Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-sh/2007/05/19

Sabtu, 19 Mei 2007

Mazmur 143
Terang dalam gelap

Judul: Terang dalam gelap Pengalaman gelap menghasilkan akibat berbeda pada orang berbeda. Ada yang jadi terbentuk berkemenangan, ada yang malah kalah dan hancur. Pengenalan akan Tuhan pun bisa bertumbuh bisa juga menjadi suram. Dalam mazmur ini kita belajar bagaimana pengalaman gelap justru membuat pengenalan akan Tuhan makin terang.

Seruan doa Daud sangat serius. Ia mohon Tuhan mendengarkan berdasarkan kesetiaan dan keadilan-Nya (1). Ini adalah dua karakter yang menyatakan kesempurnaan Allah dalam menepati janji-Nya pada umat-Nya. Menyadari dosa-dosa yang mungkin menjadi penyebab penderitaan yang dia alami, Daud memohon agar Tuhan tidak menghakimi dia. Ia tahu bahwa tidak ada seorang pun yang benar dan dapat bertahan di hadapan Tuhan (2). Apa lagi Daud harus menghadapi musuh yang memburu dia (3-4). Ini membuat Daud merasa hidup dalam kegelapan, bagai orang yang telah lama mati. Namun di dalam penderitaan itu, Daud merenungkan karya Tuhan di masa lalu, yakni penciptaan maupun pembebasan, yang menunjukkan betapa berkuasanya Tuhan (5). Ini berbeda dari orang yang bernostalgia lalu menyesali dan makin tertekan oleh pengalaman pahit masa lalunya. Ini justru membuat Daud berkeyakinan memohon agar Tuhan menyelamatkan dia (6-9). Daud bukan hanya memohon agar Tuhan melindungi dan melepaskan dia dari bahaya atau musuh. Ia juga berharap bisa tahu kehendak Tuhan, sebab itu menyatakan kesediaan untuk dipimpin oleh Roh-Nya (10).

Bagaimana dengan sikap kita ketika dalam kegelapan? Saat kelemahan dan kejatuhan, kiranya menjadi momen untuk berbalik pada Tuhan dan mempelajari kehendak-Nya lebih dalam lagi. Saat mengalami penderitaan, kiranya menjadi saat untuk berpaling dan menyelidiki rancangan-Nya bagi hidup kita. Kegelapan bisa jadi kesempatan agar mata rohani kita memandang terang yang sejati yaitu Allah dalam sifat-sifat mulia-Nya. Latihlah doa, kenangan, dan harapan kita agar menjadi wadah untuk makin kenal Tuhan!

 

Mari memberkati para hamba Tuhan dan narapidana di banyak daerah
melalui edisi Santapan Harian yang kami kirim secara rutin +/- 10.000 eks.
Kirim dukungan Anda ke: BCA 106.30066.22 Yay Pancar Pijar Alkitab.

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org