Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-sh/2009/12/05

Sabtu, 5 Desember 2009

1Korintus 14:1-25
Menggunakan karunia-karunia

Judul: Menggunakan karunia-karunia Dalam surat Korintus ini ada sembilan karunia rohani. Yaitu kata-kata hikmat, kata-kata pengetahuan, iman, karunia-karunia untuk berbagai kesembuhan (keduanya jamak dalam bahasa Yunani), kuasa-kuasa berbagai pekerjaan ajaib, nubuat, membedakan roh-roh, berbahasa roh, dan menafsirkan bahasa roh. Dalam bagian lain tentu ada lagi karunia lain, tetapi karunia rohani yang dipaparkan di sini rupanya yang sangat umum dalam kehidupan gereja di Korintus. Sebagian dari karunia itu juga sangat diminati pada masa kini.

Selain pertanyaan motivasi dan tujuan, ada lagi pertanyaan penting tentang karunia-karunia rohani. Yaitu bagaimana aturan penggunaannya? Tujuan utama dan alasan utama karunia-karunia harus memengaruhi pengaturan penggunaannya. Kasih adalah karunia yang utama, yang sekaligus menjadi energi yang mendorong penggunaan karunia-karunia. Dalam pasal ini Paulus hanya menyoroti dua karunia yaitu karunia bahasa roh (dan terjemahannya), yang rupanya sangat dipentingkan jemaat di Korintus, dan karunia bernubuat yang menurut Paulus lebih penting untuk dikejar sebab sifatnya jelas untuk dipahami dan membangun keutuhan gereja (ayat 4).

Karunia-karunia harus digunakan dengan cara yang memberi makna bagi jemaat. Letak masalah karunia bahasa roh adalah bahasa itu tidak dipahami orang lain, kecuali jika diterjemahkan. Maka bahasa roh tidak boleh dilakukan dalam ibadah umum kecuali ada yang menerjemahkan. Maka karunia lain juga harus digunakan dengan cara yang bermakna. Salah satu sifat kasih pun adalah melakukan hal-hal bermakna bagi orang lain, baru akan berdampak membangun. Karunia kata-kata hikmat, pengetahuan, iman, karunia kesembuhan, dlsb. pun akan bermakna jika dilakukan sesuai kebutuhan orang yang dilayani. Karunia kesembuhan tentu tidak dapat digunakan untuk menyembuhkan jika tidak ada yang sakit. Atau jika penyakit meliputi jiwa atau mental di samping fisik, maka kesembuhan harus dilayankan kepada kedua aspek tersebut.

Karunia rohani harus digunakan dalam semangat melayani, membangun keutuhan jemaat, dan memberi jawaban bermakna bagi kebutuhan jemaat.

 

Mari memberkati para hamba Tuhan dan narapidana di banyak daerah
melalui edisi Santapan Harian yang kami kirim secara rutin +/- 10.000 eks.
Kirim dukungan Anda ke: BCA 106.30066.22 Yay Pancar Pijar Alkitab.

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org