Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://www.sabda.org/publikasi/m-biblika/6

m-Biblika edisi 6 (14-5-2010)

m-Biblika Mei 2010

____________________________m-Biblika____________________________
                         - Suara SABDA -
                         EDISI MEI 2010

DAFTAR ISI
  EDITORIAL
  ARTIKEL BIBLIKA: Yesus Kristus dalam Tahun-Tahun Misterius
  BERITA SABDA: 1. Tahap Akhir Penyelesaian CD SABDA 4.0
                2. Pertemuan Konsultasi Kabar Baik -- Bogor
                3. Seminar: "Conversational Evangelism" dan
                   CD Alkitab Audio
  SABDA AUDIO: Alkitab dalam Audio!
  TESTIMONI SABDA: Firman Tuhan Lewat CD Alkitab Audio
  SURAT BIBLIKA
  STOP PRESS: Pembukaan Kelas DIK - PESTA
____________________________________________________________

"Kami percaya, tetapi bukan lagi karena apa yang kaukatakan,
    sebab kami sendiri telah mendengar Dia dan kami tahu,
         bahwa Dialah benar-benar Juruselamat dunia."
                       (Yohanes 4:42)
          < http://alkitab.sabda.org/?Yohanes+4:42 >
____________________________________________________________
EDITORIAL

  Salam sejahtera,

  Tidak dipungkiri bahwa beberapa kisah hidup Yesus
  sepanjang rentang waktu ketika Ia hidup di dunia
  menimbulkan beberapa pemikiran spekulatif. Namun demikian,
  tersedianya bukti-bukti otentik yang meyakinkan dapat
  menolong kita untuk tidak terperangkap pada pemahaman yang
  keliru. Kami mengundang Sahabat Biblika untuk menyimak
  artikel "Yesus Kristus dalam Tahun-tahun Misterius", karya
  seorang alumnus Seminari Alkitab Asia Tenggara (SAAT),
  Malang.

  m-Biblika bulan ini khusus akan menyoroti pelayanan
  Alkitab dalam bentuk audio yang dikerjakan oleh Yayasan
  Lembaga SABDA. Pelayanan Alkitab Audio ini telah menjadi
  berkat bagi mereka yang membutuhkan. Bagi Anda yang
  tertarik dan terpanggil untuk terlibat dalam pelayanan ini
  tentu melihat peluang pelayanan yang luar biasa, khususnya
  di zaman yang didominasi oleh teknologi informasi dan
  komunikasi seperti MP3/MP4, telepon genggam, iPod, dan
  masih banyak lagi ini.

  Selamat menyimak. Tuhan memberkati.

  In Christ,
  Santi Titik Lestari
  Redaksi Tamu m-Biblika
  http://fb.sabda.org/biblika
  http://groups.google.com/group/m-biblika
____________________________________________________________
ARTIKEL BIBLIKA

         YESUS KRISTUS DALAM TAHUN-TAHUN MISTERIUS

      "Ketika Yesus memulai pekerjaan-Nya, Ia berumur
      kira-kira tiga puluh tahun...." (Lukas 3:23)

  Alkitab melukiskan kehidupan [awal] Yesus dengan agak
  kabur dan terselubung. Sejak Ia lahir sampai kira kira Ia
  berusia 30 tahun kita hanya menemukan potongan-potongan
  kisah hidup-Nya. Penjelasan yang lebih rinci tentang masa
  kecil Yesus direkam dalam lima peristiwa yang monumental
  oleh Matius dan Lukas.

  Pertama, Yesus sebagaimana semua manusia pada umumnya,
  memulai hidup-Nya di dunia melalui proses kelahiran biasa
  -- tetapi ajaib. Proses itu disebut biasa karena setelah
  genap waktunya, Allah mengutus Anak-Nya yang dilahirkan
  dari seorang perempuan (Galatia 4:4); kelahiran-Nya
  disebut ajaib sebab keberadaan-Nya di dalam kandungan
  berasal dari Roh Kudus (Matius 1:20). Jadi kelahiran Tuhan
  Yesus sebagai anak dari perawan Maria merupakan peristiwa
  natural sekaligus supernatural. Kejadian itu khusus sebab
  Roh Kudus berdiam di dalam diri Maria dan kuasa Allah
  menaungi dia. Ketika Anak itu lahir, Ia disebut Anak
  Allah. Prinsipnya, kelahiran-Nya tidak menghilangkan sifat
  keilahian-Nya. Dialah Tuhan Yesus Kristus, Allah yang
  menjelma sebagai manusia.

  Kemudian, seperti yang diperintahkan dalam hukum Taurat
  [Imamat 12], Yesus disunatkan pada hari ke-8 (Lukas 2:21),
  artinya, sang Anak Allah yang tidak berdosa itu tetap
  diwajibkan untuk mengalami, menjalani, dan memenuhi
  ketentuan perjanjian ilahi. Tujuan dari semua kewajiban
  itu untuk memaklumatkan dan memperkenalkan sang Juru
  Selamat kepada umat manusia. Buktinya, malaikat Gabriel
  menyampaikan berita Natal kepada para gembala di padang.

  Kedua, Yesus dipersembahkan di Bait Allah agar penyunatan
  itu disahkan dan dimeteraikan. Ia ditebus dengan
  [persembahan korban]. Persembahan yang diberikan adalah
  persembahan yang biasa dilakukan oleh kaum miskin berupa
  sepasang burung tekukur atau dua anak burung merpati
  (Imamat 12:8; Lukas 2:24). Kebenaran misi Yesus juga
  didukung oleh dua orang tua yang sangat saleh, yakni
  Simeon dan Hana.

  Ketiga, tidak lama kemudian sekelompok orang bijak tiba di
  Yerusalem untuk menanyakan kelahiran Raja Yahudi. Para
  Majus itu (kemungkinan para pakar astrologi) telah melihat
  bintang-Nya di Timur sehingga mereka datang untuk
  menyembah-Nya. Pada saat itu, Raja Herodes yang bengis
  tidak mengetahui berita itu. Berdasarkan nubuatan [nabi
  Mikha], ia mengutus orang-orang Majus ke lokasi kelahiran
  Mesias di Betlehem. Dengan alasan ingin menyembah-Nya
  juga, ia meminta mereka memberitahukan tempat
  kelahiran-Nya secara akurat. Namun demikian, mereka tidak
  kembali menemui Herodes setelah mereka mendapat peringatan
  di dalam mimpi. Mereka langsung pulang ke negeri mereka
  dengan melalui jalan lain (Matius 21:12).

  Keempat, sesudah orang-orang Majus itu pergi, Allah
  langsung memerintahkan Yusuf sekeluarga untuk pergi
  mengungsi ke Mesir. Herodes yang merasa telah diperdaya
  orang-orang Majus menitahkan untuk mengeksekusi semua
  anak-anak di Betlehem yang berumur dua tahun ke bawah.
  Tidak lama setelah Herodes meninggal, Allah memerintahkan
  Yusuf sekeluarga untuk kembali ke Nazaret (Matius
  2:13-23).

  Kelima, perjalanan Yesus dan orangtua-Nya [ke Yerusalem]
  pada hari Paskah. Pada saat itu, Ia berusia 12 tahun dan
  gemar berdiskusi dengan pemimpin-pemimpin agama di Bait
  Suci (Lukas 2:41-52).

  Tentu saja, kita tidak perlu berusaha merangkai biografi
  Yesus itu selengkapnya berdasarkan kitab-kitab Injil
  seperti penyelidikan informasi dan fakta tentang hidup
  seseorang yang telah lama meninggal. Para penyusun kitab
  Injil tidak mengutamakan urutan kronologis dan historisnya
  sebab mereka lebih menekankan sisi teologisnya. Packer,
  Tenney, dan White berkomentar:

    Keempat kitab Injil merupakan satu-satunya sumber
    informasi utama kita mengenai Yesus Kristus. Kitab-kitab
    itu tidak menyajikan suatu biografi menyeluruh tentang
    hidup-Nya, namun gambaran mengenai pribadi-Nya dan
    karya-Nya. Sejak kelahiran-Nya hingga Ia berusia 30
    tahun hampir tidak ada yang diceritakan tentang-Nya.
    Bahkan laporan mengenai pelayanan-Nya itu pun tidak
    mendalam.[1]

  Hingga di sini, pernyataan tersebut belum bisa disebut
  selesai. Banyak persoalan yang fundamental masih tetap
  berpotensi untuk memicu perdebatan Kristologi.

  Potensi Perdebatan Kristologi

  Meskipun para siswa Alkitab berdebat bahwa perkiraan
  terbaik mengenai permulaan pelayanan Yesus bisa jadi tahun
  29 AD,[2] namun yang memusingkan barangkali adalah tidak
  adanya berita atau keterangan mengenai kegiatan Yesus
  ketika Ia berumur 12 hingga 30 tahun. Riwayat Yesus
  seolah-olah tersembunyi dan terputus sama sekali sehingga
  terkesan sangat misterius. Sekarang, marilah kita mencoba
  untuk mengungkapkan makna pesan itu.

  1. Apokrif atau Kanonik?

  Tuhan diam [tentang hal ini], wajar saja manusia begitu
  ingin mengetahui dan berspekulasi untuk mengisi kekosongan
  itu. Pada zaman gereja perdana muncul kitab-kitab Apokrifa
  yang seolah-olah memberikan keterangan terinci tentang
  kisah-kisah Tuhan Yesus yang tidak diceritakan di dalam
  keempat Injil kanonik. Ruang lingkup Apokrifa Perjanjian
  Baru (PB) memang lebih sulit ditentukan dibanding Apokrifa
  Perjanjian Lama (PL). Profesor A.F. Wall, pakar studi
  keagamaan dari Universitas Aberdeen, tatkala memberi
  batasan pengertian istilah Apokrifa PB menuliskan bahwa
  "istilah ini akan dibatasi pada kitab-kitab nonkanonik
  yang dianggap ditulis oleh dan bertujuan untuk memberikan
  informasi ekstrakanonikal tentang Yesus atau para
  rasul."[3] Isi Kitab Apokrifa PB khususnya penuh dengan
  cerita mengenai perkataan dan perbuatan Yesus ketika Ia
  masih kanak-kanak.

  Kisah-kisah tentang Tuhan Yesus di Apokrifa itu biasanya
  dangkal dan berlebih-lebihan. Ia digambarkan sebagai
  pembuat berbagai keajaiban yang tidak penting dan tidak
  berguna. Misalnya, Ia mengubah teman-teman-Nya menjadi
  kambing dan membuat burung-burungan dari tanah liat dan
  membuatnya bisa terbang. Akhir-akhir ini, kita sering
  mendengar isu-isu serupa yang tidak berdasar. Film "The
  Last Temptation" mengisahkan spekulasi kisah
  percintaan-Nya dengan sang pelacur, Maria Magdalena. Semua
  gambaran itu sangat naif sekali!

  Meskipun menarik, semua keterangan itu merupakan perkiraan
  liar manusia yang jauh dari sempurna! Akhirnya, kita
  diingatkan agar tidak memasuki "tabir" Kitab Suci yang
  berselimutkan misteri. Para penafsir naif itu tidak bisa
  mengontrol keingintahuan dan imajinasi mereka, serta tidak
  bersedia takluk kepada Alkitab, yang memang tidak banyak
  memberikan informasi mengenai hal-hal ini. "Kembali ke
  Alkitab!" Kita hanya perlu mengetahui [masa kecil Yesus]
  sebatas kesaksian Alkitab kanonik, sebab "wahyu" itu
  benar-benar diilhami oleh kuasa Roh Kudus (2 Timotius
  3:16; 2 Petrus 1:21-22). Kita harus kembali pada semangat,
  gairah, dan prinsip para Reformator yang bersemboyan "Sola
  Scriptura".

  2. Sketsa Kristologi via Tradisi?

  Meskipun kita tidak boleh berilusi dan berimajinasi liar,
  kita tidak dilarang, bahkan diwajibkan mencari semua
  keterangan tentang Kristus yang otentik, melalui
  penggalian dan penyelidikan tentang cara hidup umumnya
  dalam tradisi Yahudi, menyangkut masa pertumbuhan-Nya
  sebagai kanak-kanak hingga pemuda sepanjang tahun-tahun
  yang misterius tersebut. Kita bisa mengajukan berbagai
  pertanyaan untuk membantu kita merekonstruksi kehidupan
  Kristus secara padat, mantap, dan bertanggung jawab.

  Pertama, bagaimana proses pertumbuhan Yesus sebagai
  seorang manusia?

  Dalam Lukas 2:40-52, Harold L. Willmington menjawab tegas,

    Ia meningkat dalam hikmat (kedewasaan psikis),
    Ia meningkat secara postur tubuh (kedewasaan jasmani),
    Ia meningkat dalam kedekatan dengan Tuhan (kedewasaan
    rohani), dan
    Ia meningkat dalam kedekatan dengan manusia (kedewasaan
    sosial).[4]

  Berdasarkan fakta itu, kita berani menyimpulkan bahwa
  proses pematangan dan perkembangan mentalitas, jasmani,
  rohani, sosial, dan moral-Nya sangat wajar seperti anak
  laki-laki Israel pada umumnya.

  Kedua, apakah Yesus dimasukkan ke sekolah?

  Ada yang mengatakan tidak. Namun demikan, dalam pengertian
  tertentu Ia bisa disebut belajar dari guru-Nya yang
  pertama, yaitu kedua orangtua-Nya sendiri. Ia juga
  belajar dari sekolah sinagoge lokal. Jadi, secara
  edukatif, Yesus menerima pendidikan-Nya di rumah orang
  tua-Nya sendiri, atau dari seorang rabi yang bertugas di
  rumah ibadat setempat. Perkataan "Bagaimanakah orang ini
  mempunyai pengetahuan demikian tanpa belajar!" (Yohanes
  7:14-16) mengacu pada institusi informal "sekolah agama"
  atau "sekolah oleh para rabi" di dalam masyarakat Ibrani.

  Sebagai seorang insan biasa, Yesus juga perlu belajar. Ia
  tanpa ragu-ragu telah mempelajari beraneka ragam bahasa
  yang berkembang dan dipakai pada lingkungan hidup-Nya.
  Adam Fahling membuktikan secara panjang lebar:

    Tidak diragukan lagi, Ia berbicara dalam bahasa Aram
    yang umum dipergunakan; tetapi Ia juga mengenal bahasa
    Ibrani, karena Ia mengutip beberapa bagian Kitab Suci
    secara langsung dari naskah asli berbahasa Ibrani. Ia
    dapat membaca; terbukti sepanjang perdebatan-Nya dengan
    orang-orang Farisi dan orang-orang Saduki Ia dapat
    merujuk langsung ke Kitab Suci, untuk menantang mereka
    dengan acuan mereka sendiri Ia berulang kali mengatakan,
    "Tidakkah kamu baca?" Nampaknya Ia juga dapat menulis.
    Selain itu tidak diragukan bahwa Ia juga memahami
    percakapan berbahasa Yunani; karena di mana pun Ia
    tampak berbicara dengan orang-orang yang menggunakan
    bahasa itu, entah dengan perwira Romawi, dengan
    perempuan Siro-Fenisia, dengan "orang Yunani yang ingin
    bertemu Yesus" [Yohanes 12:20-21], dan dengan Pilatus,
    tidak pernah disebutkan kehadiran seorang pengalih
    bahasa. Kita tidak dapat tahu sejauh apa pengetahuan
    Latin Yesus. Sejumlah kata-kata dalam bahasa Latin kita
    temukan di dalam pengajaran-Nya; pada satu peristiwa Ia
    mengacu pada tulisan di sebuah koin Romawi. Akan tetapi,
    penggunaan bahasa-bahasa ini tidak serta-merta
    menunjukan bahwa dia menerima pelatihan khusus, namun
    dengan mudah dapat dijelaskan dari [fakta bahwa] Anak
    Yahudi Galilea ini hidup di lingkungan Yunani-Romawi.
    Selain itu, jika Anak ini menerima pendidikan khusus,
    yang diragukan, kita dapat menganggap bahwa pendidikan
    tersebut telah terhenti sesaat setelah kunjungan
    Paskah-Nya ke Yerusalem.[5]

  Mengingat ketatnya pengajaran agama Yudaisme, Yesus diduga
  telah membaca habis buku bacaan "The Testaments of The
  Twelve Patriachs" -- sekumpulan kitab nonkanonikal yang
  berhubungan erat dengan kesaksian dua belas anak-anak
  Yakub. Ia juga diperkirakan telah mengenal dengan baik isi
  warisan perjanjian Allah turun-temurun dalam Kitab-kitab
  Sejarah, baik dalam tulisan-tulisan maupun nabi-nabi
  Perjanjian Lama.

  Apakah kita bisa mengetahui aktivitas spesifik Yesus pada
  tahun-tahun permulaan-Nya? Dalam realitanya, tidak sulit
  untuk menggambarkan seluk-beluk umum kegiatan Yesus pada
  usia 2 sampai 12 tahun; kita hanya perlu menyusun
  hari-hari Yesus dalam panorama suasana dusun Nazaret di
  Galilea [6]. Ada petunjuk yang meyakinkan bahwa dalam
  asuhan penuh kasih yang diterima-Nya di rumah
  orangtua-Nya -- termasuk pula asuhan disiplin sesuai
  dengan kebiasaan yang berlaku dalam masyarakat Yahudi --
  tentu Yesus dilatih untuk bekerja keras. Ia harus
  menguasai dan mengusahakan keterampilan yang diperlukan
  untuk membantu ayah-Nya, Yusuf, yaitu keterampilan sebagai
  tukang kayu. Ia rajin belajar memakai alat-alat
  pertukangan. Ia pasti berpartisipasi menutupi kebutuhan
  sehari-hari keluarga-Nya. Alasannya, Yusuf tidak disebut
  dalam sejarah masa kehidupan Yesus selanjutnya, maka pada
  umumnya orang berpendapat bahwa Yusuf sudah meninggal pada
  waktu Yesus masih muda. Setelah itu mungkin pemeliharaan
  rumah tangga dipikul Yesus sebagai putra sulung.

  Mustahil Yesus bekerja tanpa disertai doa, baik sebelum
  atau sesudahnya. Kebiasaan doa dan saat teduh ini (Markus
  1:35) dibentuk sejak dini melalui pengaruh orangtua-Nya
  yang amat saleh. Pujian yang dikidungkan ibu Yesus (Lukas
  1:46-55) tentang keberuntungannya menunjukkan bahwa ia
  adalah seorang ibu yang begitu rohani, puitis, dan
  patriotik. Ia adalah seorang yang gemar berikhtiar
  menelaah firman Allah, mengucap syukur, dan berdoa. Hal
  ini telah nyata karena nyanyiannya penuh ide-ide PL dan
  mengambil polanya dari tokoh wanita Hana (1 Samuel 2:1-10).
  Yesus jelas bertumbuh dalam kasih ibu-Nya dan dengan
  segala ketulusan hati ayah-Nya. Yang penting di sini, kita
  tak perlu melukiskan orangtua Yesus secara berlebihan.
  Menganggap mereka "santo", bagai raja dan ratu sorga
  adalah perbuatan yang keliru.

  Saudara-Saudara Yesus

  Mengenai hal di atas, kita membaca dari Matius 1:25 dalam
  perikop Injil Matius tentang mimpi Yusuf yang berbunyi:
  "Tetapi Yusuf tidak bersetubuh dengan Maria sampai ia
  melahirkan anaknya laki-laki". Dari ayat ini tidak dapat
  disimpulkan apa-apa mengenai ada tidaknya hubungan seksual
  antara Yusuf dan Maria sesudah kelahiran Yesus. Namun
  persoalan ini diperdebatkan berabad-abad lamanya.
  Perdebatan ini menghasilkan sejunilah pendapat yang
  bervariasi. Orang-orang Protestan sering kali menerima
  kemungkinan adanya hubungan seksual antara Yusuf dan
  Maria. Orang-orang Katolik dan Ortodoks pada umumnya
  mempertahankan pendapatnya mengenai keperawanan Maria.
  Sementara itu sejumlah besar orang Kristen sama sekali
  tidak mengerti mengapa hal ini diperdebatkan.

  Dasar perdebatan yang sudah berusia tua ini ternyata
  bersumber pada masalah bahasa asli saudara-saudara Yesus.
  Doktrin yang dianut orang Protestan bahwa Yesus bersaudara
  kandung, baik laki-laki (Yakobus, Yosea, Yudas dan Simon)
  atau perempuan-perempuan yang tidak disebutkan namanya
  (Markus 6:3 dan Yohanes 7:3-5),[7] sering kali berlawanan
  dengan ajaran resmi Katolik. Argumen para teolognya
  biasanya merumuskan bahwa "menurut bahasa Ibrani, kata
  "saudara" (bahasa Ibrani: "ah") dapat diterapkan bukan
  hanya pada saudara yang sedarah melainkan juga pada setiap
  kerabat lainnya".[8]

  Kita tidak perlu terjebak pada perangkap persoalan yang
  ruwet dan rumit ini. Rasanya bukti-bukti yang disampaikan
  oleh pihak Katolik (meskipun kriteria pertimbangannya
  cukup logis) ternyata tetap masih lemah. Kembali pada
  catatan-catatan Alkitab, tentu kita akan berpegang teguh
  pada tradisi doktrin Reformasi (Martin Luther dan John
  Calvin) daripada tradisi Bapak-Bapak Gereja mula-mula
  (Klemens dari Aleksandria, Origenes, Eusebius, dll.).
  Bapak-Bapak Gereja yang disebut kuno ini acapkali
  berpendapat bahwa yang dimaksud dengan saudara-saudara
  Yesus adalah anak-anak Yusuf dari perkawinan yang pertama.
  Pemecahan persoalan yang diusulkan oleh sejumlah Bapa
  Gereja itu terkesan mengada-ada dan dibuat-buat saja.

  Barangkali tantangan yang lebih urgen lagi bukanlah
  menyistematikakan sketsa ajaran Kristus (Kristologi) via
  tradisi melainkan mencari apa yang menjadi relevansinya
  pada masa kini? Setelah kita mengetahui sedikit banyak
  siapakah Yesus yang sebenarnya, apakah makna teologis dan
  praktisnya bagi generasi ke generasi sepanjang zaman?
  Yesus harus mampu diterjemahkan dalam situasi kini dan di
  sini, serta tetap menjadi "jawaban" bagi dunia sampai pada
  akhir zaman.

  Akhir kata, kita harus menyadari bahwa yang tetap menjadi
  fokus berita adalah Yesus Kristus. Inti dari segala inti
  permasalahan yang menyangkut tahun-tahun misterius Yesus
  itu sungguh-sungguh merupakan rahasia Alkitab. Seandainya
  kita hendak menggali dan menguliti lebih dalam, paling
  baik formatnya demikian: antara umum 0-12 tahun, Yesus
  sudah pasti diasuh, diasih, dan diasah oleh orangtua-Nya
  sebagaimana layaknya. Setelah akil balig, antara 12-30
  tahun, Yesus membekali diri lebih baik lagi dalam
  persiapan-Nya untuk memulai misi yang suci dan agung guna
  menyelamatkan manusia yang percaya kepada-Nya.

  Ketika kata-kata ini berakhir, pergumulan kita pada
  Kristologi yang benar bau dimulai. Tapi kita tidak bisa
  berbuat lain melebihi kesaksian Alkitab. Itulah
  kenyataannya ketika kita ingin mengetahui Yesus Kristus
  dalam tahun-tahun yang misterius.

  Referensi:
  [1] J.I. Packer, M.C. Tenney, W. White, Jr., "The Bible
      Almanac" (Nashville: Thomas Nelson, 1980) 511
  [2] J.F. Walvoord, R.B. Zuck, "The Life of Christ
      Commentary (Wheaton: Victor Books, 1989) 212
  [3] J.D. Douglas (ed.), "New Testament Apocrypha," "New
      Bible Dictionary" (Leicester: InterVarsity, 1982) 828
  [4] H.L. Willmington, "Willmington`s Complete Guide to
      Bible Knowledge: The Life of Christ (Wheaton: Tyndale
      House, 1991) 25
  [5] "The Life of Christ" (St. Louis: Concordia, 1936)
      127-128
  [6] F.F. Bruce, The Real Jesus" (London: Hodder and
      Stoughton, 1985) 35
  [7] D. Guthrie, "Jesus The Messiah: An Illustrated Life
      of Christ" (Grand Rapids: Zondervan, 1972) 33-34
  [8] Leks, "Yesus Kristus Menurut Keempat Injil"
      (Yogyakarta: Kanisus, 1990) 49

  Diambil, diterjemahkan (kutipan), dan disunting dari:
  Nama jurnal: Pelita Zaman, Volume 7, No. 1, 1992
  Penulis: Kiem Sie Kian
  Penerbit: Yayasan Pengembangan Pelayanan Kristen Pelita
            Zaman, Surabaya 1992
  Halaman: 89 -- 97
____________________________________________________________
BERITA SABDA

  1. Tahap Akhir Penyelesaian CD SABDA 4.0

     Setelah sekian lama dinantikan, kami berharap akhir
     Mei 2010 ini CD SABDA 4.0 sudah bisa dicetak dan
     disebarkan kepada para pengguna SABDA. Saat ini, Tim
     SABDA sedang menyelesaikan tahap akhir yaitu
     melakukan pengecekan kualitas/QC dan mengintegrasikan
     semua program, modul, dan bahan-bahan lain yang ada
     di dalamnya. Doakan agar semua bisa selesai dengan
     baik dan pencetakan CD bisa dikerjakan di Jakarta.

  2. Pertemuan Konsultasi Kabar Baik

     Pada awal bulan April yang lalu YLSA mendapat undangan
     untuk bergabung dalam pertemuan Konsultasi Kabar Baik
     di Bogor yang diprakarsai oleh YAMARI dan YASUMA. Kami
     sangat bersyukur karena pada pertemuan itu bisa bertemu
     dengan banyak sekali wakil dari organisasi Kristen lain
     yang bekerja keras melayani Tuhan di bidang yang
     berbeda-beda. Kami sungguh merasa dipersatukan dalam
     Tubuh Kristus karena sekalipun kami melayani di tempat
     dan di bidang yang berbeda-beda, tapi kami memiliki
     semangat dan kasih yang sama untuk melayani Tuhan kita,
     Yesus Kristus.

     Salah satu tujuan pertemuan tersebut adalah agar setiap
     organisasi Kristen bisa mengenal organisasi Kristen
     yang lain. Yang sangat diharapkan adalah kerja sama
     sehingga setiap organisasi dapat membantu organisasi
     lain, dengan demikian dapat terjadi sinergi yang akan
     memaksimalkan pelayanan yang sudah ada.

     YLSA ternyata telah cukup dikenal oleh
     organisasi-organisasi Kristen yang hadir pada pertemuan
     itu karena produk pelayanan YLSA (CD SABDA,
     situs-situs, dan publikasi) telah banyak menjadi berkat
     bagi mereka. Selain berkesempatan untuk memberikan
     presentasi tentang YLSA, kami juga dapat membagikan CD
     Alkitab Audio kepada semua peserta dan juga
     menginstalkan program SABDA (Software Alkitab, Biblika
     Dan Alat-alat) kepada para peserta yang kebetulan
     membawa laptop/notebook/flashdisk. Kami berharap semua
     alat studi Alkitab yang telah mereka dapatkan menjadi
     berkat dan dapat menolong meningkatkan kualitas
     pelayanan. Untuk melihat foto-foto pertemuan tersebut,
     silakan berkunjung ke Facebook SABDA di:

     => <http://www.facebook.com/album.php?aid=210431&id=153020044082>, 3. Seminar: "Conversational Evangelism" dan CD Alkitab
     Audio SABDA

     Beberapa staf YLSA mendapat kesempatan untuk mengikuti
     Seminar dan Lokakarya "Conversational Evangelism", yang
     diadakan di Yogyakarta, 26--28 April 2010. Seminar ini
     digelar oleh Yayasan Gloria yang memiliki kerinduan
     untuk mengasah hati serta keterampilan para peserta
     untuk menjadi saksi bagi Kristus. Puji Tuhan, meskipun
     hadir sebagai peserta, tim YLSA juga mendapat
     kesempatan untuk membagikan lebih dari 200 CD Alkitab
     audio, software SABDA, dan informasi tentang sumber
     bahan yang tersedia di situs-situs YLSA. Mari kita
     doakan agar bahan-bahan yang telah dibagikan dapat
     memperlengkapi para peserta untuk dapat melayani dan
     memenangkan jiwa dengan lebih baik.
____________________________________________________________
AUDIO SABDA
                    ALKITAB DALAM AUDIO !

  Saat ini telah tersedia Alkitab Audio yang bisa
  didengarkan dalam bentuk CD - MP3!

  Apa kegunaan CD Alkitab Audio?
  ----------------------------------------------------------
  CD Alkitab Audio ini akan banyak menolong Anda dalam
  pelayanan, dan terutama gereja Anda, khususnya untuk
  menolong para lanjut usia, penyandang tunanetra, yang
  sedang berbaring sakit atau yang masih buta huruf sehingga
  mereka pun bisa dilawat oleh firman Tuhan. Bahkan CD
  Alkitab Audio ini juga bisa Anda gunakan ketika sedang
  melakukan perjalanan atau ketika ada di rumah, karena CD
  ini dibuat untuk format MP3 dan bisa diakses lewat pemutar
  CD/VCD/DVD, pemutar MP3/MP4, telepon genggam, iPod/iPhone,
  dan semua jenis komputer.

  Milikilah segera dan jadikan CD Alkitab Audio MP3 ini alat
  untuk menyebarkan firman Tuhan karena di sekitar kita
  masih banyak orang yang belum dijangkau oleh firman Tuhan.

     "Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia,
     jika mereka tidak mendengar tentang Dia.
     Bagaimana mereka mendengar tentang Dia,
     jika tidak ada yang memberitakan-Nya?"
     (Roma 10:14b)

  Untuk tujuan inilah, Yayasan Lembaga SABDA (YLSA --
  http://www.ylsa.org) - tergerak untuk membantu penyebaran
  Alkitab Audio secara GRATIS/non-komersial sehingga firman
  Tuhan semakin banyak didengar oleh mereka yang dipanggil
  Tuhan dan jemaat Tuhan semakin giat melaksanakan Amanat
  Agung-Nya.

  Durasi CD Alkitab Audio Perjanjian Baru (Matius -- Wahyu)
  rata-rata 28 -- 30 jam. Jadi, jika Anda mendengarkan 1 jam
  per hari Anda akan bisa menyelesaikan seluruh Alkitab
  Perjanjian Baru dalam 1 bulan!

  CD-CD Alkitab Audio apa saja yang tersedia?
  ----------------------------------------------------------
  Berikut adalah CD-CD Alkitab Audio yang disediakan oleh
  Yayasan Lembaga SABDA:

  1. CD Alkitab Audio PB -- TB (Terjemahan Baru)
  2. CD Alkitab Audio PB -- BIS (Bahasa Indonesia
                            Sehari-Hari)
  3. CD Alkitab Audio PB -- Shellabear (Bahasa Indonesia
                            Kontekstual)
  4. CD Alkitab Audio PL Mazmur, Amsal, Pengkhotbah -- TB
  5. CD Alkitab Audio PB -- Bahasa Jawa
  6. CD Alkitab Audio PB -- Bahasa Sunda
  7. CD Alkitab Audio PB -- Bahasa Aceh

  Beberapa dari CD Alkitab Audio juga dapat diunduh lewat
  internet melalui alamat:

  ==> http://download.sabda.org/audio_bible

  Bagaimana menghubungi Yayasan Lembaga SABDA?
  ----------------------------------------------------------
  Jika Anda juga tergerak untuk menyalurkan CD Alkitab
  Audio MP3 dan/atau CD SABDA 4.0 untuk menjadi alat
  pelayanan yang efektif pada zaman teknologi informasi ini,
  silakan menghubungi Yayasan Lembaga SABDA di:

  ==> < ylsa@sabda.org >

  Bagaimana terlibat mendukung pelayanan Alkitab Audio?
  ----------------------------------------------------------
  Yayasan Lembaga SABDA sangat membutuhkan bantuan Anda
  untuk menjadi mitra dalam menyebarkan firman Tuhan di
  gereja Anda atau di tempat-tempat lain. Karena itu, jika
  Anda digerakkan Tuhan untuk terlibat membantu pelayanan
  ini, silakan menghubungi:

  ==> < ylsa@sabda.org > atau < yulia@in-christ.net >

  Jika Anda tergerak untuk ikut mendukung pelayanan Yayasan
  Lembaga SABDA dalam hal dana, supaya kami dapat
  memproduksi lebih banyak CD-CD Alkitab Audio dan CD SABDA
  4.0 untuk bisa disebarkan secara gratis, silakan
  menggunakan informasi di bawah ini:

  Yayasan Lembaga SABDA
  a.n. Yulia Oeniyati
  BCA cabang Pasar Legi
  No.Rek: 0790266579
____________________________________________________________
TESTIMONI SABDA

            FIRMAN TUHAN LEWAT CD ALKITAB AUDIO

                     Oleh: Ibu Debora

  Saya sungguh berterima kasih kepada Kusuma, Ibu Yulia, dan
  seluruh Staf Yayasan SABDA karena saya telah dikirimi CD
  Alkitab Audio dan sertifikat PESTA [http://pesta.org].
  Saya benar-benar terkejut. CD tersebut benar-benar sangat
  bermanfaat. Sekarang saya bisa mendengarkan firman Tuhan
  lewat HP atau iPod saya di mana pun saya berada, dan saya
  bisa bagikan juga kepada teman-teman dan saudara-saudara
  yang lainnya. Kemarin saya menunggu seseorang, biasanya
  menunggu adalah saat yang paling menjemukan, tetapi
  sekarang saya bisa tetap aktif dengan menyimak firman
  Tuhan lewat HP, dan ketika macet di jalan bersama suami,
  kami sama-sama mendengarkan firman Tuhan di mobil, lalu
  untuk persiapan mengajar di sekolah minggu, dan kami pun
  bisa mendengarkan firman Tuhan di rumah. Sangat efektif.
  (Apalagi mata saya dan suami saya sudah kurang enak kalau
  membaca. Biasa... tanda-tanda menua, harus pakai kaca
  mata, hehehe...) Kiranya Tuhan yang akan terus menjadi
  pendukung utama bagi pelayanan ini dan saya berdoa supaya
  para staf dan seluruh komunitas SABDA akan semakin
  bersemangat dan berkobar melayani karena kita tahu
  waktunya sudah semakin dekat.

  *) Anda juga dapat membaca tulisan ini di publikasi
     Berita SABDA:
  ==> http://www.sabda.org/publikasi/berita_sabda/018
____________________________________________________________
SURAT BIBLIKA

  Dari: "VoiceComp" <voicesby@xxxxxx>

  >Saya ingin memberitahukan bahwa saya telah menerima CD
  >Alkitab MP3. Saya akan memperbanyak dan membagikannya
  >agar bisa memberkati banyak orang.
  >
  >Saya mau bertanya hal lainnya, apakah sudah ada CD
  >Alkitab MP3 dalam bahasa daerah, khususnya bahasa Jawa
  >dan Madura? Saya berpikir bahwa orang-orang tua yang
  >kesulitan membaca atau orang kurang berpendidikan yang
  >kurang menguasai bahasa Indonesia, akan sangat tertolong
  >dengan Alkitab Audio dalam bahasa ibu (daerah) yang
  >biasa mereka gunakan sehari-hari.
  >
  >Saya berangan-angan membuat radio mini watt (biasa
  >disebut radio komunitas karena tidak perlu ijin)
  >dengan jangkauan 1--2 km. Dan pembacaan Alkitab MP3
  >dalam bahasa Jawa, Madura, Indonesia diputar
  >berulang-ulang/bergantian untuk menjangkau jiwa-jiwa.
  >
  >Terima kasih atas kiriman CD-nya. Tuhan memberkati.
  >Salam,
  >AW

  Redaksi:
  Puji Tuhan! Kami sangat mendukung angan-angan Anda. Kami
  percaya Anda akan menjadi saluran berkat yang luar biasa.
  YLSA sedang mengusahakan untuk mendapatkan lebih banyak
  materi Alkitab audio dalam bahasa-bahasa suku dan bahkan
  bahasa-bahasa lain. Doakan dan kerjakanlah supaya
  angan-angan kita terwujud dan firman Tuhan boleh semakin
  disebarkan di bumi Nusantara ini. Amin!
____________________________________________________________
STOP PRESS

       PEMBUKAAN KELAS DASAR-DASAR IMAN KRISTEN (DIK)
                  (Periode Juni/Juli 2010)

   Salah satu pelayanan YLSA adalah membuka Sekolah Teologi
   online untuk orang awam, yang disebut sebagai PESTA,
   singkatan dari Pendidikan Studi Teologia Awam. YLSA,
   melalui kelas-kelas diskusi online ini, berharap dapat
   ikut ambil bagian dalam menolong gereja memperlengkapi
   jemaat-Nya dengan pengetahuan teologi yang memadai.

   Pada bulan Juni y.a.d. PESTA kembali akan membuka kelas
   Dasar-dasar Iman Kristen (DIK). Kelas DIK ini akan
   mempelajari pokok-pokok dasar iman Kristen di antaranya:
   Doktrin Penciptaan, Manusia, Dosa, Keselamatan, dan Hidup
   Baru dalam Kristus. Jika Anda rindu untuk semakin
   memahami pokok-pokok iman Kristen ini, mari belajar
   bersama dengan kami.

   Untuk mendaftar dan mendapatkan informasi lebih lanjut,
   silakan menghubungi:

   ==>  < kusuma(at)in-christ.net >

   Untuk mendapatkan Modul DIK, Anda dapat mengakses ke:

   ==> http://pesta.sabda.org/dik_sil
____________________________________________________________

Anda diizinkan untuk menyalin/memperbanyak semua/sebagian
bahan dari m-Biblika (untuk warta gereja/bahan pelayanan
lain) dengan syarat: tidak untuk tujuan komersial dan harus
mencantumkan SUMBER ASLI bahan yang diambil dan nama
m-Biblika sebagai penerbit elektroniknya.
------------------------------------------------------------
Milis Publikasi m-Biblika
Terbit sejak Oktober 2009

Pimpinan Redaksi: S. Heru Winoto
Redaksi Tamu: Santi Titik Lestari
Staf Redaksi: Yulia Oeniyati, Kusuma Negara

Untuk berlangganan: < biblika(at)sabda.org > dengan subjek
                    "Berlangganan"
Untuk berhenti: < biblika(at)sabda.org > dengan subjek
                "Berhenti Berlangganan"
Kontak redaksi: < biblika(at)sabda.org >
Arsip m-Biblika: http://www.sabda.org/publikasi/m-biblika
Situs SABDA Net: http://www.sabda.net
Facebook: http://fb.sabda.org/m-biblika

Kunjungi Blog SABDA di http://blog.sabda.org
Anda dapat melihat versi HTML dari halaman ini di
http://groups.google.com/group/m-biblika/web/mei-2010
------------------------------------------------------------
Isi dan bahan adalah tanggung jawab Yayasan Lembaga SABDA
Copyright(c) m-Biblika 2010 / YLSA -- http://www.ylsa.org

Kutipan Alkitab: Semua ayat Alkitab terambil dari Alkitab
Terjemahan Baru (c) 1974 Lembaga Alkitab Indonesia  Alkitab SABDA
Rekening: BCA Pasar Legi Solo; No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati
____________________________________________________________

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org