Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-sh/2007/05/11

Jumat, 11 Mei 2007

Mazmur 137
Lagu dalam derita

Judul: Lagu dalam derita Ketidaktaatan membuat umat Tuhan harus mengalami pembuangan ke Babel. Kini bagi pemazmur dan umat Tuhan, kesukaan dan nyanyian adalah bagian dari kenangan masa lalu (1-2, 7-8). Bagian nyata mereka saat itu adalah derita dan kepedihan hati.

Meski kehidupan umat Tuhan di tanah pembuangan berlangsung dengan baik, tidak berarti bahwa mereka suka tinggal di sana. Tidak juga membuat mereka melupakan Yerusalem. Kenangan akan Sion membuat mereka menangis. Mereka tidak bisa lagi menyanyi untuk kota itu, karena kota itu telah menjadi puing-puing dan penduduknya dibuang ke tanah asing. Dalam situasi pahit seperti yang mereka alami saat itu, terbuka kesempatan bagi tiap orang untuk merenungkan ulang jati diri mereka. Meski mereka nyata-nyata sudah menjadi bagian dari Babel, tetapi hati mereka tetap terfokus ke Yerusalem (5-6). Rupanya hukuman Tuhan mengembalikan mereka untuk rindu hanya pada Dia saja!

Lagu apakah yang keluar dalam situasi demikian? Lagu agar Tuhan mengingat pokok yang menyebabkan penderitaan umat! Lagu doa agar Allah tidak mengabaikan kejahatan Edom. Bayangkan situasi lagu ini dalam ruang pengadilan. Umat memohon agar Sang Hakim yang adil memeriksa kasus kejahatan seteliti dan seadil diri-Nya. Pemazmur tidak meminta Edom dihancurkan. Ia sekadar mengajukan perkaranya kepada Sang Hakim (7). Pemazmur juga tidak meminta Allah menghancurkan Babel. Ia hanya mengatakan, “keberkatanlah” orang yang menjadi alat pembebasan Tuhan kepada Babel (8-9). Artinya, orang yang berpihak pada kebenaran dan keadilan Allah serta menghendaki kejahatan diperlakukan setimpal dengan kebenaran Allah, sesungguh-nya merupakan orang yang diberkati Allah.

Meski terkadang jatuh, orang percaya seharusnya tetap memiliki prinsip kebenaran di dalam hidupnya. Sehingga dalam keadaan bagaimana pun, kita tetap sepadan/serasi dengan sifat-sifat Allah: rindu kebenaran dan tolak kejahatan!

 

Mari memberkati para hamba Tuhan dan narapidana di banyak daerah
melalui edisi Santapan Harian yang kami kirim secara rutin +/- 10.000 eks.
Kirim dukungan Anda ke: BCA 106.30066.22 Yay Pancar Pijar Alkitab.

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org