Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

You are hererenungan / Apa Tujuan Hidup Anda?

Apa Tujuan Hidup Anda?


By suwandisetiawan - Posted on 20 June 2019

“Apa tujuan hidup Anda?”

Ini pertanyaan yang sering membuat kita perlu berpikir sejenak untuk menjawabnya. Kenapa? Karena terkadang kita bingung, bahkan lupa apa tujuan hidup kita.

Kita bangun pagi-pagi buta, berpakaian rapi, datang ke kampus atau kantor tepat waktu, rela lembur sampai malam, dan lain sebagainya, tetapi tidak tahu apa tujuan kita melakukan semua itu selain demi mendapat upah (nilai bagus, bonus, gaji).

Namun, benarkah tujuan hidup kita sebagai orang Kristen hanya sebatas itu?

Hidup: Balapan Tanpa Akhir atau Sungai yang Mengalir?

Mungkin ada di antara kita yang menjalani hidup tanpa tujuan jelas, layaknya sebuah program yang berjalan otomatis. Bangun tidur – kuliah / kerja – mengerjakan hobi – tidur – bangun – kuliah / kerja, dan demikian seterusnya, rutinitas itu berulang setiap hari.

Hidup semacam ini ibarat balapan di sirkuit tanpa ada aturan jelas berapa putaran yang harus ditempuh untuk mencapai garis akhir. Tak peduli si pembalap sudah berlatih keras, mempersiapkan mesin mobil dengan baik, dan mengenakan setelan khusus, saya yakin itu akan menjadi balapan paling membosankan di dunia.

Saya sering mendengar pernyataan, “Jalani hidup apa adanya. Ikuti arusnya seperti aliran sungai.” Ini sebenarnya mirip dengan hidup tanpa tujuan. Karena berpasrah mengikuti arus, kita tidak tahu arah mana yang dituju. Memang, bukan berarti hasilnya akan selalu buruk; bisa saja hasilnya baik. Namun, kecenderungannya adalah turun, seperti sifat air yang mengalir dari tempat tinggi ke tempat yang lebih rendah.

Jadi, di sinilah pentingnya tujuan hidup: untuk membuat kita terus bertahan hidup. Tanpa tujuan, hidup kita akan stuck, stagnan, dan pada dasarnya, seperti mati.

Hidup rohani kita juga bisa mengalami kemandekan atau kejenuhan serupa. “Kok, gini-gini aja, ya. Dari tahun ke tahun tidak ada pertumbuhan iman. Tidak ada karakter yang berubah. Rasanya semakin jauh dari Tuhan,” serta perasaan-perasaan negatif lainnya. Kita menjadi seorang Kristen tanpa tujuan.

Tujuan Hidup Orang Kristen

Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.” – Matius 22:37

Dari ayat di atas, jelaslah bahwa tujuan umat Kristen atau pengikut Kristus adalah mengasihi Tuhan. Inilah hukum yang terutama: mengasihi dengan hati, jiwa, dan pikiran kita berarti mengasihi Tuhan dalam semua aspek kehidupan kita.

Kenapa kita perlu mengasihi Tuhan?

Jawabannya sederhana: karena Tuhan sudah lebih dulu mengasihi kita.

Banyak sekali hal yang membuktikan betapa besar kasih Tuhan kepada kita. Salah satunya adalah penciptaan dunia di Kejadian 1. Sebelum Tuhan menciptakan manusia, Anda dan saya, Dia lebih dulu menyiapkan dunia untuk kita tinggali, tidak secara asal, tetapi dengan amat detail. Tuhan membuat terang, memisahkan air dan daratan, menciptakan tumbuhan dan binatang—hal-hal yang diperlukan manusia untuk bertahan hidup.
Bayangkan jika penciptaan-Nya dilakukan tanpa rencana. Misalnya, manusia diciptakan pertama kali. Tentu kita akan melayang-layang di angkasa tanpa sumber daya alam untuk diolah dan dikonsumsi, bukan?

“Dari satu orang saja Ia telah menjadikan semua bangsa dan umat manusia untuk mendiami seluruh muka bumi dan Ia telah menentukan musim-musim bagi mereka dan batas-batas kediaman mereka.” – Kisah Para Rasul 17:26

Tuhan mengatur sedemikian rupa hidup kita, bukan menciptakan kita dengan metode undian. Dia Allah yang memiliki tujuan, serta ahli dalam perencanaan. Dia punya rencana kenapa Anda, misalnya, lahir di Indonesia, sebagai suku A atau B, dan lain sebagainya. Barangkali jika kita meluangkan waktu untuk merenungkan dan mencatat apa saja wujud kasih Tuhan dalam hidup kita, daftarnya tidak akan pernah selesai.

Setelah paham kenapa kita mengasihi Tuhan, mari lanjut ke pertanyaan berikut.

Bagaimana cara mengasihi Tuhan?

Untuk dapat mengasihi, kita perlu mengenal secara pribadi siapa yang kita kasihi. Paling tidak, kita tahu apa bahasa kasihnya. Contohnya, ada teman yang merasa dikasihi ketika diberi hadiah. Ada juga teman yang biasa-biasa saja kalau dapat hadiah, tetapi ketika Anda memberinya kata-kata dukungan, dia merasa dikasihi.
Demikian pula hubungan kita dengan Tuhan: sudahkah kita mengenal-Nya secara pribadi? Apa yang Tuhan sukai? Apa yang membuat-Nya marah? Kira-kira, apa bahasa kasih Tuhan?

“Jadi sekarang, jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan firman-Ku dan berpegang pada perjanjian-Ku, maka kamu akan menjadi harta kesayangan-Ku sendiri dari antara segala bangsa, sebab Akulah yang empunya seluruh bumi.” – Keluaran 19:5

Ini adalah perkataan Tuhan kepada bangsa Israel ketika Dia menampakkan diri di Gunung Sinai. Dari ayat tersebut, kita tahu bahwa bahasa kasih Tuhan adalah didengar dan ditaati. Dia sangat suka ketika kita mendengar / membaca firman-Nya dan melaksanakan / berpegang pada firman itu. Yohanes 14:15 menyatakan bahwa jika kita mengasihi Tuhan, kita akan menuruti segala perintah-Nya.

Memang mudah untuk berkata, “Saya Kristen dan sangat mengasihi Tuhan.” Namun, sudahkah kita konsisten dan membaca firman Tuhan dengan serius? Dan, setelah kita mengerti, maukah kita segenap hati melakukannya? Jika belum, marilah kita bertobat, dan lakukan pertobatan itu dengan sungguh-sungguh.

Dengan memahami tujuan hidup kita sebagai orang Kristen dan tahu bagaimana cara mencapainya, hari-hari kita akan penuh gairah. Tidak ada kejenuhan; yang ada hanyalah rasa antusias dan optimis, karena kita punya hubungan yang intim dengan Tuhan.

Semoga tulisan ini dapat membantu Anda menentukan tujuan hidup Anda. Selamat menikmati perjalanan luar biasa bersama Tuhan!

Source : https://gkdi.org/blog/apa-tujuan-hidup/

Tags