Pengumpul Berita

Surat untuk Sahabat SABDA

RSS Blog SABDA - Rab, 18/03/2020 - 14:12

Kepada para Sahabat SABDA,

Salam sejahtera dalam kasih Tuhan Yesus Kristus!

Yayasan Lembaga SABDA (YLSA) telah 25 tahun melayani masyarakat Kristen Indonesia dengan memulai dan mengembangkan studi Alkitab dan pelayanan digital (Biblical Computing and Christian Digital Ministry). Dengan memegang visi IT4GOD, YLSA berkomitmen menggunakan teknologi untuk memuliakan Tuhan. Melalui pelayanannya ini, YLSA telah menjadi fasilitator, katalisator, dan infrastruktur antara jemaat Tuhan Indonesia dan bahan-bahan digital, terutama dalam menyediakan ekosistem untuk melakukan studi Alkitab secara GRATIS.

Kerinduan YLSA untuk memberikan pelayanan yang terbaik semakin terpacu ketika kita semua dihadapkan dengan situasi sulit seperti saat ini. World Health Organization (WHO) telah menyatakan COVID-19 sebagai pandemi global. COVID-19 sebagai pandemi global. Indonesia juga ikut merasakan dampaknya dengan sangat cepat, bahkan telah diberlakukan status KLB untuk beberapa kota. Kita terus berdoa agar Tuhan berbelaskasihan dan menolong kita semua melewati masa-masa sulit ini. Imbauan pemerintah untuk melakukan social distancing harus kita taati sebisa mungkin agar penyebaran virus ini dapat diperlambat.

Saat ini, kita semua dihadapkan pada pertanyaan, bagaimana orang Kristen merespons keadaan ini? Bagaimana kita bisa berkontribusi kepada masyarakat secara umum? Bagaimana kita bisa tetap menerima siraman rohani sementara pertemuan-pertemuan ibadah dan pembinaan dialihkan ke rumah? Bagaimana menolong jemaat agar tetap teguh dalam iman selagi kita terus berdoa?

Pelayanan digital YLSA dalam berbagai platform terus tersedia, bahkan semakin siap menjadi alternatif untuk membantu melayani jemaat Tuhan secara online.

Berikut adalah bahan-bahan yang SABDA sediakan GRATIS untuk Anda, keluarga, gereja, dan pelayanan Anda.

Dan, YLSA berkomitmen untuk menambah sebanyak dan secepat mungkin bahan belajar Alkitab dan pelayanan yang dapat menolong pertumbuhan rohani Anda pada masa krisis ini!! Jika ada bahan-bahan yang Anda butuhkan, jangan sungkan untuk menghubungi kami (ylsa@sabda.org). Mari kita menjadi berkat dan terang bagi bangsa Indonesia.

Seperti kita ketahui, pemerintah mengumumkan masa darurat untuk virus Corona COVID-19 diperpanjang hingga 29 Mei 2020. Mari kita sukseskan usaha pemerintah dalam memberikan solusi atas kondisi yang sedang kita hadapi dengan mengajak para Sahabat SABDA untuk beribadah #DiRumahAjaDulu, sebagai gerakan bersama melawan COVID-19. Doa kita bersama, Tuhan akan menolong Indonesia untuk keluar dari situasi sulit ini dengan baik.

Ikuti terus perkembangan terbaru pelayanan YLSA melalui: ylsa.org dan sabda.org

Davida
Ketua YLSA

Download Aplikasi SABDA
Temukan di App Store

Berdoa Tanpa Henti

RSS Kesaksian Doa - Rab, 18/03/2020 - 11:57

Oleh: Melisa

read more

Pelatihan Software SABDA dan #Ayo-PA! di STT INTHEOS

RSS Blog SABDA - Jum, 13/03/2020 - 12:31

Pendalaman Alkitab adalah hal yang penting untuk seorang mahasiswa/i teologi. Tidak hanya dibekali dengan materi teori-teori kekristenan yang memenuhi isi kepala, tetapi juga kebutuhan rohani dengan membaca dan mendalami firman Tuhan. Hal itu perlu agar ada keseimbangan pengertian teori kekristenan dan pemahaman akan firman Tuhan. Inilah yang diharapkan terekspresi dalam tindakan ketika melayani ataupun menjalani kehidupan sehari-hari.

SABDA berkesempatan melakukan pelatihan Bible Study dengan alat-alat studi Alkitab dari SABDA (Software SABDA dan
aplikasi Android) untuk PA. Pelatihan dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama menerima materi Pendalaman Alkitab dengan menggunakan Software SABDA bagi mereka yang memiliki dan membawa laptop. Sementara itu, kelompok kedua menerima materi Pendalaman Alkitab dengan aplikasi Android (Alkitab, Kamus Alkitab, AlkiPEDIA, Tafsiran Alkitab, dan Peta Alkitab) bagi mereka yang membawa gawai pintar (smartphone). Sehari sebelum pelatihan, saya berkesempatan melihat kondisi tempat untuk mempersiapkan proses pelatihan esok hari -- melihat posisi stop kontak (colokan listrik), kondisi gedung, jarak stop kontak, dan alat-alat pendukung presentasi. Rupanya, keadaan tempat ini tidak jauh berbeda dengan keadaan empat tahun yang lalu, ketika saya masih menimba ilmu di sini, jadi saya cukup tahu kondisi lapangan. Setelah pengecekan kondisi tempat dirasa cukup, kami pulang kembali ke kantor untuk memberi laporan dan menyiapkan alat-alat yang diperlukan untuk pelatihan esok hari.

Pada Kamis, 27 Februari 2020, pukul 08.00 WIB, kami mulai merapikan alat-alat teknis. Lima belas menit kemudian, kami berangkat menuju lokasi pelatihan. Seperti biasa, kami berangkat 1 jam lebih awal sebelum pelatihan dimulai agar dapat mempersiapkan dan memasang alat-alat serta menyusun jalur kabel ekstensi. Fleksibel adalah sifat yang penting dalam setiap roadshow, sebab ada banyak hal yang mungkin terjadi yang butuh tindakan cepat dan tepat. Salah satunya seperti dalam kejadian berikut, dari empat stop kontak yang ada, hanya dua yang dapat digunakan. Keadaan ini menuntut untuk berpikir cepat dan mengambil tindakan yang tepat agar dapat digunakan oleh setiap peserta untuk laptop mereka, yaitu sekitar 70 laptop. Singkat cerita, jalur kabel berhasil diatur dengan baik. Acara dimulai pada pukul 09.30 WIB dan selesai pada pukul 12.00 WIB.

Pada awal pelatihan, Ibu Yulia melontarkan beberapa pertanyaan terlebih dahulu untuk mengetahui seberapa jauh pengetahuan mereka. Pertanyaan yang diajukan di antaranya, berapa macam versi Alkitab dalam bahasa Indonesia? Apa yang dimaksud dengan Pendalaman Alkitab? Beberapa peserta diberi kesempatan untuk menjawab. Di ruang yang berbeda, Ibu Evie juga memberi pengantar tentang bagaimana gawai pintar yang mereka pegang setiap hari dapat digunakan untuk Pendalaman Alkitab. Menurut saya, setelah Ibu Evie dan Ibu Yulia memberi pengarahan pentingnya pelatihan ini, peserta memberi perhatian dengan baik pada masing-masing pelatihan. Dari roadshow ini, saya belajar bahwa menjelaskan materi dengan baik merupakan keharusan, tetapi yang juga tidak kalah penting adalah kemampuan untuk membaca respons peserta dan mengantisipasinya agar dapat menjaga fokus peserta tetap tertuju pada materi yang sedang disampaikan.

Harapan saya, pengetahuan "adik-adik tingkat saya" ini mengenai ketersediaan alat untuk studi Alkitab dapat diimplementasikan dalam kegiatan-kegiatan studi Alkitab yang mereka lakukan di kampus, gereja, dan dalam pendalaman alkitab pribadi atau bersama keluarga. Dari pelatihan software dan aplikasi tersebut, saya diingatkan kembali bahwa membaca Alkitab saja tidak cukup, perlu usaha lebih untuk dapat mengerti apa maksud dari firman yang dibaca. Untuk kebanyakan orang, membaca Alkitab merupakan kegiatan rutin pagi atau sore hari, tetapi studi Alkitab sendiri belum intensif dilakukan. Semoga setelah pelatihan ini, para mahasiswa yang kemudian akan menjadi hamba Tuhan dan pengajar ini dapat menyebarkan semangat studi Alkitab kepada orang-orang yang mereka layani.

Berbagi #Ayo_PA! dalam Seminar Doa GSJA Wilayah Jawa Tengah-1

RSS Blog SABDA - Sen, 09/03/2020 - 11:30

Mengikuti seminar doa bukanlah hal asing bagi saya. Namun, berbeda halnya jika peserta seminar secara keseluruhan adalah hamba Tuhan dan pemberita Injil. Sebelum berangkat, saya mengalami beberapa hal unik, baik dalam registrasi maupun ketika saya cuti dari kantor, sehari sebelum keberangkatan untuk acara tersebut. Satu hari sebelum berangkat, Ibu Evie menyarankan saya untuk membuka booth YLSA karena ada banyak hamba Tuhan yang datang dan mungkin memerlukan bahan dari SABDA. Saya pun bersedia untuk melakukannya. Namun, setelah itu, saya "ditantang" untuk menyampaikan presentasi #Ayo-PA!. Respons saya berbeda dibandingkan ketika diminta membuka booth. Saya menyadari bahwa kemampuan public speaking saya yang masih kurang. Akan tetapi, walaupun saya sudah menolak, pada malam harinya ketika saya berdoa, Tuhan menyatakan kehendak-Nya dan segala sesuatu berputar balik karena Ia menginginkan saya untuk melakukan presentasi tersebut. Saya kontak panitia untuk menanyakan apakah saya bisa diberi waktu untuk presentasi tentang #Ayo-PA! sekitar 15 menit?

Registrasi berjalan dengan baik dan panitia memberi saya slot waktu untuk presentasi mengenai SABDA karena pemilik penginapan tidak jadi mempromosikan tempatnya. Wow! Puji Tuhan! Setelah menerima kepastian itu, saya segera menghubungi Ibu Evie untuk berkonsultasi mengenai presentasi tersebut. Keesokan paginya di kantor, saya mempersiapkan produk SABDA untuk booth dan Ibu Evie menolong saya mempersiapkan PPT presentasi. Sore harinya, saya berangkat ke Tawangmangu bersama teman saya dengan menggunakan sepeda motor. Kami dihadang hujan deras, dan dengan berteduh sesekali di sepanjang perjalanan, kami akhirnya sampai di tempat tujuan. Ketika saya tiba, saya bersyukur atas keramahan dan kehangatan teman-teman sekamar yang menerima saya. Namun, malam itu terasa panjang bagi saya, sebab saya merasa takut untuk melakukan presentasi besok harinya.

Bersyukur, paginya ada doa bersama. Doa dan firman yang disampaikan memberikan ketenangan dan kekuatan kepada saya. Setelah itu, saya menemui panitia untuk memastikan lokasi booth dan juga slot waktu presentasi. Setelah jam makan, saya menggunakan waktu untuk menata booth. Peserta yang berkunjung ke booth dan bertanya tentang produk-produk hanya sedikit karena acara sudah dimulai. Kemudian, saya menitipkan booth kepada salah seorang panitia. Kekhawatiran saya semakin meningkat, tetapi materi yang disampaikan oleh pembicara sebelumnya ternyata berkaitan dengan presentasi #Ayo_PA!, walaupun beliau menggunakan metode WPDA (Waktu Pribadi dengan Allah). Di penghujung presentasinya, beliau meminta seluruh peserta menulis hasil perenungan Alkitab dari kitab Kejadian 22. Saya menjadi peserta pertama yang bisa menyelesaikan tantangan dari pembicara. Hal ini karena seluruh staf SABDA sudah terbiasa melakukan PA setiap hari dengan bantuan alat-alat studi Alkitab. Setelah itu, giliran SABDA mendapatkan kesempatan untuk presentasi tentang #Ayo-PA! Rasa percaya diri saya pun timbul karena Tuhan yang memberikannya, dan banyak dari peserta terkagum oleh karya Tuhan yang dititipkan kepada SABDA untuk pembelajaran firman Tuhan. "Belajar Alkitab bukanlah hal yang membosankan dan membingungkan jika punya alat yang mendukung sehingga kita bisa belajar dengan lebih lagi …." Itu adalah salah satu kalimat yang saya ucapkan dalam presentasi.

Setelah presentasi, saya bergegas untuk menjaga booth dan banyak peserta sudah berkerumun untuk mendapatkan produk SABDA. Bukan hanya pada saat itu dan di tempat itu, ketika jam makan malam pun, beberapa peserta bertanya mengenai alat yang tepat untuk bidang pelayanan yang mereka tekuni. Bahkan, sampai di kamar tidur pun, beberapa teman sekamar saya menceritakan pengalaman mereka menggunakan alat studi Alkitab. Salah satu dari mereka ada yang bertanya tentang masalah smartphone yang memiliki kapasitas memori terbatas, tetapi tetap ingin diperlengkapi dengan aplikasi tafsiran dan lainnya. Saya pun menyarankan dia untuk memakai SABDA Bot di aplikasi Telegram miliknya.

Malam itu, saya menutup hari dengan penuh ucapan syukur dengan terkagum. Bukan karena kemampuan dan kehebatan saya sehingga mulut saya tidak salah berucap. Dia yang menciptakan saya, Dia yang punya rencana, Dia yang bekerja. Segala pengalaman Pendalaman Alkitab yang pernah saya lakukan menjadi berkat yang dapat saya bagikan kepada Bapak/Ibu di sana. Jadi, tidak ada lagi alasan bagi kita untuk tidak bergiat dalam PA agar kehidupan roh kita terpelihara dengan belajar firman Tuhan. Sekian dulu ya, terima kasih.

PA YLSA dengan Video Berseri Shema dari BibleProject

RSS Blog SABDA - Sel, 03/03/2020 - 12:22

Shalom, kali ini saya hendak membagikan pengalaman ketika seluruh staf YLSA melakukan Pendalaman Alkitab dengan menggunakan video dalam seri Shema. Shema merupakan salah satu doa dalam Alkitab yang paling penting dan paling terkenal yang dikumandangkan setiap pagi dan malam oleh orang Ibrani sepanjang Perjanjian Lama, sampai hari ini. "Dengarlah, hai Israel. TUHAN adalah Allah kita. TUHAN adalah satu. Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu, dengan segenap jiwamu, dan dengan segenap kekuatanmu." (Ulangan 6:4-5)

Enam video Shema, yang adalah seri Studi Kata dari BibleProject, mengupas lebih dalam setiap kata penting dalam ayat tersebut. Nama Shema sendiri diambil dari kata pertama ayat tersebut yang dalam bahasa Ibrani berarti "dengarlah/taatilah", dan merupakan kata kunci dari perintah yang Musa berikan kepada bangsa Israel sebelum mereka memasuki tanah perjanjian. Sejak itu, doa ini, yang sarat dengan kuasa dan makna, menjadi doa yang dilafalkan dua kali dalam sehari oleh bangsa Israel. Inti utama dalam Shema adalah mengakui YHWH dengan mendengar, menaati, dan mengasihi Tuhan kita dengan segenap hati, jiwa/raga, dan keberadaan kita. Selama dua minggu pada bulan Februari 2020, staf YLSA menggunakan enam video "Shema" tersebut untuk melakukan pendalaman Alkitab (PA). Terdapat 6 video studi kata yang dibuat oleh BibleProject berdasarkan ayat tersebut, yang terdiri dari:

  1. Shema (Dengarlah)
    Dalam video ini, saya belajar perbedaan antara mendengar dan mendengarkan, setidaknya dari pengertian Ibrani dan perspektif Alkitab. Ternyata mendengarkan tidak hanya berbicara tentang telinga kita yang menangkap suara, namun menaati apa yang kita dengar. Video ini merupakan video pertama dari seri Studi Kata, yang terdiri dari enam bagian dan membahas doa kuno bangsa Israel dalam Alkitab yang disebut Shema.
  2. YHWH (Allah)
    YHWH, Adonai, TUHAN, Yehovah … begitu banyak nama yang digunakan manusia untuk menyebut Allah, dengan apa seharusnya kita memanggil/menyebut-Nya? Melalui video ini, saya dapat belajar alasan-alasan di balik penyebutan berbagai nama Tuhan yang berbeda-beda sepanjang tradisi Yahudi dan kekristenan selama berabad-abad.
  3. Ahavah (Kasih)
    Melalui video ini, saya belajar konsep kasih yang terdapat dalam Perjanjian Lama. Di mana Ahavah mencakup kasih secara luas dan universal. Kasih bukan hanya perasaan, tetapi juga aksi. Saya juga mempelajari beberapa cara para penulis Ibrani menggambarkan Allah sebagai sumber utama dan satu-satunya dari kasih, sekaligus juga pribadi yang paling layak menerima kasih kita.
  4. Lev (Hati)
    Budaya yang berbeda menghasilkan konsep dan arti yang berbeda dalam hati manusia, begitu pula para penulis kitab-kitab dalam Alkitab. Melalui video ini, saya belajar mengenai kata "hati" dan empat sisi konsep yang direpresentasikannya. Menurut bahasa aslinya, Lev mencakup esensi pemikiran, perasaan, jasmaniah, dan pilihan manusia.
  5. Nephesh (Jiwa)
    Melalui video ini, saya belajar bahwa ternyata kata ini menggambarkan hal yang berbeda dari "jiwa", sebagaimana ia kerap kali diterjemahkan. Nephesh mengacu pada diri manusia sebagai keberadaan fisik yang hidup dan bernapas atau secara sederhana dapat diartikan sebagai hidup itu sendiri. Nephesh diekspresikan sebagai fisik diri kita seutuhnya sebagai manusia.
  6. Me'od (Kekuatan)
    Me'od merupakan kata yang dimaksudkan untuk menekankan maksud dalam frase di mana kata ini ada. Dalam ayat ini, kata ini digunakan untuk menekankan bahwa kita harus mengasihi Allah dengan seluruh dan seutuhnya keberadaan kita. Tidak saja dengan apa yang kita miliki saat ini, namun juga dengan segala potensi maksimal yang dapat kita capai. Semuanya seharusnya dipersembahkan untuk kemuliaan Tuhan.

Setelah melakukan PA dengan menggunakan video-video dalam seri ini, saya memahami lebih mendalam dan menyeluruh mengenai bagaimana seharusnya kita mengasihi Allah. Ketika menghidupi ayat ini, kita akan mendapati bahwa setiap saat di mana pun kita berada, apa pun keadaan kita, apa pun masalah yang sedang kita hadapi, dan siapa pun yang ada di samping atau sekitar kita, kita akan tetap menempatkan kehendak Allah di atas kehendak dan ego kita. Seluruh keberadaan dan eksistensi kita akan secara sukarela kita persembahkan untuk kemuliaan-Nya saja. Kebutuhan Tuhan akan menjadi kebutuhan kita, keinginan-Nya akan menjadi hasrat hati kita. Dialah yang akan selalu kita pikirkan, perasaan Tuhanlah yang akan selalu kita jaga setiap kali terbersit keinginan di hati kita untuk melakukan hal-hal yang tidak disukai-Nya. Saya bersyukur dapat mengikuti PA dengan seri video Shema ini. Semoga tulisan ini dapat menjadi berkat bagi Anda. Terima kasih. Tuhan Yesus memberkati kita sekalian.

Kamis, 27 Februari 2020 -- Vietnam

RSS Kesaksian Doa - Kam, 27/02/2020 - 12:22
Start: 02/27/2020 11:19 am Timezone: Asia/Jakarta Start: 02/27/2020 11:19 am Timezone: Asia/Jakarta Sumber:  Opendoors Februari 2020

Ada 8,6 juta orang percaya di Vietnam. Mereka mencapai 8,9 persen dari total populasi sebanyak 96,5 juta jiwa. Mayoritas penduduknya adalah "B", dan Vietnam berada di peringkat ke-20 World Watch List (WWL) 2019. Berdoalah bersama kami agar Tuhan bertindak untuk menurunkan kuantitas dan kualitas penganiayaan orang percaya di negara ini.

Rapat Visi Yayasan Lembaga SABDA

RSS Blog SABDA - Sab, 15/02/2020 - 17:49

Oleh: Yosua Andy

Shalom sobat blog SABDA yang setia!
Senang sekali rasanya bisa memiliki kesempatan untuk menyampaikan kesan saat mengikuti RaVi atau Rapat Visi Yayasan Lembaga SABDA (YLSA) tahun 2020 yang baru pertama kali diadakan selama YLSA berdiri! Wow!

Nah, melalui tulisan ini, saya hendak berbagi informasi tentang rapat visi tersebut. Mula-mula, rapat visi ini diawali dengan pujian, doa, dan penjelasan apa itu rapat visi. Setelah itu, dilanjutkan dengan presentasi yang menyampaikan tentang sejarah, visi, dan misi YLSA secara singkat. Banyak hal yang saya baru ketahui dari presentasi dalam rapat visi ini. Mulai dari letak kantor YLSA di Solo yang awalnya saya pikir berada di kota besar, pergantian logo YLSA, dan bahwa YLSA juga merupakan lembaga nonprofit, nonkomersial, serta tetap bertekad untuk netral dan tidak menjadi bagian dari denominasi gereja mana pun.

Lalu, apa sih yang menjadi dasar pendirian YLSA? Itu semua karena panggilan Tuhan. Berawal dari pesatnya perkembangan teknologi yang dilihat Ibu Yulia ketika sedang menempuh studi di Amerika, sementara di Indonesia belum tersedia Alkitab dalam bentuk digital. Maka pada tahun 1993, dimulailah pergumulan untuk menjadi jembatan antara Alkitab dan Teknologi hingga pada akhirnya tahun 1994, dengan semangat tersebut, lahirlah YLSA.

YLSA juga memiliki strategi dalam menghadapi kemajuan teknologi yang disingkat sebagai BEST:
B-ible
E-ngagement
S-tudy system
T-echnologies
Semuanya dirangkum dengan satu tujuan, yaitu menyediakan Alkitab digital dan literatur Kristen serta alat pendukung studi Alkitab untuk generasi X hingga generasi seterusnya.

Sesi berikutnya adalah presentasi mengenai IT4God. Segmen yang menurut saya sangat menarik, terlebih dengan kutipan ayat yang mendukung visi YLSA ini. Lalu, apa yang dimaksud dengan IT4God? Secara sederhana, IT4God adalah visi bahwa teknologi digunakan untuk kemuliaan Tuhan. Sobat, kemajuan teknologi saat ini dapat dikatakan sangat cepat. Dari zaman dahulu ketika segala hal dikerjakan dengan mengandalkan proses manual yang lama, hingga zaman sekarang di mana dunia dalam genggaman dan hanya sejauh ujung jari kita. Teknologi juga menawarkan efisiensi, menghubungkan semua orang di dunia melalui internet, serta masih banyak hal lainnya yang berdampak positif. Walaupun tentunya terdapat hal-hal negatif apabila teknologi tersebut disalahgunakan, sebagaimana juga semua hal lainnya di dunia ini.

Jadi, bagaimana hubungan teknologi dengan Tuhan? Teknologi diciptakan oleh manusia yang diilhamkan oleh Tuhan dengan tujuan memuliakan-Nya. Jadi, teknologi adalah dari Tuhan dan untuk Tuhan. Kolose 1:16 mencatat, "Sebab, oleh Dia, segala sesuatu yang ada di surga dan di bumi diciptakan, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik takhta, kekuasaan, pemerintah, maupun penguasa. Segala sesuatu telah diciptakan melalui Dia dan untuk Dia."

Banyak materi lain yang juga disampaikan dalam rapat visi ini. Mulai dari media sosial untuk studi Alkitab bagi digital natives dan pentingnya belajar Alkitab di gereja beserta tantangannya. Disampaikan juga tentang alat-alat studi Alkitab yang dimiliki oleh YLSA, training for bible study trainer, serta sejarah Alkitab masa depan. Wait, apa itu sejarah Alkitab masa depan? Jadi sejak saat ini, YLSA sudah mempersiapkan hal-hal yang akan diperlukan oleh generasi beta dan seterusnya agar dapat melakukan studi Alkitab di masa mendatang. Contohnya: Alkitab dan bahan kekristenan dalam bentuk e-paper, graph bible, bahkan pengembangan dari teknologi yang ada sekarang, yaitu virtual reality dan cyberspace.

Dan, yang paling berkesan adalah ketika Ibu Yulia menyampaikan presentasi tentang Tren 2020. Salah satunya adalah tren pola hidup kelas menengah dan atas, yang banyak orang saat ini lebih memilih untuk belanja atau traveling agar dapat diunggah di media sosial mereka, dengan tujuan terlihat 'wow' dan menjadi inspirasi bagi orang lain. Akibatnya, banyak orang dari berbagai kalangan yang ingin mengikuti gaya hidup tersebut. Sekilas memang tidak terlihat dampak negatifnya, akan tetapi hal ini menjadi contoh nyata bahwa fokus orang-orang pada zaman ini adalah pada hal-hal fana dan tidak lagi pada hal-hal yang bersifat kekekalan.

Dalam sesi penutup, ditekankan kembali bahwa YLSA harus tetap memegang teguh visi dan misi yang telah ditetapkan dan menyadari bahwa itu adalah visi Tuhan. Berusaha konsisten dan menjadi jembatan antara Firman-Nya dan orang-orang yang dikasihi-Nya. Sukses selalu untuk YLSA dan tetap menjadi berkat bagi semua orang.

Presentasi di YLSA: Design Mistakes

RSS Blog SABDA - Sen, 10/02/2020 - 17:12

Oleh: Lukas A

Shalom, saya Lukas Ardandireza, staf part time di Yayasan Lembaga SABDA (YLSA). Hari Jumat, 07 Februari 2020 merupakan hari yang spesial bagi saya sebab saya telah melewati masa 2 bulan waktu percobaan sebagai staf baru di YLSA. Saya tergolong staf yang paling muda bila dibandingkan dengan teman-teman yang lain di YLSA. Sebagai informasi, saya masih berkuliah dan mengambil bidang Desain Komunikasi Visual di salah satu perguruan tinggi negeri di Kota Solo. Saat ini saya sudah memasuki semester 6, semester yang tergolong tua bagi mahasiswa S1. Kondisi inilah yang melatarbelakangi saya mengambil pelayanan sebagai staf part time, bukan full time di YLSA.

Saya percaya, bukan suatu kebetulan, Tuhan menempatkan saya di bidang desain grafis. Saya dapat melihat jelas penyertaan Tuhan bagi saya dan memakai talenta yang sudah Dia beri bagi saya untuk dapat memberkati orang lain melalui media desain. Pengalaman demi pengalaman dinyatakan Tuhan dalam hidup saya dan itu membuat saya semakin yakin kalau panggilan Tuhan atas hidup saya adalah pelayanan di bidang media.

Saya bergabung dengan pelayanan YLSA pada Desember 2019, bulan yang sama dengan perayaan Natal. Pada saat saya masuk, banyak orientasi yang diberikan, termasuk beberapa cara teknis sebagai bekal untuk mengerjakan pekerjaan multimedia. Semua orientasi tersebut sangat menolong dan memperlengkapi saya sebagai staf baru. Di YLSA, saya merasa mendapat keluarga yang baru, merasa diterima, dan merasakan kehangatan persaudaraan dalam Kristus. Secara pribadi saya merasa sangat terberkati dengan banyak hal yang saya lalui, seperti persekutuan doa setiap hari Senin dan Jumat, di mana kami (Staf YLSA) saling berbagi pergumulan dan mendoakan. Pendalaman Alkitab yang dilakukan setiap hari Selasa-Kamis juga membuat saya semakin bertumbuh dalam pengenalan yang benar akan Kristus.

Dua bulan sudah terlewati dengan banyak cerita yang mengikutinya, dan tibalah saatnya saya harus melakukan presentasi dua bulan masa percobaan yang wajib bagi staf baru. Presentasi ini bukan presentasi biasa karena topik yang dibawakan harus sesuai dengan bidang kerja dan harus bermanfaat untuk pelayanan SABDA, terkhusus memperlengkapi staf SABDA sendiri. Ketika saya diberitahu untuk segera menyiapkan bahan presentasi tersebut, saya bingung hendak menyampaikan apa. Karena saya sendiri merasa masih sangat minim pengalaman. Namun, bersyukur pada saat itu, koordinator divisi SABDA Media, yaitu Mas Pioneer, menolong saya dengan cara memberikan usulan judul. Akhirnya judul itulah yang disetujui untuk dipresentasikan. Judul yang saya bawakan adalah "Design Mistakes" atau "Kesalahan-Kesalahan dalam Desain". Judul ini mencakup kesalahan-kesalahan apa saja yang sering dilakukan oleh non-desainer dan bagaimana solusinya, misalnya penggunaan font dan resolusi gambar yang digunakan dalam desain. Topik ini juga berkaitan dengan salah satu proyek yang saya kerjakan di YLSA, yaitu membuat sebuah guidelines untuk setiap jalur multimedia di SABDA.

Dibantu oleh Mas Pioneer yang berhati mulia itu, saya dimudahkan dalam hal bahan, sebab Mas Pioneer memberikan kumpulan bahan dan materi yang mendukung sehingga pengerjaan materi presentasi saya dapat terselesaikan tepat waktu. Tibalah hari untuk saya mempresentasikan materi yang sudah saya susun, saya sangat gugup, saya terus berpikir apakah saya bisa menyampaikannya dengan baik. Bahkan saya sampai berpikir untuk izin saja hari itu, sebab begitu gugupnya, hehe. Namun, saya terus dikuatkan karena satu hal yang saya percaya, yaitu Tuhan sedang terus mengajari saya untuk pantang menyerah, untuk tidak menjadi orang yang manja, dan untuk benar-benar bertanggung jawab atas tugas yang saya kerjakan. Hal itu lalu membuat saya semangat, membuat saya akhirnya dapat mengatasi rasa gugup yang saya rasakan. Presentasi akhirnya dapat saya lalui dengan lancar. Saya juga bersyukur atas feedback dan pertanyaan yang diberikan teman-teman staf SABDA. Saya menikmati presentasi itu sebagai cara Tuhan mendidik saya. Banyak tantangan yang saya hadapi untuk mengerjakan tugas presentasi ini, salah satunya adalah karena saya seorang yang tidak terlalu suka membaca, jadi saya harus memaksa diri untuk membaca materi dari berbagai sumber. Saya juga tipe orang yang tidak terlalu pintar menerangkan suatu hal kepada orang lain, jadi saya harus belajar untuk berbicara secara runtut dan terstruktur. Tantangan-tantangan itu memang menyulitkan, tetapi ketika saya melihatnya sebagai salah satu cara Tuhan mendidik dan memperlengkapi saya, saya bersyukur dan saya justru menganggap tantangan itu sebagai anugerah Tuhan untuk menolong saya menjadi alat-Nya yang baik, dan menjadi berkat bagi sesama. Terpujilah Tuhan.

Pelajaran dari TED-Mini di YLSA: Dua Kebohongan yang Menakutkan

RSS Blog SABDA - Sel, 04/02/2020 - 13:07

Mengakhiri Januari 2020 dengan excitement tinggi setelah berhasil melewati bulan pertama tahun 2020. Awal Februari, saya langsung dihadapkan dengan kebiasaan yang lumayan baru di kantor, yaitu presentasi TED-Mini. Sebenarnya, kebiasaan positif ini sudah berlangsung sejak tahun 2019 lalu (atau mungkin malah sudah ada sejak sebelum saya bergabung di sini). TED-Mini sendiri kurang lebih terinspirasi oleh kegiatan TEDx/talk (Technology, Entertainment, and Design), yang dimulai di Amerika pada tahun 1984. Semangat dari kegiatan TEDx/talk sendiri adalah Ideas Worth Spreading, yang berarti "sebuah ilmu atau ide akan lebih berguna apabila dapat disebarkan kepada banyak orang". Semangat inilah yang agaknya coba diadaptasi oleh Yayasan Lembaga SABDA (YLSA), secara khusus guna menanamkan kebiasaan melakukan riset serta meningkatkan kecakapan berbicara di depan publik (public speaking) untuk para staf di dalamnya. Meskipun hampir serupa dengan prinsip TED pada umumnya, yaitu "berbagi ide/ilmu apa pun", tetapi bedanya, TED-Mini di YLSA haruslah mengandung "nilai kebenaran dari Allah" (meskipun tidak selamanya harus tentang Alkitab dan Alkitab). Jadi, materi TED-Mini tidak hanya memuaskan sisi kognitif para audiens, namun juga bisa diambil pelajarannya. Setelah memaparkan terms and conditions pada pertemuan sebelumnya, hari Senin, 3 Februari 2020, pemateri pertama maju ke depan membawakan sebuah video dari Pastor Francis Chan bertajuk "Dua Kebohongan yang Menakutkan". Blog ini ditulis sebagai bentuk tanggapan sekaligus refleksi saya setelah menyaksikan video tersebut.

Saat saya membaca judul TED-Mini hari ini, saya mengira kalau dua kebohongan paling menakutkan adalah membohongi orang tua dan diri sendiri. Ternyata bukan itu. Kebohongan pertama adalah "Anda adalah orang baik". Kaget? Ya … sedikit. Memang benar manusia itu tidak sempurna, tetapi apakah tidak ada satu pun manusia yang baik di bumi ini? Ada, tetapi baik dalam ukuran sesama manusia. Di dalam videonya, Pastor Chan mengutip Roma pasal 3 yang menyatakan bahwa semua manusia di bumi adalah orang berdosa (menurut ukuran Allah). Untuk menentukan apakah sesuatu itu layak atau tidak layak, baik atau tidak baik, memang membutuhkan standar yang jelas, dan di sini standar Allah yang dipakai. Tentu saja kita semua tidak ada yang bisa memenuhi standar-Nya. Bahkan, di ayat 23 dikatakan "Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah" (Roma 3:23, TB). Itu berarti tidak ada satu pun dari kita yang "cukup" untuk dikatakan sebagai "orang baik" sesuai ukuran Allah. Dari sini, saya belajar untuk tetap beriman dalam Kristus karena pada ayat-ayat selanjutnya berbicara tentang penebusan dan pendamaian manusia dengan Allah melalui Yesus Kristus.

Kebohongan menakutkan selanjutnya adalah "Allah yang Mahakasih tidak mungkin menghukum kita". Pernyataan inilah yang paling memikat saya sehingga akhirnya mengajukan diri untuk menulis blog TED-Mini kali ini. Mengapa memikat? Karena saya tidak setuju kalau Allah yang Mahakasih adalah Allah yang lunak terhadap kesalahan dan pelanggaran. Pastor Chan mengutip kisah Nabi Nuh dan air bah. Bagaimana mungkin Allah yang begitu mengasihi manusia bisa menghukum ciptaan-Nya dengan cara mengerikan seperti itu? Jawabannya, tentu saja bisa. Allah kita adalah Allah yang Mahakasih, tetapi juga Allah yang Mahaadil. Dia menghukum dosa. Dalam kisah Nabi Nuh, Allah melihat semua manusia sudah menyimpang dari peraturan-Nya dan berbuat jahat. Kecuali Nabi Nuh sekeluarga, semua manusia pada zaman itu harus diadili, dan air bah adalah cara Allah mengadili mereka. Fakta bahwa Allah sanggup melakukan apa pun, termasuk untuk murka terhadap manusia, membuat saya sadar bahwa Allah punya perasaan. Dia pernah bersedih, seperti kita juga pernah merasa sedih. Allah kita adalah Allah yang melihat hati, yang berarti Dia juga punya hati. Sekali lagi saya menyatakan persetujuan bahwa Allah yang Mahakasih mungkin dan bisa untuk menghukum dosa yang kita perbuat.

Saya sangat merekomendasikan para pembaca untuk menyaksikan video berdurasi 4:59 menit ini. Sangat tegas, sederhana, tetapi benar-benar relevan dengan apa yang dialami oleh sebagian besar kita di dunia ini. Selamat menyaksikan dan Tuhan Yesus memberkati!

23 Januari 2020 -- Pertanian di Indonesia

RSS Kesaksian Doa - Rab, 22/01/2020 - 12:04
Start: 01/23/2020 12:01 am Timezone: Asia/Jakarta Start: 01/23/2020 12:01 am Timezone: Asia/Jakarta Sumber:  KADOS Januari 3/2020

Pertanian merupakan cara manusia untuk memenuhi kebutuhan primer berupa pangan. Di Indonesia, pertanian sendiri merupakan roda penggerak perekonomian jika melihat fakta bahwa sumber daya alam di Indonesia sungguh besar. Marilah berdoa kepada Tuhan Yesus agar pertanian di Indonesia terus berkembang baik dari segi sistem pengelolaan maupun tenaga yang diperlukan di bidang pertanian. Doakan pula agar pertanian Indonesia mampu mencukupi kebutuhan pangan masyarakat Indonesia bahkan dunia.

Rabu, 15 Januari 2020 -- Pakistan

RSS Kesaksian Doa - Sen, 20/01/2020 - 11:32
Start: 01/15/2020 12:01 am Timezone: Asia/Jakarta Start: 01/15/2020 12:01 am Timezone: Asia/Jakarta Sumber:  Opendoors Januari 2020

Undang-undang penistaan agama terkenal sering disalahgunakan untuk menargetkan orang percaya dengan tuduhan-tuduhan yang menyebabkan mereka dipenjara atau dibunuh. Orang-orang percaya takut mengekspresikan iman mereka secara bebas jika sesuatu yang mereka katakan disalahtafsirkan sebagai penghujatan.

read more

Selasa, 14 Januari 2020 -- Pakistan

RSS Kesaksian Doa - Sen, 20/01/2020 - 11:31
Start: 01/14/2020 12:01 am Timezone: Asia/Jakarta Start: 01/14/2020 12:01 am Timezone: Asia/Jakarta Sumber:  Opendoors Januari 2020

Pakistan adalah masyarakat yang sangat "M". Kelompok-kelompok radikal semakin berpengaruh dan didekati oleh partai-partai politik, tentara, dan pemerintah. Orang-orang percaya adalah sasaran serangan kekerasan oleh para ekstremis, dan diperlakukan sebagai "haram" oleh masyarakat pada umumnya. Berdoalah bersama kami agar Tuhan menyentuh hati para radikal dengan cara-Nya yang ajaib sehingga sikap mereka melunak, lalu menerima kehadiran orang percaya di sekitar mereka.

SABDA AWARENESS

RSS Blog SABDA - Mgu, 19/01/2020 - 10:23

Setelah melewati masa percobaan dua bulan, akhirnya pada Desember 2019, saya resmi menjadi staf tetap di SABDA. Sebagai informasi, pendidikan formal terakhir saya adalah Agroteknologi. Jadi sebenarnya, saya sangat "kesasar" berada di SABDA. Namun, sejak dahulu, Tuhan menanamkan kecintaan terhadap bidang literatur dalam diri saya. Tuhan jugalah yang menanamkan kerinduan untuk melihat Kerajaan Allah dinyatakan di antara suku-suku bangsa, terutama di Indonesia. Saya terus mendoakan kerinduan tersebut, sampai kemudian saya mengenal SABDA melalui aplikasi Alkitab, Tuhan memberikan kesempatan kepada saya di SABDA. Puji Tuhan!

Saya masuk menjelang perayaan ultah ke-25 dan langsung dilibatkan untuk mengurus booth Alkitab Kuno yang memaksa saya untuk belajar kilat. Saya juga mengikuti pelatihan menjadi penerjemah yang baik, pembuatan infografik, dan dubbing, lalu dilanjutkan dengan menjadi salah satu dubber untuk video animasi Kingstone Indonesia. Saya juga belajar membuat halaman HTML dan juga dipercaya menjadi humas SABDA YLSA. Saya juga dilibatkan dalam roadshow SABDA ke GSPdI Joyotakan. Dan, tentu saja, yang paling saya sukai adalah pengalaman menulis resensi buku, entry blog, menulis caption, serta menerjemahkan artikel. Selain urusan pekerjaan, saya juga merasa sangat senang dengan atmosfer yang ada di SABDA dan merasakan suasana kekeluargaan yang hangat. Setiap pagi, ada persekutuan doa dan pendalaman Alkitab bersama. Pada siang harinya, kami makan bersama. Kami juga melakukan outing dalam rangka perpisahan dengan adik-adik magang, dan pada akhir November 2019, kami merayakan Thanksgiving dan mendekorasi kantor dalam rangka menyambut Natal. Bukan hanya suasana kekeluargaan yang membuat saya merasa at home di SABDA, tetapi juga karena saya melihat bahwa Tuhanlah yang menjadi fokus dalam setiap gerak dan langkah SABDA. Hal itu semakin meneguhkan saya untuk berkomitmen di sini.

Kini, masa dua bulan telah berlalu. Masa percobaan diakhiri dengan presentasi. Topik yang dipresentasikan haruslah topik yang bermanfaat bagi pelayanan SABDA, biasanya bersifat agak teknis di bidang keahlian sang pembawa materi. Oleh sebab itu, saya kesulitan menentukan topik karena rasanya pengalaman saya di laboratorium mikrobiologi tidak bermanfaat banyak bagi pelayanan SABDA. Saya juga kurang yakin kalau pengalaman saya yang hanya sedikit di bidang literatur dapat memberikan sesuatu yang baru bagi para penulis, editor, dan penerjemah berpengalaman di SABDA. Jadi, saya meminta usulan topik dari para pemimpin SABDA, dan diberi usulan tentang SABDA Awareness.

Pada awalnya, saya agak skeptis apakah saya mampu mempresentasikannya di hadapan seluruh staf yang tentunya lebih mengenal SABDA dibandingkan saya. Sejujurnya, saya sangat gentar dan khawatir. Namun, Tuhan mengingatkan bahwa ini bukan tentang saya, melainkan tentang Dia dan pekerjaan-Nya. Jika Tuhan mengizinkan hal ini terjadi, berarti Ia menganggapnya penting untuk dilakukan dan Dia pula yang akan memberikan hikmat dan membuka segala jalan. Dengan berbekal keyakinan tersebut, saya mulai belajar tentang SABDA. Salah satunya dengan mewawancarai beberapa pemimpin dan staf untuk menggali lebih dalam, baik tentang keberadaan, peran, dan juga panggilan SABDA di bidang biblika dan literatur Kristen. Singkat cerita, presentasi berlangsung tanpa saya menahan satu kata pun dan harapan saya bahwa SABDA Awareness dapat dimulai dari internal SABDA terlebih dahulu sebelum kemudian dapat ditularkan kepada orang lain. Penyebarluasan awareness ini bukan hanya menjadi tanggung jawab humas dan manajer media sosial, tetapi juga menjadi tanggung jawab semua staf SABDA. Akan tetapi, ada satu catatan penting, yaitu bukan SABDA, sebagai lembaga, yang perlu diperkenalkan kepada khalayak luas, melainkan visi dan Pemberi visinya yang harus menjadi sorotan setiap kali orang mendengar tentang SABDA. To God be the glory!

Jadi, di sinilah saya sekarang, menjadi staf SABDA sambil terus belajar banyak hal baru untuk mengembangkan kapasitas diri agar lebih leluasa dipakai oleh-Nya. I will always be grateful for this chance to serve and will never take it for granted. Tuhan memberkati kita sekalian.

Minggu, 12 Januari 2020 -- Libya

RSS Kesaksian Doa - Kam, 16/01/2020 - 17:03
Start: 01/12/2020 12:01 pm Timezone: Asia/Jakarta Start: 01/12/2020 12:01 pm Timezone: Asia/Jakarta Sumber:  Opendoors Januari 2020

Buruh migran Kristen diizinkan bertemu bersama untuk beribadah di Libya, tetapi mereka selalu berisiko diserang oleh ekstremis "M" dan menghadapi diskriminasi dari masyarakat Libya. Tidak ada gereja untuk orang lokal, dan orang-orang percaya harus merahasiakan iman mereka. Jika mereka ditemukan, mereka akan diserang, bahkan dibunuh oleh keluarga mereka, komunitas, atau ekstremis "M".

read more

Sabtu, 11 Januari 2020 -- Libya

RSS Kesaksian Doa - Kam, 16/01/2020 - 17:03
Start: 01/11/2020 12:01 pm Timezone: Asia/Jakarta Start: 01/11/2020 12:01 pm Timezone: Asia/Jakarta Sumber:  Opendoors Januari 2020

Libya adalah negara yang sangat "M" dan terdiri satu suku saja, dan meninggalkan "M" dipandang sebagai pengkhianatan. Pemerintah mengklaim bahwa semua warganya adalah "M". Membawa Alkitab berbahasa lokal ke Libya atau membagikan Injil kepada orang "M" adalah ilegal. Keadaan anarki dan perang saudara di negara itu berarti bahwa aturan hukum nyaris tidak ada di Libya, dan para ekstremis "M" menyerang orang-orang percaya dengan bebas. Berdoalah bersama kami untuk keamanan agar hukum boleh dilaksanakan dengan seadil-adilnya.

Jumat, 10 Januari 2020 -- Libya

RSS Kesaksian Doa - Kam, 16/01/2020 - 17:02
Start: 01/10/2020 12:01 pm Timezone: Asia/Jakarta Start: 01/10/2020 12:01 pm Timezone: Asia/Jakarta Sumber:  Opendoors Januari 2020

Negara ke-4 dalam WWL 2019 ini memiliki sekitar 37.900 orang percaya, tetapi sebagian besar dari mereka adalah pekerja migran. Karena orang percaya harus merahasiakan iman mereka, sulit untuk mengetahui jumlah pasti mereka, tetapi diperkirakan ada sekitar 150.000-an.

read more

Rapat Kerja YLSA? Kami Menyebutnya Rapat Selebrasi!

RSS Blog SABDA - Kam, 16/01/2020 - 10:22

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengertian rapat kerja (raker) adalah "sidang untuk membahas masalah yang berkenaan dengan bidang pekerjaan yang dihadapi" atau "pertemuan staf untuk membahas hal-hal yang berhubungan dengan pelaksanaan tugas suatu instansi". Sejatinya, pada akhir tiap semester, Yayasan Lembaga SABDA (YLSA) memang rutin menggelar raker. Biasanya, yang dibahas adalah laporan dan pertanggungjawaban kerja divisi untuk kurun waktu satu semester. Oleh para staf dan pemimpin, raker ini digunakan sebagai titik penanda dari akhir satu periode kerja sekaligus awal periode kerja yang baru. Pada Desember 2019, dilaksanakanlah raker YLSA … eh, rapat selebrasi YLSA.

Dalam sejarahnya, yang saya tahu dan sempat sedikit mengalami, raker YLSA selalu berlangsung dalam suasana tegang. Hampir semua peserta raker mengalami ketegangan itu, apalagi bagi para koordinator yang maju untuk menyampaikan presentasi. Bahkan, saking tegangnya, terkadang sampai berderai air … oke, sudah cukup hiperbolanya. Intinya, meskipun inginnya diadakan dalam suasana santai, raker YLSA tetaplah rapat kerja yang tegang dan serius.

Lalu, mengapa raker kali ini disebut rapat selebrasi? Menurut saya, inilah alasannya. Kurang lebih dua bulan sebelumnya, YLSA memperingati hari jadinya secara meriah (bisa dibilang perayaan terbesar sepanjang sejarah YLSA berdiri) dengan tajuk "#SABDA25". Perayaan berjargon Celebrating God's Work ini adalah ucapan syukur atas banyaknya pekerjaan yang Tuhan percayakan kepada YLSA dan capaian selama 25 tahun. Jadi, semangat "merayakan ucapan syukur" ini terus kami kobarkan seusai perayaan #SABDA25, sampai kepada raker, yang akhirnya kami sebut sebagai rapat selebrasi akhir tahun 2019.

Oktober berlalu, November terlewati, datanglah Desember yang sudah dinanti-nanti. Rapat selebrasi dimulai dengan perenungan akan kata CARE (peduli). Kata CARE tidak hanya berarti memedulikan orang lain, selain diri sendiri, tetapi kata itu adalah singkatan dari: Community (customer + Church),Action (activity + alive), Resources (research + response), dan Education (enabling + equipped + engaged). Dalam kaitannya dengan YLSA, secara sederhana, CARE melandasi cara yayasan menanggapi isu maupun pelayanan yang dikerjakan.

Berikutnya adalah sesi laporan hasil kerja satu semester yang kali ini menyajikan wajah yang sedikit berbeda. Highlight capaian serta sesuatu yang paling disyukuri selama satu semester menjadi tajuk utama laporan setiap divisi. Diawali tim Biblical Computing (BC) dan diakhiri oleh tim Administrasi. Selain dua tim di atas, secara bergantian tim SABDA MEDIA, Proyek Alkitab SABDA (PAS), Digital Resources (DR), dan Digital Learning (DL) mempresentasikan laporannya. Karena raker kali ini hanya fokus untuk laporan, maka acara raker yang biasanya memakan waktu 2 hari, kali ini bisa diselesaikan dalam 1 hari saja. Rencananya, Januari 2020 raker akan dilanjutkan untuk membahas visi pelayanan 2020 sebagai proyeksi dari laporan yang sudah kami sampaikan dan tanggapan tren 2020.

Banyak capaian yang dihasilkan oleh masing-masing divisi dan patut dirayakan. SABDA MEDIA dengan proyek komik + proyek media first lainnya, Biblical Computing dengan berbagai macam situs dan aplikasinya, serta tim-tim lain dengan capaian mereka masing-masing. Wow! Namun, di balik semua ucapan syukur tersebut, terdapat pula challenges baru yang akan dihadapi di depan. Sudah pasti ini tidak mudah. Ibarat klub sepakbola, masa setelah rapat selebrasi YLSA adalah musim liga yang baru. Dengan suasana baru dan kualitas lawan yang berbeda, menjadikan sebuah klub tidak cukup hanya mengandalkan statistik performa atau capaian mereka pada satu atau 2 musim sebelumnya, tetapi juga wajib menyusun berbagai persiapan dan strategi menghadapi musim baru yang akan datang. Kiranya Tuhan Allah senantiasa menolong YLSA dalam melakukan pekerjaan tangan-Nya agar dapat terus menjadi saluran berkat bagi masyarakat Kristen di Indonesia. Praise to the Lord the Almighty!

SABDA BERNATAL DI SM GKJ BULU SUKOHARJO

RSS Blog SABDA - Sen, 13/01/2020 - 16:43

Sepanjang Desember 2019, sebagian besar masyarakat Kristen Indonesia mungkin akrab dengan tema ini: "Hiduplah sebagai Sahabat bagi Semua Orang". Ya, itu adalah tema yang dipakai oleh banyak gereja di Indonesia untuk Natal 2019. Meski itu adalah tema untuk 2019, tetapi perayaan Natal masih banyak yang dilangsungkan pada Januari 2020. Salah satunya adalah perayaan Natal Sekolah Minggu GKJ Bulu, pada Minggu, 5 Januari 2020 lalu. Gereja ini juga menggunakan tema di atas dalam perayaan Natal mereka. Pada kesempatan itu, tim SABDA diminta untuk membagikan firman Tuhan.

Sebelum libur Natal, saya meminta kepada Tika dan Ody untuk ikut dalam pelayanan hari itu. Jadi, selama liburan Natal, ada PR juga untuk saya dan Tika mempersiapkan materi. Ody akan membantu kami untuk hal-hal teknis, seperti dokumentasi video, foto, LCD, dsb.. Sebelumnya, kami sepakat untuk menggunakan bahan traktat "Tuhan Yesus Menyelamatkanmu" (TYM). Mengapa kami memilih traktat TYM?

Panitia menginformasikan bahwa yang akan hadir adalah anak-anak, mulai dari yang belum sekolah sampai SD. Oleh karena itu, salah satu bahan yang sangat cocok adalah TYM. Selain memiliki gambar yang sudah terbukti sangat menarik bagi anak-anak, TYM disusun dengan alur yang sederhana, tetapi mendalam, untuk menolong anak-anak melihat rangkaian keselamatan dari Tuhan Yesus secara lengkap. Mulai dari mereka dalam kandungan, keberdosaan mereka, ketidakmampuan mereka untuk hidup benar karena dosa, bagaimana mereka bisa lepas dari rantai dosa, sampai karya keselamatan Kristus melalui kelahiran, kematian, dan kebangkitan-Nya. Semua itu lengkap diulas dalam traktat TYM dengan bahasa dan gambar yang mudah dimengerti oleh anak.

Pada kesempatan ini, saya memberi pengantar terlebih dahulu tentang apakah anak-anak dapat menjadi sahabat bagi siapa saja, yang bahkan tidak dikenalnya? Rupanya, tidak semudah itu menurut mereka. Kemudian, Tika masuk dan menyampaikan perumpamaan Tuhan Yesus mengenai Orang Samaria yang Baik Hati. Setelah itu, kami kembali memperdalam cerita dengan mengajak anak melihat bagaimana Tuhan Yesus menginginkan kita menjadi sahabat, bahkan bagi orang yang tidak menyukai kita. Namun, apakah bisa? Bukan hanya bisa, tetapi itu adalah keharusan. Itu adalah perintah Allah, yaitu untuk mengasihi sesama manusia. Tuhan Yesus sendiri, bahkan sebelum kita mengenal-Nya, sudah mau mengorbankan nyawa-Nya. Dia lahir, hidup dalam dunia yang penuh dosa, disalibkan, dan mati karena mengasihi kita. Dia mau kita menjadi sahabat-sahabat-Nya. Dengan begitu, kita juga dapat dan harus menjadi sahabat bagi semua orang. Tuhan Yesus sudah terlebih dahulu mengasihi kita (1 Yohanes 4:19). Lalu, kami memutarkan video TYM agar anak-anak makin memahami arti kasih Tuhan dalam hidup mereka dan untuk mengajak mereka menerima Tuhan Yesus sebagai Juru Selamat mereka.

Sebagai penutup, kami mengundang anak-anak yang mau menjadi sahabat Tuhan Yesus dan sesamanya untuk berdiri dan berdoa. Guru-guru dan pengantar pun kami libatkan untuk mendoakan anak-anak ini. Setelah selesai berdoa, mereka semua berangkulan untuk menyatakan bahwa Tuhan Yesus adalah sahabat mereka, dan mereka adalah sahabat untuk teman-teman mereka. Puji Tuhan!

Kami bersyukur karena selain dapat menyampaikan firman Tuhan, kami juga berkesempatan berbagi tentang pelayanan YLSA kepada beberapa pengurus Komisi Anak SM GKJ Bulu. Kami menjelaskan tentang DVD Library Anak dan juga aplikasi Alkitab di HP. Saya berharap, ke depannya YLSA dapat memberikan pelatihan kepada guru-guru sekolah minggu GKJ Bulu tentang bagaimana mereka dapat melayani anak-anak SM pada era digital ini melalui bahan-bahan dari SABDA. Puji Tuhan, ada sambutan yang baik. Ya, ini akan menjadi follow up dari YLSA selanjutnya.

Saya melihat dalam 25 tahun pelayanannya, YLSA dapat masuk menyebarkan firman Tuhan dalam segala usia. Dan, untuk anak-anak, ini adalah salah satu target penting kami, sebab merekalah yang akan menjadi fondasi gereja masa depan. Oleh karena itu, saya sungguh berdoa kepada Tuhan agar firman yang telah didengarkan, media yang dilihat, dan bahan-bahan yang diberikan dapat menjadi alat Tuhan untuk membawa anak-anak ini makin mengenal Kristus. Oh ya, setiap anak juga kami bekali dengan tiga traktat dari SABDA, yaitu Tuhan Yesus Menyelamatkanmu, Hati yang Baru, dan Hatiku Rumah Kristus. Semoga itu menjadi bekal bagi mereka untuk dapat berbagi kasih Kristus kepada teman-teman mereka yang lainnya. Amin!

Kamis, 9 Januari 2020 -- Somalia

RSS Kesaksian Doa - Sen, 13/01/2020 - 13:59
Start: 01/09/2020 12:01 pm Timezone: Asia/Jakarta Start: 01/09/2020 12:01 pm Timezone: Asia/Jakarta Sumber:  Opendoors Januari 2020

Kebanyakan orang percaya Somalia menyimpan rahasia mereka sepenuhnya rapat-rapat. Jika ditemukan bahwa ada orang yang telah menjadi orang percaya, para militan pasti akan membunuh mereka di tempat. Terlepas dari risikonya, orang-orang Somalia mulai beriman kepada Yesus, beberapa di antara mereka dengan cara yang ajaib. Berdoalah bersama-sama kami agar Tuhan bekerja dengan cara-Nya yang ajaib sehingga jumlah orang percaya tetap bertambah secara ajaib.

Pages

Tinggalkan Komentar