Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/misi/2008/35

e-JEMMi edisi No. 35 Vol. 11/2008 (28-8-2008)

Tuhan Memanggil David Clapper

 

Agustus 2008, Vol.11 No.35
______________________________  e-JEMMi  _____________________________
                   (Jurnal Elektronik Mingguan Misi)
______________________________________________________________________
SEKILAS ISI

EDITORIAL
KESAKSIAN MISI (1): Jenazah Pilot AMA Dibawa ke Wamena
KESAKSIAN MISI (2): Jenazah Dave Rencananya Dikuburkan di Sinagma
KESAKSIAN MISI (3): Cara Tuhan Memanggil Hambanya Tidak Akan Mudah 
                    Kumengerti
DOA BAGI MISI DUNIA: Qatar, India
DOA BAGI INDONESIA : Berdoa bagi Keluarga David Clapper

______________________________________________________________________

   ALL WHO ARE BORN OF GOD SHOULD DEVELOP A LIKENESS TO THE FATHER
______________________________________________________________________
EDITORIAL

  Shalom,
  
  Sebagian besar Pembaca e-JEMMi mungkin sudah mendengar berita 
  tentang saudara seiman kita, David Craig Clapper, seorang pilot 
  misionaris di Papua, yang dipanggil Tuhan dalam kecelakaan pesawat 
  ketika sedang menjalankan tugas pelayanannya. Edisi e-JEMMi minggu 
  ini secara khusus ingin kami dedikasikan untuk mengenang beliau, 
  khususnya karena kecintaannya melayani sesama dan karena cintanya 
  pada Tuhan kita, Yesus Kristus. Biarlah ini menjadi dorongan bagi 
  kita untuk hidup bagi Kristus.
  
  Selamat membaca.

  Staf Redaksi e-JEMMI,
  Yulia Oeniyati
  
______________________________________________________________________
KESAKSIAN MISI (1)

                  JENAZAH PILOT AMA DIBAWA KE WAMENA

  Kondisinya Utuh, Pesawat Terbelah Tiga 
  (Pemakaman Tunggu Kedatangan Dua Putranya dari Amerika) 

  SENTANI -- Setelah sebelumnya gagal diangkat lantaran cuaca buruk, 
  akhirnya jenazah pilot David Craig Clapper berhasil dievakuasi 
  Selasa (12/8) kemarin oleh tim evakuasi yang tergabung dalam tim 
  Sarnas dan Paskhas. Seperti diketahui, Dave -- panggilan akrab sang 
  pilot naas itu, tewas setelah pesawat milik Associated Mission 
  Aviation (AMA) jenis Pilatus PC-6 dengan nomor penerbangan PK-RCZ 
  yang diterbangkannya, jatuh di Gunung Teibu, kampung Ndundu, distrik 
  Wori, kabupaten Tolikara, Sabtu (9/8). 
   
  Dari lokasi, jenazah korban berkebangsaan Amerika ini diterbangkan 
  ke Wamena, Kabupaten Jayawijaya, dengan menggunakan pesawat milik 
  AMA, jenis Pilatus PK-RCY yang dipiloti Erick Robert. Jalannya 
  evakuasi korban sendiri tidak terlalu mengalami banyak hambatan. 
  Perjalanan evakusi dimulai pagi hari, di mana rombongan yang di 
  dalamnya termasuk wartawan Cenderawasih Pos berangkat dari hanggar 
  TNI-AU di Sentani pukul 06.00 WIT menggunakan pesawat Heli Super 
  Puma, dipiloti Mayor Pnb Jumarto. Rombongan tim evakuasi yang 
  terdiri dari tim Sarnas dan Paskhas menuju pendaratan terdekat dari 
  lokasi kejadian, yakni di kampung Taife 2, distrik Mori. Tempat itu 
  ditempuh sekitar satu jam. Setelah menurunkan sebagian muatan, heli 
  langsung menuju lokasi Gunung Teibu. 
  
  Masyarakat Taife yang sudah menunggu kedatangan tim evakuasi ini 
  terlihat tegang. Wajah mereka penuh harap, mengingat saat dilakukan 
  kontak menggunakan satelit, tim pemantau tidak mendapatkan jawaban. 
  Akhirnya, selang 27 menit kemudian, tim evakuasi kembali dengan 
  membawa jenazah yang sudah berada di dalam kantong jenazah. Karena 
  sudah di dalam kantong, kondisi jenazah tidak diketahui secara 
  pasti. Tapi menurut keterangan tim SAR, kondisi jenazah korban dalam 
  keadaan utuh karena saat jatuh, pesawat tidak terbakar, hanya 
  terbelah tiga. Awalnya, jenazah Dave hendak langsung dibawa ke 
  Wamena, namun tidak direlakan oleh warga setempat. Masyarakat Taife 
  memang memiliki ikatan emosional dengan korban. Selain sangat dekat 
  dengan masyarakat, korban juga dianggap sangat berjasa bagi warga 
  setempat. Karena itu, disepakati untuk beberapa menit jenazah 
  disemayamkan di kantor Distrik Mori. 
  
  Pantauan Cenderawasih Pos saat pesawat mendarat, enam orang warga 
  yang telah disiapkan langsung mendekati pesawat dan mengangkut 
  kantong jenazah tanpa alat apapun, kemudian menggotongnya ke kantor 
  distrik. Saat itu pula tangisan yang sebelumnya mulai mereda, 
  kembali pecah. Saat pendaratan pukul 07.54 WIT di Taife, terdengar 
  isak tangis yang tak henti dari beberapa wanita, termasuk anak-anak 
  hingga menimbulkan pertanyaan bagi Cenderawasih Pos. Namun setelah 
  mendapat jawaban dari kepala kampung, Gerson, ternyata tangisan 
  tersebut muncul karena perasaan sedih yang cukup mendalam atas 
  kejadian yang menimpa Dave. 
  
  "Masyarakat sangat sedih dengan meninggalnya pilot Dave, dia banyak 
  berjasa bagi masyarakat," ujar Gerson. Saking dekatnya dengan 
  masyarakat, menurut Gerson, hari Minggu (10/8), sekelompok 
  masyarakat memutuskan menuju lokasi jatuhnya pesawat dengan berjalan 
  kaki, namun di tengah perjalanan rombongan ini akhirnya kembali 
  setelah mendapat kabar bahwa lokasi jatuhnya pesawat telah ditemukan 
  dan akan dilakukan pencarian melalui udara. "Masyarakat juga sudah 
  berusaha mencari, tapi batal karena mendengar kabar tempat jatuhnya 
  sudah diketahui," imbuh Gerson. Saat jenazah digotong ke kantor 
  distrik, terlihat sekali kerumunan masyarakat yang sudah menunggu 
  sejak pesawat berangkat ke lokasi. Bahkan setibanya di kantor 
  distrik yang bangunannya berbentuk panggung ini, tangisan kembali 
  pecah, terutama kaum perempuan, tidak ketinggalan anak-anak, tua, 
  maupun muda. Bahkan sungguh di luar dugaan, ternyata nyaris seluruh 
  masyarakat yang saat itu berada di Taife berkumpul untuk melepas 
  sang pilot. 
  
  "Dia sudah sangat dekat dengan kami, dia bagai keluarga kami, meski 
  dia orang asing," tutur seorang wanita setengah baya seraya mengusap 
  pipinya. Tangisan terdengar tak hentinya ketika jenazah diletakkan 
  di ruangan sementara masayarakat terus mendesak masuk hingga ruangan 
  terasa pengap. Di sela-sela tangisan itu, ada yang mengunakan bahasa 
  setempat dengan lantunan pantun yang jika diartikan menggunakan 
  bahasa Indonesia, memiliki maksud seakan mengelu-elukan. Sekitar 
  pukul 08.42 WIT, akhirnya jenazah dikeluarkan dari kantor distrik 
  dan diputuskan untuk dibawa ke Wamena menggunakan pesawat Pilatus 
  milik AMA yang memang sudah disiapkan dari pagi di landasan. Tak 
  lama kemudian, rombongan kembali ke Jayapura dan sebelumnya 
  masyarakat terlihat sempat mengucapkan terima kasih kepada tim 
  evakuasi yang sudah membawa jenazah sang pilot, meski dalam kondisi 
  meninggal. Sosok Dave tetap dianggap berharga dan berjasa di mata 
  masyarakat kampung Taife. 
  
  Sementara itu dari Wamena dilaporkan, setibanya di Wamena, jenazah 
  korban masih disemayamkan di hanggar Heli Mission Wamena hingga 
  Kamis (14/8) untuk menunggu kedatangan kedua putra Dave dari 
  Amerika, Judah dan Tirzah, untuk melihat jenazah ayahnya untuk kali 
  terakhir. Hal itu dibenarkan Kepala Perwakilan AMA Wamena, Yanto. 
  "Jenazah korban rencananya akan dimakamkan di tempat pemakaman umum 
  Sinagma, namun belum bisa dipastikan kapan pelaksanaan pemakamannya 
  karena masih menunggu dua anak Dave yang tiba pada Kamis dari 
  Amerika," tegas Yanto ketika ditemui Cenderawasih Pos saat 
  menjemput jenazah korban di hanggar pesawat Heli Mission Wamena 
  kemarin. 
  
  "Seluruh masyarakat Papua, khususnya yang berada di wilayah 
  Pegunungan Tengah sangat kehilangan dengan kepergian Dave, terlebih 
  pihak AMA," tambahnya. Istri dan ketiga anaknya masih terlihat dalam 
  suasana duka. Tak habis-habisnya warga masyarakat berdatangan silih 
  berganti mengucapkan bela sungkawa. Bahkan karangan bunga dari 
  berbagai pihak mulai berdatangan sebagai tanda ucapan dukacita. 
  Sampai berita ini ditulis, situasi dan kondisi kota Wamena dalam 
  keadaan aman dan kondusif. Pascapengibaran bendera bintang kejora 
  pada Sabtu (9/8) lalu tak mengurangi kelancaran prosesi penjemputan 
  jenazah korban. (ade/jk)

  Diambil dan disunting seperlunya dari:
  Nama situs: Cenderawasih Pos.com Online
  Alamat URL: http://www.cenderawasihpos.com/detail.php?id=17590&ses=
  
______________________________________________________________________
KESAKSIAN MISI (2)

              JENAZAH DAVE RENCANANYA DIKUBURKAN DI SINAGMA

  Setiap Terbang Selalu Ajak Penumpang Berdoa

  JAYAPURA -- Menurut rencana, Kamis (14/8) hari ini, jenazah pilot 
  AMA, David Craig Clapper, yang biasa dipanggil MR. Dave ini, 
  dikuburkan di Sinagma, Wamena, kabupaten Jayawijaya, Papua. Sebelum 
  dikuburkan, rencananya akan dilakukan ibadah pemakaman di Gereja 
  Efata, Jl. SD Percobaan, Wamena, sekitar pukul 12.30 WIT. 
  
  "Rencananya akan dimakamkan besok siang," kata Beth, istri almarhum 
  kepada Cenderawasih Pos saat menerima Bupati Yahukimo, Ones Pahabol 
  SE, MM, bersama ibu dan Wakil Bupati Yahukimo, Ir. Daniel Rendeng, 
  bersama ibu di depan jenazah almarhum Dave yang disemayamkan di 
  teras rumah duka, Rabu (13/8) kemarin. Mengapa tidak dibawa atau 
  dimakamkan di Amerika saja? Beth mengaku bahwa suaminya pernah 
  berpesan, jika ia meninggal atau jatuh bersama pesawat, agar istri 
  menguburkan jenazahnya di Wamena saja. Beth mengatakan, alasan 
  suaminya ingin dikubur di Wamena karena sudah merasa dikasihi 
  masyarakat di Papua, sehingga ia berpesan seperti itu kepada 
  istrinya. Bahkan, menurut Beth, kedua orang tua Dave atau mertuanya 
  dan juga kedua orang tuanya sendiri mengaku tidak memermasalahkan 
  jika Dave dikuburkan di Wamena. 
  
  "Kedua pasang orang tua kami menyetujuinya," kata Beth yang tegar 
  menerima kenyataan suaminya jatuh dengan pesawat AMA jenis Pilatus 
  Porter PC-6 dengan nomor penerbangan PK-RCZ tersebut. Apalagi, 
  lanjut Beth, suaminya tersebut sudah sebelas tahun menjadi pilot di 
  Papua, yang khusus melayani daerah pedalaman, tepatnya pada tahun 
  1997 lalu yang diawali di maskapai Tariku. Beth mengaku sering 
  mendapatkan cerita dari suaminya sehingga ia memakluminya. "Kepada 
  siapa saja yang perlu, pasti dilayaninya, entah itu orang besar, 
  kecil, tanpa membedakan warna kulit, agama, dan suku," ujar Beth. 
  Beth berharap masyarakat di Papua bisa melanjutkan pelayanan 
  suaminya tersebut dan tetap bersatu. 
  
  Sementara itu, Bupati Yahukimo, Ones Pahabol SE, MM, yang berkunjung 
  di rumah duka bersama rombongan ini, langsung diterima oleh Beth 
  untuk mengucapkan bela sungkawa. Tampak rombongan turut meneteskan 
  air mata. "Kami, pemerintah dan masyarakat kabupaten Yahukimo, juga 
  merasakan kehilangan dengan meninggalnya Pak Dave," kata Ones 
  Pahabol kepada istri Dave. Bupati dan rombongan juga menghibur istri 
  almarhum Dave agar tidak bersedih dengan peristiwa tersebut. 
  Apalagi, menurut Ones Pahabol, Dave merupakan teman yang sering 
  diajak konsultasi ketika berbincang di atas pesawat. Yang jelas, 
  kata Bupati Ones Pahabol, masyarakat pegunungan Papua, khususnya 
  kabupaten Yahukimo, sangat kehilangan dengan meninggalnya pilot 
  pemberani ini. 
  
  "Hampir 50 persen, Dave melayani masyarakat di Yahukimo dan 60 
  persen khusus untuk pemerintah daerah, sehingga kami menyampaikan 
  turut berdukacita dan selamat jalan buat Dave," ujar Pahabol. "Tidak 
  hanya itu," imbuh Bupati Ones Pahabol, "Dave ini dalam melakukan 
  pelayanan kepada masyarakat dan pemerintah serta gereja dengan hati, 
  dan selama ini hati Dave memang untuk orang Papua." Kepada keluarga 
  yang ditinggalkan, Bupati Pahabol berpesan dan menyampaikan terima 
  kasih atas pengabdian dan pelayanan yang telah diberikan Dave dalam 
  memberikan pelayanan kepada masyarakat dan pemerintah kabupaten 
  Yahukimo. "Dave pergi, pasti Tuhan akan mendatangkan Dave-Dave yang 
  lainnya," imbuh Bupati Pahabol. 
  
  Semasa hidupnya, Dave memang dikenal baik dengan siapa saja, 
  termasuk masyarakat yang ada di pedalaman, khususnya di daerah 
  Pegunungan Papua yang dilayaninya. Pilot Dave memang dikenal oleh 
  masyarakat, bahkan ada anggapan jika terbang bersama dengan sang 
  pilot, maka akan merasakan nyaman dan tenang. Cenderawasih Pos sudah 
  enam belas kali terbang dengan pesawat yang dipiloti oleh Dave ini 
  ke daerah-daerah pedalaman di distrik-distrik yang ada di kabupaten 
  Yahukimo. Sebelum terbang, Dave selalu mengajak penumpang untuk 
  berdoa terlebih dahulu. Bahkan, kadang Dave meminta penumpang untuk 
  memimpin doa sebelum berangkat. Menurut Kepala Perwakilan AMA 
  Wamena, Yanto, dalam kesehariannya Dave dikenal sebagai pilot yang 
  tegas dalam bekerja dan memiliki disiplin yang tinggi. "Almarhum 
  juga selalu memberikan motivasi kerja kepada karyawan lain, 
  bagaimana cara kerja yang baik dan sistem kerja yang teratur," 
  ujarnya. Selain itu, lanjut Yanto, Dave memiliki sifat penolong di 
  mana ia sering membantu orang, termasuk karyawan, dan yang lebih 
  penting, selalu menekankan agar pelayanan kepada masyarakat 
  diutamakan dengan sepenuh hati meski kondisi dan tantangannya berat. 
  
  Yanto mengungkapkan, dengan jatuhnya pesawat jenis Pilatus Porter 
  ini, berarti AMA tinggal memiliki empat pesawat sejenis, sedangkan 
  lainnya adalah satu pesawat Karapan dan dua pesawat Cesna. Terkait 
  musibah yang dialami Dave ini, PT Jasa Raharja Cabang Papua 
  menyatakan kesiapannya untuk membayar santunan bagi keluarga atau 
  ahli waris korban. "Pada dasarnya kami siap membayar santunan dalam 
  kecelakaan ini, namun karena masih suasana duka, mungkin setelah 
  jenazah dimakamkan," kata Kepala PT Jasa Raharja Cabang Papua, Amos 
  Sampetoding, yang dihubungi terpisah. Amos menjelaskan bahwa 
  pembayaran santunan ada karena sudah bekerja sama dengan pihak AMA 
  dalam asuransi kecelakaan angkutan ini, khususnya untuk penumpang. 
  Namun, ada ekstra asuransi untuk kru dan pilotnya jika mengalami 
  musibah sehingga dijamin asuransi. Amos mengaku bahwa untuk 
  pembayaran santunan ini, pihaknya sudah berkoordinasi dengan AMA di 
  Jayapura, termasuk data-data korban dan ahli warisnya. Dikatakan, 
  pembayaran santunan adalah sesuai peraturan menteri keuangan 
  mengenai tarif santunan untuk kecelakaan angkutan umum dan sesuai 
  dengan Undang-Undang Nomor 33 Tahun 1964 tentang dana kecelakaan 
  angkutan umum. (bat)

  Diambil dan disunting seperlunya dari:
  Nama situs: Cenderawasih Pos.com Online
  Alamat URL: http://www.cenderawasihpos.com/detail.php?id=17619

______________________________________________________________________
KESAKSIAN MISI (3)

      CARA TUHAN MEMANGGIL HAMBANYA TIDAK AKAN MUDAH KUMENGERTI

  Salam sejahtera di dalam Kristus.

  Saya ingin menuliskan sedikit tentang pelayanan sahabat karib 
  saya yang pada tanggal 9 Agustus 2008 dipanggil Kristus Tuhan ke 
  sisi-Nya melalui kecelakaan pesawat di Pegunungan Tolikara, Papua.
  (--cut--)
  
  Pak Dave Clapper adalah seorang pilot yang berjuang mati-matian 
  setiap hari dalam menghindari cuaca buruk dan pegunungan yang sangat 
  rawan serta mematikan di Papua. Pada tahun 2002, organisasi misi 
  tempat keluarga Dave melayani, menskorsing keluarga ini karena 
  dianggap melanggar kebijakan organisasi tersebut, yaitu hidup 
  terlalu dekat dengan penduduk Papua yang dianggap sangat berrisiko 
  dan mengancam nyawa keluarga Dave. Organisasi ini menskorsing mereka 
  dengan menyuruh keluarga ini pulang ke Amerika untuk mempelajari 
  lagi budaya Asia Tenggara selama dua tahun. Keluarga ini berkunjung 
  ke Medan dan bertemu dengan keluarga saya serta bercerita tentang 
  segala sesuatu mengenai perbuatan Tuhan Yesus yang ajaib melalui 
  pelayanan mereka kepada orang Papua. Keluarga Clapper memutuskan 
  untuk terus melayani di Papua dan pindah ke organisasi misi lain 
  yang memerlukan seorang pilot dan mengenal wilayah Papua. Pada tahun 
  2002, keluarga Clapper bergabung dengan Associated Mission Aviation 
  (AMA). 
  
  Pada bulan Oktober 2005, Dave Clapper dan saya pergi ke Banda Aceh 
  sebagai relawan (volunteers) untuk membangun rumah bagi orang Aceh 
  di Banda Aceh. Saya tidak menduga bahwa minggu itu, pada bulan 
  Oktober 2005, menjadi perjumpaan terakhir kami sebelum Dave Clapper 
  menemui Tuhan Yesus Kristus sebagai Raja yang mengutusnya dan Juru 
  Selamat yang dilayaninya sampai akhir hidupnya di Papua. Pada waktu 
  di Banda Aceh, Dave Clapper menceritakan kepada saya bahwa Tuhan 
  Yesus sudah dua kali melepaskan dirinya dari kecelakaan pesawat. 
  
  1. Pada saat latihan terbang bersama seorang pilot senior di wilayah  
     Papua. Pada waktu itu pilot senior memeragakan jika penumpang 
     tanpa sengaja menarik tali penutup bahan bakar avtur, maka mesin 
     pesawat harus dimatikan. Tetapi pada saat pilot senior ini 
     menghidupkan pesawat kembali di udara, ternyata mesinnya tidak 
     hidup. Nyawa mereka bertiga (satu pilot senior dan dua pilot 
     junior) terancam pada hari itu. Namun Tuhan menyelamatkan mereka 
     bertiga dan berhasil melakukan pendaratan darurat di pantai. 
  
  2. Pada bulan April 2007, pada saat Dave "take off", tiba-tiba ban 
     pesawat sebelah kanan mengenai batu besar dan roda gigi ban kanan 
     pesawat patah. Jika Dave harus mendarat lagi, ada kemungkinan 
     akan celaka. Setelah terbang di udara selama dua jam, akhirnya 
     Dave dapat mendarat dengan selamat. Pada waktu itu saya 
     mengatakan kepada Dave Clapper bahwa belum waktunya bagi Dave 
     Clapper untuk menemui Bapa di Surga. 
  
  Pada tanggal 9 Agustus 2008, pukul 11:06 WIT, Dave Clapper menghadap 
  Bapa di surga setelah pesawat yang diterbangkannya seorang diri 
  menabrak sebuah pohon di Gunung Tolikara. Sebelumnya, David (48 
  tahun) meminta kepada istri dan keluarga besarnya, jika nanti ia 
  dipanggil Tuhan, ia ingin dimakamkan di Papua, tepatnya di pekuburan 
  Lasagna, Wamena. 

  Sesudah saya mendengar kecelakaan pesawat yang menimpa Dave Clapper, 
  saya membaca firman Tuhan di Kejadian 12 sampai 15, di mana Abram 
  dipanggil oleh Allah meninggalkan tanah Ur-Kasdim yang pada zaman 
  itu sudah begitu maju, dan Abram bersedia meninggalkan semua 
  keindahan dan kemajuan teknologi. Hal tersebut sama seperti David 
  Craig Clapper yang dengan rela hati meninggalkan Pennsylvania, 
  Amerika Serikat, bersama keluarganya demi orang Indonesia yang 
  sangat dia dan keluarganya kasihi. Saya percaya bahwa janji Tuhan 
  kepada keluarga dan keturunan Pak David akan tergenapi. Tuhan Yesus 
  Kristus memberkati kita semua.
  
  Kiriman dari: Samuel Situmorang <samuelmsit(at)xxxx>

______________________________________________________________________
DOA BAGI MISI DUNIA

Q A T A R
  Tahun ini orang-orang Kristen di Qatar akan mengadakan Paskah di 
  sebuah gereja untuk kali pertama dalam kurun waktu empat belas abad. 
  Bulan depan, Gereja Katholik St. Maria akan termasuk dalam daftar 
  gereja pertama yang akan dibangun di Doha, ibu kota Qatar. 
  Diperkirakan gereja Anglikan, Orthodoks Yunani, dan Koptik akan 
  segera menyusul.

  "Beberapa tahun yang lalu, mendirikan sebuah gereja di Qatar 
  merupakan hal yang mustahil, namun Qatar telah berubah sejak 
  munculnya pemimpin baru," demikian tutur Duta Besar Italia, Igantio 
  Di Pashi, kepada harian lokal Qatar perihal arti penting gereja 
  pertama di Qatar sejak abad ketujuh.

  Pembangunan gereja di negara non-Kristen yang wilayahnya sangat 
  kecil, tapi berpaham konservatif dan kaya akan minyak, menjadi 
  sebuah peristiwa bersejarah bagi seluruh warga Kristen yang beragam 
  di Qatar yang kebanyakan berasal dari India, Filipina, Libanon, dan 
  negara-negara Barat.

  Menurut World Christian Database, terdapat sekitar 70.000 orang 
  Kristen di Qatar, termasuk 7.000 orang Kristen Anglikan dan 50.000 
  orang Katolik. (t/Setyo)
  Diterjemahkan dari:
  Judul buletin: Body Life, Edisi Maret 2008, Volume 26, No. 3
  Judul asli artikel: First Christian Church Opens
  Penerbit: 120 Fellowship adult class at Lake Avenue Church, Pasadena 
            2008
  Halaman: 1 dan 3
  Pokok doa:
  * Mengucap syukur atas kasih karunia dan pekerjaan tangan Tuhan yang 
    luar biasa, sehingga untuk pertama kalinya umat Kristen di Qatar 
    dapat mengadakan Paskah bersama.
  * Gereja pertama di Qatar akan segera dibangun di ibu kota Qatar, 
    Doha. Mari satukan hati dalam doa, kiranya Tuhan mencukupkan 
    setiap keperluan yang dibutuhkan untuk pembangunan tersebut dan
    menggunakan tempat itu sebagai tempat pemuridan yang efektif. 
  
I N D I A  
  Pada tanggal 27 Februari yang lalu, sekitar empat puluh orang 
  Kristen diculik oleh kaum ekstrimis di Himachal Pradesh, India. 
  Secara terang-terangan, mereka menangkap orang-orang Kristen yang 
  sedang berada di tempat ibadah dan mencoba memaksa mereka untuk 
  menyangkal Kristus dan kembali kepada keyakinan mayoritas negara 
  itu.

  Laporan awal dari tempat kejadian menunjukkan bahwa beberapa korban 
  penculikan adalah jemaat gereja GFA yang ada di daerah tersebut. 
  Para gembala GFA di Himachal Pradesh meminta dukungan doa bagi 
  mereka yang ditangkap supaya mereka tetap teguh dalam iman, terlebih 
  dalam situasi sulit seperti yang sedang terjadi. Mereka juga meminta 
  dukungan doa atas situasi yang terjadi atas orang-orang Kristen yang 
  berada di wilayah barat daya India.

  Menculik orang-orang percaya dan memaksa mereka untuk menyembah 
  patung yang melambangkan dewa tradisional mereka merupakan hal yang 
  biasa bagi kaum ekstrim. Apabila orang-orang Kristen tidak mau 
  menyembah patung tersebut, mereka akan dikucilkan oleh masyarakat 
  Berdasarkan budaya timur, hidup seperti itu mendatangkan rasa 
  malu yang luar biasa. (t/Setyo)
  Diterjemahkan dari:
  Judul buletin: Body Life, Edisi Maret 2008, Volume 26, No. 3
  Judul asli artikel: Christians Kidnapped in Himalaya Pradesh
  Penerbit: 120 Fellowship adult class at Lake Avenue Church, Pasadena 
            2008
  Halaman: 3  
  Pokok doa:
  * Mari kita doakan orang-orang Kristen yang diculik, agar iman 
    mereka tetap kuat dalam Kristus. Doakan juga kiranya Tuhan 
    melepaskan mereka dari tangan si jahat.
  * Situasi yang tidak aman di India Barat, diwarnai dengan ancaman 
    dan penculikan oleh kelompok ekstrimis terhadap orang-orang 
    Kristen, membuat keselamatan mereka terancam. Mari kita berdoa 
    agar Tuhan senantiasa menjaga dan melindungi iman mereka. 

______________________________________________________________________
DOA BAGI INDONESIA

                  BERDOA BAGI KELUARGA DAVID CLAPPER

  Hidup manusia tidaklah panjang. Tapi dari hidup yang tidak panjang 
  itu kita bisa berbuat banyak untuk kemuliaan Tuhan dan menolong 
  sesama. David Clapper adalah sosok pelayan Tuhan yang menerima 
  hidup dari Tuhan dan telah menggunakannya untuk Tuhan. 
  
  "Selamat jalan sobat! Anda sungguh berbahagia dapat bertemu kembali 
  dengan Pencipta Anda di surga."
  
  Pokok Doa:
  
  1. Doakan agar keluarga David Clapper yang ditinggalkan mendapat 
     penghiburan dan kekuatan dari Tuhan. Khususnya untuk istrinya, 
     Ibu Beth, agar Tuhan memampukannya melanjutkan memelihara dan 
     mendidik anak-anaknya dalam kebenaran firman Tuhan dan takut 
     akan Tuhan.
     
  2  David pulang ke rumah Bapa dengan meninggalkan pelayanannya di 
     Papua. Doakanlah agar Tuhan memanggil pelayan-pelayan lain 
     seperti David untuk menggantikan tugas pelayanannya, yang 
     memiliki hati yang sungguh-sungguh untuk melayani dan takut akan 
     Tuhan.

  3. Doakan agar orang-orang yang pernah dilayani oleh David dapat 
     lebih mengenal Injil dan menularkannya bagi keluarga maupun 
     orang-orang belum percaya di lingkungan mereka.
     
  4. Biarlah hidup David bisa menjadi teladan bagi orang-orang percaya
     agar mau meninggalkan kenyamanan hidup mereka untuk pergi 
     melayani ke mana pun Tuhan inginkan, dan menjangkau orang-orang 
     yang belum terjangkau. 
     
  5. Berdoa bagi tim pelayanan di Associated Mission Aviation (AMA), 
     agar mereka tetap setia melayani orang-orang yang berada di 
     pedalaman Papua. Doakan juga agar Tuhan memerlebar kapasitas 
     mereka, sehingga mereka juga dapat melayani suku-suku lainnya 
     yang ada di Indonesia yang sulit dijangkau Injil karena faktor 
     geografis yang sulit untuk dijangkau.  
      
______________________________________________________________________
Anda diizinkan mengcopy/memerbanyak semua/sebagian bahan dari e-JEMMi
(untuk warta gereja/bahan pelayanan lain) dengan syarat: tidak 
untuk tujuan komersial dan harus mencantumkan SUMBER ASLI bahan 
yang diambil dan nama e-JEMMi sebagai penerbit elektroniknya.
______________________________________________________________________
Staf Redaksi: Novita Yuniarti, Yulia Oeniyati, dan Dian Pradana
Bahan-bahan dalam e-JEMMi disadur dengan izin dari berbagai pihak.
Copyright(c) 2008 oleh e-JEMMi/e-MISI --- diterbitkan: YLSA dan I-KAN
Rekening: BCA Pasar Legi Solo No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati
______________________________________________________________________
Kontak Redaksi: < jemmi(at)sabda.org >
Untuk berlangganan: < subscribe-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
Untuk berhenti : < unsubscribe-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
Untuk pertanyaan/saran/bahan: < owner-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
______________________________________________________________________
Situs e-MISI dan e-JEMMi: http://misi.sabda.org/
Arsip e-JEMMi: http://www.sabda.org/publikasi/misi/
Situs YLSA: http://www.ylsa.org/
Situs SABDA Katalog: http://katalog.sabda.org/
______________________________________________________________________

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org