Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/bio-kristi/71

Bio-Kristi edisi 71 (18-7-2011)

George Frederic Handel

                           Buletin Elektronik
                    BIO-KRISTI (Biografi Kristiani)
__________________________Edisi 71, Juli 2011__________________________

DAFTAR ISI
KARYA: GEORGE FREDERIC HANDEL
TAHUKAH ANDA: TUHAN ALLAH ADALAH SUMBER INSPIRASIKU
KOMUNITAS BIO-KRISTI: TOKOH FAVORIT DI ALKITAB

Salam kasih,

Dalam edisi kali ini, Bio-Kristi mengupas tentang karya seniman
Kristen yang memiliki bakat yang luar biasa sebagai komponis. Bukan
hanya itu, dia juga memiliki semangat juang yang tinggi dalam
hidupnya. Dia adalah George Frederic Handel. Anda dapat melihat
karyanya dalam Bio-Kristi edisi ini. Satu lagi, jangan sampai Anda
lewatkan pendapat Sahabat Bio-Kristi di Facebook, di kolom Komunitas
Bio-Kristi. Kiranya dengan sajian ini, kita termotivasi untuk semakin
giat mengasah bakat-bakat kita bagi kemuliaan nama Tuhan Yesus.
Selamat membaca!

Staf Redaksi Bio-Kristi,
Yonathan Sigit P.
< http://biokristi.sabda.org >

"Rahasia masa depan Anda sebenarnya tersembunyi di balik rutinitas
Anda sehari-hari." Mike Murdock -- Penginjil

                    KARYA: GEORGE FREDERIC HANDEL
                (1685 -- 1759) Komponis Musik Orkestra
                    Diringkas oleh: Sri Setyawati

George Frederic Handel lahir pada tahun 1685. Handel adalah seorang
Jerman dan dibesarkan di lingkungan Lutheran. Dia hidup sezaman dengan
Bach. Namun, Handel dan Bach tidak pernah bertemu. Walaupun banyak
buku riwayat komponis-komponis besar menyebutkan Bach lebih awal,
faktanya Handel lahir beberapa minggu lebih dulu, yaitu 23 Februari
1685. Ayah Handel adalah seorang "ahli pemangkas rambut" yang praktis
dan polos. Dia memutuskan untuk menyekolahkan anaknya ke sekolah
hukum. Meskipun Handel muda sudah menunjukkan bakat musik yang
istimewa, ayahnya tidak mengizinkannya untuk masuk sekolah musik.

Saat Handel berusia sekitar 8 atau 9 tahun, seorang bangsawan Jerman
mendengarkan dia memainkan organ saat mengiringi ibadah. Bangsawan itu
meminta ayah Handel agar memberikan pelatihan musik secara formal
untuk anaknya. Beberapa tahun kemudian, saat Handel berusia 12 tahun,
ia sudah mengarang lagu dan memainkan organ dengan begitu mahir. Tidak
jarang dia menggantikan gurunya untuk memainkan organ. Pada suatu hari
Minggu, setelah menghadiri ibadah di sebuah gereja di luar kota,
Handel bertanya kepada seorang organis di sana apakah dia boleh
memainkan organ. Ketika jemaat-jemaat mulai meninggalkan gereja,
Handel memainkan organ dengan begitu memukau, sehingga orang-orang
yang akan pulang, kembali ke tempat duduknya dan tidak mau beranjak
pergi. Petugas organis menghentikannya, dan memintanya untuk tidak
memainkan organ jika seluruh jemaat belum pulang.

Pada tahun 1706 -- 1710, dia pergi dan menetap di Itali. Di sana, dia
bekerja sebagai anggota musik istana. Dia menjadi pemain biola, dan
mengarang lagu untuk teater opera Hamburg. Setelah itu, dia hijrah ke
Roma. Di Roma, dia menulis karya musik dan orkestra bertema religius
yang pertama -- "The Resurrection". Di Itali, dia bertemu dengan
beberapa musisi sezamannya, salah satunya Domenico Scarlatti.

Pada tahun 1712, setelah beberapa waktu tinggal di istana Hanover, dia
hijrah ke Inggris. Dia menghabiskan sisa hidupnya di sana. Di Inggris,
dia mengubah namanya menjadi Georg Friedrich Hendel. Dia mengganti
huruf "a" dengan huruf "e". Sejak itu, beberapa penerbit menggunakan
ejaan yang berbeda-beda untuk menyebutnya. Di Inggris, Handel membuat
karya terbesarnya, sekaligus mengalami kemunduran pribadi. Tidak
adanya sponsor tetap dari pihak kerajaan, persaingan dengan komponis
Inggris yang ternama, dan penonton yang tidak selalu mendukung dan
sulit dipuaskan, membuatnya mengalami kerugian berkali-kali. Salah
satu karya drama alkitabiahnya yang kontroversial, "Ether and Israel
in Egypt", yang ditampilkan di teater-teater sekuler dikecam oleh
gereja Inggris. Hasil penjualan tiket pertunjukannya juga kalah
bersaing dengan industri-industri yang lain. Namun, dia tetap berusaha
tanpa lelah untuk memulihkan kondisinya, hingga kesehatannya menurun.

Menjelang tahun 1741, dia terjerat hutang besar. Tanggal 8 April 1741,
dia mengadakan pertunjukan yang disebutnya sebagai konser perpisahan.
Bahkan, dia merasa harus pensiun pada usia 56. Akan tetapi, dua
peristiwa yang tidak dinyana-nyana terjadi, dan mengubah hidupnya.
Salah seorang temannya yang kaya, Charles Jensen, memberinya sebuah
buku yang berisi syair lagu opera bersumber pada kehidupan Kristus
yang seluruhnya diambil dari Alkitab. Dia juga diminta Dublin,
organisasi penggalang dana, untuk mengadakan pertunjukan amal. Dia pun
mengerjakan karyanya di rumah kecilnya di Jalan Brook di London.
Saking asyiknya, dia pun jarang keluar dari kamarnya. Dia beristirahat
hanya untuk makan. Dalam waktu 6 hari, bagian satu sudah selesai.
Dalam waktu 9 hari, dia sudah menyelesaikan bagian dua, dan 6 hari
kemudian, bagian tiga. Sekumpulan lagu-lagu orkestra utuh pun
diselesaikan 2 hari berikutnya. Semua karyanya (berjumlah 260 halaman)
diselesaikan dalam jangka waktu 24 hari.

Sir Newman Flower, salah satu dari penulis biografi Handel,
mengatakan, "Lagu Handel ini akan bertahan, mungkin selamanya.
Benar-benar suatu pencapaian terbesar di sepanjang sejarah karangan
musik." Karyanya itu berjudul "Messiah" dan dipentaskan pertama kali
tanggal 13 April 1742 untuk acara amal. Dari pertunjukan itu, mereka
berhasil mengumpulkan uang 400 pound dan membebaskan 142 narapidana
yang terbelit hutang. Setahun kemudian, Handel mementaskannya di
London. Kontroversi pun muncul dari gereja Inggris yang terus
berkelanjutan menghantam Handel. Akan tetapi, Raja Inggris menghadiri
pertunjukan Handel. Saat syair lagu kemenangan "Haleluya" pertama kali
diperdengarkan, sang raja berdiri, lalu protokol kerajaan dan seluruh
penonton pun berdiri. Segera sesudah peristiwa ini, karier Handel
mulai meroket. Popularitas yang diraihnya dengan susah payah mampu
bertahan hingga kematiannya. Menjelang kematiannya, "Messiah"
ditetapkan sebagai standar lagu drama. Pengaruhnya terhadap
komponis-komponis lain sangat luar biasa. Ketika Haydn mendengar lagu
"Haleluya", dia menangis seperti seorang anak kecil, kemudian berseru,
"Dialah guru kita semua!"

Handel memimpin lebih dari tiga puluh pertunjukan "Messiah".
Konser-konsernya sangat menguntungkan bagi rumah sakit yang
memelihara anak-anak terlantar. Banyak dermawan yang menyumbang dalam
pertunjukan Handel. Mendengar ribuan pound yang diperoleh dari
pertunjukan "Messiah" dikumpulkan untuk amal, seorang penulis biografi
berkomentar, "`Messiah` benar-benar memberi makan kepada yang lapar,
memberi pakaian kepada yang telanjang, memberi perlindungan bagi yatim
piatu, lebih dari produksi musik tunggal yang lain." Penulis lain
berkata, "Kemungkinan tidak ada karya dari komponis lain yang memberi
kontribusi begitu besar dalam melegakan penderitaan manusia." Karya
ini memiliki dampak rohani yang luar biasa bagi kehidupan para
pendengarnya. Salah seorang penulis menyatakan, "Lagu ini cukup
berhasil meyakinkan ribuan orang bahwa ada Tuhan di sekitar kita,
bahkan lebih meyakinkan daripada semua karya teologis yang pernah
ditulis." Seusai pertunjukan "Messiah" untuk kali pertama di London,
Lord Kinnoul menyelamati Handel atas "hiburan" yang luar biasa
tersebut. Handel menjawab, "Tuan, maafkan saya karena saya hanya
menghibur mereka, saya berharap saya bisa membuat mereka menjadi lebih
baik."

Keyakinan religius Handel dalam menciptakan karya religius terpopuler
di seluruh dunia, membingungkan banyak ahli di bidang musik. Meskipun
komponis opera sekuler dan orkestra ini, tidak mengikuti pola pada
umumnya, namun dia adalah seorang pengikut Kristus yang setia dan
sangat terkenal karena kepeduliaannya terhadap sesama. Moralitas
Handel benar-benar tidak bisa disepelekan. Di gereja, dia sering
berlutut dan mengekspresikan semangat pengabdiannya yang menyala-nyala
lewat penampilan dan gerakan-gerakan tubuhnya.

Keteguhan hatinya membuatnya mampu melewati masa-masa terburuk. Dia
tetap tegar dan semangat meskipun menghadapi berbagai tantangan.
Sayangnya, sebagai sarjana konformis, Handel diketahui suka mengumpat
dalam beberapa bahasa, setiap kali dia mulai marah. Namun, pada saat
yang sama, dia bisa mengakui kesalahannya dan meminta maaf dengan
cepat. Handel dikenal karena pendapatnya yang sederhana dan jujur
tentang diri dan bakatnya.

Temannya, Sir John Hawkins, menuliskan bahwa Handel mewujudkan
nilai-nilai keagamaan yang mendalam melalui hidupnya. Dia senang
memasukkan ayat-ayat dalam Kitab Suci ke dalam musiknya. Perenungannya
tentang perikop-perikop yang agung dalam kitab Mazmur yang
mengagumkan, telah memberikan kontribusi untuk pertumbuhan rohaninya.

Secara fisik, Handel memiliki perawakan tinggi, bertulang besar, dan
bersuara keras. Dia sering memakai wig warna putih yang indah, dengan
model keriting yang terurai hingga ke bahunya. Gaya bicaranya pun
mudah dikenali. Dia sering mencampur bahasa Inggris dengan berbagai
kata dari bahasa Jerman, Prancis, dan Itali. Namun, lebih dari itu,
Handel dikenal secara mendunia karena kemurahan hati dan kepeduliannya
kepada orang-orang yang menderita. Handel bahkan memberikan amal
meskipun dia mengalami kebangkrutan finansial. Dia orang yang sangat
optimis dan tidak mengenal lelah. Imannya kepada Allah membuatnya
bertahan melewati setiap kesulitan. Karena dibesarkan menjadi seorang
Lutheran yang tulus, dia tidak memiliki kecenderungan untuk memihak
satu sekte dan denominasi apa pun.

Beberapa hari sebelum Handel meninggal, dia mengatakan keinginannya
untuk mati pada hari Jumat Agung, dengan harapan bertemu dengan
Allahnya yang baik, Tuhan dan Juru Selamatnya yang manis, pada hari
Kebangkitan. Dia hidup hingga hari Sabtu Suci pagi, tanggal 14 April
1759. Kematian pun menjemput 8 hari kemudian, setelah dia memainkan
karya besarnya, "Messiah", untuk terakhir kalinya.

Sahabatnya, James Smyth, menulis, "Handel meninggal saat dia menjalani
hidup Kristen yang saleh, baik kepada Allah dan kepada sesama. Amalnya
bagi dunia sungguh sempurna." Handel disemayamkan di Westminster
Abbey, dan dihadiri sekitar 3.000 orang yang melayat. Sebuah patung
yang memperlihatkan dia yang sedang memegang naskah solonya yang
terbuka di bagian ketiga lagu "Messiah", yang berbunyi, "Aku tahu
bahwa Penebusku hidup", didirikan di atas makamnya.

Semasa hidupnya, tidak jarang Handel mendapat cibiran. Bahkan, tokoh
religius setenar John Newton (pengarang himne "Amazing Grace") pun
menentang pertunjukannya yang dianggap "sekuler" itu. Namun demikian,
Handel tidak menanggapi dengan menyerang balik saudara-saudara
Anglikannya. "Salah satu kebahagiaan dalam hidupku adalah tinggal di
sebuah negara yang penduduknya tidak ada yang menderita akibat
pelecehan atau ketidaknyamanan yang terkait dengan prinsip-prinsip
agamanya," katanya. (tSetya)

Diterjemahkan dan diringkas dari:
Nama situs: Handel`s Messiah
Alamat URL: http://www.messiahcd.com/Information/about_The_Messiah/
            about_the_messiah.html
Judul asli artikel: About The Messiah
Penulis: Patrick Kavanaugh
Tanggal akses: 13 April 2011

          TAHUKAH ANDA: TUHAN ALLAH ADALAH SUMBER INSPIRASIKU

Handel adalah orang yang gigih berjuang dalam mengagungkan nama Tuhan
melalui karya-karya musiknya. Berbagai rintangan, serangan,
sakit-penyakit, dan bahkan kondisi keuangan yang sering menipis,
tidak mampu menghalangi kerinduan hatinya untuk terus berkarya bagi
Tuhan. Satu hal lagi yang bisa kita pelajari dan kagumi dari seorang
Handel, setiap kali dia berusaha untuk mengatasi rintangan yang
menghadang, dan saat menciptakan musik yang kini dikagumi seluruh
dunia, dia selalu bersandar pada Allah. Iman dan optimismenya yang
besar, tidak diletakkannya pada kemampuan dirinya, namun di dalam
Kristus Yesus.

Sumber: http://www.messiahcd.com/Information/about_The_Messiah/
        about_the_messiah.html

            KOMUNITAS BIO-KRISTI: TOKOH FAVORIT DI ALKITAB

Dalam dinding Facebook Bio-Kristi, ada seorang Sahabat Bio-Kristi
memberi usul.

Shmily Tilestian: Aku usul nih, gimana kalau forum Bio-Kristi dipakai
untuk membahas tokoh-tokoh Alkitab saja? Misalnya: Siapa Ishak?
Bagaimana kehidupannya? Apa yang dapat dipelajari dari kehidupan
Ishak?

Komentar:

Bio-Kristi (Biografi Kristiani): Shmily, ini usul bagus. Boleh, boleh.
Terima kasih.

Nyoongen Rovallgio Matahelumual-Titaley: Betul sekali Kak, idenya.

Shmily Tilestian: Hai Nyoongen, ayo ikutan diskusi di forum diskusi ya.

Nyoongen Rovallgio Matahelumual-Titaley: Di forum kasih ya, Kak?

Bio-Kristi (Biografi Kristiani): Nyoongen, Di forum diskusi di page
Bio-Kristi, Teman.

Theresia S. Setyawati: Aku mau, tapi tidak bisa masuk kalau memakai HP.

Nyoongen Rovallgio Matahelumual-Titaley: Bagaimana kalau memakai HP?

Chintia Louphly Julia: Bagaimana caranya?

Bio-Kristi (Biografi Kristiani): Theresia, Chintia, Nyoongen, kalau
begitu kita bisa mendiskusikannya di dinding saja... tapi tidak
menutup kemungkinan untuk berkomentar di "disscussion board" juga.
Oke?

Nyoongen Rovallgio Matahelumual-Titaley: Ok.

Bio-Kristi (Biografi Kristiani): @Nyoongen, Itu, Chintia sudah mulai.

Untuk membaca komentar selengkapnya, silakan berkunjung ke
< http://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=10150162469938090&id=1287562099 >

Kontak: < biokristi(at)sabda.org >
Redaksi: Sri Setyawati, Kusuma Negara, dan Yonathan Sigit P.
(c) 2011 -- Yayasan Lembaga SABDA
< http://www.ylsa.org >
Rekening: BCA Pasar Legi Solo;
No. 0790266579
a.n. Yulia Oeniyati
< http://blog.sabda.org/ >
< http://fb.sabda.org/biokristi >
Berlangganan: < subscribe-i-kan-bio-kristi(at)hub.xc.org >
Berhenti: < unsubscribe-i-kan-bio-kristi(at)hub.xc.org >

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org