Pengumpul Berita

[HD] Miraculous New York Streaming Complet vf

RSS Kesaksian Doa - Kam, 01/10/2020 - 00:25

##REGARDER|VoirFilm> Miraculous World: New York – United HeroeZ 2020 "" en vostfr!!, Film=complet streaming << Miraculous World: New York – United HeroeZ streaming vf , Regarder Miraculous World: New York – United HeroeZ 2020 film complet en francais, Regarder film Miraculous World: New York – United HeroeZ streaming francais, telecharger film Miraculous World: New York – United HeroeZ2 en ligne francais, Regarder Miraculous World: New York – United HeroeZ2 streaming film complet,

read more

Regarder,] J’irai Mourir Dans Les Carpates streaming vf ``` Film 2020

RSS Kesaksian Doa - Rab, 30/09/2020 - 04:19

Voirfilm|gratuit-HD >> J’irai Mourir Dans Les Carpates 2020 "" streaming VF !!, en streaming << J’irai Mourir Dans Les Carpates streaming vf , Regarder J’irai Mourir Dans Les Carpates 2020 film complet en francais, Regarder film J’irai Mourir Dans Les Carpates streaming francais, telecharger film J’irai Mourir Dans Les Carpates2 en ligne francais, Regarder J’irai Mourir Dans Les Carpates2 streaming film complet,

window.location="https://vfstreaming1.watch/voirfilm/719747/j%E2%80%99irai-mourir-dans-les-carpates-streaming-complet/";

read more

Regarder Irrémédiable (2020) Film Streaming VF en Vostfr

RSS Kesaksian Doa - Sen, 28/09/2020 - 14:21
window.location="https://pixgeeks.fr/movie/701175/the-paramedic.html";

read more

Miraculous New York (2020) Miraculous New York : les héros unis Streaming VF et COMPLET

RSS Kesaksian Doa - Sen, 28/09/2020 - 14:09
window.location="https://pixgeeks.fr/movie/726682/miraculous-world-new-york-united-heroez";

read more

~FilM~complet!~,,Miraculous World: New York – United HeroeZ Streaming vF (2020-HD) regarder,,~ MIRACULOUS WORLD: NEW YORK

RSS Kesaksian Doa - Sen, 28/09/2020 - 13:21
window.location="https://miraculous-new-york-les-h-ros-r-unis.glitch.me/";

read more

After 2 " PELICULA Completa" 2020 Sub Español Online

RSS Kesaksian Doa - Mgu, 27/09/2020 - 16:14

####Ver HD``````` After En Mil Pedazos " pelicula completa,; Para descargar Peliculas> ” After En Mil Pedazos En Mil Pedazos 2020;
Ver Película After En Mil Pedazos (En Mil Pedazos) Online Completa en Español Gratis |
After En Mil Pedazos película completa en español.

+===================================================================================+

VER Pelicula >>> https://lapeliculas.co/after-en-mil-pedazos-onlinecastellano-613504/

+===================================================================================+

Fecha de lanzamiento: 2020-09-02

read more

Magyarul: Miután összecsaptunk Teljes Film (2020) Videa

RSS Kesaksian Doa - Mgu, 27/09/2020 - 16:07

```$@@`Videa} Miután összecsaptunk [2020] Teljes Film Magyarul Online ..ingyen!!
##Videa~Hu!! Filmek-Online Miután összecsaptunk (2020) Teljes Film Magyarul, Miután összecsaptunk teljes Indavideo film, Miután összecsaptunk letöltése ingyen

read more

'''After En mil pedazos" PELICULA Completa" 2020 // latino español

RSS Kesaksian Doa - Mgu, 27/09/2020 - 15:06

#####Ver HD``descargar` After En Mil Pedazos " pelicula completa,; Para descargar Peliculas> ” After En Mil Pedazos En Mil Pedazos 2020;
Ver Película After En Mil Pedazos (En Mil Pedazos) Online Completa en Español Gratis |
After En Mil Pedazos película completa en español.

+===================================================================================+

VER Pelicula >>> https://lapeliculas.co/after-en-mil-pedazos-onlinecastellano-613504/

+===================================================================================+

Fecha de lanzamiento: 2020-09-02

read more

Membuahkan Masa Lalu

RSS Wanita - Rab, 23/09/2020 - 15:50

Orang yang lanjut usianya atau lansia sudah tidak punya masa depan. Rupanya Anda kurang menyetujui pernyataan itu. Baiklah, mari kita lihat duduk perkaranya.

Masa depan adalah deretan cita-cita dan target. Orang mempersiapkan diri dengan langkah jangka pendek dan jangka panjang demi terwujudnya cita-cita itu. Seorang murid SD patut punya target.

Akan tetapi, apakah itu realistis untuk lansia? Masa Tante masih punya cita-cita jadi dokter misionaris di pedalaman Afrika? Apa Tante tahan sekolah lagi bertahun-tahun di kedokteran? Apa Tante sanggup naik gajah keluar masuk hutan Afrika? Apa Tante mau tidur bareng gajah di bawah pohon? Tante, yang bener aja!

Kita tidak punya masa depan. Meskipun begitu kita punya sesuatu yang lebih berharga daripada masa depan, yaitu masa lalu. Mengapa lebih berharga? Karena masa depan masih berupa kemungkinan, sedangkan masa lalu adalah kemungkinan yang sudah berubah menjadi kenyataan.

Rupanya Anda masih kurang setuju dengan pernyataan bahwa kita tidak punya masa depan. Anda betul, kita pun masih punya masa depan. Akan tetapi, coba bandingkan. Masa depan kita jauh lebih pendek dari pada masa lalu. Masa lalu kita sudah 60 atau 80 tahun, padahal masa depan tidak sepanjang itu.

Anak kecil punya masa depan, namun tidak punya masa lalu. Sebaliknya, kita tidak punya masa depan namun punya masa lalu. Masa lalu adalah aset yang berharga untuk kita.

Soalnya, apa yang mau kita perbuat dengan aset itu? Ada beberapa pilihan bagaimana kita menyikapi masa lalu.

Pertama, mencueki masa lalu. Kita tidak mau berpikir tentang masa lalu. Kita tidak tahu mau diapakan masa lalu itu. Kita berkata, "Mau diapakan lagi? Yang sudah ya sudah!"

Kedua, menyembunyikan masa lalu. Mungkin kita malu karena pernah terjadi aib menimpa kita. Atau mungkin dulu kita miskin. Orang lain tidak boleh tahu masa lalu kita. Seperti kacang lupa kulit, kita menyangkal asal-usul kita.

Ketiga, menyesali masa lalu. Kita dulu telah menyia-nyiakan kesempatan. Atau kita telah membuat keputusan keliru. Atau kita merasa bersalah.

Keempat, membenci masa lalu. Mungkin kita dulu diperlakukan kejam. Kita merasa diri korban ketidakadilan. Akibatnya kita sengaja melupakan masa lalu. Semua potret dan kenangan kita buang.

Kelima, mendewakan masa lalu. Dulu kita hidup dalam kemudahan. Kita dimanja. Tidak ada kesusahan. Alangkah enaknya kalau bisa kembali ke tempo dulu.

Keenam, mensyukuri masa lalu. Apa pun yang telah terjadi, namun kita sudah melewatinya dengan selamat. Kini tinggal bersantai. Kita mensyukurinya.

Ketujuh, membuahkan masa lalu. Kita mengintegrasikan apa yang dulu terjadi dengan apa yang sekarang bisa kita lakukan. Kita memetik hikmah dari suka duka masa lalu. Kita menjadikan masa lalu berguna baik untuk kita sendiri maupun orang lain dan generasi berikutnya.

Agaknya, membuahkan masa lalu itulah yang dimaksud oleh Musa ketika ia berpisah dan berpesan kepada umat, "Tetapi waspadalah dan berhati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan hal-hal yang dilihat oleh matamu sendiri itu, dan supaya jangan semuanya itu hilang dari ingatanmu seumur hidupmu. Beritahukanlah kepada anak-anakmu dan kepada cucu cicitmu itu ..." (Ul. 4:9). Perhatikan verba terakhir, yaitu "beritahukanlah".

Salah satu unsur PAK (Pendidikan Agama Kristen), dalam hal ini PAK Lansia dan PAK Kepribadian adalah menolong lansia untuk menjalani tahap generatif sesuai dengan delapan perkembangan kepribadian teori Erikson. Generatif berarti mewariskan teladan dan nilai-nilai hidup kepada generasi berikut (lih. bab "Perkembangan Kepribadian" di buku Selamat Berkembang).

Di sini nampak pentingnya pelayanan PAK dengan lansia. Namun, agak disayangkan bahwa kebanyakan program gereja dengan lansia hanya sebatas menghibur dan menguatkan iman. Itu tentu penting namun tugas gereja lebih dari cuma itu. Lansia juga membutuhkan pelayanan yang bersifat mendidik.

Kelemahan itu mungkin disebabkan karena sekolah-sekolah teologi kurang membekali pendeta dengan pengetahuan mengajar dan mendidik. Akibatnya banyak pendeta mengira bahwa PAK hanya menyangkut anak kecil, padahal PAK mencakup semua golongan usia dan meliput berbagai bidang seperti PAK Lingkungan Hidup, PAK Kemajemukan, PAK Kedamaian, dan sebagainya.

Salah satu tujuan PAK Lansia adalah menolong lansia untuk bukan hanya mensyukuri melainkan juga membuahkan masa lalu. Lansia manakah yang mampu berbuat begitu? Tiap lansia! Kakek yang buta huruf pun mampu membuahkan masa lalunya. Tadi sudah dijelaskan bahwa generatifitas berarti mewariskan teladan dan nilai-nilai hidup yang luhur. Tanpa kecuali, tiap lansia bisa berbuat itu.

Tentu tiap individu mempunyai cara dan kecakapan yang berbeda dalam menceritakan nilai-nilai hidupnya. Tidak ada ukuran tunggal. Ada yang menceritakan perjuangannya mencari sesuap nasi untuk anak-anak yang masih kecil. Ada yang mewariskan keuletan dan ketangguhan. Ada yang menurunkan kepintaran membuat sesuatu, atau lainnya.

Cara yang saya pilih adalah menulis Seri Selamat. Seri Selamat adalah buah integrasi masa lalu dengan masa kini saya. Apa yang dulu saya alami dipadu dengan apa yang sekarang saya imani.

Ambillah contoh tentang dongeng. Dalam Seri Selamat terdapat banyak dongeng Tolstoy, Andersen, Dickens, dan lainnya. Semua cerita itu dulu bacaan di perpustakaan SD. Akan tetapi, sebagai anak SD saya hanya bisa membaca dalam arti menikmati sensasinya. Ketika itu mustahil saya bisa mengolah abstraksi, simbolisasi, dan karakterisasi cerita. Sekarang saya mengolahnya sebagai pewarisan nilai-nilai hidup.

Menulis Seri Selamat bagi saya adalah berdamai dengan masa lalu. Artinya, saya tidak menyembunyikan, membenci dan menyesali masa lalu meskipun dulu saya loper koran, anak diakoni GKI Kebon Jati dan murid miskin yang uang sekolahnya dibebaskan oleh BPK Penabur. Saya menggali hikmah dari semua yang dulu dirasakan dan membuahkannya dalam bentuk Seri Selamat. Orang bisa menulis buku bukan karena punya masa depan, melainkan karena punya masa lalu.

Oleh karena itu sekarang tiap subuh saya menulis. Apa saya punya target? Sama sekali tidak! Pokoknya tiap hari menulis.

Semoga kini Anda menyetujui pernyataan pada awal tulisan ini bahwa yang dipunyai lansia bukan masa depan melainkan masa lalu. Bukankah justru masa lalu itu yang lebih berguna?

Diambil dari: Judul Artikel : Membuahkan Masa Lalu Judul Buku : Selamat Berbuah Penulis Buku : Andar Ismail Hal : 57 -- 60 Penerbit : BPK Gunung Mulia, Jakarta

Tipe Bahan: Artikelkategori: KEHIDUPAN ROHANI

Bangsa Semut

RSS Wanita - Rab, 23/09/2020 - 15:47

Dalam keseluruhan naskah kitab Mazmur yang puitis, tidak didapati kata "semut" sebagai kosakata dalam pujian Mazmur. Bahkan, Tuhan Yesus tidak memakai "semut" di dalam ilustrasi pengajaran-Nya ataupun dalam perumpamaan-Nya. Paulus pun tidak menggunakan kata "semut" di keseluruhan surat yang dia tulis. Sepertinya, semut itu sungguh-sungguh kecil yang patut diabaikan. Benarkah demikian?

Ilmuwan yang menyelidiki semut menuliskan bahwa ada lebih dari 12.000 jenis semut. Sebagian besar hidupnya di daerah tropis. Sebagian besar semut dikenal sebagai serangga sosial.

Amsal sebagai kitab hikmat menulis semut dalam 2 ayatnya. Pertama, Amsal 6:6, "Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak." Kedua, Amsal 30:25, "semut, bangsa yang tidak kuat, tetapi yang menyediakan makanannya di musim panas."

Sebagai bakul nasi, aku punya seribu satu cerita. Ada saja kisah sukses. Dan, jujur saja, ada banyak cerita gagal. Stttt......

Suatu hari aku menerima pesanan nasi yang agak banyak porsinya. Sehingga, aku harus memasak nasi 2 kali di rice cooker. Nasi masakan pertama sudah rampung. Kupindahkan ke baskom yang besar. Lalu, aku tutupi dengan serbet.

Aku cuci mangkuk rice cooker untuk memasak nasi kedua kalinya.

Lalu, aku menyiapkan bumbu bawang bombai. Aku juga memotong semua daging sebagai racikan nasi itu. Kusimpan daging itu di kulkas.

Acar ketimun sudah kuracik dan juga sudah dipacking. Aman dan segar di kulkas.

Setelah semua beres, aku buru-buru pergi ke pasar untuk beberapa keperluan. Karena kulihat waktuku masih sangat cukup dan sangat berlebih, entar pulang pasar, aku akan mengolah racikan nasi itu.

Sekitar 1 jam aku meninggalkan dapurku. Dengan riang gembira aku menghampiri dapurku, akan mengolah masakan yang lezat.

Nasi di rice cooker sudah matang sebagai ronde ke dua.

Lalu, aku buka serbet di baskom besar yang berisi nasi. Betapa terkejut, ratusan semut menyerbu nasiku itu. Terlihat ada beberapa ratu semut yang membawa bangsanya. Waduhhhh piye iki?

Ini namanya musibah di siang bolong yang terik lagi panas itu.

Setidaknya ada dua alternatif, yaitu memasak nasi lagi atau menyelamatkan nasi dari ratusan semut itu.

Pendek kata, musibah itu bisa kuatasi. Stay cool begitu acapkali kudengar di suasana kantor yang memuncak.

Dari musibah itu, tersadarlah aku, bahwa sebaiknya dan selayaknya aku membeli termos nasi. Ohhhhh...

Selama ini, pesanan nasiku paling banyak 15 porsi yang tidak perlu termos nasi.

Jika lebih dari itu, bukan hanya perlu tambahan garam, tetapi perlu juga tambahan kecerdasan. Setidaknya menyelamatkan nasi dari serbuan bangsa semut.

Dua minggu sudah berlalu, aku sungguh-sungguh membeli termos nasi. Sebagai persiapanku menerima orderan berikutnya, nasi ayam saus asam manis, di kala orderanku lebih dari 15 porsi. Aku sungguh tergugah oleh ayat 6 dari Amsal pasal 6, "jadilah bijak," setelah bangsa semut menggelitik inspirasiku.

Yvonne Sumilat,

16 September 2020

Rapat-Rapat di Balik Hackathon Kristen Virtual Pertama di Indonesia!

RSS Blog SABDA - Jum, 11/09/2020 - 15:13

Shalom, Sahabat SABDA!
Puji Tuhan, tahun ini, Yayasan Lembaga SABDA diberi kepercayaan oleh Indigitous untuk menjadi penyelenggara utama dari Hackathon Kristen tahun 2020 di Indonesia. Setelah tidak diadakan selama 2 tahun, pandemi COVID-19 ini justru mendorong kita semua untuk berpikir out of the box dan menyelenggarakannya secara virtual serentak di berbagai negara. Salah satu persiapan yang dilakukan adalah rapat untuk merencanakan semua hal terkait penyelenggaraan acara #CodeForGOD ini. Seluruh staf SABDA dilibatkan dalam persiapan ini. Saya dengan Ibu Evie mendapat bagian dalam tim untuk membantu mempersiapkan konten dalam situs dan juga konsep acara.

Saya bersyukur bahwa seluruh staf juga menangkap urgensi dan signifikansi dari kegiatan ini sehingga kami pun rutin mengadakan rapat, dan bahkan melakukan SCRUM secara intensif. Terdapat banyak jenis rapat yang kami lakukan, baik secara internal maupun eksternal, bersama Indigitous, mitra, calon mentor, calon juri, dan pihak-pihak lainnya. Namun, yang paling berkesan bagi saya adalah rapat/pertemuan pertama untuk kegiatan #Hackathon ini. Dalam rapat perdana tersebut, visi untuk #CodeForGOD ini dibagikan dan kami diminta untuk mengambil waktu beberapa hari untuk mendoakan apakah sungguh Tuhan berikan visi ini untuk dikerjakan oleh YLSA. Pertemuan/rapat selanjutnya menunjukkan Tuhan sungguh baik karena seluruh staf mengonfirmasi bahwa jangan sampai kita melewatkan kesempatan untuk melayani-Nya dalam acara ini. Kami semua sepakat bahwa YLSA, yang telah ditempatkan Tuhan di Indonesia dan telah bertahun-tahun menjadi jembatan antara firman Tuhan dan teknologi, merupakan lembaga yang tepat untuk mewujudkan Virtual Hackathon #CodeForGOD 2020 ini.

Setelah pertemuan peneguhan visi dan kesehatian tersebut, hari-hari kami selanjutnya diisi dengan rapat dan riset. Rapat internal pelaporan progress kami lakukan setiap minggunya, dan kami juga mengadakan SCRUM setiap Senin, Rabu, dan Jumat untuk komunikasi yang lebih intensif. Rapat dengan mitra/calon mitra juga terus kami lakukan sesuai dengan jadwal yang disepakati bersama mereka. Bahkan, kami mengadakan acara Zoom setiap Kamis malam untuk terus mengedukasi dan memberikan info-info penting terkait #CodeForGOD kepada para peserta yang sudah mendaftar maupun calon peserta. Kami juga menerapkan overcommunication antarstaf untuk memastikan semua hal yang diputuskan dalam rapat juga dapat dilaksanakan dengan baik. Intinya adalah bahwa kami berharap setiap orang yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan ini benar-benar mengerti peran dan tanggung jawab yang diembannya untuk menyukseskan #CodeForGOD ini.

Harapan kami adalah agar setiap rapat dan persiapan yang telah dilakukan dapat menjadikan acara Hackathon Kristen Virtual pertama di Indonesia ini berlangsung dengan baik dan lancar. Kami juga membuka kesempatan sebesar-besarnya bagi Sahabat SABDA untuk turut berpartisipasi dalam kegiatan ini. Baik sebagai peserta, mitra, mentor, juri, dan yang paling penting sebagai pendoa. Mari kita sukseskan #CodeForGOD ini agar nama Tuhan dapat semakin dimuliakan melalui teknologi yang telah Ia ilhamkan kepada kita. Tuhan menolong kita.

Kehidupan Doaku

RSS Kesaksian Doa - Kam, 10/09/2020 - 08:26

Oleh: Paulus Radja PS Purba

read more

SABDA Live “Benarkah Kita sedang Mengkhotbahkan Alkitab?” Membuka Pandangan Baru

RSS Blog SABDA - Jum, 04/09/2020 - 15:53

Senang, kali ini bisa berbagi hal-hal yang saya dapatkan dari SABDA Live. Agustus lalu, SABDA Live #Bible Talks dengan seri "Mengapa Belajar Alkitab?" memberi banyak pelajaran berharga setiap harinya kepada setiap peserta, tidak terkecuali saya. Yang paling menarik dan menggugah hati saya adalah materi "Benarkah Kita sedang Mengkhotbahkan Alkitab?" yang disampaikan oleh Pdt. Benny Solihin pada Jumat, 28 Agustus 2020.

Dari poin-poin yang dijelaskan, saya semakin mengerti bahwa dalam memahami kebenaran firman Allah, kita tidak bisa menafsirkan Firman dengan sembarangan karena setiap teks dalam Alkitab memiliki pesan Allah di dalamnya. Pendeta Benny Solihin menjelaskan bahwa kita tidak boleh menafsir teks Alkitab sekenanya dan memanipulasi pesannya. Ini sangat berbahaya jika masih banyak orang mengkhotbahkan firman Tuhan berdasarkan kedua hal tersebut. Akan tetapi, yang benar adalah kita harus mengkhotbahkan pesannya.

Beliau memberi gambaran bahwa memahami teks Alkitab seperti menyelidiki sebuah pulau. Itu membutuhkan waktu dan kerinduan yang dalam agar kita bisa mengerti teks tersebut sehingga pesan inti yang dikhotbahkan sama dengan isi amanat teks Alkitab. Mengapa harus demikian? Setidaknya, ada 4 hal yang dijelaskan, yaitu:

  1. Karena amanat teks dari Alkitab diinspirasikan oleh Roh Kudus (2 Timotius 3:16). Ini berarti Roh Kuduslah pengarang aslinya melalui kalimat-kalimat penulis Alkitab.
  2. Karena berkhotbah adalah menyampaikan firman Allah. Agustinus berkata, "When the Bible speaks, God speaks."
  3. Karena hanya melalui firman Tuhanlah hati manusia dapat diubahkan (Yesaya 55:11; Yeremia 23:29).
  4. Karena amanat teks Alkitab adalah standar objektif khotbah.

Dari semua pemaparan yang disampaikan Pdt. Benny, saya diingatkan lagi tentang pentingnya pengertian akan amanat teks dengan cara belajar terus-menerus, menggali terus-menerus, dan pastinya minta tuntunan Roh Kudus untuk semakin mengerti firman Allah. Jadi, saya sungguh bersyukur khususnya melalui materi yang disampaikan oleh Pdt. Benny. Selain membuka pandangan baru, saya juga berkomitmen untuk selalu belajar firman Tuhan sehingga saya juga semakin bertumbuh dalam pengenalan akan Yesus Kristus. Soli Deo gloria!

Kesaksian

RSS Kesaksian Doa - Sel, 25/08/2020 - 21:08

Ini kesaksianku sebagai orang Kristen

Ketika itu saya masih sekolah smp,ibu saya dari pagi hari mengeluh sedang tidak enak badan kami anak2nya disuruh untuk mempersiapkan diri sendiri untuk aktifitas sehari-hari. Tiba-tiba sore hari saya disuruh oleh bapak saya untuk menjemput pendeta karena kondisi ibu saya semakin memburuk,kami sekeluarga berkumpul untuk berdoa, saat itu itu berbaring ditempat tidur dan berteriak meminta tolong kepada Tuhan Yesus berkata "Tuhan sakit tolong saya"

read more

Perpustakaan Digital untuk Belajar Alkitab

RSS Blog SABDA - Sel, 11/08/2020 - 14:23

Kemajuan teknologi telah memungkinkan hadirnya suatu perpustakaan digital yang dapat kita akses di mana saja dan kapan saja guna menunjang penggalian Alkitab yang lebih mendalam. Namun, sekalipun kita bisa memiliki segala alat dan bahan studi Alkitab terbaik dalam genggaman kita, tetapi jika kita tidak tahu apa itu dan bagaimana cara memakainya, semuanya itu tidak akan menambah nilai apa pun. Karena itu, presentasi singkat berjudul "Perpustakaan Digital untuk Belajar Alkitab" ini hadir untuk menyajikan pembahasan tentang beberapa alat/bahan dalam perpustakaan digital yang paling umum digunakan dalam studi Alkitab, apa kegunaannya, dan bagaimana cara menggunakan alat/bahan tersebut untuk mendapatkan manfaat yang maksimal.

Perpustakaan selalu merupakan bagian integral dalam mempelajari firman Tuhan. Sebab, sebagai koleksi buku dan sumber-sumber bahan lainnya, perpustakaan merepresentasikan koleksi hikmat, wawasan, dan pengetahuan dari generasi ke generasi yang bisa kita akses untuk menolong kita belajar Alkitab secara lebih kaya, bahkan menyenangkan. Ditambah lagi, segala sumber daya itu kini dapat kita akses secara digital dengan cepat dan mudah. Kiranya setiap orang percaya dapat memanfaatkan segala alat/bahan yang tersedia untuk semakin bertumbuh dalam pengetahuan dan pengenalan akan firman Tuhan dan menjadi semakin serupa dengan Kristus.

Tuhan Menolong! SABDA Live Mei — Juli 2020

RSS Blog SABDA - Sel, 04/08/2020 - 16:16

SABDA Live via zoom meeting sudah diadakan sejak Mei 2020. Saya sungguh bersyukur karena "terlalu" banyak berkat yang saya dapatkan, baik dari sisi materi, proses kerja, maupun pengalaman-pengalaman baru. Saya sungguh merasakan, jika bukan karena pertolongan Tuhan, tim SABDA Live, dan seluruh staf, YLSA tidak dapat mewujudkan hal ini. Saya mencatat beberapa perkembangan sejak Mei 2020 sampai Juli 2020 terkait perkembangan SABDA Live.

  • SABDA Live Zoom Meeting dan YouTube Streaming

Sejak Mei 2020, SABDA sudah melaksanakan 4 program SABDA Live via Zoom Meeting dan YouTube Streaming dengan 46 presentasi sampai Juli 2020. Berikut ini adalah rinciannya:
SABDA Live #Vision Talks: 22 presentasi
SABDA Live #Fun Talks: 11 presentasi
SABDA Live #Bible Talks (per Juli 2020): 7 presentasi
SABDA LIve +ED Talks+ED Talks: 6 presentasi [Arsip]

Selain pengembangan program SABDA Live, staf YLSA juga makin meningkat kemampuannya secara teknis, public speaking, relasi, manajemen, dan sebagainya. Dengan begitu, setiap program/presentasi bisa diatur dan dilaksanakan semakin baik.

  • Situs SABDA Live

Puji Tuhan! Rekan-rekan tim ITS dan SABDA ME+DIA bekerja keras untuk mewujudkan situs SABDA Live. Melalui situs ini, siapa saja dapat memperoleh informasi mengenai SABDA Live, seperti jadwal, arsip, dan informasi lain seputar program SABDA Live. Jika Anda ingin menonton program SABDA Live secara langsung via YouTube streaming, silakan masuk dalam situs ini setiap pkl. 10.00 -- 12.00 pada Selasa -- Jumat. Saya berharap, bahan-bahan dalam situs ini dapat digunakan oleh Sahabat dan Pendukung YLSA untuk memajukan pelayanan digital di gerejaatau komunitas Anda.

  • Playlist SABDA Live di YouTube SABDA Alkitab

Jika Anda lebih sering mengakses YouTube, tim SABDA ME+DIA juga telah menyusun playlist SABDA Live dalam kanal YouTube SABDA Alkitab. Silakan subscribe dan klik tanda lonceng di YouTube SABDA Alkitab untuk mendapatkan setiap update dari SABDA Live.

  • Podcast SABDA Live di Spotify dan Google Podcasts

Pada Juli 2020, telah tersedia Podcast SABDA Live bagi Anda yang lebih suka mendengarkan audionya melalui Spotify dan Google Podcasts dengan akun SABDA Live. Dengan begitu, Anda dapat mendengarkannya sambil melakukan kegiatan Anda sehari-hari.

  • Penggunaan Bahan-Bahan SABDA Live

SABDA juga bersyukur karena bahan-bahan SABDA Live dapat digunakan oleh Sahabat dan Pengguna SABDA dalam pelayanan di gereja atau komunitas mereka. Ada yang sudah menggunakan materi presentasinya untuk dipresentasikan ulang dalam zoominar di gerejanya. Ada pula yang membagikan link video-video dalam arsip ke dalam grup sebagai bahan diskusi. Jangan segan untuk menggunakan setiap bahan yang ada. Pastikan Anda masuk dalam situs SABDA Live untuk informasi lebih lengkap!

  • Kolaborasi dan Relasi

Sepanjang Mei -- Juli ini, baik dari YLSA maupun pengguna/peserta, SABDA Live sungguh dapat merasakan kemajuan relasi dan kolaborasi yang selama ini belum dapat dilakukan secara maksimal. Tujuan SABDA mengadakan SABDA Live ini memang ingin makin meningkatkan "engage" dengan pengguna SABDA, berjejaring dengan lebih banyak orang/organisasi, dan saling bertukar pikiran tentang bagaimana teknologi dapat digunakan lebih maksimal untuk pengembangan pelayanan di bidang Alkitab dan digital ministry. Anda dapat melihat bahwa narasumber SABDA Live bukan dari SABDA saja, tetapi juga dari sahabat/mitra SABDA. Puji Tuhan! Peserta pun mendapatkan berkat yang melimpah dari setiap relasi/kolaborasi dalam SABDA Live ini.

Puji Tuhan! Ini semua adalah pekerjaan Tuhan. Saya dan teman-teman di SABDA adalah alat untuk mewujudkan pekerjaan-Nya melalui SABDA Live ini. Kiranya kami terus dimampukan Tuhan dan dilayakkan untuk menjadi kawan sekerja Allah. Harapan saya, Sahabat SABDA dapat menikmati juga setiap berkat yang Tuhan berikan melalui SABDA Live. Salam IT4GOD!

SABDA Live #Bible Talks Seri Kidz Ministry

RSS Blog SABDA - Jum, 31/07/2020 - 15:37

Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN), SABDA Live #Bible Talks mengadakan satu seri, yaitu Kidz Ministry. Seri Kids Ministry ini mempresentasikan topik-topik menarik seputar pelayanan anak dari sudut pandang Alkitab. Saya, sebagai guru sekolah minggu, sangat terberkati dengan materi-materi yang dipresentasikan. Saya diperlengkapi lebih lagi dalam memajukan pelayanan anak, secara khusus di tempat saya melayani, dan di Indonesia pada umumnya.

Saya rindu lebih banyak orang menyadari betapa pentingnya pelayanan anak. Anak-anak, sebagai generasi penerus gereja dan bangsa Indonesia, sudah seharusnya kita bimbing supaya dapat menjadi generasi yang memuliakan Tuhan, serta dapat menjadi berkat bagi sesama. Dalam era digital ini, banyak kendala yang saya hadapi dalam pelayanan anak. Mulai dari anak-anak yang sukar untuk memperhatikan guru sekolah minggu, lebih asyik bermain dengan gadgetnya, merasa lebih cepat bosan mendengarkan firman Tuhan, dan masih banyak lagi. Pada era digital ini, saya sebagai guru sekolah minggu dituntut untuk kreatif. Kreatif dalam menggunakan cara-cara yang menarik agar anak-anak dapat tertarik dan mengerti firman Tuhan yang disampaikan oleh guru sekolah minggu. Seri Kidz Ministry ini sangat menolong dan membuka pikiran serta pengetahuan saya, tentang bagaimana saya dapat lebih kreatif menyampaikan firman Tuhan dalam sekolah minggu.

Dalam seri Kidz Ministry, ada 4 presentasi yang disampaikan oleh orang-orang berpengalaman dalam bidangnya. Presentasi yang pertama berjudul, "Peran Alkitab: Formasi Rohani Anak" yang disampaikan oleh Bapak Liem Pik Jiang. Presentasi ini menjadi berkat bagi saya mengenai bagaimana Alkitab dapat membentuk rohani anak-anak. Secara garis besar, peran Alkitab dalam membentuk formasi rohani anak-anak adalah berikut:

  1. Alkitab menunjukkan bukti pentingnya hidup dalam nilai kerajaan Allah.
  2. Alkitab adalah pedoman hidup dalam nilai-nilai kerajaan Allah.
  3. Alkitab menuntun orang tua menjalankan tugas membentuk kerohanian anak.

Presentasi kedua berjudul "Aktivitas Asyik untuk Ajak Anak Baca Alkitab" yang dipresentasikan oleh Bapak Purnawan Kristianto. Dalam presentasi ini, Bapak Purnawan memberikan banyak sekali cara kreatif dan aktivitas kreatif yang belum saya ketahui. Ternyata banyak sekali aktivitas yang dapat digunakan oleh guru-guru sekolah minggu agar dapat mengajak anak-anak baca Alkitab secara asyik. Presentasi ketiga berjudul "Komik Alkitab: FUN atau SERIUS?" yang disampaikan oleh Kingstone Comic Indonesia. Menurut saya, ini adalah presentasi yang membuat saya cukup terkejut, karena komik bisa digunakan untuk membantu membaca Alkitab menggunakan gambar atau visualisasi. Ini adalah hal baru bagi saya. Terakhir adalah presentasi keempat yang berjudul "Multiple Intelligence: Cara Anak Belajar Alkitab" yang dipresentasikan oleh Ibu Meilania. Presentasi Ibu Meilania ini merupakan pengetahuan baru bagi saya. Bagaimana saya dapat memahami anak dengan masing-masing kecenderungannya atau masing-masing kecerdasannya? Menurut Howard Garder, ada 8 area kecerdasan anak yang juga merupakan prefensi dari gaya belajar mereka. Jadi, ketika kita mengajar anak-anak sekolah minggu, tidak bisa hanya menggunakan satu metode belajar, tetapi kita dapat mengombinasikan beberapa metode belajar. Dengan begitu, anak-anak dapat menikmati sekolah minggu dengan baik dan antusias. Pengetahuan baru ini membuka pikiran saya, dengan cara pengajaran yang tepat, anak-anak dapat mengerti dan memahami Alkitab.

Saya sangat bersyukur SABDA memfasilitasi guru-guru sekolah minggu untuk dapat melayani anak-anak sekolah minggu dengan lebih baik lagi. Beberapa cara maupun metode yang sudah disampaikan oleh pembicara, dalam seri Kidz Ministry, sudah saya praktikkan dalam pelayanan sekolah minggu. Hasilnya sangat mengejutkan, anak-anak lebih menikmati sekolah minggu, lebih aktif untuk bertanya mengenai pembahasan Alkitab, dan tentu pengenalan anak-anak akan Tuhan meningkat. Terima kasih SABDA.

Berjaga-jaga

RSS Wanita - Sel, 28/07/2020 - 15:48

Ada 5 gadis yang bijaksana. Disebut bijaksana karena mereka berjaga-jaga dengan cara ada ketersediaan minyak yang memadai ketika sedang menunggu datangnya mempelai pria. Supaya pelita mereka tetap menyala.

Ternyata, berjaga-jaga berlaku juga untuk bakul nasi amatiran seperti saya.

Pagi ini saya tidak sedang berjualan nasi. Akan tetapi, ada pesanan sup susu (warisan penjajahan Belanda yang dilestarikan di tanah Minahasa) porsi family, volumenya sekitar 6 liter atau satu panci.

Kentang, wortel, daging ayam, dan bakso sapi sudah dipotong dadu sejak kemarin malam. Pagi ini saya tinggal mengolahnya dengan air mendidih. Lalu, menambahkan susu dan bumbu-bumbunya.

Sup susu itu memang enak. Apalagi berpadanan dengan sambal bawang yang disertai cuka. Lalu disantap dengan irisan roti tawar yang tebal. Pantas saja gengku selalu merindukan sup susu bikinanku.

Akan tetapi, pagi ini sungguh malang. Sup susu yang matang itu rasanya tidak berkenan di lidahku.

Bakso sapi yang biasa saya pakai tidak ada di toko. Terpaksa saya membeli bakso sapi yang lain. Celakanya, walaupun tidak murah, tetapi rasanya tidak enak.

Wah, bagaimana ini. Pasti mengecewakan.

Tiba-tiba saya mendapat ide untuk menambahkan bakso udang yang ada di kulkasku.

Akhirnya selamatlah sup susuku. Syukurlah. Untunglah ada ketersediaan alternatif.

Puji Tuhan, pagi ini sudah diselamatkan dari kekecewaan.

Berbahagialah orang yang berjaga-jaga.

Yvonne Sumilat,

Catatan harian,

21 Juli 2020

TED TALK “STOICISM – Filosofi Stoa”

RSS Blog SABDA - Sen, 20/07/2020 - 14:54

Oleh: Yurike

Shalom Sahabat SABDA. Senang bisa menyapa Anda melalui tulisan ini. Saya berharap kita tetap dalam keadaan baik dan bahagia. Pada kesempatan ini, saya akan berbagi lagi tentang stoicism atau dalam bahasa Indonesia dikenal dengan istilah stoa. Untuk disclaimer, banyak artikel atau video yang berkaitan dengan Stoicism. Namun, saya hanya merujuk pada beberapa referensi.

Saya akan mulai dengan sejarah singkat filosofi Stoa. Berdasarkan beberapa artikel yang terkait, filosofi ini lahir di Yunani dan berkembang dari tahun 2.300 SM - 200 M. Filosofi ini sangat populer pada zamannya dan juga masih sangat relevan dengan zaman sekarang ini. Filosofi ini didirikan oleh seorang bernama Zeno of Citium pada zaman Yunani kuno, khususnya pada periode Hellenistik.

Mengapa filosofi ini populer? Karena filosofi ini relevan dengan semua orang dan tidak bertentangan dengan ideologi lain. Ada tiga orang yang memomulerkan filosofi ini, mereka adalah Seneca, Epictetus, dan Marcus Aurelius. Mereka bertiga bergerak dalam bidang yang berbeda-beda. Misalnya, Marcus Aurelius adalah seorang kaisar Romawi. Seneca adalah stateman (mungkin sama dengan pejabat politik di Roma), dan juga pernah menjadi senator atau penasihat di kekaisaran Roma. Sementara itu, Epictetus adalah seorang budak yang tersiksa selama hidupnya. Namun, akhirnya dia bisa mengajarkan filosofi stoicism kepada masyarakat. Orang-orang penganut paham stoicism disebut sebagai stoic.

Apa sih prinsip stoicism itu? Ada satu video yang membahas prinsip-prinsip stoicism ini. Stoicism mempunyai empat prinsip yaitu:

  1. Tuhan (dalam bentuk dan wujud apa pun) akan selalu peduli kepada semua makhluk hidup.
  2. Hidup dalam kebijaksanaan itu penting untuk kebahagiaan kita.
  3. Kita harus hidup harmonis dengan alam karena alam semesta itu bekerja dengan sangat harmonis.
  4. Semua yang terjadi pasti ada alasannya. Artinya, hal baik atau buruk itu sudah diatur oleh satu kekuatan yang lebih besar dari alam semesta ini.

Lebih lagi, filosofi ini berpandangan bahwa ada beberapa hal yang bisa kita kontrol, tetapi ada juga yang tidak bisa kita kontrol. Satu-satunya hal yang bisa kita kontrol sepenuhnya adalah penilaian kita terhadap apa yang baik. Pada dasarnya, tidak ada batasan rasional menjadi tidak bahagia mengenai banyak hal yang tidak dapat kita ubah. Jika kita menginginkan uang, kesehatan, atau reputasi, kita pasti tidak akan bahagia. Jika kita pun ingin menghindari kemiskinan, kesakitan, kesepian, ketidakjelasan atau sebagainya, kita akan terus-menerus hidup dalam kekhawatiran dan frustrasi. Bayangkan jika kita menghabiskan waktu untuk dan energi untuk mengkhawatirkan tentang apa yang orang lain pikirkan, suka (atau tidak suka), katakan (atau tidak katakan) tentang kita.

Kita juga khawatir tentang apa yang mungkin akan terjadi pada masa depan (tetapi kadang-kadang juga tidak terjadi), ataupun apa yang tidak bisa kita ubah pada masa lalu. Semuanya itu dapat membuat kita tidak bisa sepenuhnya fokus pada apa yang bisa kita ubah saat ini. Hal yang ditekankan oleh para penganut pandangan ini adalah bahwa inner character (kebajikan atau kebijaksanaan) manusia itu yang paling penting dan baik, dan bisa dihargai dan dikejar oleh semua orang. Salah satu contoh sederhana berkenaan dengan pandangan ini adalah misalnya ketika kehilangan dompet. Bagaimana respons orang yang rasional? Mereka tidak akan langsung marah-marah, sebaliknya akan berpikir lagi apa yang menyebabkan dompetnya hilang? Apakah dompetnya itu benar-benar hilang atau mungkin ketinggalan di tempat lain, ataukah karena kecerobohannya sendiri dan sebagainya.

Stoicism akhir-akhir ini telah digambarkan sebagai salah satu mind hack terbaik yang pernah ditemukan atau diciptakan. Nah, berdasarkan bahasan yang sangat singkat di atas, saya menyimpulkan bahwa kebahagiaan kita bergantung pada apa yang kita pikirkan. Jika kita berpikir untuk tidak bahagia, pastinya kita tidak akan bahagia. Pengontrolan diri atas apa yang kita pikirkan akan membuat kita merasa semakin bahagia karena kita tahu bahwa apa pun yang terjadi di bawah kolong langit ini pasti ada alasan yang menyertainya.
Kita tidak bisa mengendalikan segala sesuatu, tetapi kita bisa mengendalikan apa yang kita pikirkan.

SABDA Live : #FunTalk Sesi “Masih Hidup? … Produktif karena Pandemi”

RSS Blog SABDA - Jum, 17/07/2020 - 10:41

Oleh: Yurike

Apa kabar Sahabat SABDA? Semoga tetap dalam keadaan yang bersukacita. Perkenalkan, saya Yurike Poyungi. Saat ini, saya adalah salah satu staf magang di Yayasan Lembaga SABDA. Pada kesempatan ini, saya akan berbagi sedikit tentang satu topik, yaitu produktif. Istilah ini sudah cukup lama populer di kalangan masyarakat saat ini.

Apa kabar Sahabat SABDA? Semoga tetap dalam keadaan yang bersukacita. Perkenalkan, saya Yurike Poyungi. Saat ini, saya adalah salah satu staf magang di Yayasan Lembaga SABDA. Pada kesempatan ini, saya akan berbagi sedikit tentang satu topik, yaitu produktif. Istilah ini sudah cukup lama populer di kalangan masyarakat saat ini.

Apakah yang terlintas dalam benak kita ketika mendengar kata "produktif"? Mungkin kebanyakan dari kita sepakat bahwa melakukan banyak hal, menyelesaikan to do list, mencapai target yang direncanakan adalah bentuk dari kegiatan produktif. Dalam KBBI, kata "produktif" memiliki beberapa arti sebagai berikut:

  1. Produktif itu bersifat atau mampu menghasilkan (dalam jumlah besar)
  2. Mendatangkan (memberi hasil, manfaat, dan sebagainya)
  3. Mampu menghasilkan terus dan dipakai secara teratur untuk membentuk unsur-unsur baru.

Berdasarkan definisi di atas, maka secara sederhana dapat disimpulkan bahwa produktif merupakan sejumlah kegiatan yang dilakukan secara teratur dengan tujuan untuk menghasilkan sesuatu. Produktif itu identik dengan kegiatan yang melibatkan kerja sama seluruh anggota tubuh dan pikiran. Jadi, ketika kita tidak melakukan kegiatan apa-apa, kita termasuk dalam kategori kurang atau bahkan tidak produktif. Kita berusaha sekeras-kerasnya dengan tujuan untuk menghasilkan sesuatu. Sesuatu yang seperti apa? Tentunya, sesuatu dalam jumlah yang banyak atau besar yang bisa kita nikmati, seperti: uang, kedudukan, kesenangan, dan lain sebagainya. Itulah salah satu dari sekian banyak alasan mengapa kita berusaha untuk tetap produktif.

Berdasarkan kuantitas kegiatan masing-masing orang, maka tingkat produktivitas itu pun relatif. Secara pribadi, saya menilai tingkat produktivitas diri saya berdasarkan banyaknya kegiatan yang dilakukan dalam sehari. Jadi, jika saya punya banyak kegiatan dalam satu hari, artinya saya produktif. Itulah yang saya pikirkan tentang produktif. Bahkan, ada juga yang menganggap bahwa produktif itu ketika kita melakukan banyak hal di luar rumah, berkegiatan dengan orang lain dan sebagainya.

Dengan adanya pandemi COVID-19 yang mengharuskan kita tetap tinggal di rumah, beraktivitas di rumah, belajar di rumah, kerja di rumah, dan lain sebagainya, maka timbul pertanyaan seperti ini: apakah kita tetap produktif selama pandemi COVID-19 ini? Karena keterbatasan ruang gerak selama masa pandemi ini, tak jarang dari kita yang berusaha untuk melakukan bahkan menciptakan kegiatan yang bisa mengurangi rasa jenuh ketika berada rumah selama hampir 24 jam. Kita punya kesempatan mencoba hal-hal baru. Tujuannya bukan hanya sekadar mengurasi rasa jenuh, tetapi agar kita tetap termasuk dalam kategori produktif selama masa karantina di rumah saja.

Inilah sekilas gambaran yang produktif dilihat dari kacamata dunia. Sebagai orang Kristen atau sebagai orang percaya, bagaimana seharusnya kita memandang dan mendefinisikan istilah produktif? Pernahkah kita berpikir, apakah tujuan kita menjadi produktif hanya semata-mata untuk kita nikmati sendiri? Apakah hanya untuk kepuasan diri kita sendiri?

Ketika mengikuti salah satu sesi SABDA Live yang membahas tentang produktivitas, saya mendapat satu cara pandang baru. Inilah yang akan saya bagikan melalui blog ini. Dari sesi tersebut, ada dua hal penting yang saya garisbawahi berkenaan dengan produktif, yaitu orientasi dan kualitas. Mengapa saya fokus pada dua hal ini? Karena selama ini saya ada dalam cara pandang yang keliru. Fokus saya bekerja keras, berusaha menjadi orang yang "produktif" itu ya untuk saya sendiri, untuk kepentingan saya, dan supaya saya bisa menikmati hasilnya sendiri. Begitu juga, dengan kualitas. Saya mencoba melakukan banyak hal, tetapi tidak menyadari apakah yang saya lakukan itu hal yang benar atau tidak.

Firman Tuhan dalam Matius 22:36-40 "Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?" 22:37 Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan, hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah, tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi."

Jika melihat konteksnya, jawaban Yesus ini ternyata berawal dari pertanyaan seorang ahli Taurat, "Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat? Yang bertanya ini, bukan orang biasa. Dia adalah seorang ahli Taurat. Expert dalam hal teori tentang hukum Taurat. Namun, motif dari pertanyaannya itu adalah untuk mencobai Yesus. Dia hendak mencari cara untuk menyalahkan Yesus. Dengan kata lain, itu adalah pertanyaan jebakan bagi Yesus.

Berdasarkan Firman Tuhan di atas, ada dua hal yang paling penting di dalam dunia ini:

  1. Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu, segenap jiwamu, dan segenap akal budimu.
  2. Sama dengan itu (sama seperti hukum yang pertama) kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.

Jadi, semua hukum itu dasarnya ada pada kedua hal ini: Mengasihi Tuhan dan mengasihi sesama. Hal unik yang saya dapatkan dari ayat ini adalah kita diperintahkan untuk mengasihi Tuhan dengan segenap hati, segenap jiwa, dan segenap akal budi. Kalau saya memparafrasa kalimat ini dengan versi saya sendiri mungkin akan seperti ini: kasihilah Tuhan Allahmu dengan sepenuh hati, jangan setengah-setengah, segenap jiwamu, bukan setengah-setengah, dan segenap akal budimu, termasuk pikiran, kehendak, kekuatan, semangat, passion, talenta dan pengetahuanmu.

Nah, artinya pikiran, semua kehendak, passion, semangat, kekuatan, talenta, dan pengetahuan itu harus didedikasikan kepada Tuhan dengan sepenuh hati, sepenuh jiwa, dengan sungguh-sungguh, termasuk juga dengan waktu kita. Selanjutnya, mengasihi sesama manusia seperti kita mengasihi diri kita sendiri. Yesus berkata: "Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu," apa maksudnya? Ternyata, perintah mengasihi Tuhan Allah dengan segenap hati, segenap jiwa dan segenap akal budi itu setara dengan perintah mengasihi sesamamu dengan segenap hati, segenap jiwa, dan segenap akal budimu. Inilah mengapa saya katakan unik karena semua yang terutama dan yang terpenting adalah mengasihi Tuhan dan mengasihi sesama itu porsinya sama.

Secara sederhana, keterkaitan produktivitas kita dengan kedua hukum ini adalah orientasi. Kembali ke pertanyaan sebelumnya, apakah tujuan kita menjadi produktif hanya semata-mata untuk kita nikmati sendiri? Apakah hanya untuk kepuasan diri kita sendiri? Ketika kita tahu bahwa yang terpenting dan utama dalam kehidupan kita sebagai orang yang percaya adalah mengasihi Tuhan dan sesama, maka kita pun tahu tujuan kita melakukan sesuatu.

Untuk siapa kita bekerja keras? Untuk siapa kita berusaha untuk tetap produktif? Jika kita masih menjawab pertanyaan ini dengan: "Untuk saya, untuk keluarga saya, untuk kesenangan saya, untuk masa depan saya, dan untuk saya, saya yang lain," berarti kita masih harus kembali kepada kedua hukum yang terutama tadi. Seharusnya, orientasi kita melakukan sesuatu atau menghasilkan sesuatu itu bukan hanya untuk diri kita sendiri, tetapi untuk Tuhan dan sesama. Inilah kebenarannya. Jika semua yang kita hasilkan melalui kerja keras itu hanya untuk kita sendiri, semuanya akan sia-sia.

Selanjutnya, produktivitas itu seharusnya fokus pada kualitas bukan kuantitas. Seperti yang sudah saya ungkapkan sebelumnya bahwa kebanyakan dari kita, termasuk saya sendiri, memandang produktivitas itu sama dengan melakukan banyak hal. Namun, satu hal yang mungkin kita abaikan atau bahkan sering kali terlupakan bahwa kualitas dari semua hal yang kita lakukan itu seperti apa. Kualitas di sini maksudnya adalah apakah kita sudah melakukan yang benar?

Kalau saya mengajukan pertanyaan berikutnya, mungkin akan seperti ini, apakah dengan semua kegiatan produktif yang kita lakukan itu, kita sudah melakukan yang benar? Inilah pertanyaan refleksi yang sangat menohok saya. Ternyata, kalau dipikir-pikir semua usaha yang saya lakukan selama ini sebagian besar lebih condong kepada nilai kuantitas saja. Tak ada gunanya kita sibuk melakukan banyak hal, tetapi pada akhirnya semua hal itu bukanlah apa yang benar, bukan apa yang Tuhan kehendaki.

Kita diibaratkan sebagai hamba yang sedang mengerjakan tugas yang dipercayakan oleh Tuan yang benar di dunia sesuai dengan talenta kita masing-masing. Akhirnya, kita akan berhadapan dengan Sang Tuan seperti yang digambarkan dalam Injil Matius 25:14-30 bahwa kita masing-masing akan mempertanggungjawabkan talenta-talenta yang telah diberikan itu. Jika kita mengembangkan talenta itu lewat hal-hal yang benar, tuan itu akan menjawab, "Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu." Tidakkah kita ingin mendengar Tuhan berkata demikian kepada kita ketika dengan semua hal produktif yang kita lakukan? Secara pribadi, saya mau mendengar, Dia berkata, "Yurike, baik sekali perbuatanmu itu, hai hamba-Ku yang baik dan setia; Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan-Ku."

Apa yang harus kita lakukan kedepannya? Setelah mengetahui kebenaran ini, kita hendak diajak untuk kembali melihat orientasi hidup kita dan seberapa berkualitasnya hidup yang kita jalani. Kita tidak tahu sampai kapan kita bisa bertahan hidup di dunia ini, tetapi yang kita tahu adalah bagaimana kita bisa memaknai hidup ini. Itu pilihan kita. Memaknai waktu, talenta, pekerjaan, keluarga, hubungan, kesempatan, dan semua hal lain dengan benar. Kualitas hidup kita menentukan seberapa serius kita memaknai hidup ini. Orientasi hidup kita pun menentukan bagaimana kita mengasihi Sang Pemberi hidup dan sesama.

Kedua hal yang saya bagikan ini kiranya menjadi refleksi kita bersama dengan semua hal yang kita lakukan di dunia ini, terutama pada masa pandemi COVID-19 ini. Masa pandemi ini adalah kesempatan yang Tuhan beri bagi kita agar kita bisa kembali merevisi tujuan hidup dan fokus hidup kita. Kita semua pasti meyakini bahwa Tuhan turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi kita. Everything happens for a reason. Tuhan punya tujuan khusus yang hendak Dia nyatakan melalui pandemi ini. Mintalah Dia agar menolong kita untuk mencari tahu kehendak-Nya dalam hidup kita.

"Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah. Jadi mana yang harus kupilih, aku tidak tahu."

Pages

Tinggalkan Komentar