Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-rh/2004/09/08

Rabu, 8 September 2004

Bacaan   : Lukas 13:1-5
Setahun : Amsal 3-5; 2 Korintus 1
Nas       : Sangkamu orang-orang Galilea ini lebih besar dosanya? (Lukas 13:2)

SALAH SIAPA?

Sepasang suami-istri tewas seketika saat mobil mereka ditabrak oleh pengemudi yang sedang mabuk. Mengapa peristiwa ini bisa terjadi? Mereka berdua adalah orang-orang yang baik, aktif di gereja, dan disukai banyak orang. Mereka tidak bersalah, dan kita pun tidak dapat menyalahkan Allah karena ada pengemudi lain yang mabuk dan menabrak mereka.

Sebagian orang yang menyalahkan setan. Namun, kita harus menyadari kenyataan bahwa seorang pengemudi mabuk yang kehilangan kendali atas mobilnya dapat menewaskan orang lain.

Yesus memberikan contoh dua tragedi yang terjadi pada zaman-Nya. Tragedi yang pertama, Pilatus telah membunuh beberapa orang Galilea dan mencampur darah mereka dengan darah korban yang mereka persembahkan (Lukas 13:1). Yang kedua, 18 orang Israel tewas karena tertimpa menara (ayat 4). Orang-orang yang mati dengan cara demikian dianggap memiliki dosa yang mengerikan.

Yesus menyanggah pemikiran seperti itu. Dia memberi tahu para pendengar-Nya bahwa daripada mencoba mencari siapa yang bersalah, mereka harus melihat peristiwa semacam itu sebagai panggilan untuk bertobat. Jika mereka bersikeras menolak Dia sebagai Mesias mereka dan tetap hidup di dalam dosa, hidup mereka pun akan berakhir dengan tragis.

Manakala kita mendengar tragedi yang sulit dipahami, biarkan saja pertanyaan "mengapa" itu tetap tidak terjawab. Dengan jaminan kasih Allah (Roma 8:39), marilah kita memandang segala peristiwa itu sebagai saat untuk memeriksa diri sendiri dan bertobat -- Herb Vander Lugt

TRAGEDI HIDUP MERUPAKAN PANGGILAN
UNTUK BERCERMIN DAN BERTOBAT

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org