Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://www.sabda.org/publikasi/misi/2006/35

e-JEMMi edisi No. 35 Vol. 09/2006 (29-8-2006)

Belajar Pemuridan dari Tuhan Yesus


                                             Agustus 2006, Vol.9 No.35
_____________________________  e-JEMMi  _____________________________
                   (Jurnal Elektronik Mingguan Misi)
______________________________________________________________________
SEKILAS ISI

EDITORIAL
ARTIKEL MISI       : Panutan Melalui Disiplin: Belajar Pemuridan
                     dari Tuhan Yesus
SUMBER MISI        : Bible Pathway Ministries, Linking Literacy
                     and Oral Communication
DOA BAGI MISI DUNIA: Mongolia, Honduras, Amerika
DOA BAGI INDONESIA : Pelayanan Misi dan Gereja di Indonesia
SURAT ANDA         : Ucapan Terima Kasih
______________________________________________________________________

               KASIH KARUNIA ADALAH BERKAT CUMA-CUMA
    YANG DIBERIKAN ALLAH KEPADA ORANG YANG TAK LAYAK MENERIMANYA
______________________________________________________________________
EDITORIAL

  Salam,

  Memuridkan orang lain menjadi langkah berikut yang perlu dikerjakan
  oleh setiap orang percaya. Tentunya tugas itu menjadi tanggung jawab
  setiap orang percaya yang telah dimuridkan. Namun, bagaimana cara
  memuridkan orang lain? Ikutilah sajian artikel kali ini.

  Tak lupa pokok-pokok doa dari dalam dan luar negeri masih setia kami
  sajikan ke hadapan Anda. Kami harap Anda tidak akan pernah jemu
  berdoa bagi bangsa-bangsa agar nama-Nya bisa dimuliakan oleh setiap
  insan.

  Akhir kata, kiranya Allah mengaruniakan Roh Kudus untuk menyertai
  Saudara, memberikan kasih, kesabaran, dan ketekunan saat kita
  menjalani proses pemuridan dan memuridkan orang lain. Selamat
  melayani.

  Redaksi e-JEMMi,
  Lisbet
______________________________________________________________________
ARTIKEL MISI

                       PANUTAN MELALUI DISIPLIN:
                  BELAJAR PEMURIDAN DARI TUHAN YESUS
                  ==================================

  Saya memilih perguruan tinggi sebagai tempat saya melanjutkan
  pendidikan saya, sebagian karena seorang gadis yang telah memuridkan
  saya pada waktu saya masih duduk di bangku SMA. Ia seorang konselor
  kamp kampus musim panas ketika saya bertemu dengan dia, dan saya
  sendiri seorang konselor junior yang sedang mengikuti latihan. Saya
  tidak ingat persis semua yang diajarkannya kepada saya, tetapi
  kasihnya kepada Tuhan Yesus dan kepada saya sangat nyata. Tawa dan
  senyumnya membuat orang lain pun ikut tertawa dan tersenyum. Ia
  adalah seorang yang sangat menyenangkan. Selang beberapa waktu
  setelah kamp itu berakhir, ia datang mengunjungi saya dan kami
  melewatkan waktu bersama. Kami tertawa bersama, menangis bersama,
  berdoa bersama, dan ia memberi contoh kepada saya tentang apa yang
  menurut saya pemuridan. Ia sama sekali tidak menonjol atau brilian.
  Bahkan ia tidak memiliki prestasi yang patut dibanggakan, tetapi
  saya ingin mengasihi Tuhan Yesus seperti yang ia lakukan, mengasihi
  lebih daripada segala sesuatu yang lain dalam hidup saya. Dan saya
  pun ingin membagikan kasih itu kepada orang lain yang belum mengenal
  Yesus dengan cara positif, sama seperti yang dilakukannya. Kasihnya
  kepada Tuhan Yesus dan kepada orang lain sangat terasa dan nyata.
  Itulah yang dinamakan memuridkan: begitu mengasihi Kristus sehingga
  kasih itu juga mengalir kepada orang lain.

  TELADAN YESUS DALAM MEMURIDKAN

  Yesus berkata, "Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-
  Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan
  ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan
  kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai
  kepada akhir zaman" (Mat. 28:19, 20).

  Itulah yang dinamakan pemuridan. Yesus memfokuskan banyak pelayanan-
  Nya di depan umum, di hadapan murid-murid-Nya, sekaligus mengajar
  mereka untuk mengamati semua yang telah diajarkan-Nya, untuk taat
  dan menjadi seperti Dia. Memuridkan berarti menolong orang lain
  menerima seluruh nasihat Allah. Yesus ingin membawa kabar tentang
  kasih-Nya yang besar terhadap kita kepada setiap orang di bumi ini.
  Ia menggunakan waktu-Nya untuk menolong murid-murid-Nya bertumbuh
  sehingga mereka dapat melaksanakan pekerjaan ini setelah Ia kembali
  ke surga. Tujuan Tuhan Yesus memuridkan adalah untuk menumbuhkan
  dalam diri orang lain suatu iman kepada-Nya. Pelayanan Yesus, dan
  tugas yang Ia amanatkan kepada jemaat-Nya untuk dilakukan, dapat
  dikemukakan melalui sebuah lingkaran dan empat kata: identifikasi
  (menyamakan diri), presentasi (memperkenalkan), pemeliharaan
  (menolong bertumbuh), dan reproduksi (melipatgandakan). Yesus
  menyamakan diri-Nya dengan orang lain untuk menetapkan dasar yang
  umum bagi sebuah persahabatan. Lalu, Ia memperkenalkan Injil dan
  menolong orang itu bertumbuh untuk tujuan reproduksi
  (melipatgandakan). Bilamana lingkaran ini telah lengkap, lingkaran
  ini dapat diulang dari awal lagi.

  Di antara hal-hal yang paling saya kenang ketika saya masih kecil
  adalah sebuah foto ibu saya dan saudara perempuannya yang berduet
  menyanyi. Musik Injil merupakan bagian khusus dari masa pertumbuhan
  saya. Salah satu nyanyian pujian kesayangan saya adalah lagu yang
  berdasarkan kata-kata Tuhan Yesus yang sudah kita kenal dalam
  Yohanes 20:21, "Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga
  sekarang Aku mengutus kamu." Kata-kata itu akan selalu menggema di
  dalam hati saya. Itulah memuridkan.

  IDENTIFIKASI (MENYAMAKAN DIRI)

  Yesus menggunakan banyak waktu-Nya dengan murid-murid-Nya,
  menyamakan diri dengan mereka, dan menetapkan suatu dasar
  persahabatan yang umum. Ia makan bersama mereka, berjalan bersama
  mereka, menangkap ikan bersama mereka, menangis bersama mereka, dan
  berdoa bersama mereka. Kalaupun setelah Yesus kembali ke surga
  mereka tidak ingat semua yang telah diajarkan-Nya kepada mereka,
  kita yakin paling tidak mereka ingat akan kasih-Nya kepada mereka.

  Sungguh menarik bagi saya bahwa Yesus hidup di bumi ini selama tiga
  puluh tahun sebelum Ia memulai pelayanan-Nya di depan umum. Kita
  dapat membayangkan bahwa pada waktu itu Yesus telah meletakkan dasar
  tertentu dengan hati-hati untuk membina hubungan. Yesus menyamakan
  diri dengan orang-orang. Karena itu, Ia memerintahkan kita untuk
  mengikuti jejak-Nya. Mengapa saya memuridkan? Karena Yesus adalah
  teladan saya dan Ia juga memuridkan. Mengapa penting bagi saya untuk
  membina hubungan dengan orang lain? Karena Yesus pun melakukannya.

  PRESENTASI (MEMPERKENALKAN)

  Yesus memperkenalkan Injil kepada murid-murid-Nya sementara mereka
  melewatkan waktu bersama-sama dari hari ke sehari. Ia sering
  menggunakan peristiwa-peristiwa sehari-hari, saat-saat yang spontan,
  untuk membagikan kebenaran-kebenaran rohani dengan para pengikut-
  Nya. Ajaran-ajaran-Nya sering datang langsung dari pelayanan-Nya
  sehari-hari. Ia memperkenalkan Injil, meleburkan Injil itu menjadi
  pengalaman-pengalaman hidup-Nya setiap hari. Ia sangat ahli
  menggunakan saat-saat yang spontan. Mengapa kita memperkenalkan
  Injil dengan menggunakan contoh-contoh dari lingkungan hidup sehari-
  hari? Karena Yesus melakukannya.

  PEMELIHARAAN (MENOLONG BERTUMBUH)

  Yesus juga menolong murid-murid-Nya bertumbuh dari hari ke hari.
  Perumpamaan-perumpamaan dan ajaran-ajaran-Nya, seperti Khotbah di
  Bukit, juga menggunakan ilustrasi-ilustrasi yang sederhana dari
  penciptaan yang ditemui murid-murid-Nya sementara mereka berjalan
  sepanjang hari. Dalam menyampaikan perumpamaan-perumpamaan-Nya,
  Yesus menggunakan contoh dari kehidupan sehari-hari, seperti domba,
  benih, tanah, duri, burung, serigala, biji sesawi, ranting, mutiara,
  api, ikan, pohon ara, mata uang, pelita, roti, dan batu. Yesus
  benar-benar menolong murid-murid-Nya bertumbuh. Ia membuat hal
  menolong bertumbuh serta membina rohani mereka itu menjadi bagian
  dari kehidupan mereka setiap hari. Ia mengisi ajaran-ajaran-Nya
  tentang kebenaran rohani dengan berbagai ilustrasi sehari-hari yang
  umum. Keberadaan-Nya yang sangat hakiki meresap melalui kata-kata,
  sikap, dan tindakan-Nya.

  Saya juga ingin identitas saya di dalam Kristus memenuhi sisa hidup
  saya. Pemeliharaan-Nya merupakan teladan yang menakjubkan bagi kita
  untuk diteruskan kepada anak-anak kita.

  REPRODUKSI (MELIPATGANDAKAN)

  Yesus mempersiapkan murid-murid-Nya dan kemudian mengutus mereka
  untuk membuat lebih banyak murid, untuk melipatgandakan, untuk
  memberitakan Kabar Baik tentang Allah. Ia mengutus murid-murid-Nya
  yang berjumlah dua belas orang itu dan kemudian tujuh puluh orang
  pada suatu waktu; dan mereka kembali, kata Alkitab, dengan gembira.
  Mengapa Yesus memerintahkan murid-murid-Nya untuk pergi dan
  membagikan Kabar Baik-Nya? Yesus telah mati untuk semua orang, untuk
  semua orang yang pernah hidup di dunia ini, bukan hanya untuk murid-
  murid-Nya. Tetapi kematian-Nya untuk orang-orang lain itu tidak akan
  efektif jika murid-murid-Nya tidak menceritakannya. Kabar Baik itu
  membuat orang-orang lain bahagia. Kabar Baik Tuhan Yesus adalah
  untuk hidup yang kekal. Mengapa memuridkan? Karena hal itu ditujukan
  untuk kebaikan orang lain.

  Yesus juga tahu bahwa membuat murid-murid baru akan memperkuat iman
  para pengikut-Nya. Penting sekali untuk kita mengetahui bahwa
  Alkitab mengatakan, dalam Lukas 10:17, mereka kembali dengan
  gembira. Kemudian dalam Kisah Para Rasul kita melihat murid-murid
  dengan mantap serta penuh keyakinan telah bersaksi tentang kematian
  dan kebangkitan Yesus dan sekarang mereka membagikan kabar tentang
  Yesus yang memberi hidup kekal itu dengan penuh kuasa. Ketika Yesus
  mulai membina hubungan dengan mereka pada awal pelayanan-Nya, murid-
  murid masih lemah dan goyah. Kurangnya iman mereka pasti kadang-
  kadang membuat Tuhan Yesus merasa kecil hati sementara Ia
  memperkenalkan Injil-Nya kepada mereka dan menolong mereka
  bertumbuh. Tetapi ketika mereka mengalami kuasa kebangkitan Yesus
  Kristus, iman mereka menjadi teguh dan sangat kuat. Mengapa
  memuridkan? Karena membagikan iman kepada orang lain dapat
  memperkuat iman kita sendiri.

  Mengapa Yesus memuridkan orang-orang? Karena pelayanan-Nya adalah
  pelayanan yang melipatgandakan. Karena Ia menggunakan waktu-Nya
  bersama kedua belas orang yang nantinya dapat diutus keluar dan
  mengajar orang-orang lain apa yang diajarkan Yesus kepada mereka.
  Bahkan sebagai orang tua kita juga perlu memuridkan anak-anak kita.
  Karena pelayanan kita juga akan mulai dilipatgandakan.

  Bahan diambil dari sumber:
  Judul Majalah: Sahabat Gembala, Mei 1996
  Judul Artikel: Panutan Melalui Disiplin: Pemuridan Belajar dari
                 Tuhan Yesus
  Penulis      : Jorie Kincaid
  Penerbit     : Yayasan Kalam Hidup, Bandung
  Halaman      : 17--20

______________________________________________________________________
SUMBER MISI

Bible Pathway Ministries
==>     http://www.biblepathway.org/
  Apakah Anda mencari bacaan Alkitab yang sistematis untuk pertumbuhan
  iman Anda? Bible Pathway Ministries (BPM) adalah salah satu jalan
  keluarnya! BPM menyediakan bahan-bahan renungan secara gratis yang
  tersedia dalam berbagai bahasa. Selain dapat menikmati renungan
  harian melalui internet, Anda akan dibawa untuk menelusuri isi
  Alkitab selama setahun penuh. Setiap renungan memuat ayat-ayat
  Alkitab, penjelasan, dan penelitian kata, yang tentunya dilengkapi
  dengan doa. Tersedia juga fasilitas pencari yang lengkap yang
  memungkinkan Anda mencari bahan berdasarkan topik. Melalui situs
  ini, Anda juga dapat mengetahui lebih banyak tentang pelayanan
  "outreach" BPM lewat radio, misi di luar negeri, pelayanan
  penerjemahan Alkitab, dan masih banyak lagi. BPM telah
  mendistribusikan 80 juta kopi "through-the-Bible devotional" dalam
  bentuk cetakan, dan menjangkau 186 negara dengan Injil. Renungan
  yang telah dicetak ke lebih dari 20 bahasa ini tersedia di internet
  dalam 10 bahasa dan juga disiarkan di radio. Untuk mengetahui lebih
  banyak pelayanan BPM, silakan berkunjung ke situs ini.

LINKING LITERACY AND ORAL COMMUNICATION
==>     http://www.talkingbibles.org
  Hampir 4 milyar orang tidak dapat membaca. Tetapi bagaimana dengan
  jutaan orang yang sedang belajar untuk membaca dan terus belajar,
  namun terlalu sulit untuk memahami apa yang mereka baca? Ada suatu
  cara yang sangat sederhana untuk mengatasi kesulitan ini supaya
  mereka yang sedang belajar itu dapat menjadi pembaca yang baik,
  yaitu dengan memanfaatkan Alkitab Rekaman (Talking Bible). Alkitab
  Rekaman (Talking Bible) menawarkan suatu cara baru, pembaca yang
  mengalami kesulitan dalam membaca dapat membuka Alkitab cetak dan
  mengikuti teksnya sambil mendengarkan narasi teks tersebut melalui
  audio. Alkitab Rekaman digital ini akan memudahkan pendengarnya
  memilih pasal yang tepat dalam teks yang dicetak. Era baru yang
  menakjubkan akan segera hadir. Untuk mengetahui lebih lanjut,
  silakan berkunjung ke situs ini.

______________________________________________________________________
DOA BAGI MISI DUNIA

M O N G O L I A
  Ikut serta dalam jamuan makan tradisional bangsa Mongolia adalah
  pengalaman baru bagi misionaris Ben dan Andrea Benezette, serta
  Jeremy dan Roxy Thiessen. "Di situlah daging domba ternak yang
  pernah saya rasakan di Mongolia," demikian tulis Ben.

  Ketika orang-orang percaya di Mongolia, seperti Pumbai, Degee,
  Gamba, dan Buijing, mengadakan pesta, mereka memutuskan untuk
  mengundang para misionaris yang senang mempelajari kebudayaan
  tetangga mereka ini serta menghabiskan waktu dengan teman-teman
  Mongolia mereka.

  Para misionaris ini belajar bahwa menyiapkan horhuk itu sangatlah
  rumit. Orang-orang berkumpul di sekitar sungai dan mulai mencari
  kayu bakar. Pumba mengajak Ben untuk mencari batu-batu yang akan
  digunakan untuk memasak horhuk. Batu ini warnanya harus gelap dan
  pinggirnya halus serta cukup padat agar tidak hancur saat dipakai
  untuk memasak. Batu-batu itu diletakkan di api untuk memanasinya.

  Ketika batu itu sudah cukup panas, daging domba diletakkan di panci
  susu model lama dari besi. Sebuah karet ban lama digunakan untuk
  menutup panci yang kemudian diletakkan di perapian itu.

  Ketika horhuk dimasak, para misionaris mendapat kesempatan untuk
  bersantai dan bersekutu dengan orang-orang percaya lainnya.

  Setelah satu setengah jam, horhuk matang dan mereka dapat
  menyantapnya.
  [Sumber: New Tribes Mission, Agustus 2006]
  Pokok Doa:
  ----------
  * Doakan Benezettes dan Thiessens dalam tugas pelayanan mereka di
    Mongolia. Berdoalah agar mereka memiliki kesempatan yang lebih
    banyak lagi untuk lebih dekat dengan orang-orang di sana.
  * Doakan juga orang-orang Kristen Mongolia agar melalui mereka
    orang-orang yang belum percaya dapat mengenal Tuhan Yesus.

H O N D U R A S
  Di daerah pedalaman yang keras di Honduras, terdapat sebuah kota
  yang bernama Catacamas. Steve Geurink dari Worldwide Christian
  Schools mengatakan bahwa mereka memiliki sejarah yang panjang di
  sana. Mereka juga memiliki sebuah proyek yang benar-benar perlu
  diperbaiki. "Sekolah itu, Luz y Verdad, adalah salah satu hasil
  kerja pertama dari kelompok misi pertama yang dimiliki oleh
  Worldwide. Sekolah itu patut diperhatikan. Saat ini, mulai bisa
  terlihat berapa banyak tahun yang telah ia lewati sejak dia
  didirikan, dan sekarang beberapa perbaikan perlu dilakukan." Geurink
  mengatakan bahwa mereka sedang dalam jalur cepat untuk mengejar
  batas waktu penyelesaian perbaikan tersebut. Mereka memerlukan satu
  tim pada akhir Desember tahun ini dan satu tim lagi untuk awal
  Januari 2007. "Setiap anggota tim mengerjakan fasilitas ini. Mereka
  akan berinteraksi dengan penduduk lokal Honduras di daerah ini.
  Lingkungan masyarakat tersebut memang sangat mengenal sekolah
  tersebut sehingga akan banyak perhatian diarahkan ke situ. Dan hal
  itu akan memberi kesempatan bagi mereka untuk mengembangkan
  pelayanan di masyarakat tersebut," jelas Geurink.
  [Sumber: Mission Network News, Agustus 2006]
  Pokok Doa:
  ----------
  * Berdoalah agar kiranya kebutuhan Worldwide akan satu tim misi pada
    akhir Desember, serta satu tim untuk awal Januari 2007 dapat
    dipenuhi. Berdoalah pula agar Roh Kudus menggerakkan hati banyak
    orang untuk terlibat dalam pelayanan ini.
  * Mohonkanlah hikmat dan kebijaksanaan dalam menyampaikan Kabar Baik
    bagi setiap anggota tim yang akan berinteraksi dengan penduduk
    lokal.

A M E R I K A
  HCJB World Radio sedang merayakan ulang tahunnya yang ke-75. Ya,
  mereka adalah stasiun radio misionaris, namun mereka juga inovator
  teknologi--yang membawa manfaat bagi radio-radio Kristen di seluruh
  dunia melalui pusat teknis mereka di Elkhart, Indiana. Manajer
  utama, David Russel mengatakan, "Pusat teknis ini dirancang dan
  dibangun pada tahun 1986 dengan tujuan utama membangun pemancar
  gelombang pendek berdaya tinggi. Namun, seiring berjalannya waktu
  kami berpindah ke bidang baru, yaitu radio lokal. Kami memulainya
  dengan satu jalur transmisi berkekuatan 1 ow dan juga sistem
  antena." Teknologi radio digital (atau DRM) mendatang harganya
  mahal. Namun, Russell mengatakan bahwa itu dapat berubah. "Salah
  satu insinyur kami yang berada di pusat teknis menjadi orang pertama
  yang memiliki cara praktis untuk menerapkan teknologi DRM sebagai
  desain terkini. Saat ini kami memiliki modulator DRM sendiri, agar
  teknologi DRM bisa dipakai dengan mudah. HCJB telah membantu
  mendirikan radio di lebih dari 100 negara.
  [Sumber: Mission Network News, Agustus 2006]
  Pokok Doa:
  ----------
  * Mengucap syukur karena HCJB telah membantu mendirikan radio di
    lebih dari 100 negara. Berdoa agar lewat pelayanan radio semakin
    banyak orang yang dapat dijangkau oleh Kabar Kebenaran.
  * Doakan agar Tuhan terus memberikan hikmat-Nya kepada para staf
    HCJB.

______________________________________________________________________
DOA BAGI INDONESIA

                 PELAYANAN MISI DAN GEREJA DI INDONESIA
                 ======================================

  Kunci pelayanan misi adalah adanya jejaring antaranggota tubuh
  Kristus. Gereja, sebagaimana tubuh kita, akan berfungsi secara
  maksimal jikalau setiap anggota dapat menjalankan fungsinya sesuai
  dengan talenta yang diberikan Tuhan.

  * Doakan setiap kerja sama antarlembaga atau organisasi misi dan
    gereja-gereja di Indonesia.

  * Doakan organisasi misi yang berusaha merekrut tenaga-tenaga muda
    dalam pelayanan misi sedunia, termasuk tenaga-tenaga pelayanan
    untuk suku-suku terabaikan.

  * Doakan pergerakan misi dan penyelenggaraan misi yang dilakukan
    oleh organisasi, gereja, atau individu dalam rangka kebersamaan.

  * Doakan setiap organisasi misi Indonesia dalam pelayanan mereka
    yang menebar kasih Kristus kepada bangsa-bangsa.

  * Doakan setiap mereka yang terpanggil menjadi orang-orang yang
    diutus (goers) yang memerlukan pendukung (senders), baik dalam
    doa, dana, maupun moral.

______________________________________________________________________
SURAT ANDA

  >From: Timotius <timotius(at)xxxx>
  >Salam kasih dalam Yesus,
  >Saya sudah terima jurnal Elektroneik Mingguan Misi Agust 2006,
  >Terima kasih banyak kepada keru, e-MISI yang telah menyempatkan
  >diri, Didalam membagi kesaksian dan perjalanan pelayanan maupun
  >pokok-pokok Doa yang ada,yang perlu kita gumuli, Serta kendala-
  >kendala yang selalu dihadapi di lapangan, kiranya melalui
  >penyebaran ini kita akan bersatu di dalam Doa, Semoga playanan ini
  >akan semakin diberkati oleh Tuhan dan semakin banyak daerah
  >terpencil akan mengenal Sang Juru Selamt yaitu Yesus Kristus.
  >Kiranya Tuhan selalu memberkati.
  >Salam,
  >Timotius Idris.

  Redaksi:
  Terpujilah Tuhan, kalau kehadiran kami dapat menjadi berkat dalam
  kehidupan Anda. Untuk itu, kami mohon dukungan Anda lewat doa agar
  melalui pelayanan ini semakin banyak lagi orang yang mendapat
  berkat, serta memiliki/punya beban misi untuk mendoakan bangsa-
  bangsa atau menggerakkan lebih banyak lagi anak-anak-Nya untuk turun
  ke ladang-Nya. Tuhan memberkati Anda.

______________________________________________________________________
URLS Edisi Ini

Mission Network News              http://www.missionnetworknews.org/
New Mission Tribes                               http://www.ntm.org/
______________________________________________________________________

Anda diizinkan mengcopy/memperbanyak semua/sebagian bahan dari e-JEMMi
   (untuk warta gereja/bahan pelayanan lain) dengan syarat: harus
    mencantumkan SUMBER ASLI dari masing-masing bahan dan e-JEMMi
(sebagai penerbit bahan-bahan tersebut dalam bahasa Indonesia). Thanks
______________________________________________________________________
                       Staf Redaksi: Lisbet, Ary
  Bahan-bahan dalam e-JEMMi disadur dengan izin dari berbagai pihak.
Copyright(c) 2006 oleh e-JEMMi/e-MISI --- diterbitkan: YLSA dan I-KAN
  Rekening: BCA Pasar Legi Solo No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati
______________________________________________________________________
Staf e-MISI dan Staf Redaksi    :           < staf-misi(at)sabda.org >
Untuk berlangganan              :   < subscribe-i-kan-misi(at)xc.org >
Untuk berhenti                  : < unsubscribe-i-kan-misi(at)xc.org >
Untuk pertanyaan/saran/bahan    :       < owner-i-kan-misi(at)xc.org >
______________________________________________________________________
Situs e-MISI dan e-JEMMi        :               http://misi.sabda.org/
Arsip e-JEMMi                   : http://www.sabda.org/publikasi/misi/
Situs YLSA                      :           http://www.sabda.org/ylsa/
Situs SABDA Katalog             :            http://katalog.sabda.org/
______________________________________________________________________

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org