Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-sh/2014/08/12

Selasa, 12 Agustus 2014

Judul: Kabarkanlah!
Berada di hadapan Kaisar Agripa sama sekali tidak membuat Paulus gentar. Ia justru gembira (2) karena kasusnya diadili oleh pemimpin tertinggi. Di balik itu, ini merupakan kesempatan untuk mengabarkan Injil kepada sang raja. Sebelumnya, Tuhan pernah berkata, "...orang ini adalah alat pilihan bagi-Ku untuk memberitakan nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain serta raja-raja dan orang-orang Israel." (Kis. 9:15). Maka walau Paulus berbicara dalam konteks membela diri terhadap tuduhan orang Israel, sesungguhnya isi pembelaannya adalah pemberitaan Injil. Lalu dengan bijak, Paulus menempatkan Agripa sebagai seorang yang memiliki pengetahuan dan pengalaman tentang orang Yahudi (3).

Kemudian secara panjang lebar, Paulus mengisahkan kehidupannya sebelum ia bertobat (4-11). Setelah itu, ia memaparkan kisah pertobatannya dan apa yang dia lakukan setelah pertobatannya itu, yaitu berusaha membuat orang berbalik kepada Allah dan hidup sesuai pertobatan itu dengan memberitakan Kristus dengan kematian dan kebangkitan-Nya untuk menebus manusia dari dosa (12-20). Dan inilah alasan yang sesungguhnya, yang membuat orang-orang Yahudi ingin membunuh Paulus (21). Jadi bukan karena ia membahayakan banyak orang melalui ajaran-Nya, menimbulkan kekacauan, atau melanggar kekudusan bait suci.

Perhatikanlah bahwa isi pembelaan Paulus bukanlah pembuktian bahwa dirinya tak bersalah, melainkan untuk menyatakan bahwa Agripa perlu menerima keselamatan yang dari Allah. Meski dirinya berstatus terdakwa dengan ancaman hukuman mati, Paulus seolah tak peduli dengan kondisi dirinya. Ia justru sangat peduli terhadap orang-orang yang dia hadapi, karena mereka adalah orang-orang terhilang yang perlu diselamatkan oleh Kristus.

Adakah kepedulian itu kita miliki juga, yaitu kepedulian terhadap orang-orang terhilang yang ada di sekitar kita, yang perlu menerima anugerah keselamatan dari Kristus? Mintalah pertolongan dari Allah agar Anda disanggupkan untuk memberitakan hal itu.

Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/

 

Mari memberkati para hamba Tuhan dan narapidana di banyak daerah
melalui edisi Santapan Harian yang kami kirim secara rutin +/- 10.000 eks.
Kirim dukungan Anda ke: BCA 106.30066.22 Yay Pancar Pijar Alkitab.

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org