Situs ini dibuat oleh YLSA (Yayasan Lembaga SABDA)
Utama | Alkitab | Referensi | Publikasi | Komunitas | Pendidikan
  Utama > Alkitab > Mini SABDAweb (Alkitab Firman Allah Yang Hidup)  
 
Mini SABDAweb adalah versi sederhana dari SABDAweb.
Untuk Alkitab online yang lebih lengkap dengan aneka versi Alkitab yang dapat dibaca secara paralel serta dukungan alat-alat Biblika (kamus, konkordansi, leksikon, peta), silakan kunjungi situs SABDAweb.
Untuk SABDAweb versi terbaru, yang bernama Alkitab SABDA, yang berisi bahan-bahan yang lebih lengkap lagi, disertai versi Alkitab yang jauh lebih banyak, silakan kunjungi situs Alkitab SABDA.
  Perjanjian Lama   Perjanjian Baru
Kejadian
Keluaran
Imamat
Bilangan
Ulangan
Yosua
Hakim-hakim
Rut
1 Samuel
2 Samuel
1 Raja-raja
2 Raja-raja
1 Tawarikh
2 Tawarikh
Ezra
Nehemia
Ester
Ayub
Mazmur
Amsal
Pengkhotbah
Kidung Agung
Yesaya
Yeremia
Ratapan
Yehezkiel
Daniel
Hosea
Yoel
Amos
Obaja
Yunus
Mikha
Nahum
Habakuk
Zefanya
Hagai
Zakaria
Maleakhi
Matius
Markus
Lukas
Yohanes
Kisah Para Rasul
Roma
1 Korintus
2 Korintus
Galatia
Efesus
Filipi
Kolose
1 Tesalonika
2 Tesalonika
1 Timotius
2 Timotius
Titus
Filemon
Ibrani
Yakobus
1 Petrus
2 Petrus
1 Yohanes
2 Yohanes
3 Yohanes
Yudas
Wahyu
 
 
2 Raja-raja

Dalam 2 Raja-raja terdapat 25 pasal :
1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25

6:1
 
PADA suatu hari berkatalah rombongan nabi muda kepada Nabi Elisa, "Sebagaimana yang Bapak lihat, asrama kami ini sudah terlalu sempit. Izinkanlah kami untuk membangun asrama baru di dekat Sungai Yordan, sebab di sana ada banyak kayu." Elisa menjawab, "Baiklah, laksanakanlah rencanamu itu."

6:2
 
(6-1)

6:3
 
"Bapak! Kami mohon agar Bapak ikut dengan kami," kata salah seorang dari mereka. Elisa menyahut, "Baiklah, aku akan ikut."

6:4
 
Setelah mereka tiba di tepi Sungai Yordan, mereka mulai menebang pohon.

6:5
 
Ketika sedang menebang pohon, mata kapak salah seorang di antara mereka terlepas dan jatuh ke dalam sungai. Ia berseru, "Bapak, kapak itu barang pinjaman."

6:6
 
Elisa bertanya, "Di manakah tempat jatuhnya?" Orang itu menunjuk tempat mata kapak itu terjatuh. Nabi Elisa memotong sebuah ranting dan melemparkannya ke dalam air. Mata kapak itu timbul sendiri ke permukaan air dan terapung!

6:7
 
Ia berkata, "Ambillah kapak itu!" Orang itu pun mengambilnya.

6:8
 
Pada suatu waktu, ketika raja Aram sedang berperang melawan Israel, ia berkata kepada para perwiranya, "Mari kita mengerahkan tentara kita di suatu tempat." (Dan ia menyebutkan nama tempat itu.)

6:9
 
Dengan segera Nabi Elisa, abdi Allah itu, mengutus orang kepada raja Israel untuk menyampaikan peringatan demikian, "Jangan lalu di tempat itu karena orang Aram sedang menyiapkan pasukan mereka di situ!"

6:10
 
Raja Israel mengutus orang pergi ke tempat itu untuk menyelidiki apakah yang dikatakan oleh Nabi Elisa itu benar atau tidak. Ternyata memang benar. (Demikianlah Elisa telah menyelamatkan dia dari kehancuran.) Hal itu terjadi beberapa kali.

6:11
 
Raja Aram menjadi heran dan marah. Ia memanggil perwira-perwiranya untuk menghadap. "Siapakah di antara kalian yang berkhianat dan memihak raja Israel? Siapakah yang telah memberitahukan rencana-rencanaku kepada raja Israel?" katanya.

6:12
 
Salah seorang perwiranya berkata, "Bukan kami, ya Baginda, melainkan Nabi Elisa di Israel. Dialah yang memberitahukan kepada raja Israel semuanya, bahkan kata-kata yang Baginda ucapkan di dalam kamar tidur Baginda."

6:13
 
Raja berkata kepadanya, "Pergilah dan carilah di mana orang itu. Aku akan mengirim sepasukan tentara untuk menangkap dia." Lalu datanglah laporan kepadanya bahwa Nabi Elisa ada di Dotan.

6:14
 
Maka raja Aram mengirim sepasukan besar tentara dengan banyak kereta dan kuda untuk mengepung kota itu.

6:15
 
Ketika pada keesokan harinya, pagi-pagi, pelayan Elisa bangun dan pergi ke luar, ia melihat di sekeliling kota itu pasukan tentara musuh dengan kuda dan kereta mereka. Ia berkata kepada Elisa, "Wah, celaka Tuan, apa yang harus kita lakukan sekarang?"

6:16
 
Elisa menjawab, "Jangan takut karena yang menyertai kita lebih besar daripada yang menyertai mereka!"

6:17
 
Lalu berdoalah Elisa, "TUHAN, bukakanlah matanya agar ia dapat melihat!" TUHAN membukakan mata pelayan itu sehingga ia dapat melihat kuda-kuda berapi dan kereta-kereta berapi di sekitar gunung tempat tinggal Elisa!

6:18
 
Pada saat tentara Aram bergerak maju, Elisa berdoa, "TUHAN, butakanlah mata mereka itu." TUHAN mengabulkan doanya; mereka dibutakan.

6:19
 
Lalu Elisa pergi ke luar dan berkata kepada mereka, "Kalian salah jalan! Ini bukan kota yang kalian cari! Ikutlah aku dan aku akan membawa kalian kepada orang yang sedang kalian cari." Maka ia menghantar mereka ke Kota Samaria!

6:20
 
Segera setelah mereka tiba di Samaria, Elisa berdoa, "TUHAN, bukakanlah mata mereka sekarang supaya mereka dapat melihat." TUHAN mengabulkan doanya. Mereka melihat, dan menjadi sangat heran karena mendapati diri mereka berada di Kota Samaria, ibu kota Israel!

6:21
 
Ketika raja Israel melihat mereka, ia bertanya kepada Nabi Elisa, "Bapak, bolehkah aku membunuh mereka?"

6:22
 
"Jangan!" jawab Elisa kepadanya. "Pantaskah kita membunuh para tawanan perang? Berilah mereka makan dan minum, kemudian suruhlah mereka pulang."

6:23
 
Raja menyediakan perjamuan besar bagi mereka, kemudian membiarkan mereka pulang kepada rajanya. Sejak itu tentara Aram tidak lagi menyerang Israel.

6:24
 
Akan tetapi beberapa waktu sesudah itu Raja Benhadad dari Aram mengerahkan seluruh pasukannya untuk mengepung Kota Samaria.

6:25
 
Akibatnya terjadilah bala kelaparan yang hebat di dalam kota. Setelah beberapa lama dikepung, sebuah kepala keledai harganya mencapai delapan puluh syikal (912 gram) perak, sedangkan seperempat kab kotoran burung merpati (kira-kira setengah liter) harganya lima syikal (57 gram) perak.

6:26
 
Pada suatu hari, ketika raja Israel sedang berjalan di atas tembok kota, seorang perempuan berseru kepadanya, "Ya, Baginda, tolonglah kami!" Raja menjawab, "Kalau TUHAN tidak menolong engkau, bagaimana aku dapat menolong engkau? Dengan gandumkah? Atau dengan air anggurkah? Tetapi, apa sebenarnya persoalanmu?" Perempuan itu mengemukakan persoalannya, "Perempuan ini telah mengusulkan agar kami memakan anak hamba, lalu keesokan harinya kami akan memakan anaknya. Kami berdua telah memasak anak hamba dan memakannya. Tetapi keesokan harinya, ketika hamba berkata kepadanya, 'Bunuhlah anakmu agar kita memakannya,' perempuan ini malah menyembunyikan anaknya." Setelah mendengar penuturan perempuan itu, raja merobek jubahnya. Orang-orang melihat bahwa raja mengenakan pakaian kabung.

6:27
 
(6-26)

6:28
 
(6-26)

6:29
 
(6-26)

6:30
 
(6-26)

6:31
 
"Biarlah Allah menghukum aku lebih berat lagi, apabila aku tidak memenggal kepala Elisa pada hari ini juga."

6:32
 
Nabi Elisa sedang duduk di rumahnya sambil berbincang-bincang dengan para tua-tua Israel, ketika raja mengirim utusan untuk memanggil dia. Sebelum utusan itu tiba, Nabi Elisa berkata kepada para tua-tua itu, "Si pembunuh itu telah mengutus orang untuk memenggal kepalaku. Apabila ia datang, tutuplah pintu supaya ia tidak masuk, karena raja pun akan segera datang menyusul di belakang mereka."

6:33
 
Sementara Elisa masih berbicara, tibalah utusan raja itu, disusul oleh raja. Raja berkata kepada Nabi Elisa, "TUHANlah penyebab kekacauan ini, untuk apa aku berharap kepada TUHAN lagi?"
Firman Allah Yang Hidup:
Alkitab dalam Bahasa Sehari-hari
(c) Yayasan Kalam Hidup 1989
diterbitkan atas kerja sama dengan
Living Bibles International (c) 1989
  • Baca 2 Raja-raja pasal 6 di Alkitab versi Terjemahan Baru
  • Read 2 Kings chapter 6 in Authorised Version (King James Version) Bible
  • Baca 2 Raja-raja pasal 6 di Alkitab SABDA, pusat studi Alkitab dengan ratusan bahan yang saling terintegrasi
  • Baca 2 Raja-raja pasal 6 di Alkitab.mobi, situs Alkitab SABDA versi HP
  •  

    Laporan Masalah/Saran