Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-sh/2009/12/17

Kamis, 17 Desember 2009

Zakharia 11:1-17
Akibat menolak digembalakan Tuhan

Judul: Akibat menolak digembalakan Tuhan Akar dosa sebenarnya adalah mau bebas dari Tuhan. Jelas kebebasan seperti itu tidak mungkin terjadi. Manusia berusaha menyingkirkan Tuhan dari hidupnya dan mau menjadi tuan atas dirinya sendiri. Yang terjadi adalah hidup mereka amburadul dan ujungnya kebinasaan!

Zakharia melakukan peragaan nubuat, mengambil alih penggembalaan umat Tuhan dari gembala palsu (ayat 5, 8a). Bagi-an tertentu perikop ini dapat dimengerti sebagai menggambarkan pelayanan Yesus di dunia. Sebagian lagi tidak. Yesus datang untuk menggembalakan umat yang berdosa, yang sedang dihukum Allah. Dua tongkat yang melambangkan kemurahan dan persatuan umat (ayat 7) menjadi ciri khas pela-yanan Yesus. Kehadiran-Nya membongkar kepalsuan gembala gadungan (ayat 8a). Namun umat yang bebal tetap menolak digembalakan (ayat 8b). Bahkan penolakan itu berujung kepada "pemecatan" Sang Gembala dengan bayaran 30 keping perak. Bandingkan dengan bayaran yang diterima Yudas ketika menjual Yesus (Mat. 26:14-16).

Gambaran berikut tidak dapat dikenakan pada Yesus, yaitu mematahkan dua tongkat lambang penggembalaan Allah (ayat 10, 14). Seakan-akan Yesus menolak meneruskan pelayanan kasih-Nya kepada umat yang tidak tahu diri tersebut bahkan menyerahkan mereka kepada gembala pandir (ayat 15-17). Kita pahami bagian ini sebagai konsekuensi logis yang harus dialami umat berdosa. Ketika umat Yahudi pada zaman Yesus menolak digembalakan-Nya, mereka harus mengalami deraan yang berkepanjangan dalam sejarah mereka. Namun Yesus tetap mengasihi mereka.

Tuhan Yesus tidak pernah berhenti mengasihi manusia, walaupun Ia pernah ditolak bahkan disalibkan hingga mati. Sampai saat ini pun penolakan terus terjadi. Yesus tidak ingin kebinasaan orang berdosa, melainkan pertobatan hingga selamat. Oleh karena itu, kita yang telah menerima karunia Injil tersebut, harus tak henti-henti juga memberitakan Injil keselamatan itu kepada setiap orang.

 

Mari memberkati para hamba Tuhan dan narapidana di banyak daerah
melalui edisi Santapan Harian yang kami kirim secara rutin +/- 10.000 eks.
Kirim dukungan Anda ke: BCA 106.30066.22 Yay Pancar Pijar Alkitab.

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org