Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-sh/2017/10/07

Sabtu, 7 Oktober 2017 (Minggu ke-17 sesudah Pentakosta)

Ester 5:9-14
Kebencian adalah Pembunuh Diri Sendiri

Kebencian bisa muncul kapan saja, baik saat dihina, diperlakukan tidak adil, tidak dihormati, dan lain sebagainya. Semua alasan itu dapat menjadi api yang menyulut rasa benci di hati. Jika api kebencian sudah tersulut dan tidak mampu dikelola dengan baik, maka kondisi itu akan mendorong seseorang berniat menghancurkan sesamanya. Apa pun tindakan maupun ucapan dari orang yang dibenci akan ditafsir secara negatif. Karena tidak ada hal benar sedikit pun pada diri orang tersebut, sehingga semakin lama melihatnya hati terasa semakin panas membara. Cara pungkas yang terbersit adalah meniadakan orang itu dari hadapan kita. Sikap inilah yang kemudian membuat orang terpancing untuk membunuh lawannya.

Sikap Mordekhai yang cuek membuat hati Haman semakin bertambah panas. Apalagi ketika ia merasa bahwa kedekatannya dengan raja adalah kekuasaan yang tidak bisa dilawan oleh siapa pun, termasuk Mordekhai. Bahkan istri dan para sahabatnya tidak berupaya meredakan kemarahan dan kebencian Haman. Malahan mereka memanas-manasi Haman dengan mengusulkan gagasan keji untuk menyulakan Mordekhai (13-14). Api kebencian Haman agaknya mendapatkan bahan bakar yang baik untuk membunuh Mordekhai. Dalam hal ini seharusnya istrinya berusaha mendinginkan suasana agar Haman dapat membatalkan niat jahatnya. Namun, Zeresh justru ikut serta mendukung dan membenarkan tindakan suaminya.

Belajar dari situasi ini, manusia hendaknya mawas diri dan introspeksi terhadap segala pikiran, hati, serta tindakan di hadapan Tuhan. Karena kebencian dapat menghancurkan banyak pihak, termasuk diri sendiri. Kebencian itu ibarat orang sedang minum racun. Kalau kita memelihara kebencian, sudah dipastikan bahwa setiap tindakan dalam hidup kita tidak diarahkan untuk membangun kehidupan bersama, sebaliknya merancang kejahatan bagi orang yang dibenci. Inilah racun kehidupan yang dapat menghancurkan diri sendiri. [TRW]


Baca Gali Alkitab 6

Ester 5:9-14

Kebencian adalah reaksi negatif yang berasal dalam diri seseorang. Munculnya rasa benci bisa bermacam-macam, antara lain: ada yang disebabkan oleh rasa iri; ada yang dipicu oleh perasaan marah; ada yang muncul karena penghinaan yang berlebihan, dan lainnya. Jika kita membiarkan rasa benci itu berkembang dalam diri kita, maka kebencian itu dapat menjadi malapetaka.

Apa saja yang Anda baca?
1. Apa yang membuat perasaan riang dan gembira Haman berubah menjadi amarah (9)?
2. Apa yang dilakukan Haman ketika sampai di rumah (10)?
3. Apa yang diceritakan Haman kepada istrinya dan para sahabatnya (11)?
4. Mengapa Haman bangga diundang oleh Ratu Ester (12)?
5. Apa keluhan Haman kepada istri dan para sahabatnya (13)?
6. Apa tanggapan istri dan para sahabatnya (14)?

Apa pesan yang Allah sampaikan kepada Anda?
1. Mengapa rasa benci merupakan perasaan yang berbahaya bagi pertumbuhan rohani?
2. Bagaimana mengatasi rasa benci?

Apa respons Anda?
1. Jika Anda memiliki akar pahit dan perasaan benci terhadap seseorang, apa yang Anda lakukan untuk menghilangkan kondisi tersebut?
2. Apa sikap Anda saat mengetahui ada orang lain yang tidak menyukai Anda berupaya menebar ujaran kebencian?

Pokok Doa:
Memohon agar Allah memberikan kesabaran dan hati yang lembut untuk dapat mengasihi musuh kita.

 

Mari memberkati para hamba Tuhan dan narapidana di banyak daerah
melalui edisi Santapan Harian yang kami kirim secara rutin +/- 10.000 eks.
Kirim dukungan Anda ke: BCA 106.30066.22 Yay Pancar Pijar Alkitab.

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org