Bagaimana Mendorong Anak Supaya Kreatif?


Jenis Bahan PEPAK: Tips

Semua anak bisa menjadi produktif atau kreatif. Tetapi tingkat pengekspresian kreativitas mereka, sampai pada tingkat yang tinggi, tergantung pada guru mereka. Berikut beberapa cara yang bisa digunakan untuk mendorong dan membantu perkembangan kreativitas anak-anak. Temukan tingkat pemahaman setiap anak tentang pengajaran Alkitab -- apa yang anak tahu (atau yang tidak mereka tahu). Tingkat pemahaman ini bisa dicari dengan mengamati anak-anak dalam mengekspresikan diri melalui musik, permainan peran,

Semua anak bisa menjadi produktif atau kreatif. Tetapi tingkat pengekspresian kreativitas mereka, sampai pada tingkat yang tinggi, tergantung pada guru mereka. Berikut beberapa cara yang bisa digunakan untuk mendorong dan membantu perkembangan kreativitas anak-anak.

  1. Temukan tingkat pemahaman setiap anak tentang pengajaran Alkitab -- apa yang anak tahu (atau yang tidak mereka tahu). Tingkat pemahaman ini bisa dicari dengan mengamati anak-anak dalam mengekspresikan diri melalui musik, permainan peran, sajak, permainan, kata-kata, dan kerajinan tangan, yang dipilih untuk mengungkapkan kembali dan/atau menerapkan kebenaran Alkitab.
  2. Tumbuhkan minat pribadi pada setiap anak. Berikan tanggapan atas setiap hasil kerja yang baik. Kunjungilah rumah anak didik Anda dan kenalilah keluarganya. Sediakan waktu untuk bisa bersama-sama dengan setiap anak secara pribadi pada hari Minggu. Berikan komentar bila ada anak yang pakaiannya baru, punya adik yang baru lahir, dan lain-lain. Ingatlah hari ulang tahun mereka dengan mengirimkan kartu ucapan. Dengarkan; pekalah terhadap perasaan mereka, berikan dukungan semangat.
  3. Pilihlah kegiatan yang bermanfaat sehingga dapat memenuhi kebutuhan anak. Evaluasilah cara-cara dari setiap kegiatan yang digunakan supaya dapat memenuhi kebutuhan anak-anak di kelompok Anda. Akankah ini membantu mereka untuk saling menjalin relasi dan untuk bekerja sama? Membangun keterampilan fisik dengan menggunakan energi yang berlebihan? Mengekspresikan kreativitas dan kemurnian? Berbagi? Mendapatkan rasa percaya diri? Menerapkan kebenaran Alkitab? Berkomunikasi?
  4. Sediakan berbagai kegiatan dan materi (bahan). Evaluasilah pilihan-pilihan dengan melihat umur dan lingkungan untuk melakukan kegiatan, kemampuan dan minat, kebutuhan fisik, musim, dan tujuan belajar anak. Pikirkan kegiatan-kegiatan untuk mendengarkan (rekaman, mendengarkan kaset dari tape); untuk berpikir (menulis cerita, puisi, teka-teki, puzzle, slogan, huruf); untuk melakukan (permainan, role play, drama, seni dan ketrampilan, gerak dan lagu, dan "fingerplay" (menyanyikan suatu lagu dan membuat gerakan-gerakan tangan yang mengisyaratkan suatu kata).

    Media yang bisa digunakan: untuk membuat (tanah liat, koran, papan, biji-bijian, alat-alat rumah tangga yang sudah tidak dipakai, tali atau benang, kerang, gambar, dll.); untuk menghias (cat, krayon, gliter, stiker); untuk mengekspresikan suatu peran (kostum, kain, wig, kantong dari kertas untuk membuat wayang, topi, dll.).

  5. Doronglah anak-anak untuk melakukan yang terbaik, hasil kerja mereka sendiri. Diskusikan kepercayaan Anda terhadap kemampuan yang telah mereka capai dengan memberikan komentar atas usaha-usaha mereka. Berikan saran kepada anak-anak yang kurang kreatif dan berikan waktu tambahan untuk anak-anak yang lebih lambat. Tumbuhkan kemurnian melalui percakapan. "Tutup matamu dan pikirkan sesuatu (judul cerita atau peristiwa yang didiskusikan atau yang dipertunjukkan). Sekarang buatlah gambar yang kamu lihat." "Ide-ide apa yang muncul untuk membuat lagu? Bisakah kamu memikirkan baris yang pertama?" Juga doronglah anak-anak supaya membuat lagu hasil kreasi mereka sendiri dengan memberikan berbagai media dan membiarkan anak-anak memilih apa yang digunakan untuk menggambarkan suatu ayat Alkitab, cerita, lagu, puzzle, dll..
  6. Bila ada anak-anak yang terlalu yakin pada kemampuannya, jangan menghasut pengakuannya. Alihkan minat mereka dan tuntunlah mereka pada kegiatan-kegiatan yang sesuai dengan kemampuan mereka. Untuk mengalihkan minat anak-anak, Anda bisa memberikan komentar, "Saya yakin kamu bisa (sebutkan nama kegiatannya), tetapi ada kegiatan lain yang benar-benar membutuhkan talentamu."; atau, "Pernahkah kamu mencoba (nama kegiatan)? Kegiatan ini cocok dengan kemampuanmu."
  7. Bimbinglah anak-anak yang overaktif untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang akan menguras minat dan energi. Berikan dukungan dalam permainan, musik, jalan-jalan, dan permainan jari. Biarkan anak-anak menjadi asisten, pesuruh, penyedia keperluan kelas, dan melakukan tugas-tugas lain yang membutuhkan energi.
  8. Sediakan proyek-proyek yang menantang untuk anak yang terlalu cepat menjadi dewasa. Biarkan dia membuat pola atau menyiapkan bahan-bahan yang diperlukan di dalam kelas, kerajinan tangan untuk hadiah, alat-alat untuk bermain, membuat drama TV untuk wayang yang dibuat oleh anak-anak, merekam suatu cerita yang bisa digunakan untuk pantomim, serta membuat proyek penelitian.
  9. Bersikaplah tegas dan adil. Jangan mengharapkan kesempurnaan. Jangan pernah melakukan apapun yang bisa dikerjakan oleh anak-anak. Berikan beberapa prinsip dasar untuk semua kegiatan; menyelesaikan suatu proyek sebelum proyek lainnya dimulai, merapikan kembali alat-alat dan benda-benda yang digunakan, dan berbagi. Usahakan supaya anak-anak tidak melakukan pekerjaan dengan sembarangan. Jangan biarkan anak yang kurang terampil menjadi minder karena melihat kegagalan mereka atau karena dibandingkan dengan ketrampilan anak-anak lainnya.
  10. Sekali waktu, biarkan anak-anak memilih sendiri kegiatan yang ingin mereka lakukan. Secara berkala, adakan kegiatan "Hari Memilih". Doronglah setiap anak untuk mengatakan mengapa kegiatan yang mereka pilih adalah kegiatan kesukaan mereka? Berikan pilihan pertama, kedua, dan ketiga bila suatu kegiatan tertentu tidak dapat dilakukan oleh banyak peserta.
  11. Pajanglah hasil karya anak-anak. Sediakan papan untuk memajang dan meja-meja (sesuai dengan jangkauan pandang anak-anak) di dalam dan di luar ruang kelas untuk meletakkan dan memajang hasil karya mereka. Sekali waktu beri kesempatan kepada anak-anak untuk memilih hasil karya yang mereka rasa terbaik untuk dipajang. Kadang-kadang susunlah panitia (yang terdiri dari anak-anak) untuk memilih hasil karya terbaik dari setiap pekerjaan anak-anak. Bimbinglah anak-anak dalam memajang hasil karya mereka. (t/Ratri)

Kategori Bahan PEPAK: Anak - Murid

Sumber
Judul Artikel: 
How to Encourage Children to Be Creative
Judul Buku: 
Childhood Education in the Church
Pengarang: 
Robert E. Clark, Joanne Brubaker, Roy B. Zuck
Halaman: 
560 -- 562
Penerbit: 
Moody Press
Kota: 
Chicago
Tahun: 
1986

Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PEPAK

Komentar