Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/misi/2006/9 |
|
![]() |
|
e-JEMMi edisi No. 09 Vol. 9/2006 (1-3-2006)
|
|
Pebruari 2006, Vol.9 No.09 ****************************** e-JEMMi ***************************** (Jurnal Elektronik Mingguan Misi) ********************************************************************** ** SEKILAS ISI ** <*> EDITORIAL <*> KESAKSIAN MISI : Melayani di antara Suku-suku <*> SUMBER MISI : MisLink, Worldwide Christian Schools <*> DOA BAGI MISI DUNIA: Timur Tengah, Haiti, India <*> DOA BAGI INDONESIA : Yayasan PIPKA <*> SURAT ANDA : Kesaksian Misi ______________________________________________________________________ "NOT EVERYTHING THAT IS FACED CAN BE CHANGED, BUT NOTHING CAN BE CHANGED UNTIL IT IS FACED" (James Baldwin) ______________________________________________________________________ ** EDITORIAL ** Saat ini mari kita bersyukur untuk setiap misionaris dan pekerja misi yang telah mendedikasikan hidupnya dalam melayani suku-suku terabaikan di Indonesia. Mereka mempunyai kerinduan yang besar dan menyala-nyala agar suku-suku tersebut bisa mendengar Injil dan mengenal Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Tantangan dalam pelayanan itu pun tidak tanggung-tanggung -- sering suku-suku yang dilayani belum mempunyai bahasa tulis, budayanya pun jauh berbeda sehingga para misionaris tentu harus banyak melakukan adaptasi. Ancaman berbagai penyakit yang mungkin bisa merenggut nyawa, serta perlawanan dari pihak-pihak yang tidak menerima Injil merupakan bagian dari tantangan yang harus dihadapi oleh para misionari. Puji Tuhan karena, mereka-mereka yang diutus untuk menjadi pemberita Injil ini dikuatkan dengan keyakinan bahwa Sang Pemberi Amanat Agung akan memberi kemampuan, kekuatan, dan hikmat untuk mengatasinya. Kesaksian menarik dari seseorang yang terpanggil untuk melayani sebuah suku di Indonesia bisa Anda simak dalam kolom Kesaksian Misi. Penyakit yang diderita saat melayani tidak menghalangi niat dan panggilannya untuk tetap melakukan pelayanan di tengah-tengah suku yang rindu mendengar Injil. Hatinya terus bergolak saat melihat jiwa-jiwa yang haus akan kasih Tuhan dan mencari-cari keselamatan. Kiranya kesaksian ini menambah kerinduan hati kita untuk semakin terlibat dalam pelayanan misi. Tuhan memberkati. Staf Redaksi e-JEMMi, (Endah) ______________________________________________________________________ ** KESAKSIAN MISI ** MELAYANI DI ANTARA SUKU-SUKU ============================ Setelah melewati pergumulan yang sangat panjang dan doa yang tak ada putusnya, khususnya dalam menentukan suku atau tempat alokasi saya melayani. Akhirnya saya mengucap syukur karena mendapatkan tempat di tengah suku yang pernah saya kunjungi pada bulan Juli dan Agustus yang lalu. Setelah memilih wilayah suku ini sebagai tempat bekerja dan melayani untuk jangka waktu yang panjang, saya kembali pergi ke desa tersebut selama 2-3 minggu. Dengan ditemani seorang teman, saya berangkat ke wilayah suku tersebut pada 26 Oktober 2005. Masyarakat di sana sangat senang melihat saya kembali, mereka bertanya apakah saya akan kembali untuk menetap di sini. Dan saya langsung menjawab `Ya` dan entah dari mana datangnya jawaban itu tapi sepertinya saya memang yakin bahwa inilah jawaban Tuhan untuk saya. Ibu-ibu datang dengan bahasa daerah mereka yang masih sangat kental sekali, memeluk saya, sedangkan saya hanya terheran-heran dan bingung karena saya tidak mengerti semua apa yang mereka bicarakan. Kami bercakap-cakap dalam bahasa yang masih saya ingat dan itu membuat mereka tertawa karena mereka senang saya masih ingat apa yang saya pelajari dahulu, dan mereka juga membetulkan ucapan saya ketika saya menyebutnya dengan tidak benar. Hari-hari saya diwarnai dengan mengunjungi rumah-rumah di kampung. Dan dengan beberapa orang teman saya, kami membuat peta kampung. Kami mencatat semua rumah, sekolah, hutan, kali, atau apa saja yang dilihat di sana. Juga mencatat nama-nama dari setiap orang yang tinggal di sana. Jumlah rumah yang ada tercatat sekitar 64 rumah dengan jumlah penghuni sekitar 7-12 orang di setiap rumah. Jadi kira-kira yang tinggal kurang lebih 500 orang. Tapi tidak semua orang-orang di sana selalu berada di desa karena mereka biasanya pergi juga ke kampung-kampung lainnya. Kepala suku mengatakan keseluruhan suku yang tersebar di 11 kampung, hampir mencapai 1000 jiwa. Waktu saya mengunjungi rumah demi rumah sekaligus menjalin relasi dengan mereka, hati saya sangat sedih karena rumah mereka yang kecil itu tidak mempunyai dinding dan banyak sekali menampung orang. Karena sudah memutuskan untuk melayani di suku ini, saya juga harus mengunjungi kampung-kampung suku lainnya. Mengingat mereka juga tinggal di 10 kampung lainnya, saya pun berkesempatan untuk mengunjungi kampung lain tersebut. Jarak antar kampung adalah sekitar 4-5 jam jalan kaki atau naik perahu. Perjalanan sangat melelahkan karena harus berjalan kaki melewati hutan kemudian melewati sungai dan mendayung perahu di bawah terik matahari yang membuat kulit saya gosong. Pengalaman saya ikut perahu kali ini tidak terlalu membuat saya takut seperti dalam kunjungan pertama. Sebelum kami naik perahu, baju saya sudah basah duluan karena kami harus menyeberangi 2 sungai kecil sebelum menuju ke pelabuhan (mereka menamakan pelabuhan untuk tempat menyimpan perahu atau sebagai tempat keberangkatan dan persinggahan terakhir). Saya sudah terbiasa dengan perahu, dengan air yang kabur bahkan untuk bermain-main dengan lumpur di tepi sungai, dengan kondisi perahu yang hampir tenggelam dan juga dengan sengatan matahari yang sangat panas. Semuanya itu menjadi suatu kenikmatan yang tidak bisa dibeli dengan uang. Hanya sesekali saya terlihat cemas ketika naik perahu, kalau-kalau buaya tiba-tiba muncul dari dasar sungai, tapi saya menyerahkan semua ketakutan saya kepada-Nya dan saya percaya Dia yang akan memelihara saya. Orang yang tinggal di kampung-kampung ini hanya sekitar 10-12 keluarga dan mereka sangat senang ketika kami mengunjungi mereka. Kami tinggal di rumah salah satu penduduk. Kami disuguhi papeda dan ayam yang sengaja mereka potong untuk kami. Mereka bilang, mereka berburu babi tapi tidak dapat, jadi kami makan ayam saja. Sungguh kebanggaan kalau mereka dapat menyuguhkan daging babi hutan kepada setiap tamu yang datang. Kami mandi di air yang cukup jernih di kolam yang kecil berukuran 1x2 meter dan kalau buang air harus di tengah-tengah hutan dan semak-semak. Ketika kami mau pulang, masyarakat mengantarkan sampai ke tepi sungai tempat menyimpan perahu dan berpesan supaya saya bisa kembali ke sana lain waktu untuk mengunjungi mereka. Dengan hati-hati saya menaiki perahu dan kami bernyanyi-nyanyi, sesekali terdengar teriakan karena perahu hampir tenggelam atau kalau perahu kami menabrak benda-benda yang keras seperti batu besar atau kayu besar. Saya merasakan semua badan saya capek sekali karena perjalanan yang cukup melelahkan. Pelayanan lain yang saya lakukan selama berada di suku ini adalah menceritakan Kabar Baik, juga mengajar di Sekolah yang ada di Xxx. Jumlah siswanya sekitar 13 orang. Gedung sekolahnya sangat sederhana, berlantai tanah, dinding dan atapnya terbuat dari kulit- kulit kayu. Walaupun mereka sudah tergolong orang-orang yang cukup mampu, tapi waktu saya mengajar, beberapa di antara mereka tidak lancar membaca, begitu juga dengan kemampuan matematikanya. Ketika teman saya bertanya 1+2, ada yang menjawab 100-an. Ini sangat menyedihkan dan ini terjadi karena kurangnya kesempatan bagi mereka untuk lebih banyak belajar, selain juga pengaruh bahasa daerah mereka yang memang hanya mengenal angka 1 dan 2. Kalau menyebutkan angka 3, itu gabungan dari 1 dan 2. Pada 11 Nopember, saya kembali lagi ke kota, tapi kepulangan ini bukan untuk selamanya. Saya akan datang lagi. Sebelum berpisah kami rapat dengan tokoh-tokoh masyarakat seperti kepala suku, kepala desa, dan yang lainnya bersama dengan konsultan Yyy yang sengaja datang untuk berbicara dengan masyarakat. Mereka menerima saya untuk melayani di desa. Mereka memberikan tanah untuk saya membangun rumah. Setibanya di kota, saya merasa badan saya demam dan infeksi telinga masih terasa mengganggu. Besoknya saya ke klinik untuk memeriksakan telinga, ternyata telinga saya sudah iritasi dan merah semuanya. Saya diberi obat tetes dan juga antibiotik untuk diminum. Minggu sorenya, saya merasa badan semakin panas dan kepala mau pecah, ternyata panasnya 39`C. Akhirnya saya ke dokter untuk periksa darah dan hasilnya sakit malaria tropika. Saya hanya minta supaya Tuhan memberikan kekuatan untuk menikmati sakit malaria ini. Ini pengalaman kedua dimana saya terjangkit sakit malaria. Yang pertama berjenis malaria tersiana dan yang kedua ini malaria tropika yang hampir membuat kepala saya pecah. Obat Kina dan Fansidar yang saya minum membuat saya terus berkeringat dingin dan tidak bisa tidur pada malam harinya. Saya belajar untuk senantiasa mengucap syukur dalam keadaan sakit sekalipun. Tapi sekarang, saya sudah sembuh dari sakit malaria sehingga saya bisa menuliskan kesaksian ini. Terima kasih untuk saudara/saudari yang membaca pengalaman saya ini. Biarlah mendapat berkat dari tulisan ini. Tolong berdoa terus untuk pelayanan saya: "Terima kasih dan Tuhan memberkati pelayanan kita bersama." Kiriman dari: Kartidaya ______________________________________________________________________ ** SUMBER MISI ** MISLINKS -- A DIRECTORY OF MISSIONS RESOURCES FOR MINISTRY PERSONNEL ==> http://www.mislinks.org/ Apakah Anda seorang pendeta, misionaris, peneliti, guru, murid, atau bagian dari organisasi yang menitikberatkan pada pekerjaan misi? MisLinks adalah untuk Anda -- sebuah sumber informasi online berharga yang akan hadir hanya dengan mengklik mouse Anda! Temukan informasi-informasi tentang misi praktis (penggalangan dana, bantuan dan pengembangan, misi jangka pendek); sumber-sumber pelayanan/ gereja (pertumbuhan gereja, penginjilan, alat-alat pelayanan); topik-topik misi (pengajaran/pelajaran lintas budaya, konflik spiritual, teologi penginjilan); penelitian akademis (pertemuan- pertemuan, jurnal-jurnal, penerbit-penerbit, sekolah-sekolah); dan info umum (mesin pencari, perpustakaan, buku telepon, berita, info internet, sumber-sumber video). Scott Moreau dari Wheaton College dan Mike O`Rear dari Global Mapping Internasional mengembangkan situs yang berguna untuk pelayanan misi ini agar bisa Anda nikmati. WORLDWIDE CHRISTIAN SCHOOLS: MISSION OPPORTUNITIES AVAILABLE ==> http://www.gospelcom.net/wcs/ Worldwide Christian Schools (WCS) adalah sebuah organisasi pelayanan internasional yang bekerja untuk mendorong pengembangan sekolah- sekolah Kristen di seluruh dunia. Organisasi ini mengumumkan tentang tim misinya tahun ini dan membuka lowongan bagi para sukarelawan yang bersedia melakukan perjalanan ke negara lain guna membantu proyek pembangunan sekolah. Kebanyakan tim-tim misi WCS membutuhkan tenaga sukarela yang memiliki kemampuan di bidang konstruksi bangunan atau kepemimpinan; sedangkan kesempatan untuk melayani di bidang konstruksi ringan juga tersedia. Tahun ini, WCS berharap dapat mengirim tim misi ke Republik Dominika, Haiti, Nikaragua, Honduras, dan negara-negara lain. Kunjungilah Situs WCS untuk membaca lebih banyak lagi mengenai misi WCS, sejarah WCS, dan informasi bagaimana Anda dapat berpartisipasi dalam pekerjaan misi dunia. ______________________________________________________________________ ** DOA BAGI MISI DUNIA ** * T I M U R T E N G A H Kelompok Misi memberi tanggapan atas ancaman terhadap orang Kristen di Gaza. Seperti diberitakan, militan bersenjata telah mengancam akan meledakkan bangunan kantor milik Palestine Bible Society jika mereka tidak menutupnya. Organisasi Bible Society menerima sebuah surat dari kelompok militan yang memuat ancaman itu 8 hari yang lalu. Mitra mereka dari E3, Tom Doyle, mengatakan bahwa Palestine Bible Society menanggapi ancaman tersebut secara serius. "Tanggal 28 Pebruari adalah tanggal yang disebutkan oleh kelompok teroris tersebut dimana mereka akan meledakkan gedung Bible Society. Ancaman-ancaman tersebut sangat nyata mengingat mereka telah mulai melakukannya dengan meledakkan satu bom. Kami hanya ingin menyelamatkan saudara-saudari sepelayanan kami yang ada di jalur Gaza." Sebagai tindakan dalam menanggapi surat ancaman itu, pemilik tanah meminta agar kantor itu ditutup, paling tidak untuk sementara waktu. Meskipun demikian Doyle tetap percaya bahwa hal itu tidak akan menghentikan pelayanan Palestine Bible Society. "Mungkin Anda berpikir bahwa hal itu akan menghentikan pekerjaan penginjilan, namun sebenarnya peristiwa itu malah membantu penginjilan. Hal tersebut akan memberikan pemahaman baru kepada orang-orang percaya di Palestina mengenai apa yang sedang mereka hadapi. Mereka berdoa, dan juga meminta dukungan dari orang-orang percaya di seluruh penjuru tempat untuk mendoakan orang-orang percaya di Gaza." [Sumber: Mission Network News, February 20th, 2006] Pokok Doa: ---------- * Mari berdoa untuk pelayanan Palestine Bible Society di jalur Gaza. Berdoa agar Tuhan senantiasa melindungi para pekerja-Nya dan memberikan keteguhan hati bagi mereka dalam melayani. * Doakan orang-orang percaya di jalur Gaza supaya dalam situasi apa pun mereka tetap makin diteguhkan dan dapat bersaksi tentang Kristus melalui kehidupan mereka. * H A I T I Haiti menjadi fokus dalam pelayanan penerbangan setelah pemilihan presiden berlangsung. Negara ini kemarin mengumumkan Rene Preval sebagai presiden Haiti selanjutnya setelah tercapainya kesepakatan yang menghindarkan terjadinya kekuatiran meletusnya kerusuhan. Para pemrotes telah turun ke jalan berkenaan dengan pengumuman itu. Anggota Mission Aviation Fellowship, Kevin Swanson, mengatakan bahwa aksi protes tersebut memang memberi pengaruh pada pekerjaan mereka. "Staf kami sendiri memang baik-baik saja dan kami tidak melihat adanya kebutuhan untuk mengevakuasi mereka. Sempat ada beberapa hari dimana pilot kami tidak dapat pergi ke bandara, sehingga membuat kami harus membatalkan penerbangan, namun itu hanya sementara saja." Terakhir ini, MAF sedang melayani 46 organisasi yang berbeda dan membutuhkan lebih banyak lagi pesawat. Sementara mereka telah menyediakan perbekalan, guru-guru dan barang-barang lain, Swanson mengatakan bahwa hal itu telah membuat pelayanan mereka semakin efektif. "Saat pesawat menerbangkan sebuah tim yang membawa Film YESUS dan berencana mensharingkan tentang Kristus di negara tersebut, masyarakat telah memberikan respon penerimaan yang baik dan mereka mau mendengarkan tanpa curiga karena MAF telah terlebih dulu membuktikan pelayanan kasih mereka dengan membawakan barang- barang kebutuhan dan hal-hal penting untuk desa-desa di negara itu." [Sumber: Mission Network News, February 17th, 2006] Pokok Doa: ---------- * Naikkan doa untuk presiden yang baru terpilih agar diberikan hikmat dan kebijaksanaan dalam memimpin dan membawa Haiti ke arah yang lebih baik. * Mengucap syukur untuk pemerimaan masyarakat Haiti yang baik untuk pelayanan yang dilakukan oleh MAF. Berdoa agar lebih banyak orang lagi yang mengenal Kristus lewat pelayanan mereka. * I N D I A Di India, siaran-siaran radio menyediakan materi-materi pemuridan untuk membantu gereja. Sammy Tippit, penginjil dari Amerika, baru- baru ini melakukan perjalanan ke India untuk melakukan khotbah marathon. Dalam tiga hari, Sammy Tippit berkhotbah dan disiarkan dalam bahasa Hindi. Kemudian secara simultan, khotbah tersebut akan diterjemahkan dalam bahasa Tamil dan Telegu. Kerinduan Tippit adalah memproduksi materi-materi pemuridan dan kepemimpinan untuk komunitas Kristen yang sedang bertumbuh di India. Siaran-siaran khotbah tersebut akan membantu penjangkauan kepada banyak penduduk India dan mengenalkan mereka dengan Injil. [Sumber: Mission Network News, February 23rd, 2006] Pokok Doa: ---------- * Doakan siaran-siaran khotbah Sammy Tippit agar dapat segera diterjemahkan dalam bahasa Tamil dan Telegu sehingga bisa menjangkau lebih banyak lagi orang-orang India yang belum mengenal Injil. * Berdoa untuk Tippit dan kerinduannya untuk melakukan khotbah marathon dalam berbagai bahasa utama di Asia. Dengan demikian, Injil bisa didengar oleh orang-orang yang tinggal di seluruh penjuru Asia. ______________________________________________________________________ ** DOA BAGI INDONESIA ** YAYASAN PENGUTUSAN INJIL DAN PELAYANAN KASIH (PIPKA) ---------------------------------------------------- Yayasan PIPKA adalah salah satu yayasan Kristen yang terpanggil untuk memperhatikan suku-suku terabaikan di tanah air -- di antaranya 127 suku yang belum atau sebagian saja yang memperoleh pelayanan dari lembaga kristiani mana pun. Yayasan PIPKA terus melibatkan diri di dalam usaha pengembangan masyarakat di mana Injil diberitakan melalui berbagai bentuk pelayanan kasih, misalnya program pertanian, pelayanan kesehatan, pertanian, beasiswa, program pengadaan air bersih, dll.. (Brosur PIPKA) Pokok Doa: ---------- * Mengucap syukur atas berkat Tuhan bagi yayasan PIPKA sehingga pelayanannya bisa berkembang dengan baik. PIPKA sekarang melayani sebanyak 63 cabang, yaitu 23 yang mandiri dan 43 cabang yang masih membutuhkan subsidi dari PIPKA. Doakan sumber dana untuk memenuhi kebutuhan subsidi di cabang-cabang PIPKA. * Mengucap syukur juga karena perwakilan PIPKA sekarang sudah ada di lebih dari 10 propinsi di Indonesia dan juga sampai ke luar negeri. * Mengucap syukur untuk beberapa jemaat yang telah dirintis oleh yayasan PIPKA dan oleh anugerah Allah, jemaat-jemaat rintisan tersebut telah menjadi gereja-gereja yang dewasa dan mandiri. * Doakan keterlibatan PIPKA dalam usaha pengembangan masyarakat di mana Injil diberitakan melalui pelayanan kasih. Berdoa supaya PIPKA semakin peka untuk melihat potensi-potensi daerah yang dapat dikembangkan dan mempunyai hikmat dalam cara penyampaiannya. * Doakan juga agar ada dampak dari pelayanan kasih yang mereka lakukan sehingga melalui pelayanan tersebut banyak orang bisa mengenal Injil dan sumber kasih sejati, Yesus. * Doakan agar lebih banyak orang rindu untuk terlibat dalam pelayanan PIPKA baik melalui doa, daya, dan dana. Berdoa juga agar Allah menyediakan sumber daya manusia yang berkualitas untuk menjalankan dan mengembangkan pelayanan ini. ______________________________________________________________________ ** SURAT ANDA ** >From: Lusi Kristani <lusi(at)> >Dengan hormat, >Saya, Lusi, telah berkunjung ke website Anda. Saya ingin mendengar >kabar kesaksian tentang misi. Saya sekarang ini tinggal di Jerman, >untuk studi. Saya bergereja di Jerman, Lakeside Church di kota >Konstanz (bagian selatan Jerman, berbatasan dengan Swiss). Jika >Anda membutuhkan informasi yang lain, saya dengan senang hati akan >menjawab pertanyaan Anda. >salam, Lusi Redaksi: Terima kasih untuk kunjungan Anda ke situs kami. Untuk mendapatkan kumpulan kesaksian Anda bisa mengakses situs e-MISI dan klik alamat di bawah ini: ==> http://www.sabda.org/misi/ Anda juga akan kami daftarkan sebagai pelanggan Publikasi e-JEMMi (Jurnal Elektronik Mingguan Misi) untuk mendapatkan informasi- informasi seputar pelayanan misi yang bisa mendorong Anda untuk semakin rindu mendoakan dan bahkan terlibat dalam pekerjaan misi. Kami berharap bahan-bahan yang kami sajikan dapat menjadi berkat bagi Anda dan bisa Anda bagikan kepada yang lain. ______________________________________________________________________ ** URLS Edisi Ini ** * Mission Network News http://www.missionnetworknews.org/ ______________________________________________________________________ Anda diizinkan mengcopy/memperbanyak semua/sebagian bahan dari e-JEMMi (untuk warta gereja/bahan pelayanan lain) dengan syarat: harus mencantumkan SUMBER ASLI dari masing-masing bahan dan e-JEMMi (sebagai penerbit bahan-bahan tersebut dalam bahasa Indonesia). Thanks ______________________________________________________________________ Staf Redaksi: Lisbet, Ary, Endah Bahan-bahan dalam e-JEMMi disadur dengan izin dari berbagai pihak. Copyright(c) 2006 oleh e-JEMMi/e-MISI --- diterbitkan: YLSA dan I-KAN Rekening: BCA Pasar Legi Solo No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati ______________________________________________________________________ Staf e-MISI dan Staf Redaksi : < staf-misi(at)xc.org > Untuk berlangganan : < subscribe-i-kan-misi(at)xc.org > Untuk berhenti : < unsubscribe-i-kan-misi(at)xc.org > Untuk pertanyaan/saran/bahan : < owner-i-kan-misi-JEMMi(at)xc.org > ______________________________________________________________________ Situs e-MISI dan e-JEMMi : http://www.sabda.org/misi/ Arsip e-JEMMi : http://www.sabda.org/publikasi/misi/ Situs YLSA : http://www.sabda.org/ylsa/ Situs SABDA Katalog : http://katalog.sabda.org/ **********************************************************************
|
|
![]() |
|
© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org |