Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-rh/2002/06/29

Sabtu, 29 Juni 2002

Bacaan   : Matius 23:1-15
Setahun : Ayub 14-16; Kisah Para Rasul 9:22-43
Nas       : Mengapa kamu memikirkan hal-hal yang jahat di dalam hatimu? (Matius 9:4)

TERLALU BAIK

Terkadang kita cenderung bersikap terlalu baik. Ketika orang lain berbuat salah, kita takut menegur mereka. Kita bahkan memilih untuk tetap bersikap ramah. Ketika seorang sahabat terlibat hubungan gelap dengan seseorang, atau ketika seorang kerabat menjadi pecandu alkohol, kita cenderung mengabaikan situasi itu dan tidak mau menegur mereka. Ketika seorang teman yang belum percaya mengandalkan perbuatan baiknya untuk mendapat kehidupan kekal, kita tidak mau bercerita mengenai Yesus dan kematian-Nya di kayu salib. Namun sesungguhnya orang-orang percaya tidak boleh menolak ketaatan kepada firman Allah untuk sekadar mempertahankan hubungan baik.

Dalam Pengadilan Tinggi AS dikatakan bahwa "untuk mempertahankan perilaku baik, banyak orang memilih untuk mengorbankan prinsipnya yang kuat hanya demi menghindari cemoohan orang lain. Mereka mengendalikan cara berbicara mereka, sekaligus juga isi pembicaraannya ... . Sebenarnya ini tidak menunjukkan sikap baik, sebaliknya sifat pengecut. Atau dengan kata lain penipuan yang disadari terhadap diri sendiri."

Dalam Matius 9, Yesus tidak berpikir untuk mempertahankan sikap baik. Dia memandangi para ahli Taurat dan berkata, "Mengapa kamu memikirkan hal-hal yang jahat di dalam hatimu?" (ayat 4). Dia tidak mengkhawatirkan status-Nya ketika menyebut orang Farisi "kuburan yang dilabur putih ... penuh tulang belulang" (23:27). Dengan berani Dia mengecam mereka dan menyingkap dosa mereka.

Bersikap baik belum tentu baik -DCE

SIKAP TERLALU BAIK DAPAT MENJADI KEDOK BAGI PENGECUT

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org