Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://www.sabda.org/publikasi/kisah/425

KISAH edisi 425 (2-8-2017)

Pertobatanku dari Kecanduan Game Online

KISAH -- Pertobatanku dari Kecanduan Game Online -- Edisi 425; 2 Agustus 2017
 
Pertobatanku dari Kecanduan Game Online
KISAH -- Edisi 425; 2 Agustus 2017
 
KISAH

Shalom,

Seiring kemajuan teknologi, semakin banyak aplikasi permainan yang ditanamkan dalam gawai. Jika dulu banyak remaja mendatangi warnet untuk bisa bermain secara daring, kini mereka bisa melakukannya melalui ponsel mereka. Akibatnya, semakin banyak remaja yang kecanduan game online hingga mengabaikan hal-hal yang lain, termasuk hal kerohanian.

Kesaksian bulan ini juga menyajikan tentang seorang remaja yang memiliki kegemaran bermain game online di warnet. Namun, akhirnya ia segera tersadar akan pentingnya menjalin relasi dengan Tuhan dan memulai pelayanan bagi Dia melalui komunitas yang melayani generasi remaja. Kiranya sajian kami bulan ini membawa kesadaran kepada kita semua untuk semakin mengarahkan generasi muda untuk menggunakan teknologi bagi kemuliaan nama Tuhan.

Tak lupa, segenap redaksi publikasi KISAH mengucapkan Dirgahayu Republik Indonesia. Jadilah generasi muda yang mengharumkan nama bangsa dengan talenta kita. Merdeka!

Margaretha I.

Pemimpin Redaksi KISAH,
Margaretha I.

 
Pertobatanku dari Kecanduan Game Online

Oleh: Lukas

Salam sejahtera bagi kita semua,

Ketika saya masih duduk di bangku Sekolah Dasar, saya dikenal sebagai anak yang pendiam atau tidak banyak bicara. Akan tetapi, ketika saya sudah di luar sekolah, saya berubah 180 derajat dari yang dikenal di sekolah. Berawal dari bermain dengan teman saya yang sudah dicap sebagai anak nakal di kampung, saya kemudian mulai akrab dengan rokok dan pulang larut malam. Sering kali, saya tidur di teras rumah karena pintu sudah dikunci dan terpaksa menjadi santapan bagi nyamuk. Saya sering kali menghindar ketika diajak untuk mengikuti persekutuan dan saya jarang pergi ke gereja karena malas.

Gambar: Bermain Game Online

Saat masuk ke Sekolah Menengah Pertama, saya memiliki hobi baru, yaitu bermain game online. Saya sudah termasuk kecanduan dalam bermain game. Setiap pulang sekolah, setelah makan dan ganti baju, saya akan langsung pergi ke warnet untuk bermain game online. Dalam sehari, saya bisa memainkan game online hingga lima jam, bahkan pernah sampai sepuluh jam ketika hari libur. Saya juga mempunyai kebiasaan buruk, yaitu berkata kotor ketika sedang bermain game. Sebenarnya, bukan saya saja, hampir semua orang yang kecanduan bermain game di warnet memiliki kebiasaan berkata kotor. Selain itu, bermain game online juga bisa membuat kita menjadi orang yang boros dan membuat tubuh kurang sehat karena kita akan menjadi malas untuk berolahraga.

Pada saat itu, saya menjadi pribadi yang malas dan tidak benar-benar mengenal Kristus dalam hidup saya. Pernah, suatu kali, teman gereja mendatangi saya di warnet dan mengajak saya untuk datang ke persekutuan, tetapi saya menolak. Sebenarnya, dalam diri saya ada keinginan untuk ikut dalam persekutuan. Lalu, ketika saya akan mengikuti Ujian Nasional di Sekolah Menengah Pertama, saya diajak ibu saya untuk ikut dalam sebuah KKR. Di sana, saya seperti diingatkan lagi untuk datang ke persekutuan dan untuk lebih mengenal lagi tentang kehidupan orang Kristen yang taat pada Tuhan. Sedikit demi sedikit, saya diarahkan untuk menjadi pribadi yang taat pada Tuhan. Saya mulai meninggalkan kebiasaan buruk saya, termasuk kecanduan dalam bermain game, sehingga diri saya menjadi lebih mudah untuk diatur.

Gambar: Paduan Suara

Sesudah itu, saya ikut dalam sebuah pelayanan di gereja, yaitu pelayanan paduan suara. Seminggu sekali, kami berlatih di gereja dan hal itu membuat saya semakin menyukai kegiatan di gereja dibanding melakukan kebiasaan yang dulu. Tidak berhenti hanya pada pelayanan di gereja, saya pun mulai mengikuti sebuah persekutuan komunitas Kristen di Solo yang tujuannya untuk menjangkau siswa-siswi, khususnya dari Sekolah Menengah Atas di Solo. Saya ditunjuk menjadi salah satu pengurus yang bertugas untuk mengajak siswa-siswi datang ke persekutuan di komunitas Kristen tersebut. Persekutuan itu diadakan sebulan sekali. Setiap minggu ada rapat untuk membahas mengenai kegiatan persekutuan yang akan diadakan pada bulan berikutnya. Saya pun mulai enjoy mengikuti kegiatan tersebut untuk menjadi pribadi yang taat kepada Kristus.

Gambar: Persekutuan

Selama satu tahun, saya menjadi pengurus di komunitas Kristen hingga tiba saatnya saya harus diganti dengan pengurus yang baru. Akan tetapi, saya masih selalu datang ke persekutuan setiap bulan serta mengikuti kegiatan retret yang diadakan tiap tahun untuk lebih mengenal Kristus. Senang rasanya memiliki banyak teman yang dapat membantu saya untuk lebih mengenal Kristus di kehidupan saya. Saya bersyukur sekali karena Tuhan mengarahkan saya untuk kembali ke jalan yang benar dan menjadi berkat bagi sesama. Saya percaya, Tuhan pasti menolong setiap kita dalam setiap pergumulan yang kita alami. Dari pengalaman pribadi saya ini, saya belajar bahwa Tuhan Yesus Kristus sangat mengasihi saya. Ketika saya datang untuk bertobat, Tuhan akan selalu menerima kembali walaupun kita sering kali menyakiti hati Tuhan dengan kelakuan kita yang tidak mencerminkan teladan-Nya.

Kiranya kesaksian saya ini dapat menjadi berkat bagi kita semua agar kita lebih mementingkan Tuhan dalam kehidupan kita serta untuk melayani Dia dengan segenap hati. Percayalah, tangan Tuhan akan selalu terbuka untuk setiap orang yang datang dan bertobat kepada-Nya.

Download Audio

POKOK DOA
  1. Mari berdoa bagi Lukas yang sudah mengalami pertobatan. Kiranya iman Lukas semakin bertumbuh dalam Kristus sehingga hidupnya dapat menjadi berkat bagi orang lain.
  2. Mari kita berdoa bagi setiap orang, khususnya remaja yang sedang mengalami kecanduan game online. Kiranya mereka mau membuka hati untuk mendapatkan pemulihan rohani dari Kristus sehingga dapat meninggalkan kebiasaan buruk tersebut.
  3. Berdoa juga bagi generasi muda yang mulai menghilang dari persekutuan, baik di gereja maupun komunitas lain. Kiranya mereka dapat kembali teringat akan kasih Kristus dan kembali aktif untuk bersekutu bersama saudara seiman, bahkan terdorong untuk mengambil bagian dalam pelayanan.

Jadi, karena kamu telah menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan, hiduplah terus dalam Dia,
(Kolose 2:6, AYT)

 
Stop Press! IKUTI DISKUSI FB GRUP E-DOA PADA AGUSTUS 2017!

Doa pertobatan Daud dalam Mazmur 51 merupakan salah satu dari Doa-Doa Agung dalam Alkitab. Melalui doa tersebut, kita dapat memahami mengapa Daud disebut sebagai orang yang berkenan di hati Allah. Apa yang sesungguhnya membuat doa pertobatan Daud begitu istimewa? Apa yang dapat kita pelajari mengenai doa yang tercantum dalam Mazmur 51 tersebut? Jika Anda tertarik untuk menelaah bersama-sama mengenai doa dari Raja Israel ini, mari bergabung dalam diskusi FB Grup e-Doa dari Yayasan Lembaga SABDA yang akan berlangsung pada Agustus 2017, dengan tema "Doa Pertobatan Daud"!

Facebook Group e-Doa

Diskusi akan berlangsung pada 21 Agustus -- 1 September 2017, dengan jumlah minimal peserta 20 orang. Jika Anda berminat untuk mengikuti diskusi ini, silakan mendaftarkan diri ke:

doa@sabda.org
Grup Komunitas Doa

Pendaftaran paling lambat 16 Agustus 2017.

Mari kita belajar dan bertumbuh bersama melalui FB Grup e-Doa!

 
Anda terdaftar dengan alamat: $subst('Recip.EmailAddr').
Anda menerima publikasi ini karena Anda berlangganan publikasi KISAH.
kisah@sabda.org
KISAH
@sabdakisah
Redaksi: Margaretha I., Maskunarti, dan Pio
Berlangganan | Berhenti | Arsip
BCA Ps. Legi Solo, No. 0790266579, a.n. Yulia Oeniyati
©, 2017 -- Yayasan Lembaga SABDA
 

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org