Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-sh/2016/07/14

Kamis, 14 Juli 2016 (Minggu ke-9 sesudah Pentakosta)

Nahum 3:1-7
Penghakiman yang Adil

Niniwe (ibu kota Asyur) disebut "kota penumpah darah." Asyur terkenal dengan kekejamannya terhadap musuh-musuh mereka. Tidak jarang mereka memotong tangan, kaki, atau hidung tawanan mereka. Mereka mengorek mata, menguliti, membakar, atau menusuk musuh mereka dari bawah sampai tembus ke atas seperti sate. Sangat tepat kota ini disebut sebagai kota penumpah darah.

Niniwe penuh dengan dusta. Kita tidak tahu pasti Nahum mengacu kepada peristiwa apa. Mungkin di dalamnya termasuk peristiwa ketika Raja Ahas dari Yehuda meminta pertolongan kepada Asyur untuk menolongnya dari serangan Israel dan Aram. Kemudian Tilgat-Pilneser, Raja Asyur, bukannya membantu, melainkan menyesakkannya, walaupun Ahas telah merampas barang-barang dari rumah Tuhan, dari rumah raja dan para pemimpin dan menyerahkan semua ke tangan raja Asyur (2Taw. 28:20-21).

Niniwe juga banyak menjarah dan merampas kota-kota yang mereka taklukkan. Kota Niniwe penuh dengan barang-barang berharga hasil rampasannya. Sekarang diberikan nubuat bahwa kota tersebut akan mendapat celaka yang sesuai dengan kejahatan mereka (1).

Kota tersebut akan diserang dengan dahsyat, akan terdengar lecut cambuk dan derak-derik roda (2). Banyak dari mereka yang akan mati, sampai tidak habis-habisnya mayat dijalanan (3). Bukan itu saja, Tuhan sendiri yang akan melawan Niniwe (perhatikan Tuhan berkata "Aku akan..." tiga kali dalam ayat 5-6). Tuhan akan mempermalukan mereka yang digambarkan dengan Niniwe akan ditelanjangi di depan kerajaan-kerajaan lain (5), yang berarti kejahatan Niniwe akan ditunjukkan kepada bangsa bangsa lain. Karena kota Niniwe adalah kota penumpah darah yang sarat dengan kejahatan dan kekejaman, tidak mengherankan tidak ada yang akan meratapi keruntuhan Niniwe (7).

Allah kita Mahaadil, yang adil yang akan menghukum setiap kejahatan yang dilakukan. Ini juga harus menjadi peringatan bagi kita untuk tidak melakukan kejahatan. [IT]

 

Mari memberkati para hamba Tuhan dan narapidana di banyak daerah
melalui edisi Santapan Harian yang kami kirim secara rutin +/- 10.000 eks.
Kirim dukungan Anda ke: BCA 106.30066.22 Yay Pancar Pijar Alkitab.

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org