Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-binaanak/391 |
|
![]() |
|
e-BinaAnak edisi 391 (16-7-2008)
|
|
___e-BinaAnak (Milis Publikasi Elektronik untuk Para Pembina Anak)____ DAFTAR ISI EDISI 391/JULI/2008 - SALAM DARI REDAKSI - ARTIKEL: Mengajarkan Cara Berdoa kepada Anak - TIPS: Doa Pembukaan dan Doa Penutup - BAHAN MENGAJAR: Doa Bapa Kami - WARNET PENA: Seputar Doa dalam Pepak - DARI MEJA REDAKSI: Memaknai Hidup Melalui Publikasi KISAH - MUTIARA GURU ______________________________________________________________________ o/ SALAM DARI REDAKSI o/ Shalom, Seperti napas yang dihirup setiap waktu, seperti itulah seharusnya doa bagi orang percaya. Doa sudah seharusnya menjadi napas anak-anak Tuhan. Napas yang akan membawa kita terus mengalami hidup yang semakin bertumbuh dalam pengenalan dan keintiman kita dengan Bapa. Apakah acara doa dalam sekolah minggu di tempat Anda melayani telah dapat menjadikan doa sebagai napas hidup pula bagi anak-anak layan Anda? Kami mengajak rekan-rekan pelayan anak sekalian melihat bagaimana kita dapat mengisi acara doa dalam sekolah minggu melalui edisi e-BinaAnak minggu ini. Elemen-elemen apa saja yang harus ada dalam doa anak-anak sekolah minggu dan bagaimana kita melakukan doa pembukaan maupun doa penutup. Kiranya menjadi berkat, dan biarlah doa selalu menjadi napas bagi Anda dan anak-anak layan Anda. Selamat berdoa! Pimpinan Redaksi e-BinaAnak, Davida Welni Dana "Bertekunlah dalam doa dan dalam pada itu berjaga-jagalah sambil mengucap syukur." (Kolose 4:2) < http://sabdaweb.sabda.org/?p=Kolose+4:2 > ______________________________________________________________________ o/ ARTIKEL o/ MENGAJARKAN CARA BERDOA KEPADA ANAK Ketika Ia mengajar murid-murid-Nya mengenai apa yang akan terjadi setelah kematian dan kebangkitan-Nya, Yesus menyuruh mereka untuk berdoa kepada Bapa dalam nama-Nya (lihat Yohanes 15:16, 16:23-24, 26-27). Paulus juga berdoa dengan cara demikian (lihat Efesus 1:17; Kolose 1:3). Meskipun sebagian besar Kitab Suci mengatakan agar kita seharusnya berdoa kepada Bapa, sebagian lagi mengatakan bahwa kita harus berdoa kepada Yesus. Yesus adalah Allah. Ia bukan Allah Bapa, tetapi Ia adalah salah satu Pribadi dari Allah Tritunggal. Jadi apabila anak-anak kita berdoa kepada Yesus, mereka berdoa kepada pribadi yang memiliki otoritas yang sama. Namun dalam kita mengajar mereka tentang apakah doa itu sebenarnya dan bagaimana cara kita berdoa, sebaiknya kita mengarahkan mereka agar membuka dan menutup doa sesuai dengan pola yang ada di dalam Kitab Suci. Ini meliputi tiga hal yang mendasar, yakni (1) sapaan: "Bapa kami"; (2) otoritas: "di dalam nama Yesus"; dan (3) penutup: "amin". Elemen-elemen ini adalah pelajaran mendasar yang akan mengingatkan mereka setiap kali mereka berdoa. SAPAAN Setiap kali anak-anak kita menyapa Allah dengan sebutan Bapa, mereka diingatkan akan perumpamaan tentang seorang ayah. Allah ingin agar kita memanggil-Nya dengan sebutan Bapa supaya kita diingatkan akan kenyataan bahwa Dia-lah yang telah menciptakan kita, mengasihi kita, dan ingin selalu memelihara kita. Sapaan itu membentuk doa anak-anak Anda. Doa-doa mereka didengar oleh Bapa surgawi yang mengasihi dan memerhatikan mereka, Bapa yang ingin membangun suatu hubungan dengan mereka dan membantu membimbing, mengajar, dan memberikan kebijaksanaan kepada mereka. Ajarilah anak-anak Anda untuk memulai setiap doa dengan menyapa Bapa surgawi mereka dan apa makna dari sapaan itu. Pada saat anak Anda mendengar kata "dokter gigi", ia tahu ke mana ia akan pergi, apa yang akan dilakukan oleh dokter gigi itu, dan mengapa. Pada saat ia mengatakan "Bapa" pada permulaan doanya, hal yang sama seharusnya berulang. Ajarlah anak Anda untuk mengembangkan sapaan itu seiring dengan berjalannya waktu: "Bapa kami di surga yang Mahapengasih dan yang memelihara saya ...." Apakah kita harus menyapa Allah setiap kali kita berdoa? Tidak bisakah kita langsung saja berbicara kepada-Nya? Ia selalu mendengar dan tahu jika saya berbicara kepada-Nya, bukan? Benar, dan tentu saja Anda dapat berbicara langsung kepada-Nya. Tetapi seperti juga kita mengajar anak-anak kita tentang aturan-aturan percakapan demi terjalinnya komunikasi yang lancar dan juga untuk menunjukkan rasa hormat kepada orang lain, kita harus mengajar mereka untuk menyapa Allah setiap kali mereka ingin berbicara dengan-Nya. Ini membuat mereka mengerti siapa Allah sebenarnya, menunjukkan rasa hormat mereka terhadap Dia, dan membantu anak-anak Anda agar mereka tahu bahwa ia harus berpikir-pikir dahulu sebelum berbicara. OTORITAS ATAU "DI DALAM NAMA SIAPA" Otoritas itu adalah di dalam nama Yesus, jadi kita tidak perlu mengatakan "di dalam nama Yesus" setiap kali kita berdoa dengan tujuan agar doa kita didengar Allah. Allah tidak mengesampingkan kita apabila ketiga kata itu tidak diucapkan. Pada saat kita menjadi anak-anak Allah, saluran komunikasi telah terbuka antara kita dan Bapa surgawi kita, berkat kematian Yesus bagi kita dan bagaimana kita menerima kenyataan itu, karena Yesus atau "di dalam nama Yesus". Dengan kata lain, kita tidak perlu minta izin untuk berbicara kepada Bapa. Kita telah memiliki otoritas untuk berbuat demikian, berkat Yesus yang sekali dan untuk selamanya membayar utang dosa kita. Namun demikian, kita percaya bahwa anak-anak kita seharusnya mengatakan "di dalam nama Yesus" pada saat berdoa. Pada saat kita mengajarkan kepada mereka makna dari kalimat tersebut, maka frasa "di dalam nama Yesus" dapat mengingatkan kita akan tiga hal. 1. Kasih karunia Allah. Kita dapat berdoa dan yakin akan kasih dan pemeliharaan Allah bukan karena kita layak mendapatkannya, tetapi karena Yesus telah mati bagi kita. Mengucapkan "di dalam nama Yesus" mengingatkan kita akan kasih karunia tersebut. 2. Allah mendengar dan menjawab. Tidak ada yang dapat menghalangi doa-doa kita didengar dan dijawab oleh Allah. Tidak ada! Kitab Suci menyatakan bahwa nama Yesus adalah "nama di atas segala nama" (Filipi 2:9). 3. Kehendak Allah. Unsur ketiga yang mengingatkan kita adalah seumpama "penyaring". Kita tidak dapat berdoa memohon sesuatu di dalam nama Yesus apabila hal itu tidak sejalan dengan kehendak Yesus yang berarti juga kehendak Allah. Allah mendengar semua doa kita, menyaringnya melalui kehendak-Nya yang sempurna bagi kita, dan mengerjakan segala sesuatu sesuai dengan kehendak-Nya. Sekali kita mengajarkan ketiga hal ini kepada anak-anak kita, maka kata-kata "di dalam nama Yesus" akan mengingatkan mereka akan kebenaran ini. Akibatnya, hal itu mengingatkan bahwa "Yesuslah yang membuat saya tahu bahwa Engkau mengasihi, mendengar, serta menjawab doa-doa saya. Saya tahu bahwa tidak ada yang mustahil bagi-Mu dan tidak ada sesuatu apapun yang dapat menghalangi Engkau mendengar dan menjawab doa-doa saya. Dan saya tahu bahwa Engkau melihat segala yang terjadi dan akan menjawab doa-doa saya sesuai dengan kehendak-Mu yang terbaik bagi saya". PENUTUP Yang terakhir adalah penutup, "amin". Kata "amin" berarti "terjadilah". Kata itu dapat disamakan dengan betapa pastinya janji-janji Allah. Pertama apakah kita perlu mengucapkan "amin" setiap kali kita selesai berdoa agar doa-doa kita terkabul? Tidak. Namun sekali lagi kata "amin" sebagai bagian dari doa kita memiliki tujuan yang luas. Yang pertama, kata itu membantu kita untuk berkonsentrasi. "Amin" membantu kita untuk memisahkan waktu yang kita luangkan untuk bercakap-cakap dengan Allah dengan waktu kita berpikir atau bercakap-cakap dengan orang lain. Sampai kata "amin" diucapkan, anak-anak kita tahu bahwa konsentrasi mereka haruslah ditujukan pada hubungan dan komunikasi mereka dengan Allah. Yang kedua, dan mungkin yang terpenting, mengucapkan kata "amin" berarti kita mempercayai Allah dan tahu bahwa Dia telah mendengar dan menjawab doa-doa kita. Pada saat Anda mengajarkan anak-anak Anda mengapa kita mengucapkan "amin", suruhlah mereka (atau Anda yang melakukannya) menambahnya dengan: "Terima kasih Tuhan karena Engkau telah mendengar dan menjawab doa-doa saya. Saya tahu bahwa semua yang saya utarakan kepada-Mu telah Kaudengar sesuai dengan firman-Mu dan kehendak-Mu!" Singkatnya, kata "amin" senantiasa mengingatkan kita untuk mengakhiri doa kita di dalam iman, karena kita tahu bahwa Allah telah mendengar dan menjawab. Diambil dan disunting seperlunya dari: Judul buku: Cara Mengajar Anak Anda Berdoa Judul asli buku: Teaching Your Child How to Pray Judul asli artikel: Mengajarkan Detil-Detil tentang Doa Kepada Anak Penulis: Rick Osborne Penerjemah: Anne Natanael, SE Penerbit: Gospel Press, Batam Centre 2002 Halaman: 229 -- 233 ____________________________________________________________________ o/ TIPS o/ DOA PEMBUKAAN DAN DOA PENUTUP DOA PEMBUKAAN Doa pembukaan menjadi suatu bagian penting dari setiap pelajaran karena beberapa alasan. Doa pembukaan menunjukkan dimulainya suatu pertemuan. Kegiatan pembuka yang dilakukan untuk menunggu anak-anak datang memberi kesempatan kepada anak-anak untuk menceritakan dan mengingat kegiatan-kegiatan mereka selama seminggu. Saat mulai serius, maka doa itu bekerja dengan sangat dahsyat. Doa pembukaan juga akan menentukan suasana belajar hari itu dengan mengundang Roh Kudus sebagai pengendalinya. Doa pembuka harus selalu menyertakan hal-hal berikut ini. 1. Ucapan syukur kepada Tuhan atas kesempatan untuk bertemu dengan setiap orang yang sudah datang saat itu. 2. Memohon pimpinan, khususnya untuk guru supaya firman Tuhan dapat disampaikan dengan baik. 3. Minta supaya anak-anak terbuka untuk belajar firman Tuhan dan supaya Roh Kudus ada di dalam hati setiap anak dan ada di ruangan itu. Doa pembukaan juga bisa pula menyertakan permohonan doa dan ucapan syukur. Di kelas yang baru, anak-anak mungkin tidak merasa cukup nyaman untuk melakukan hal-hal seperti "sharing", tetapi pada saat mereka sudah saling mengenal, mereka akan senang saling tukar ucapan syukur dan permohonan doa. Hal ini memerlukan waktu, sehingga penting untuk memastikan anak-anak supaya tetap fokus hanya pada ucapan syukur atau permohonan doa dan tidak mencampurkan masalah lain. Bila ukuran kelas terlalu besar, Anda mungkin perlu memertimbangkan untuk membagi anak-anak ke dalam kelompok-kelompok yang lebih kecil dan doa bisa dipimpin oleh satu atau dua guru atau pendamping lainnya. Saat menaikkan ucapan syukur dan permohonan doa, ingatlah selalu hal-hal berikut ini. 1. Pastikan setiap anak mendapat kesempatan untuk memberikan kontribusi. 2. Siapkan catatan tentang apa yang akan dikatakan, jangan hanya mengandalkan ingatan Anda. 3. Pastikan untuk memenuhi permintaan setiap anak. Penting bagi mereka untuk tahu bahwa Anda peduli dan bahwa doa-doa mereka itu juga penting. 4. Pastikan kebutuhan khusus gereja Anda dan anggota gereja Anda juga disebutkan. DOA PENUTUP Seperti halnya doa pembuka, doa penutup juga sama pentingnya. Doa penutup ini tidak hanya menandakan bahwa pertemuan telah selesai, tetapi juga memberi Anda kesempatan untuk memantapkan pelajaran dan sekali lagi membagikan apa yang sudah diajarkan. Bila pelajaran hari itu menjadi bagian dari doa penutup, maka anak-anak akan tahu bahwa pelajaran hari itu benar-benar bisa diterapkan dan memiliki arti dalam kehidupan sehari-hari. Doa penutup sebaiknya singkat saja. Ingatlah, anak-anak mungkin sudah tidak sabar untuk melanjutkan kegiatan mereka hari itu dan tidak akan tenang saat mendengarkan doa penutup yang panjang. Doa penutup seharusnya selalu menyertakan hal-hal berikut ini. 1. Bersyukur pada Tuhan atas kesempatan untuk dapat mendengarkan firman-Nya dan belajar tentang firman itu. 2. Penerapan pelajaran. Misalnya, bila pelajarannya tentang "Pencobaan", maka dalam doa Anda bisa menyebutkan supaya Roh Kudus menolong setiap anak saat menghadapi cobaan di minggu ini. 3. Keselamatan dan kesehatan anak-anak. 4. Supaya orang lain melihat Yesus dalam kehidupan kita sehari-hari. (t/Ratri) Diterjemahkan dari: "Opening Prayer". Dalam http://www.kidssundayschool.com/Gradeschool/Lessons/PrayerOpen.php "Closing Prayer". Dalam http://www.kidssundayschool.com/Gradeschool/Lessons/PrayerClose.php ______________________________________________________________________ o/ BAHAN MENGAJAR o/ DOA BAPA KAMI Ayat Alkitab: ------------- Matius 6:9-13 Penyampaian: ------------ Sekarang kita belajar bagaimana Tuhan ingin kita berdoa. Bahkan sahabat-sahabat Tuhan Yesus pun, yaitu para murid, ingin tahu bagaimana sebaiknya berdoa itu. Para murid selalu bersama-sama dengan Yesus dan bersama dengan mereka pula saat Dia berdoa dan mendengarkan doa-Nya, namun mereka tetap tidak yakin bagaimana seharusnya mereka berdoa. Sebelum Yesus mengajar berdoa, Ia mengatakan beberapa hal. Ia mengatakan bahwa doa kita haruslah sederhana. Tuhan mendengarkan kita, tak peduli doa kita panjang atau pendek. Dan meskipun kita tidak tahu kata-kata yang tepat untuk dikatakan, tetapi Tuhan tahu apa yang kita maksudkan (dan kita tidak perlu menggunakan kata-kata yang berlebihan)! Yesus juga menyebutkan bahwa kita tidak perlu "menunjukkan diri" bila berdoa. Ia mengatakan hal ini kepada orang-orang yang biasa berdoa dengan berdiri di sudut-sudut jalan supaya setiap orang tahu betapa hebatnya mereka. Tuhan tidak ingin kita berdoa supaya orang lain melihat atau mendengar betapa hebatnya kita dalam berdoa. Ia ingin kita berdoa di tempat yang sepi dengan kata-kata yang tidak bertele-tele, mengucap syukur, memuji Tuhan, dan menyesali dosa kita. Inilah doa yang diajarkan Tuhan Yesus: Bapa kami yang ada di surga, dikuduskanlah nama-Mu. Datanglah kerajaan-Mu. Jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di surga. Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya. Dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami. Dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari yang jahat: Karena Engkaulah yang empunya kerajaan, dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin. Doa ini mungkin sedikit sulit dipahami saat pertama kali didengar, tetapi kita akan mempelajarinya dan mencoba untuk menjelaskan artinya. "Bapa kami yang ada di surga" berarti kita berdoa kepada Bapa kita yang ada di surga. Kita mulai doa seperti ini supaya kita tahu bahwa kita sedang berdoa kepada Bapa Tuhan kita dan kita tidak sendiri. Tuhan senang kita memanggil-Nya Bapa dan Ia ingin kita berbicara dengan-Nya seperti kita berbicara kepada ayah kita. Tuhan adalah Bapa yang penuh kasih dan kita adalah anak-anak istimewanya. Selanjutnya adalah "Dikuduskanlah nama-Mu", yang berarti kudus adalah nama-Nya. Meskipun demikian, Tuhan ingin kita memanggil-Nya Bapa dan Dia tetaplah Tuhan. Kadang-kadang memang sulit dipahami siapakah Tuhan itu dan seperti apakah Dia. Bagaimana Ia menciptakan kita? Bagaimana Ia bisa begitu sempurna dan tidak pernah membuat kesalahan? Tuhan ingin kita ingat bahwa kita harus memperlakukan Dia dengan sangat istimewa karena Ia adalah Tuhan dan saat kita berdoa kepadanya, kita harus bersikap hormat. "Datanglah kerajaan-Mu. Jadilah kehendak-Mu di bumi, seperti di surga". Bila kita memikirkan di mana Allah tinggal, itu berarti kita hebat. Alkitab mengatakan bahwa di surga tidak ada lagi tangisan, Tuhan akan hidup bersama dengan kita dan tidak ada lagi kelaparan atau sakit di sana. Bagian dari doa ini mengatakan biarlah kerajaan-Mu datang. Jadilah kehendak-Mu di bumi dan di surga. Ini berarti kita berdoa supaya orang-orang bisa hidup damai dan saling mengasihi karena demikianlah di surga. Ini mengingatkan kita bahwa kita harus hidup taat kepada Tuhan setiap hari. "Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya". Ingatlah bahwa kita tidak bisa hidup tanpa makanan. Kita tidak membutuhkan video games dan boneka yang mahal seperti yang kita inginkan, tetapi kita membutuhkan makanan, air, dan tempat tinggal. Meskipun kita berdoa untuk hal-hal yang kita perlukan, itu tidak berarti kita akan mendapatkannya. Di tempat lain di dunia ini masih ada orang-orang yang tidak mendapatkan makanan, tetapi itu tidak berarti kita berhenti mendoakan hal-hal ini. Saat kita minta kepada Tuhan untuk hal-hal ini, itu berarti kita percaya kepada-Nya dan kita menyerahkan keputusan kepada Tuhan. "Dan ampunilah kami seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami". Selanjutnya dalam doa ini adalah mohon pengampunan atas kesalahan-kesalahan kita. Pengampunan berarti bahwa kita menyesali apa yang telah kita perbuat dan kita tidak ingin lagi mengulanginya. Tetapi kita juga perlu mengampuni orang lain yang telah bersalah kepada kita. Kadang-kadang orang lain menyakiti kita sehingga kita perlu minta kepada Tuhan supaya menolong kita mengampuni mereka karena hal ini sangat sulit dilakukan atau mungkin malah kita tidak mau melakukannya. Bila kita mengampuni orang lain, maka Tuhan akan mengampuni kita. "Dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari yang jahat". Apakah kadang-kadang kamu tergoda untuk melakukan sesuatu yang tidak kamu inginkan? Bagian dari doa ini benar-benar jelas karena bagian ini berupa permohonan kepada Tuhan supaya menolong kita mengetahui hal-hal benar yang harus kita lakukan. Bagian ini melindungi dan menjauhkan kita dari kejahatan di dunia. "Karena Engkaulah yang empunya kerajaan, dan kuasa, dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin." Bagian akhir dari doa ini adalah bagian yang terbaik! "Karena Engkaulah yang empunya kerajaan" berarti bahwa surga itu abadi dan selalu menjadi milik Allah. Kekuatan dan kemuliaan Allah juga untuk selama-lamanya! Ini sungguh membahagiakan mengetahui bahwa Tuhan tidak akan pernah mati dan bahwa Ia adalah yang terkuat dan terbesar. Bersama Allah kita akan selalu menang. Setiap orang bisa membaca "Doa Bapa Kami", jadi penting bagi kita untuk memikirkan apa yang kita katakan. Pada saat berdoa "berikan kami makanan pada hari ini" pikirkan hal-hal yang harus kita syukuri dan bagaimana Allah telah memberikan apa yang kita perlukan. Pikirkan juga hal-hal yang perlu kita minta atau kita doakan untuk orang lain. Saat berdoa "ampunilah kami", kita mohon pengampunan atas kesalahan-kesalahan kita. Doa adalah cara khusus kita untuk berbicara dengan Tuhan, jadi ingatlah untuk berdoa sesering mungkin. Allah mengasihimu dan ingin tahu segala sesuatu tentang dirimu dan apa yang kamu lakukan. Penutup: -------- Ajaklah anak-anak berdoa dengan mengucapkan doa seperti yang telah diajarkan Yesus. (t/Ratri) Diterjemahkan dan disesuaikan dari: Nama situs: DLTK`s Judul asli artikel: The Lord`s Prayer Penulis: Tidak dicantumkan Alamat URL: http://www.dltk-bible.com/cv/lords_prayer.htm ______________________________________________________________________ o/ WARNET PENA o/ SEPUTAR DOA DALAM PEPAK Berikut ini beberapa bahan seputar doa dalam situs Pusat Elektronik Pelayanan Anak Kristen (PEPAK). 1. Mengucapkan Doa -- Atau Berdoa? ==> http://pepak.sabda.org/mengucapkan_doa_atau_berdoa 2. Pentingnya Berdoa ==> http://pepak.sabda.org/pentingnya_berdoa 3. Proyek Mempraktikkan Doa ==> http://pepak.sabda.org/proyek_mempraktikkan_doa 4. Untuk Apakah Doa Itu? ==> http://pepak.sabda.org/untuk_apakah_doa_itu 5. Makna Doa Bagi Seorang Anak ==> http://pepak.sabda.org/makna_doa_bagi_seorang_anak Oleh: Davida Welni Dana (Redaksi) ______________________________________________________________________ o/ DARI MEJA REDAKSI o/ MEMAKNAI HIDUP MELALUI PUBLIKASI KISAH Banyak hal yang telah Tuhan izinkan terjadi dalam kehidupan manusia. Akankah semuanya itu berlalu tanpa makna begitu saja? Jika Anda orang yang selalu memaknai hidup ini, maka Anda pasti selalu rindu membagikan setiap makna itu kepada orang lain. Kami mengajak Anda menjadikan hidup orang lain bermakna pula melalui kisah-kisah hidup Anda bersama Allah dalam publikasi KISAH. Ayo, kirimkan tulisan-tulisan seputar cinta kasih Allah dalam hidup Anda ke redaksi publikasi KISAH melalui alamat e-mail < kisah(at)sabda.org >. Untuk mendapatkan publikasi KISAH setiap minggunya, Anda dapat berlangganan dengan mengirimkan e-mail kosong ke: ==> subscribe-i-kan-kisah(at)hub.xc.org Jika ingin membaca edisi KISAH yang sudah diterbitkan, silakan akses http://www.sabda.org/Kisah/arsip/. Mari jadikan publikasi KISAH sebagai wadah penyampai berkat Anda dalam menyaksikan kasih karunia Allah kepada sesama. ______________________________________________________________________ o/ MUTIARA GURU o/ Anda tidak dapat bermain-main dengan doa. - Lionel Blue - ______________________________________________________________________ Korespondensi dan kontribusi bahan dapat dikirimkan ke redaksi:
|
|
![]() |
|
© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org |