Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://www.sabda.org/publikasi/misi/2018/06

e-JEMMi edisi No. 06 Vol. 21/2018 (26-6-2018)

Media dan Penginjilan

Media dan Penginjilan
e-JEMMi -- Edisi 06/Juni/2018
 

e-JEMMi

DARI REDAKSI:

Media, Ladang Baru Penginjilan

Perkembangan informasi dan teknologi yang pesat membawa revolusi budaya dan paradigma kepada dunia. Perubahan tidak hanya terjadi pada gaya hidup, komunikasi, dan akses informasi, tetapi juga menyentuh berbagai wilayah kehidupan. Gereja pun tidak terlepas dari arus perubahan besar ini. Cara-cara kita bergereja, berkomunitas, melakukan disiplin rohani, serta melaksanakan Amanat Agung tidak akan terlepas dari perubahan yang dibawa oleh teknologi. Berbagai platform aplikasi dan media sosial kini dapat menjadi jalur yang semakin memudahkan kita untuk menyampaikan Kabar Baik dan keselamatan. Kita dapat bermisi melalui ujung jari dengan gawai yang kita miliki, dan perbedaan geografi, bahasa, budaya, jarak, dan waktu tidak lagi menjadi halangan. Dunia saat ini dapat kita lihat sebagai "kampung besar" (global village), yang tidak lagi memiliki batasan dan perbedaan berarti. Kini, tantangannya justru berada pada diri kita sendiri. Mampukah kita menjadikan media teknologi sebagai alat dan menjadi tuan atasnya untuk membantu mencapai tujuan kita dalam memperbesar Kerajaan Allah? Jika kita siap dan bersedia, ladang baru sudah terbentang luas di hadapan kita. Mintalah hikmat kepada sang Empunya tuaian untuk memberikan hikmat kepada kita sebagai pekerja di ladang misi-Nya.

N. Risanti

Pemimpin Redaksi e-JEMMi,
N. Risanti

 

ARTIKEL
Peranan Media dalam Injil dan Pemberitaannya

Kita akan berhenti sejenak dari topik blog yang biasanya dan menghadirkan bagi Anda sebuah kiriman yang mungkin akan Anda apresiasi.

Pada musim gugur terakhir, beberapa dari kami di Masterworks diminta menghadiri Lausanne Global Consultation mengenai media dan Injil di Brea, California. Tujuannya adalah mengumpulkan para profesional bidang media di seluruh dunia untuk membicarakan dampak media terhadap Injil.

Satu hasil dari konsultasi tersebut terangkum dalam artikel berikut yang meringkaskan diskusi kami mengenai peranan media digital dan sosial dalam penginjilan. Semoga artikel ini memberi informasi dan inspirasi bagi Anda.

Selamat membaca,
Dave Raley

Peranan Media Digital dan Sosial dalam Penginjilan

Media sosial dan digital memainkan peranan yang kian penting dalam penginjilan. Peranan tersebut berbeda dalam tiga tahap yang berkesinambungan: menabur, menuai, dan memuridkan. Setiap saat, ratusan dari jutaan umat manusia secara global berada pada masing-masing tingkatan dalam iman Kristen mereka -- mulai dari tahap sama sekali tidak tertarik dengan kekristenan hingga iman yang matang dan bertumbuh.

Menabur -- Pada tahap ini (yang dapat juga disebut prapenginjilan), orang tidak mencari Yesus secara aktif. Namun, media digital dan sosial dapat memainkan peran dalam memengaruhi pandangan tentang kekristenan dan menciptakan lingkungan yang dapat membangun keterbukaan rasa ingin tahu untuk dapat mendekati orang.

Menuai -- Bagi tujuan kita, tahap menuai terbentang dari masa ketika seseorang mencapai titik ketika mereka mulai mencari jawaban hingga mengambil keputusan untuk mengikut Kristus. Media digital dan sosial menyediakan lingkungan yang unik dan aman bagi orang-orang untuk bergumul dan bertanya, sering kali dengan cara yang lebih rentan karena adanya kesadaran akan keadaan anonim serta keamanan teknologi.

Memuridkan -- Setelah seseorang menjadi percaya, perjalanan seumur hidup benar-benar dimulai. Media digital dan sosial dapat membantu orang terhubung dengan gereja setempat, menyediakan sumber dan relasi untuk memperdalam iman, serta menyediakan dorongan dan alat-alat untuk membagikan Kristus dengan orang lain. Tahap ini menjadi ujung siklus yang berputar kembali ke menabur.

Aspek Kunci Media Digital dan Sosial

Berikut ini beberapa peranan kunci dari media digital dan sosial yang dapat dimainkan dalam pekerjaan penginjilan.

Autentisitas

Kita harus menjadi orang Kristen di dunia maya, seperti juga di dunia nyata supaya teman-teman kita tahu kalau kita orang Kristen, bahkan di Facebook.

Kerentanan dan Kesadaran akan Anonimitas

Suatu peristiwa psikologis yang mendalam terjadi ketika seseorang mencari jawaban dari pertanyaan yang sukar menggunakan media digital atau sosial. Mereka sering kali mau tampil lebih rentan dan transparan daripada melalui media lain (misalnya tatap muka atau telepon).

Dugaan kami adalah karena keyboard berfungsi sebagai semacam penghalang antara kita dan dunia, bahkan ketika kita melakukan live chat dengan orang lain yang tidak dikenal. (Untuk melihat presentasi yang mengagumkan tentang fenomena ini, lihat: An Anthropological Introduction to YouTube).

Kemudahan Pencarian

Google telah mengubah kehidupan kita secara mendasar. Mungkin, dahulu Google berawal sebagai cara mudah mencari informasi. Akan tetapi, ketika pencarian mulai menjadi bentuk pertanyaan-pertanyaan eksistensial -- misalnya "Siapakah Yesus?" -- Anda dapat melihat bahwa "googling" kini sudah memiliki makna peranan baru.

Hal ini membuat kemudahan pencarian menjadi kebutuhan mendesak di dunia masa kini. Dengan menciptakan konten yang baik dan menggunakan teknik search engine optimization (SEO), Anda dapat menaruh Kabar Baik begitu dekat dengan pencarian global.

Penginjilan Tidak Langsung

Khususnya pada tahap menabur, sangat penting untuk diingat bahwa konten Anda tidak perlu secara eksplisit bernuansa penginjilan. Faktanya, Anda bisa berpendapat bahwa sebagian besar penjangkauan digital dan sosial pada tahap menabur seharusnya tidak terang-terangan berupa penginjilan.

Contoh penginjilan tidak langsung ialah Mom Blogger dengan pelanggan sangat banyak, yang tidak menginjili secara terbuka, tetapi tidak dapat disangkal dia adalah orang Kristen, dan pada kesempatan-kesempatan tertentu mengunggah konten kristiani. Atau, bintang reality show televisi yang jelas-jelas menunjukkan imannya dengan cara yang menawan.

Berbagai Platform

Pada tahap menuai dan memuridkan, berbagai platform menyediakan berbagai sarana bagi kita untuk menjangkau orang dengan jumlah besar. Teknologi meliputi laman web, chat rooms, pesan singkat, video, kurikulum, lokasi, dan masih banyak lagi. Jesus.net hanya salah satu contoh. YesHeIs menyusun konten yang dapat di-repost oleh penggunanya di platform mereka masing-masing.

Pendekatan Open Source

Terlalu banyak bidang pelayanan menggunakan teknologi dan berbagai sarana dengan pola pikir yang egois. Mereka melihat ke dalam untuk membangun peralatan dan teknologi yang memadai tanpa mempertimbangkan apa yang ada di marketplace. Mereka tidak berbagi dengan pelayanan lainnya. Terlalu banyak sumber daya terbuang sia-sia dengan terus-menerus mengulang siklus, bukannya bekerja sama dan menggunakan teknologi yang sudah ada untuk mencapai tujuan.

Memanfaatkan Berita Dunia/Momen Budaya/Meme

Kita hidup di dunia tempat berita terhangat menarik perhatian dalam skala besar. Ketimbang berusaha merebut perhatian publik kepada kita, semestinya kita mempertimbangkan untuk memanfaatkan peristiwa-peristiwa dunia dan momen kultural yang ada untuk memberitakan Injil, khususnya pada tahap menabur dan menuai.

Misalnya, setelah penyanyi Miley Cyrus menampilkan performa yang tidak senonoh pada MTV Music Awards tahun ini, Focus on the Family (sebuah situs Kristen - Red.) merespons dengan menulis blog dari perspektif seorang ayah, pada Blog Dad Matters mereka. Dalam sehari, satu kiriman tersebut menghasilkan pengunjung dan perhatian lebih banyak daripada yang biasanya diterima blog dalam sebulan.

Dan, sebagai topik non-penginjilan, kiriman itu memberi kesempatan kepada Focus on the Family untuk menghadirkan suara menakjubkan yang dapat membuka percakapan yang mengarah pada Yesus.

Konten

Hari ini, konten yang berkualitas adalah raja -- hal itu menjadi pokok kesuksesan Anda dalam menjangkau dan memengaruhi orang pada media digital dan sosial. Kekristenan adalah kisah terbesar yang pernah diceritakan. Alkitab memberi kita konten tentang setiap isu terkait dengan kondisi manusia. Sebagai orang Kristen yang bijak dan kreatif, kita perlu berkomitmen untuk menciptakan dan membagikan konten penginjilan untuk ketiga tahap tadi: menabur, menuai, dan memuridkan. (t/Joy)

Download Audio

Diterjemahkan dari:
Nama situs : Masterworks
Alamat situs : http://masterworks.com/2014/05/medias-role-in-the-gospel-and-evangelism/
Judul asli artikel : Media?'s Role in the Gospel and Evangelism
Penulis artikel : Dave Raley
Tanggal akses : 4 September 2017
 

KESAKSIAN MISI
Hidup Adalah Kristus

Peter merasa dia harus melakukannya apa pun risikonya. Dia suka bepergian dengan pamannya, Michael, seorang penginjil di Filipina, ke desa-desa terpencil tempat orang-orang begitu lapar untuk mendengar tentang Kristus.

Perjalanan ke desa-desa itu penuh petualangan dan sekaligus berbahaya, menjelajah hutan yang lebat selama berjam-jam. Rakyat Filipina sudah lama diteror oleh New People's Army, kaki tangan Partai Komunis. Sering kali, Peter dan pamannya harus bersembunyi agar selamat dari bahaya. Peter mengasihi anak-anak dan senang melihat bagaimana antusiasnya mereka saat mereka pada akhirnya memahami betapa Allah mengasihi mereka.

Pada hari Jumat Agung, New People's Army berketetapan untuk mengakhiri pelayanan Paman Michael. Mereka menangkap Peter dan mengancam untuk membunuhnya jika pamannya tidak berhenti memberitakan Kristus. Orang tua Peter menjawab, "Kami tidak dapat meminta Michael untuk menghentikan pekerjaannya. Namun, kami memohon agar kalian mengembalikan anak kami. Dia tidak bersalah apa-apa."

Pada akhirnya, dengan tangan terikat di belakang tubuhnya, Peter mendengar orang tuanya berkata kepada para tentara itu, "Hidup adalah Kristus, dan mati adalah keuntungan."

Dengan kata-kata itu, Peter pulang untuk bertemu dengan Juru Selamatnya pada Jumat Agung yang kelabu itu. Setelah peristiwa itu, Paman Michael masih terus memberitakan kuasa kasih Kristus dan menceritakan kepada orang-orang di pegunungan tentang keponakannya yang masih muda dan setia yang bernama Peter.

Risiko adalah masalah pilihan. Ada orang yang mempertaruhkan kekayaannya pada hal-hal duniawi seperti: hasil pertandingan sepak bola, bola basket, atau pacuan kuda. Ada juga yang mempertaruhkan hidup dan kesehatan mereka dengan memilih aktivitas yang tidak memiliki nilai kekekalan.

Kristus memanggil orang untuk memilih sesuatu yang sangat berbeda. Dia mengatakan bahwa kita harus memilih untuk mempertaruhkan kenyamanan duniawi kita agar dapat memperoleh hadiah surgawi dalam melakukan kehendak-Nya. Melakukan kehendak-Nya membuahkan hadiah yang jauh lebih besar daripada uang tunai, keseruan berjudi, atau rasa nyaman yang palsu yang datang dari kesenangan duniawi.

Orang yang melepaskan apa yang tidak dapat dia pertahankan untuk memperoleh apa yang dia tidak dapat kehilangan, bukanlah orang yang bodoh.

(Diambil dari Devosi Total, Suara Martir - Voice of Martyrs)

Diambil dari:
Nama situs : Cahaya Pengharapan
Alamat situs : http://www.cahayapengharapan.org/old/kesaksian_​hidup/texts/hidup_​adalah_​kristus.htm
Judul asli artikel : Hidup adalah Kristus
Penulis artikel : Tidak dicantumkan
Tanggal akses : 23 Oktober 2017
 
Stop Press! Ikutilah Diskusi Misi di Grup Facebook e‑Misi!

"Kita harus memiliki gereja abad ke-21 apabila kita berada pada abad ke-21."

Dalam pelayanan, beberapa hal tidak boleh berubah, tetapi hal-hal lain harus terus berubah. Pesan kita tidak boleh berubah, tetapi cara kita menyampaikan pesan tersebut harus terus diperbarui untuk menjangkau setiap generasi baru. Dengan perkataan lain, pesan transformasi kita tidak boleh berubah, sementara transformasi penyajian kita harus bersifat terus-menerus, beradaptasi dengan bahasa-bahasa budaya baru kita.

Gambar: Facebook Grup Kepemimpinan Kristen

Untuk bergumul dan belajar bersama tentang bagaimana menjangkau dunia yang berubah dengan firman Tuhan yang tidak berubah, Facebook Grup e-Misi mengajak rekan-rekan semua untuk turut berdiskusi dalam komunitas Misi. Diskusi akan dimulai pada 23 Juli 2018, dengan jumlah peserta maksimal 20 orang. Jika rekan-rekan tertarik, silakan mendaftarkan diri ke:

Email e-JEMMi
Join Grup e-Misi
Facebook e-Misi
 
Anda terdaftar dengan alamat: $subst('Recip.EmailAddr').
Anda menerima publikasi ini karena Anda berlangganan publikasi e-JEMMi.
misi@sabda.org
e-JEMMi
@sabdamisi
Redaksi: N. Risanti, Amidya, Lena L., dan Yulia Oeniyati
Berlangganan | Berhenti | Arsip
BCA Ps. Legi Solo, No. 0790266579, a.n. Yulia Oeniyati
©, 2018 -- Yayasan Lembaga SABDA
 

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org