Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-sh/2016/03/15

Selasa, 15 Maret 2016

Markus 14:22-25
Tubuh dan Darah Yesus

Dalam perjamuan makan Paskah, elemen-elemen penting yang perlu dijelaskan oleh kepala keluarga Yahudi adalah roti tidak beragi dan darah anak domba yang disembelih. Roti tidak beragi mengingatkan orang Israel akan ketetapan yang diberikan Tuhan di mana mereka harus makan roti tidak beragi selama tujuh hari lamanya (Kel. 12:15, 17-20). Kemudian penyembelihan anak domba yang tak bercacat mengingatkan pada peristiwa tulah kesepuluh di kitab Keluaran. Dengan darah anak domba yang dibubuhkan di pintu-pintu rumah orang Israel, maka anak-anak sulung laki-laki mereka diampuni dan diselamatkan dari kengerian murka Allah dalam tulah kesepuluh (Lih. Kel. 12:24-28). Itulah sebabnya darah itu disebut dengan darah perjanjian (Mrk. 14:24).

Pada bacaan hari ini, Yesus bukan hanya menjelaskan makna dari tubuh dan darah anak domba yang disembelih, tetapi juga menunjuk kepada diri-Nya. Roti tidak beragi menjadi lambang tubuh Kristus (22) yang dikorbankan bagi manusia berdosa. Anggur dalam cawan yang Ia berikan kepada para murid melambangkan darah Kristus yang tercurah demi keselamatan umat manusia. Kata "tubuh-Ku" (22) dan "darah-Ku" (24) itu juga mempertegas kematian seperti apa yang akan Ia alami, yaitu kematian dalam penderitaan pengorbanan. Sebagaimana anak domba di Keluaran disembelih sehingga umat Israel di Mesir diselamatkan dari kematian anak sulung mereka, demikian pula Anak Domba Allah disalib sehingga manusia berdosa diselamatkan dari kematian kekal.

Ucapan Yesus dalam perjamuan Paskah tersebut menjadi acuan prosesi Perjamuan Kudus yang kita adakan di gereja. Tujuannya, untuk mengingatkan kita akan pengorbanan tubuh dan darah Yesus yang Ia curahkan demi menebus dosa kita. Tubuh dan darah Kristus telah Ia korbankan bagi kita. Lalu apa respon kita?

Renungkan: Kiranya bukan hanya pada momen Perjamuan Kudus kita mengenang kematian dan pengorbanan-Nya di kayu salib. Biarlah di sepanjang hidup, kita senantiasa mengenang cinta kasih dan pengorbanan Kristus. [MF]

 

Mari memberkati para hamba Tuhan dan narapidana di banyak daerah
melalui edisi Santapan Harian yang kami kirim secara rutin +/- 10.000 eks.
Kirim dukungan Anda ke: BCA 106.30066.22 Yay Pancar Pijar Alkitab.

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org