Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/berita_pesta/47

Berita PESTA edisi 47 (27-10-2010)

Oktober/2010

______________________________________________________________________
  BERITA PESTA
  Edisi 47/Oktober/2010

  DAFTAR ISI
  EDITORIAL
  BERITA PESTA

  1. Facebook Group "PESTA - TMR", 2. Pembukaan Kelas Natal Periode November 2010
  3. Pendaftaran Peserta Kelas DIK - Periode Januari/Februari 2011
  4. Pembukaan Pendaftaran Kelas Diskusi PKS - Februari/Maret 2011
  5. Staf PESTA Baru -- Fitri Nurhana

  ARTIKEL: Doa dan Puasa untuk Gereja Sebagai Bentuk Pelayanan
           (Ezra 8:21-23)
  APRESIASI: Selamat Ulang Tahun!
  POKOK DOA
______________________________________________________________________
EDITORIAL

  Shalom,

  Pada edisi kali ini Berita PESTA akan menginformasikan beberapa
  kegiatan PESTA yang akan datang. Pada akhir Oktober 2010 ini, PESTA
  akan bereksperimen menggunakan media baru dari Facebook Groups.
  Melalui saran ini semoga alumni PESTA bisa lebih leluasa belajar
  firman Tuhan. Pada pertengahan awal November nanti PESTA akan
  membuka kelas Natal. Saat ini pendaftaran kelas diskusi Dasar-Dasar
  Iman Kristen (DIK) telah ditutup karena sudah memenuhi target
  peserta. Sedangkan untuk kelas alumni, kelas Pernikahan Kristen
  Sejati (PKS) akan dibuka, silakan segera mendaftar. Untuk lebih
  lengkapnya, silakan   menyimak beritanya di kolom Berita PESTA.

  Redaksi juga telah menyiapkan sebuah artikel mengenai tokoh Ezra
  yang membawa kembali bangsanya dari pembuangan karena
  ketidaktaatannya terhadap Taurat sehingga harus keluar dari Tanah
  Perjanjian. Bagaimana Ezra memimpin bangsa Israel untuk kembali
  menaati ketetapan hukum Allah yang sudah lama telah terhilang dari
  kebiasaan hidup umat-Nya? Semoga Anda dapat belajar hal-hal penting
  melalui artikel yang kami siapkan kali ini.

  Terakhir, Redaksi PESTA juga ingin mengucapkan selamat bergabung
  kepada Sdri. Fitri Nurhana, staf baru PESTA.

  Pimpinan Redaksi Berita PESTA,
  Desi Rianto
  < ryan(at)in-christ.net >
  http://pesta.org
  http://fb.sabda.org/pesta
______________________________________________________________________
BERITA PESTA

  1. Facebook Group "PESTA - TMR"

     Seperti telah kami beritakan bulan lalu, bahwa Kelas diskusi
     Tafsiran Markus (TMR) sudah ditutup, dengan hasil yang sedikit
     kurang memuaskan karena selain proses diskusi yang
     tersendat-sendat, bahannya pun masih banyak yang belum
     diselesaikan. Staf PESTA sangat rindu untuk mencari solusi di
     masa yang akan datang. Pada saat yang bersamaan muncul media baru
     di Facebook, yaitu fasilitas membuat groups, yang kami rasa bisa
     menjadi solusi untuk kelas Tafsiran Markus ini. Facebook Groups
     ini memungkinkan pesertanya untuk bisa saling berdiskusi dan
     bahkan chatting bersama untuk jangka yang lebih panjang. Karena
     itu, dengan berani Staf PESTA memutuskan untuk membuat kelas uji
     coba menggunakan fasilitas ini. Jika dirasa memungkinkan, PESTA
     bisa menambah pelayanannya dengan membuka kelas-kelas diskusi
     lewat Facebook.

     Nah, kami sudah mendapatkan 11 orang relawan dari kelas TMR
     sebelumnya untuk menjadi kelompok uji coba yang saat ini sudah
     mulai berjalan, dengan nama Facebook Groups "PESTA - TMR." Di
     samping 11 peserta alumni PESTA, ada juga 4 Staf PESTA dan 2
     staf YLSA (Teknis) yang bergabung. Untuk para alumni yang telah
     menyediakan diri menjadi relawan kelompok uji coba ini, kami
     sungguh mengucapkan terima kasih. Doakan melalui kelas diskusi
     ini kami bisa menemukan metode belajar yang tepat untuk
     kelas-kelas PESTA.

  2. Pembukaan Kelas Natal Periode November 2010

     Bersyukur, sampai saat ini telah ada 22 orang peserta diskusi
     Natal yang telah mengumpulkan tugas renungan Natal. Dengan
     demikian 22 orang peserta ini telah dinyatakan resmi menjadi
     peserta kelas diskusi Natal November 2010. Menurut rencana,
     diskusi ini akan dimulai pada awal November. Secara garis besar
     kelas diskusi ini akan mempelajari topik-topik penting seputar
     Natal, dengan tujuan agar peserta semakin mengerti makna Natal
     dan bagaimana menerapkannya dalam kehidupan kita.

     Persiapkan diri Anda untuk mengikuti kelas diskusi ini dan
     rasakan berkat-berkatnya.

  3. Pendaftaran Peserta Kelas DIK - Periode Januari/Februari 2011

     Puji Tuhan hanya oleh anugerah dan kemurahan-Nya PESTA kembali
     membuka kelas diskusi Dasar-Dasar Iman Kristen (DIK). Kelas DIK
     ini akan dipelajari berbagai topik utama (doktrin) iman Kristen,
     antara lain: penciptaan, manusia dan dosa, rencana keselamatan
     dan penebusan melalui Yesus Kristus, serta hidup baru dalam
     Kristus. Kelas DIK merupakan kelas wajib yang harus diikuti oleh
     setiap peserta baru sebelum mereka mengambil kelas-kelas PESTA
     yang lain.

     Jangan lewatkan kesempatan baik ini, segeralah mendaftar jika
     Anda tertarik untuk memperdalam kesungguhan kita mengikut Tuhan.
     Berikut adalah alamat kontak untuk mendaftar:

     ==> < kusuma(at)in-christ.net >

     Kami juga menyediakan modul DIK untuk bisa Anda download jika
     Anda ingin mempelajarinya lebih dahulu:

     ==> http://pesta.sabda.org/dik_sil

  4. Pembukaan Pendaftaran Kelas Diskusi PKS - Februari/Maret 2011

     Kabar gembira bagi para Alumni PESTA! Tahun depan PESTA akan
     membuka kelas lanjutan yang berjudul "Pernikahan Kristen Sejati"
     (PKS). Kursus ini ditujukan bagi Anda yang ingin belajar
     mengenai dasar-dasar alkitabiah pernikahan Kristen dan bagaimana
     membangun rumah tangga Kristen yang dapat menjadi saksi bagi
     kemuliaan Tuhan. Bagi para Alumni yang belum pernah mengambil
     kelas ini, kami undang untuk mengikutinya. Untuk mendaftarkan
     diri, silakan kontak ke:

     ==> < kusuma(at)in-christ.net >

     Untuk mendapatkan modul PKS, Anda dapat mengakses alamat URL
     berikut ini.

     ==> http://pesta.sabda.org/pks_sil

  5. Staf PESTA Baru -- Fitri Nurhana

     Sejak bulan Agustus yang lalu, Tuhan telah menjawab doa kami
     dengan mengirimkan seorang pelayan Tuhan untuk bergabung bersama
     melayani di PESTA secara penuh waktu. Ini merupakan sukacita yang
     luar biasa bagi kami. Kehadiran Sdri. Fitri Nurhana telah menjadi
     berkat sehingga pekerjaan Tuhan di PESTA bisa semakin berkembang.

     Selamat datang Sdri. Fitri, selamat bergabung dan melayani
     bersama kami di PESTA!
______________________________________________________________________
ARTIKEL

         DOA DAN PUASA UNTUK GEREJA SEBAGAI BENTUK PELAYANAN
                            (Ezra 8:21-23)

  Latar Belakang

  Sebelum membahas teks di atas secara lebih detail, kita perlu
  mengetahui latar belakang dari teks itu. Kitab Ezra pasal 1-6
  menceritakan kisah kepulangan sebagian bangsa Yehuda dari Babel di
  bawah kepemimpinan Zerubabel. Tugas utama yang dikerjakan oleh
  Zerubabel adalah membangun bait Allah. Setelah mengalami tantangan
  dari musuh-musuh mereka, bait Allah akhirnya dapat dibangun kembali
  dan bangsa Yehuda bisa beribadah di sana (6:15-22).

  Walaupun bait Allah sudah ada, namun ada satu hal yang masih kurang,
  yaitu pengajaran Taurat. Pembuangan ke Babel telah mengajar bangsa
  Yehuda suatu pelajaran rohani yang penting: ketidaktaatan terhadap
  Taurat akan membawa hukuman (bd. Ulangan 11:26-28, 30:1). Setelah
  dipulangkan Tuhan ke tanah perjanjian, mereka harus berubah dan
  mencoba menaati Taurat. Mereka membutuhkan pengajaran Taurat yang
  lebih intensif, karena selama pembuangan di Babel kesempatan untuk
  belajar Taurat sangat terbatas. Untuk keperluan inilah Ezra memimpin
  kepulangan bangsa Yehuda berikutnya. Ezra memang memiliki misi lain,
  yaitu membawa berbagai persembahan (7:15-24, 8:25). Tetapi tujuan
  utamanya adalah mengajarkan Taurat (7:14, 25-26). Ezra adalah
  seorang yang sangat ahli dalam Taurat Musa (7:6). Bukan hanya itu,
  dia memiliki tekad untuk menyelidiki, melakukan dan mengajarkan
  Taurat (7:10).

  Ketika Ezra pulang bersama rombongan, sampailah mereka di Sungai
  Ahawa (8:15). Posisi sungai ini tidak dapat diketahui secara pasti,
  tetapi jarak antara sungai ini dan Babilonia sekitar 9 hari.
  Perkiraan ini didapat dari perhitungan keberangkatan Ezra dari
  Babilonia pada tanggal 1 bulan ke-1 (7:9) dan keberangkatan dari
  Sungai Ahawa pada tanggal 12 bulan ke-1 (8:31). Dengan
  memperhitungkan 3 hari mereka tinggal di dekat sungai ini (8:15),
  kita dapat menarik kesimpulan bahwa jarak Babilonia dan Sungai Ahawa
  adalah sekitar 9 hari.

  Ketika tinggal beberapa hari di Sungai Ahawa, Ezra baru menyadari
  bahwa dalam rombongannya tidak ada orang-orang Lewi (8:15), padahal
  mereka sangat diperlukan untuk menyelenggarakan ibadah di bait Allah
  (8:17b). Akhirnya dia meminta didatangkan orang-orang Lewi dari
  daerah Kasifya. Hasilnya, orang-orang Lewi yang mau pulang hanyalah
  38 orang (8:18-19). Yang paling banyak justru adalah para budak bait
  Allah yang bukan dari keturunan Lewi (8:20). Keengganan orang-orang
  Lewi untuk pulang kemungkinan besar disebabkan dua faktor:

  (1) mereka sudah memiliki mata pencaharian tetap dan mapan di
      pembuangan.
  (2) posisi mereka di bait Allah lebih rendah daripada orang-orang
      Lewi lain dari keturunan Harun yang berprofesi sebagai imam.

  Perintah Untuk Mengadakan Puasa (8:21)

  Setelah orang-orang Lewi dan para budak bait Allah datang, Ezra lalu
  memerintahkan semua bangsa Yehuda untuk berpuasa supaya perjalanan
  mereka dapat berlangsung dengan aman. Mereka membutuhkan
  perlindungan khusus dari Allah. Mengapa mereka perlu berpuasa dan
  mengkhawatirkan perjalanan mereka? Mereka perlu melakukan ini karena
  mereka akan menempuh perjalanan yang panjang selama 4 bulan (7:9).
  Selain itu, perjalanan ini bukanlah perjalanan yang aman dan
  menyenangkan. Mereka mengkhawatirkan serangan dari pihak musuh dan
  penyamun (bd. 8:31). Mereka tidak hanya khawatir dengan diri mereka,
  tetapi juga anak-anak kecil dan harta benda yang mereka bawa (8:21).

  Musuh-musuh yang sebelumnya merintangi pembangunan bait Allah pada
  zaman Zerubabel pasti telah mendengar berita kepulangan mereka dan
  bersiap menganggu mereka di tengah jalan. Para penyamun juga pasti
  mengincar harta benda mereka yang sangat banyak. Kalau dihitung
  dengan perhitungan modern, harta benda yang mereka bawa (8:26-27)
  adalah sebagai berikut: perak 24,5 ton, perlengkapan perak dan emas
  masing-masing 3,75 ton serta piala emas seharga 8 kg uang emas.
  Dengan semua kondisi ini, mereka pantas untuk meminta pertolongan
  dari Tuhan, apalagi sebagian besar dari rombongan ini lahir di Babel
  dan tidak memiliki pengalaman berperang.

  Tujuan puasa (ayat 21b)

  Puasa bukanlah tujuan. Puasa hanyalah instrumen. Dalam ayat ini Ezra
  menjelaskan tujuan dari puasa. Pertama, puasa bertujuan untuk
  merendahkan diri di hadapan Allah. Kata Ibrani "anah" yang
  diterjemahkan "merendahkan diri" bisa berarti "menyiksa diri" (KJV)
  atau "merendahkan diri" (mayoritas versi). Mana pun yang kita ambil,
  maknanya tetap sama. Bagi orang Israel, menyiksa diri dalam puasa
  memiliki makna yang sama dengan merendahkan diri. Kalau agama kafir
  kuno waktu itu memanipulasi penyiksaan diri sebagai cara untuk
  memaksa dewa memenuhi permintaan manusia (1 Raja-Raja 18:28), bangsa
  Israel memahami penyiksaan diri ini sebagai peringatan bahwa Tuhan
  secara khusus memerhatikan mereka yang tertindas, tersiksa dan
  tidak ada harapan. Dengan berpuasa orang Israel mengingatkan diri
  mereka bahwa mereka sangat lemah dan tidak memiliki pengharapan apa
  pun dari pihak lain selain dari Tuhan.

  Hal yang sama berlaku untuk kita. Selama berpuasa, kita disadarkan
  betapa kita sangat lemah dan tidak mampu melanjutkan hidup tanpa
  makanan. Kalau tanpa makanan saja kita tidak mampu bertahan,
  bagaimana kita dapat melanjutkan hidup tanpa Tuhan? Berpuasa
  merupakan momen yang tepat untuk menyadari ketidakberdayaan kita di
  hadapan Tuhan dan menyadari bahwa hidup kita sangat bergantung pada
  topangan tangan Tuhan.

  Kedua, puasa bertujuan untuk memohon kepada Allah. Kata kerja Ibrani
  di balik terjemahan "memohon" berbentuk stem Piel, sehingga
  seharusnya mendapat penekanan. Beberapa versi dengan tepat
  menerjemahkan kata ini dengan "mencari" (ASV/NASB/NKJV). Terjemahan
  ini lebih mengekspresikan makna penekanan. Hal ini juga sesuai
  dengan penggunaan kata kerja "mencari" di ayat 22 dan 23.

  Ketika kita berpuasa kita tidak hanya memohon sesuatu secara
  biasa-biasa saja. Kita sungguh-sungguh mencari wajah Tuhan. Hal ini
  tidak berarti bahwa kita tidak perlu sungguh-sungguh pada waktu
  tidak puasa. Kita tetap harus bersungguh-sungguh dalam setiap doa,
  tetapi puasa memiliki tingkat kesungguhan yang lebih tinggi. Kita
  bukan sekadar memohon, tetapi mencari Tuhan. Ada usaha yang lebih
  besar yang harus kita lakukan ketika berpuasa.

  Alasan puasa (ayat 22)

  Di ayat ini Ezra menjelaskan mengapa dia memilih berpuasa dan tidak
  mau meminta perlindungan dari raja (bd. kata sambung "karena" di
  awal ayat 22). Dia telah meyakinkan diri di hadapan raja bahwa Tuhan
  akan melindungi orang yang mendekat kepada-Nya. Konsep seperti ini
  diajarkan beberapa kali dalam Alkitab. Dalam 1 Tawarikh 28:9 Tuhan
  berjanji bahwa Ia menyediakan diri untuk ditemui oleh mereka yang
  mencari Dia. Konsep yang sama muncul di 2 Tawarikh 15:2.

  Sikap Ezra di sini sedikit berbeda dengan Nehemia yang memimpin
  rombongan bangsa Yehuda selanjutnya. Nehemia mau menerima
  perlindungan yang disediakan oleh raja (Nehemia 2:9). Para sarjana
  berdebat tentang perbedaan ini. Beberapa menganggap Ezra bersalah
  karena sombong secara rohani. Beberapa yang lain melihat Nehemia
  sebagai orang yang lemah imannya. Sebagian yang lain memilih jalan
  tengah dengan cara tidak mau membandingkan kualitas iman Ezra dan
  Nehemia.

  Kita tidak tahu persis mengapa Ezra menolak dikawal oleh tentara
  raja. Apakah raja tidak memberikan tawaran kepada Ezra sama seperti
  dia memberi tawaran kepada Nehemia karena Nehemia adalah pemimpin
  politik (Nehemia 10:1)? Mungkin! Tetapi kita tidak dapat memastikan.
  Kemungkinan besar Ezra juga mendapat tawaran pengawalan. Kita
  sebaiknya memang menyadari bahwa pergumulan iman setiap orang
  berbeda-beda. Ezra adalah ahli kitab, sedangkan Nehemia adalah tokoh
  politik. Kita tidak boleh menuntut mereka menunjukkan bukti iman
  yang sama. Kesediaan Nehemia untuk dilindungi tentara tidak
  menunjukkan bahwa dia kurang beriman. Hal ini mungkin sekadar
  prosedur normal pada waktu itu yang harus ditaati oleh Nehemia dalam
  kapasitasnya sebagai tokoh politik.

  Yang paling penting, kita perlu memerhatikan pernyataan iman Ezra.
  Iman inilah yang menjadi dasar atau alasan bagi tindakan puasa yang
  dia lakukan. Ezra dengan tegas telah menyatakan kepada raja bahwa
  dia memercayai tangan Tuhan untuk melindungi perjalanannya.
  Ungkapan "tangan Tuhan" di sini merupakan sesuatu yang menarik dan
  penting. Ungkapan ini muncul berkali-kali di kitab Ezra pasal 7-8.
  Tangan Tuhan membuat raja memberikan kepada Ezra apa pun yang dia
  inginkan (7:6). Tangan Tuhan melindungi perjalanan dari Babilonia
  sampai ke Yerusalem (7:9, 8:31). Kepulangan ke Yerusalem pun diatur
  oleh tangan Tuhan (7:28b). Kepulangan sebagian kecil dari
  orang-orang Lewi tidak luput dari campur tangan Tuhan (8:18).

  Kebergantungan kepada tangan Tuhan merupakan sesuatu yang mutlak
  diperlukan. Bangsa Yehuda sedang menghadapi kemungkinan bahaya dari
  tangan-tangan lain yang teracung melawan mereka (6:12).
  Tangan-tangan ini berupaya menghalangi kepulangan mereka ke
  Yerusalem dan pembangunan bait Allah di sana.

  Iman Ezra merupakan hal yang patut dihargai. Ia sebenarnya dapat
  meminta perlindungan kepada raja atau pemimpin di daerah-daerah yang
  dia lalui, tetapi dia memutuskan untuk bergantung pada Tuhan. Ia
  juga tidak bersandar pada tindakan puasa itu sendiri, tetapi kepada
  tangan Tuhan. Yang paling penting dalam puasa bukanlah seberapa
  hebat usaha kita, namun seberapa kuat tangan ilahi yang menopang
  kita.

  Diambil dan disunting seperlunya dari:
  Nama situs: GKRI Exodus
  Judul Artikel: Doa dan Puasa untuk Gereja Sebagai Bentuk Pelayanan
                 (Ezra 8:21-23)
  Penulis: Ev. Yakub Tri Handoko, Th.M.
  Alamat URL: http://www.gkri-exodus.org/page.php?XSER-Doa-Puasa
______________________________________________________________________
APRESIASI

  Kami turut bersukacita kepada seluruh peserta Alumni PESTA yang pada
  bulan November merayakan ulang tahunnya. Biarlah anugerah dan kasih
  karunia Allah selalu menyertai di sepanjang pelayanan, kehidupan,
  dan keluarga Anda semua. Tuhan memberkati.

  SELAMAT ULANG TAHUN!

  Ronny Hadisukrisno     02 November 1956
  Thio Tjoen Hok         04 November 1963
  Balduin                04 November 1983
  Kristian Novianto      05 November 1977
  Novalia Hioe           06 November 1981
  Yonatan Rudyanto K.    06 November 1967
  Gita Mahardhika        08 November 1982
  Pudji Pribadi          08 November 1963
  Sebastian Santoso      10 November 1981
  Parlaungan Siahaan     10 November 1961
  Ralin Novrin           11 November 1968
  Petrus Rudi Njoo       14 November 1953
  T. Budiman             16 November 1973
  Grace Emilia           16 November 1974
  Iwan                   17 November 1973
  Rita Lu                19 November 1967
  Dede Iman Gustaman     21 November 1966
  Idelius Malenta        21 November 1983
  John Latuharhary       23 November 1953
  Tamin                  23 November 1962
  Fitri Ani Harharap     23 November 1954
  Albert Kosasih         24 November 1965
  Edy Soejanto           25 November 1969
  Hendrikus Loho         26 November 1976
  Fenki Tanuwidjaja      29 November 1983
  John B.T. Robot        29 November 1975
  Eva Tambunan           30 November 1976
  Yenti                  30 November 1976
  Samuel Ginting         30 November 1977

  Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam
     kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan
                  menerimanya. (Yohanes 15:7)
           < http://alkitab.sabda.org/?Yosua+1:8 >
______________________________________________________________________
POKOK DOA

  1. Bersyukur untuk kasih Tuhan bagi PESTA, sehingga mengirim
     hamba-Nya, Sdri. Fitri Nurhana untuk menolong pelayanan PESTA.
     Biarlah Sdri. Fitri terus diperlengkapi sehingga memiliki visi
     yang Tuhan kehendaki bagi PESTA.

  2. Doakan para peserta kelas Tafsiran Markus yang telah
     menyelesaikan kelas diskusinya, biarlah mereka terus terpacu
     untuk melanjutkan belajar Injil Markus. Doakan juga untuk
     sebagian peserta yang melanjutkan diskusi Injil Markus lewat
     media Facebook Groups, kiranya mereka mendapat berkat rohani
     yang melimpah.

  3. Berdoa untuk kelas diskusi Natal yang akan segera dimulai,
     biarlah Tuhan berkenan mendorong para peserta untuk semakin
     kritis menyikapi hal-hal yang terjadi di sekitar perayaan
     Natal, supaya makna Natal tetap murni dan membesarkan nama
     Tuhan.

  4. Doakan agar promosi kelas diskusi Dasar-Dasar Iman Kristen (DIK)
     periode Januari/Februari 2011 dapat sampai kepada orang-orang
     yang rindu belajar teologia dan rindu diperlengkapi untuk
     semakin giat melayani Tuhan.

  5. Doakan agar Tuhan memakai kelas lanjutan Pernikahan Kristen
     Sejati menjadi sarana untuk anak-anak Tuhan belajar
     prinsip-prinsip pernikahan yang Tuhan kehendaki.

  6. Doakan bagi para moderator yang akan mengampu kelas Natal agar
     mereka dapat bekerjasama dengan baik dan dapat memimpin jalannya
     proses diskusi dengan hikmat Tuhan dan dapat menjadi berkat.

  Bagi Anda yang ingin mengirimkan pokok doa agar dapat didoakan oleh
  rekan-rekan yang lain, silakan kirimkan permohonan doa Anda kepada
  kepada Sekretaris PESTA di alamat: < kusuma(at)in-christ.net >
______________________________________________________________________
Kontak: < owner-i-kan-berita-pesta(at)hub.xc.org >
Berlangganan via email: < subscribe-i-kan-berita-pesta(at)hub.xc.org >
Berhenti berlangganan < unsubscribe-i-kan-berita-pesta(at)hub.xc.org >
Arsip Berita PESTA: http://www.sabda.org/publikasi/berita_pesta
Situs PESTA: http://www.pesta.org
Facebook PESTA: http://fb.sabda.org/pesta
Twitter PESTA: http://twitter.com/sabdapesta
______________________________________________________________________
Staf Redaksi: Desi Rianto, Yulia, Anik, Fitri
Isi dan bahan adalah tanggung jawab Yayasan Lembaga SABDA
Didistribusikan melalui sistem network I-KAN
Copyright (c) 2010 Berita PESTA / YLSA -- http://www.ylsa.org
Katalog SABDA: http://katalog.sabda.org
Rekening: BCA Pasar Legi Solo
No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati
______________________________________________________________________

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org