Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/misi/2008/27

e-JEMMi edisi No. 27 Vol. 11/2008 (4-7-2008)

Hindu

Juli 2008, Vol.11 No.27
______________________________  e-JEMMi  _____________________________
                   (Jurnal Elektronik Mingguan Misi)
______________________________________________________________________
SEKILAS ISI

EDITORIAL
ARTIKEL MISI: Hindu
SUMBER MISI: World Impact
DOA BAGI MISI DUNIA: Amerika Serikat, Zimbabwe
DOA BAGI INDONESIA: Sebuah Desa Kristen di Maluku Dibakar
______________________________________________________________________

              A CHILD MAY NOT INHERIT HIS PARENTS` TALENT
                     BUT HE WILL ABSORB HIS VALUES
______________________________________________________________________
EDITORIAL

  Shalom,

  Tidak seperti agama-agama lain, agama Hindu tidak mengklaim siapa
  pendiri agama ini. Mereka juga tidak mengklaim satu dewa, satu
  dogma, satu filsafat, atau satu ritual keagamaan saja. Agama Hindu
  mungkin dapat digambarkan sebagai sebuah kehidupan yang memiliki
  berbagai macam jalan dan mereka percaya bahwa semua jalan itu akan
  menuju ke tujuan yang sama. Benarkah demikian?

  E-JEMMi edisi 27 secara khusus membahas mengenai agama Hindu sebagai
  salah satu agama terbesar ketiga di dunia (kurang lebih ada 920 juta
  pengikut agama Hindu di dunia, atau 13,5% penduduk dunia menganut
  agama Hindu) setelah agama Kristen dan Islam. Kami berharap sajian
  kami dapat membuka wawasan Anda untuk memahami ajaran agama Hindu
  dan bagaimana memenangkan para pemeluknya.

  Selamat menyimak, Tuhan memberkati.

  Pimpinan Redaksi e-JEMMi,
  Novita Yuniarti

______________________________________________________________________
ARTIKEL MISI

                                HINDU

  Hindu mulai berpengaruh pada sekitar 2000 SM ketika bangsa Arya yang
  sangat maju saat itu, menaklukkan bangsa yang tinggal di Lembah
  Indus. Bangsa Arya membawa serta agamanya ke daerah yang
  ditaklukkan. Agama tersebut merupakan agama nyanyian pujian, doa,
  dan kidung yang ditulis pada apa yang saat ini disebut kitab Weda.
  Kitab Weda dianggap sebagai "pewahyuan" dan disakralkan oleh orang
  Hindu, sesakral Alkitab bagi orang Kristen.

  Ada banyak dewa yang disebutkan dalam kitab Weda. Dewa-dewa itu
  mengingatkan kita pada para dewa dan dewi dalam mitologi Yunani dan
  Romawi. Layaknya bangsa kuno lain, bangsa Arya percaya bahwa dewa
  dan dewi tersebut dapat menyebabkan kematian dan bencana. Jadi, inti
  dari agama mereka adalah untuk membuat para dewa senang.

  Dalam sistem agama Hindu, ada sebuah golongan yang disebut Brahmana,
  golongan orang-orang yang menjalankan tugas sebagai pendeta.
  Golongan Brahmana menjadi semakin kuat sampai mereka berada di kelas
  sosial tertinggi. Mereka menambahkan banyak tulisan di kitab Weda
  yang mereka sebut Brahmana. Tulisan-tulisan tersebut menguraikan
  ritual pengorbanan dengan rinci.

  Pada sekitar 500 SM, kitab Weda masih ditambahi dengan banyak
  tulisan. Tujuannya adalah untuk membuat sebuah sistem kelas yang
  jelas. Sebuah himne menyatakan bagaimana empat kelas masyarakat
  berasal dari kepala, lengan, paha, dan kaki dewa pencipta -- Brahma.
  Empat kelas masyarakat tersebut adalah Brahmana (pendeta); Ksatria
  (pejuang dan bangsawan); Waisya (petani); dan Sudra (budak). Tiga
  kelas pertama dapat memeroleh segala keuntungan yang ditawarkan oleh
  agama Hindu, namun tidak demikian dengan kelas terendah, Sudra.
  Mereka yang termasuk kelas Sudra bahkan tidak diperbolehkan
  mendengar kitab Weda atau menggunakannya untuk berusaha mencari
  keselamatan.

  Empat Tahap dan Empat Tujuan dalam Kehidupan Hindu

  Kitab Weda menyajikan sebuah sistem yang rinci mengenai bagaimana
  tiga kelas masyarakat tertinggi yang beruntung itu memeroleh
  keselamatan. Pertama-tama, setiap bocah laki-laki dalam agama Hindu
  ditasbihkan (menurut sistem ini, gadis dianggap tidak pantas). Bocah
  laki-laki itu kemudian dianggap sebagai orang yang telah "terlahir
  kembali". Ia kemudian harus melalui empat tahap kehidupan: (1)
  pelajar; (2) kepala rumah tangga dengan istri dan anak-anak; (3)
  pertapa yang berusaha mencari wahyu; (4) pengembara yang telah
  meninggalkan segala hal duniawi.

  Ia diberi empat tujuan dalam hidup, yakni untuk menjadi orang yang
  budiman dan saleh; memiliki materi; menikmati hidup melalui kasih,
  kesenangan, dan apresiasi keindahan; serta untuk mengalami
  kemenangan rohani dalam hidup.

  Kitab Upanishad, yang disusun antara tahun 800 dan 300 SM menyatakan
  cara lain untuk seseorang dapat memeroleh keselamatan. Kitab ini,
  yang juga disakralkan oleh orang Hindu, berisi pandangan dunia yang
  benar-benar asing bagi pikiran dunia barat.

  Kitab Upanishad mengajarkan bahwa di luar dunia ini,
  "brahmanatman"lah (sesuatu seperti Allah) satu-satunya yang
  benar-benar ada dan berarti. Apa yang manusia lihat, dunia ruang,
  dan waktu adalah maya. Maya sifatnya hanya sementara dan tidak
  memiliki makna yang nyata. Namun, semua yang hidup dan bernapas
  memiliki "atman" atau jiwa yang merupakan bagian dari "paramatman"
  atau dunia arwah. Setiap "atman", saat berada dalam dunia maya,
  mencoba untuk kembali ke "paramatman".

  Reinkarnasi pada Akhirnya Berujung ke Nirwana

  Kitab Upanishad menyatakan bahwa jalan satu-satunya bagi "atman"
  untuk kembali ke asalnya adalah melalui "punar-janman" atau
  reinkarnasi. "Atman" (jiwa) seseorang mungkin berawal dari cacing,
  kemudian melalui kematian dan kelahiran kembali, jiwa itu menjadi
  sesuatu yang lebih tinggi derajatnya sampai menjadi manusia. Saat
  "atman" menjadi manusia, "atman" itu harus tumbuh dengan mencapai
  kelas sosial yang lebih tinggi. Manusia mencapai kelas sosial yang
  lebih tinggi dengan mengikuti darmanya -- tugasnya untuk melakukan
  sesuatu hal tertentu sesuai dengan kelasnya. Tugas tersebut meliputi
  tugas moral, sosial, dan agama -- ketiganya sangat penting dalam
  agama Hindu.

  Cara lain untuk membebaskan jiwa adalah melalui yoga -- kedisiplinan
  yang menahan hasrat jasmani di bawah penguasaan diri sehingga
  "atman" dapat lolos dari lingkaran kematian dan kelahiran kembali
  untuk kemudian bergabung ke "paramatman" (dunia arwah).

  Sekalinya "atman" dapat masuk ke "paramatman" (kenyataan yang
  sebenarnya), maka "atman" tersebut telah diterima di nirwana.
  Kemudian yang ada hanyalah hidup yang lebih tinggi. Ia berhasil
  masuk ke dalam keabadian.

  Orang Hindu Meyakini Dunia Ini Tidak Bermakna

  Kesimpulannya, orang Hindu meyakini bahwa dunia ini tidak bermakna
  karena dunia ini hanya sementara dan satu-satunya realitas adalah
  sesuatu yang dapat ia lihat sekilas melalui disiplin dan meditasi
  yang intensif. Mereka percaya bahwa jiwa mereka telah melalui
  lingkaran kelahiran, kematian, kelahiran kembali yang panjang dan
  akan terus begitu sampai menemukan kelepasan di nirwana (keabadian).
  Orang Hindu percaya bahwa Upanishad memberi mereka hikmat yang
  mereka perlukan untuk menolak dunia agar jiwanya dapat mencapai
  "paramatman" yang kekal.

  Ajaran Upanishad masih memiliki pengaruh yang kuat terhadap
  pemikiran para guru agama Hindu, khususnya mereka yang memiliki
  filosofi Weda.

  Meski kepopulerannya tahan lama, ajaran Upanishad juga mendapat
  kritik. Sebut saja kaum Brahmana, yang berpikir bahwa jiwa dapat
  dibebaskan untuk pergi ke nirwana hanya jika ia sudah mencapai kelas
  Brahmana. Artinya, sebagian besar masyarakat India yang miskin dan
  buta huruf (tidak dapat membaca Upanishad) akan ada dalam lingkaran
  reinkarnasi (samsara) -- kematian dan kelahiran kembali --
  selamanya. Pandangan ini ditentang oleh Budha Gautama pada 500 SM
  yang mulai mengajarkan "jalan tengah" keselamatan. Budhaisme
  menghilang di India pada sekitar 1000 M saat bentuk baru Hinduisme
  muncul.

  Hinduisme "populer" ini dengan cepat mengambil hati umatnya.
  Literatur baru muncul, misalnya syair kepahlawanan yang panjang,
  Ramayana dan Mahabarata. Muncul juga Bagawad-Gita atau "kidung dewa"
  yang menggambarkan jalan keselamatan melalui penyembahan terhadap
  dewa Krisna. Muncul juga Purana yang berisi kisah erotis tentang
  dewa-dewa yang sangat populer di kalangan orang-orang Hindu yang
  tinggal di desa.

  Ada sekitar 330 juta dewa dalam Hinduisme yang baru -- sekitar satu
  dewa untuk setiap Hindu. Sekitar 200 juta orang menyembah dewa Wisnu
  dan meyakini bahwa ia menyatakan dirinya kepada orang Hindu
  setidaknya sepuluh kali. Dewa Wisnu pernah menyatakan diri dalam
  wujud kura-kura raksasa, Budha Gautama, serta Rama dan Krisna -- dua
  figur sentral dalam syair kepahlawanan. Jutaan lainnya menyembah
  Siwa, dewa kesuburan, yang ritual penyembahannya sejahat bangsa
  Kanaan -- bangsa yang dihancurkan oleh bangsa Israel atas perintah
  Allah.

  Hinduisme ini mengajarkan bahwa keselamatan dapat diperoleh melalui
  salah satu dari tiga cara, yakni dengan menjalankan darma atau
  tugas; pengetahuan yang diajarkan Upanishad; dan pengabdian kepada
  salah satu dewa, misalnya Wisnu atau Siwa. Cara yang terakhir adalah
  cara yang paling banyak digunakan orang-orang dari kelas bawah
  (mayoritas orang India) karena cara itu menawarkan kemudahan bagi
  jiwa mereka untuk mencapai kelas yang lebih tinggi, dan akhirnya
  nirwana.

  Menurut cara pemikiran Barat, Hindusme terdengar seperti
  kesemrawutan yang sia-sia. Penuh dengan perubahan, tambahan, dan
  kontradiksi. Segala usaha untuk memahaminya secara logis adalah
  seperti memerbaiki komputer dengan mata tertutup. Namun, orang India
  mengabaikan kompleksitas Hinduisme karena agama tersebut telah
  tumbuh bersama mereka sejak awal sejarah mereka. Agama Hindu melekat
  dalam budaya mereka, bahkan dalam mimpi pun mereka tidak akan
  meragukannya.

  Itulah yang membuat kekristenan tidak terlalu berdampak terhadap
  orang Hindu. Meskipun ada juga yang menerima Kristus dengan
  sukacita, namun sebagian besar menolak Injil karena Kristen nampak
  begitu erat dengan budaya Barat yang asing.

  Bentuk baru Hinduisme telah menyerap gagasan-gagasan tertentu dari
  agama Kristen. Vedanta adalah contoh yang baik. Menurut Vedanta,
  dewa pencipta, Brahma, telah banyak kali menginkarnasi diri menjadi
  manusia dan akan terus berinkarnasi. Kristus, Budha, Krisna, dan
  sebagainya, diyakini sebagai inkarnasi dari dewa Brahma, yang oleh
  orang Hindu disebut juga sebagai inkarnasi juru selamat.

  Pengikut Vedanta percaya bahwa inkarnasi Brahma yang terkini adalah
  Sri Ramakrisna yang tinggal di Bengala sekitar akhir abad ke-19.
  Pengikutnya mengatakan bahwa ia mempraktikkan semua disiplin rohani
  Hinduisme, Kristen, dan Islam, serta menerima visi Allah dalam
  setiap agama itu. Oleh karena itu, ia dapat berkata, "Kebenaran itu
  satu; orang yang berhikmat menyebutnya dengan beragam nama."
  Ramakrisna sering kali berkata, "Banyak kepercayaan memiliki jalan
  yang berbeda, namun semuanya menuju pada satu realitas, Allah."

  Maka dari itu, Vedanta bersahabat dengan semua agama. Aldous Huxley,
  penulis Brave New World dan salah satu pengikut setia Vedanta,
  berkata, "Sangatlah mungkin untuk seseorang tetap menjadi seorang
  Kristen, Hindu, Budha, atau Islam yang baik dan tetap sepakat pada
  dasar doktrin filosofi perenial."

  Namun apa yang dikatakan Vedanta tentang Yesus Kristus? Swami
  Prabhavananda mengatakan bahwa seorang Hindu akan mudah menerima
  Kristus sebagai inkarnasi ilahi dan menyembahnya dengan
  terang-terangan sebagaimana layaknya ia menyembah Krisna atau
  inkarnasi (guru) lain yang ingin ia sembah. Namun, ia tidak dapat
  menerima Kristus sebagai Putra tunggal Allah ...." (t/Dian)

  Diterjemahkan dari:
  Judul buku: So What`s the Difference?
  Penulis: Jack Durkee, David Harvey, The Rev. H.S. Vigeveno,
  Georgiana Walker
  Penerbit: G/L Publications, California 1967
  Halaman: 94 -- 100

  Berikut informasi-informasi lain seputar Hindu dalam situs e-Misi.

  1. Sejarah Suku Sunda
  ==> http://misi.sabda.org/sejarah_suku_sunda

  2. Compiled and Explained
  ==> http://misi.sabda.org/compiled_and_explained

______________________________________________________________________
SUMBER MISI

WORLD IMPACT
==>    http://www.worldimpact.org
  World Impact merupakan sebuah organisasi misi yang berdedikasi
  untuk menyatakan cinta kasih Tuhan di kota-kota besar Amerika.
  Tujuan organisasi ini adalah untuk memuliakan dan menyenangkan hati
  Tuhan. Pemuliaan Tuhan tersebut dilakukannya dengan melakukan
  penginjilan, tindak lanjut, pemuridan, dan pendirian gereja-gereja
  lokal. Secara garis besar, ada empat bidang pelayanan yang mereka
  tekankan. Pertama, inkarnasional, yakni dengan mengirim misionaris
  untuk tinggal dalam komunitas di mana mereka melayani. Kedua,
  evangelikal, yakni menceritakan Kristus kepada orang-orang tak
  percaya melalui klub Alkitab, kelas Alkitab, dan ibadah. Ketiga,
  pemuridan, yakni dengan mendewasakan orang-orang dalam Kristus dan
  melatih mereka untuk mengajar yang lainnya. Terakhir, belas kasih,
  yakni dengan menyediakan sekolah, makanan, minuman, pakaian, tempat
  perlidungan darurat, kamp Kristen, retreat, pelatihan kerja, program
  olahraga, rekreasi, serta klinik kesehatan dan gigi. Kunjungi
  situsnya untuk mendapatkan informasi lebih banyak tentang pelayanan
  World Impact.

______________________________________________________________________
DOA BAGI MISI DUNIA

A M E R I K A  S E R I K A T
  Bulan April ditetapkan sebagai Bulan Perlindungan Anak Nasional
  (National Child Abuse Prevention Month) dan Buckner Internasional
  membantu mempropagandakan program tersebut. Pada bulan ini dan
  sepanjang tahun ini, mereka berupaya membantu anak-anak keluar dari
  kesulitan dan memasukkan mereka dalam keluarga Kristen yang taat.

  Dengan tinggal bersama keluarga Kristen, anak-anak dapat melihat
  kasih Kristus dinyatakan setiap hari. Hal ini dapat mengubah hidup
  mereka selamanya. Buckner Internasional merupakan organisasi
  kemanusiaan nonprofit rohani terbesar di Amerika Serikat. Empat
  ribu anak telah ditempatkan di rumah-rumah permanen sejak mereka
  memulai pelayanan mereka pada tahun 1884. Mereka membantu anak-anak
  yang hidup dalam bahaya, baik di Amerika maupun seluruh dunia.

  Di negara-negara lain, anak-anak yatim piatu biasanya dikeluarkan
  dari panti asuhan saat mereka berusia enam belas tahun. Mereka
  tidak dibekali dengan pendidikan ataupun keahlian karena mereka
  telah menjadi yatim piatu selama hampir seumur hidupnya.

  Kadang-kadang anak-anak ditempatkan di asrama karena orang tua
  masih belum mampu mencukupi kebutuhan anak-anaknya. Dalam 78,4%
  kasus kekerasan terhadap anak, ternyata para orang tualah yang
  menjadi pelakunya. (t/Setyo)
  Diterjemahkan dari: Mission News Network, April 2008
  Alamat URL: http://www.MNNonline.org/article/11077
  Pokok Doa:
  * Doakan agar Buckner Internasional dapat menangani dan mengurangi
    tindak kekerasan yang dilakukan oleh orang tua maupun pihak-pihak
    lain terhadap anak-anak. Kiranya setiap anak dapat menikmati masa
    kanak-kanaknya dengan aman dan bahagia.
  * Berdoa bagi para orang tua asuh, khususnya para keluarga Kristen,
    agar Tuhan memampukan mereka untuk mendidik dan membimbing
    anak-anak yang mereka asuh. Sehingga setiap anak dapat menerima
    kasih Kristus yang terpancar dari orang tua asuh mereka.

Z I M B A B W E
  Komisi pemilu Zimbabwe mengatakan bahwa Mugabe kehilangan kekuasaan
  dalam parlemen untuk pertama kalinya sejak negara ini merdeka pada
  tahun 1980. Di majelis rendah parlemen, Movement for Democratic
  Change (MDC) memenangkan 90 kursi, sementara Zanu-PF memenangkan 97
  kursi, dan pecahan partai politik MDC, memenangkan 10 kursi. Satu
  kandidat independen memenangkan satu kursi.

  Desakan agar Presiden Mugabe lengser pun semakin memuncak. Di bawah
  pemerintahannya, bangsa yang dulunya makmur itu kini terjerembab
  dalam tingkat pengangguran yang semakin meningkat, tingkat inflasi
  100% yang tidak dipublikasikan, serta kelangkaan bahan bakar dan
  bahan makanan.

  Meskipun banyak pemberitaan-pemberitaan miring, aksi diam presiden
  memekakkan telinga. Ada usulan diadakannya pemilu ulang karena si
  penantang, Morgan Tsvangirai, gagal memenangkan suara mayoritas.
  Kecemasan menyelimuti negeri seiring dengan banyaknya pertanyaan
  yang muncul, namun beberapa jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang
  muncul itu telah diberikan untuk mengatasi kecemasan. Adanya potensi
  kericuhan membuat petugas polisi dengan senjata lengkap berjaga-jaga
  di jalan-jalan. Kegiatan bisnis pun ikut lumpuh dan jam malam
  membuat kota menjadi sunyi.

  DS dari Global Advance yakin bahwa pelajaran dari Frontline 
  Shepherd`s Conference terdahulu telah mempersiapkan gereja untuk 
  menghadapi situasi seperti ini. "Dalam keadaan yang labil ini, di 
  mana ada perpaduan antara ketidakpastian yang luar biasa besar dan 
  harapan yang besar, saya percaya bahwa gereja akan bangkit. Karakter 
  gereja di Zimbabwe telah terbentuk. Saya yakin inilah waktunya 
  Tuhan, melalui Roh Kudus-Nya mengerjakan sesuatu yang dramatis dan 
  mengagumkan."

  S mendorong kita untuk berdoa bagi gereja sementara para pemimpinnya 
  berupaya menjadi pendamai. "Melalui kesempatan ini, gereja di 
  Zimbabwe akan bangkit sehingga mencegah terjadinya kekacauan. Kami 
  percaya pada Allah dan yakin bahwa tak akan ada pertumpahan darah; 
  yang ada hanyalah masa transisi yang penuh damai menuju pemerintahan 
  Zimbabwe yang baru." (t/Setyo)  
  Diterjemahkan dari: Mission News Network, April 2008
  Alamat URL: http://www.MNNonline.org/article/11080
  Pokok Doa:
  * Situasi politik di Zimbabwe saat ini kurang baik. Doakan agar
    Tuhan melawat dan memulihkan bangsa ini sehingga setiap orang yang
    terlibat dalam pemilu di Zimbabwe dapat menguasai diri mereka,
    bersikap lebih bijaksana, dan dapat menerima setiap keputusan yang
    terbaik untuk negara mereka.
  * Berdoa untuk setiap gereja Tuhan dan orang percaya di Zimbabwe,
    agar mereka tetap berdoa bagi bangsa ini dan dapat membawa damai
    Kristus di tengah pertikaian yang sedang terjadi.

______________________________________________________________________
DOA BAGI INDONESIA

                SEBUAH DESA KRISTEN DI MALUKU DIBAKAR

  Pada 3 Mei 2008, sekitar enam puluh rumah dan tiga gereja dibakar
  habis di Horale, sebuah desa Kristen di pulau Seram, Maluku. Menurut
  laporan kantor berita Antara, insiden ini menewaskan Edward Unwaru
  (84 tahun), Welmina Pattisiana (47 tahun), dan Yola Pattisiana (6
  tahun). Kurang lebih 650 orang melarikan diri dari kekacauan ini.
  Gereja lokal telah meyalurkan bantuan kemanusiaan dalam jumlah yang
  terbatas. Sementara itu, pemerintah belum mengambil langkah untuk
  menolong pengungsi. Open Doors bersama Yayasan Parakletos saat ini
  sedang berupaya melayani para pengungsi dan keluarga-keluarga yang
  menjadi korban.

  Sumber: Buletin Open Doors, Edisi Juni-Agustus 2008, Volume 18,
          No. 4

  Pokok Doa:

  1. Mari satukan hati berdoa bagi sebagian penduduk Horale yang saat
     ini berada di pengungsian. Biarlah Tuhan menjaga, melindungi, dan
     mencukupi kebutuhan mereka selama berada di tenda-tenda
     pengungsian.

  2. Mengucap syukur atas pelayanan Open Doors dan Yayasan Parakletos
     yang bersama-sama menolong para pengungsi. Doakan agar tim ini
     dapat melayani para pengungsi dengan kerinduan untuk menyalurkan
     kasih Allah untuk mereka.

  3. Doakan pemerintah setempat agar segera mengambil tindakan dan
     langkah konkret untuk mengatasi konflik dan menjatuhkan sangsi
     yang tepat agar tidak terjadi lagi tindakan yang merusak keamanan
     dan ketenteraman masyarakat.

  4. Berdoalah bagi gereja-gereja lokal yang berada di Seram, yang
     saat ini juga tengah melayani para pengungsi. Doakan agar Tuhan
     memampukan setiap gereja-Nya untuk terus bersaksi dan menjadi
     teladan bagi mereka yang membutuhkan pengharapan.

  5. Doakan tokoh-tokoh masyarakat setempat agar ikut ambil bagian
     menjadi pendamai pihak-pihak yang bermusuhan dan menolong mereka
     untuk kembali hidup bersatu sebagai bangsa yang menjunjung tinggi
     cinta kasih.

______________________________________________________________________
Anda diizinkan mengcopy/memerbanyak semua/sebagian bahan dari e-JEMMi
(untuk warta gereja/bahan pelayanan lain) dengan syarat: tidak
untuk tujuan komersil dan harus mencantumkan SUMBER ASLI bahan
yang diambil dan nama e-JEMMi sebagai penerbit elektroniknya.
______________________________________________________________________
Staf Redaksi: Novita Yuniarti, Yulia Oeniyati, dan Dian Pradana
Bahan-bahan dalam e-JEMMi disadur dengan izin dari berbagai pihak.
Copyright(c) 2008 oleh e-JEMMi/e-MISI --- diterbitkan: YLSA dan I-KAN
Rekening: BCA Pasar Legi Solo No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati
______________________________________________________________________
Kontak Redaksi: < jemmi(at)sabda.org >
Untuk berlangganan: < subscribe-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
Untuk berhenti: < unsubscribe-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
Untuk pertanyaan/saran/bahan: < owner-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
______________________________________________________________________
Situs e-MISI dan e-JEMMi: http://misi.sabda.org/
Arsip e-JEMMi: http://www.sabda.org/publikasi/misi/
Situs YLSA: http://www.ylsa.org/
Situs SABDA Katalog: http://katalog.sabda.org/
______________________________________________________________________

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org