|
Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
https://sabda.org/https://sabda.org/publikasi/bio-kristi/2 |
|
Bio-Kristi edisi 2 (6-9-2006)
|
|
Buletin Elektronik
______________________________BIO-KRISTI______________________________
Biografi Kristiani
==================
Edisi 002, September 2006
Isi Edisi Ini:
- Pengantar
- Riwayat : Ignatius dari Antiokhia
- Karya : Johannes Kepler (1571-1630):
Astronom Terkemuka dan Orang Kristen yang
Bertanggung Jawab
- Ralat
- Apa Kata Mereka: Fakta Mengenai Sir Isaac Newton
- Undangan Berpartisipasi
+ Pengantar __________________________________________________________
Salam sejahtera,
Keterlambatan bukanlah sesuatu yang menyenangkan. Apalagi tidak ada
orang yang suka berlama-lama menunggu. Namun, beberapa pemikiran
untuk pengembangan Bio-Kristi harus kami lakukan sehingga
keterlambatan ini pun harus terjadi. Bagaimanapun juga, kami
berjuang untuk memberi yang terbaik bagi Anda.
Perjuangan, dalam hal yang jauh berbeda, juga dilakukan para
pahlawan iman pada permulaan tahun Masehi untuk tetap setia
mewartakan Injil Kristus, meski di tengah ancaman. Salah satu yang
harus menghadapi tantangan tersebut, bahkan sampai harus menjadi
martir, adalah Ignatius dari Antiokhia.
Berbagai tantangan juga dialami banyak umat Kristen di masa-masa
berikutnya. Ketika mengemukakan bahwa bumilah yang mengitari
matahari dan bukan sebaliknya, Copernicus pun dianggap sebagai
bidat. Meski demikian, penemuan Copernicus tersebut dikukuhkan oleh
Johannes Kepler, seorang Jerman yang menetapkan asas gerakan planet
yang dikenal dengan Hukum Kepler.
Kisah perjuangan Ignatius dari Antiokhia dan Johannes Kepler menjadi
sajian di edisi kedua Bio-Kristi ini. Kiranya kehidupan mereka dapat
mendorong sidang pembaca sekalian untuk menyadari bahwa tantangan
ini akan terus ada; tidak sekadar ancaman kematian fisik, melainkan
kematian rohani.
Selamat menikmati!
Redaksi Bio-Kristi,
Raka
+ Riwayat ____________________________________________________________
35--107
IGNATIUS DARI ANTIOKHIA
Ignatius mungkin berasal dari Siria dan dilahirkan sekitar tahun 35
Masehi. Sebelum menjadi Kristen ia adalah seorang kafir dan diduga
turut menganiaya orang Kristen. Menurut tradisi, Ignatius adalah
uskup di Antiokhia, murid Rasul Yohanes. Karena kesalehannya dia
diangkat menjadi uskup Antiokhia menggantikan Petrus sehingga ia
menjadi uskup kedua, demikian menurut Origenes. Tetapi ada juga
pendapat yang mengatakan bahwa Ignatius adalah uskup yang ketiga,
yaitu menggantikan Euodius. Pendapat lain lagi ialah, bahwa di
Antiokhia terdapat dua orang uskup, yaitu Euodius yang diangkat oleh
Petrus sebagai uskup atas orang Kristen asal Yahudi sedangkan
Ignatius adalah uskup atas orang Kristen kafir dan diangkat oleh
Paulus. Ignatius sendiri tidak mengungkapkannya dalam surat-
suratnya. Riwayat kehidupannya dikenal hanya berkenaan dengan
perjalanannya untuk menjadi martir di Roma. Dalam perjalanan
tersebut Ignatius menulis beberapa surat.
Menurut tradisi, dikatakan bahwa pada masa pemerintahan Kaisar
Trajanus, pada tahun yang ke-9, kaisar mengunjungi Antiokhia. Di
Antiokhia kaisar mengancam orang-orang yang tidak mau
mempersembahkan kurban kepada dewa-dewa dengan hukuman mati. Dengan
demikian Trajanus mengunjungi Antiokhia pada tahun 107. Ignatius
mempertahankan imannya dan menolak untuk mempersembahkan kurban
kepada dewa-dewa. Ia menolak untuk menyangkal Kristus. Oleh karena
itu, ia dijatuhi hukuman mati dengan dibuang ke dalam Koloseum di
Roma. Dengan tangan yang terantai serta dikawal oleh sepuluh orang
tentara ia digiring ke Roma. Perjalanannya melewati Seleucia,
Smirna. Di Smirna Ignatius disambut dengan penuh hormat oleh Uskup
Polykarpus dan sejumlah jemaat tetangganya mengunjungi Ignatius
untuk meminta nasihat dan berkatnya. Dari Smirna ia berjalan ke
Troas, Neapolis, Makedonia, Epirus dan kemudian menyeberang ke Roma.
Dalam perjalanannya menuju ke Roma inilah ia menulis tujuh suratnya
yang terkenal itu.
Surat-surat itu adalah:
1. Surat kepada Jemaat di Efesus,
2. Surat kepada Jemaat di Tralles,
3. Surat kepada Jemaat di Tralles,
4. Surat kepada Jemaat di Roma,
5. Surat kepada Jemaat Philadelphia,
6. Surat kepada Jemaat di Smirna, dan
7. Surat kepada Uskup Polykarpus di Smirna.
Menurut tradisi, Ignatius menjalani hukuman mati pada tanggal 20
Desember 107, dengan dibuang ke dalam kandang singa. Sisa-sisa
tubuhnya dibawa kembali ke Antiokhia dan dikuburkan di sana.
Sebenarnya, perkunjungan Kaisar Trajanus tersebut menimbulkan
keragu-raguan. Trajanus diduga tidak mengunjungi Antiokhia pada
tahun tersebut karena sedang terlibat peperangan dengan Persia.
Jikalau demikian, boleh jadi Ignatius mengalami mati syahid di bawah
perintah seorang gubernur Romawi. Demikianlah juga mengenai tempat
Ignatius menjalani hukuman mati. Ada keraguan kalau hukuman itu
dllaksanakan di Roma. Mereka menunjuk tempat lain, yaitu Efesus atau
Antiokhia sendiri. Namun, suratnya kepada jemaat Roma menunjukkan
bahwa Ignatius mati syahid di Roma sebab dalam suratnya ia meminta
kepada orang Kristen di Roma jangan berupaya untuk membebaskannya
dari hukuman mati sebagai syahid itu.
Dalam surat-suratnya terlihatlah bagaimana ajaran-ajaran Ignatius.
Ia melihat bahwa mati sebagai syahid adalah kebajikan Kristen yang
tertinggi. Demikianlah juga kehidupan selibat. Ia menyebut orang
yang selibat sebagai mempelai dan permata Kristus. Dalam suratnya
kepada Polykarpus ia mengatakan bahwa jikalau seseorang dapat tetap
tinggal dalam kemurniaan daging untuk kemuliaan tubuh Kristus,
biarlah ia tinggal sedemikian dan tanpa kesombongan.
Ekaristi dikatakannya sebagai obat ketidak-fanaan dan obat penawar
maut. Sakramen merupakan saluran untuk menerima anugerah ilahi.
Ignatius sangat menekankan persatuan antara orang percaya dengan
Kristus sehingga suasana mistis mewarnai ajarannya.
Ajarannya pada umumnya berbau ortodoks. Ia melawan ajaran-ajaran
sesat, seperti Dosetisme. Menurut dia, Yesus yang disalibkan adalah
Allah yang menjadi manusia. Kristus sungguh lahir dari anak dara
Maria dan mati di bawah pemerintahan Pontius Pilatus. Kematian
Kristus adalah sumber kehidupan orang percaya.
Ignatius juga dipandang sebagai seorang pembela keesaan gereja.
Uskup baginya adalah penjaga dan pembela keesaan gereja. Keesaan
gereja itu didasarkannya kepada keesaan antara Allah dengan Yesus
Kristus dan di dalam Ekaristi. Bahkan Ignatius menyamakan uskup
dengan gereja dan gereja dengan uskup. Ia mengatakan antara lain
sebagai berikut:
"Jauhilah perpecahan sebagai sumber kerusuhan. Hendaklah kalian
semuanya mengikuti uskup, sebagaimana Yesus Kristus mengikuti
Bapa; ikutilah pula kaum presbiter sebagaimana kalian ikuti para
rasul; hormatilah kaum diaken sebagaimana kalian akan mematuhi
Allah. Tak seorang pun hendaknya berbuat sesuatu yang berhubungan
dengan gereja tanpa izin uskup. Hendaknya kalian anggap sah
Ekaristi yang dilayankan oleh uskup atau oleh seseorang yang
dikuasakannya. Di tempat hadirnya uskup hendaklah jemaat
berkumpul, sebagaimana di tempat hadirnya Yesus Kristus, di situ
pula hadir Gereja Am. Tanpa pengawasan uskup, pembaptisan atau
perjamuan kasih tidak diizinkan. Sebaliknya, apa pun yang
disetujuinya adalah menyenangkan pula bagi Allah. Dengan demikian,
apapun yang kalian lakukan bakal selamat dan sah .... Baguslah
kita akui Allah dan uskup. Siapa yang menghormati uskup, dihormati
oleh Allah. Tetapi siapa pun bertindak tak setahu uskup, mengabdi
kepada iblis" (Surat kepada jemaat Smirna).
Disunting dari sumber:
Judul buku : Riwayat Hidup Singkat Tokoh-Tokoh dalam Sejarah Gereja
Judul artikel: Ignatius dari Anthiokia
Penulis : Drs.F.D Wellem, M.Th.
Penerbit : PT BPK Gunung Mulia, Jakarta 1999
Halaman : 137--139
Alamat situs : http://www.bpkgm.com/
______________________________________________________________________
Semakin saya mempelajari alam, semakin saya mengagumi karya Sang
Pencipta.
Louis Pasteur--pelopor mikrobiologi
+ Karya ______________________________________________________________
Ilmuwan--Astronom
JOHANNES KEPLER
(1571-1630)
Astronom Terkemuka dan Orang Kristen yang Bertanggung Jawab
MASA MUDA
Johannes Kepler lahir di kota Weil der Stadt, Jerman, tanggal 27
Desember 1571. Johannes bertubuh kecil dan sering sakit-sakitan.
Ketika berusia tiga tahun dia terkena cacar dan sekarat selama
beberapa bulan. Masa kanak-kanaknya tidak tenang dan tidak bahagia.
Kala itu ayahnya bekerja sebagai tentara bayaran sehingga sering
meninggalkan rumah, kadang hingga beberapa tahun.
Kalau ibunya pergi mendampingi ayahnya, Johannes dititipkan pada
kakeknya. Jauh dari orang tua tentu membuat Johannes kecil selalu
gelisah. Tapi kakeknya, seorang Kristen yang tulus, senantiasa
menguatkan iman Johannes. Meskipun miskin, kakek Johannes menyadari
arti pendidikan, sehingga ia menyekolahkan Johannes. Kemampuan
akademik anak ini segera menarik perhatian para gurunya.
Ayahnya, Heinrich, membuka usaha losmen. Heinrich tidak mau
membiayai sekolah putranya. Malah dia memperlakukan Johannes sebagai
tenaga murah yang bisa dipekerjakan di losmennya sehingga ia
mengeluarkan anaknya dari sekolah. Ketika usaha losmennya mengalami
kemunduran, tenaga Johannes tidak diperlukan lagi. Dengan dukungan
mantan guru-gurunya, Johannes berhasil memperoleh beasiswa dari
Bangsawan Wurttemberg untuk melanjutkan sekolahnya. Dengan enggan
ayahnya mengizinkan dia kembali ke sekolah.
PENDIDIKAN
Bangsawan Wurttemberg yang murah hati itu terus menyediakan beasiswa
hingga Johannes Kepler kuliah di Universitas Tubingen tahun 1587.
Di universitas ini, Kepler mempelajari bahasa Latin, Ibrani, Yunani,
Alkitab, matematika, dan astronomi. Dua mata pelajaran terakhir
diajarkan oleh Michael Mastlin. Dia adalah satu di antara sedikit
guru besar astronomi waktu itu yang mengakui pendapat Copernicus
bahwa planet-planet, termasuk bumi, berputar mengelilingi matahari.
Hampir semua cendekiawan masa itu meyakini bahwa bumilah yang
menjadi pusat sistem tata surya.
Kepler meraih gelar Bachelor of Arts tahun 1588 dan Master of Arts
tahun 1591. Kemudian dia melanjutkan pendidikannya dalam bidang
teologi di Tubingen. Pada usia remaja Kepler sudah menjadi Kristen
yang sungguh-sungguh dan membaktikan dirinya untuk Tuhan. Seperti
yang dikatakannya menjelang akhir hidupnya, dia percaya "hanya dan
semata-mata dalam karya Yesus Kristus .... Hanya dalam Dia ada
perlindungan dan penghiburan." (1)
Begitu menyelesaikan pendidikannya, Kepler bermaksud melayani Tuhan
sebagai pendeta gereja Luther. Namun, Tuhan rupanya mempunyai
rencana lain bagi pemuda yang penuh bakat ini. Tahun 1594, untuk
menggantikan guru matematika yang meninggal dunia, Kepler diminta
mengajar di sebuah sekolah menengah yang diasuh gereja Luther di
Graz, Austria. Meskipun studi teologinya belum selesai, Kepler
merasa terpanggil oleh Tuhan untuk menerima tugas tersebut.
ASTRONOMI DAN ASTROLOGI
Selain mengajar, Kepler juga menjadi ahli matematika di daerah Graz.
Tugasnya antara lain menyurvei tanah, menyelesaikan sengketa
mengenai ketepatan timbangan berat dan ukuran panjang yang dipakai
dalam perdagangan, dan membuat penanggalan. Penanggalan yang dipakai
pada zaman Kepler hampir sama dengan penanggalan kita sekarang.
Selain berisi daftar hari, penanggalan sekarang juga memuat
keterangan tentang hari libur umum, hari libur sekolah, dan keadaan
bulan (bulan purnama, bulan sabit, dsb.). Ada juga penanggalan yang
mencantumkan tanggal kegiatan olah raga, layanan sosial, hari
gajian, dsb.
Pada zaman Kepler, penanggalan juga diharapkan berisi informasi
penting dalam kehidupan sehari-hari. Informasi itu juga mencakup
petunjuk kepada para petani mengenai waktu menanam dan menuai,
petunjuk kepada para pemimpin mengenai kampanye militer, urusan
cinta, dsb.
Sekarang kita tahu bahwa kedudukan nisbi matahari, bulan, dan bumi,
dan sudut bumi pada porosnya, bersama-sama menentukan pergantian
musim sepanjang tahun, menentukan fase bulan, juga pasang surut
laut, gerhana matahari, bulan, dsb. Kejadian-kejadian ini berdampak
pada pertanian, perikanan, perencanaan militer, dll. (Bahkan dalam
zaman modern, serangan militer disesuaikan dengan waktu pasang surut
laut, musim, dan posisi bulan.)
Dengan pengetahuan mutakhir semacam ini, kita bisa membedakan antara
kesimpulan yang didasarkan atas ilmu astronomi dan pernyataan
takhayul yang didasarkan atas astrologi. Pada zaman Kepler,
masyarakat umum dan para ilmuwan sering kebingungan membedakan
antara astronomi dan astrologi. Karena pengetahuan mereka mengenai
gerakan atau pengaruh benda angkasa sangat terbatas, para ilmuwan
tidak percaya bahwa ada kejadian di bumi yang dipengaruhi oleh
peristiwa yang teramati di langit.
Kepler terus membuat penanggalan. Namun, dia bertekad untuk
memeriksa kecermatan ramalan astrologi guna mengetahui apakah
ramalan-ramalan itu layak dipercaya. Sebagai bagian dari upaya
tersebut, tahun 1601 Kepler menerbitkan buku yang "menolak pandangan
takhayul yang mengatakan bahwa bintang-bintang menentukan hidup
manusia." (2) Kepler juga terus menolak aspek lain dari astrologi.
Dalam biografi Kepler, penulisnya, J.H. Tiner, menunjukkan bahwa
"Johannes adalah ilmuwan pertama yang menyelidiki ketepatan ramalan
astrologi. Catatannya menunjukkan bahwa mempercayai astrologi sangat
riskan." (3)
GERAKAN PLANET
Kepler sangat yakin bahwa "Alam, dunia manusia, dunia Allah--
ketiganya sangat harmonis." (4) Terutama, demikian alasannya, karena
dunia diciptakan oleh Pencipta yang cerdas. Maka dunia harus
berfungsi menurut pola yang logis. Bagi dia, pemikiran bahwa alam
semesta ini kacau-balau tidak cocok dengan kemahabesaran Allah.
Kepler terus melanjutkan penelitiannya, sementara banyak ilmuwan
lain yang menyerah.
Karena tidak adanya data yang akurat mengenai kedudukan planet-
planet selama jangka waktu tertentu, Kepler mendasarkan upaya
awalnya untuk menemukan pola gerakan planet atas filsafat dan
matematika bangsa Yunani kuno. Gagasan ini dikemukakannya dalam buku
"Mysterium Cosmographicum", tahun 1595. Meskipun banyak dari
gagasannya kelak terbukti tidak benar (ini wajar dalam ilmu), buku
tersebut menarik perhatian ahli astronomi Denmark, Tycho Brahe.
Tycho Brahe sangat terkesan oleh kemampuan matematika Kepler dan
hasratnya untuk menerapkan matematika pada astronomi. Ia kemudian
mengajak Kepler untuk bergabung dalam timnya. Para astronom ini
telah bertahun-tahun mengikuti pergerakan planet-planet, tapi belum
bisa memahami lintasan-lintasan rumit yang mereka lihat. Tahun 1600,
Kepler bergabung dengan Tycho Brahe di observatoriumnya di Praha. Ia
ditugaskan meneliti orbit Mars. Sekarang Kepler telah mempunyai
akses kepada data yang diperlukan untuk bisa menyelidiki gerakan
planet-planet secara ilmiah.
Pada zaman itu, hampir semua ilmuwan berpendapat bahwa jalur yang
ditempuh planet-planet mesti berupa lingkaran atau gabungan
lingkaran. Namun, Kepler menemukan bahwa gabungan lingkaran, betapa
pun kompleksnya, tidak mungkin. Menyimpang dari pemikiran orang
banyak, Kepler "mencoba jalur bukan lingkaran sampai ia menemukan
jawaban yang benar: Mars berputar menurut orbit eliptis dan matahari
menduduki salah satu dari dua fokusnya." (5)
Lebih lanjut Kepler menunjukkan bahwa planet tidak bergerak pada
jarak yang sama dalam jangka waktu yang sama (yaitu dengan kecepatan
tetap), seperti yang diperkirakan semula. Bahkan dia bisa
menunjukkan bahwa garis khayal yang menghubungkan matahari dengan
planet-planet, melewati bidang yang sama luasnya pada elips dalam
jangka waktu yang sama. Ini berarti bahwa planet bergerak lebih
cepat ketika berada dekat matahari dan lebih lambat ketika jauh
dari matahari. Kepler memublikasikan kedua hukum pertama gerakan
planet itu tahun 1609 dalam buku berjudul "Astronomia Nova".
Sepuluh tahun kemudian, Kepler menetapkan asas ketiga gerakan
planet. Secara matematis asas itu menetapkan waktu yang diperlukan
planet untuk mengorbit mengelilingi matahari dengan jarak rata-rata
planet itu dari matahari. Asas ini dipublikasikan dalam buku
"Harmonice Mundi" tahun 1619. Dalam buku ini Kepler menulis,
"Mahabesarlah Allah Tuhan kita, besarlah kekuasaan-Nya dan kearifan-
Nya tidak berkesudahan." (6)
Iman kristiani Kepler membimbingnya kepada pemikiran yang akhirnya
memungkinkan dia menguraikan teka-teki gerakan planet, sementara
banyak ilmuwan lain telah menyerah dan tidak melanjutkan upaya
mereka. Kepler mencari dan menemukan pola logis sederhana dalam
gerakan planet yang mencerminkan kemahabesaran Allah. Seperti
dikatakan Kepler, "Kita melihat bagaimana Allah, bagaikan seorang
arsitek, menciptakan dunia sesuai dengan tatanan dan pola yang
mengatur semuanya sedemikian sempurna." (7)
TEMUAN LAIN
Hukum Kepler tentang gerakan planet adalah sumbangannya yang
terbesar bagi ilmu pengetahuan. Hukum ini berdampak besar terhadap
pemikiran ilmiah dan kelak menyediakan landasan bagi karya Sir
Isaac Newton mengenai gaya tarik bumi. Namun, Kepler juga memberikan
banyak sumbangan lain kepada ilmu pengetahuan. Dia menemukan bintang
baru (supernova), menganalisis cara kerja mata manusia, meningkatkan
kemampuan teleskop, dan beberapa sumbangan dalam bidang optik. Dia
memublikasikan data akurat mengenai kedudukan bintang dan planet
yang sangat berharga bagi para pelaut. Dia memberikan sumbangan
kepada matematika, termasuk cara penghitungan yang lebih cepat dan
cara menentukan volume banyak benda padat.
Kepler diakui sebagai salah satu pendiri ilmu pengetahuan modern.
"Dalam ketiga bukunya, "Mysterium Cosmographicum", "Astronomia
Nova", dan "Harmonica Mundi", dia mengawali proses yang akhirnya
mengganti takhayul dengan nalar." (8)
Kepler juga menyelidiki tanggal kejadian-kejadian sejarah Alkitab.
Selain itu, dia juga menulis cerita berjudul "The Dream" yang
dianggap sebagai cerita fiksi ilmiah modern pertama.
HIDUP PENUH TRAGEDI
Setelah menderita sakit berat beberapa lama, Johannes Kepler
meninggal dunia di Regensburg, Jerman, tanggal 15 November 1630,
dalam usia 58 tahun. Hidup Kepler penuh tragedi. Ketidakbahagiaan
pada masa kanak-kanaknya disusul dengan penderitaan sesudah ia
berkeluarga. Tiga dari enam anaknya meninggal sewaktu masih kecil,
kemudian disusul dengan kematian istri pertamanya.
Dia juga mengalami penganiayaan karena agama. Pada zaman Kepler,
para penguasa mengharuskan rakyat menganut agama seperti yang mereka
anut, tapi Kepler menolak mengubah kepercayaannya. Dia membaca
Alkitab secara teratur dan menolak setiap aturan buatan manusia yang
menurut keyakinannya bertentangan dengan Alkitab. Pendirian ini
menyebabkan dia berkali-kali mengalami penganiayaan berat.
Kejadian traumatis lain dialami Kepler ketika ibunya yang masih
percaya takhayul dituduh tukang sihir dan diseret ke pengadilan.
Seandainya diputuskan bersalah, pasti ibunya akan disiksa dan
dibakar hidup-hidup. Hanya berkat kelihaian pembelaan Keplerlah
ibunya bisa selamat.
Tapi, dalam segala penderitaan itu, Kepler tetap berpegang pada
imannya kepada Allah. Dia merumuskan imannya dengan singkat dan
sederhana, "Saya Kristen." (9) Meskipun karyanya demikian gemilang,
dia tetap rendah hati. Keinginannya adalah, "Biarlah namaku lenyap
asal nama Allah Bapa dimuliakan." (10) Dia mengakui Allah sebagai
"Pencipta Yang Maha Baik, yang menciptakan alam, dari ketiadaan."
(11) Kepler sendiri bersedia mengesampingkan rencana hidupnya dan
dengan rendah hati mengikuti bimbingan Allah. Hasilnya, dia kemudian
bisa berkata, "Dulu saya berniat menjadi teolog ... tapi sekarang,
melalui apa yang saya lakukan, saya melihat bahwa Allah juga
dimuliakan dalam astronomi karena `langit mengungkapkan kemuliaan
Allah`." (12)
PUSTAKA ACUAN
1. Johannes Kepler dikutip dalam:
J.H. Tiner, Johannes Kepler--Giant of Faith and Science, Mott
Media, Milford (Michigan), 1977, hlm 193.
2. Encyclopaedia Britannica, edisi 15, 1992, jld 22, Mm 506.
3. Tiner (Acuan 1), hlm 69.
4. Kepler dikutip dalam Tiner (Acuan 1), hlm 172.
5. Encyclopaedia Britannica, 1992, jld 22, hlm 507.
6. Kepler dikutip dalam Tiner (Acuan 1), hlm 178.
7. ibid (bagian dalam sampul depan).
8. Tiner (Acuan 1), h1m 195-196.
9. Kepler dikutip dalam Tiner (Acuan 1), h1m 197.
10. ibid.
11. ibid (bagian dalam sampul depan).
12. ibid.
Disunting dari sumber:
Judul buku: Para Ilmuwan Mempercayai Ilahi
Penulis : Ann Lamont
Penerbit : Yayasan Komunikasi Bina Kasih/OMF, Jakarta 1999
Halaman : 17--28
+ Ralat ______________________________________________________________
Dalam edisi perdana Bio-Kristi bulan lalu, ada sedikit kesalahan di
Kolom Riwayat. Periode hidup Augustinus tertulis 354--430 SM,
seharusnya 354--430 M. Dengan demikian, kesalahan telah kami
perbaiki, kiranya sidang pembaca memaklumi.
+ Apa Kata Mereka ____________________________________________________
FAKTA MENGENAI SIR ISAAC NEWTON
Komentar dari: Joas Adiprasetya <joas(at)xxxx>
...
Newton mengasihi Allah dan memercayai firman Allah. Dia menulis,
"Saya sangat percaya bahwa Alkitab adalah firman Allah, yang
ditulis oleh orang-orang yang memperoleh wahyu. Saya mempelajari
Alkitab setiap hari." (4) Dia juga menulis, "Ateisme sangat tidak
masuk akal. Ketika saya mengamati tata surya, saya melihat bumi
berada pada jarak yang ideal dari matahari sehingga menerima panas
dan cahaya dalam jumlah yang ideal pula. Ini tidak mungkin terjadi
secara kebetulan." (5)
...
--cut--
ada banyak studi mengenai teologi isaac newton. dan kebanyakan ahli
menyepakati bahwa newton adalah seorang socinian, arian and anti-
trinitarian. jika memang bio-kristi sejak awal terbuka pada
kemajemukan teologis, tentu baik sekali, bahkan memuat tokoh2 yang
"cinta tuhan" namun un-ortodoks. namun kalau ini di luar visi bio-
kristi tentu amat disayangkan.
Dari Redaksi:
Fakta mengenai Newton yang dikemukakan Sdr. Joas ini sangat menarik.
Apabila sidang pembaca tertarik untuk mengetahui fakta-fakta lain
mengenai Newton, kami sarankan Anda mengunjungi alamat-alamat di
bawah ini.
> Informasi lengkap mengenai Sir Isaac Newton, termasuk teologi dan
apa yang dipercayainya, silakan kunjungi:
http://www.isaac-newton.org/
> Baca juga sebuah esai yang dapat diunduh, yang menyebutkan Newton
sebagai seorang bidah di:
http://www.isaac-newton.org/heretic.pdf
> Benarkah Newton juga seorang socinian? Selengkapnya dapat diunduh
dan dibaca di:
http://www.isaac-newton.org/socinian.doc
> Informasi lengkap mengenai socinian silakan kunjungi:
http://www.socinian.org/
> Untuk mengetahui bagaimana pandangan Newton terhadap Trinitas,
silakan baca tulisan John Byl, Ph.D. di:
http://www.geocentricity.com/ba1/no77/newton-b.html
> Kunjungi pula situs The Isaac Newton Project untuk menambah
referensi Anda.
http://www.newtonproject.ic.ac.uk/
+ Undangan Berpartisipasi ____________________________________________
Redaksi mengundang Anda untuk mengirimkan komentar, tanggapan,
penilaian, maupun kesan-kesan Anda terhadap tokoh-tokoh yang kami
sajikan di setiap edisi Bio-Kristi. Kirimkan komentar dan pendapat
Anda agar bisa dimuat di edisi berikutnya dan menjadi berkat bagi
sidang pembaca. Silakan kirimkan komentar Anda ke alamat:
< komentar-bio-kristi(at)sabda.org >
Catatan:
Redaksi berhak menyunting komentar yang masuk dari pembaca tanpa
mengurangi esensi isinya.
______________________________________________________________________
Staf Redaksi: Raka, Ratri
Isi dan bahan menjadi tanggung jawab Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Didistribusikan melalui sistem network I-KAN
Copyright(c) BIO-KRISTI 2006
YLSA -- http://www.sabda.org/ylsa
http://katalog.sabda.org/
Rekening: BCA Pasar Legi Solo
_________________No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati_________________
Anda terdaftar dengan alamat email: $subst(`Recip.EmailAddr`
Alamat berlangganan : < subscribe-i-kan-bio-kristi(at)xc.org >
Alamat berhenti : < unsubscribe-i-kan-bio-kristi(at)xc.org >
Kontak redaksi : < staf-bio-kristi(at)sabda.org >
Arsip Bio-Kristi : http://www.sabda.org/publikasi/Bio-Kristi
____________________BULETIN ELEKTRONIK BIO-KRISTI_____________________
|
|
|
© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org |