Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://www.sabda.org/publikasi/bio-kristi/42

Bio-Kristi edisi 42 (12-10-2009)

John Wesley dan Clement

                                   
                          Buletin Elektronik
                   BIO-KRISTI (Biografi Kristiani)
______________________Edisi 042, Oktober 2009_________________________

Isi Edisi Ini:
- Pengantar
- Riwayat: John Wesley: Pengkhotbah yang Memiliki Semangat Tinggi
           dalam Mengabarkan Injil 
- Karya: Clement dari Alexandria: Filsuf Kristen Pertama      
- Tahukah Anda: Latar Belakang Penamaan Alkitab Perjanjian Lama dan 
                Perjanjian Baru
- Surat Anda: Terima Kasih SABDA
- Sisipan: Perayaan 15 Tahun SABDA 12 -- 16 Oktober 2009
  
+ Pengantar __________________________________________________________

  Salam sejahtera,
  
  Nama John Wesley bukanlah nama yang asing di antara deretan 
  nama-nama besar para tokoh Kristen. Khotbahnya-khotbahnya dipakai 
  Tuhan untuk membawa banyak jiwa mengenal Kristus. Clement dari 
  Alexandria pun demikian; seorang tokoh Kristen besar. Ia memberikan 
  kontribusi besar dalam perkembangan teologi dan filsafat Kristen. 
  Bagaimana kisah hidup dan karya mereka? Dapatkan informasi 
  selengkapnya di edisi ini. 
  
  Selain itu, bertepatan dengan momen 15 tahun SABDA dalam pelayanan 
  "Biblical Computing", kami juga menghadirkan sebuah informasi 
  mengenai latar belakang pemberian nama Kitab Perjanjian Lama dan 
  Baru. Kiranya dapat menambah wawasan.
  
  Selamat menyimak. Tuhan memberkati.
    
  Pimpinan Redaksi Bio-Kristi,
  Kristina Dwi Lestari
  http://www.sabda.org/publikasi/Bio-Kristi
  http://biokristi.sabda.org/
______________________________________________________________________
  
          Tuhan telah mengubah kesedihan kita menjadi sukacita.
                   Clemens dari Alexandria -- Teolog 
           
+ Riwayat ____________________________________________________________ 
1703 -- 1791 Pengkhotbah

          JOHN WESLEY: PENGKHOTBAH YANG MEMILIKI SEMANGAT TINGGI
                        DALAM MENGABARKAN INJIL 
  
  Pada abad ke-18, Gereja Inggris (Church of England) tidak terlibat 
  dalam isu-isu keagamaan maupun sosial saat itu. Kepemimpinan dalam 
  gereja tersebut sebagian besar diduduki oleh orang-orang yang 
  diangkat berdasarkan kepentingan politik. Kependetaannya diselimuti
  kedunguan, dan orang gereja yang tulus jarang ada. Bahkan pengaruh 
  rasionalisme dan deisme (kepercayaan yang didasarkan pada akal 
  semata) dalam kependetaannya membuat Gereja Anglikan tidak menyadari 
  kebutuhan rohani jemaatnya. Keberhasilan besar John Wesley adalah 
  melihat perlunya membawa agama kepada orang banyak yang terabaikan 
  itu.

  Wesley lahir di Epworth, Lincolnshire, pada 17 Juni 1703. Dia adalah 
  anak ke-15 dari 19 anak Samuel Wesley, seorang pendeta Anglikan yang 
  melaksanakan tugas penggembalaannya dengan serius dan menanamkan hal 
  ini kepada anaknya. Ibu John, seorang wanita dengan tingkat 
  kerohanian yang tinggi, mendidik anak-anaknya dengan ketat dan tegas 
  berdasarkan aturan-aturan moral kekristenan, menanamkan dengan kuat 
  konsep belas kasih, kepedulian, dan tugas keagamaan. 

  Tahun 1714, Wesley masuk ke Charterhouse School, dan Christ Church, 
  Oxford, pada tahun 1720. Setelah menerima gelar "Bachelor of Arts" 
  (BA) pada 1724, ia ditahbiskan menjadi diaken di Gereja Inggris pada 
  tahun 1725 dan dipilih sebagai anggota pengurus Lincoln College, 
  Oxford, pada tahun 1726. Pada tahun berikutnya, dia menjadi asisten 
  ayahnya yang adalah seorang pendeta dan kemudian dinobatkan sebagai 
  pendeta pada tahun 1728. Kembali ke Oxford pada 1729, Wesley, selain 
  mengerjakan tugas-tugasnya sebagai pengurus di Lincoln, juga aktif 
  di persekutuan rohani tempat saudaranya, Charles, biasa bersekutu. 
  Holy Club, yang disebut "Metodis" oleh para kritikusnya, berkumpul 
  secara rutin untuk berdiskusi dan belajar. Para anggota kelompok ini 
  bersatu dalam doa, menghadiri ibadah gereja, mengunjungi narapidana, 
  dan memberi bantuan pada orang yang membutuhkan. Holy Club adalah 
  salah satu tempat di mana Wesley sangat memberi pengaruh, dan dia 
  segera menjadi pemimpin kelompok itu. 

  PELAYANAN DI GEORGIA
  
  Didukung dengan pengalaman selama bertahun-tahun di Oxford dan 
  keinginan untuk menerapkan prinsip-prinsip Holy Club di tempat lain, 
  Wesley menerima undangan James Oglethorpe pada tahun 1735 untuk 
  menjadi pendeta di koloni Georgia yang baru saja dibangun. Bersama 
  saudaranya, Charles, Wesley menghabiskan masa 2 tahun yang 
  mengecewakan di dunia baru tersebut. Meskipun bersemangat 
  menyebarkan Injil, dia ditolak oleh para kolonis dan diterima dengan 
  tidak antusias oleh orang-orang Indian. Selain itu, dia juga 
  terlibat dalam masalah percintaan, yang membawanya dalam publisitas 
  yang tidak diinginkan -- terlibat dalam kasus pengadilan. Tahun 
  1737, Wesley kembali ke Inggris. 

  Selama tinggal di Georgia, Wesley bukannya tidak mendapatkan 
  apa-apa. Setelah dan selama perjalanan 2 tahunnya tinggal di 
  Georgia, dia benar-benar dipengaruhi oleh para misionaris Moravian. 
  Rasa percaya diri dan komitmen spiritual mereka dalam kesalehan 
  praktis, membuatnya terkesan.

  PERTOBATAN DAN KHOTBAH

  Di Inggris, Wesley terus menjalin hubungan dengan orang-orang 
  Moravian. Dalam salah satu pertemuan mereka di Aldersgate Street, 
  London, pada 24 Mei 1738, dia mengalami pertobatan ketika 
  mendengarkan pembacaan pendahuluan Marthin Luther tentang Surat 
  Roma. "Saya percaya pada Kristus, Kristus saja, yang memberi 
  keselamatan, dan saya mendapat suatu jaminan, bahwa Dia telah 
  mengambil dosa-dosa saya, menyelamatkan saya dari penghukuman dan 
  kematian karena dosa." 

  Melalui komitmen pribadi ini, walaupun kemudian hubungannya dengan 
  orang-orang Moravian rusak, Wesley dikaruniai kerinduan untuk 
  menyampaikan pesan ini ke seluruh Inggris. Menemui para pendeta 
  tidak simpatik atau masa bodoh dan sebagian besar pendeta 
  memusuhinya sampai-sampai menutup pintu gereja mereka baginya, 
  dengan meneladani apa yang dilakukan para pengkhotbah seperti George 
  Whitefield, Wesley memulai pelayanan keliling yang berlangsung 
  selama lebih dari 50 tahun. Terpaksa berkhotbah di luar gereja 
  membuatnya terbiasa berkhotbah di luar ruangan, dan kemudian mulai 
  menjangkau banyak orang, khususnya di kota-kota, tentang sesuatu 
  yang sangat tidak diperhatikan oleh Gereja Inggris.

  Wesley, seorang pria kecil (dengan tinggi badan 5 kaki 6 inci dan 
  berat 120 pon), selalu harus berdiri di atas kursi atau podium 
  ketika dia berkhotbah. Rata-rata dia berkhotbah lima belas kali 
  seminggu, dan jurnal pribadinya mengindikasikan bahwa dia berkhotbah 
  sebanyak lebih dari 40.000 kali selama kariernya, bepergian 
  menyusuri seluruh penjuru Inggris -- yang bila ditotal adalah lebih 
  dari 250.000 mil -- selama masa ketika jalanan sering kali hanyalah 
  tanah lumpur. 

  Berkhotbah bukanlah hal yang mudah; orang banyak sering kali tidak 
  bersahabat. Namun, Wesley cepat belajar seni berbicara dan, meski 
  ditentang, khotbah-khotbahnya mulai mendapatkan perhatian 
  masyarakat. Banyak orang segera bertobat, berkali-kali menunjukkan 
  tanda-tanda fisik, seperti serangan tiba-tiba atau tidak sadarkan 
  diri. 
  
  ORGANISASI METHODISM

  Sejak awal, Wesley memandang gerakannya sejalan dengan Gereja 
  Inggris; tidak bertentangan. Namun, ketika dia 
  berhasil membuat banyak orang di seluruh Inggris bertobat, 
  orang-orang itu membentuk komunitas-komunitas yang Wesley harapkan 
  memiliki peran yang sama dalam ranah Anglikan seperti halnya ordo 
  monastik di Gereja Katholik Roma. Dia terus-menerus mengambil bagian 
  yang agak otoriter dalam kehidupan komunitas itu, mengunjungi mereka 
  secara berkala, menyelesaikan perselisihan, dan mengeluarkan 
  orang-orang yang suka melawan. Konferensi tahunan dari seluruh 
  gerakan memberinya kesempatan untuk membuat kebijakan. Di bawah 
  kepemimpinannya, setiap komunitas dibagi-bagi dalam "kelas" yang 
  mengurus masalah keuangan, dan "kelompok" yang merancang standar 
  moralitas pribadi. Selain itu, Wesley menulis banyak karya teologis 
  dan menyunting 35 volume literatur Kristen untuk kemajuan 
  masyarakat. Seorang pemimpin yang tidak pernah lelah dan sempurna, 
  dia menjaga gerakannya terus berhasil dengan baik meskipun muncul 
  berbagai pertentangan. 

  Namun, pertentangan yang terus-menerus antara pendeta Anglikan, 
  ditambah dengan penolakan mereka untuk menahbiskan pendeta Metodis, 
  memaksa Wesley memisahkan diri menjelang akhir hidupnya. Tahun 1784, 
  dia membuat deklarasi yang mengamankan keabsahan kaum Metodis 
  setelah kematiannya. Pada tahun yang sama, dengan enggan dia 
  menobatkan dua orang untuk melayani sebagai "pemimpin" kaum Metodis 
  di Amerika Utara. Dia terus berusaha menyediakan para pendeta untuk 
  Inggris, tetapi dengan sangat hemat dan dengan sangat ragu-ragu. 
  Wesley selalu mengatakan bahwa dia secara pribadi setia terhadap 
  Gereja Inggris. 

  Metodisme memiliki dampak penting terhadap masyarakat Inggris. 
  Metodisme membawa agama kepada banyak orang yang, melalui pergeseran 
  populasi yang diakibatkan oleh revolusi industri, tidak dijangkau 
  oleh gereja Anglikan. Selain itu, Metodisme membawa manfaat pada 
  banyak hal dalam Gereja Inggris maupun jemaat yang tidak setuju. 
  Dengan menekankan moralitas, disiplin diri, dan penghematan untuk 
  kelas-kelas yang dihilangkan, beberapa sejarawan menganggap Wesley 
  sebagai kekuatan utama yang menjaga Inggris bebas dari revolusi dan 
  meluasnya kegelisahan sosial pada zamannya. Dia sendiri secara 
  politik konservatif, seorang pengkritik demokrasi, dan musuh 
  revolusi Amerika maupun Perancis.

  Selama hidupnya, orang yang paling Wesley percaya adalah saudara 
  laki-laki dan rekan kerjanya, Charles, komposer sejumlah himne 
  terkenal. Wesley, yang kesehatannya luar biasa baik, tetap aktif 
  hingga akhir hidupnya, menyampaikan khotbah terakhirnya pada suatu 
  pertemuan luar ruangan, 4 bulan sebelum kematiannya pada 2 Maret 1791 
  di London. (t/Ratri)

  Diterjemahkan dan disesuaikan dari:
  Nama situs: Answers.com 
  Judul asli artikel: John Wesley 
  Penulis: Tidak dicantumkan
  Alamat URL: http://www.answers.com/topic/john-wesley                       

+ Referensi __________________________________________________________
  
  Ada satu tetangga John Wesley yang menjulukinya "bara yang meletup". 
  Julukan itu semakin mendekati kenyataan ketika Wesley menginjak usia 
  dewasa. Sosok John Wesley menjadi orang yang memberkati banyak orang 
  melalui khotbah dan kehidupannya. Silakan simak artikel lain tentang 
  John Wesley di alamat-alamat berikut ini.   

  a. John Wesley
     ==> http://biokristi.sabda.org/john_wesley  
  b. John Wesley Bara yang Meletup 
     ==> http://misi.sabda.org/john_wesley_bara_yang_meletup
     
+ Karya ______________________________________________________________
150 -- 215 Filsuf Kristen, Bapa Gereja 
  
           CLEMENT DARI ALEXANDRIA: FILSUF KRISTEN PERTAMA    
  
  Clement dari Alexandria (Titus Flavius Clement) yang hidup kira-kira 
  pada tahun 150 -- 215 adalah filsuf Kristen pertama dan salah satu 
  guru yang paling terkenal di Gereja Alexandria (Church of 
  Alexandria). Dia terkenal karena usahanya menyatukan filosofi Yunani 
  dengan ajaran-ajaran Kristen dan menarik sejumlah besar penyembah 
  berhala ke gereja. Semangatnya terhadap filosofi, khususnya pada 
  ajaran-ajaran Plato, berperan besar dalam penyebaran agama Kristen 
  di Yunani. Dari dulu hingga sekarang, ia dianggap sebagai tokoh yang 
  sangat tidak ortodoks dan kontroversial dalam sejarah gereja. 

  BIOGRAFI

  Titus Flavius Clement lahir kira-kira pada pertengahan abad ke-2. 
  Beberapa ahli menyebut Athena sebagai tempat kelahirannya dan hal 
  ini didukung dengan karakter klasik Yunani pada dirinya. Orang 
  tuanya adalah pemuja berhala yang kaya dan memiliki beberapa 
  kedudukan sosial. Clement pernah tinggal di Yunani, Italia, dan 
  Palestina sebelum akhirnya menetap di Mesir. Saat mencari seorang 
  guru rohani, dia datang kepada Pantaenus, kepala sekolah katekis di 
  Alexandria, dan akhirnya meneruskannya menjadi direktur sekolah itu. 
  Clement mengajarkan Injil dan doktrin Kristen kepada orang-orang 
  yang akan baptis, mengundang orang-orang yang menyembah berhala dan 
  petobat baru untuk mendengarkan ajarannya. Salah satu muridnya yang 
  paling terkenal adalah Origen. Pada tahun 202, Kaisar Roma, 
  Septimius Severus, mulai menganiaya orang-orang Kristen dengan lebih 
  kejam dan menutup sekolah katekis di Alexandria, memaksa Clement 
  untuk meninggalkan Asia Minor. Dia diyakini meninggal kira-kira 
  sebelum tahun 215.

  KARYA LITERATUR

  Karya trilogi yang mewakili ide-ide terpenting Clement adalah 
  susunan Protreptikos (Exhortation to Conversion/Nasihat untuk 
  Bertobat), Paidagogos (Moral Tutor/Ajaran Moral), dan Stromateis 
  (Miscellany/Bunga Rampai). Dalam karya literaturnya yang berani, 
  Clement berusaha memajukan kekristenan untuk orang-orang percaya 
  dalam bentuk literatur sekuler tradisional. Ada kemajuan sistematis 
  dalam tiga karya utama ini: yang pertama ditujukan kepada para 
  penyembah berhala yang belum bertobat, yang kedua untuk orang-orang 
  Kristen baru, dan yang ketiga orang-orang percaya yang sudah 
  mencapai kedewasaan iman.
  
  Protreptikos berbentuk suatu pendahuluan yang mengajak pembaca untuk 
  mendengarkan, bukan mendengarkan legenda-legenda mistis tentang 
  dewa-dewi, tetapi "lagu baru" tentang "Logos", awal dari segala 
  sesuatu dan pencipta dunia. Dia mengungkapkan apa yang dia sebut 
  kebodohan penyembahan berhala dan misteri-misteri penyembahan 
  berhala, praktik-praktik homoseks orang-orang Yunani yang memalukan, 
  dan horor korban persembahan kepada berhala. Dia berpendapat bahwa 
  para filsuf dan penyair Yunani hanya menebak kebenaran, sedangkan 
  para nabi memberikan jalan langsung pada keselamatan, dan kini Logos 
  yang ilahi menyatakan secara langsung akan membangkitkan semua hal 
  baik dalam jiwa seseorang dan membimbingnya menuju kekekalan.

  Setelah hal-hal tersebut di atas menjadi dasar pengetahuan kebenaran 
  yang sejati, dalam Paidagogos, Clement membangun etika kristen yang 
  lebih sistematis. Dia berbicara tentang "paidagogos" atau tutor 
  sebagai Logos ilahi yang menuntun orang-orang Kristen bahkan dalam 
  kegiatan sehari-hari yang paling biasa sekalipun, seperti makan dan 
  tidur. Seperti Stoic Epictetus, Clement percaya bahwa kebajikan yang 
  sejati menunjukkan dirinya sendiri melalui bukti-bukti eksternal 
  yang muncul dalam cara hidup orang-orang percaya yang alami, 
  sederhana, dan moderat. 

  Stromateis berbicara lebih jauh lagi. Yang dituju adalah 
  kesempurnaan hidup orang-orang Kristen dari awal hingga pengetahuan 
  yang utuh. Stromateis berusaha, berdasarkan Alkitab dan tradisi, 
  memberikan penjelasan iman Kristen yang bisa menjawab segala 
  tuntutan orang-orang terpelajar dan memimpin para pelajar ke dalam 
  realita terdalam keyakinannya. Clement memberinya judul Stromateis 
  karena karya ini berhubungan dengan berbagai macam hal. Dia 
  bermaksud membuat satu buku saja sebenarnya, tetapi pada 
  kenyataannya setidaknya ada tujuh buku yang dihasilkan, itu pun 
  tidak semua subjek dipaparkan. Tidak adanya hal-hal tertentu yang 
  telah dijanjikan telah mendorong para ahli untuk mempertanyakan 
  apakah dia menulis buku kedelapan, dan berbagai usaha telah 
  dilakukan untuk mengetahuinya, termasuk ditelitinya 
  potongan-potongan pakta yang ada bersama jenazahnya. Kutipan-kutipan 
  yang disangka buku kedelapan pada naskah Stromata abad ke-11 
  bukanlah bagian dari Hypotyposes yang ditulis oleh Clement. 

  Selain trilogi luar biasa itu, satu-satunya karya lengkap yang 
  dirawat adalah traktat yang berjudul "Who is the Rich Man that Shall 
  Be Saved?" (Siapakah Orang Kaya yang Akan Diselamatkan?). Traktat 
  ini didasarkan pada Markus 10:17-31 dan memberikan prinsip bahwa 
  bukan kekayaan mereka yang akan membuat mereka mendapatkan 
  penghukuman, namun penyalahgunaan kekayaan itu. Ada juga beberapa 
  penggalan traktat tentang "Passover" (perayaan Paskah kaum Yahudi), 
  yang menentang posisi Quartodecimanism Melito of Sardis dan hanya 
  satu bagian dari "Ecclesiastical Canon" yang menentang kaum 
  Judaizer. Beberapa karya lain hanya diketahui judulnya saja. 

  KONTRIBUSI UNTUK TEOLOGI KRISTEN

  Kontribusi utama Clement bagi perkembangan doktrin gereja adalah 
  usahanya untuk merekonsiliasi ajaran-ajaran Kristen dengan para 
  filsuf Yunani kuno. Dia sendiri adalah sosok yang kompleks. Hal ini 
  dapat dilihat saat ia menoleransi dan bahkan merangkul filosofi 
  non-Kristen. Ini adalah sifat khas yang dimilikinya, bahwa dia hanya 
  melihat permukaan dan ketidaksetujuan yang sifatnya sementara saja
  saat orang lain menemukan pertentangan yang mendasar. Clement bisa 
  merekonsiliasi, dan bahkan menyatukan, pandangan-pandangan yang 
  berbeda sampai kepada batas yang membuat upaya untuk 
  menghubungkannya dengan sistem individual tertentu menjadi tidak 
  mungkin dilakukan. Dia mengganti metode apologetik dengan metode 
  konstruktif atau sistematik, mengubah tradisi gereja yang sederhana 
  menjadi teologi dogmatik yang ilmiah.

  Pada masa Clement, banyak orang menganggap bahwa filosofi adalah 
  ciptaan Iblis. Yang lain memandang para filsuf sebagai orang yang 
  tidak normal, dan Clement sendiri mengatakan bahwa para filsuf 
  berutang banyak pengetahuan terhadap tulisan-tulisan dalam 
  Perjanjian Lama. Namun, dia mengatakan, "bahwa filosofi pada 
  dasarnya adalah tuntunan Allah" (Stromateis i, I). Clement melihat 
  filosofi Yunani bukan sebagai sesuatu yang tidak relevan atau 
  bertentangan dengan kekristenan, tetapi sebagai suatu tahap awal 
  pewahyuan kebenaran Tuhan untuk umat manusia melalui Logos yang 
  terus berlangsung. Seperti hukum Musa yang merupakan "paidagogos" 
  bagi orang-orang Yahudi yang menyiapkan mereka untuk menerima 
  Mesias, Clement percaya bahwa Tuhan juga menggunakan filosofi untuk 
  menginformasikan orang-orang Yunani dan akhirnya memimpin mereka 
  kepada kepenuhan kebenaran di dalam Kristus. Pewahyuan yang 
  diberikan melalui hukum dan nabi-nabi pada masa Perjanjian Lama, 
  apalagi pewahyuan langsung dari inkarnasi Logos dalam Kristus Yesus, 
  jauh melebihi pengetahuan Yunani kuno.

  Namun, Clement tidak menerima semua sekolah filosofi Yunani; dia 
  mencela kaum Sophist dan Hedonist dari sekolah sekolah Epicurus. 
  Meski umumnya sikapnya menunjukkan ketidaksetujuannya dengan segala 
  hal yang berkaitan dengan Stoicisme, dia dengan jelas menaruh hormat 
  pada perpaduan Stoicisme dan Platonisme yang mengarakterisasi 
  pemikiran religius dan etis para golongan terpelajar pada masanya. 
  Dalam ekspresi etisnya, dia sangat dipengaruhi oleh Plato dan Stoic 
  (sebuah sekolah filosofi) dan banyak menggunakan terminologi mereka. 
  Clement memuji Plato karena menegaskan tujuan utama manusia dalam 
  hidup adalah menjadi serupa dengan Tuhan. Dia melihat deskripsi 
  Plato tentang Tuhan yang transenden dan tidak berwujud adalah akurat 
  dan sesuai dengan Alkitab. Pengajarannya juga melibatkan etika 
  bersikap Stoic, penekanan keinginan, dan pemenuhan kewajiban moral, 
  dan deskripsinya tentang Gnostic yang sempurna sangat mirip dengan 
  definisi Stoic tentang manusia yang bijaksana. Clement menasihati 
  murid-muridnya untuk membuang rantai kedagingan sejauh mungkin, agar 
  hidup seolah-olah di luar tubuh, dan dengan demikian, semakin 
  meninggalkan hal-hal duniawi. Dia adalah orang Yunani sejati dalam 
  bersikap, namun sikap idealnya yang tertinggi adalah pembekuan 
  segala kasih yang mungkin saja menganggu jiwa dalam kariernya. 
  Clement merangkul cita-cita etis-religius yang tinggi ini sebagai 
  keberhasilan dari kesempurnaan manusia dalam kesatuannya dengan 
  Tuhan -- yang filosofi Yunani, sejak zaman Plato, sudah upayakan --
  dan menghubungkannya dengan kekristenan dan tradisi gereja. Baginya, 
  masuk akal bila kesimpulan filosofis orang-orang Yunani sangat mirip 
  dengan keyahudian mereka. Dia percaya, semua manusia diberkati oleh 
  Tuhan dengan "pikiran untuk berbagi" -- suatu intuisi alami yang 
  mencari kebenaran dan kebajikan. Tuhan juga menyatakan kebenaran-Nya 
  kepada semua orang dari segala zaman melalui pewahyuan ilahi.

  Clement juga menekankan kepentingan permanen filosofi bagi kepenuhan 
  pengetahuan Kristen. Dengan sukacita, dia menjelaskan hubungan 
  antara pengetahuan dan iman, dan dia dengan tajam mengkritik mereka 
  yang tidak mau memanfaatkan filosofi. Dia menjelaskan pentingnya 
  pemahaman rohani yang lebih tinggi, atau "gnosis", yang dengan jelas 
  dia bedakan dari "gnosis" yang ditegaskan oleh Gnostic. Dia 
  mengajarkan bahwa iman adalah dasar dari segala pengetahuan dan 
  keduanya itu diberikan kepada manusia oleh Kristus. Seperti Plato, 
  Clement memandang dunia sebagai suatu organisme utuh yang kemudian 
  dapat dilihat oleh manusia. Pengetahuan yang lebih besar akan Tuhan 
  dan dunia memungkinkan orang-orang percaya untuk benar-benar 
  memahami apa yang dia percayai, dan inilah kesempurnaan iman. Untuk 
  mencapai "pengetahuan iman" ini, yang jauh lebih tinggi dari 
  filosofi "iman perkiraan", benar-benar diperlukan. Bahkan, Clement 
  menganggap kekristenan sebagai filosofi yang benar dan Kristen yang 
  sempurna adalah "Gnostic" yang sejati. Termasuk dalam filosofi yang 
  benar ini adalah kebebasan dari dosa dan pencapaian kebajikan. 
  Karena semua dosa berakar dari ketidaktaatan, maka pengetahuan akan 
  Tuhan dan kebaikan diikuti oleh tindakan yang baik. Dia menolak 
  konsep Gnostic tentang predestinasi mutlak dan perbedaan antara 
  orang "psychic" (mental) dan "pneumatic" (jiwa). Dia percaya pada 
  kebebasan untuk melakukan hal-hal baik -- bahwa semua orang 
  ditakdirkan untuk sempurna bila mereka mau melakukannya. 

  Clement memahami gnosis Kristen ini sebagai karya Logos, yang 
  melaluinya hubungan Tuhan dengan dunia dan pewahyuan-Nya dipelihara. 
  Dia memandang Tuhan secara transenden sebagai suatu Makhluk yang 
  utuh. Meski kebaikan-Nya beroperasi dalam penciptaan bumi, esensi 
  keilahian-Nya kekal, cukup, dan mampu menanggung penderitaan. Logos 
  adalah yang paling dekat dengan Bapa, yang kekuatan-Nya berasal dari 
  Diri-Nya sendiri, tetapi baik Anak maupun Roh Kudus adalah "kuasa 
  yang pertama diciptakan". Mereka adalah tahap-tahap yang tertinggi 
  dalam skala makhluk cerdas, dan Clement membedakan Logos-Anak dari 
  Logos yang keberadaannya di dalam Tuhan adalah kekal, dan ini 
  menjadi dasar tindakan Photius yang "menurunkan Anak dalam deretan 
  mahkluk ciptaan". Logos terpisah dari dunia sebagai prinsip 
  penciptaan dan penuntun. Jadi, hidup yang alami adalah hidup seturut 
  kehendak Logos. Deskripsi Clement tentang inkarnasi agak bersifat 
  Docetic meski ia menolak Gnostic Docetism. Dia mengatakan bahwa 
  Tubuh Kristus bukanlah subjek bagi kebutuhan manusia. Kristus adalah 
  Dokter yang baik, dan obat yang Dia berikan adalah menyampaikan 
  gnosis yang menyelamatkan, yang membawa manusia dari penyembahan 
  berhala menuju kepada iman dan dari iman ke tingkat pengetahuan yang 
  lebih tinggi. 
  
  Bagi Clement, cara untuk bersatu dengan Allah hanyalah melalui 
  gereja. Penyampaian gnosis diikat oleh ordo kudus, yang memberikan 
  cahaya dan kehidupan yang ilahi, dan iman sederhana dari orang 
  Kristen yang sudah dibaptis berisi seluruh inti pengetahuan 
  tertinggi. Melalui Ekaristi, orang-orang percaya disatukan dengan 
  Logos dan Roh Kudus dan mencetak orang-orang yang jujur. Meskipun 
  Clement pada awalnya memberikan konsep rohani yang masih murni 
  tentang gereja, urgensi kontroversinya dengan Gnostic memaksanya 
  untuk lebih menekankan gereja sebagai institusi resmi. 

  Suatu kutipan dari "Mar Saba letter", yang dipertalikan dengann 
  Clement dari Alexandria, adalah satu-satunya bukti kemungkinan 
  adanya "Secret Gospel of Mark" (Injil Rahasia Markus).

  Beberapa teolog dan pengurus gereja pada masa selanjutnya menentang 
  pandangan-pandangan Clement. Meski hari peringatannya secara 
  tradisional diperingati pada 4 Desember, Paus Clement VIII menghapus 
  nama Clement dari martirologi Roma karena tulisan-tulisannya yang 
  tidak ortodoks. (t/Ratri)

  Diterjemahkan dari: 
  Nama situs: New World Encyclopedia
  Judul asli artikel: Clement of Alexandria
  Penulis: Tidak dicantumkan 
  Alamat URL: http://www.newworldencyclopedia.org/entry/Clement_of_Alexandria

+ Tahukah Anda? ______________________________________________________
            
            LATAR BELAKANG PENAMAAN ALKITAB PERJANJIAN LAMA 
                        DAN PERJANJIAN BARU
  
  Kata perjanjian dalam "PL" dan "PB" adalah terjemahan dari bahasa 
  Yunani, "diatheke". Dalam Yer. 31:31, dinubuatkan perjanjian baru 
  yang akan mengganti perjanjian yang dibuat Yahweh dengan bangsa 
  Israel di padang pasir (band. Kel. 24:7-8). "Ia berkata-kata tentang 
  perjanjian yang baru, Ia menyatakan yang pertama sebagai perjanjian 
  yang telah menjadi tua" (Ibr. 8:13). Para penulis PB melihat 
  penggenapan nubuat tentang perjanjian baru itu dalam keadaan baru 
  yang dimulai dengan karya Kristus; firman-Nya sendiri waktu Ia 
  mengadakan Perjamuan Kudus (1 Kor. 11:25) menjadi dasar dari 
  tafsiran di atas. Kitab-kitab PL disebut demikian karena hubungannya 
  yang erat dengan sejarah "perjanjian tua" itu; Kitab-kitab PB 
  disebut demikian karena merupakan dokumen-dokumen dasar dari 
  "Perjanjian Baru". 
  
  Suatu pendekatan pada pemakaian umum istilah "Perjanjian Lama" dapat 
  kita baca dalam 2 Kor. 3:14, "jika mereka membaca perjanjian lama, 
  walaupun mungkin Paulus memaksudkan Taurat, sebagai dasar dari PL, 
  dan bukan sebagai segenap berkas dari Alkitab Ibrani." 
  Istilah-istilah "Perjanjian Lama" (palaia diatheke) dan "Perjanjian 
  Baru" (kaine diatheke) untuk kedua kumpulan kitab itu, mulai dipakai 
  secara umum oleh orang Kristen sejak akhir abad 2; di Eropa Barat, 
  Tertullian kadang-kadang menerjemahkan diatheke dengan instrumentum 
  (suatu dokumen hukum), kadang-kadang dengan testamentum. Kata yang 
  terakhirlah yang tetap hidup -- dalam bahasa Inggris "New Testament" 
  dan bahasa Belanda "Nieuwe Testament".  
  
  Diambil dan disunting seperlunya dari: 
  Judul buku: Ensiklopedi Alkitab Masa Kini 
  Judul asli artikel: Dua Perjanjian 
  Penyunting: J.D. Douglas 
  Penerbit: Yayasan Komunikasi Bina Kasih (OMF), Jakarta 1994
  Halaman: 28   
  
+ Surat Anda _________________________________________________________
  
                     TERIMA KASIH PELAYANAN SABDA 
  
  Dari: Putu Arya <doulos_putu<at>>
  > Untuk semua staf bio-Kristi dan Sabda, saya ucapkan banyak terima 
  > kasih atas kiriman baik renungan, humor dan kisah-kisah serta 
  > kesaksian-kesaksian yang dikirimkan ke e-mail saya. semua itu 
  > sangat membantu pelayanan saya di negeri orang (Korsel) untuk para 
  > pekerja, mahasiswa dan ibu-ibu RT dari Indonesia yang ada di sini. 
  > kami berharap biarlah Tuhan sendiri berkarya lebih heran lagi bagi 
  > Sabda dan Bio-Kristi dan bagian lainnya smoga tambah maju..--cut--
  
  Redaksi: 
  Puji Tuhan! Publikasi Bio-Kristi yang menjadi salah satu bagian dari 
  pelayanan Yayasan Lembaga SABDA (SABDA) dapat senantiasa menjangkau 
  warga Indonesia yang berada di Korea Selatan. Semoga sajian kami 
  semakin memperlengkapi pelayanan Bapak di Korea Selatan. Tuhan Yesus 
  memberkati.

+ Sisipan ____________________________________________________________  
             
             PERAYAAN 15 TAHUN SABDA 12 -- 16 OKTOBER 2009

  Kami mengucap syukur untuk kesetiaan dan dukungan yang Anda berikan 
  bagi pelayanan Yayasan Lembaga SABDA (YLSA), khususnya dalam rangka 
  memeriahkan 15 Tahun SABDA. Beberapa kegiatan yang direncanakan 
  telah berjalan dengan baik minggu lalu. Di antaranya:
  
  - Peluncuran SABDA Labs <http://labs.sabda.org/>
    Di situs ini, Anda bisa mendapatkan berbagai informasi seputar 
    SABDA, seperti daftar bahan yang bisa didownload, tutorial 
    instalasi, tutorial SABDA Alkitab, informasi situs, 
    pengembangan-pengembangan program/software SABDA, dan berbagai 
    berita SABDA lainnya.
  - Peluncuran Gadget "Search SABDA Alkitab"
    Gadget ini memungkinkan pengunjung situs mencari kata, frasa, 
    ayat Alkitab, nomor Strong, maupun bahan-bahan terkait dengan kata 
    atau frasa tertentu yang tersedia pada SABDA Alkitab. Silakan 
    ambil script gadget ini dan kemudian memasangnya di situs Anda 
    sendiri dari:
    - http://alkitab.sabda.org/download.php
    - http://labs.sabda.org/index.php/Pencarian_Alkitab
  
  Doakan agar rencana-rencana yang lain juga dapat segera terealisasi.
  
  Memasuki minggu kedua bulan Oktober ini, perayaan 15 Tahun SABDA 
  juga masih akan dilanjutkan dengan pengadaan beberapa acara, yakni:

  12 Oktober 2009 = Mini Show SABDA Alkitab di Solo (1)
     Kegiatan ini sudah terlaksana dengan baik. Tim SABDA telah 
     memberi pelatihan pada 20 orang pendeta di Solo pinggiran tentang 
     bagaimana menggunakan situs SABDA Alkitab <http://alkitab.sabda.org>.
     Doakan agar SABDA menjadi berkat.
  13 Oktober 2009 = Peluncuran Facebook Application "Ayat Alkitab", 15 Oktober 2009 = Peluncuran CD Alkitab Audio (TB, BIS) 
  16 Oktober 2009 = Peluncuran Fitur Download SABDA.net

  Besar harapan kami Anda mendukung kegiatan di atas dalam doa. 
  Kiranya pelayanan kita bersama ini diberkati oleh Tuhan. Untuk 
  mendapatkan kemajuan yang lebih mantap, kami ingin mengajak Anda 
  memberikan masukan berupa kritik maupun saran. Kirimkan masukan 
  Anda lewat email < fb(at)sabda.org >. Kami percaya masukan Anda 
  akan membantu kelancaran pelayanan YLSA pada masa yang akan datang.

  Tuhan Yesus memberkati.
______________________________________________________________________
Pimpinan Redaksi: Kristina Dwi Lestari
Staf Redaksi: Sri Setyawati
Isi dan bahan menjadi tanggung jawab Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Didistribusikan melalui sistem network I-KAN
Copyright(c) BIO-KRISTI 2009
YLSA -- http://www.ylsa.org/
Situs Katalog -- http://katalog.sabda.org/
Rekening: BCA Pasar Legi Solo
No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati
______________________________________________________________________
Anda terdaftar dengan alamat email: $subst(`Recip.EmailAddr`)
Alamat berlangganan: < subscribe-i-kan-bio-kristi(at)hub.xc.org >
Alamat berhenti: < unsubscribe-i-kan-bio-kristi(at)hub.xc.org >
Kontak redaksi: < biokristi(at)sabda.org >
Alamat situs: http://biokristi.sabda.org/
Alamat forum: http://biokristi.sabda.org/forum/
Arsip Bio-Kristi: http://www.sabda.org/publikasi/Bio-Kristi
Blog SABDA: http://blog.sabda.org/

____________________BULETIN ELEKTRONIK BIO-KRISTI_____________________

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org