Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-sh/2019/09/20

Jumat, 20 September 2019 (Minggu ke-14 sesudah Pentakosta)

Galatia 6:11-18
Kerohanian yang Sejati

Kesalehan dan kualitas kerohanian seseorang tidak dilihat dari penampilan luarnya. Praktik keagamaan yang dijalani dengan ketat tidak otomatis membuat seseorang lebih suci. Hanya penghayatan dan ketaatan pada firman Allah yang bisa mengubah seseorang. Pendeknya, proses perubahan terjadi dari dalam dan tampak ke luar melalui tindakan.

Fenomena seperti inilah yang terjadi di jemaat Galatia. Rupa-rupanya, orang-orang Yahudi yang menjadi Kristen memaksa mereka untuk tetap melakukan hukum Taurat, yaitu sunat. Mereka beranggapan bahwa menjadi Kristen tidak cukup hanya dengan percaya kepada Kristus, tetapi harus juga melaksanakan Hukum Taurat.

Paulus memberi penjelasan pada bagian akhir suratnya kepada jemaat Galatia. Bagi Paulus, alasan mereka yang menekankan sunat dan Hukum Taurat hanya karena takut dianiaya (12). Bahkan, ada yang melakukan semua itu supaya mereka dianggap lebih saleh daripada yang lain. Padahal, semua itu sia-sia.

Pada dasarnya, sunat sudah tidak mempunyai arti lagi karena satu-satunya hal yang penting adalah menjadi ciptaan baru dalam Kristus (15). Paulus ingin mengatakan bahwa percuma jemaat tampak rohani dari luar, tetapi nilai dan cara hidupnya jauh dari Tuhan. Sebaliknya ketika menjadi ciptaan baru, mereka berubah dari dalam dan berbuah ke luar. Itulah kerohanian yang sejati.

Hari ini kita banyak melihat orang berpenampilan rohani, namun kehidupannya mengecewakan. Hal ini tentu tidak mengherankan karena bertumbuh secara rohani tidak semudah mengubah penampilan kita menjadi lebih alim. Kita menjadi dewasa dalam kerohanian ketika mengalami perubahan dari dalam. Seiring dengan hal itu, penampilan luar kita akan mengikuti sebagai buahnya. Sebab itu, kita jangan hanya fokus pada penampilan lahiriah, tetapi utamakanlah menjadi ciptaan baru yang mengenal Tuhan, taat pada firman-Nya, dan mengasihi-Nya. Dengan begitu, usaha kita tidak akan sia-sia.

Doa: Tuhan, tolong kami menjadi ciptaan yang baru dengan hidup seturut firman-Mu. [ST]

 

Mari memberkati para hamba Tuhan dan narapidana di banyak daerah
melalui edisi Santapan Harian yang kami kirim secara rutin +/- 10.000 eks.
Kirim dukungan Anda ke: BCA 106.30066.22 Yay Pancar Pijar Alkitab.

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org