Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-binaanak/411 |
|
![]() |
|
e-BinaAnak edisi 411 (10-12-2008)
|
|
___e-BinaAnak (Milis Publikasi Elektronik untuk Para Pembina Anak)____ DAFTAR ISI EDISI 411/DESEMBER/2008 - SALAM DARI REDAKSI - ARTIKEL: Dari Keluarga Sederhana - BAHAN MENGAJAR 1: Mimpi Yusuf - BAHAN MENGAJAR 2: Orang-Orang Bijaksana - WARNET PENA: Dapatkan! Lebih dari Lima Ratus Bahan Audio dalam Situs Telaga - DARI ANDA UNTUK ANDA: Ucapan Syukur dari Rekan di Papua - MUTIARA GURU ______________________________________________________________________ o/ SALAM DARI REDAKSI o/ Dear all, Ketika para gembala mendengar kabar sukacita mengenai lahirnya Sang Bayi Kudus, mereka langsung pergi ke tempat di mana Bayi Kudus itu dilahirkan. Dalam sebuah palungan mereka melihat Bayi itu. Dan, ketika melihat-Nya, para gembala pun merasakan sukacita yang luar biasa. Hati mereka melimpah dengan kegirangan yang tidak dapat mereka simpan sendiri dalam hati. Ini harus diceritakan! Ini Kabar Sukacita! Mereka pun keluar dari tempat Bayi Kudus itu dilahirkan dan segera menumpahkan sukacita mereka dengan menceritakan Kabar Baik itu kepada siapa pun yang mereka temui. Seperti para gembala yang hatinya dipenuhi kerinduan mendalam untuk menceritakan kepada siapa saja mengenai kelahiran Kristus, demikianlah hendaknya para pelayan anak dalam menyambut Natal. Jadilah gembala yang selalu rindu mengabarkan Kabar Sukacita tersebut kepada anak-anak layan Anda. Biarlah mereka juga merasakan kedatangan Kristus di dalam hati mereka melalui berita Natal yang Anda sampaikan. Dalam edisi ini, Anda dapat mendulang ide melalui cerita-cerita Natal yang tersaji. Sebelum bercerita, simaklah terlebih dahulu renungan Natal untuk melihat keluarga yang Allah pakai sebagai alat kedatangan Putra-Nya. Kiranya menjadi berkat. Selamat menyampaikan Kabar Baik itu! Pimpinan Redaksi e-BinaAnak, Davida Welni Dana "Bernyanyilah bagi TUHAN, hai segenap bumi, kabarkanlah keselamatan yang dari pada-Nya dari hari ke hari." (1 Tawarikh 16:23) < http://sabdaweb.sabda.org/?p=1Tawarikh+16:23 > ______________________________________________________________________ o/ ARTIKEL o/ DARI KELUARGA SEDERHANA Pernah ada sebuah sandiwara Natal remaja. Di atas pentas, tampak Yusuf dan Maria berpakaian tambalan, berjalan dari rumah penginapan yang satu ke rumah penginapan yang lain. Dan cerita selanjutnya sudah dapat Anda tebak sendiri. Semua manajer rumah penginapan menolak Yusuf dan Maria dengan pandangan yang menghina. Mengapa? Menurut sandiwara itu, karena Yusuf dan Maria tidak beruang. Sandiwara itu memberi gambaran yang agak berlebihan. Ditolaknya Yusuf dan Maria belum tentu disebabkan karena mereka tidak memunyai cukup uang. Kemungkinannya adalah karena semua tempat sudah terisi berhubung pada hari-hari itu banyak orang luar kota datang ke Bethlehem untuk urusan sensus penduduk. Kalau begitu, apa Yusuf dan Maria kaya raya? Juga tidak. Di Lukas 2:21-24, diceritakan bahwa 8 hari setelah Yesus lahir, Ia disunat dan diberi nama. Kemudian sesuai dengan peraturan yang tertulis di Keluaran 13:2 dan Keluaran 22:29, Yusuf dan Maria membawa Yesus sebagai anak sulung ke Bait Allah di Yerusalem untuk dipersembahkan atau dikuduskan kepada Allah. Menurut peraturan di Imamat 12:6, orang tua yang bersangkutan harus membawa seekor domba berumur setahun dan seekor anak burung merpati atau burung tekukur untuk dipersembahkan sebagai korban. Tetapi, tentang Yusuf dan Maria tidak dikatakan bahwa mereka membawa domba. Di Lukas 2:24 ditulis bahwa mereka hanya memersembahkan sepasang burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati. Mengapa bukan anak domba? Karena peraturan di Imamat 12:8 memerbolehkan orang yang tidak mampu membeli domba untuk hanya membawa burung tekukur atau burung merpati. Dari situ dapatlah ditarik kesimpulan bahwa Yusuf dan Maria tergolong orang yang tidak mampu membeli domba. Apa mata pencaharian Yusuf? Dari Matius 13:55 dan Markus 6:3, dapat kita ketahui bahwa ia adalah seorang tukang kayu. Seorang tukang kayu di Israel pada zaman itu memunyai penghasilan yang sedang-sedang saja. Penghasilannya tidak sebesar pemilik kebun anggur atau pemilik perahu penangkap ikan; namun tidak sekecil upah pekerja di kebun anggur, nelayan, atau gembala. Dengan lain kata, Yusuf dan Maria adalah orang-orang biasa. Mereka keluarga sederhana. Di tengah masyarakat kita yang dewasa ini cenderung bergaya konsumtif dan mengidealkan kemewahan, kita perlu melihat bahwa untuk kelahiran Yesus, Allah ternyata memilih keluarga sederhana. Tidak usah kita menganggap kemiskinan sebagai hidup yang kristiani, seakan-akan dengan keadaan miskin kita menjadi lebih dekat kepada Allah. Namun, di pihak lain, apa perlunya kita mengejar-ngejar kemewahan? Apakah hidup ini hanya kita ukur dengan ukuran belum punya ini dan belum punya itu? Masyarakat kita di Indonesia dewasa ini cenderung bersifat konsumtif. Dan tidak jarang keadaannya adalah "lebih besar pasak daripada tiang". Buktinya barangkali dapat kita cari pada diri kita sendiri. Cobalah kita memeriksa kebiasaan kita dalam hal berbelanja. Dapatkah kita membedakan mana yang kita beli karena betul-betul diperlukan dan mana yang kita beli karena korban iklan atau latah atau sekadar untuk gengsi. Peristiwa Natal telah terjadi dalam suasana sederhana dan prihatin. Tetapi, mengapa sekarang kita cenderung merayakannya dengan suasana yang sebaliknya? Pada hari Natal, kita menyambut kedatangan Kerajaan Allah. Perlukah kedatangan Kerajaan Allah kita rayakan dengan cara pesta makan minum? Saya rasa bukan itu caranya. "Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera, dan sukacita oleh Roh Kudus" (Roma 14:17). Diambil dan disunting seperlunya dari: Judul buku: Selamat Natal Penulis: Dr. Andar Ismail Penerbit: BPK Gunung Mulia, Jakarta 2005 Halaman: 84 -- 86 ______________________________________________________________________ o/ BAHAN MENGAJAR 1 o/ MIMPI YUSUF Tujuan Pelajaran: Pelajaran ini akan mengajarkan kepada anak pentingnya hidup dengan benar dan bagaimana kita harus selalu membiarkan Tuhan memimpin kita melalui masa-masa sulit yang kita hadapi. Saat Murid-Murid Datang (15 menit): Tulislah ayat hafalan di papan tulis. Saat anak-anak datang, berikan kertas dan pulpen kepada mereka. Mintalah anak-anak memilih salah satu dari lima sifat: belas kasih, baik hati, rendah hati, lemah lembut, atau sabar, dan gambarlah seseorang yang memiliki sifat ini. Anda mungkin ingin memberikan saran, misalnya seorang ibu yang membalut seorang anak untuk menunjukkan belas kasih, atau seorang anak laki-laki yang memelihara seekor anjing kecil untuk menunjukkan kelemahlembutan. Doa dan Pujian Pembukaan (5 menit) Ayat Hafalan (6 menit): "Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran" (Kolose 3:12). Tempelkan gambar itu di dinding selama kegiatan "Saat Murid-Murid Datang" dengan susunan yang benar. Kemudian lihatlah seberapa baiknya anak-anak bisa mengucapkan seluruh ayat dengan menggunakan gambar tuntunan itu. Pembacaan Alkitab dan Diskusi (15 menit) Pendahuluan: Sebelum Yesus lahir, ada seorang pria yang taat, yang merupakan keturunan Raja Daud. Namanya Yusuf. Dia bertunangan dengan Maria, wanita muda yang masih perawan. Pada zaman itu, orang yang bertunangan sudah seperti orang yang menikah, hanya saja mereka belum boleh tinggal di satu rumah. Pertunangan adalah komitmen serius dibandingkan dengan apa yang terjadi saat ini. Ternyata, satu-satunya cara untuk memutuskan pertunangan adalah dengan bercerai. Yusuf sangat mengasihi maria, tetapi saat dia mengetahui bahwa Maria telah hamil, dia sangat kecewa. Tetapi sebagai orang yang berakal budi dan baik, dia memutuskan untuk tidak marah atau membiarkan orang lain tahu apa yang sedang terjadi. Bila dia mengatakan kepada orang lain, Maria akan mendapat masalah besar. Jadi, Yusuf diam-diam merencanakan perceraian. Mari kita lihat apa yang terjadi berikutnya. Matius 1:18-24 Mintalah anak-anak mencari cerita ini di Alkitab mereka. Mintalah sukarelawan untuk membacanya, atau bila Anda mau, Anda bisa membacakannya untuk anak-anak. Pertanyaan Diskusi: 1. Apa yang terjadi setelah Yusuf berencana untuk menceraikan Maria? (Seorang malaikat Tuhan menemuinya dalam mimpi.) 2. Mengapa malaikat itu datang pada Yusuf? (Untuk mengatakan kepadanya agar tidak takut dan tetap menjadikan Maria sebagai istrinya.) 3. Mengapa Tuhan memilih seorang perawan untuk menjadi ibu dari Anak-Nya? (Untuk menggenapi apa yang telah Tuhan katakan melalui para nabi, bahwa seorang perawan akan melahirkan Yesus.) 4. Apa yang dilakukan oleh Yusuf setelah dia bangun dari mimpinya? (Dia membawa pulang Maria sebagai istrinya.) 5. Mengapa Tuhan memilih Yusuf sebagai suami Maria? (Karena dia adalah orang taat dan keturunan Raja Daud.) 6. Bila kita mengalami masalah atau khawatir tentang sesuatu, seperti Yusuf kuatir pada Maria, apa yang akan terjadi bila hati kita benar di hadapan Tuhan? (Tuhan akan membantu kita memahami rencana-Nya bagi kita, seperti Dia mengirimkan seorang malaikat kepada Yusuf untuk meyakinkan dia bahwa semuanya akan baik-baik saja.) Latihan Kelas (20 Menit) Mintalah anak-anak untuk membuka Matius 1:1-6 dan melihat berapa banyak nama-nama yang mereka kenali. Jelaskan bahwa ini adalah silsilah Yesus seperti yang tercatat dalam Alkitab. Pasal ini mencatat 38 kakek buyut Yesus. Sulit bagi kita untuk tahu nama kakek, kakek buyut kita, apalagi 38 generasi di belakang kita. Silsilah ini menunjukkan bahwa Yesus berasal dari keturunan keluarga terhormat dan raja-raja. Penerapan (2 menit): Alkitab tidak banyak menceritakan tentang Yusuf. Selain menjadi keturunan Raja Daud dan menjadi suami yang peduli dan memerhatikan Maria, setidaknya itulah sifatnya. Satu hal yang kita tahu pasti dari ayat Alkitab saat ini adalah bahwa Yusuf merupakan pria yang taat. Amsal 20:7 mengatakan, "Orang benar yang bersih kelakuannya -- berbahagialan keturunannya." Karena Yusuf -- dan kemauannya untuk menjadi suami Maria -- kita semua, yang menjadi anak-anak Allah telah benar-benar diberkati. Kadang-kadang, dalam hidup ini kita menghadapi masa-masa sulit dan kekuatiran. Tetapi bila kita beriman dan percaya kepada Tuhan, Dia akan selalu menolong kita melalui kesulitan. Dia bisa mengirimkan seorang teman, orang tua, kata-kata, atau bahkan mungkin seorang malaikat bagi kita. Selanjutnya, saat kamu menghadapi situasi yang sulit, berhenti dan berdoalah. Biarkan Tuhan menunjukkan jalan-Nya kepadamu. (t/Ratri) Diterjemahkan dari: Nama situs: Kids Sunday School Place Judul asli artikel: Joseph`s Dream Penulis: Craig Alamat URL: http://www.kidssundayschool.com/Gradeschool/Lessons/1birthchrist02.php ______________________________________________________________________ o/ BAHAN MENGAJAR 2 o/ ORANG-ORANG BIJAKSANA PERSIAPAN GURU Pembacaan Alkitab: Matius 2:1-12 Salah satu pelajaran yang kita dapat pelajari dari orang-orang Majus ini ialah keinginan mereka yang besar untuk mengetahui tentang seorang Raja. Tak ada satu pun yang dapat memuaskan mereka kecuali mereka meninggalkan rumah serta keluarga mereka, dan mengadakan perjalanan yang jauh dan melelahkan dengan menghadapi banyak bahaya di jalan, hanya karena ingin melihat dan menyembah Kristus. Dan bila saya memikirkan akan hasrat mereka yang besar untuk mencari Raja yang tak dikenal dari suatu bangsa asing dan bagaimana mereka mengadakan perjalanan beratus-ratus kilometer untuk bertemu dengan Dia, dan tidak merasa bingung atau pun mundur dalam penyelidikannya, maka saya merasa heran akan perhatian yang luar biasa terhadap Juru Selamat yang baru dilahirkan itu. Hal yang aneh ialah bahwa sejak saat itu sampai sekarang, perhatian orang untuk mengenal Dia tidak pernah padam. Alat Peraga: 1. Gambar orang-orang bijaksana (orang-orang Majus) 2. Gambar para gembala WAKTU MENGAJAR Ibadah: Panggillah anak-anak masuk ke kelas dengan menyanyikan sebuah lagu Natal. Nyanyikan lagu itu dengan perlahan-lahan dan ajaklah mereka menyanyikannya bersama-sama dengan Anda, juga dengan khidmat. Hal ini akan membuka suatu kesempatan untuk bersyukur kepada Allah Bapa di surga yang telah mengutus Bayi Yesus, hadiah Natal yang pertama karena Ia sangat mengasihi kita. Hari Ulang Tahun: Nyanyikanlah sebuah lagu untuk anak yang berulang tahun dan juga untuk Yesus. Persembahan: Tempatkan kotak persembahan di sebelah Alkitab yang terbuka pada waktu Anda bercerita tentang orang-orang bijaksana yang memberikan persembahan mereka kepada Yesus. Diskusikan dengan anak-anak persembahan apakah yang dapat mereka berikan kepada Bayi Yesus bila mereka diberi kesempatan. "Kita ingin uang kita dapat dipakai untuk memberitakan kisah tentang Yesus kepada anak laki-laki dan perempuan di tempat-tempat yang belum pernah mendengar tentang Dia. Marilah kita berbaris keliling sambil memasukkan persembahan kita untuk Yesus ke dalam kotak persembahan. Menyanyilah sementara mereka berbaris." Doa: "Allah Bapa kami yang di surga, kami berterima kasih kepada-Mu karena Engkau mengasihi kami dan telah mengirimkan Bayi Yesus kepada kami. Kami membawa persembahan kami untuk menunjukkan betapa besar kasih kami kepada-Mu. Tolonglah agar persembahan kami dapat digunakan untuk menolong orang lain menjadi berbahagia. Dalam nama Yesus. Amin." CERITA ALKITAB Orang-Orang Bijaksana Di sebuah negeri yang amat jauh, tinggallah tiga orang bijaksana. Pada suatu malam, orang-orang ini sedang memandang bintang-bintang di langit. "Ada sebuah bintang baru di langit malam ini," kata salah seorang. "Bintang ini lebih besar dan lebih terang daripada bintang lainnya," kata seorang lagi. "Ini berarti bahwa seorang Raja besar telah dilahirkan." "Marilah kita pergi dan mencari Raja yang baru ini," kata salah seorang di antara mereka. "Ya, marilah kita pergi," kata orang-orang bijaksana itu. Jadi, mereka naik ke punggung unta mereka dan membawa hadiah-hadiah untuk dipersembahkan kepada Raja itu apabila mereka nanti bertemu dengan Dia. Ketika kaki-kaki unta mulai berjalan dengan perlahan-lahan di atas jalan yang berpasir, tampaknya bintang itu pun bergerak perlahan-lahan di depan mereka seolah-olah memimpin mereka. (Perlihatkan gambar.) Pada siang hari mereka beristirahat. Bila bintang yang terang itu bersinar di langit, mereka akan menaiki unta mereka, mengikuti bintang yang menunjukkan jalan kepada mereka. Sudah beberapa malam mereka berjalan. Kadang-kadang mereka begitu lelah sehingga mereka ingin berhenti. Adakalanya mereka berhenti untuk bertanya, "Tahukah engkau di mana Bayi Raja yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya dan kami datang untuk menyembah Dia," kata mereka. Namun, tak seorang pun yang tahu, bahkan Raja Herodes pun tidak tahu. Raja Herodes tidak senang ketika mendengar bahwa seorang Raja telah dilahirkan. Ia ingin menjadi satu-satunya raja. Setiap malam, bintang itu bersinar dengan terang di langit dan setiap malam, orang-orang bijaksana itu mengikutinya. Akhirnya bintang itu memimpin mereka ke sebuah rumah yang kecil. "Mungkinkah ini tempat kita akan menemukan Raja yang baru itu?" kata ketiga orang bijaksana itu. Mereka turun dari untanya lalu masuk ke rumah itu. Di situ mereka menjumpai bayi Yesus, Maria, dan Yusuf. Yesus adalah Raja yang baru! Betapa senangnya mereka karena telah menjumpai Dia. Mereka berlutut dan menyembah Dia. Mereka bersyukur kepada Allah yang telah mengirimkan Anak-Nya, Yesus, menjadi Raja mereka. Kemudian mereka memberikan hadiah-hadiah yang berharga kepada Dia: emas, kemenyan, dan mur. Pemberian-pemberian ini tampaknya aneh bagi kita, namun pada waktu itu pemberian-pemberian itulah yang terindah yang mereka dapat berikan. Maria pasti merasa amat senang setelah ia tahu bahwa orang-orang bijaksana ini telah datang dari tempat yang jauh untuk bertemu dengan Yesus. Mereka juga membawa persembahan yang berharga kepada Dia karena mereka mengasihi Dia. Tak lama kemudian, ketiga orang bijaksana itu naik unta mereka kembali untuk pulang ke rumah mereka. "Akhirnya, Anak Allah, yaitu Tuhan Yesus, telah datang," kata mereka. Mereka amat gembira karena mereka telah melihat bayi Tuhan Yesus. Mereka telah memersembahkan pemberian mereka yang terbaik kepada Dia. ULANGAN DAN PERCAKAPAN Tunjukkan gambar No. 25 dan suruhlah beberapa anak mengulangi cerita ini dengan singkat. Bacalah ayat hafalan hari ini dari Alkitab, "Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya" (1 Yohanes 4:10). "Allah telah mengutus Yesus, pemberian-Nya yang terbaik ke dunia karena Ia mengasihi kita. Kita mengucapkan terima kasih kepada Allah untuk pemberian-Nya, yaitu Anak-Nya dan kita mengasihi Tuhan Yesus serta berusaha untuk berkenan kepada Dia." Doa: Nyanyikanlah sebuah lagu Natal dan akhirilah kebaktian dengan doa. SARAN-SARAN UNTUK KEGIATAN Mintalah anak-anak memerankan cerita ini. Beberapa anak boleh berperan sebagai orang-orang bijaksana yang datang memersembahkan pemberian mereka kepada Yesus. Tempelkan gambar persembahan orang-orang bijaksana bersama dengan palungan pada kain untuk menunjukkan pemberian-pemberian Allah. Persembahan-persembahan itu menunjukkan persembahan orang-orang bijaksana kepada Yesus. Palungan menunjukkan pemberian Allah, yaitu Yesus kepada kita. Saran lain untuk kegiatan ialah dengan bermain seolah-olah anak-anak adalah lilin-lilin Natal. Salah seorang anak dapat dipilih untuk menyalakan mereka. Biarlah mereka berdiri tegak, ada yang besar (gemuk) dan ada yang tinggi. Sementara mereka menyala, mereka menjadi semakin pendek dan pendek. Suruhlah mereka membungkukkan tubuh mereka sampai menyentuh lantai. Permainan ini dapat diulangi sekali lagi bila ada waktu. Kemudian setelah mereka menjadi padam, mereka duduk diam di tempat mereka. Kegiatan ini dapat dipakai kapan saja Anda melihat anak resah dan memerlukan suatu variasi. Diambil dan disunting seperlunya dari: Judul buku: Cerita Alkitab yang Suka Kudengarkan Penulis: Tidak dicantumkan Penerbit: Kalam hidup, Bandung Halaman: 106 -- 109 ______________________________________________________________________ o/ WARNET PENA o/ DAPATKAN! LEBIH DARI LIMA RATUS BAHAN AUDIO SEPUTAR KONSELING KELUARGA KRISTEN DALAM SITUS TELAGA http://www.telaga.org/indeks_audio_lengkap Kabar gembira! Kini, telah tersedia lebih dari lima ratus bahan audio seputar psikologi dan konseling keluarga dalam situs TELAGA. Anda dapat mengunduh (download) bahan-bahan tersebut untuk menambah referensi Anda seputar topik-topik penting permasalahan dan bimbingan keluarga Kristen. Selain dapat dinikmati dalam bentuk audio, pengunjung juga bisa membaca transkrip lengkap maupun ringkasan perbincangan dengan para pakar konseling keluarga yang menjadi narasumber dalam program TELAGA. Salah satu narasumber tetap program ini adalah pakar konseling Kristen, Dr. Paul Gunadi. Sudah banyak kesaksian yang menyatakan bahwa bahan-bahan audio yang tersedia di TELAGA sangat menolong dalam menghadapi permasalahan dan fenomena yang terjadi dalam keluarga Kristen. Apakah Anda juga ingin memiliki kesaksian yang sama seperti mereka? Segera kunjungi situs TELAGA dan dapatkan berkat melalui lima ratus lebih bahan audio yang dapat Anda lihat daftarnya dalam URL di atas. Selamat berkunjung dan mendapatkan berkat melalui situs TELAGA. Oleh: Davida (Redaksi) ______________________________________________________________________ o/ DARI ANDA UNTUK ANDA o/ Dari: Egi Gi <e.gi15(at)xxxx> >Terima kasih bina anak saya sangat mengucap syukur kepada Tuhan >Yesus karena mendapatkan artikel yang sangat bermaanfat. Semoga >yayasan terus maju dan terima kasih karena telah membantu pelayanan >anak, khususnya anak-anak di papua-manokwari. Redaksi: Halo, Rekan-Rekan yang ada di Papua :) Wah, kami sangat bersukacita menerima kabar dari Sdr. Egi Gi dan sangat bersyukur kepada Dia karena Publikasi e-BinaAnak dapat menjadi berkat bagi Anda, dan secara umum pelayanan di Papua. Silakan sebarkan terus bahan-bahan yang Anda terima melalui publikasi e-BinaAnak, agar para pelayan anak semakin diperlengkapi dan semakin banyak jiwa-jiwa kecil yang dibawa kepada Kristus. Selamat melayani! ______________________________________________________________________ o/ MUTIARA GURU o/ Natal akan menjadi sepenuh-penuhnya Natal kalau kita merayakannya dengan memancarkan cahaya kasih kepada orang orang-orang yang paling memerlukannya. - Ruth Carter Stapleton - ______________________________________________________________________ Korespondensi dan kontribusi bahan dapat dikirimkan ke redaksi: <binaanak(at)sabda.org> atau <owner-i-kan-binaanak(at)hub.xc.org> ______________________________________________________________________ Pemimpin Redaksi: Davida Welni Dana Staf Redaksi: Kristina Dwi Lestari dan Christiana Ratri Yuliani Isi dan bahan adalah tanggung jawab Yayasan Lembaga SABDA Didistribusikan melalui sistem network I-KAN Copyright(c) e-BinaAnak 2008 -- YLSA http://www.ylsa.org/ ~~ http://katalog.sabda.org/ Rekening: BCA Pasar Legi Solo No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati ______________________________________________________________________ Anda terdaftar dengan alamat email: $subst(`Recip.EmailAddr`) Alamat berlangganan: <subscribe-i-kan-BinaAnak(at)hub.xc.org> Alamat berhenti: <unsubscribe-i-kan-BinaAnak(at)hub.xc.org> Arsip e-BinaAnak: http://www.sabda.org/publikasi/e-binaanak/ Pusat Elektronik Pelayanan Anak Kristen: http://pepak.sabda.org/ Bergabunglah dalam Network Anak di Situs In-Christ.Net: http://www.in-christ.net/komunitas_umum/network_anak ______________PUBLIKASI ELEKTRONIK UNTUK PEMBINAAN GURU_______________
|
|
![]() |
|
© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org |