan memaafkan?
Di dalam Alkitab ada banyak tokoh yang berjiwa besar dan mau
mengampuni orang yang bersalah kepada mereka. Mari kita belajar
memaafkan dari tokoh-tokoh Alkitab ini.
1. Esau memaafkan Yakub adiknya.
-----------------------------
"Tetapi Esau berlari mendapatkan Yakub, didekapnya dia, dipeluk
lehernya dan diciumnya dia, lalu bertangis-tangisanlah mereka."
(Kejadian 33:4)
Yakub telah merebut berkat yang seharusnya diterima oleh Esau.
Pada mulanya Esau sangat marah, bahkan ia ingin membunuh Yakub!
Tetapi setelah waktu berlalu, Esau dapat menerima dan memaafkan
Yakub. Bahkan mereka berpeluk-pelukan. Esau mencium adiknya
dengan kasih sayang.
2. Yusuf memaafkan saudara-saudaranya.
-----------------------------------
"Yusuf mencium semua saudaranya itu dengan mesra dan ia menangis
sambil memeluk mereka. Sesudah itu barulah saudara-saudaranya
bercakap-cakap dengan dia." (Kejadian 45:15)
Kita tentu telah mengetahui cerita mengenai Yusuf yang dijual
oleh saudara-saudaranya. Bahkan pada awalnya saudara-saudaranya
bermaksud membunuh Yusuf. Bersyukurlah Tuhan memelihara Yusuf.
Nah, suatu hari Yusuf menjadi perdana menteri di negeri Mesir.
Setelah menjadi orang yang berkuasa bisa saja Yusuf membalas
dendam pada saudara-saudaranya. Namun Yusuf tidak melakukannya.
Dia bahkan menolong saudara-saudaranya dan mengampuni mereka.
Saudara-saudara Yusuf pada mulanya ketakutan kalau Yusuf akan
membalas dendam kepada mereka. Namun ternyata Yusuf memeluk
mereka dengan mesra, mencium mereka dan menangis penuh kerinduan.
Inilah kebesaran hati Yusuf.
3. Musa memaafkan Harun dan Miryam.
--------------------------------
"Lalu berserulah Musa kepada Tuhan: "Ya Allah, sembuhkanlah
kiranya dia."" (Bilangan 12:13)
Pada waktu itu Musa memimpin umat Israel keluar dari Mesir.
Mereka berjalan melewati padang gurun. Saat itulah Harun dan
Miryam, kakak-kakak Musa menghina Musa. Mereka cemburu pada Musa.
Mereka tidak mau dipimpin oleh Musa. Padahal Musa adalah pemimpin
yang diangkat oleh Allah. Akibatnya Allah menjadi marah pada
Harun dan Miryam, lalu menghukum mereka dengan penyakit kusta.
Apa yang dilakukan oleh Musa? Apakah dia berteriak "rasain Lu!"
Tidak! Musa mengampuni mereka dan bahkan berdoa kepada Tuhan agar
menyembuhkan Harun dan Miryam. Mengapa dia mau melakukan hal itu?
Alkitab mengatakan hati Musa sangat lembut (Bil 12:3). Karena itu
dia juga seorang pemaaf.
4. Daud memaafkan Saul.
--------------------
"Daud tidak mengizinkan orang-orangnya bangkit menyerang Saul."
(1Samuel 24:8)
Saul sangat membenci Daud, dan telah beberapa kali berusaha
membunuh Daud. Daud terpaksa melarikan diri dari satu tempat ke
tempat lain. Saul mengerahkan segenap kekuatan untuk mengejar dan
membunuh Daud. Sampai suatu saat Saul sedang membuang hajat di
dalam sebuah gua, tempat persembunyian Daud. Ini kesempatan baik
untuk menghajar Saul. Pengikut-pengikut Daud juga berpikiran
begitu. Mereka ingin membunuh Saul. Tetapi apa yang dilakukan
Daud? Apakah dia membalas dendam? Tidak! Dia hanya memotong
sedikit kain baju Saul untuk menyatakan kalau dia mau membunuh
Saul, sangat gampang. Tetapi dia memaafkan Saul dan
melepaskannya.
5. Yesus Kristus memaafkan orang-orang yang menyalibkan Dia.
---------------------------------------------------------
"Yesus berkata, Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak
tahu apa yang telah mereka perbuat." (Lukas 23:34)
Tidak perlu diungkapkan lagi betapa sengsaranya Tuhan Yesus
dipukul, dihina, diludahi, dicambuk, ditendang, dipaku, dan
digantung di atas kayu salib oleh orang-orang jahat yang
membencinya. Kalau Yesus Kristus mau menghancurkan mereka, itu
adalah hal gampang. Dia hanya tinggal berseru, maka ribuan
malaikat akan turun untuk memusnahkan musuh-musuhNya. Tetapi
Yesus tidak membalas dendam. Dengan hati yang Tulus dan penuh
kasih, Dia mengampuni mereka. Dia bahkan juga berdoa kepada Allah
Bapa untuk mengampuni orang-orang jahat itu.
6. Stefanus mengampuni orang-orang yang membunuhnya.
-------------------------------------------------
"Sambil berlutut ia berseru dengan suara nyaring: "Tuhan
janganlah tanggungkan dosa ini kepada mereka!""
(Kisah Rasul 7:60)
Kisah Stefanus mirip kisah Tuhan Yesus, sebab Stefanus mencontoh
Tuhan Yesus. Stefanus adalah seorang penginjil yang rajin. Suatu
saat dia ditangkap dan dilempari batu sampai mati oleh orang-
orang yang membenci Injil. Sebelum menghembuskan nafasnya yang
terakhir, dia sempat berdoa untuk musuh-musuhnya. Dia memaafkan
mereka dan memohon agar Tuhan mengampuni dosa-dosa mereka.
Seharusnya dia marah sekali, karena dia mati dilempari batu.
Tetapi dia memaafkan mereka. Inilah hati seorang pengikut Yesus.
Hati yang penuh kasih untuk memaafkan orang-orang yang menyakiti
kita.
7. Paulus memaafkan orang-orang yang meninggalkan dia.
---------------------------------------------------
"Pada waktu pembelaanku yang pertama tidak ada seorangpun yang
membantu aku, kiranya Tuhan mengampuni mereka." (2Timotius 4:16)
Paulus dipenjarakan karena memberitakan Injil. Pada waktu ia
dipenjarakan, banyak teman-temannya yang meninggalkan dia. Mereka
takut ikut dipenjarakan dan dianiaya. Mereka sama sekali tidak
membantu Paulus, justru pada waktu Paulus amat membutuhkan
mereka. Seharusnya ini membuat Paulus marah kepada mereka dan
tidak mau lagi berteman dengan mereka. Tetapi Paulus dengan penuh
kasih memaafkan dan berdoa agar mereka diberkati Tuhan.
8. Filemon memaafkan Onesimus budaknya.
------------------------------------
"Sebab mungkin karena itulah dia dipisahkan sejenak dari padamu,
supaya engkau dapat menerimanya untuk selama-lamanya."
(Filemon 1:15)
Onesimus adalah pembantu rumah tangga Filemon. Suatu hari dia
mencuri barang dari Filemon dan melarikan diri. Dalam pelarian
itu, Onesimus bertemu Paulus. Tak lama kemudian Onesimus bertobat
dan percaya Tuhan Yesus. Oleh Paulus, Onesimus dikirim kembali ke
rumah Filemon. Paulus menulis surat dan meminta kepada Filemon
untuk menerima kembali Onesimus dan mengharapkan agar Filemon mau
memaafkan Onesimus.
Bahan ini diambil dan diedit dari:
Judul Buku: Majalah Kita, edisi 021, 1994
Penerbit : Lembaga Reformed Injili Indonesia
Halaman : 4 - 6
**********************************************************************
o/ TIPS MENGAJAR
BAGAIMANA MENDORONG ANAK MELAKUKAN PERBUATAN BAIK
=================================================
Cara membangun sikap positif pada diri anak adalah dengan menghargai
anak itu sebagai seorang pribadi. Cara ini dapat memperkuat tingkah
lakunya yang baik. Anak-anak memerlukan lebih banyak dorongan untuk
melakukan perbuatan positif, bukan kritikan terhadap perbuatan yang
negatif. Anak-anak perlu ditolong supaya tahu apa yang benar. Lebih
dari itu mereka perlu ditolong supaya mau melakukan apa yang benar.
Pujian dan dukungan semangat sangat efektif dalam mendorong anak-
anak untuk melakukan apa yang benar.
Doronglah perbuatan-perbuatan baik anak dengan memuji setiap usaha
mereka untuk bekerja sama dan menunjukkan kasih. Kembangkan pujian
dan penghargaan ini dengan menghubungkan ayat-ayat Alkitab pada
perbuatan tertentu yang telah dilakukan anak-anak. Pujian terhadap
anak harus tulus. Apabila anda terlalu mesra atau berlebihan
menyanjung anak dengan pujian anda itu, anak akan menyangsikan
ketulusan anda. Melimpahi anak dengan pujian yang tidak pada
tempatnya malah akan membuat dia enggan berusaha lebih lanjut.
Pujian harus bersifat khusus. Bila anda memuji setiap anak dengan
pernyataan umum yang sama, mereka merasa bahwa sebenarnya anda
tidak memuji mereka. Misalnya anda berkeliling ruangan dan pada
setiap anak, anda memberikan pujian yang sama, "Andi, gambarmu
bagus sekali", "Voni, gambarmu bagus sekali", ketika anda sampai
ke Mirna ia pasti tidak akan mau mendengarkan komentar anda. Namun
bila anda berkata, "Andi, bagus sekali garis-garis yang kamu buat",
"Voni, saya suka warna biru yang kau buat", maka Mirna akan
mendengarkan anda bila anda berkata, "Mirna, saya senang melihat
kamu tekun membuat titik pada kumbang itu". Itulah pujian khusus
dan tulus yang dapat menolong anak mengetahui dengan tepat bahwa
apa yang dilakukannya benar. Hal tesebut akan mendorong dan
memberikan semangat kepada anak untuk dapat mengembangkan sikap
secara positif.
Sumber:
Judul Buku : Bagaimana Bercakap-cakap dengan Anak Kecil
Judul Artikel: Bagaimana Membangun Sikap Positif pada Diri Anak
Pengarang : Rachel Iversen
Penterjemah : Dra. Lina Tresnawaty
Penerbit : Yayasan Kalam Hidup, Bandung, 1993
Halaman : 29 - 36
**********************************************************************
o/ SERBA-SERBI
PERTANYAAN ANAK:
================
MENGAPA KITA BERDOA AGAR KITA TIDAK MENJADI ORANG JAHAT?
--------------------------------------------------------
P : Mengapa kita memohon kepada Allah untuk menolong kita agar
kita tidak menjadi orang jahat?
J : Karena kita semua berdosa. Memang wajar bagi kita melakukan
hal-hal yang jahat. Sehingga kita butuh pertolongan Allah untuk
melakukan hal-hal yang baik daripada yang jahat. Allah dapat
menolong kita, dan Dia menginginkan kita memiliki kuasa yang
dapat menolong kita untuk mengatasi segala pencobaan. Ketika
murid-muridnya bertanya kepada Yesus tentang bagaimana caranya
berdoa, Dia memberikan kepada mereka apa yang kita sebut dengan
"Doa Bapa Kami" (lihat Matius 6:9-13). Dalam doa tersebut Dia
mengajar kepada mereka untuk berdoa, "Dan janganlah membawa
kami ke dalam pencobaan, testapi lepaskanlah kami dari pada
yang jahat." Ketika kita berdoa seperti kalimat dalam doa
tersebut, kita meminta Allah untuk menolong kita untuk tidak
menjadi dan berbuat jahat.
Ayat Kunci:
-----------
"Dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah
kami dari pada yang jahat." (Matius 6:13)
Ayat Terkait:
-------------
Mazmur 51:5
Mazmur 139:23-24
2Korintus 13:7,9
Efesus 6:19
Diedit dari sumber:
Judul Buku: 107 Pertanyaan Anak-anak tentang Doa
Penerbit : Betlehem Publishers, Jakarta, 1999
Halaman : 61
**********************************************************************
o/ STOP PRESS
PAKET PASKAH 2002 LUAR JAKARTA - SUDAH GENAP
============================================
TEMA: "... SUDAH GENAP!"
Oleh kematian dan kebangkitan Yesus maka sudah genaplah Karya
keselamatan Allah bagi manusia.
Pakailah kesempatan merayakan Paskah bersama anak-anak untuk
memberitakan bahwa Yesus mati disalib dan bangkit untuk selamanya!
Sudah genap!
Kami mengundang para guru Sekolah Minggu dan semua yang terbeban
melayani anak untuk mengikuti presentasi dan seminar dengan:
TOPIK:
Drama Paskah Anak, Cerita Boneka Paskah, Peraga dan Cerita Paskah,
Peraga dan Lagu Paskah, Peraga dan Ayat Hafalan Paskah, Aktivitas
dan Permainan, dll.
BONUS:
o Peserta grup 3 orang dari 1 gereja akan mendapatkan 1 topi Paskah.
o Peserta grup 5 orang dari 1 gereja akan mendapatkan 1 album stiker
absensi.
Bahan-bahan, Paket Paskah, Alat-alat Peraga dapat diperoleh pada
saat seminar.
WAKTU, TEMPAT, dan PENDAFTARAN: [untuk 6 kota]
1. KUDUS: Rabu, 13 Februari 2002; pk. 17:30-20:30 WIB
JKI Elim
Jl. Pemuda 60 KUDUS, Jawa Tengah
- Ester & Priska, Tel. (0291) 434-106, 432-834
2. SURABAYA: Kamis, 14 Februari 2002; pk. 17:30-20:30 WIB
Gedung Irama Mas
Jl. Tegalsari 75 SURABAYA, Jawa Timur
- Ibu Rosiana - Tim Pelayanan Karisma, Tel. (0812) 321-4339
- Bapak David - Tim Pelayanan Karisma, Tel. (0818) 306-700
- Ellen - NAT e-Family Club, Tel. (031) 546-6547
- T.B. Maranatha, Tel. (031) 561-7018, 567-4136
- T.B. Metanoia, Tel. (031) 592-4096
3. BOGOR: Sabtu, 16 Februari 2002; pk. 13.00-16.00 WIB
GKI Pengadilan
Jl. Pengadilan 35 BOGOR, Jawa Barat
- Ibu Liana - GKI Pengadilan, Tel. (0251) 379-152
4. TANGERANG: Minggu, 24 Februari 2002; pk. 13:30-16:30 WIB
Menara Dynaplast Lt. 5 (Sebelah Universitas Pelita Harapan)
Lippo Karawaci, TANGERANG
- City of God Ministry, Tel. (021) 546-2458
- T.B. Metanoia Lippo Karawaci, Tel. (021) 546-1158/9
5. BANDUNG: Rabu, 27 Februari 2002; pk. 17:30-20:30 WIB
GIA Lengkong Besar
Jl. Lengkong Besar 66 BANDUNG, Jawa Barat
- GIA Lengkong Besar, Tel. (022) 423-6907
- Ibu Priyatmi, Tel. (022) 421-7310
6. CIREBON: Selasa, 26 Februari 2002; pk. 17:30-20:30 WIB
Gedung Gratia
Jl. Sudharsono 32 CIREBON, Jawa Barat
- Toko Buku Maranatha, Tel. (0231) 201-086
Jl. Pengampon 9, Cirebon, Jawa Barat
- Ibu Siani, Tel. (0231) 206-162
Ide-ide baru telah kami siapkan untuk Anda.
Jangan lewatkan kesempatan ini!! Daftarkan diri anda segera!!
Untuk informasi lebih lanjut, segera hubungi:
Yayasan Domba Kecil Tel. +62(21) 560-2630, 566-962
Jl. Tanjung Duren Utara III E/236 Fax. +62(21) 566-8962
Jakarta Barat 11470 - INDONESIA ABN AMRO Bank 10.69.667
Sumber: Informasi dari Yayasan Domba Kecil <dombakecil@dr.com>
**********************************************************************
o/ DARI ANDA UNTUK ANDA
Dari: Teguh Prayogo <prayogo@>
>Shalom, ini hanya sekedar usulan. Semoga bisa diterima, jika tidak
>saya minta maaf jika kurang berkenan. Pertama, saya mengucapkan
>terima kasih atas beragam artikel rohani yang mendukung pelayanan
>saya. Tetapi mengingat media yang kita pakai, apakah tidak
>sebaiknya pengiriman artikel tidak terlalu panjang ? Mungkin bisa
>dipecah-pecah menjadi per artikel. Sekali lagi, ini hanya usulan
>saja. Terima kasih. Tuhan memberkati.
Redaksi:
Terima kasih untuk saran Anda. Tim Redaksi e-BinaAnak selalu terbuka
untuk menerima saran maupun kritik demi peningkatan kualitas
e-BinaAnak. Redaksi pernah mendiskusikan tentang saran anda tersebut
dan menetapkan bahwa batasan e-BinaAnak maksimal sebesar 25K per
edisi. Jadi panjangnya artikel ditambah bagian-bagian lain dalam
setiap edisi e-BinaAnak kami sesuaikan dengan batasan tersebut.
Lain kali kalau ada bahan yang terlalu panjang, kami akan berusaha
untuk memotongnya (tentu saja jika hal tsb. memungkinkan) atau
meringkasnya seperti yang sudah sering kami lakukan. Sekali lagi
terima kasih untuk sarannya.
**********************************************************************
Untuk berlangganan kirim e-mail ke: <subscribe-i-kan-BinaAnak@xc.org>
Untuk berhenti kirim e-mail ke: <unsubscribe-i-kan-BinaAnak@xc.org>
Untuk Arsip e-BinaAnak: http://www.sabda.org/publikasi/e-binaanak/
**********************************************************************
Staf Redaksi: Oeni, Ratnasari, Davida, Asih, Meilania
Isi dan bahan adalah tanggung jawab Yayasan Lembaga SABDA
Didistribusikan melalui sistem network I-KAN
Copyright(c) e-BinaAnak 2002 YLSA
|
|
|
© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org |