Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://www.sabda.org/publikasi/kisah/418

KISAH edisi 418 (4-1-2017)

Kekuatan Doa dalam Penyembuhan

KISAH -- Kekuatan Doa dalam Penyembuhan -- Edisi 418, 4 Januari 2017
 
Kesaksian Pelayanan Penginjilan
KISAH -- Edisi 418, 4 Januari 2017
 
KISAH

Salam kasih dalam Kristus,

Puji Tuhan, kita bisa bertemu lagi pada tahun 2017 ini. Tentunya, ada banyak refleksi yang kita lakukan terkait tahun lalu. Namun, dengan kasih karunia Allah, kiranya pada tahun ini kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik. Bertepatan dengan ulang tahun KISAH yang ke-10 pada bulan ini, kami ingin lebih lagi menjadi berkat bagi para pelanggan KISAH di mana pun Anda berada. Setelah menerima banyak berkat, mari kita juga membagikan berkat-berkat yang ada kepada orang lain. Kami mengajak Anda semua untuk bisa terlibat aktif dengan mengirimkan kesaksian hidup Anda bersama Allah kepada kami.

Kami memiliki kerinduan untuk membagikan secara langsung dari kesaksian seseorang yang mengalami penyertaan dan pertolongan Tuhan secara nyata sehingga kesaksian tersebut bisa menjadi semangat awal tahun ini. Seperti kesaksian edisi kali ini yang memiliki pergumulan dalam doanya. Kisah ini dialami oleh Pak Yohanes, beliau memiliki beban untuk mendoakan suatu tempat yang sudah Tuhan taruh di hatinya. Dengan ketaatan dan ketekunan, dia pun melihat bukti nyata dari pergumulannya di tempat tersebut. Melalui doa syafaat, beliau bergumul dengan Tuhan. Mari simak kesaksian Pak Yohanes dalam edisi perdana tahun ini dan miliki waktu khusus untuk mendoakan pergumulan yang sudah Tuhan taruh di hati kita masing-masing sesuai dengan panggilan kita. Tak lupa, kami segenap staf redaksi KISAH mengucapkan selamat tahun baru. Mari melangkah bersama Tuhan.

Margaretha I.

Pemimpin Redaksi KISAH,
Margaretha I.

 
Kesaksian Pelayanan Penginjilan

Oleh: Yohanes

Saya mulai dengan bagaimana Tuhan membawa saya untuk berada di dalam suatu desa. Itu terjadi kira-kira tahun 1989. Tuhan taruh sesuatu ke dalam hati saya untuk mengadakan pelayanan penginjilan bagi jiwa-jiwa. Adapun bentuk pelayanan yang Tuhan taruh adalah doa syafaat, bersyafaat. Supaya pelayanan ini bisa maksimal, Tuhan membawa saya kepada pengalaman pribadi dengan Tuhan sampai saya bisa menangisi jiwa-jiwa. Ini bentuk doa yang harus dilakukan sungguh-sungguh di hadapan Tuhan. Doa syafaat artinya kita harus mewakili manusia di hadapan Allah dan membawa manusia ke dalam tangan Tuhan. Jadi, masalah yang mereka alami, dosa yang mereka alami, seakan-akan itu dosa-dosa saya. Saya menangisi mereka, saya mencintai mereka, saya menggerutu di hadapan Tuhan supaya Ia mengampuni saya. Saya orang berdosa. Saya ingin berhenti dari doa ini, tetapi tidak bisa. Saya terus bersyafaat bagi desa ini selama hampir dua setengah tahun, dan apa yang terjadi, hasil dari doa ini adalah kegerakan Allah terjadi luar biasa. Anak-anak muda mulai dijamah oleh Tuhan. Orangtua mereka yang tadinya tidak menyukai saya, ternyata Tuhan jamah melalui anak-anak-Nya. Akhirnya, selama dua setengah tahun, ketika saya merasa sudah waktunya saya tinggalkan daerah itu, saya melangkah keluar. Nah, sewaktu saya melangkah keluar dari desa itu, saya mendapat informasi bahwa penuaian terjadi luar biasa. Anak-anak muda diutus Tuhan untuk mengikuti sekolah-sekolah Alkitab di mana-mana.

Prayer

Saya melihat melalui pengalaman ini bahwa di mana pun kita berada sebagai hamba Tuhan, untuk dapat memenangkan suatu daerah bagi Tuhan, doa syafaat sangat penting. Jadi, kita harus mewakili mereka, apa pun dosa dan kesalahan mereka, seakan-akan itu adalah dosa saya sendiri. Jadi, tangisanlah yang Tuhan taruh kepada saya, makanya Tuhan berbicara kepada saya melalui kitab Mazmur 126 bahwa orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, ia akan pulang dengan sorak sorai sambil membawa berkas-berkasnya. Selama dua setengah tahun, saya kembali. Ketika saya tidak lagi berada di situ, penuaian terjadi.

Akhirnya, apa yang terjadi? Di tempat saya menangisi mereka itulah, itu ada sebuah gereja GBI. Sebelumnya, tidak ada gereja sama sekali. Saya pikir inilah cara Tuhan supaya ada benih yang ditaburkan. Awalnya, saya tidak mau masuk ke desa tersebut karena desa ini sudah Kristen. Namun, kehidupan rohani mereka tidak bertumbuh. Wilayahnya sendiri masih berupa hutan dan terpencil, dan kami sekeluarga tinggal di tengah-tengahnya, di bawah pohon saya tinggal bersama istri dan kedua anak saya. Banyak hal yang kami alami sampai Tuhan proses saya selama tiga setengah tahun. Tuhan tidak pernah meninggalkan kami walaupun dalam masalah makanan dan minuman, kami pernah tidak punya makanan. Saya ingat pada suatu sore, di tempat yang sama, anak laki-laki saya minta makan ikan sementara kami tidak punya uang. Laut bergelora dan waktu sudah menunjukkan pukul lima sore. Bagaimana saya mendapatkan ikan? Akan tetapi, Tuhan membuktikan bahwa Ia sanggup memelihara. Pukul lima sore, saya dituntun oleh Roh Kudus pergi ke laut. Sampai di laut, apa yang terjadi, pada ombak yang terakhir Tuhan hempaskan ikan yang sangat besar.

<a target='_blank' href='http://alkitab.mobi/?Roma+12'>Roma 12</a>

Itu mukjizat pertama yang saya dapat dari Tuhan sebagai suatu bukti bahwa pemeliharaan Tuhan sungguh sangat sempurna. Di mana pun kita berada, Tuhan memelihara kita. Asalkan kita hadapi semua persoalan dan tantangan dalam pelayanan itu dengan iman, jangan dengan perasaan. Karena jika dengan perasaan, kita akan cenderung mengasihani diri sendiri. Akan tetapi, hadapilah segala sesuatu dengan iman. Percaya bahwa apa pun yang terjadi, semua ada dalam rencana Tuhan. Itu adalah pengalaman pertama saya dalam penginjilan, memenangkan satu desa untuk Tuhan. Sampai-sampai, anak-anak muda di desa itu sekolah Alkitab di mana-mana. Sekarang, mereka dipakai Tuhan di mana-mana. Dulu, mereka pernah sampai adili saya hanya karena nama Yesus. Mereka mengatakan bahwa saya seorang nabi palsu. Akan tetapi, saya tetap menyadari bahwa saya ada di sini karena rencana Tuhan. Bagaimanapun, semua pemuda-pemudi bahkan semua jiwa-jiwa di sana akhirnya masuk dalam pembaruan karena mereka sudah Kristen, tetapi tidak hidup dalam pertobatan. Itulah cara Tuhan supaya pemulihan dan pembaruan terjadi dalam setiap orang percaya di situ. Jadi, bukan hanya sekadar Kristen, tetapi betul-betul mengalami perubahan hidup secara rohani. Jadi, peran doa di situ sangat penting.

Download Audio

POKOK DOA
  1. Mari kita doakan untuk pelayanan Pak Yohanes beserta keluarga supaya mereka dapat menjadi saluran berkat di mana saja Tuhan tempatkan mereka untuk melayani.
  2. Mari kita berdoa untuk setiap orang yang bersedia untuk dipakai Tuhan seperti halnya Pak Yohanes yang mau bertekun dalam pergumulan doanya.
  3. Mari kita juga berdoa untuk setiap kesaksian yang kami terbitkan. Kiranya kesaksian tersebut menjadi alat Tuhan untuk menjangkau jiwa, dan melaluinya kita semakin melihat penyertaan serta pemeliharaan Tuhan yang nyata. Berdoa juga untuk banyak orang agar mau bersaksi akan kasih Tuhan dalam hidup mereka yang dapat memberkati.

"Bersukacitalah dalam pengharapan, tabahlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa!"
(Roma 12:12, AYT)

 
Stop Press! Mengenal Tokoh-Tokoh Besar Kristiani melalui Bio-Kristi

Bio Kristi

Allah telah menggunakan hidup dari banyak pribadi untuk menyatakan rencana dan karya-Nya. Perjalanan hidup dari tokoh-tokoh besar itu menyiratkan berbagai kesaksian yang indah tentang bagaimana Ia bekerja, mengubah, dan melakukan berbagai hal yang mengungkapkan pemeliharaan-Nya kepada manusia di berbagai abad, tempat, dan bangsa. Jika Anda rindu untuk semakin mengenal pribadi-pribadi yang sungguh mengasihi Allah serta hidup bagi tujuan-Nya, bergabunglah menjadi pelanggan publikasi Bio-Kristi.

Caranya mudah. Silakan mengirimkan email ke email Bio-Kristi atau kepada redaksi Bio-Kristi. Dengan menjadi pelanggan, Anda akan menerima secara gratis publikasi Bio-Kristi setiap Rabu minggu kedua di mailbox Anda.

Kunjungi juga situs Bio-Kristi atau situs arsip publikasi kami.

Mari, dapatkan inspirasi dari hidup yang mengasihi Allah bersama Bio-Kristi!

Facebook    Twitter

Kami tunggu!

 
Anda terdaftar dengan alamat: $subst('Recip.EmailAddr').
Anda menerima publikasi ini karena Anda berlangganan publikasi KISAH.
kisah@sabda.org
KISAH
@sabdakisah
Redaksi: Margaretha I., Aji, dan Pio.
Berlangganan | Berhenti | Arsip
BCA Ps. Legi Solo, No. 0790266579, a.n. Yulia Oeniyati
©, 2017 -- Yayasan Lembaga SABDA
 

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org