Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-sh/2011/06/16

Kamis, 16 Juni 2011

Kisah Para Rasul 3:1-10
Lebih dari yang diminta

Judul: Lebih dari yang diminta
Apakah yang bisa diperbuat oleh seorang laki-laki yang lumpuh -sejak lahir- untuk menghidupi dirinya? Hanya mengemislah cara yang paling mudah. Terlebih pada zaman para rasul, mungkin belum ada yang terpikir untuk memfasilitasi orang cacat dalam menggali dan mengembangkan potensi dirinya agar ia mampu hidup mandiri, tanpa mengharapkan belas kasihan orang lain.

Orang lumpuh dalam perikop ini menempati posisi yang strategis untuk meminta-minta, yaitu dekat pintu gerbang Bait Allah (2). Di situ ia akan dilihat dan dilalui oleh orang-orang yang akan masuk dan keluar Bait Allah. Tentu tidak sedikit dari antara orang yang lalu lalang itu berharap mendapat belas kasihan Allah bila mereka memberi sedekah kepada orang miskin.

Petrus dan Yohanes yang datang ke Bait Allah menjelang waktu sembahyang (1) juga menjadi sasaran si orang lumpuh itu (3). Sempat terbersit harapan di hati si orang lumpuh bahwa kedua orang yang datang ke Bait Allah itu akan memberikan sedekah kepada dia (4-5). Namun kedua orang itu justru mengatakan bahwa mereka tidak memiliki harta.

Apa yang terjadi kemudian ternyata melebihi harapan si orang lumpuh itu. Bila sebelumnya ia hanya mengharapkan uang sedekah dari Petrus dan Yohanes, tetapi ternyata ia menerima sesuatu yang jauh lebih baik, yaitu kesembuhan (6-8)! Sungguh menakjubkan. Tentu tak terlintas sedikit pun di dalam pikirannya, bahwa suatu saat ia akan bisa bangkit, berdiri, lalu melompat-lompat (8). Mungkin tak pernah ada harapan itu. Ia hanya bisa pasrah dengan keadaannya dan hidup berdasarkan fakta yang menyakitkan itu.

Situasi dan kondisi yang menekan kadang kala membuat kita tak berani berharap. Akibatnya kita hidup dalam keadaan pasrah yang pasif, menerima keadaan tetapi tanpa iman dan pengucapan syukur. Padahal Tuhan menyediakan dinamika dan sukacita hidup yang luar biasa, bila kita mau berjalan dalam iman. Karena itu jangan takut meminta kepada Tuhan. Bukan tidak mungkin Ia akan memberikan jawaban yang jauh lebih indah daripada yang kita harap dan doakan.

Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/santapanharian/home.php?d=2011/06/16/

 

Mari memberkati para hamba Tuhan dan narapidana di banyak daerah
melalui edisi Santapan Harian yang kami kirim secara rutin +/- 10.000 eks.
Kirim dukungan Anda ke: BCA 106.30066.22 Yay Pancar Pijar Alkitab.

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org