Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/misi/2017/12

e-JEMMi edisi No. 12 Vol. 20/2017 (19-12-2017)

Misionaris Pertama

e-JEMMi -- Edisi 12/Desember/2017
 
Misionaris Pertama
e-JEMMi -- Edisi 12/Desember/2017
 

e-JEMMi

DARI REDAKSI:

Mengikuti Jejak Sang Misionaris Pertama

Shalom,

Yesus adalah misionaris yang Allah utus ke dalam dunia untuk menggenapi janji keselamatan Allah bagi manusia. Ia tidak hanya datang untuk membuat mukjizat dan kesembuhan dalam pelayanan misi-Nya, tetapi terlebih untuk menyerahkan diri sebagai korban penebusan dosa manusia. Dalam pelaksanaan misi Allah, Yesus adalah buah pertama dan teladan kesempurnaan, yang kemudian mengutus para rasul untuk mewartakan karya penebusan-Nya ke seluruh dunia. Tugas yang telah Yesus awali tersebut tentu saja tidak hanya berhenti sampai kepada para rasul karena panggilan yang sama untuk memberitakan Injil masih terus berlanjut kepada kita sampai hari ini. Panggilan itu menjadi "privilege" yang tidak boleh kita sia-siakan karena dengan menjalaninya, kita menjadi rekan sekerja Kristus untuk mewartakan keselamatan yang kekal dan mulia dari Allah. Meski harga untuk mengikuti panggilan tersebut amatlah mahal dan menyertakan penderitaan di dalamnya, tetapi kita sudah menerima upah sebelumnya. Apa pun penderitaan yang harus kita tempuh dan lalui di dunia ini, sesungguhnya tidak sebanding dengan kemuliaan kekal yang kita terima bersama-Nya. Karena itu, melakukan misi haruslah menjadi atribut bagi orang-orang percaya yang hidup mengikuti jejak Kristus.

Selamat Natal 2017 kami ucapkan kepada pembaca e-JEMMi terkasih di mana pun Anda berada. Kasih dan karya Kristus kiranya selalu menggerakkan hati kita untuk melangkah mengikuti jejak-Nya. Imanuel!

N. Risanti

Pemimpin Redaksi e-JEMMi,
N. Risanti

 

ARTIKEL
Misionaris Kristen Pertama

Eksposisi Matius 10:1-15

Seorang tokoh Baptis Inggris abad ke-18, William Carey, sering disebut sebagai "Father of Modern Missions" atau Bapak Misi Modern. Ia memulai gerakan misi modern dengan suatu khotbah yang meminta jemaat Baptist di Inggris untuk meninggalkan pandangan mereka bahwa jika Allah akan mengubah orang-orang yang belum percaya, Dia akan melakukannya tanpa bantuan kita. Khotbah ini meminta orang Kristen untuk menggunakan sarana penyebaran Injil di antara orang-orang belum percaya. Dia meminta para pendengarnya untuk mengharapkan hal-hal besar dari Allah dan mengusahakan hal-hal besar untuk Allah.

Namun, panggilan Carey sebenarnya gema dari panggilan awal Yesus untuk menyebarkan Injil ke seluruh dunia. Yesus sendiri adalah misionaris pertama, yang diutus oleh Allah ke dunia ini.

Galatia 4:4-5, "Akan tetapi, ketika hari penggenapan tiba, Allah mengutus Anak-Nya, yang lahir dari seorang perempuan dan lahir di bawah hukum Taurat, untuk menebus mereka yang ada di bawah hukum Taurat, supaya kita dapat menerima pengangkatan sebagai anak-anak-Nya."

Kemudian, Yesus mengutus murid-murid-Nya dan selanjutnya mengutus kita:

Yohanes 20:21, "Seperti Bapa mengutus Aku, Aku juga mengutus kamu."

Teks pagi ini berisi kisah tentang para misionaris Kristen pertama. Mereka adalah misionaris karena kata "rasul" yang digunakan untuk menggambarkannya mengacu pada orang-orang yang "diutus untuk suatu misi". Mereka adalah orang Kristen karena mereka diutus oleh Kristus dengan suatu berita tentang kerajaan Kristus. Dan, mereka adalah yang pertama karena mereka adalah orang-orang pertama yang diutus oleh Kristus untuk melakukan misi.

Dalam teks ini, Yesus mengutus orang-orang tertentu ke tempat tertentu untuk tujuan tertentu. Namun, terlepas dari perbedaan situasinya, masih ada cukup banyak kesamaan untuk kita pelajari dari misi mereka.

Di sini, kita melihat para misionaris, ladang misi, dan misi mereka yang pertama.

Yesus memanggil kedua belas murid-Nya. Ia memberikan kepada mereka kuasa atas roh-roh najis untuk mengusir roh-roh itu dan untuk menyembuhkan segala macam penyakit maupun segala macam kesakitan. Inilah nama kedua belas rasul itu: Yang pertama, Simon yang disebut Petrus, dan Andreas saudaranya, dan Yakobus anak Zebedeus, dan Yohanes saudaranya, Filipus, dan Bartolomeus, Tomas, dan Matius si pengumpul pajak, Yakobus anak Alfeus, dan Tadeus, Simon orang Zelot, dan Yudas Iskariot yang mengkhianati Yesus. Yesus mengutus kedua belas rasul itu dan memerintahkan kepada mereka, “Jangan pergi ke jalan bangsa-bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria, melainkan pergilah kepada domba-domba yang tersesat dari antara umat Israel. Dan, selama kamu pergi, beritakanlah dengan berkata, ‘Kerajaan Surga sudah dekat.’ Sembuhkanlah yang sakit, hidupkanlah yang mati, tahirkanlah yang kusta, dan usirlah roh-roh jahat. Kamu menerima dengan cuma-cuma, berikanlah dengan cuma-cuma. Jangan kamu membawa emas, atau perak, atau tembaga dalam ikat pinggangmu, atau tas untuk perjalanan, atau dua helai baju, atau sandal, atau tongkat sebab seorang pekerja pantas untuk makanannya. Dan, di kota atau desa mana pun yang kamu masuki, selidikilah siapa yang layak di dalamnya dan tinggallah di sana sampai kamu berangkat. Ketika kamu memasuki rumah itu, berikanlah salam. Dan, jika rumah itu layak, biarlah damai sejahteramu turun atasnya, tetapi jika tidak, biarlah damai sejahteramu kembali kepadamu. Dan, siapa saja yang tidak menerima kamu atau tidak mau mendengar perkataanmu, ketika kamu keluar dari rumah atau kota itu, kebaskanlah debu kakimu. Aku mengatakan yang sebenarnya kepadamu bahwa pada hari penghakiman, tanah Sodom dan Gomora akan lebih bisa menanggungnya daripada kota itu.” (Matius 10:1-15)

I. Para Misionaris (Ay. 1-4)

Para misionaris pertama (yang diutus Kristus - Red.) tidak lain adalah dua belas murid Yesus. Ini adalah sebutan pertama untuk kedua belas orang tersebut, walaupun pemanggilan Petrus, Andreas, Yakobus, Yohanes, dan Matius dicatat dalam pasal-pasal sebelumnya. Pada titik ini, Yesus jelas memanggil kedua belas murid-Nya. Dalam teks ini, Dia memberikan amanat untuk misi tertentu. Kedua belas orang ini, seperti yang saya katakan sebelumnya, disebut sebagai "rasul" yang berarti mereka diutus ke dalam suatu misi. Daftar kedua belas orang itu menarik (lihat Markus 3:16-19; Lukas 6:13-16; Kisah Para Rasul 1:13). Simon Petrus selalu disebutkan di atas. Ada tiga kelompok dari empat orang yang selalu tampil bersamaan. Petrus, Andreas, Yakobus, dan Yohanes selalu berada di urutan pertama dari empat. Ini bukan hanya karena merekalah yang pertama dipanggil oleh Yesus, melainkan karena ketenaran mereka dalam pelayanan Yesus dan sesudahnya. Yudas Iskariot selalu disebutkan terakhir, yang seharusnya tidak menjadi misteri bagi kita. Menarik bahwa hanya dalam catatan Matius, Matius sendiri disebut sebagai "pemungut cukai". Saya percaya ini disertakan oleh Matius sebagai ungkapan rasa heran bahwa dia, meskipun orang berdosa, dipanggil oleh Yesus. Hal yang paling mencolok dari daftar pria ini adalah kebiasaan mereka. John MacArthur telah menulis buku tentang pria-pria ini yang berjudul sederhana, Twelve Ordinary Men, dan mereka pastinya begitu. Nelayan, pemungut cukai, bukan siapa-siapa. Inilah jenis orang yang Yesus panggil sebagai misionaris. Dengan kata lain, orang-orang seperti Anda dan saya. Rasul Paulus menulis dalam 1 Korintus 1:26-31:

"Lihatlah keadaanmu ketika kamu dipanggil, Saudara-saudara, tidak banyak yang bijaksana menurut daging, tidak banyak yang berkuasa, tidak banyak yang terpandang. Akan tetapi, Allah sudah memilih hal yang bodoh dari dunia untuk mempermalukan yang bijaksana, dan Allah memilih apa yang lemah dari dunia untuk mempermalukan yang kuat; Dan Allah memilih yang tidak terpandang dari dunia dan dipandang rendah, bahkan hal-hal yang tidak berarti, untuk meniadakan hal-hal yang berarti, supaya setiap manusia tidak dapat bermegah di hadapan Allah. Oleh karena Dia, kamu ada dalam Yesus Kristus, yang untuk kita dijadikan hikmat, kebenaran, kekudusan, dan penebusan dari Allah, supaya seperti ada tertulis: 'BIARLAH ORANG YANG MEMEGAHKAN DIRI, BERMEGAH DALAM TUHAN.'"

Ada suatu metode di balik kegilaan dari pemilihan Allah atas orang-orang seperti Anda dan saya. Hal ini agar tidak ada manusia yang dapat bertahan di hadirat Allah dan membanggakan kelayakan mereka. Sebaliknya, semua kemuliaan tertuju kepada Allah dan Allah saja! Kita tidak berani melewatkan pelajaran ini dari pemanggilan murid Yesus dan tugas mereka sebagai misionaris Kristen pertama. Jika Anda adalah orang percaya, Anda juga telah ditugaskan oleh Kristus dalam Matius 28:19. Misi ini belum lengkap. Panggilan masih berlanjut. Kita harus memperhatikan panggilan itu. Kita adalah "misionaris-yang pergi", atau "rekan-misionaris", kita bukanlah "bukan-misionaris". Menjadi "bukan-misionaris" bukanlah pilihan bagi anak Tuhan.

II. Ladang Misi (Ay. 5-6)

Salah satu perbedaan utama dalam misi misionaris Kristen pertama dan misi kita pada hari ini adalah ladang misi. Yesus mengutus murid-murid-Nya secara khusus dan eksklusif kepada bangsa Israel, yaitu "domba-domba yang hilang dari keluarga Israel". Ini sesuai dengan rancangan Allah untuk berita Injil supaya pertama-tama diberitakan di antara orang-orang Yahudi. Ini disimpulkan, bahkan dalam pelayanan Paulus, rasul untuk orang-orang bukan Yahudi, yang dikatakan dalam Roma 1:16.

"Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani."

Misi ini, bagaimanapun, akan berubah. Bukan berarti orang Yahudi harus diabaikan. Tidak! Akan tetapi, tugas kita adalah untuk membawa berita Injil kepada "semua bangsa" (Matius 28:19), dan "bagian bumi yang paling ujung" (Kisah Para Rasul 1:8). Ada petunjuk tentang pergeseran ini, bahkan di pasal 10. Sebenarnya, saya percaya ada pergeseran di antara ayat 15 dan 16 dari misi langsung para murid ke Israel dan misi masa depan gereja ke orang-orang bukan Yahudi. Misalnya, lihat Matius 10:18, "Kamu akan digiring ke muka penguasa-penguasa dan raja-raja sebagai suatu kesaksian bagi mereka dan bagi orang-orang (bukan Yahudi) yang tidak mengenal Allah."

Ladang misi kita saat ini adalah dunia. Kita, sebagai gereja Tuhan Yesus Kristus, memiliki hak istimewa dan tanggung jawab untuk membawa berita Injil ke seluruh dunia. Itu berarti kita harus secara aktif memberitakan Injil di sini. Kita harus rela ke sana. Kita harus memberi dukungan kepada mereka yang mau pergi ke sana. Kami berusaha melakukan ini dengan jangkauan kami sendiri di komunitas kami dan pemberian kami kepada misi Amerika Utara dan internasional. Persembahan ini bukan amal, melainkan sarana untuk mematuhi perintah Raja Yesus. Kita harus secara aktif melakukan misi membawa Injil ke ladang misi kita ini, sama seperti para murid rela dan siap sedia mengerjakan misi mereka.

III. Misi (Ay. 7-8)

Ada lima misi terkait yang digariskan oleh Yesus dalam ayat 7-8. Berkhotbah bahwa Kerajaan Surga Sudah Dekat, Sembuhkan Orang Sakit, Tahirkan Orang Kusta, Hidupkan yang Mati, dan Usirlah Iblis. Ada kontinuitas antara pelayanan Yesus dan murid-murid-Nya. Lima hal ini persis seperti yang Yesus sendiri lakukan. Kita melihat kontinuitas ini dalam kitab Kisah Para Rasul yang di dalamnya karya para rasul diperlihatkan sebagai kelanjutan dari pelayanan Yesus dalam kuasa Roh Kudus. Komponen kunci dari misi tersebut, bagaimanapun, adalah pemberitaan Injil Kerajaan. Empat komponen misi lainnya adalah tanda-tanda realitas berita tersebut. Ini adalah penggenapan nubuatan tentang kedatangan Kerajaan. Bila Kerajaan datang, akan terjadi penyembuhan penyakit. Sama seperti Yesus mengatakan kepada murid-murid Yohanes di pasal berikutnya ketika dia (Yohanes) mengutus mereka untuk bertanya apakah Yesus benar-benar Mesias,

"Yesus menjawab dan berkata kepada mereka, "Pergilah dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu dengar dan lihat: Yang buta melihat, yang lumpuh berjalan; yang sakit kusta ditahirkan dan yang tuli mendengar; yang mati dibangkitkan dan kepada yang miskin diberitakan Injil."

Berita yang Yesus ajarkan kepada para murid untuk dibawa adalah berita bahwa Kerajaan Allah telah datang dalam Pribadi-Nya. Inilah yang diberitakan oleh Yohanes Pembaptis (3:2), yang telah dikhotbahkan oleh Yesus (4:17), dan inilah berita yang terus disampaikan oleh Anda dan saya. Yesus adalah Raja segala raja dan Tuhan segala tuan. Kerajaan-Nya adalah Kerajaan yang kekal. Oleh karena itu, semua harus bertobat dari dosa dan pemberontakan mereka terhadap Raja ini dan percaya kepada-Nya sebagai Pengganti yang menyelamatkan mereka. Kita punya berita untuk diproklamasikan:

2 Korintus 5:18-21, "Semua hal ini adalah dari Allah, yang memperdamaikan kita dengan diri-Nya melalui Kristus dan memberi kita pelayanan pendamaian itu, yaitu dalam Kristus Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya sendiri, dengan tidak memperhitungkan pelanggaran-pelanggaran mereka dan sudah mempercayakan berita pendamaian kepada kita. Jadi, kami adalah duta-duta Kristus. Allah menunjukkan panggilan-Nya melalui kami. Kami berbicara kepadamu demi Kristus, berilah dirimu diperdamaikan dengan Allah. Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita supaya kita dibenarkan Allah di dalam Dia."

Yesus menjelaskan dalam ayat 11-15 bahwa para utusan-Nya harus diterima seolah-olah Dia sendirilah yang berbicara kepada mereka. Menolak berita mereka artinya menolak Mesias dan harus diadili sesuai dengan itu. Akan lebih buruk lagi, bagi orang-orang yang menolak pemberitaan para murid daripada bagi penduduk Sodom dan Gomora. Menolak berita Kristus berarti mengundang penghakiman yang berat. Sebagai gantinya, terimalah berita Kristus dan Dia yang disalibkan, yang menyelamatkan kita dari murka yang akan datang. (t/Jing-Jing)

Diterjemahkan dari:
Nama situs : Pastor Historian
Alamat situs : pastorhistorian.com/2008/01/07/the-first-christian-missionaries-exposition-of-matthew-101-15/
Judul asli artikel : The First Christian Missionaries
Penulis artikel : Steve Weaver
Tanggal akses : 26 April 2017
 

RENUNGAN NATAL Panggilan Yesus

Nas: Matius 24:1-14

Bagaimana Anda akan menanggapi panggilan untuk mengajar di desa terpencil selama setahun penuh, tanpa listrik dan sinyal telepon seluler? Seruan gerakan Indonesia Mengajar ini jelas bukan panggilan yang menggiurkan. Banyak yang tersentak melihat kesediaan 1.383 sarjana terbaik dari berbagai perguruan tinggi. Mereka siap menghadapi tahun yang sulit karena mereka memercayai visi gerakan ini untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

Bagaimana Anda akan menanggapi panggilan yang lebih radikal lagi dari Yesus? Secara ringkas, panggilan itu berbunyi: "Kamu akan menderita karena mengikut Aku." Penderitaan yang disebutkan-Nya tidak hanya setahun, tetapi sampai kesudahan zaman (ayat 8, 13). Kapankah itu? Hingga Injil diberitakan kepada semua suku bangsa (ayat 14). Apakah kita juga tersentak melihat lembaran sejarah sarat dengan orang-orang yang bersedia menerima panggilan ini? Mereka memberikan hidup bagi tersampaikannya Injil kepada generasi kita hari ini. Langkah yang tidak mungkin diambil tanpa memercayai ada kehidupan setelah kematian, dan bahwa Yesus Kristus, Pribadi yang memberikan panggilan itu, benar adalah Sang Mesias yang memberikan upah pada kesudahan zaman (ayat 13, bandingkan Wahyu 22:11-22).

Panggilan Yesus bukanlah panggilan untuk hidup mudah. Kita diminta mengikuti jejak-Nya di tengah dunia yang makin durhaka kepada Tuhan. Ketika patah semangat dan tawar hati dalam mengikut Dia, ingatlah kembali siapa Yesus dan mengapa kita memercayai janji-janji-Nya. Dengan mengarahkan pandangan kepada-Nya, kita akan dapat bertahan hingga kesudahan tiba. -- HAN

Panggilan Yesus kita sambut bukan karena mudah,
tetapi karena kita tahu siapa Dia yang memanggil kita.

Download Audio

Diambil dari:
Nama situs : SABDA.org
Alamat situs : sabda.org/publikasi/e-rh/2012/12/27/
Judul asli renungan : Panggilan Yesus
Penulis renungan : HAN
Tanggal akses : 16 Agustus 2017
 
Anda terdaftar dengan alamat: $subst('Recip.EmailAddr').
Anda menerima publikasi ini karena Anda berlangganan publikasi e-JEMMi.
misi@sabda.org
e-JEMMi
@sabdamisi
Redaksi: N. Risanti, Davida, Rostika, dan Yulia Oeniyati
Berlangganan | Berhenti | Arsip
BCA Ps. Legi Solo, No. 0790266579, a.n. Yulia Oeniyati
©, 2017 -- Yayasan Lembaga SABDA
 

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org