|
Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
https://sabda.org/https://sabda.org/publikasi/bio-kristi/37 |
|
Bio-Kristi edisi 37 (15-6-2009)
|
|
Buletin Elektronik
BIO-KRISTI (Biografi Kristiani)
________________________Edisi 037, Juni 2009__________________________
Isi Edisi Ini:
- Pengantar
- Riwayat: Thomas Ball Barratt: Seorang Pelayan yang Baik dan Setia
- Karya: Charles Babbage (1791 -- 1871): Bapak Ilmu Komputer dan
Seorang Kristen yang Bertanggung Jawab
- Tahukah Anda: Kisah "Mesin Pembeda" Charles Babbage
- Apa Kata Mereka: Mengenalkan Sosok Gutenberg kepada Para Siswa
- Sisipan: Baru! Situs Doa: Komunitas Pendoa Syafaat Indonesia
+ Pengantar __________________________________________________________
Salam sejahtera,
Banyak pelajaran mengenai kesetiaan yang kita dapatkan melalui
tokoh-tokoh yang telah disajikan dalam edisi Bio-Kristi. Kesetiaan
mereka menunjukkan keteguhan dan ketaatan pada janji Tuhan. Sebut
saja David Livingston, misionaris yang sejak awal selalu setia
menggenapi panggilan Tuhan dalam pelayanan misi. Lalu Charles
G. Finney, yang sempat ragu-ragu akan kebenaran firman Allah, namun
dengan setia mulai mengakui bahwa Kristus adalah Juru Selamat. Dia
mulai sadar bahwa Tuhan ingin memakai hidupnya untuk membawa
pertobatan bagi banyak jiwa melalui khotbah-khotbahnya yang penuh
kuasa.
Saat ini, kami ajak Anda untuk melihat bagaimana sebuah nilai
kesetiaan terlihat dari figur Thomas Ball Barratt (pengkhotbah) dan
Charles Babbage (ilmuwan). Awalnya, Thomas Ball Barratt sama sekali
tidak ingin menjadi seorang pengkhotbah. Dia lebih tertarik menjadi
seorang seniman. Pada saat dia bertobat dan menerima Kristus, Thomas
yang ahli dalam musik ini setia dibentuk Tuhan untuk menjadi seorang
pengkhotbah besar.
Lain halnya dengan Charles Babbage. Dengan integritasnya yang tinggi
terhadap ilmu pengetahuan, Charles Babbage berhasil mempertahankan
penelitiannya di tengah berbagai tantangan yang ditujukan kepadanya.
Keserasian antara ilmu dan kekristenannya memperlihatkan bagaimana
dia ingin Tuhan dipermuliakan melalui hidup dan karyanya.
Penasaran dengan kedua tokoh tersebut? Silakan simak sajian
Bio-Kristi kali ini. Semoga semakin memberkati kita untuk terus
setia melayani Dia dalam setiap aspek hidup dan pelayanan kita.
Tuhan Yesus memberkati.
Pimpinan Redaksi Bio-Kristi,
Kristina Dwi Lestari
http://www.sabda.org/publikasi/Bio-Kristi
http://biokristi.sabda.org/
______________________________________________________________________
Mengucap syukur pada Allah karena memampukan kita menjadi pelayan
yang bermurah hati dan bertanggung jawab, sebagaimana kita
dipanggil sebagai murid-murid Kristus.
Tony Campolo -- Sosiolog
+ Riwayat ____________________________________________________________
1862 -- ... Pengkhotbah, Bapa Gereja
THOMAS BALL BARRATT: SEORANG PELAYAN YANG BAIK DAN SETIA
Thomas Ball Barratt lahir di Albaston, Cornwall, pada 22 Juli 1862.
Ayahnya, seorang penambang, berimigrasi ke Norwegia pada 1867. Orang
tua Barratt dan kakeknya, Kapten George Ball, adalah pengikut setia
aliran Metodis John Wesley.
Ibunya bertobat pada usia 18 tahun, setelah berdoa selama 2 jam, dan
yakin bahwa dia sudah diselamatkan. Ayahnya diselamatkan saat ia
berusia 20 tahun. Keluarganya sangat terkenal di lingkungannya, baik
dalam bidang agama maupun politik.
Kedua orang tuanya mengasihi Tuhan dengan sepenuh hati, dan
membangun gereja serta mengadakan persekutuan-persekutuan di rumah
mereka di Inggris dan Norwegia, setelah mereka pindah ke sana.
Mereka pindah karena ayah Thomas Ball ditawari perusahaannya posisi
manajer pertambangan di Norwegia.
Barratt merasakan tangan Tuhan menyentuh hidupnya saat dia berusia 9
tahun, tetapi dia tidak menerima Yesus sebagai Juru Selamat hingga
berusia 12 tahun. Dia percaya Tuhan turut campur dalam keputusan
orang tuanya memilih pindah ke Norwegia daripada ke Spanyol dengan
posisi yang sama, karena jika tidak demikian, jalan hidupnya akan
jauh berbeda.
Pada usia 11 tahun, dia kembali ke Inggris untuk mengikuti
pendidikan formal. Dia juga mengikuti Wesleyan College di Taunton,
Sommersetshire. Di Taunton, seorang teman membimbing dia kepada
Kristus, dan setahun kemudian, kebangunan rohani terjadi, di mana
saat itu kira-kira dua ratus siswa, serta sejumlah penduduk kota,
diselamatkan.
Dia kembali ke rumahnya di Norwegia pada 1878, di mana dia belajar
seni pada seorang seniman terkenal dan belajar musik pada Edvard
Greig. Pada tahun yang sama, dia memulai sekolah minggu di rumahnya
untuk orang-orang yang bekerja di pertambangan.
Selain dari orang tuanya, dia juga dipengaruhi oleh khotbah-khotbah
John Wesley dan Dwight L. Moody. Saat berusia 17 tahun, dia membaca
salah satu khotbah Moody di sebuah persektuan wanita yang
diselenggarakan oleh ibunya, dan kemudian berdoa. Banyak orang yang
datang dalam persekutuan itu diselamatkan.
Pada usia 18 tahun, Barratt menyiapkan khotbah pertamanya, setelah
menghabiskan waktu untuk bermain musik rohani, bersaat teduh, dan
berdoa. Catatan di jurnalnya menunjukkan bahwa dia mendaki ke puncak
gunung dan mengkhotbahkan khotbah pertamanya itu kepada angin.
Barratt juga aktif berkhotbah tentang keselamatan di pertambangan
tempat dia bekerja sebagai asisten ayahnya. Pada tahun yang sama,
Barratt membagikan khotbah pertamanya yang tanpa persiapan. Khotbah
Moody terus menjadi dasar dari apa yang diajarkannya, tetapi dia
tidak memiliki rencana yang pasti untuk menjadi pengkhotbah. Dia
berencana untuk menjadi pemusik atau seniman.
Namun, pada tahun 1882, saat dia hampir berusia 20 tahun, Barratt
lulus ujian di Methodish Episcopal Quarterly Conference, yang
diselenggarakan di Bergen, Norwegia, untuk menjadi seorang
"pengkhotbah lokal", sebutan untuk orang awam yang berbicara di
depan sekelompok kecil orang dan gereja atau menggantikan pendeta
yang benar-benar sudah ditahbiskan.
Pada saat itu, salah satu hiburan baginya adalah menerjemahkan buku-
buku bahasa Inggris ke bahasa Norwegia -- dia menuturkan kedua
bahasa itu dengan fasih -- dan bertarung dengan beruang. Beruang itu
kalah, menurut catatan pada waktu itu! Selain itu, dia juga menulis
untuk merespons serangan terhadap aliran Metodis yang ditulis oleh
seorang pendeta dari denominasi lain. Di beberapa negara, aliran
Methodis pada waktu itu masih sekontroversial aliran Pentakosta pada
abad dua puluh.
Pada Januari 1884, dia mengkhotbahkan khotbahnya yang berjudul
"Choose Ye This Day Whom Ye Will Serve" (Pilih Sekarang Siapa yang
Akan Anda Layani), yang memicu suatu kebangunan rohani yang
berlangsung selama berminggu-minggu di gunung tempat mereka tinggal.
Dia menikahi Laura Jakobsen pada Mei 1887, dan mulai menjadi pendeta
di sebuah gereja di Christiania, tempat anak pertama mereka lahir.
Barrat ditahbiskan sebagai diakon pada 1889, dan pada 1891, dia
menjadi penatua di Methodist Episcopal Church, Norwegia. Setelah
itu, dia menjadi pendeta di beberapa gereja.
Pada ulang tahunnya yang ke-37, seniman musik yang tidak berencana
untuk menjadi pengkhotbah ini telah mengadakan lebih dari lima ribu
persekutuan. Pada tahun 1902, dia mendirikan Oslo City Mission, dan
pada tahun 1904, dia menjadi editor buletin organisasi ini, yaitu
"Byposten". Kedua orang tuanya telah meninggal pada saat itu, tetapi
jauh sebelum mereka meninggal, mereka pasti sudah sangat bangga
kepadanya.
Barratt mengunjungi Swedia, Switzerland, Inggris, Belanda, dan
bahkan India untuk menyampaikan pesan tentang baptisan Roh Kudus.
Jadi, Barratt tidak hanya mendirikan gerakan Norwegian Pentecostal,
tetapi juga menjadi tokoh kunci dalam pendirian gereja-gereja
Pentekosta di seluruh Eropa.
Barratt membawa pengetahuan tentang baptisan Roh Kudus dari Amerika
kepada para pengkhotbah terkemuka di Eropa, saat dia bisa saja
kembali ke Norwegia dan menguburnya. Ke mana pun dia pergi, dia
menanamkan berkat Pentakosta. Secara langsung atau tidak, dia telah
menyentuh hidup banyak pionir rohani lainnya. (t/Ratri)
Diterjemahkan dari:
Judul buku: Pioneers of Faith
Judul asli artikel: A Good dan Faithfull Servant
Penulis: Dr. Lester Sumrall
Penerbit: Harrison House, Oklahoma 1995
Halaman: 29 -- 32
+ Karya ______________________________________________________________
1791 -- 1871 Ilmuwan
CHARLES BABBAGE (1791 -- 1871): BAPAK ILMU KOMPUTER DAN SEORANG
KRISTEN YANG BERTANGGUNG JAWAB
Komputer telah menjadi bagian yang sangat penting dalam kehidupan
masyarakat modern sekarang. Komputer modern dimungkinkan berkat
perkembangan alat elektronik selama Perang Dunia II. Tapi, gagasan
di balik komputer modern sebenarnya telah dipikirkan lebih dari
seratus tahun sebelumnya oleh Charles Babbage. Sayang, teknologi
pada zaman itu belum cukup maju sehingga dia tidak bisa menyaksikan
penerapan gagasannya.
MASA MUDA
Charles Babbage lahir tanggal 26 Desember 1791. Ayahnya, Benjamin
Babbage, saudagar dan bankir kaya. Keluarga Babbage tinggal di
Walworth, Surrey, di pinggiran kota London. Charles adalah putra
pertama dari empat bersaudara, namun kedua saudara laki-lakinya
meningggal pada masa kanak-kanak. Ketika Charles sakit parah tahun
1799, kedua orang tuanya takut kehilangan dia juga. Karena itu, dia
dibawa ke Devon untuk mendapatkan udara pedesaan yang lebih sehat.
Charles memulai sekolahnya di Devon. Ia mempelajari antara lain
matematika untuk navigasi sederhana dan akuntansi. Inilah awal dari
minat yang akan membentuk kariernya. Kesalahan perhitungan dalam
navigasi sering kali mengakibatkan kecelakaan kapal. Charles telah
mengabdikan sebagian besar hidupnya untuk mengembangkan beberapa
jenis mesin yang dapat menghitung dan mencetak tabel matematik dan
astronomik secara cermat sehingga kesalahan dapat ditiadakan.
Ketika Charles sembuh dari sakitnya, ia kembali ke London. Dia
bersekolah di Enfield, dan guru-gurunya segera melihat kemampuannya
dalam bidang matematika. Tahun 1803, keluarganya pindah dan menetap
di Devon. Charles bersekolah di Totnes Grammar School sampai tahun
1810, dan kemudian masuk Trinity College di Universitas Cambridge.
MATEMATIKA PADA ZAMAN BABBAGE
Babbage begitu berminat mempelajari matematika, sehingga dia mengisi
waktu senggangnya dengan membaca buku-buku matematika, termasuk yang
ditulis dalam bahasa Perancis. Ketika minta tolong kepada
guru-gurunya, dia heran karena mereka sama sekali tidak mengetahui
perkembangan terakhir dalam bidang matematika di Perancis. Waktu itu
Inggris dan Perancis sedang bermusuhan karena perang Napoleon, dan
ada kekhawatiran kalau pemberontakan seperti Revolusi Perancis akan
terjadi di Inggris. Akibatnya, mempelajari karya ahli matematika dan
ilmuwan Perancis, seperti Blaise Pascal, dianggap tindakan yang
tidak patriotik.
Para ahli matematika Inggris juga mengabaikan perkembangan di
Jerman. Gottfried Leibniz di Jerman dan Sir Isaac Newton di Inggris
secara terpisah dan pada waktu hampir bersamaan, telah menemukan
kalkulus -- suatu prosedur matematika baru yang revolusioner. Namun,
para pemimpin akademik di masing-masing negara mengklaim bahwa ahli
merekalah yang patut memperoleh penghargaan atas penemuan itu.
Persaingan nasional untuk memperoleh penghargaan itu mengakibatkan
Jerman maupun Inggris akhirnya tidak memperoleh apa-apa.
Penolakan pemikiran dari Eropa ini menghambat perkembangan
matematika di Inggris. Ini juga berarti bahwa mereka yang
mempelajari kemajuan yang terjadi di Eropa, seperti Babbage,
dianggap kelompok liberal yang tidak patriotik, dan mereka
menghadapi kecaman dari banyak teman sejawat yang picik. Namun
demikian, banyak dari karya Babbage kelak didasarkan atas kemajuan
yang dihasilkan oleh Pascal dan Leibniz.
Tahun 1812, Babbage dan dua temannya membentuk Perhimpunan Analitis
(Analytical Society) di Cambridge. Kedua temannya itu adalah
astronom terkemuka John Herschel (juga Kristen yang penuh pengabdian
seperti Babbage) dan ahli matematika George Peacock. Melalui
perhimpunan itu, mereka berupaya agar buku-buku metode matematika
terbaru dalam bahasa Perancis diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris.
Tapi karena pekerjaan itu berlangsung lamban, akhirnya mereka
sendirilah yang mengerjakan tugas tersebut. Kelak, Perhimpunan
Analitis sangat berperan penting dalam memperbarui pengajaran
matematika di perguruan-perguruan tinggi di Inggris. Namun, proses
ini berjalan sangat lamban.
ARAH BARU
Charles Babbage mendapat gelar dalam bidang matematika tahun 1814.
Tahun itu juga, dia menikah dengan Georgina Whitmore. Mereka
memiliki delapan anak, tapi hanya lima yang hidup melewati usia
kanak-kanak. Georgina meninggal tahun 1827. Tidak lama setelah
menikah, Babbage memutuskan untuk menjadi pendeta. Dia melamar ke
beberapa gereja. Sayang, para pemimpin gereja terlalu memercayai
tuduhan bahwa Babbage adalah seorang liberal yang tidak patriotik,
sehingga lamarannya ditolak.
Kerugian gereja menjadi keuntungan bagi matematika. Charles dan
istrinya pindah ke London tahun 1815. Di sini, dia menunjukkan
kemampuan praktisnya dalam matematika dan memberikan serangkaian
ceramah mengenai manfaat eksperimen, di samping teori matematika.
Berkat kegiatan ini, tahun 1816, dia terpilih sebagai anggota Royal
Society -- perkumpulan paling bergengsi untuk para ilmuwan Inggris.
Babbage memperoleh gelar master tahun 1817.
Selama beberapa tahun berikutnya, Babbage memberikan sumbangan
penting dalam bidang matematika murni, seperti aljabar dan teori
fungsi. Tapi keinginannya yang utama adalah mempraktikkan
matematika. Dengan dukungan para ahli matematika, navigator, dan
ilmuwan, dia mulai mengerjakan mesin analitis.
ALAT-ALAT KALKULASI SEBELUMNYA
Mesin hitung yang pertama kali dikenal dunia adalah "abakus", yang
dipakai bangsa Tiongkok sejak sekitar tahun 600 SM. Alat ini terdiri
dari manik-manik yang digantung pada dawai dalam bingkai, dan
manik-manik itulah yang digerakkan di sepanjang dawai selama
perhitungan. Setiap manik memunyai nilai angka tertentu.
Tahun 1614, ahli matematika Skotlandia, John Napier, menerbitkan
karya pertamanya mengenai temuannya yang disebut logaritma. Dengan
menggunakan sederet batang, yang sekarang dikenal sebagai
"tulang-tulang Napier", Babbage menyederhanakan perkalian dan
pembagian dengan mengubahnya menjadi proses penambahan dan
pengurangan yang lebih sederhana. Mistar hitung temuan Edmund Gunter
tahun 1620 juga memakai asas ini.
Kemajuan berikutnya dalam alat hitung muncul tahun 1642, ketika
Blaise Pascal menemukan mesin hitung yang pertama, yang mampu
menambah dan mengurangi. Mesin ini terdiri dari seperangkat roda,
masing-masing dengan angka 0 sampai 9. Roda-roda dihubungkan dengan
gir, sehingga apabila satu roda berputar penuh, akan menggerakkan
roda di sebelahnya sepersepuluh dari satu putaran. Tapi mesin ini
mahal dan sukar dioperasikan. Pada tahun 1671, Gottfried Leibniz
meningkatkan kemampuan mesin Pascal dengan menambah kereta yang
dapat digerakan. Mesin ini sekarang dapat mengalikan dan membagi.
Awal tahun 1820-an, Babbage mulai bekerja untuk membuat mesin hitung
dengan kapasitas dua puluh desimal. Dia mulai dengan membuat mesin
hitung kecil beroda enam yang bisa menghitung secara cermat. Mesin
kecil ini diperagakannya di hadapan Royal Society dan mendapat
dukungan penuh dari anggota lembaga tersebut. Berkat dukungan
itulah, pemerintah setuju memberi bantuan keuangan demi kelanjutan
perkembangan "mesin perbedaan" ini.
MESIN PERBEDAAN BABBAGE
Babbage merancang mesin perbedaannya untuk menghitung dan mencetak
tabel matematika secara otomatis. Dengan demikian, kesalahan yang
mungkin dibuat manusia bisa ditiadakan. Dia membuat tabel logaritma
tahun 1827 dengan memakai versi yang lebih kecil dari mesinnya.
Meskipun Babbage adalah profesor matematika di Universitas Cambridge
dari tahun 1826 -- 1835, dia jarang diminta memberi kuliah. Ini
memungkinkannya mengabdikan sebagian besar waktunya untuk
penelitian. Namun, pembuatan mesin yang lebih besar membutuhkan
biaya mahal, sementara dana dari pemerintah tidak cukup dan
birokrasi sangat menghambat. Proyek itu baru bisa dilanjutkan
setelah Babbage menerima warisan dari ayahnya yang meninggal pada
tahun 1827.
MESIN ANALITIK BABBAGE
Babbage terus meningkatkan kemampuan mesin perbedaannya hingga tahun
1830-an. Kemudian dia mendapat gagasan untuk menciptakan "mesin
analitis". Mesin ini terdiri dari empat bagian gudang yang menjadi
memori, pabrik tempat melakukan perhitungan matematika, suatu sistem
roda gigi dan pengumpil untuk pemindahan data antara pabrik dan
gudang, serta satu unit masukan/keluaran (susunan ini sesuai dengan
susunan komputer modern, meskipun komponennya berbeda).
Gudang mesin analitis memakai roda dengan sepuluh posisi yang
berbeda untuk menyimpan angka, sebagaimana dilakukan mesin
perbedaan. Gudang itu bisa menyimpan sampai 1.000 angka dengan 50
digit setiap angka.
Ide tentang mekanisme masukan ini diperoleh Babbage dari sumber yang
tidak biasa, yakni industri penenunan sutra Perancis. Tahun 1801,
Joseph Marie Jacquard menciptakan mesin tenun yang memakai kartu
berlubang-lubang untuk "memprogram" pola yang diinginkan ke dalam
mesin tenun. Dengan demikian, pola yang sama bisa dicetak dalam
jumlah banyak. Babbage menyadari bahwa sistem ini dapat dipakai
untuk memasukkan data dan menyimpan instruksi ke dalam mesin.
Sayangnya, Babbage tidak berhasil membentuk model kerja untuk mesin
analitisnya. Dia terus-menerus menghadapi kesulitan keuangan karena
besarnya biaya untuk merancang dan membuat mesin baru. Tapi masalah
terbesar adalah ketidakmampuan teknik rekayasa pada masa itu untuk
menghasilkan komponen-komponen yang cukup akurat dan fleksibel.
Kegagalan teknologi ini membuat Babbage sangat kecewa.
"Babbage mengupayakan sesuatu yang mustahil dengan sarana yang dia
miliki. Namun, konsep dan asas di balik mesin analitis memang mutlak
benar." Hal ini terungkap ketika buku catatan Babbage ditemukan
tahun 1937 dan rancangannya dipelajari kembali. Dengan teknologi
tahun 1940-an, komputer modern menjadi kenyataan.
Babbage tidak hanya merancang cikal bakal peranti keras komputer
(mesinnya) masa kini, tapi juga telah mengonsepsikan unsur-unsur
penting dari peranti lunak (program) komputer yang kita kenal
sekarang. Konsepsi Babbage mengenai cara menyusun program mesin
analitis sangat mirip dengan teknik yang dipakai untuk memprogram
komputer modern.
SUMBANGAN LAIN
Babbage prihatin karena kemajuan matematika dan ilmu dari Eropa
sukar diterima di Inggris. Dalam tulisan berjudul "Reflections on
the Decline of Science in England" tahun 1830, dia membebankan
sebagian kesalahan atas timbulnya masalah ini pada Royal Society.
Perhimpunan ini telah menjadi sangat besar, dengan sekitar 630
anggota. Namun, hanya sekitar seratus orang yang benar-benar
berpraktik sebagai ilmuwan. Perdebatan ilmiah yang sebelumnya sangat
diutamakan juga telah hilang. Karena itulah Babbage mendirikan dan
menjadi anggota British Association for the Advancement of Science
tahun 1831. Perkumpulan ini masih berfungsi sebagai arena diskusi
ilmiah hingga sekarang.
Babbage turut serta mesndirikan Royal Astronomical Society tahun
1820. Dia juga ikut mendirikan Statistical Society tahun 1834. Dia
menyusun tabel-tabel perkiraan kalkulasi pertama yang andal, yakni
tabel-tabel "risiko" yang dipakai oleh perusahaan asuransi. Dia juga
membantu menentukan sistem pos yang modern di Inggris.
Temuan Babbage cukup banyak, antara lain spidometer, penangkap sapi
(cowcatcher) yang dipakai di depan lokomotif, dan ophtalmoskop (alat
yang dipakai dokter untuk memeriksa bagian dalam mata). Dia juga
merekayasa ratusan alat dan perlengkapan mesin untuk pabrik. Hasil
rekayasanya yang lain diterapkan dalam pertambangan, arsitektur, dan
konstruksi jembatan.
Selain merekayasa peralatan industri, Babbage juga menganjurkan
pendekatan baru dalam industri dan pemerintahan yang dikenal sebagai
"penelitian operasional" (operations research). The Heritage
Dictionary mendefinisikan penelitian operasional sebagai "analisis
matematis atau ilmiah terhadap efisiensi sistematik dan kinerja
tenaga manusia, mesin-mesin, perlengkapan, dan kebijakan dalam
pemerintahan, militer, atau perdagangan." Tahun 1832, Babbage
menerbitkan pendekatannya itu dalam buku "On the Economy of
Machinery and Manufactures".
Rekacipta Babbage dan teknik penelitian operasionalnya berperan
penting dalam perkembangan teknologi industri Inggris, sewaktu
negara itu muncul sebagai pemimpin industri dunia. Namun, Babbage
senantiasa mengampanyekan reformasi dalam kebijakan pemerintah
untuk lebih mendorong perkembangan penelitian ilmiah. Tapi umumnya,
seruannya tidak dihiraukan.
WATAK KRISTIANI
Dalam biografinya yang ditulis oleh temannya, H.W. Buxton, Babbage
dilukiskan sebagai orang yang "hangat dan dermawan; dia teman yang
setia dan bisa diandalkan". Babbage digambarkan sebagai orang yang
memiliki integritas. "Bila dia meyakini suatu prinsip, dia akan
mempertahankannya meskipun menghadapi tantangan." Meskipun frustrasi
karena tak berhasil meyakinkan orang lain mengenai perlunya
mempertahankan kemajuan ilmu dan industri Inggris, Babbage tak
pernah mengecam mereka yang tidak mendukungnya. Buxton berkata,
"Menjelek-jelekkan orang lain sama sekali tidak ada dalam wataknya."
KESERASIAN ILMU DAN KEKRISTENAN
Banyak karya Babbage dalam bidang matematika dan ilmu sudah
diterbitkan. Tahun 1837, dia juga menulis satu dari Pembahasan
Bridgewater. Ini adalah serangkaian tulisan yang berjudul "On the
Power, Wisdom, and Goodness of God, as Manifested in The Creation",
yang diterbitkan oleh Royal Society dan dibiayai oleh bangsawan
Bridgewater. Sebagaimana ditulis Anthony Hyman dalam biografi
Babbage, "Babbage percaya bahwa metode ilmiah yang difungsikan
sampai batas maksimalnya, seluruhnya serasi dengan agama yang
diwahyukan, dan dia menulis `Ninth Bridgewater Treatise` untuk
membuktikannya."
DAMAI DALAM KEPASTIAN KRISTEN
Iman Babbage lebih dari sekadar mengakui keserasian ilmu dan
kekristenan. Sebagaimana dikatakan Buxton, Babbage "percaya bahwa
pengajian alam dengan ketelitian ilmiah adalah persiapan yang harus
dilakukan, agar bisa memahami dan menafsirkan kesaksian alam
mengenai kearifan dan kebaikan Penciptanya yang ilahi".
Charles Babbage meninggal tanggal 18 Oktober 1871 di London, dalam
usia 79 tahun. Hyman menyatakan bahwa pada waktu menghembuskan
napasnya yang terakhir, Babbage merasakan damai sejahtera yang besar
karena keyakinannya, terutama mengenai kepastian orang Kristen akan
kehidupan sesudah kematian. Babbage tidak hanya dikenang sebagai
bapak ilmu komputer modern, tapi juga sebagai orang Kristen yang
berserah sepenuhnya kepada Tuhan-nya.
Diambil dan disunting seperlunya dari:
Judul buku: Para Ilmuwan Mempercayai Ilahi
Judul asli buku: 21 Great Scientists Who Believed The Bible
Judul asli artikel: Charles Babbage (1791-1871)
Penulis: Ann Lamont
Penerjemah: Lillian D.Tedjasudhana
Penerbit: YKBK (Yayasan Komunikasi Bina Kasih)/OMF, Jakarta 1997
Halaman: 134 -- 146
+ Tahukah Anda? ______________________________________________________
KISAH "MESIN PEMBEDA" CHARLES BABBAGE
Charles Babbage merancang dua buah mesin pembeda yang tidak pernah
diselesaikannya. Mesin pembeda pertama (1822) terdiri dari 25.000
bagian, beratnya 13.600 kg, dan tingginya 2.4 m. Sedangkan Mesin
pembeda yang kedua (1846) tidak pernah dibuat hingga tahun
1989-1991. Mesin ini terdiri dari 8.000 bagian, beratnya 5 ton,
tingginya 3.3 m, dan panjangnya 2 m.
Mesin pembeda kedua menunjukkan kebolehannya berhitung di The London
Science Museum dan menghasilkan perhitungan hingga 31 digit, lebih
banyak dari kalkulator saku modern saat ini. The London Science
Museum hanya membuat dua mesin pembeda berdasarkan hasil pemikiran
Charles Babbage. Yang pertama dimiliki oleh museum, sedangkan yang
satu lagi dimiliki oleh milyuner Nathan Myhrvold (pernah menjabat
sebagai chief technology officer di microsoft, sekarang adalah
co-founder di Intellectual Ventures).
Sumber: http://www.answers.com/charles%20babage
+ Apa Kata Mereka ____________________________________________________
Puji syukur, atas apresiasi yang diberikan kepada situs Bio-Kristi,
yang kehadirannya dapat memberikan sumbangsih besar bagi Bapak
Abednego Jatmiko (guru Agama Kristen) dalam proses mengajarnya
sebagai guru di salah satu SMP di kota Semarang. Redaksi mengucapkan
terima kasih.
MENGENALKAN SOSOK GUTENBERG KEPADA PARA SISWA
>Dari film ada istilah Alkitab Gutenberg,lalu saya sedikit ingat
>dialah orang yg menemukan mesin cetak, bahkan alkitab menjadi
>revolusi percetakan buku. Untuk meyakinkan kelas, saya dapatkan
>biografi lengkapnya, makin mantap kesaksian saya tentang Amsal 1:7.
>Amin seorang guru telah dibantu dengan situs ini.
Dari: Abednego Jatmiko
Email: abednego_jatmiko(at)
Jika Anda ingin melihat artikel selengkapnya tentang Gutenberg dan
mesin cetaknya, silakan berkunjung ke alamat berikut ini.
==> http://biokristi.sabda.org/gutenberg_dan_mesin_cetaknya_sebuah_revolusi_dalam_budaya_tulisan
+ Sisipan ____________________________________________________________
BARU! SITUS DOA:
KOMUNITAS PENDOA SYAFAAT INDONESIA
< http://doa.sabda.org >
Anda rindu melihat pemulihan terjadi atas keluarga, gereja, kota,
dan bangsa Anda?
Anda ingin belajar lebih banyak tentang doa?
Anda ingin memiliki partner untuk berdoa dan berbagi?
Situs Doa, yang diluncurkan oleh Yayasan Lembaga SABDA
<http://www.ylsa.org>, adalah tempat yang tepat untuk menjawab
kerinduan dan keinginan Anda.
Kami percaya situs Doa, yang dilengkapi dengan Artikel, Renungan,
Ilustrasi, Kesaksian, serta Riwayat Tokoh-Tokoh Doa, akan memperluas
wawasan dan pengetahuan Anda tentang doa.
Istimewanya, situs ini menyediakan beberapa kalender doa yang
bisa Anda pakai sebagai panduan Anda berdoa, baik secara pribadi
maupun kelompok. Bagi Anda yang ingin berbagi beban doa, situs Doa
juga menyediakan fasilitas untuk mengirimkan permohonan doa agar
Anda mendapatkan dukungan doa dari saudara-saudara seiman yang lain.
Khusus bagi Anda yang dilengkapi Tuhan dengan karunia berdoa, situs
ini menyediakan fasilitas forum yang mengundang Anda bergabung dalam
"Komunitas Pendoa Syafaat Indonesia" untuk berdoa bersama bagi
Indonesia. Forum ini disediakan bukan untuk berdiskusi atau berdebat
tentang doa, namun untuk menyatukan hati kita dalam berdoa bagi
bangsa kita yang tercinta, yaitu Indonesia. Untuk mendaftarkan diri,
silakan menghubungi < doa(at)sabda.org >.
Segera kunjungi situs DOA <http://doa.sabda.org>! Ingatlah selalu
untuk memberitahukan informasi ini kepada rekan-rekan pendoa yang
lain, sehingga kita semua mendapat berkat dan menjadi berkat bagi
orang lain. Tuhan memberkati.
______________________________________________________________________
Pimpinan redaksi: Kristina Dwi Lestari
Staf redaksi: Yohana Prita Amelia
Isi dan bahan menjadi tanggung jawab Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Didistribusikan melalui sistem network I-KAN
Copyright(c) BIO-KRISTI 2009
YLSA -- http://www.ylsa.org/
Situs Katalog -- http://katalog.sabda.org/
Rekening: BCA Pasar Legi Solo
No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati
______________________________________________________________________
Anda terdaftar dengan alamat email: $subst(`Recip.EmailAddr`)
Alamat berlangganan: < subscribe-i-kan-bio-kristi(at)hub.xc.org >
Alamat berhenti: < unsubscribe-i-kan-bio-kristi(at)hub.xc.org >
Kontak redaksi: < biokristi(at)sabda.org >
Alamat situs: http://biokristi.sabda.org/
Alamat forum: http://biokristi.sabda.org/forum/
Arsip Bio-Kristi: http://www.sabda.org/publikasi/Bio-Kristi
Kunjungi Blog SABDA di http://blog.sabda.org/
____________________BULETIN ELEKTRONIK BIO-KRISTI_____________________
|
|
|
© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org |